https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X Volume 23 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 Page 44-48 NILAI ISLAM DALAM TRADISI BEGAWE PADA MASYARAKAT SUKU SASAK DI DESA SISIK LOMBOK TENGAH Oleh: Yuliani Studi Agama-agama (Sosiologi Agam. Ushuluddin dan Pemikiran Politik Islam. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Jalan Marsda Adisucipto No. 1, 55281 ya399017@gmail. Proses Review 5-21 September. Dinyatakan Lolos 22 September Abstract This research aims to look at Islamic values in the begawe tradition and the impact felt by the community in the continuation of the begawe tradition in Lombok. This research uses qualitative descriptive analysis. The results of this research show that the begawe tradition is a tradition that has been established since the time of our ancestors and is still preserved and maintained today by the Sasak people. Begawe or parties held by people who have desires and traditions have Islamic values in them where they are grateful for their achievements, ukhuwah and friendship are maintained through a system of meetings with family and relatives. The impact felt by the community is a growing sense of social solidarity and getting closer to the local community. This begawe tradition is also usually carried out when a child is reciting the QurAoan, gets married/married and someone dies. Keywords: Islamic Values. Begawe Traditions. Society. Sasak Tribe Abstrak Penelitian ini berupaya melihat nilai-nilai Islam dalam tradisi begawe serta bagaimana dampak yang dirasakan oleh masyarakat dalam berlangsungnya tradisi begawe di Lombok. Studi ini menggunakan analisis kualitatif deskriptif. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwasannya tradisi begawe merupakan tradisi yang sudah dilaksanakan dari zaman nenek moyang terdahulu dan masih dilestarikan sampai sekarang oleh masyarakat Suku Sasak. Begawe atau pesta yang digelar oleh masyarakat yang memiliki hajat memiliki nilai keislaman di dalamnya di mana bersyukur atas pencapaiannya, ukhuwah dan silaturahmi tetap terjalin dengan sistem pertemuan dengan keluarga dan kerabat. Dampak yang dirasakan masyarakat ialah tumbuhnya rasa solidaritas sosial serta semakin dekat dengan masyarakat setempat. Tradisi begawe ini juga biasa dilakukan apabila ada anak yang khatmil QurAoan, menikah/merarik serta orang meninggal. Kata kunci: Nilai Islam. Tradisi Begawe. Masyarakat. Suku Sasak Vol. 23 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X PENDAHULUAN Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan rumah dari tiga suku bangsa yang ada di Bima. Sumbawa dan Lombok. Pada abad ke 16 awal ke 17 Islam sampai ke lombok dipimpin oleh Sunan Giri, yang membuat Islam menjadi agama mayoritas dari masyarakat yang mendiami pulau Lombok saat ini. Namun budaya sasak yang dikenal saat ini merupakan hasil dari adanya akulturasi budaya dari Hindu. Jawa dan Bali (Fadli 2. namely tradisi merarik . Suku sasak dikenal akan kaya bahasa, budaya dan agama yang beragam yang dianut oleh masyarakat sasak yang kemudian melahirkan tradisi atau adat istiadat. Masyarakat sasak yang saat ini berada di Indonesia, pada umumnya mereka masih tetap menjalankan hal yang memang sudah ditetapkan pada zaman dahulu. Masyarakat yang saat ini tinggal di pedesaan, mereka sangat menghargai adanya adat istiadat dan menjalankan sesuai dengan aturan zaman dahulu. Adat istiadat dapat diartikan sebagai suatu wadah dalam memudahkan masyarakat untuk menjalankan komunikasi antar anggota dalam melaksanakan kegiatan (Baherint Sugihen 2. Dengan melihat realitas yang ada dalam berkembangnya teknologi informasi saat ini, masyarakat tetap melaksanakan budaya dan tradisi serta ritual yang sudah ada sejak zaman dahulu