711 JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 MOTIVASI KUNJUNGAN WISATAWAN KE PANTAI NIPAH DESA MALAKA KECAMATAN PEMENANG KABUPATEN LOMBOK UTARA Oleh Ni Kadek Wulandari1. I Wayan Nuada2. Ander Sriwi3 1,2,3, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram. Indonesia Email : 1Wulandarikadek75@gmail. com, 2iwayannuada@gmail. andersamilariti@gmail. Article History: Received: 05-10-2024 Revised: 07-10-2024 Accepted: 09-10-2024 Keywords: Motivasi wisatawan. Faktor penarik. Faktor pendorong. Abstract : Penelitian ini membahas tentang motivasi pengunjung berwisata ke Pantai Nipah. Desa Malaka. Kecamatan Pemenang. Kabupaten Lombok Utara. Penelitian ini dilakukan berdasarkan permasalahan adanya penurunan tingkat kunjungan wisatawan pada tahun 2019 hingga 2020 ke Pantai Nipah. Kemudian, pada tahun 2022 kembali meningkat hingga tahun 2023 hal ini disebabkan karena virus covid-19 sudah mereda dan masyarakat mulai bosan di rumah sehingga memutuskan untuk berwisata ke objek wisata seperti Pantai Nipah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan daya tarik wisata serta motivasi kunjungan wisatawan ke Pantai Nipah. Desa Malaka. Kecamatan Pemenang. Kabupaten Lombok Utara. Informan dalam penelitian ini adalah Pemerintah Desa. Pelaku Pariwisata. Pokdarwis dan Wisatawan yang berkunjung pada saat peneliti melakukan Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah melalui observasi, wawancara dan Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pantai Nipah memiliki beragam potensi dan daya tarik wisata, tidak hanya wisata alam tetapi juga wisata buatan dan wisata Hal yang memotivasi wisatawan untuk berkunjung adalah karena adanya potensi dan daya tarik yang ditawarkan oleh suatu destinasi untuk motivasi wisatawan berdasarkan faktor penarik dan juga faktor pendorong. PENDAHULUAN Pantai nipah merupakan destinasi wisata yang banyak di kunjungi oleh wisatawan, dengan memasuki kawasan pantai nipah wisatawan akan di sajikan pemandangan perahu nelayan yang berderet mengisi tepian pantai, keindahan panorama pantainya serta deburan ombak dan deru angin juga menjadi alunan alam menyambut wisatawan. Keindahan pantainya juga dapat dilihat dari sisi atas lekukan garis pantainya yang indah sangat cocok bagi wisatawan gemar dalam bidamg fhotografy. Tidak hanya itu pantai ini juga memiliki keindahan bawah laut yang cantik dengan beragam jenis terumbu karang dan ikan yang dapat dinikmati dengan snorkeling dan Pantai Nipah merupakan destinasi wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan, dengan memasuki kawasan pantai Nipah wisatawan akan disajikan pemandangan perahu nelayan yang a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 berderet mengisi tepian pantai, keindahan panorama pantainya serta deburan ombak dan deru angin juga menjadi alunan alam menyambut wisatawan. Keindahan pantainya juga dapat dilihat dari sisi atas lekukan garis pantainya yang indah sangat cocok bagi wisatawan gemar dalam Tidak hanya itu pantai ini juga memiliki keindahan bawah laut yang cantik dengan beragam jenis terumbu karang dan ikan yang dapat dinikmati dengan snorkeling dan diving. Adapun Jumlah kunjungan wisatawan pada destinasi wisata pantai Nipah terlihat pada tabel Tabel. Jumlah kunjungan wisatawan Tahun Jumlah Kunjungan 324 orang 908 orang 567 orang 021 orang 233 orang 621 orang Berdasarkan data kunjungan di atas dapat terlihat bahwa pada tahun 2019 hingga tahun 2021 mengalami penurunan hal ini disebabkan oleh adanya pandemi virus covid-19 pada saat itu, lalu pada tahun 2022 mulai mengalami peningkatan hingga tahun 2023 hal tersebut dikarenakan virus covid-19 sudah mereda dan wisatawan mulai bosan di tempat tinggalnya sehingga memutuskan untuk berwisata ke suatu daya tarik wisata, adanya keputusan ini tentu saja disebabkan oleh adanya faktor penarik maupun pendorong dari adanya motivasi dari diri Motivasi merupakan hal yang