Journal homepage: https://ejournal. id/academica/index Analisis Struktural dalam Cerita Pendek AuTerbangAy karya Ayu Utami Syifa Salsabila Fitrianingrum 1*. Vivy Ravika Devi 2. Hafidatul Latifah 3. Aulia Rahmawati 4. Dian Asykarina 5 1,2,3,4,5 UIN Raden Mas Said Surakarta. Indonesia Syifasalsabila316@gmail. com*, 2ravikadeviana@gmail. com, 3hafidatullatifa@gmail. 4auliarahmawati20001@gmail. com, 5dianasykarina09@gmail. *Corresponding author INFO ARTIKEL ABSTRAK Kata kunci Analisis Struktural. Cerpen. Unsur Intrinsik Penelitian ini mengkaji cerpen AuTerbangAy karya Ayu Utami melalui pendekatan struktural untuk memahami unsur-unsur pembangun teks sastra tersebut secara komprehensif. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi dan menganalisis unsur intrinsik yang membentuk struktur cerita pendek, meliputi tema, alur, tokoh dan penokohan, sudut pandang, serta gaya bahasa. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan fokus pada analisis struktural teks Data penelitian berupa unsur intrinsik yang diperoleh langsung dari teks cerpen sebagai sumber data utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen AuTerbangAy mengangkat tema relasi percintaan dan dinamika hubungan interpersonal yang berkaitan dengan persoalan moralitas dan etika. Alur cerita disusun secara linear . lur maj. dengan kehadiran tiga tokoh utama yang berperan dominan dalam perkembangan cerita. Sudut pandang yang digunakan adalah orang pertama, di mana tokoh utama berfungsi sebagai narator sekaligus pusat penceritaan. Dari segi gaya bahasa, cerpen ini menampilkan gaya naratif, deskriptif, dialogis, argumentatif, serta pola penutup yang menegaskan perubahan sikap tokoh utama. Article history Received: Juli2024 Revised: Agustus 2024 Accepted: September 2024 Available online: Desember Copyright A 2024 Authors This is an open access article under CC-BY-NC 4. 0 license Pendahuluan Karya sastra merupakan hasil interpretasi imajinasi dari seorang pengarang yang bertujuan untuk mengekspresikan ide, pendapat, ataupun informasi kepada para pembacanya (Hakim & Utami, 2. Karya sastra adalah hasil imajinasi penulis yang ditujukan untuk menggugah perasaan dan pikiran pembaca, sekaligus menjadi wadah bagi penulis untuk mengekspresikan ide-idenya. Untuk memahami sebuah https://doi. org/10. 22515/academica. Vol, 08. No. 02, 2025: 118 - 132 | 118 Fitrianingrum, dkk. Analisis Struktural dalam Cerita PendekA karya sastra berarti seseorang harus bisa memaknai karya tersebut dengan cara mengidentifikasi atau menganalisis unsur-unsur pembangunannya (Lubis, 2. Karya sastra dibangun oleh unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra itu sendiri. Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berada di luar karya sastra itu, tetapi secara tidak langsung mempengaruhi bangunan atau sistem organisme karya sastra (Nurgiyantoro, 2. Karya sastra terbagi menjadi puisi, drama, dan prosa. Prosa sendiri terbagi lagi menjadi novel dan cerpen. Cerpen, dengan bentuknya yang ringkas, seringkali menyimpan makna yang mendalam di balik setiap kalimat. Untuk menggali makna tersebut, kita dapat menggunakan pendekatan kajian struktural. Pendekatan ini memungkinkan kita untuk melihat bagaimana unsur-unsur seperti tokoh, alur, dan latar saling terkait dan membentuk keseluruhan cerita Mengungkapkan struktur karya sastra mendorong pemahaman tentang hubungan antar unsur . yang berfungsi satu sama lain, menentukan satu sama lain, dan mempengaruhi satu sama lain (Arianti, 2. Cerita pendek adalah jenis karya sastra yang berbentuk prosa naratif fiksi dimana isinya menceritakan suatu tokoh beserta segala konflik dan penyelesaiannya, yang ditulis secara ringkas dan padat (Anding et al. , 2. Cerpen adalah hasil imajinasi penulis yang menyajikan kisah kehidupan seseorang secara singkat namun Melalui cerpen, penulis dapat mengeksplorasi berbagai tema dan karakter. Struktur cerpen yang khas, dengan konflik dan klimaks yang kuat, menjadi tantangan tersendiri bagi penulis untuk menciptakan cerita yang memikat. Cerpen seringkali mengandung pesan tersirat yang mengajak pembaca untuk merenung (Ika et al. Cerita