karena masyarakat memiliki sistem nilai-nilai sosial dan agama yang sudah melekat di dalamnya. Islam merupakan suatu ajaran kebenaran. Namun Islam dengan budaya dapat diartikan dua sisi yang tidak mudah dipisahkan dari kehidupan masyarakat sasak. Masyarakat suku sasak di sini diartikan dengan masyarakat yang mendiami pulau Lombok dan menjalankan interaksi setiap hari dengan bahasa Sasak. Mayoritas Agama di Lombok adalah masyarakat menganut Agama Islam. Tradisi begawe ini biasanya dilakukan oleh masyarakat sasak dalam pernikahan, kematian, khatmil qurAoan pada anak, ngurisan/mencukur rambut anak baru lahir. Tradisi begawe ini diwarisi secara turun temurun sampai sekarang. Tradisi begawe dalam bahasa Indonesia dikenal dengan bahasa seseorang yang melangsungkan pesta yang dilakukan oleh kalangan keluarga yang memiliki https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 hajatan dan masyarakat ikut berpartisipasi dalam mempersiapkan acara serta makan bersama di rumah yang memiliki hajat (Sanusi and Sari 2. Tulisan ini akan menunjukkan bahwasanya tradisi Begawe merupakan tradisi yang masih dilaksanakan sampai sekarang di Lombok. Apabila masyarakat sasak akan menjalankan acaraacara besar pasti akan menggunakan tradisi begawe sebagai penyelesaian dalam acaranya. Tulisan ini akan lebih fokus dalam membahas tentang makna tradisi begawe di lombok, nilai Islam yang yang ada dalam tradisi begawe serta bagaimana dampak yang dirasakan oleh masyarakat dalam berlangsungnya tradisi begawe Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori fungsi sosial yang dikembangkan oleh Bronislow Molinowski. Asumsi dasar teorinya yakni segala aktivitas kebudayaan yang dilakukan oleh masyarakat memiliki maksud dan tujuan dengan seluruh kehidupan dalam bermasyarakat (C. Palm 1. Bahkan Molinoswski berasumsi bahwa semua unsur kebudayaan yang ada merupakan suatu bagian-bagian yang berguna bagi semua masyarakat di mana pun berada. Dengan kata lain teori fungsi sosial ini menekankan pada setiap tingkah laku masyarakat ataupun suatu kepercayaan dan sikapnya merupakan bagian dari kebudayaan di dalam masyarakat. II. METODE Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Peneliti menggunakan pendekatan fenomenologi, fenomena yang tampak atas yang terjadi (Wirawan 2. Teknik pengumpulan data yakni wawancara dengan beberapa informan dari masyarakat yang ada di Lombok atau tinggal di suku sasak, dan studi pustaka yang berhubungan dengan penelitian ini. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung (Sugiyono 2. Data disajikan secara deskriptif analitik. PEMBAHASAN Makna Tradisi Begawe Begawe atau pesta merupakan hal yang masih dilestarikan dan utama dilaksanakan NILAI ISLAM DALAM TRADISI BEGAWE PADA MASYARAKAT SUKU SASAK DI DESA SISIK LOMBOK TENGAH Yuliani Vol. 23 Nomor 2 Oktober 2023 https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X apabila masyarakat suku sasak akan melangsungkan syukuran. Sebab dalam tradisi begawe ini banyak tamu yang diundang, baik itu keluarga kerabat dari wilayah atau desa-desa yang berbeda untuk ikut dalam memeriahkan bentuk rasa syukur atas hal yang akan dilakukan. Dari tradisi begawe yang dilakukan oleh satu orang masyarakat sebagai Epen Gawe atau yang punya acara dapat memberi nilai silaturahmi atas semua kerabat jauh yang datang ikut memeriahkan acara karena undangan (Saprudin 2. Begawe merupakan tradisi yang sifatnya membangun dalam hubungan sosial bermasyarakat (Mataram 2. Begawe dilaksanakan secara turun temurun, sebelum melaksanakan begawe masyarakat mempersiapkan acara dari beberapa hari sebelum tradisi itu dilaksanakan seperti: masyarakat membuat jajan-jajanan tradisional dan satu hari sebelum begawe masyarakat mencari lauk pauk untuk dijadikan makanan