Fayruzah El-Faradis: Community Enterpreneurship Skill Through Banana And Chili Product . | 105 ABDINA: Jurnal Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 1. No. Juli Ae Desember 2022 ISSN: 2962-2646 . http://ejournal. id/index. php/abdina/index COMMUNITY ENTREPRENEURSHIP SKILL THROUGH BANANA AND CHILI PRODUCT TO IMPROVE THE ECONOMY OF RURAL COMMUNITIES Fayruzah El-Faradis Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan faradisviolet@gmail. Abstract: Community entrepreneurship skill is an effort and strategy in producing the product based on the ownedAeasset. Through this, ideas emerged for processing raw materials into processed goods that were worth selling, as well as Taddan village which was the target of this community empowerment activity. Taddan village with its own primary asset such bananas and chilies will increase the economic growth of the village through processing the bananas and chilies into economical and selling products. To achieve this goal, the author used the Asset-Based Community Development (ABCD) method. This method was developed from the owned assets, not from problems. With the ABCD method, the author tried to empower rural communities, especially Taddan village, in processing banana and chili products into worth selling products. The result of this activity is the launching of banana chips and sambal cumi kribo from processed bananas and chilies which are well received, and got many orders from the local community. Keywords: Entrepreneurship skill. Banana. Chili. Rural Community. Abstrak: Community entrepreneurship skill merupakan sebuah upaya dan strategi dalam menghasilkan produk berdasarkan asset yang dimiliki. Melalui hal ini, muncullah ide-ide pengolahan bahan baku menjadi barang olahan yang bernilai jual, begitu juga dengan desa Taddan yang menjadi sasaran dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat ini. Desa Taddan dengan asset unggulannya yaitu pisang dan cabai akan meningkatkan pertumbuhan perekonian desa melalui pengolahan pisang dan cabai tersebut menjadi produk yang ekonomis dan bernilai jual. Untuk mencapai tujuan tersebut, penulis menggunakan metode Asset-Based Community Development (ABCD). Metode ini dikembangkan dari asset-aset yang dimiliki, bukan berangkat dari masalah. Dengan metode ABCD, penulis mencoba memberdayakan masyarakat pedesaan, khususnya desa Taddan dalam membuat produk olahan pisang dan cabai menjadi produk yang bernilai Hasil dari kegiatan ini adalah launchingnya produk kripik pisang dan sambal cumi kribo dari olahan pisang dan cabai yang diterima dengan baik, serta telah menerima banyak pesanan dari masyarakat setempat. Kata Kunci: entrepreneurship skill, pisang, cabai, masyarakat pedesaan. 105 |ABDINA: Jurnal Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat | Vol. 1 No. 2, 2022 Fayruzah El-Faradis: Community Enterpreneurship Skill Through Banana And Chili Product . | 106 Pendahuluan Program pengembangan kewirausahaan . akhir-akhir ini menjadi perhatian khusus baik oleh pemerintah juga masyarakat. Hal ini dikarenakan fokus pemerintah di dalam menghadapi era modernisasi global adalah penyiapan lapangan kerja dan peningkatan keterampilan sumber daya manusia baik hard skill maupun soft skill dalam rangka mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang 1 Kondisi masyarakat saat ini semakin maju dan berkembang, terutama sejak berkembangnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini berimbas pada berbagai aspek kehidupan antara lain dalam aspek ekonomi yang membutuhkan pemberdayaan. Dalam konteks pemberdayaan, paradigma memiliki peran untuk membentuk apa yang kita lihat, bagaimana cara kita melihat suatu masalah, apa yang kita anggap bermanfaat untuk dipecahkan serta metode apa saja yang dapat kita gunakan untuk melakukan intervensi atas masalah tersebut. 