pendek seringkali mengandung pesan moral atau nilai refleksi Dalam penulisannya, cerita pendek biasanya memiliki struktur yang jelas, yang meliputi pengenalan, konflik, klimaks dan penyelesaian. Penulis cerita pendek harus mampu menghadirkan karakterisasi, setting dan plot yang kuat dalam keterbatasan halaman. Cara melakukan pemahaman tentang suatu cerita pendek adalah dengan memahami maknanya. Memahami makna dalam cerita pendek yang paling dasar dapat dilakukan dengan cara menganalisis unsur-unsur pembangunannya (Lubis. Teori strukturalisme telah menjadi alat yang populer dalam menganalisis karya Salah satu konsep sentral dalam teori ini adalah gagasan bahwa karya sastra merupakan sebuah sistem yang mandiri dan lengkap dalam dirinya sendiri. Supriyanto dkk. menjelaskan bahwa analisis struktural bertujuan untuk mengungkap makna tersembunyi dalam karya sastra dengan cara mengkaji https://doi. org/10. 22515/academica. Vol. No. 02, 2025: 118 - 132 | 119 Fitrianingrum, dkk. Analisis Struktural dalam Cerita PendekA hubungan antara berbagai elemen yang membentuknya. Suwondo . alam Samaran , 2. lebih lanjut menambahkan bahwa karya sastra dapat dianggap sebagai sebuah struktur yang otonom, di mana setiap bagian saling terkait dan berkontribusi pada makna keseluruhan. Cerita pendek dengan judul AuTerbangAy karya Ayu Utami menggambarkan narasi tentang seorang wanita yang sudah bersuami jatuh cinta terhadap lelaki Cerita ini menawarkan peluang untuk menggali berbagai aspek struktural seperti plot, karakter, tema, dan gaya bahasa yang digunakan oleh penulis. Kajian analisis struktural terhadap cerita pendek ini mengedepankan pemahaman terhadap struktur naratif, pengembangan karakter, serta tema-tema yang diangkat. Dalam teknik analisis struktural, akan dipelajari bagaimana Ayu Utami menggunakan teknik naratif untuk mengembangkan plot ceritanya, menghadirkan tokoh-tokoh utama, serta menggambarkan latar tempat dan waktu yang menjadi setting cerita. Tema yang muncul dalam cerita pendek yang berjudul "Terbang" juga akan menjadi fokus kajian. Ayu Utami sering kali mengangkat tema-tema seperti konflik internal tokoh, pencarian identitas, dan dinamika hubungan antar-karakter. Secara keseluruhan, kajian analisis struktural terhadap cerpen "Terbang" karya Ayu Utami memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana penulis membangun karya sastra pendeknya, serta bagaimana hal itu berkontribusi pada pemahaman lebih luas terhadap pesan dan nilai-nilai yang ingin disampaikan dalam karya sastra tersebut. Penelitian ini akan menggunakan teknik analisis struktural dalam cerita pendek yang berjudul AuTerbangAy karya Ayu Utami. Melalui analisis struktural, akan dikaji bagaimana tema-tema ini diintegrasikan ke dalam alur cerita dan bagaimana penulis mengembangkannya melalui konflik, plot twist, dan resolusi. Selain itu, penelitian ini juga akan menganalisis bagaimana penokohan, sudut pandang dan gaya bahasa yang digunakan oleh Ayu Utami dalam menyusun dan merangkai cerita pendek ini. Metode Penelitian ini merupakan kajian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan memahami secara mendalam fenomena yang terjadi secara alami dalam konteks kehidupan nyata. Dengan pendekatan ini, penelitian ini berupaya menjawab pertanyaan tentang apa, mengapa, dan bagaimana suatu peristiwa atau kondisi tertentu dapat terjadi. Pendekatan kualitatif yang digunakan mengacu pada konsep "going exploring" yang menekankan pada studi mendalam terhadap kasus atau sejumlah kasus (Abubakar, 2. https://doi. org/10. 22515/academica. Vol. No. 02, 2025: 118 - 132 | 120 Fitrianingrum, dkk. Analisis Struktural dalam Cerita PendekA Tujuan utama penelitian kualitatif adalah untuk memahami suatu fenomena secara holistik melalui pengumpulan data deskriptif. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk menggali makna yang lebih dalam dari suatu peristiwa atau perilaku, tanpa terpaku pada angka-angka atau hipotesis yang telah ditentukan sebelumnya (Tobing et al. , 2. Peneliti menganalisis cerita pendek yang berjudul AuTerbangAy karya Ayu Utami menggunakan kajian struktural. Kajian ini menitik beratkan pada kepaduan antar unsur instrinsik cerpen, seperti tema,tokoh, latar, plot, sudut pandang, dan gaya bahasa (Sapdiani et al. , 2. Hasil dan Diskusi Sekilas tentang Cerita Pendek AuTerbangAy Cerita pendek adalah suatu karya sastra singkat yang dapat diselesaikan dalam satu waktu. Cerita pendek AuTerbangAy merupakan salah satu karya yang dirangkai oleh Ayu Utami. Ayu Utami merupakan salah satu penulis terkemuka dalam sastra kontemporer Indonesia. Dia terkenal dengan novel debutnya, yaitu, "Saman" yang terbit pada tahun 1998. Novel ini berani menembus batasan-batasan yang dianggap sensitif pada masanya, seperti masalah seksualitas, agama, dan politik. Secara teknis. Saman juga inovatif dengan menghadirkan beragam sudut pandang narasi, sebuah teknik yang jarang ditemukan dalam karya sastra Indonesia. Dengan Saman. Ayu Utami berhasil menghadirkan angin segar dalam dunia sastra Indonesia. Novel ini dianggap sebagai karya yang berani melepaskan diri dari belenggu konvensi sastra yang sudah ada, sekaligus membuka jalan bagi munculnya gaya penulisan yang lebih eksperimental. Keberhasilan Saman tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga di tingkat internasional, dibuktikan dengan sejumlah penghargaan bergengsi yang diraihnya. Selain AuSamanAy. Ayu Utami juga menghasilkan beberapa karya lain, salah satunya adalah cerita pendek yang berjudul AuTerbangAy. Cerita pendek ini berlatarkan kecemasan terkait keamanan transportasi udara. Ayu Utami menyajikan kisah jatuh cinta seorang perempuan bersuami kepada lelaki teman seperjalanannya. Cerita ini dikemas secara singkat, rapi dan tersusun yang membuat pembacanya dapat merasakan perasaan yang ada dalam cerita pendek tersebut. Analisis struktural cerita pendek AuTerbangAy karya Ayu Utami Untuk memahami sebuah karya sastra secara menyeluruh, kita dapat menggunakan analisis struktural. Melalui pendekatan ini, kita akan melakukan penyelidikan yang cermat terhadap struktur internal karya, sehingga kita dapat mengungkap makna yang terkandung di dalamnya (Supriyanto et al. , 2. Analisis https://doi. org/10. 22515/academica. Vol. No. 02, 2025: 118 - 132 | 121 Fitrianingrum, dkk. Analisis Struktural dalam Cerita PendekA struktural dapat dilakukan dengan cara melakukan memahami unsur-unsur pembangunan dari suatu cerita pendek, diantaranya: Tema Tema merupakan ide pokok atau gagasan utama yang ingin disampaikan oleh pengarang melalui sebuah karya sastra. Tema ini menjadi semacam benang merah yang menyatukan seluruh elemen cerita, mulai dari plot, penokohan, latar, hingga gaya bahasa. Tema bisa bersifat universal, seperti cinta, kematian, perjuangan, atau kekuasaan, atau bisa juga lebih spesifik, tergantung pada konteks cerita. Tema merupakan pokok permasalahan yang mewakili suatu cerita atau karya sastra (Hakim & Utami, 2. Selain itu, tema juga merupakan inti dari suatu persoalan yang mendasari isi cerita. Tema dalam karya sastra tidak terbatas pada ajaran moral. Pengalaman hidup penulis, seperti peristiwa politik atau dinamika pendidikan, seringkali menjadi sumber inspirasi. Tema ini bisa diungkapkan secara eksplisit atau tersirat melalui dialog, tindakan tokoh, atau suasana cerita (Hartanti, 2. Tema dalam karya sastra dapat dikategorikan menjadi beberapa jenis, antara lain: Tema universal: Tema yang berlaku untuk semua manusia di seluruh dunia, seperti cinta, kematian, dan perjuangan. Tema sosial: Tema yang berkaitan dengan isu-isu sosial, seperti ketidakadilan, kemiskinan, atau diskriminasi. Tema psikologis: Tema yang berkaitan dengan kondisi psikologis manusia, seperti cinta, kebencian, atau ketakutan. Tema filosofis: Tema yang berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang kehidupan, seperti makna hidup, tujuan hidup, dan keberadaan Tuhan. Cerpen terbentuk dari dua komponen utama: unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah elemen-elemen yang berasal dari dalam cerita itu sendiri dan membentuk struktur cerpen. Elemen-elemen ini mencakup tema, alur, tokoh dan karakterisasi, latar, amanat, sudut pandang, serta gaya bahasa. Tema, sebagai inti dari sebuah cerita, menyoroti berbagai aspek kehidupan manusia seperti cinta, keadilan, atau konflik (Arianti, 2. Dalam analisis struktural, tema berfungsi sebagai inti dari sebuah karya sastra. Tema memberikan makna dan kedalaman pada cerita, serta menjadi landasan bagi pengarang untuk membangun seluruh elemen cerita lainnya. Dengan memahami tema, pembaca dapat lebih memahami pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang dan menemukan relevansi antara cerita dengan kehidupan nyata. Mengidentifikasi tema dalam sebuah karya sastra tidak selalu mudah, karena seringkali tidak dinyatakan secara eksplisit oleh pengarang. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi tema antara lain: Menganalisis https://doi. org/10. 22515/academica. Vol. No. 02, 2025: 118 - 132 | 122 Fitrianingrum, dkk. Analisis Struktural dalam Cerita PendekA judul: Judul seringkali memberikan petunjuk tentang tema utama cerita. Mengamati pola pengulangan: Perhatikan kata, frasa, atau simbol yang sering muncul dalam cerita. Menganalisis konflik: Konflik yang terjadi dalam cerita biasanya berkaitan erat dengan tema utama. Memahami karakter: Karakter dalam cerita seringkali mewakili ide atau nilai tertentu yang berkaitan dengan tema. Dalam cerita pendek yang berjudul. AuTerbangAy karya Ayu Utami adalah percintaan dan hubungan, serta moralitas dan etika. Cerita pendek dengan berlatarkan kecemasan terkait keamanan transportasi udara ini menyajikan tentang kisah seorang perempuan bersuami yang sedang jatuh cinta kepada lelaki teman seperjalanannya. Tema AoPercintaan dan HubunganAo ditujukan kepada hubungan antara perempuan yang telah bersuami dengan lelaki yang merupakan teman perjalanannya, yang mana mereka berdua saling jatuh cinta. Sedangkan tema AoMoralitas dan EtikaAo ditujukan di akhir cerita, yang mana dituliskan sebagai berikut: Au. sampai sepotong jiwaku bergabung kembali. Sepotong yang dibawa JatiAy. Dalam kalimat tersebut, dapat diartikan bahwa perempuan tersebut masih memiliki moralitas dan etika yang mana dia masih bisa mengingat AokeberadaanAo lelaki bernama AoJatiAo yang merupakan suaminya. Alur Alur merupakan salah satu unsur intrinsik yang paling fundamental dalam sebuah karya sastra. Alur adalah rangkaian peristiwa yang saling berkaitan dan membentuk sebuah cerita. Ibarat tulang punggung, alur menyusun dan menghubungkan berbagai elemen cerita lainnya, seperti tokoh, latar, dan tema. Melalui alur, pembaca diajak mengikuti perjalanan cerita dari awal hingga akhir. Alur cerita adalah jalinan peristiwa yang saling terkait dan berkembang secara bertahap, membawa pembaca menuju puncak konflik atau klimaks. Setiap peristiwa dalam alur memiliki pengaruh terhadap jalannya cerita secara keseluruhan dan tidak dapat diabaikan begitu saja (Hartanti, 2. Dengan kata lain, alur adalah tulang punggung sebuah cerita yang menggerakkan plot dari awal hingga akhir (Rahmah & Wijaya, 2. Alur adalah elemen penting dalam membangun sebuah cerita yang utuh. berperan sebagai pemandu yang mengarahkan pembaca melalui rangkaian peristiwa yang saling terkait (Beding et al. , 2. Plot, sebagai bagian integral dari alur, adalah urutan kejadian yang disusun secara strategis untuk mencapai tujuan Jenis alur yang berbeda-beda, seperti maju, mundur, atau campuran, memberikan variasi dalam cara cerita disampaikan dan dirasakan oleh pembaca. Dalam analisis struktural, alur berfungsi sebagai pengorganisir cerita. Alur https://doi. org/10. 22515/academica. Vol. No. 02, 2025: 118 - 132 | 123 Fitrianingrum, dkk. Analisis Struktural dalam Cerita PendekA menentukan urutan kejadian, membangun konflik, dan mengarahkan menuju klimaks dan penyelesaian. Alur juga berperan dalam menciptakan efek tertentu pada pembaca, seperti ketegangan, kejutan, atau kepuasan. Dengan menganalisis alur, kita dapat memahami bagaimana penulis membangun cerita dan mencapai tujuan estetiknya. Alur dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, antara lain: Alur maju . lur yang mengikuti urutan peristiwa secara kronologis, dari awal hingga akhi. Alur mundur . lur yang menceritakan peristiwa masa lalu untuk memberikan konteks atau menjelaskan latar belakang suatu