Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 3 No. 3 September 2024 Hubungan Efek Samping. Dukungan Keluarga dan Jarak Fasilitas Kesehatan Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien TB di Wilayah Kerja Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya Kabupaten Konawe Selatan RismawatiA*. Eman Sulaiman2. Al Edy Dawu3 1,2,3Program Studi Ilmu Keperawatan. Institut Teknologi adan KesehatanaAvicenna. Kendari Email korespondensi: rismawatiwakka91@gmail. Info Artikel: Diterima: 18 Juli 2024 Disetujui: 14 Agustus 2024 Dipublikasi: September 2024 Kata Kunci: Dukungan keluarga, efek samping obat, jarak, kepatuhan minum obat Keywords: Family support, medication side effects, distance, medication Abstrak Latar Belakang: salahasatu faktorapenyebab rendahnyangkaakesembuhan pasienaTB adalah ketidakpatuhanadalam pengobatanapenderita TB. Halaini disebabkanakarena adanyaaefek sampingaobat TB, jarak rumah pasien kelayanan Kesehatan, serta kurangnya dukungan keluarga, sehingga sebagian pasien memilih berhenti mengkonsumsi obat anti tuberkulosis. Tujuan: untuk mengetahui Faktor - Faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pasien TB Paru di Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya Kabupaten Konawe Selatan. Metode: penelitian ini menggunakan jenis analitik pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian adalah seluruh pasien tb paru di Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya sebanyak 89 orang, sedangkan sampel sebanyak 30 responden yang dihitung menggunakan rumus slovin. Sampel diambil dengan menggunakan Teknik simple sampling. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan uji chi-square. Hasil: uji statistic variabel efek samping (Avalue = 0,000 < 0,. , dukungan keluarga . -value = 0,004 < 0,. , dan jarak ke fasilitas Kesehatan . -value = 0,272 > 0,. Kesimpulan: efek samping obat, dan dukungan keluarga berhubungan dengan Tingkat kepatuhan minum obat pasien TB Paru dan jarak ke fasilitas Kesehatan tidak memiliki hubungan dengan Tingkat kepatuhan minum obat pasien TB Paru Abstract Background: One of the factors contributing to the low recovery rate of TB patients is non-adherence to TB This is due to the side effects of TB drugs, the distance of the patient's home to health services, and lack of family support, so some patients choose to stop taking anti-tuberculosis drugs. Objective: to determine the factors associated with adherence to taking medication for pulmonary TB patients at the Tumbu-Tumbu Jaya Health Center. South Konawe Regency. Methods: This study used an analytic type of cross-sectional study approach. The population in the study was all pulmonary TB patients at the Tumbu-Tumbu Jaya Health Center, with as many as 89 people. At the same time, the sample consisted of 30 respondents who were calculated using the Slovin formula. Samples were taken using a simple sampling technique. The data collected were analyzed using the chi-square test. Results: a statistical test of side effect variables (Avalue = 0. 000 < 0. family support . -value = 0. 004 < 0. , and distance to health facilities . -value = 0. 272 > 0. Conclusion: Drug side effects and family support are associated with the level of adherence to taking medication of pulmonary TB patients. Distance to health facilities has no relationship with the level of adherence to taking medication of pulmonary TB patients. PENDAHULUAN Data tahun 2023 menurut World Health Organization (WHO), pasien TB paru sebanyak 7,1 juta. Jumlah kematian akibat penyakit Tuberkulosis diperkirakan mencapai 000 kasus per tahun. Penyakit TB tetap menjadi salah satu dari 10 penyebab kematian dan penyebab utama dari agen infeksi tunggal di dunia. Menurut Global Tuberculosis Report WHO . , tiga negara dengan insiden kasus terbanyak yaitu India . %). Cina . %) dan Indonesia . %). 40% pasien TB di negara berkembang tidak patuh terhadap pengobatan (Gugssa. Shimels, & Bilal, 2. Tahun Indonesia diperkirakan insiden TB semua kasus adalah 000 atau 319 kasus/100. 