2 Dalam hal ini, potensi yang ada dalam masyarakat yang perlu diberdayakan semaksimal mungkin. Secara konseptual, pemberdayaan atau empowerment berasal dari kata power karena ide utama pemberdayaan bersentuhan dengan konsep kekuasaan. Konsep pemberdayaan itu mengarah pada bagaimana kita dapat memberikan masyarakat waktu atau kesempatan untuk menentukan bagaimana arah yang akan mereka pilih dalam menentukan komunitasnya. Menurut Suryana, apabila kita sudah memiliki kepercayaan, patuh aturan dan jaringan, serta memiliki modal social yang kuat maka kita akan mudah mengarahkan dan mengatur masyarakat. 3 dengan kata lain bahwa pemberdayaan masyarakat adalah upaya untuk menciptakan atau meningkatkan kapasitas masyarakat, baik secara individu maupun kelompok terkait peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Pemberdayaan ekonomi masyarakat sebagai agenda utama pembangunan nasional perlu diupayakan agar pertumbuhan ekonomi masyarakat berlangsung dengan cepat. Dengan adanya pemberdayaan ekonomi masyarakat, diharapkan dapat meningkatkan kehidupan masyarakat ke arah yang lebih baik. Salah satunya adalah upaya pemberdayaan masyarakat di bidang ekononomi pedesaan. Desa Taddan merupakan suatu daerah yang terletak A10 Km di sebelah timur pusat kota Sampang, memiliki Auluas wilayah 116. 235 ha,4 yang terdiri dari 165 ha wilayah daratan atau pemukiman dan 68. 070 ha wilayah persawahan. Inuk Wahyuni Istiqomah and Angga Martha Mahendra. AuPEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENYULUHAN INOVASI PENGOLAHAN SINGKONG DAN OPAK SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN PRODUK UNGGULAN DI DESA BLEBERAN KECAMATAN JATIREJOAy . ): 8. Sri Widayanti. AuPEMBERDAYAAN MASYARAKAT: Pendekatan TeoritisAy 1, no. : 16. Bayu Suryana. Kewirausahaan: Pendekatan Karakteristik Wirausaha Sukses (Jakarta: Prenada Media Grup, 2. Badan Pusat Statistik kabupaten Sampang. AuKecamatan Camplong Dalam Angka,Ay n. https://diskominfo. id/wp-content/uploads/2018/02/Kecamatan-Camplong-dalan-angka. 106 |ABDINA: Jurnal Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat | Vol. 1 No. 2, 2022 Fayruzah El-Faradis: Community Enterpreneurship Skill Through Banana And Chili Product . | 107 Sebagaimana wilayah pedesaan lainnya. Desa Taddan beriklim tropis dengan mempunyai dua musim dalam satu tahunnya yaitu musim kemarau yang terjadi antara bulan April sampai bulan Oktober, dan musim penghujan yang terjadi antara bulan November sampai bulan Maret. Letak Desa Taddan yang strategis membuat Taddan memiliki potensi alam dan tanah pertanian yang cukup subur, hanya dengan dua kali panen dalam satu tahun, sebab. Desa Taddan dikelilingi oleh perairan dan sawah-sawah yang menjadi mata pencaharian masyarakat sekitar pada umumnya yaitu petani. Kondisi ekonomi desa Taddan terbilang cukup karena faktor pekerjaan umum masyarakatnya sendiri sebagai petani dan sebagian lagi pedagang maupun pendidik. Melihat kondisi masyarakat dan lingkungan desa Taddan. Camplong saat ini, maka kondisi yang diharapkan masyarakat adalah berkembangnya desa di berbagai sektor, baik di bidang ekonomi, pendidikan maupun sosial masyarakatnya. Salah satu usahanya adalah memfokuskan pemberdayaan masyarakat dalam berwirausaha. Faktanya di desa Taddan minim akan minat dalam hal wirausaha terutama dalam memanfaatkan hasil sumber daya alam yang dimiliki. Oleh karena itu, pemberdayaan masyarakat khususnya di bidang ekonomi