kejadia. Alur campuran . lur yang menggabungkan alur maju dan mundu. Alur parallel . lur yang menceritakan beberapa peristiwa yang terjadi secara bersamaa. Untuk menganalisis alur dalam sebuah karya sastra, perlu diperhatikan beberapa aspek utama, yaitu struktur alur yang menunjukkan apakah cerita disusun secara linear atau non-linear, konflik yang menjadi penggerak cerita beserta cara alur membangun dan menyelesaikannya, klimaks sebagai titik puncak ketegangan dalam cerita, serta penyelesaian yang menggambarkan bagaimana konflik diakhiri. Selain itu, penting pula mengkaji efek alur terhadap pembaca, yakni bagaimana rangkaian peristiwa dalam cerita memengaruhi emosi, pemahaman, dan keterlibatan pembaca dalam mengikuti keseluruhan kisah. Cerita pendek yang berjudul AuTerbangAy karya Ayu Utami menggunakan alur maju. Alur maju atau progresif dalam sebuah novel terjadi jika cerita dimulai dari awal, tengah, dan akhir terjadinya peristiwa . Alur maju dapat dilihat dari awal dan akhir cerita (Beding et al. , 2. Cerita pendek ini membahas mengenai perjalanan sang tokoh perempuan AoAriAo yang sedang melakukan perjalanan dengan menaiki pesawat. Tokoh Tokoh merupakan elemen sentral dalam sebuah karya sastra. Mereka adalah representasi dari manusia atau makhluk lain yang menjadi pelaku dalam sebuah cerita. Melalui tokoh, pembaca diajak untuk merasakan emosi, mengikuti petualangan, dan memahami konflik yang terjadi dalam sebuah karya. Tokoh tidak hanya sekadar nama dan penampilan fisik, melainkan juga mencakup karakter, motivasi, dan perannya dalam cerita. Tokoh merupakan salah satu unsur intrinsik yang paling penting dalam sebuah karya sastra. Tokoh adalah perwujudan dari karakter atau pribadi yang terlibat dalam suatu cerita. Dalam analisis struktural, tokoh tidak hanya dilihat sebagai individu semata, melainkan sebagai fungsi dari keseluruhan struktur https://doi. org/10. 22515/academica. Vol. No. 02, 2025: 118 - 132 | 124 Fitrianingrum, dkk. Analisis Struktural dalam Cerita PendekA Teori strukturalisme memandang tokoh sebagai bagian integral dari sistem hubungan yang kompleks dalam sebuah karya sastra. Tokoh tidak berdiri sendiri, melainkan berinteraksi dengan tokoh lain, latar, dan peristiwa dalam cerita. Interaksi ini membentuk dinamika cerita dan memberikan makna yang lebih Selain itu, tokoh juga berfungsi sebagai representasi dari ide, nilai, atau tema yang ingin disampaikan oleh penulis. Dalam menganalisis tokoh, kita perlu memperhatikan berbagai aspek seperti karakteristik fisik dan psikologis, latar belakang, motivasi, dan peran dalam Karakteristik fisik tokoh dapat memberikan petunjuk tentang kepribadian atau status sosialnya. Sementara itu, karakteristik psikologis menggambarkan pemikiran, perasaan, dan sikap tokoh. Motivasi tokoh menjadi kunci untuk memahami tindakan-tindakan yang dilakukannya. Peran tokoh dalam cerita dapat bersifat protagonis, antagonis, atau karakter pendukung. Dengan memahami karakteristik dan peran tokoh, kita dapat mengungkap makna yang lebih mendalam dari sebuah karya sastra. Dalam analisis struktural, tokoh berfungsi sebagai penggerak cerita. Mereka adalah pusat dari segala konflik dan peristiwa yang terjadi. Melalui tindakan dan dialog tokoh, pembaca dapat memahami tema yang ingin disampaikan oleh Selain itu, tokoh juga berfungsi untuk membangun relasi antara pembaca dengan cerita. Pembaca akan lebih terhubung dengan cerita jika dapat mengidentifikasi diri dengan salah satu tokoh atau merasa simpati terhadap tokoh Penokohan Penokohan merupakan salah satu unsur intrinsik yang paling krusial dalam sebuah karya sastra. Tokoh adalah representasi dari manusia atau makhluk lain yang menjadi pelaku dalam sebuah cerita. Melalui tokoh, pembaca diajak untuk merasakan emosi, mengikuti petualangan, dan memahami konflik yang terjadi dalam sebuah karya. Penokohan tidak hanya sebatas nama dan penampilan fisik, melainkan juga mencakup karakter, motivasi, dan perannya dalam cerita. Mengenai penokohan. Rochani . menjelaskan bahwa penokohan merupakan salah satu unsur cerita yang memegang peranan penting didalam sebuah novel, karena tanpa pelaku yang mengadakan tindakan, cerita tidak mungkin ada. Tokoh-tokoh di dalam cerita dapat berupa apa saja, namun biasanya tokoh itu adalah manusia. Dalam analisis struktural, penokohan berfungsi sebagai penggerak cerita. Tokoh adalah pusat dari segala konflik dan peristiwa yang terjadi. Melalui https://doi. org/10. 