sangat mempengaruhi wisatawan untuk datang ke suatu daya tarik wisata. Menurut Oemar . dalam Darmadi R, motivasi adalah dorongan-dorongan dasar baik dari dalam diri maupun luar diri . yang menjadi faktor penggerak kearah tujuan yang ingin dicapai. Terkait dengan adanya pariwisata, motivasi merupakan suatu hal yang mempu mendorong seseorang untuk memutuskan bertindak kearah pencapaian tujuan yaitu dengan melakukan kegiatan berwisata untuk memenuhi beragam kebutuhan diri seseorang seperti melakukan kegiatan berwisata ke Pantai Nipah. Berdasarkan uraian di atas sebagaimana jumlah kunjungan disebabkan oleh adanya motivasi pengunjung dari faktor penarik maupun pendorong dari seorang pengunjung untuk berwisata ke daya tarik wisata Pantai Nipah, sehingga penelitian ini menjadi penting untuk dilakukan kajian lebih mendalam tentang motivasi pengunjung berwisata ke Pantai Nipah Desa Malaka kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok utara. LANDASAN TEORI Bila dilihat dari segi etimologis pariwisata berasal dari bahasa Sansekerta, bersinonim dengan pengertian AutourAy. Pariwisata terdiri dari dua kata yaitu AupariAy dan AuwisataAy. Pari berarti berulang-ulang, berkali-kali atau berputar-putar sedangkan wisata berarti perjalanan atau bepergian, jadi Pariwisata berarti perjalanan yang dilakukan secara berputar-putar, berulang-ulang atau berkai-kali. Di dalam undang-undang Nomor 10 tahun 2009 dalam Anisa Putri Kusumaningrum tentang kepariwisataan menyatakan bahwa: Wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Wisatawan adalah orang yang melakukan wisata. Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, dan pemerintah. Kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan yang terkait dengan pariwisata dan bersifat multidimensi serta multidisiplin yang muncu sebagai wujud kebutuhan setiap orang ddan Negara serta interaksi antara wisatawan dan masyrakat setempat, sesame wisatawan, pemerintaah daerah dan pengusaha. Pariwisata memiliki berbagai macam bentuk kegiatan yang dapat disesuaikan dengan minat ataupun kebutuhan wisatawan. Suwantoro . mendefinisikan pariwisata yaitu suatu perubahan tempat tinggal sementara seseorang diluar temapat tinggalnya karena karena suatu alasan dan buan untuk melakukan kegiatan yang menghasilkan upah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau lebih dengn tujuan antara lain untu mendapatkan kenikmatan dan memenuhi hasrat ingin mengetahui sesuatu. Dapat juga kepentingan yang berhubungan dengan kegiatan olahraga untuk kesehatan, konvensi, keagamaan dan keperluan usaha lainnya. Marpaung dalam (Mulyadi 2. Mendefinisikan pariwisata yaitu perpindahan sementara yang dilakukan oleh manusia dengan tujuan keluar dari pekerjaan-pekerjaan rutin, keluar dari tempat kediamannya. Aktivitas yang dilakukan selama mereka tinggal di tempat yang mereka tuju dan fasilitas dibuat untuk memenuhi kebutuhan mereka. Mulyadi . Ada beberapa komponen pokok yang secara umum digunakan dalam memberikan batasan mengenai pariwisata sebagai berikut: Traveler yaitu orang yang melakukan perjalanan antar dua atau lebih lokalitas. Visitor atau pengunjung yaitu orang yang melakukan perjalanan ke daerah yang bukan merupaka tempat tinggalnya kurang dari setahun dan tujuan perjalanannya bukanlah untuk terlibat dalam kegiatan untuk mencari nafkah, pendapatan atau penghidupan di tempat tujuan. Tourist yaitu bagian dari visitor yang menghabiskan waktu paling tidak satu malam . di daerah yang dikunjungi. Apabila diperhatikan ketiga hal tersebut, maka pariwisata memiliki beberapa komponen penting yang terkandung didalamnya, antara lain: traveler, visitor dan tourist dan masing-masing komponen memiliki hubungan yang erat. Menurut Hurryati . motivasi yakni keadaan . dimana seseorang mengarah berdasarkan tujuan. Motivasi termasuk dalam dorongan, keinginan dan hasrat. Menurut Winardi . motivasi menyatakan dengan amat sederhana