sangat dibutuhkan. Berdasarkan konsultasi dengan kepala desa, mengingat kondisi desa Taddan yang juga dalam proses Auakan tumbuhAy maka program pengabdian kepada masyarakat ini perlu dilaksanakan dalam rangka membantu desa dalam meningkatkan potensi sumber daya alam agar menjadi sumber penghasilan yang bernilai ekonomis, serta yang paling utama adalah membangun potensi sumber daya manusia masyarakat desa Taddan agar bisa membangun desa Taddan menjadi desa yang unggul dalam pembangunan secara jasmani dan rohani. Hasil pertanian di desa Taddan sangat variatif, dalam hal ini, pisang dan cabai dipilih karena merupakan asset potensial desa Taddan, yang sebelumnya dijual langsung di pasar-pasar terdekat, maka dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat ini, penulis bersama peserta P2M serta masyarakat desa Taddan memfokuskan pada pengolahan pisang dan cabai yang lebih tahan lama serta bernilai jual yang signifikan yakni produk KRIPIK PISANG dan SAMBAL CUMI KRIBO. Keselarasan antara potensi dan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan potensi tersebut dapat dilakukan melalui pendekatan pengembangan masyarakat berbasis asset atau Asset-Based Community Development (ABCD) yang dikemukakan oleh John McKnight dan Jody Kretzmann. 5 Pendekatan ini bertolak pada kekuatan dan potensi yang melekat pada masyarakat itu sendiri. ABCD adalah singkatan dari Asset Based Community Development. Konsep ABCD merupakan salah satu model Theofillius Baratova Axellino Kristanto and Ayu Aishya Putri. AuPengembangan Masyarakat berbasis Aset sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat melalui Sektor Wisata Kebugaran di Indonesia,Ay Journal of Social Development Studies 2, no. 2 (October 29, 2. : 43Ae54. 107 |ABDINA: Jurnal Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat | Vol. 1 No. 2, 2022 Fayruzah El-Faradis: Community Enterpreneurship Skill Through Banana And Chili Product . | 108 pendekatan dalam pengembangan masyarakat. 6 Adapun prinsip-prinsip yang tertuang dalam konsep ABCD ini adalah: Setengah terisi lebih berarti . alf full and half empt. Yang dimaksud dengan istilah di atas adalah bahwasanya seseorang seharusnya fokus dan terpaku pada apa yang telah terisi . ang telah dimilik. , bukan terhadap apa yang belum dimiliki. Karena apa yang telah dimiliki adalah sebuah aset besar yang mempunyai manfaat apabila dikelola dengan baik. Hal ini diibaratkan seperti sebuah gelas yang setengahnya sudah terisi, dan yang setengahnya lagi belum terisi. Konsep ABCD fokus pada gelas yang setengahnya sudah terisi. Pada bagian ini dapat berupa suatu kekuatan atau juga aset lainnya. Karena pada umumnya, seringkali seseorang atau suatu komunitas lebih berfokus pada bagian kosong sehingga ia melupakan apa yang telah dimiliki. Jika dikaitkan dengan program P2M di Desa Taddan, para mahasiswi mencoba menggunakan konsep ini, yaitu fokus pada aset yang telah dimiliki oleh masyarakat disana. Sehingga bisa belajar untuk meningkatkan serta mengembangkan aset yang sudah dimiliki oleh Semua punya potensi . o body has nothin. Seperti yang telah diketahui oleh masyarakat umum, bahwasanya setiap orang memiliki kelebihan masing-masing. Ini artinya bahwa setiap orang atau setiap sesuatu memiliki potensi. Hal ini selaras dengan prinsip ABCD, yaitu no body has nothing atau semua mempunyai potensi. ABCD melihat potensi sebagai sumber daya pemberdayaan dalam masyarakat yang paling efektif. Melalui ABCD, masyarakat mengembangkan dirinya sebagai produsen dari kesejahteraannya sendiri, dibandingkan hanya menerima dari pihak luar Dalam hal ini kegiatan pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui pengolahan pisang dan cabai bertujuan agar masyarakat desa dapat lebih meningkatkan pertumbuhan ekonomi sehingga masalah ekonomi dapat terselesaikan. Ahmad Munawar. AuAsset Based Communities Development (ABCD): Tipologi KKN Partisipatif UIN Sunan Kalijaga,Ay Aplikasis. Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. Vi No. LP2M UIN Sunan Ampel Surabaya. Panduan KKN ABCD UIN Sunan Ampel Surabaya (Surabaya: LP2M UIN Sunan Ampel Surabaya, 2. Ibid. McKnight. Asset-Based Community Development:The Essentials (Chicago: Asset-Based Community Development Institute, 2. 108 |ABDINA: Jurnal Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat | Vol. 1 No. 2, 2022 Fayruzah El-Faradis: Community Enterpreneurship Skill Through Banana And Chili Product . | 109 Hasil dan Pembahasan Dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat desa Taddan, maka salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan community entrepreneurship skill, yang merupakan salah satu upaya dalam pemberdayaan masyarakat. Melalui kegiatan kewirausahaan ini diharapkan masyarakat Taddan akan mengembangkan potensi desa khususnya yang bernilai ekonomis. Sebagaimana yang dijelaskan menurut Priyono bahwa pertumbuhan ekonomi akan dapat terjadi apabila seseorang mengambil sumberdaya alam dan mendaur ulang atau membuat inovasi baru dengan cara yang membuat sumber daya alam tersebut lebih berharga. Community entrepreneuship skill dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dilakukan dengan inovasi pengolahan pisang dan cabai menjadi produk yang ekonomis. Hal ini termasuk strategi wirausaha di bidang kuliner, yakni yang berhubungan dengan makanan atau pengolahan bahan baku menjadi makanan yang mendatangkan nilai Pisang dan cabai yang diolah menjadi produk yang bernilai jual merupakan aset desa Taddan yang paling unggul, sehingga dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dilakukan dengan menggunakan metode Asset Based Commnity Development (ABCD) yang dimulai dari penentuan aset atau potensi sumber daya alam yang dimiliki desa, yaitu pisang dan cabai sampai pada pengolahan pisang dan cabai tersebut menjadi sebuah produk bernilai jual yaitu produk KRIPIK PISANG dan SAMBAL CUMI KRIBO. Adapun langkah-langkah tersebut antara lain: FGD for Identifying Local Asset Identifying Local Asset merupakan tahap menemu-kenali aset desa. 12 Hal ini dilakukan dengan diadakannya diskusi bersama kepala desa juga ibu-ibu PKK desa Taddan. Berikut tabel pemetaan aset desa Taddan. Tabel 1 Pemetaan Aset Desa Taddan Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang Jenis Aset/ Aspek Jenis Individu Lembaga Petani Pedagan Pendidik Sekolah Madrasah Diniyah Komunitas/ Alam Aset Sarana Desa Aset Spiritual Kebudaya Komunitas 1. Tanah untuk 1. Rumah PKK Muslimatan Sawah Yasinan Tahlilan Pengajia Priyono and Zainuddin Ismail. Teori Ekonomi (Surabaya: Dharma Ilmu, 2. Mauled Moelyono. Menggerakkan Ekonomi Kreatif. Antara Tuntutan Dan Kebutuhan (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2. Chika Riyanti and Santoso Tri Raharjo. AuASSET BASED COMMUNITY DEVELOPMENT DALAM PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR),Ay Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik 3, no. (February 8, 2. : 112. 