e-ISSN: 2654-8488 Jurnal Riset Akuntansi Aksioma https://aksioma. Vol. 23 No. Juni 2024 ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENERIMAAN DAN PENGELUARAN ATAS PERSEDIAAN BARANG GUDANG DI BINTANG FLORES HOTEL Isabela Orati Jeni1. Agus Wahyudi2* Akuntansi Perpajakan. Politeknik eLBajo Commodus. Labuhan bajo. Indonesia, oratijeni04@gmail. Akuntansi Perpajakan. Politeknik eLBajo Commodus. Labuhan bajo. Indonesia, aguswahyudi@poltekelbajo. Riwayat Artikel: Received: 24 April 2024 Revised: 24 Mei 2024 Accepted: 11 Juni 2024 Publlished: 20 Juni 2024 Corresponding Author: Nama: Agus Wahyudi Email: aguswahyudi@poltekelbajo. DOI: 10. 29303/aksioma. A 2024 The Authors. This open access article is distributed under a (CC-BY Licens. Abstract: This study aims to analyse the application of the internal control system in the receipt and release procedures for warehouse inventory at Bintang Flores Hotel. The research uses qualitative methods, data collection techniques used through observation, interviews and documentation. Starting with direct observation of the process or procedure for receiving and issuing goods at Bintang Flores Hotel, conducting interviews and documentation, then analysing the data, testing the validity of the data and drawing conclusions. The next stage is to provide recommendations and suggestions regarding the procedures for receiving and issuing goods at Bintang Flores Hotel and analyses related to the internal control The results of this study indicate that the process of receiving and issuing goods at Bintang Flores Hotel has not been carried out optimally. This can be seen from when receiving there is no Purchase order document (P. as a supporting document in checking the type, price and quantity of goods ordered. Furthermore, in the procedure for releasing goods, there is no special warehouse staff in charge of recording or recapitulating every inventory that comes out of the warehouse, besides that there is no special supervision carried out by cost controllers in the process of receiving and distributing goods. The internal control system has not been fully implemented properly, such as control activities, risk assessment and monitoring have not been implemented optimally (Researcher,2. Keywords: Goods Receipt. Goods Release,Inventory. Information system Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem informasi akuntansi dalam prosedur penerimaan dan pengeluaran atas persediaan barang gudang di Bintang Flores Hotel. Penelitian menggunakan metode kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Vol. No. Juni 2024 Mulai dengan melakukan observasi pengamatan secara lansung proses atau prosedur penerimaan dan pengeluaran barang di Bintang Flores Hotel, melakukan wawancara dan dokumentasi selanjutnya menganalisis data, uji keabsahan data dan menarik kesimpulan. Tahap selanjutnya adalah memberikan rekomendasi dan saran terkait prosedur penerimaan dan pengeluaran barang di Bintang Flores Hotel dan analisis terkait sistem pengendalian internalnya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa prosesdur penerimaan dan pengeleluaran barang di Bintang Flores Hotel belum di jalankan secara maksimal. Hal ini terlihat dari saat melakukan receiving tidak adanya dokumen Purchase order (P. sebagai dokumen pendukung dalam mengecek jenis, harga dan jumlah barang yang dipesan. Selanjutnya pada prosedur pengeluaran barang tidak adanya staff khusus gudang yang bertugas untuk mencatat atau merekap setiap persediaan yang keluar dari gudang selain itu tidak adanya pengawasan khusus yang di lakukan cost controll dalam proses peneriman serta pengeluran Sistem pengendalian internal sepenuhnya belum diterapkan dengan baik seperti aktivitas pengendalian, penilaian resiko serta pemantauan belum di terapkan secara maksimal (Peneliti,2. Kata kunci : Persediaan, penerimaan