22515/academica. Vol. No. 02, 2025: 118 - 132 | 125 Fitrianingrum, dkk. Analisis Struktural dalam Cerita PendekA tindakan dan dialog tokoh, pembaca dapat memahami tema yang ingin disampaikan oleh pengarang. Selain itu, penokohan juga berfungsi untuk membangun relasi antara pembaca dengan cerita. Pembaca akan lebih terhubung dengan cerita jika dapat mengidentifikasi diri dengan salah satu tokoh atau merasa simpati terhadap tokoh tertentu. Pengarang memiliki berbagai strategi naratif dalam menggambarkan tokoh dalam sebuah karya sastra guna membangun karakter secara utuh dan Salah satu teknik yang digunakan adalah deskripsi fisik, yaitu penggambaran penampilan luar tokoh, seperti postur tubuh, ekspresi wajah, atau ciri-ciri fisik tertentu, yang berfungsi memberikan kesan awal kepada pembaca mengenai kepribadian tokoh tersebut. Selain itu, dialog menjadi sarana penting dalam mengungkapkan karakter batin, cara berpikir, dan emosi tokoh melalui tuturan yang mereka sampaikan dalam interaksi dengan tokoh lain. Tindakan atau perilaku tokoh juga berperan signifikan dalam memperlihatkan karakter dan motivasi yang mendasari setiap keputusan yang diambil, sehingga pembaca dapat menafsirkan watak tokoh secara lebih mendalam. Di samping itu, sudut pandang penceritaan yang dipilih pengarangAibaik orang pertama, orang ketiga terbatas, maupun orang ketiga mahatahuAiturut memengaruhi cara pembaca memahami dan menilai karakter tokoh, karena sudut pandang menentukan sejauh mana informasi tentang tokoh diungkapkan dan bagaimana pengalaman batin tokoh Dengan memungkinkan pengarang membangun karakter yang kompleks dan dinamis dalam struktur naratif karya sastra. Dengan memahami konsep penokohan, kita dapat menganalisis sebuah karya sastra secara lebih mendalam. Kita dapat mengidentifikasi karakteristik tokoh, memahami motivasi mereka, dan menganalisis bagaimana tokoh-tokoh tersebut berinteraksi satu sama lain serta mempengaruhi jalannya cerita. Sudut Pandang Sudut pandang merupakan salah satu elemen penting dalam analisis struktural sebuah karya sastra. Sederhananya, sudut pandang adalah posisi dari mana seorang penulis menceritakan sebuah kisah. Ini adalah lensa yang melalui mana pembaca melihat peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam cerita. Pemilihan sudut pandang yang tepat akan sangat mempengaruhi cara pembaca menginterpretasikan cerita, memahami karakter, dan merasakan emosi yang terkandung di dalamnya. https://doi. org/10. 22515/academica. Vol. No. 02, 2025: 118 - 132 | 126 Fitrianingrum, dkk. Analisis Struktural dalam Cerita PendekA Sudut pandang adalah posisi dari mana pembaca menyaksikan sebuah cerita (Pramidana, 2. Perspektif yang dipilih penulis akan menentukan bagaimana pembaca mengalami cerita tersebut. Ada berbagai jenis sudut pandang yang dapat digunakan untuk menciptakan efek yang berbeda-beda pada pembaca. Dengan kata lain, sudut pandang adalah strategi yang digunakan penulis untuk mengarahkan pandangan pembaca ke arah tertentu. Istilah pusat pengisahan sering digunakan sebagai sinonim dari sudut pandang. Sudut pandang memiliki fungsi struktural yang penting dalam sebuah karya sastra karena menentukan cara pembaca membangun makna terhadap cerita yang disajikan. Melalui pemilihan sudut pandang tertentu, pengarang membentuk perspektif pembaca dalam memahami peristiwa, tokoh, dan konflik. apabila cerita disajikan dari sudut pandang seorang anak, maka realitas dalam cerita akan ditangkap melalui cara pandang, bahasa, dan pengalaman khas dunia Selain itu, sudut pandang juga berfungsi menciptakan kedekatan psikologis antara pembaca dan tokoh, terutama dalam penggunaan sudut pandang orang pertama yang memungkinkan pembaca mengakses langsung pikiran, perasaan, dan pergulatan batin tokoh utama. Di samping itu, sudut pandang menjadi instrumen