109 |ABDINA: Jurnal Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat | Vol. 1 No. 2, 2022 Fayruzah El-Faradis: Community Enterpreneurship Skill Through Banana And Chili Product . | 110 Pondok Lembaga Kesehatan Hasil bumi jambu air Masjid Mesin dan alat Pilihan-Pilihan Prioritas Pada langkah ini dipilih beberapa aset dari berbagai aspek yang kemudian menjadi pilihan-pilihan prioritas program kerja utama kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui community entrepreneurship skill. Berikut tabel pilihan prioritas yang ditetapkan berdasarkan hasil diskusi bersama kepala Desa dan warga desa Taddan. Tabel 2 Pilihan-pilihan Prioritas 5 Harapan Prioritas Melaksanakan KBM sekolah/madrasah Mengadakan Meningkatkan kemampuan bahasa program (Arab dan Inggri. Meningkatkan bacaan dan hafalan Al-Quran Sosialisasi usaha dan produk 2 Harapan Prioritas Meningkatkan yang dimiliki yakni dari aspek sumber daya alam (SDA) Meningkatkan unggul berdasarkan nilai-nilai Islam dan Al-Quran Harapan prioritas paling berpengaruh bagi Mengembangkan yang ada Langkah Strategis Melakuan kegiatan keagamaan yang Sosialisasi dan marketing Menentukan Skala Prioritas Dalam tahapan ABCD, menentukan skala prioritas tidak boleh diabaikan karena merupakan salah satu indikator keberhasilan program atau kegiatan. Sebagaimana Chika dan Santoso menyebutkan dalam penelitiannya tentang tahapan metode ABCD bahwa untuk mencapai kerjasama yang baik maka harus menyamakan prioritas, nilai-nilai dan tujuan, serta memahami apa yang 110 |ABDINA: Jurnal Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat | Vol. 1 No. 2, 2022 Fayruzah El-Faradis: Community Enterpreneurship Skill Through Banana And Chili Product . | 111 disampaikan oleh setiap pihak. Dalam hal ini skala prioritas yang ditentukan dari berbagai pilihan yang telah diklasifikasikan ialah membuat produk dari buah pisang dan cabai yang merupakan aset unggulan desa menjadi produk yang bernilai jual. Skala prioritas ini ditentukan berdasarkan kesepakatan dengan kepala desa. PKK serta masyarakat desa Taddan. Gambar 1 Pisang dan cabai sebagai aset unggulan desa Taddan . icture source: googl. Aksi dengan Aset Peluang Tahapan ini dikenal dengan istilah Managing Local Asset, yaitu tahap menyusun strategi atau aksi pengelolaan untuk memastikan agar aset tetap terjaga dan bersifat berkelanjutan. Adapun strategi yang dilakukan agar aset pisang dan cabai dapat bernilai jual dan tahan lama yaitu dengan mengelola semaksimal mungkin menjadi KRIPIK PISANG dan SAMBAL CUMI KRIBO yang merupakan produk hasil ide cemerlang dengan memanfaatkan aset desa. Langkah-langkah pengolahan pisang dan cabai menjadi KRIPIK PISANG dan SAMBAL CUMI KRIBO sebagai berikut: Training awal Training awal pengolahan produk kripik pisang dan sambal cumi kribo bertujuan agar produk yang dihasilkan berkualitas dan tidak mengecewakan konsumen, khususnya masyarakat desa Taddan. Training pengarahan pengolahan kripik pisang dilakukan pada Selasa, 16 november 2021 sedangkan untuk sambal cumi pengarahan dilakukan pada 19 november 2021 yang juga dihadiri oleh ibu-ibu PKK. Sosialisasi hasil training Produk yang telah dihasilkan dari training tersebut, kemudian disosialisasikan kepada kepala desa dan PKK. Hal ini bertujuan ntuk memastikan bahwa produk olahan pisang dan cabai ini layak dipasarkan dan layak untuk dijadikan produk unggulan desa Taddan. Ibid. 111 |ABDINA: Jurnal Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat | Vol. 1 No. 2, 2022 Fayruzah El-Faradis: Community Enterpreneurship Skill Through Banana And Chili Product . | 112 Sosialisasi dilakukan dengan meminta kepala desa dan ibu-ibu PKK untuk mencicipi kripik pisang dan sambal cumi kribo. Secara keseluruhan menilai bahwa produk dari olahan pisang dan cabai ini layak untuk dijual dan dipasarkan, serta layak untk dijadikan salah satu produk unggulan desa. Official product training bersama kepala desa dan masyarakat Official product training merupakan pelatihan resmi produk kripik pisang