yang berkenan selaras gerakan, motif disebutnya hal yang menggerakkan atau mendorong untuk berperilaku dengan cara tertentu. Menurut Hasibuan . Motivasi adalah penggerak sekaligus transfer energi yang dapat membuat kesemangatan kerja seseorang guna mereka berminat bekerjasama, bekerja secara efisien dan tergabung dalam seluruh kecakapan usaha dengan tujuan mencapai kepuasan yang diinginkan. Dari teori yang diuraikan maka motivasi merupakan segala sesuatu yang mendorong seseorang dari dalam dirinya untuk melakukan suatu perjalanan wisata di luar tempat domisilinya yang sebagian besar dengan tujuan menghabiskan waktu dan uangnya untuk bersenang-senang. Motivasi wisatawan dipengaruhi adanya faktor pendorong yang berkaitan dengan keinginan seseorang untuk melakukan perjalanan yang berasal dari dalam dirinya . dan faktor penarik . Menurut Ryan . dalam IGPB Sasrawan Mananda mengemukakan berbagai faktor pendorong bagi wisatawan untuk melakukan perjalanan wisata antara lain: Escape yaitu ingin melepaskan diri dari lingkungan yang dirasakan menjemukan atau kejenuhan dari pekerjaan sehari-hari. Relaxation yaitu keinginan untuk penyegaran yang juga berhubungan dengan motivasi untun escape di atas. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Play yaitu ingin menikmati kegembiraan melalui berbagai permainan yang merupakan permunculan kembali sifat kekanak-kanakan dan melepaskan diri sejenak dari berbagai urusan yang serius. Strengthening family bonds yaitu mempererat hubungan kekerabatan antara anggota keluarga dengan melakukan perjalanan bersama-sama. Prestige yaitu untuk menunjukan gengsi dengan mengunjungi destinasi yang juga merupakan dorongan untuk meningkatkan status atau derajat social Social interaction yaitu untuk dapat melakukan interaksi social dengan teman sejawat atau dengan masyarakat lokal yang dikunjungi Romance yaitu keinginan untuk bertemu dengan orang-orang yang bisa memberi suasana Educational opportunity yaitu keinginan untuk melihat sesuatu yang baru, mempelajari orang lain atau daerah lain Self-fulfilment yaitu keinginan untuk menemukan diri sendiri, karena biasanya bisa di temukan pada saat kita menemukan daerah orang yang baru Wish fulfilment yaitu keinginan untuk merealisasikan mimpi-mimpi yang lama dicita-citakan sampai mengorbankan diri dengan cara berhemat agar bisa melakukan perjalanan wisata. Selain adanya faktor pendorong, ada juga faktor penarik wisatawan untuk melakukan perjalanan wisata. Faktor penarik ini berasal dari suatu objek wisata yang dapat menyuguhkan suatu daya tarik wisata yang dapat menarik wisatawan untuk mengunjungi objek wisata tersebut. Menurut James J. Spillane . dalam Pusparini. mengemukakan faktor penarik wisatawan untuk mengunjungi lokasi objek wisata yaitu: Keindahan alam dengan berbagai variasinya adalah keindahan alam yang dapat dipersepsikan melalui mata dalam panca indra manusia dengan berbagai keunikan maupun keindahannya. Kondisi iklim adalah keadaan hawa . uhu, kelembapan, awan, hujan dan sinar matahar. pada suatu daerah dalam jangka waktu yang agak lama. Kebudayaan dan atraksinya yaitu cara hidup yang berkembang yang dimiliki suatu daerah Sejarah dan legendaris yaitu sebuah cerita yang dianggap oleh pemilik cerita sebagai suatu kejadian yang pernah benar-benar terjadi. Ethnicity dengan sifat kesukuannya yaitu kelompok yang menggolongkan dirinya dengan sesamanya biasanya dengan garis keturunannya yang dianggap sama. Accessibility yaitu kemudahan untuk mencapai suatu destinasi wisata. METODE PENELITIAN Dalam melakukan penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif dimana penelitian deskriptif merupakan penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, dan kejadian yang terjadi pada saat ini sehingga peneliti berusaha memotret peristiwa dan kejadian yang menjadi pusat perhatian untuk kemudian digambarkan sebagaimana adanya. Dalam penelitian ini yaitu AuMotivasi Pengunjung Berwisata ke Pantai Nipah Desa MalakaAy. Tentunya peneliti akan menggali informasi dengan menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan informasi yang mendalam dengan teknik observasi serta teknik wawancara dengan pihak yang bersangkutan agar peneliti mendapatkan informasi yang valid. Dalam penelitian ini pihak yang peneliti wawancara adalah Pokdarwis sebagai kelompok sadar wisata dari desa dan wisatawan sebagai informan dalam penelitian yang dilakukan di Pantai Nipah Desa Malaka. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Teknik Observasi (Pengamata. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Dalam observasi penulis melakukan pengamatan dan pencatatan langsung secara sistetmatis terhadap penelitian tentang motivasi kunjungan wisatawan ke pantai Nipah Desa Malaka. Selain itu peneliti mencatat semua gejala yang ditemukan di lapangan, dan melengkapi data-data yang diperlukan. Hal-hal yang diobservasi meliputi gambaran umum Desa yang meliputi daya tarik wisata dan aktivitas yang dilakukan wisatawan serta motivasi wisatawan datang ke di Pantai Nipah Desa Malaka sesuai dengan pedoman yang sudah peneliti susun dengan tujuan mempermudah peneliti saat melakukan penelitian. Teknik Wawancara (Intervie. Wawancara adalah suatu metode yang dipergunakan untuk mengumpulkan data, dimana peneiti mendapatkan keterangan atau informasi secara lisan dari seseorang sasaran penelitian . atau bercakap-cakap berhadapan muka dengan orang tersebut . ace to fac. Dalam wawancara, peneliti menggunakan pedoman wawancara dengan beberapa pertanyaan yang mengarah pada masalah-masalah yang ingin diketahui. Teknik dokumentasi Dokumentasi adalah cara yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi dalam bentuk buku, arsip, tulisan angka dan gambar yang berupa laporan beserta keterangan yang dapat mendukung penelitian (Sugiono, 2012 dalam Khosiah, 2. Pada penelitian ini peneliti akan meneliti menggunakan teknik dokumentasi yang mana peneliti akan mengumpulkan data dengan melihat, menganalisis serta menelaah pada saat penelitian di Pantai Nipah. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembahasan Berdasarkan hasil analisis data bahwa adanya beragam daya tarik wisata memberikan banyak sekali pilihan yang menjadi tujuan wisata berdasarkan faktor penarik maupun pendorong. Daya tarik wisata yang ada mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung karena menampilkan berbagai macam keindahan dan keunikan. Keindahan tersebut dikemas menjadi daya tarik yang dapat dinikmati langsung oleh wisatawan pada saat berkunjung. Hal inilah yang membuat pengunjung tertarik dan memiliki dorongan berkunjung ke Pantai Nipah. Untuk memenuhi dorongan diri tersebut, pengunjung memiliki motivasi kunjungan mengenai Pantai Nipah dengan daya tarik wisatanya. Motivasi kunjungan pengunjung merupakan faktor pendorong dari luar maupun dalam diri seseorang untuk melakukan perjalanan wisata karena adanya keinginan serta adanya potensi atau daya tarik yang ditawarkan suatu daya tarik wisata yang akan dikunjungi. Hasil penelitian didasarkan pada data yang diperoleh dari pengunjung yaitu motivasi kunjungan wisatawan ke Pantai Nipah karena faktor penarik dan faktor pendorong. Faktor Penarik Faktor penarik wisatawan berkunjung ke Pantai Nipah berdasarkan teori dari James J. Spillane yaitu wisatawan berkunjung karena adanya keinginan untuk menikmati keindahan alam dengan beragam variasinya hal inilah yang dimiliki oleh Pantai Nipah dengan keindahan alam bawah lautnya membuat wisatawan ingin mencoba menikmati atraksi wisata snorkling dan diving untuk melihat bermacam jenis terumbu karang serta dapat secara langsung menyelam bersama Tidak hanya atraksi wisata bawah lautnya tetapi atas lautnya pun juga dimanfaatkan untuk atraksi wisata bermain kano dengan menduduki perahu kecil sambal mendayung wisatawan bisa melihat pemandangan