penting bagi pengarang dalam mengontrol distribusi informasi, baik dengan membatasi maupun membuka akses pembaca terhadap peristiwa tertentu, sehingga dapat dibangun efek ketegangan, misteri, atau kejutan dalam alur cerita. Dengan demikian, sudut pandang tidak hanya berperan sebagai alat penceritaan, tetapi juga sebagai strategi artistik untuk mengarahkan pengalaman estetik dan interpretatif pembaca. Sudut pandang dalam karya sastra memiliki beragam bentuk, tergantung dari posisi pencerita dan tingkat keterlibatan narator dalam cerita. Secara umum, sudut pandang dapat diklasifikasikan menjadi sudut pandang persona ketiga yang menggunakan kata ganti AudiaAy, sudut pandang persona pertama yang menggunakan kata ganti AuakuAy, serta sudut pandang campuran yang mengombinasikan lebih dari satu posisi penceritaan. Cerita pendek ini menggunakan sudut pandang persona pertama AuakuAy, di mana narasi disampaikan langsung oleh tokoh utama sebagai subjek yang mengalami peristiwa dalam cerita. Dengan demikian, pembaca memahami dunia cerita melalui sudut pandang dan pengalaman personal tokoh tersebut. Dalam konteks ini, cerita disajikan dari perspektif Ari sebagai tokoh utama, sehingga segala peristiwa, pikiran, emosi, dan penilaian terhadap tokoh lain hanya dapat diakses melalui kesadaran dan persepsi Ari. Penggunaan sudut pandang orang pertama ini https://doi. org/10. 22515/academica. Vol. No. 02, 2025: 118 - 132 | 127 Fitrianingrum, dkk. Analisis Struktural dalam Cerita PendekA menciptakan kedekatan emosional antara pembaca dan tokoh, sekaligus membatasi informasi cerita pada apa yang diketahui dan dirasakan oleh tokoh Sepanjang cerita. Ari menggunakan kata ganti "aku" dan "saya" untuk menceritakan pengalaman dan pikirannya. Ini menunjukkan bahwa kita sedang membaca cerita dari sudut pandang dirinya. Pembatasan informasi ceritanya, karena cerita ini hanya dari sudut pandang Ari, kita tidak mengetahui pikiran dan perasaan tokoh-tokoh lain secara langsung. Kita hanya bisa menebak apa yang mereka rasakan berdasarkan apa yang dikatakan Ari. Peran penting dalam pengembangan cerita, sudut pandang orang pertama ini sangat penting dalam cerita ini. Karena kita hanya melihat dunia melalui mata Ari, kita dapat merasakan kecemasannya tentang terbang, ketakutannya terhadap kecelakaan pesawat, dan perasaannya terhadap lelaki yang duduk di sebelahnya. Contoh: "AKU yang ngotot agar kami terbang terpisah. Kubatalkan satu tiket yang telah dipesan suamikuAy. Kalimat ini menunjukkan bahwa kita sedang membaca pikiran dan perasaan Ari, dan kita tidak mengetahui apa yang dipikirkan oleh suaminya. Dengan menggunakan sudut pandang orang pertama. Ayu Utami berhasil menciptakan suasana yang intim dan personal dalam cerita "Terbang". Kita dapat merasakan secara langsung kecemasan, ketakutan, dan keraguan yang dirasakan oleh Ari, dan kita dapat mengikuti perjalanannya dalam menghadapi rasa takutnya dan menemukan sesuatu yang baru dalam perjalanan tersebut. Pemilihan sudut pandang dapat sangat mempengaruhi makna yang terkandung dalam sebuah cerita. Misalnya, sebuah cerita yang sama dapat memiliki makna yang berbeda jika diceritakan dari sudut pandang tokoh yang Sudut pandang juga dapat mempengaruhi nada dan suasana cerita. Dengan memahami sudut pandang, pembaca dapat menganalisis secara lebih mendalam tentang pesan yang ingin disampaikan oleh penulis. Dalam analisis struktural, sudut pandang adalah salah satu unsur yang harus diperhatikan secara Dengan memahami konsep sudut pandang dan berbagai jenisnya, kita dapat lebih mengapresiasi karya sastra dan memahami cara kerja penulis dalam menciptakan sebuah dunia cerita yang menarik. Gaya Bahasa Gaya bahasa merupakan pilihan kata, susunan kalimat, dan struktur kebahasaan yang digunakan pengarang untuk menyampaikan gagasan dan pengalaman estetik kepada pembaca, sehingga dalam analisis struktural ia menjadi unsur penting yang menentukan daya ungkap sebuah karya sastra. Gaya https://doi. org/10. 