barang, pengeluaran barang, sistem informasi akuntansi PENDAHULUAN Sejak Tahun 2019. Labuan Bajo ditetapkan sebagai kota pariwisata super prioritas oleh Presiden Joko Widodo, untuk menunjang pariwisata ini banyak para investor dari penjuru dunia berlomba-lomba ke Labuan Bajo dengan tujuan untuk mendirikan industriindustri hotel di Labuan Bajo dan usaha yang lainya yang dapat menunjang pariwisata tersebut, industri hotel yang merupakan industri penyedia jasa penginapan, makanan dan minuman serta jasa yang lainya yang disediakan untuk masyarakat umum. Kehadiran industri ini juga dapat membantu ekonomi masyarakat lokal karena lapangan pekerjaan semakin luas. Dalam menjalankan usaha tentunya hotel selalu ingin mendapatkan yang terbaik sehingga semuanya tergantung pada persediaan yang dapat mendukung operasional hotel dan sudah sesuai dengan prosedur yang telah di tentukan. Salah satu hotel yang berdiri di Labuan Bajo adalah Bintang Flores Hotel yang merupakan hotel bintang 4 yang sudah beroperasi sejak Tahun 2008, seperti hotel lainnya Bintang Flores Hotel juga memiliki beberapa departemen yang memiliki fungsi dan tugas masingmasing Seniman,. Salah satunya adalah bagian yang menyediakan barang-barang yang digunakan untuk operasional hotel yaitu accounting departemen. Fungsi yang terkait didalamnya adalah Purchasing. Receiving dan Store ketiga bagian ini sangat berpengaruh terhadap barang yang digunakan untuk operasional hotel. Purchasing ketika melakukan pembelian harus teliti, supaya barang yang dibeli sesuai dengan Purchase Requistion (PR) yang dibuat oleh setiap outlet dan departemen lain yang membutuhkan barang. Receiving ketika menerima barang receiving harus teliti memeriksa kembali barang tersebut degan mengecek jumlah dan kualitas barang yang diterima, store dalam menerima dan mengeluarkan barang gudang bagian store juga harus bisa memastikan jenis dan jumlah barang yang dikeluarkan agar tidak terjadi kesalahan, karena bisa berdampak pada saat melakukan inventorry pada akhir bulan. Pada Bintang Flores Hotel masih terdapat beberapa kendala dalam prosedur panerimaan dan pengeluaran barang gudang, masih kurangnya pemantauan atau pengawasan yang dilakukan bagian purchasing dan receiving karena dari kedua bagian ini dikerjakan oleh satu staff atau karyawan saja sehingga mengakibatkan satu pekerjaan tidak terkontrol dengan baik dan menimbulkan Jeni & Wahyudi: Analisis Sistem Pengendalian. masalah yang berdampak pada jumlah persediaan barang fisik yang ada di store dan jumlah barang yang ada di sistem yang di gunakan di Hotel yaitu Visual Hotel Program (VHP) tidak sesuai karena, cost controll dan store juga di kerjakan oleh satu karyawan saja, dari kasus yang terjadi ini perlu adanya penerapan sistem pengendalian internal yang baik (Peneliti,2. Sistem pengendalian internal merupakan suatu rangkaian tindakan dan aktivitas yang terjadi pada seluruh kegiatan organisasi dan berjalan secara terus menerus. Sistem pengendalian internal bukanlah suatu terpisah dalam suatu organisasi, melainkan harus dianggap sebagai bagian yang melekat dari setiap sistem yang dipakai manajemen untuk mengatur dan mengarahkan kegiatannya. Sistem pengendalian internal merupakan proses yang menyatu dengan kegiatan operasional organisasi serta menjadi dasar bagi pelaksanaan kegiatan, oleh karena itu setiap industri perlu melakukan analisis pengendalian internal. Terkait sistem pengendalian internal terdapat penelitian terdahulu diantaranya Rahayu & Arnawa, . enunjukan belum tercapainya pengendalian dengan baik di karenakan masih terjadinya penyimpangan pada proses penerimaan dan pengeluaran barang yang menyebabkan tingginya food cost,diantaranya adanya perbedaan harga yang tertera pada invoice dengan purchase order (PO), masa kedaluwarsa barang terlalu dekat hingga kemasan barang yang tidak rapat, juga pada