dalam begawe. Begawe namatan qurAoan (Khatmil AlQurAoa. : Menurut Sumaini selaku masyarakat suku sasak, namatan AL-QurAoan biasanya dilakukan oleh masyarakat ketika Maulid. Isra Mikraj, di mana anak yang sudah selesai belajar AlQurAoan atau khatam Al-QurAoan mereka akan namatan dan mereka dipersilahkan naik ke Musholla secara bersama-sama dan membaca akhir juz 30 secara bergiliran dan disimak oleh masyarakat . Sumain. Masyarakat yang memiliki anak ini melaksanakan tradisi begawe sebagai bentuk rasa syukur karena anaknya sudah selesai belajar Al-QurAoan. Karena biasanya dalam masyarakat sasak apabila masyarakat sudah mendapat pencapaian demikian, mereka akan syukuran dan melakukan pesta yang disebut dengan begaw. Begawe Merariq: Merariq sebagai ritual yang ada di lombok dalam memulai suatu pernikahan atau laki-laki melarikan perempuan untuk dinikahi. Begawe merariq atau nanggep dalam bahasa Indonesia disebut pesta pernikahan (Kholidi et al. Pesta pernikahan ini dilaksanakan saat pihak laki-laki akan melaksanakan akad nikah atau nyongkolan dalam kegiatan ini masyarakat atau yang memiliki acara mengundang masyarakat setempat untuk menyaksikan acara yang sakral . yang akan dilangsungkan dalam jangka waktu yang Merariq merupakan budaya lokal yang masih kental dijalankan. Tradisi begawe meraiq dimulai dari leluruh sebelumnya hingga sekarang (Rejeki and Hermawati 2. Menurut Abdul Wahid selaku masyarakat Sasak, merariq atau disebut kawin lari yang biasa dilakukan oleh pihak laki-laki dengan mencuri atau menyembunyikan calon istrinya ke rumah keluarganya selama setengah hari atau bahkan ada yang sehari sembari memberi tahu keluarga kedua belah pihak. (Wawancara Abdul Wahi. Begawe kematian: menurut Jakrah selaku masyarakat suku sasak, tradisi begawe kematian atau begawe khusus untuk orang yang sudah meninggal dilakukan oleh masyarakat sasak pertama berzikir pas hari ke-9 sembari dilaksanakan tradisi begawe yang dilaksanakan oleh masyarakat. Namun begawe kematian ini dilakukan selama 3 kali acara, pertama setelah 9 hari meninggal, kedua 40 hari meninggal dan yang terakhir selama 100 hari meninggal. (Wawancara. Jakra. Nilai Islam dalam Tradisi Begawe Bersyukur Syukur dapat diartikan membalas suatu kebaikan serta memberikan suatu pujian kepada siapa saja yang telah memberikan kebaikan atau membalas kebaikan yang sudah diberikan, bukan sekedar dengan memuji namun sekaligus melakukan tindakan yang menjadikan senang bagi orang yang memberi kebaikan(Tazaka Syukur merupakan suatu hal yang dilakukan oleh seseorang apabila ia mendapatkan suatu kenikmatan untuk dijalankan dan diselesaikan. Bersyukur merupakan nilai Islam yang terkandung dalam tradisi Begawe masyarakat sasak di Lombok. Bersyukur bisa menjalankan kegiatan begawe atau sukuran. Bersyukur bisa menyelesaikan acara serta masyarakat bersyukur atas tradisi yang dilakukan, baik itu tradisi begawe Khatmil QurAoan, begawe merarik/pernikahan serta begawe kematian dilaksanakan dengan lancar. NILAI ISLAM DALAM TRADISI BEGAWE PADA MASYARAKAT SUKU SASAK DI DESA SISIK LOMBOK TENGAH Vol. 23 Nomor 2 Oktober 2023 Yuliani ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X Ukhuwah Ukhuwah dalam Islam memiliki makna sebagai seseorang yang bersaudara. Ukhuwah diartikan juga sebagai teman akrab serta sahabat (Miftah Faridi 2. dalam menjalankan apa pun serta memiliki rasa serasi dalam menjalankan banyak kegiatan. Masyarakat membutuhkan ukhuwah karena dengan ini bisa memudahkan segala hal yang dilakukan ketika melakukan interaksi dengan masyarakat yang lain. Dalam surah Al- Hujurat dijelaskan pada ayat 49:10 dijelaskan sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Oleh karena itu, damaikanlah kedua saudaramu (Nursi 2. Tradisi begawe memiliki