000 penduduk dengan perkiraan insiden Multidrug Resistant/rifampisin resistant (MDR/RRTB) adalah 23. 000 kasus (WHO, 2. pasien TB di indonesia tidak patuh terhadap Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 3 No. 3 September 2024 Data Kasus TB di Sulawesi Tenggara pada tahun 2023 ditemukan 479 Kasus atau Case Detection Rate sebesar 58% dan 42% kasus TB yang belum ditemukan dan belum dilaporkan dan kepatuhan pengobatan pasien TB sebanyak 47% (Dinkes Sultra 2. Menurut penelitian yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Republik Indonesia, salah satu keberhasilan pengobatan tuberkulosis adalah kurangnya kepatuhan pasien dalam berobat. Kurangnya kepatuhan ini disebabkan oleh efek buruk dari obat tuberkulosis, jarak antara tempat tinggal pasien dan fasilitas kesehatan, menyebabkan beberapa pasien menghentikan anti-tuberkulosis ketidaknyamanan dengan efek samping obat. (Rahmi dkk, 2. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2023, individu yang menderita tuberkulosis dapat mengalami efek buruk dari penggunaan obat anti tuberkulosis. Efek samping ini, seperti hilangnya nafsu makan, mual, muntah, dan gejala lainnya, dapat berdampak pada kepatuhan pasien terhadap pengobatan dan pada akhirnya menghambat kesembuhan TBC. Kepatuhan pengobatan merupakan faktor penting dalam mempengaruhi pengambilan keputusan pasien mengenai perawatan kesehatannya. (Rozaqi dkk, 2. Pemerintah telah mendukung inisiatif Organisasi Kesehatan Dunia menghilangkan kasus tuberkulosis. Tujuan yang ditetapkan WHO antara lain menurunkan prevalensi TBC pada tahun 2035, menurunkan angka kematian terkait TBC, dan memastikan tidak ada keluarga yang mengalami kesulitan keuangan akibat pengobatan TBC. Di tingkat nasional, program pengendalian TBC bertujuan untuk mencapai angka 1 kasus TBC per 1. penduduk pada tahun 2035, dengan target Indonesia bebas TBC pada tahun 2050. (Departemen kesehatan Republik Indonesia. Konawe Selata salah satu Kabupaten di Sulawesi Tenggara yang menyumbangkan data 462 kasus atau 21,6% dengan jumlah kepatuhan pengobatan 36% dan data kasus TBC di Wilayah Kerja Puskesmas TumbuTumbuh Jaya Kecamatan Kolono Timur Kab Konawe Selatan smpai saat ini jumlah pasien TBC yang tercatat dalam proses pemantauan sebanyak 75 kasus (Dinkes Konawe Selatan. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 18 April 2023 di Wilayah Kerja Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya Kecamatan Kolono Timur Kab Konawe Selatan, terhadap 10 pasien TBC yang menjalani pengobatan di Puskesmas TumbuTumbu. Berdasarkan wawancara dengan 5 Pasien TB diketahui, 5 Pasien merasakan efek samping dari obat TB sehingga tidak mau menkomsumsi, 3 mengatakan menjalan pengobatan dengan inisiatif sendiri karena keluarga kurang memperhatikan dan 2 pasien mengatakan jarak rumah jauh dari Puskesmas sehingga malas untuk berangkat. Berdasarkan uraian latar belakang di atas, sehingga penulis tertarik melakukan penelitian tentang AuHubungan Efek Samping. Dukungan Keluarga dan Jarak Fasilitas Kesehatan terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien TB di Wilayah Kerja Puskesmas Tumbu Tumbu Jaya Kecamatan Kolono Timur Kab Konawe SelatanAy METODE Penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain cross sectional studi, yaitu penelitian yang mengukur variabel bebas dan variabel terikanya secara bersamaan dan satu waktu tanpa ada follow-up. Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 3 No. 3 September 2024 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien TB yang berobat di Wilayah Kerja Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya Kecamatan Kolono Timur Kab Konawe Selatan pada Maret 2024 yang menjalani pengobatan sebanyak 89 orang, sedangkan sampelnya sebanyak 30 orang yang dihitung menggunakan rumus slovin. Sampel diambil menggunakan Teknik simple random Data yang dikumpulkan kemudian diolah dan dianalis menggunakan uji chi-square dengan bantuan aplikasi spss versi 25. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik responden Tabel 1. Karakterisitik Responden No Karakterisitik Responden Umur Ou 65 tahun Jenis kelamin Laki-laki Table 1 menunjukan bahwa Sebagian besar responden berumur anatar 15-64 tahun sebanyak 24 responden . ,0%), dengan sebaran jenis kelamin hamper merata yakni laki-laki sebanyak 14 responden . ,7%) dan Perempuan sebanyak 16 responden . ,3%). Pendidikan responden sebagian besar adalah SMA sebanyak 16 responden . ,3%) dengan pekerjaan adalah sebagai IRT sebanyak 12 responden . ,0%). Pendidikan SMP SMA Sarjana Pekerjaan PNS IRT Nelayan Pelajar Wiraswasta Petani Hubungan efek samping obat, dukungan keluarga dan jarak dengan kepatuhan minum obat pasien TB Paru Tabel 2. Hubungan antara Efek Samping, dukungan Keluarga. Jarak dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien TB di Wilayah Kerja Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya Tahun 2024 Kepatuhan Minum Obat P-value Patuh Tidak Patuh Total Variabel Efek sampling Ada Efek Tidak ada efek Dukungan keluarga Mendukung Tidak mendukung Jarak Dekat Jauh Sumber: Data Primer diolah, 2024. 0,000 0,004 0,272 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 3 No. 3 September 2024 Tabel 2. menunjukkan bahwa terdapat 16 atau . ,3%) responden memiliki kepatuhan terhadap minum obat. Kemudian terdapat 14 atau . ,7%) responden dengan distribusi tidak patuh dalam minum obat di wilayah Kerja Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya. Pasien dikatakan patuh minum obat yakni pasien yang menghabiskan obatnya sesuai dengan anjuran dari petugas kesehatan dan datang kembali ke Puskesmas untuk mengambil kebutuhan obat berikutnya berdasarkan jadwal yang telah ditentukan sebelumnya oleh petugas. Kepatuhan yang buruk atau terapi yang tidak lengkap adalah faktor yang berperan terhadap resistensi Pasien yang tidak patuh membutuhkan penjelasan tentang pentingya kepatuhan minum obat kerena jika pasien tidak patuh dalam menjalani pengobatanya pasien akan resisten terhadap obat yang sebelumnya (Brunner dan Suddarth, 2. Terdapat 14 responden dari hasil penelitian yang tidak patuh dalam minum Kepatuhan dalam minum obat pada pasien TB merupakan upaya agar dapat meningkatkan angka kesembuhan pada pasien TB serta menekan peningkatan jumlah kasus TB. Dalam pengobatan TB diperlukan waktu yang cukup lama antara enam sampai sembilan bulan lamanya agar dapat mencapai Masa pengobatan TB yang cukup lama membuat penderita merasa bosan dan lelah yang dapat mengakibatkan ketidakpatuhan dalam minum obat. Hasil analisis multivariat pada variabel yang paling berpengaruh terhadap kepatuhan minum obat pasien di wilayah kerja Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya menunjukkan bahwa, variabel efek samping paling dominan berpengaruh terhadap kepatuhan minum obat pasien di wilayah kerja Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya dengan nilai sig. (P-vale. sebesar 0,001 (<0,. dengan Exp(B)/Odd Ratio sebesar 21,133. Selanjutnya variabel yang berpengaruh kedua adalah dukungan keluarga dengan nilai sig (Pvalu. sebesar 0,004 (<0,. dengan Exp(B)/Odd Ratio sebesar 20,523. Kepatuhan adalah respons kognitif yang terwujud ketika seseorang diberikan stimulus yang memerlukan reaksi pribadi. Kegagalan untuk mematuhi pedoman yang Sebagian besar populasi pasien dalam penelitian ini menunjukkan Berbagai faktor seperti usia, pendidikan, pendapatan, pengetahuan, sikap, dan keterlibatan petugas medis primer berperan dalam mempengaruhi kepatuhan minum obat. (Anggreini, 2. Sikap pasien yang masih terkadang acuh akan kepatuhan minum obat menjadi salah satu faktor yang telah menjadi kebiasaan sehingga pengobatan pasien membutuhkan waktu yang cukup lama dalam masa pengobatan TB. Penatalaksanaan penderita tuberkulosis paru dapat menimbulkan ancaman kesakitan dan kematian yang signifikan, serta peningkatan prevalensi kasus tuberkulosis paru yang resisten terhadap basil tahan asam (TBA) terhadap pendekatan terapi konvensional. Pasien yang resisten dapat menjadi vektor potensial penularan patogen tuberkulosis di masyarakat. (Martafari, 