Journal of Agricultural Sustainability (JOAS) E-ISSN: 3090-918X Vol. 1 No. 2 Tahun 2025 DOI: 10. 62734/joas. Efektivitas Kompos Kambing sebagai Media Tanam dengan Pengaplikasian Bakteri Pseudomonas fluorescens pada Daya Tahan dan Hasil Tanaman Terung (Solanum melongen. Ulfiana1. Kanthi Pangestuning Prapti2*. NiAomawati Sakinah3 Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi. Jl. Laksda Adi Sucipto. Taman Baru 68416. Kab. Banyuwangi. Indonesia * koresponden penulis: kanthipangestuningprapti@untag-banyuwangi. Abstrak Terung (Solanum melongena L) merupakan salah satu komoditas sayuran buah penting yang memiliki banyak varietas dengan bentuk dan warna khas. Terung memiliki nilai gizi yang tinggi, terutama kandungan vitamin A dan fosfor, sehingga berpotensi menjadi sumber keanekaragaman gizi bagi masyarakat. Selain itu, kandungan seratnya yang tinggi bermanfaat untuk Kesehatan. Produksi terung di Indonesia pada 2021 mencapai 676. 339 ton dan meningkat menjadi 704. ton pada 2022. namun, produksi tersebut masih belum mampu memenuhi konsumsi rata-rata masyarakat sebesar 2,88 kg/kapita/tahun. Faktor utama yang menghambat produktivitas terung antara lain kesuburan tanah yang rendah, pengelolaan budidaya yang kurang optimal, serta serangan patogen virus mosaik kuning yang dapat menyebabkan kerusakan hingga 70Ae100. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Dusun Sidomulyo. Desa Jambewangi. Kecamatan Sempu. Kabupaten Banyuwangi dengan suhu lingkungan di atas 21-31oC. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2024 Ae April 2025. Jenis tanah latosol dengan ketinggian 15 mdpl. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh bakteri Pseudomonas fluorescens yang diaplikasikan melalui media kompos kambing, yang dikenal mampu meningkatkan kesuburan tanah dan membantu tanaman meningkatkan daya tahan terhadap penyakit. Metode menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor perlakuan, yaitu jenis media tanam dan konsentrasi bakteri. Hasil penelitian menunjukkan media kompos kambing memberi pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan tanaman sejak awal, sementara efek bakteri mulai signifikan pada hari ke-81 setelah tanam, terutama meningkatkan jumlah buah dan ketahanan terhadap Temuan ini mendukung penggunaan bakteri Pseudomonas fluorescens sebagai teknologi alternatif untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan tanaman terung secara ramah lingkungan. Kata kunci: kompos kambing. Pseudomonas fluorescens, tanaman terung Abstract Eggplant (Solanum melongena L) is an important fruit vegetable commodity with many varieties characterized by distinctive shapes and colors. Eggplant has high nutritional value, especially in vitamin A and phosphorus content, making it a potential source of nutritional diversity for the In addition, its high fiber content is beneficial for health. Eggplant production in Indonesia reached 676,339 tons in 2021 and increased to 704,223 tons in 2022. however, this production still does not meet the average consumption requirement of 2. 88 kg per capita per Journal of Agricultural SustainabilityA is licensed under CC BY-SA 4. Journal of Agricultural Sustainability (JOAS) E-ISSN: 3090-918X Vol. 1 No. 2 Tahun 2025 DOI: 10. 