nilai-nilai Islam yaitu adanya ukhuwah atau terjalinnya suatu Melalui tradisi ini masyarakat semakin dekat dengan warga sekitar dan bisa saling mengayomi. Tradisi yang dilakukan secara turun temurun ini bisa membuat masyarakat setempat saling bantu membantu dalam persiapan acara sampai selesai. Dari sini ukhuwah dapat terbentuk oleh masyarakat sekitar. Silaturahmi Sebagai makhluk sosial, manusia tidak akan sanggup hidup sendiri tanpa kehadiran dan bantuan orang lain. Silaturahmi merupakan suatu nilai untuk menyambung tali kasih sayang, gemar bersilaturahmi akan menimbulkan perasaan akrab, saling mengerti dan memahami sehingga memudahkan dalam menjalankan komunikasi yang baik dalam bermasyarakat . atih Mansur 2. Silaturahmi juga dapat berarti menyambung suatu hubungan dalam kekeluargaan sehingga masyarakat memiliki nilai dalam menyambung hubungan kekeluargaan dalam menjalankan kegiatan. Selain membentuk ukhuwah, tradisi begawe juga dapat menjadi momen silaturahmi, karena yang memiliki hajat mengundang masyarakat Desa lain yang bukan dari Desanya untuk ikut hadir. Bisa dikatakan, tradisi begawe dapat membentuk nilai silaturahmi dan menyambung hubungan dengan keluarga, kerabat yang ada di mana-mana dengan sistem saling pesilak atau mengundang. Maka dengan hal ini silaturahmi tetap terjalin dengan keluarga, sahabat dan masyarakat yang ada di sana. https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 Dampak Tradisi Begawe Pada Masyarakat Sasak Terbentuknya solidaritas sosial Solidaritas merupakan suatu tindakan yang dilakukan seseorang dalam bermasyarakat yang didasarkan atas rasa persatuan dan kesatuan yang dimiliki (Fatmahandayani et al. Selain nilai agama, nilai sosial juga terbentuk dalam tradisi begawe di mana masyarakat saling membantu dalam mempersiapkan acara sampai Dari beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat dalam membantu masyarakat lain yang memiliki acara atau yang mempunyai hajatan, dari sini dapat dilihat dampak yang bisa dirasakan oleh masyarakat sasak Lombok Tengah, yaitu masyarakat memiliki nilai sosial atau dampak dalam tradisi begawe. Masyarakat bisa membentuk solidaritas sosial karena adanya suatu persatuan dan kesatuan yang dimiliki oleh masyarakat untuk saling Semakin dekat dengan masyarakat setempat Selain adanya solidaritas yang terbentuk dari rasa kesatuan dan persatuan, dampak lain juga bisa dirasakan oleh masyarakat setempat dalam menjalankan tradisi begawe. Setiap kali masyarakat melaksanakan tradisi begawe, dampak bagi masyarakat ialah mereka semakin dekat dengan masyarakat setempat, saling membantu, tolong menolong, dengan rasa persaudaraan yang tinggi. Hal ini bisa dilihat dari proses persiapan sampai penutupan acara masyarakat masih melakukan interaksi secara Ini menunjukkan bahwa tradisi begawe memiliki dampak nyata mendekatkan masyarakat setempat. IV. PENUTUP Tradisi begawe atau pesta yang dilaksanakan oleh masyarakat suku Sasak merupakan acara yang sakral karena sudah dijalankan sejak turun temurun. Tradisi begawe dilakukan oleh masyarakat dalam membuat acara seperti khatmil quAoan, merarik atau menikah dan begawe untuk seseorang yang sudah meninggal NILAI ISLAM DALAM TRADISI BEGAWE PADA MASYARAKAT SUKU SASAK DI DESA SISIK LOMBOK TENGAH Yuliani Vol. 23 Nomor 2 Oktober 2023 https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X dalam istilah sasak nyiwak atau 9 hari di alam kubur metang dsae atau 40 hari di alam kubur dan nyatus yaitu 100 hari di alam kubur. Masih banyak macam begawe yang dilaksanakan oleh masyarakat suku sasak. Tradisi ini selain men- gandung nilai sosial karena sistem saling tolong menolong juga memiliki nilai agama sehingga masyarakat sampai saat ini masih tetap menjalankan tradisi begawe. DAFTAR PUSTAKA