2. Pasien yang menunjukkan kepatuhan terhadap rejimen pengobatannya dengan menyelesaikannya secara konsisten tanpa henti selama jangka waktu 6 hingga 9 bulan dianggap patuh. Sebaliknya, pasien yang tidak menghadiri janji temu selama lebih dari 3 hari hingga 2 bulan tergolong lalai, sedangkan pasien yang tidak berobat lebih dari 2 bulan setelah kontak awal dengan penyedia layanan kesehatan dianggap keluar dari layanan. (Depkes RI, 2. Kepatuhan pengobatan dalam pengobatan TBC sangat Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 3 No. 3 September 2024 penting karena akan berdampak pada musnahnya kuman TBC sehingga mencegah Kepatuhan yang tinggi terhadap pengobatan terbukti meningkatkan angka kesembuhan pasien TBC paru BTA positif dan menurunkan risiko kasus TBC resistan obat. Penelitian yang dilakukan oleh Widiyanto. di Puskesmas Delanggu Klaten menemukan bahwa sebagian besar pasien TBC patuh dalam menjalani pengobatan, dengan 65,8% responden patuh dalam Selain itu, 84,2% pasien TBC BTA positif di pusat tersebut berhasil sembuh. Penelitian ini menunjukkan hubungan yang signifikan antara kepatuhan pengobatan dan kesembuhan pada pasien TB BTA positif, dengan nilai signifikansi 0,006 (P <0,. Meningkatkan kepatuhan penderita tuberkulosis paru dapat dicapai melalui pemberian pendidikan kesehatan mengenai penyakit ini dan pengobatannya, serta memberikan panduan mengenai ketersediaan dan keterjangkauan pilihan pengobatan gratis. Pendidikan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan sikap individu dalam mempertahankan derajat meningkatkan kesadaran dan menumbuhkan persepsi positif. Memanfaatkan alat bantu visual seperti video, pamflet, atau platform menyebarkan informasi secara efektif. (Sukartini, 2. Selain intervensi medis, pendekatan personal dan terapeutik dapat diterapkan untuk meningkatkan motivasi dan dukungan bagi individu yang menjalani pengobatan TB Pendekatan ini mungkin melibatkan profesional kesehatan atau relawan yang bertugas sebagai Petugas Manajemen Pasien (PMO) untuk memberikan dorongan dan bantuan kepada pasien. Selain itu, sistem pemantauan dan evaluasi yang kuat sangat penting untuk memastikan kepatuhan terhadap protokol pengobatan, sehingga memungkinkan intervensi cepat jika terjadi Dengan menerapkan strategi ini, diharapkan pasien akan merasakan hasil pengobatan yang lebih baik dan proses penyembuhan yang lebih efektif. Peran keluarga sangat penting dalam meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan, karena mereka dapat memberikan dukungan pengobatan, memfasilitasi transportasi ke fasilitas kesehatan, dan memberikan bantuan keuangan bila diperlukan. Oleh karena itu, mendidik keluarga tentang TB paru dan melibatkan mereka sebagai anggota integral tim pengobatan sangat penting untuk memastikan perawatan pasien yang optimal. (Fitri, 2. Berdasarkan tabel 2 dapat diketahui bahwa dari 30 responden yang diteliti berdasarkan efek samping dimana efek samping sebanyak 17 atau . ,7%) responden menyatakan ada efek ada sebanyak 13 atau . ,3%) responden tidak ada efek samping. Efek samping yang berat banyak yang tidak patuh dalam minum obat, karna beratnya efek samping yang dirasakan responden dalam minum obat TB mengakibatkan lebih tinggi mengalami ketidak patuhan minum obat TB. Selanjutnya hasil penelitian Tobing at al . , efek samping obat berpengaruh terhadap kepatuhan penderita tb paru dalam mengkonsumsi obat di UPT Puskesmas Batang Beruh Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi. Dilihat dari hasil uji statistik chi-square didapatkan hasil signifikan p=. atau (<0,. sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara efek samping dengan kepatuhan minum obat pasien TB di wilayah kerja Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya. Hasilapenelitianaini sejalanadengan penelitian yang dilakukan oleh Wulandari . , menyebutkan bahwa terdapat Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 3 No. 3 September 2024 hubungan yang berkmakna . = 0,. antara efek samping OAT dengan kepatuhan minum obat pasien TB Paru (OR = 22,339, 95% Cl: 2,076-240,. Hal ini berarti pasien TB yang memiliki efek samping ringan cenderung patuh sebesar 22,3 kali lebih banyak dibandingkan pasien yang mengalami efek samping berat. Lebih lanjut hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Kadek et al, 2. , yang menyebutkan bahwa adanya hubungan efek samping OAT terhadap kepatuhan minum obat dengan nilai p = 0,000 dan nilai Corelations coefisien r = 0,568. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan semakin berat efek samping OAT maka semakin tidak patuh minum obat, dan semakin ringan efek samping OAT maka semakin patuh minum obat. Hasil penelitian Putri . Terdapat hubungan yang bermakna antara efek samping obat dengan kepatuhan pengobatan pada pasien TB MDR-DM di RSU Kota Tangerang Selatan. Hal ini ditunjukkan dengan nilai p sebesar 0,042. Terjadinya nyeri sendi merupakan efek samping yang umum dialami responden, dan sebagian besar melaporkan perasaan Tampaknya orang-orang yang mengalami efek samping yang lebih ringan pengobatan TBC mereka, sementara mereka yang mengalami efek samping yang lebih parah cenderung tidak patuh. Meskipun temuan menunjukkan adanya korelasi antara efek samping obat dan kepatuhan pengobatan pada pasien TB MDR dengan DM, namun diperlukan upaya lebih lanjut berupa motivasi diri dan dukungan keluarga untuk memastikan pemberian obat tepat Petugas kesehatan juga memainkan peran penting dalam memberikan motivasi dan mengatasi kekhawatiran pasien untuk mengurangi angka putus sekolah di kalangan populasi ini. Kepatuhan berobat TB paru dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti lamanya pengobatan yang menyebabkan sebagian pasien menghentikan pengobatan sebelum waktunya, adanya penyakit penyerta, kurangnya pengetahuan tentang penyakit, keengganan berobat, kurangnya motivasi, kurangnya pengetahuan tentang penyakit tersebut, dan kurangnya motivasi untuk dukungan keluarga, dan kendala Strategi untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan antara lain dengan menjaga komitmen terhadap rejimen pengobatan, menerima dukungan emosional dan finansial dari keluarga, memanfaatkan alat pengingat kepatuhan pengobatan, dan meningkatkan kesadaran dan pendidikan tentang TB paru dan pengobatannya. Pada akhirnya, penentu utama kepatuhan pengobatan adalah kesadaran dan motivasi individu untuk mencapai kesembuhan. Menyadari pentingnya kesehatan, pasien TBC paru cenderung mematuhi pengobatan dan melakukan perubahan gaya hidup yang diperlukan untuk pemulihan yang optimal, sehingga mempercepat proses penyembuhan dan mencegah penyebaran jenis TBC yang resistan terhadap obat. (Kemenkes RI, 2. Tabel 2 dapat diketahui bahwa terdapat 21 orang . ,00%) mendukung pasien dalam kepatuhan minum obat. Kemudian terdapat 9 responden . yang tidak mendukung pasien dalam kepatuhan minum obat di wilayah kerja Pukesmas Tumbu-Tumbu Jaya. Dukungan keluarga serta lingkungan yang baik akan mendukung pasien TB dalam kepatuhan minum obat. Friedman . berpendapataorang hidupadalamalingkungan yangabersifat suportif, akondisinya jauhalebih baikadari padaamereka yangatidakamemiliki Dukunganayangadapat diberikanaoleh anggotaakeluarga , dukunganainformasi. Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 3 No. 3 September 2024 (Fitriani. Sinaga. Syahran. Widya, & Mahakam, 2. Pihak mengingatkan pasien TB perihal waktu minum obat dan kontrol kepada pasien TB, sehingga pasien tidak lupa untuk menjaga waktu dan selalu tepat waktu dalam hal minum obat. Dengan adanya dukungan yang diberikan oleh keluarga akan mempengaruhi kesadaran penderita untuk patuh terhadap pengobatan TB. Dukungan keluarga mempunyai peran yang sangat penting dalam mendukung kepatuhan minum obat penderita TBC. Selain berperan sebagai pendukung, keluarga juga berperan sebagai Pengawas Minum Obat (PMO) yang selanjutnya akan mengingatkan kepada penderita untuk terus minum obat sampai selesai program (Septia. Rahmalia, & Sabrian, 2. Hasil uji statistik chi-square diperolah hasil nilai signifikan p=0. 