dan sambal cumi kribo kepada masyarakat bersana kepala desa dan PKK desa Taddan. Pelatihan ini dilakukan pada rabu, 17 november 2021 untk produk kripik pisang dan pada jumat 19 november 2021 sekaligus pembuatan untuk sambal cumi kribo. Pelatihan ini merupakan salah satu langkah serius bahwa produk kripik pisang dan sambal cumi kribo akan menjadi produk unggulan dengan harapan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa. Pelatihan juga dilaksanakan untuk menmbuhkan keterampilan masyarakat desa Taddan dalam membuat kripik pisang dan sambal cumi kribo, karena masyarakat itu sendiri yang nantinya akan menjadi salah satu bagian dari pengelola produk kripik pisang dan sambal cumi kribo desa Taddan. Hasil dari Skala Prioritas (Luara. Launching Product Pada tanggal 20 november 2021 merupakan hari launching produk kripik pisang dan tanggal 22 november untuk produk sambal cumi kribo. Launching produk dihadiri oleh kepala desa, ibu PKK dan masyarakat desa Taddan. Gambar 2: kripik pisang 112 |ABDINA: Jurnal Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat | Vol. 1 No. 2, 2022 Fayruzah El-Faradis: Community Enterpreneurship Skill Through Banana And Chili Product . | 113 Gambar 3: Sambal Cumi Kribo Launching produk kripik pisang dan sambal cumi kribo merupakan peresmian bahwa olahan pisang dan cabai diterima dengan baik oleh seluruh masyarakat desa Taddan. Selang beberapa saat setelah launching, banyak pesanan yang diterima, yang mana dari pesanan atau hasil jual inilah akan menjadikan desa memiliki pemasukan dana atau penghasilan tambahan. Banyaknya pesanan yang diterima tidak terlepas dari adanya keunggulan tersendiri dari produk kripik pisang dan sambal cumi kribo. Seperti keunggulan dalam hal rasa, kemasan . , serta logo merk yang menjadikan produk ini berbeda dengan produk-produk lainnya. Yang mana dalam hal pemasaran, keunggulan produk memang merupakan salah satu faktor keberhasilan dalam menarik hati konsumen. Serah Terima Resep Serah terima resep merupakan langkah akhir dari kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis kewirausahaan. Serah terima resep menjadi simbol bahwa produk kripik pisang dan sambal cumi kribo merupakan produk unggulan desa Taddan dan siap dipasarkan dengan harapan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa Taddan. Kesimpulan Dan Saran Berdasarkan uraian diatas mengenai kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui community entrepreneurship skill melalui pengolahan pisang dan cabai yaitu antara lain: pertama, memberdayakan masyarakat dengan melihat asset dan potensi merupakan salah satu strategi dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian desa, khususnya desa Taddan, kecamatan Camplong Kabupaten Sampang. Kedua, kewirausahaan melalui pengolahan hasil bumi pisang dan cabai menjadi produk kripik pisang dan sambal cumi kribo dapat dikatakan berhasil. Hal ini terbukti dengan diterimanya produk tersebut oleh kepala desa dan masyarakat desa setempat. Ketiga, produk kripik pisang dan sambal cumi kribo dapat dikatakan cukup berhasil meningkatkan pertumbuhan perekonomian desa Taddan, karena tak berselang lama setelah launching, pesanan mulai berdatangan. Selanjutnya, semoga artikel atau laporan program pemberdayaan masyarakat ini dapat menjadi acuan dan pedoman bagi para akademisi selanjutnya khususnya yang ingin melakukan pemberdayaan atau pengabdian kepada masyarakat terlebih di bidang 113 |ABDINA: Jurnal Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat | Vol. 1 No. 2, 2022 Fayruzah El-Faradis: Community Enterpreneurship Skill Through Banana And Chili Product . | 114 Daftar Pustaka