62734/joas. The main factors limiting eggplant productivity include low soil fertility, suboptimal cultivation management, and attacks by the yellow mosaic virus pathogen that can cause damage of up to 70Ae100%. This study was conducted in Sidomulyo Hamlet. Jambewangi Village. Sempu District. Banyuwangi Regency with ambient temperatures ranging from 21 to 31AC. The research was carried out from December 2024 to April 2025. The soil type is latosol with an altitude of 15 meters above sea level. The study aims to examine the effect of the bacterium Pseudomonas fluorescens applied through goat manure compost media, which is known to improve soil fertility and help plants enhance their resistance to diseases. The method used was a Factorial Randomized Block Design with two treatment factors: type of growing media and bacterial The results showed that goat manure compost media had a significant effect on plant growth from the early stages, while the bacterial effect became significant on the 81st day after planting, especially in increasing fruit number and disease resistance. These findings support the use of Pseudomonas fluorescens bacteria as an alternative technology to increase productivity and disease resistance of eggplant in an environmentally friendly manner. Keywords: eggplant, goat manure compost. Pseudomonas fluorescens PENDAHULUAN Produksi terung di Indonesia pada tahun 2021 sebesar 676. 339 ton, mengalami peningkatan pada tahun 2022 sebesar 704. 223 ton (Dewi et al. Produksi terung tiap tahun cenderung meningkat, namun belum dapat memenuhi kebutuhan terung di Indonesia. Konsumsi rata-rata penduduk Indonesia akan terung sebesar 2,88 kg/kapita/tahun sehingga produksi terung perlu ditingkatkan (Wahid, 2. Permasalahan utama lainnya di budidaya sayuran yang sekarang dialami petani terung adalah serangan patogen virus mosaik kuning. Tingkat serangan terparah ditemukan pada tanaman terung yang dapat mencapai Penggunaan Pseudomonas kelompok fluorescens bisa memperhambat masa inkubasi serta menurunkan intensitas serangan TMV juga meningkatkan produksi tanaman terung (Pratama et al. , 2. Hasil penelitian Arifin et al. penanaman terong ungu di lahan residu Pseudomonas menunjukkan pertumbuhan yang baik. Hasil analisis ragam menunjukkan bobot kering total tanaman berpengaruh Pseudomonas 200 ml. Hasil penelitian Sari . juga diperoleh kesimpulan bahwa aplikasi pupuk organik dengan campuran Pseudomonas fluorescens (P. mampu menekan intensitas penyakit pustul daun kedelai dengan campuran paling baik yaitu campuran pupuk kompos Pf pada tanah dan humus kaolin talk Pf pada daun dengan intensitas serangan patogen paling rendah sebesar 3,65%. Penelitian ini bertujuan untuk Pseudomonas diharapkan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan tanaman terung. METODE Penelitian dilaksanakan di lahan Dusun Sidomulyo. Desa Jambewangi. Kecamatan Sempu. Kabupaten Banyuwangi pada bulan Desember 2024AeApril 2025. Kondisi lahan memiliki suhu 21Ae31AC, jenis tanah latosol, dan ketinggian 15 mdpl. Rancangan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan Journal of Agricultural SustainabilityA is licensed under CC BY-SA 4. Journal of Agricultural Sustainability (JOAS) E-ISSN: 3090-918X Vol. 1 No. 2 Tahun 2025 DOI: 10. 62734/joas. dua faktor, yaitu media tanam (P) dan konsentrasi Pseudomonas fluorescens (K). Faktor media tanam terdiri atas P1 . % kompos kambin. P2 . ompos kambing : tanah = 1:. , dan P3 . ompos kambing : tanah = 1:. Faktor konsentrasi P. fluorescens meliputi K1 . ml/L). K2 . ml/L). K3 . ml/L), dan K4 . ml/L). Kombinasi perlakuan berjumlah 12 dengan 4 ulangan sehingga total terdapat 48 satuan percobaan, masing-masing terdiri dari 6 tanaman . Prosedur penelitian meliputi: . persiapan lahan dan media tanam dengan polybag ukuran 40 y 40 cm. penyemaian benih terung hingga berumur A20 hari. penanaman bibit ke media perlakuan. pemeliharaan tanaman yang meliputi penyiraman, penyiangan gulma, penyulaman, dan pengendalian hama. aplikasi bakteri fluorescens melalui penyiraman pada umur 10, 25, dan 40 HST sesuai konsentrasi perlakuan. pemanenan buah pada 53Ae88 HST. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah buah, panjang buah, berat buah segar, ketahanan penyakit, pH tanah, dan tingkat kesuburan. Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA), dan apabila terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) 5%. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk bakteri Pseudomonas fluorescens terhadap pertumbuhan, produktivitas, dan daya tahan tanaman terung (Solanum melongen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan media tanam dengan kompos kambing serta aplikasi bakteri memberikan pengaruh parameter yang diamati. Pertumbuhan tanaman terung Tinggi tanaman Hasil perlakuan media tanam kompos kambing memberikan pengaruh sangat nyata sejak umur 20 HST. Perlakuan terbaik diperoleh pada kombinasi P2K3 . edia kompos kambing : tanah 1:1 dengan konsentrasi Pseudomonas ml/L) menghasilkan rata-rata tinggi tanaman 56,7 cm pada umur 40 HST (Tabel . Tabel 1. Rerata tinggi tanaman terung Perlakuan P1K1 P2K3 P3K2 Kontrol 20 HST 30 HST 40 HST Keterangan: Angka yang dicetak tebal menunjukkan data terbaik Peningkatan tinggi tanaman ini menunjukkan bahwa kompos kambing memperbaiki struktur tanah sehingga perakaran lebih optimal, sementara Pseudomonas menghasilkan zat pemacu tumbuh . uksin, memperpanjang sel tanaman. Hasil ini sejalan dengan Arifin et al. yang melaporkan peningkatan tinggi terung Pseudomonas Jumlah daun Jumlah daun juga dipengaruhi nyata oleh media tanam. Perlakuan P2K3 menghasilkan jumlah daun terbanyak. Journal of Agricultural SustainabilityA is licensed under CC BY-SA 4. Journal of Agricultural Sustainability (JOAS) E-ISSN: 3090-918X Vol. 1 No. 2 Tahun 2025 DOI: 10. 62734/joas. rata-rata 22,8 helai pada umur 40 HST (Tabel . Tabel 2. Rerata jumlah daun terung Perlakuan P1K1 P2K3 P3K2 Kontrol 20 HST 30 HST 40 HST Keterangan: Angka yang dicetak tebal menunjukkan data terbaik Nitrogen dari kompos kambing berperan dalam pembentukan daun, sehingga jumlah daun meningkat. Aktivitas Pseudomonas fluorescens sebagai penambat nitrogen juga memperkuat hasil ini. Wahid . menyebutkan bahwa aplikasi bakteri rizosfer meningkatkan jumlah daun dan konsentrasi bakteri. Perlakuan P2K3 menghasilkan jumlah buah tertinggi, yaitu 16,5 buah per tanaman. Bobot buah per tanaman juga dipengaruhi nyata oleh perlakuan. Perlakuan P2K3 menghasilkan bobot tertinggi yaitu 465,3 g. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan P2K4 menghasilkan panjang buah tertinggi yaitu 25,4 cm (Tabel . Produktivitas tanaman terung Jumlah buah terung berbeda nyata akibat perlakuan media tanam Tabel 3. Rerata produktivitas tanaman terung Perlakuan P1K1 P2K3 P2K4 Kontrol Jumlah buah . Berat Buah . Panjang Buah . Keterangan: Angka yang dicetak tebal menunjukkan data terbaik Secara umum, peningkatan jumlah, berat, dan panjang buah membuktikan peran ganda kompos kambing dalam menyediakan unsur hara makro, serta bakteri Pseudomonas fluorescens yang berfungsi sebagai pelarut fosfat dan penstimulasi Hasil ini konsisten dengan Gusnado et al. yang melaporkan peningkatan hasil panen akibat aplikasi pupuk organik ditambah agen hayati. Hal ini juga terlihat pada penelitian oleh Hulu . , yang lebih menekankan bahwa jenis media tanam organik berpengaruh nyata terhadap hasil tanaman, tetapi tidak semua parameter agronomis dipengaruhi secara merata. Ketahanan penyakit dan kondisi Intensitas serangan penyakit Journal of Agricultural SustainabilityA is licensed under CC BY-SA 4. Journal of Agricultural Sustainability (JOAS) E-ISSN: 3090-918X Vol. 1 No. 2 Tahun 2025 DOI: 10. 