dari atas laut atau pantai. Hal ini juga didukung oleh iklim yang bagus yang mana daerah Pantai Nipah memiliki iklim tropis sehingga menjadi tempat yang sangat pas untuk a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 menikmati berbagai atraksi wisata yang ada. Selain itu juga wisatawan secara tidak langsung dapat menikmati kebudaan melalui kuliner khas Pantai Nipah yaitu ikan bakar yang mana menu kuliner ikan ini dihasilkan oleh penduduk asli setempat yang sebagian besar mata pencariannya adalah seorang nelayan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, ditemukan beberapa alasan pengunjung datang berkunjung berulangkali . epeater visito. ke Pantai ini dikarenakan akses untuk menuju ke lokasi ini sangat memadai, mudah dicapai dan akses internet juga lancar selebihnya juga dikarenakan pantai Nipah telah memiliki beragama atraksi wisata. Faktor Pendorong Faktor pendorong wisatawan merupakan faktor yang berasal dari dalam diri wisatawan itu sendiri (Ryan dalam Gde Pitan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, diketahui bahwa motivasi pengunjung berkunjung ke Pantai Nipah disebabkan oleh rasa kejenuhan sehingga adanya dorongan dari dalam diri untuk melepaskan diri dari rasa kejenuhan lalu timbul keinginan untuk melakukan kunjungan wisata ke Pantai Nipah untuk bersantai menikmati daya tarik wisata yang ada. Untuk memenuhi kebutuhan ini pengunjung juga mengajak keluarga atau kerabat atau teman sejawat serta pasangan untuk berwisata ke Pantai Nipah. Hal ini secara tidak langsung juga akan mempererat interaksi social serta rasa romantisme bagi yang membawa pasangan. Hal inipun sering diabadikan oleh wisatawan melaui berfoto maupun selfie dan mengunggahnya pada akun social medianya. Hal ini juga termasuk kategori faktor pendorong yaitu menunjukkan gengsi dengan mengunjungi destinasi yang juga merupakan dorongan untuk meningkatkan status atau derajat sosial selanjutnya kunjungan dengan melihat sesuatu yang baru serta dengan tujuan mempelajari hal baru bisa didapatkan saat mengunjungi daya tarik wisata konservasi penyu yang mana hal ini akan menambah pengalaman baru bagi wisatawan dengan mempelajari edukasi konservasi penyu yang didampingi langsung oleh pihak pengelola wisata. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan uraian hasil pembahasan kemudian peneliti menguraikan beberapa kesimpulan sebagai berikut: Pantai Nipah memiliki potensi dan daya tarik wisata diantaranya . potensi bawah laut: terumbu karang, penyu, snorkling dan diving . potensi di atas laut: bermain kano, . potensi wisata edukasi berupa konservasi penyu, . bentangan pantai yang indah cocok untuk media fotography, . wisata budaya berupa sajian kuliner khas ikan bakar pantai Nipah. Motivasi kunjungan wisatawan ke Pantai Nipah adalah untuk mengurangi kejenuhan, ingin mencari kesenangan, rasa ingin mempererat hubungan bersama keluarga serta orang terdekat dan juga melakukan interaksi social dengan orang sekitar, ingin melihat dan mempelajari sesuatu yang baru, menikmati sajian kuliner lokal berupa ikan bakar khas pantai Nipah, dan aksesibilitas jalan menuju pantai Nipah yang memadai. Saran Berdasarkan uraian pada pembahasan dan kesimpulan, beberapa saran dari peneliti sampaikan bagi: Bagi Pemerintah Diperlukan adanya kerjasama dengan lembaga pendidikan (Sekolah Dasar sampai Perguruan Tingg. terkhusus tentang cara mengembangkan, mempertahankan dan melestarikan habitat penyu . isata edukas. konservasi penyu. Bagi Pokdarwis a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Diharapkan peningkatan kapabilitas Pokdarwis atau penguatan SDM Pokdarwis melalui keikutsertaan dalam setiap pelatihan-pelatihan yang relevan, penguatan kemampuan Pokdarwis terkait promosi daya tarik wisata Pantai Nipah, diperlukan adanya peningkatan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana di daya tarik wisata di Pantai Nipah. DAFTAR PUSTAKA