004 atau . sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien TB di wilayah kerja Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya. Peran keluarga biasanya dilakukan secara kolektif oleh anggota kelompok atau keluarga, bukan secara individu. Namun, peran-peran ini dapat berubah sebagai respons terhadap perubahan keadaan, misalnya ketika ada anggota keluarga yang jatuh sakit. Dalam kondisi seperti ini, kapasitas keluarga untuk membuat keputusan mengenai layanan kesehatan, menerapkan strategi untuk mengatasi penyakit, dan mengakses layanan kesehatan yang tepat menjadi sangat penting. (Friedman, et al. Berdasarkanahasil menyatakanabahwa dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien TB di wilayah kerja Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya memiliki hubungan. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian (Cahyani et al, 2. faktor yang mempengaruhi kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis di puskesmas Sambirejo Kabupaten Sragen yaitu variabel dukungan Dukungan keluarga memainkan kepatuhan terhadap pengobatan tuberkulosis. Bentuk dukungan ini mencakup mendorong pengobatannya, menunjukkan empati dan kepedulian, dan menghindari stigmatisasi terhadap individu karena penyakitnya. Keterlibatan seluruh anggota keluarga dalam memberikan dukungan kepada pasien TBC sangat penting dalam perjalanan kesembuhan Penelitian yang dilakukan di Klinik Paru RS Santa Elisabeth Medan menemukan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pengobatan pada pasien tuberkulosis paru yang ditunjukkan dengan nilai p-value sebesar 0,016. (Siallagan. Tumanggor and Sihotang. Hasil penelitian Nasution dan Tambunan . terhadap 62 responden dapat disimpulkan hubungan dukungan Keluarga Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita TB Paru Di Puskesmas Padang Bulan Medan dengan nilai p. value = 0,002 (<0,. Dukungan keluarga yang dilakukan seperti, keluarga mendampingi pasien ketika akan melakukan konsultasi ke petugas kesehatanserta keluarga selalu mengingatkan pasien mengenai jadwal kontrol ke Puskesmas. Kemanjuran pengobatan dipengaruhi oleh berbagai faktor, dan kepatuhan terhadap pengobatan memainkan peran penting. Pasien memerlukan dukungan dan motivasi dari lingkungan sosialnya untuk menjaga kepatuhan, karena kurangnya dukungan seringkali menyebabkan ketidakpatuhan karena perasaan frustrasi dan monoton. Selain itu, dukungan keluarga yang tidak Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 3 No. 3 September 2024 memadai dapat menyebabkan kegagalan pengobatan pada pasien. Penelitian yang dilakukan Mando dkk. pada tahun 2018 ditemukan adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pengobatan pada pasien tuberkulosis di Puskesmas Janti Kota Malang. Keluarga memainkan peran penting mengabaikan, atau memperbaiki masalah kesehatan dalam anggotanya. Hampir setiap aspek kesehatan, mulai dari awal hingga penyelesaiannya, dipengaruhi oleh unit Keluarga terutama bertanggung jawab untuk menjamin kesejahteraan semua anggotanya, bukan hanya mengandalkan upaya individu untuk mencapai kesehatan yang optimal (Friedman, 1. Penelitian yang dilakukan oleh Limbu dan Marni . menunjukkan bahwa dukungan keluarga yang positif berperan langsung dalam mendorong individu untuk mencari pertolongan medis ke tenaga kesehatan. Dukungan keluarga yang positif mencakup keterlibatan aktif dalam perawatan individu yang sakit, termasuk mengoordinasikan pilihan makanan, jadwal istirahat, kebersihan pribadi, kepatuhan terhadap pengobatan, dan rujukan segera ke profesional medis jika terjadi efek samping Dhewi et al . lebih lanjut menekankan pentingnya dukungan keluarga dalam konteks layanan kesehatan. Penelitian tentang dukungan keluarga dan keberhasilan pengobatan banyak diteliti para peneliti, diantaranya penelitian yang dilaksanakan Rachmawati. Laksmiati dan Soenarsongko . , dukungan keluarga mempunyai peran yang sangat penting bagi kepatuhan pasien TB paru. Selain sebagai pihak yang selalu mendukung untuk kesembuhan keluarga juga