62734/joas. Pengamatan menunjukkan bahwa penggunaan kompos kambing menekan intensitas serangan penyakit mosaik Perlakuan P2K3 memberikan tingkat serangan terendah yaitu 8,6% (Tabel . Tabel 4. Intensitas serangan penyakit mosaik kuning Perlakuan Intensitas serangan(%) P1K1 P2K3 P2K4 Kontrol Keterangan: Angka yang dicetak tebal menunjukkan data terbaik Kemampuan Pseudomonas fluorescens dalam menekan penyakit berkaitan dengan mekanisme antibiosis dan induksi ketahanan sistemik. Hal ini sesuai dengan Pratama et al. yang menyatakan bahwa kelompok bakteri fluorescens efektif sebagai agen biokontrol terhadap penyakit virus pada tanaman hortikultura. Dibandingkan sebelumnya, terdapat perbedaan dan persamaan yang menarik. Penelitian Prasetyo bahwa Pseudomonas fluorescens, tidak efektif dalam menekan penyakit busuk pangkal pada tanaman kedelai, meningkatkan ketahanan tanaman Perbedaan kemungkinan besar disebabkan oleh jenis tanaman yang berbeda, jenis patogen yang menyerang, serta metode aplikasi dan komposisi media tanam yang digunakan. Kondisi NPK tanah Kandungan unsur hara tanah meningkat pada perlakuan dengan kompos kambing. Pada 60 HST. P2K3 kandungan nitrogen 0,26%, fosfor 22,5 ppm, dan kalium 0,85 cmol/kg (Tabel Tabel 5. Kandungan N. P, dan K tanah pada 60 HST Perlakuan N(%) P. mol/k. P1K1 P2K3 P2K4 Kontrol 0,18 0,26 0,24 0,15 0,62 0,85 0,80 0,54 Keterangan : Angka yang dicetak tebal menunjukkan data terbaik Peningkatan unsur hara tanah ini menunjukkan peran kompos kambing sebagai sumber hara organik, sedangkan Pseudomonas fluorescens melalui aktivitas pelarutan fosfat. Hasil ini sejalan dengan laporan Lestari dan Aini . yang menemukan bahwa Pseudomonas fluorescens dapat meningkatkan ketersediaan fosfat di tanah ultisol yang diberi bahan organik, di mana kandungan P meningkat tajam pada minggu keempat sebelum akhirnya menurun. Hasil membuktikan bahwa penggunaan Journal of Agricultural SustainabilityA is licensed under CC BY-SA 4. Journal of Agricultural Sustainability (JOAS) E-ISSN: 3090-918X Vol. 1 No. 2 Tahun 2025 DOI: 10. 62734/joas. kompos kambing dengan kombinasi Pseudomonas meningkatkan pertumbuhan tanaman . inggi dan jumlah dau. , produktivitas . umlah, berat, panjang bua. , serta daya tahan terhadap penyakit dan kondisi hara tanah. Dengan demikian, tujuan penelitian dapat tercapai. Selain itu, temuan ini menegaskan pentingnya pemanfaatan pupuk organik dan agen hayati dalam mendukung sistem budidaya terung yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. KESIMPULAN Perlakuan media tanam dengan penambahan kompos kambing pertumbuhan tanaman terung yang ditunjukkan pada parameter tinggi tanaman dan jumlah daun. Aplikasi Pseudomonas fluorescens pada media tanam produktivitas tanaman terung, yang tercermin dari peningkatan jumlah buah, bobot buah, dan panjang buah. Kombinasi Pseudomonas fluorescens terbukti dapat meningkatkan daya tahan tanaman terung terhadap serangan penyakit mosaik kuning serta memperbaiki kondisi hara tanah (N. P, dan K). DAFTAR PUSTAKA