22515/academica. Vol. No. 02, 2025: 118 - 132 | 128 Fitrianingrum, dkk. Analisis Struktural dalam Cerita PendekA bahasa tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga berperan dalam memperkaya makna, membangun suasana, serta memperkuat kesan estetik dalam teks sastra. Menurut Beding et al. , gaya bahasa merujuk pada cara pencerita menggunakan bahasa dalam proses bertutur atau Dalam cerpen AuTerbangAy karya Ayu Utami, gaya bahasa ditampilkan melalui perpaduan antara bahasa yang sederhana dan langsung, penggunaan imaji yang kuat, dialog yang realistis, penokohan yang kompleks, serta pengolahan tema yang mendalam. Perpaduan tersebut berhasil menciptakan suasana yang intim dan personal, sehingga pembaca dapat merasakan secara langsung pergulatan emosi dan alur pemikiran tokoh utama. Dalam kerangka analisis struktural, gaya bahasa memiliki sejumlah fungsi penting, di antaranya membangun karakter melalui pilihan bahasa yang mencerminkan kepribadian tokoh, menciptakan suasana dengan penggunaan diksi imajinatif dan bahasa kiasan yang mampu menghadirkan nuansa tertentu seperti ketegangan, keharuan, atau kehangatan, mengungkapkan tema melalui kecenderungan gaya yang konsisten dan khas, serta memperkuat makna dengan pemilihan ungkapan yang tepat dan efektif. Oleh karena itu, analisis gaya bahasa menuntut perhatian terhadap beberapa aspek utama, meliputi identifikasi jenisjenis gaya bahasa yang digunakan pengarang, analisis terhadap efek yang ditimbulkan pada pembaca, penelusuran hubungan antara gaya bahasa dengan tema utama karya, serta perbandingan dengan karya lain yang sejenis untuk melihat kekhasan atau kecenderungan gaya penulis. Secara lebih spesifik, gaya bahasa dalam cerpen AuTerbangAy dapat dipahami melalui beberapa bentuk dominan. Dari segi naratif, teks ini menggunakan sudut AuakuAy mengungkapkan pemikiran dan perasaan secara langsung kepada pembaca. Dari sisi deskriptif. Ayu Utami menghadirkan gambaran kuat mengenai kecemasan tokoh terhadap keamanan transportasi udara, khususnya melalui detail tindakan tokoh utama yang memilih terbang terpisah dari suaminya, yang menunjukkan intensitas ketakutan dan kewaspadaan. Dari sisi bahasa, cerpen ini cenderung realistis dan argumentatif, ditandai dengan penggunaan data statistik mengenai kecelakaan pesawat sebagai dasar rasional atas keputusan tokoh, sehingga narasi tidak hanya bersifat emosional, tetapi juga logis. Dari segi dialog, percakapan antartokoh berlangsung secara natural, ringkas, dan fungsional, sehingga mampu mencerminkan relasi interpersonal dalam cerita secara efektif. Sementara itu, dari segi penutup, cerpen ini diakhiri dengan keputusan tegas tokoh utama untuk tidak https://doi. org/10. 22515/academica. Vol. No. 02, 2025: 118 - 132 | 129 Fitrianingrum, dkk. Analisis Struktural dalam Cerita PendekA lagi terbang dalam satu pesawat dengan suaminya, yang menegaskan adanya perubahan sikap dan menjadi penanda transformasi internal tokoh. Adapun jenis gaya bahasa yang tampak dalam cerpen ini mencakup penggunaan majas seperti perbandingan dan kiasan, diksi yang dipilih secara cermat, variasi struktur kalimat, serta pengelolaan nada dan suasana yang Melalui pengolahan gaya bahasa tersebut. Ayu Utami berhasil menyampaikan tema tentang kecemasan eksistensial, keputusan sulit, dan perubahan relasi personal secara mendalam dan sugestif. Keseluruhan strategi kebahasaan ini memberikan pengalaman estetik sekaligus menghadirkan ruang refleksi bagi pembaca, sehingga cerpen AuTerbangAy tidak hanya menyentuh secara emosional, tetapi juga menggugah pemikiran secara kritis. Kesimpulan Dari penelitian yang sudah dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dapat diketahui bahwa cerita pendek yang berjudul AuTerbangAy karya Ayu Utami memiliki tema percintaan dan hubungan, serta moralitas dan etika. Tokoh yang terdapat pada cerita pendek tersebut yaitu, aku (Ar. , suamiku (Jat. dan lelaki baik-baik. Alur yang digunakan yaitu alur maju atau progresif. Cerita pendek ini menggunakan sudut pandang persona pertama . Selain itu, gaya bahasa yang digunakan dalam cerita pendek ini merupakan perpaduan yang menarik antara bahasa yang sederhana dan langsung, imajinasi yang kuat, dialog yang realistis, penokohan yang kompleks dan tema yang mendalam. Daftar Pustaka