bertanggung jawab sebagai Pengawas Minum Obat (PMO) yang nantinya akan berperan untuk mengawasi dan mengingatkan secara terus menerus kepada pasien agar pasien meminum obatnya secara teratur dan tepat waktu sesuai dengan dosis yang sudah ditetapkan oleh petugas Dukungan keluarga merupakan faktor penentu kepatuhan pengobatan tuberkulosis (TB) paru, karena baik anggota keluarga dekat maupun keluarga besar berperan penting dalam memberikan dukungan kepada individu yang menjalani Peran utama keluarga dalam konteks ini adalah menjamin kesehatan dan kesejahteraan anggotanya, termasuk mereka yang menghadapi masalah kesehatan seperti TBC. Penting bagi keluarga untuk memberikan dukungan positif dan terlibat aktif dalam proses pengobatan, membina kolaborasi antara penyedia layanan kesehatan dan pasien dalam unit keluarga. (Friedman. Bowden & Jones, 2. Tabel 2. menunjukkan bahwa berdasarkan jarak fasilitas kesehatan responden, terdpat 15 atau . ,0%) responden memiliki jarak fasilitas kesehatan yang relatif dekat. Kemudian 15 orang atau . ,0%) responden dengan jarak fasilitas jauh menuju wilayah kerja Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya. Kedekatan tempat tinggal pasien dengan rumah sakit dapat menjadi faktor penyebab ketidakpatuhan berobat. Jarak yang harus ditempuh pasien untuk mendapatkan pengobatan memainkan peran penting dalam kemungkinan mereka mengikuti rejimen pengobatan yang ditentukan. Penelitian telah menunjukkan bahwa individu yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan lebih rentan pengobatan, dengan hampir separuh pasien menghentikan pengobatan dan lebih dari separuhnya tidak mematuhi rejimen yang ditentukan karena faktor-faktor seperti kendala keuangan dan jarak perjalanan yang jauh (Adeponle, dkk. , 2. Dari hasil uji analisis chi-square diperoleh nilai signifikan p=0,272 atau lebih Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 3 No. 3 September 2024 besar dari (<0,. sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan jarak Fasilitas Kesehatan dengan kepatuhan minum obat pasien TB di wilayah kerja Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (Sari at al 2. Tidak ada hubungan yang signifikan secara statistik antara jenis tempat tinggal di kota Bengkulu dan dukungan keluarga dengan kepatuhan terhadap jadwal kontrol . = 0,. Demikian pula tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tinggal di luar kota Bengkulu dan dukungan keluarga dengan kepatuhan jadwal kontrol . =1,. Jarak rumah pasien TB ke fasilitas Puskesmas di wilayah kerja Puskesmas Timbu-Tumbu Jaya relatif terjangkau, dari 30 responden terdapat 15 responden dengan jarak fasilitas kesehatan Selanjutnya didukungan dengan sarana jalan yang baik sehingga pasien mudah untuk melakukan pengobatan ke fasilitas kesehatan, sehingga jarak Fasilitas Kesehatan tidak berpengaruh pada kepatuhan minum obat pasien TB di wilayah kerja Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Woru . , menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan antara jarak dengan kepatuhan pengobatan TB resistensi obat di RSUD Kabupaten Sorong. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan efek samping obat dan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien TB Paru dan jarak tidak memiliki hubungan dengan kepatuhan minum obat pasien TB Paru Diharapkan bagi petugas kesehatan agar membuat program dalam menekan peningkatan kasus TB serta memfasilitasi sarana dan prasarana guna melakukan penyuluhan tentang efek samping terhadap TB. Diharapkan meningkatkan kepatuhan minum obat serta banyak mencari informasi baik melalui media sosial dan sumber lainya sehingga dapat meningkatkan pengetahuan tentang efek samping penyakit TB dan kemudian patuh dalam minum obat. Pihak kaluarga pendampingan kepada pasien dalam masa pengobatan agar dapat mengoptimalkan sama Diharapkan penelitian ini dapat menambah referensi bagi ilmu kesehatan keperawatan khususnya tentang efek samping, dukungan keluarga, jarak Fasilitas Kesehatan dengan kepatuhan minum obat TB DAFTAR PUSTAKA