proses pengeluaran dimana store requisition (SR) barang yang belum lengkap dan belum di tanda tangani pejabat yang berwenang serta pada saat pengambilan barang sering tidak menggunakan store requisition (SR). Hal ini juga didukung oleh penelitian Nurranto, et al. yang menyatakan bahawa pengendalian internal PT Suzuya berperan penting dalam melindungi asset, mencegah kecurangan dan menjaga keadalan Namun pada waktu tertentu persusahan memperbaiki prosedur dan meningkatkan pemahaman staf terhadap langkah Aelangkah yang ada, sehingga sebagai hasil rekomendasi penelitian terhadap PT Suzuya untuk memperkuat lagi sistem pengendalian internal seperti peningkatan pelatihan karyawan, optimalisasi teknologi informasi dan penguatan prosedur penerimaan dan pengeluaran barang. Menurut Yanti, . yang menyatakan bahwa sistem penerimaan persediaan barang gudang sesuai dengan teori dan kaidah yang ada. Namun, prosedur pengeluaran barang persediaan gudang belum sepenuhnya sesuai dengan teori dan kaidah yang ada. Terlihat dari prosedur pengeluaran barang gudang tanpa adanya store requisition secara fisik yang diotorisasi oleh head departemen, serta pencetakan dokumen tersebut dilakukan setelah inventory oleh store keeper. Selain itu, sistem pengendalian internal dalam prosedur penerimaan dan pengeluaran barang persediaan belum sepenuhnya dijalankan. Terlihat dari adanya perangkapan antara receiving, store keeper, dan cost control. Dilihat dari penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh setiap peneliti tentang sistem pengendalian internal penerimaan dan pengeluaran atas persediaan barang, terdapat beberapa perberbedaan, seperti tahun, daerah serta objek penelitian. diantaranya penelitian yang dilakukan oleh Rahayu & Arnawa, . daerah penelitian yang dilakukan di Bali dan data yang di gunakan adalah data primer dan sekunder. Penelit yang dilakukan oleh Nurranto, et al, . 3 ) penelitian dilakukan di PT Suzuya. Teknik pengumpulan data mengunakan sumber data pimer dan sekunder, desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian eksperrimental atau survei. Sistem pengendalian internal pada industri perhotelan sangat penting untuk diterapkan, salah satunya adalah pada Bintang Flores Hotel. Sistem pengendalian internal yang akan dilakukan yaitu sistem pengendalian internal pada penerimaan dan pengeluaran barang gudang di Bintang Flores Hotel, dimana perlu dianalisis agar operasional hotel berjalan dengan lancar dan terhindar dari parktik kerja yang curang yang menyebabkan kerugian terjadi pada hotel. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem pengendalian internal dalam prosedur penerimaan serta pengeluaran barang gudang di Bintang Flores Hotel. Vol. No. Juni 2024 METODE Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer, yang di dapatkan langsung dari objek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan cara pengumpulan data, menganalisis data, uji keabsahan dan menarik kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Bintang Flores Hotel Bintang Flores Hotel merupakan salah satu hotel pertama yang ada di Labuan Bajo. Manggarai Barat. Nusa Tenggara Timur. Dimana nama Bintang Flores Hotel merupakan nama yang diberikan langsung oleh pemilik hotel yaitu Bapak Ale Sugiarto. Hotel berbintang 4 . ini mulai beroperasi pada tanggal 08 Mei 2008 yang berlokasi di Jalan Pantai Pede dengan luasnya sekitar 1 ha. Bintang Flores Hotel terletak pada tempat yang sangat strategis karena hanya berjarak 2,99 km dengan Bandar Udara Komodo Labuan Bajo dan sekitar 1,98 dari Pelabuhan Labuan Bajo atau dapat ditempuh dalam waktu 10 sampai 15 menit saja. Hotel ini cukup mudah dijangkau karena berdekatan dengan fasilitas publik. Dalam pelayanannya. Bintang Flores Hotel menawarkan pelayanan internasional dengan fasilitas yang sangat baik dan pemandangan yang sangat menakjubkan. Selain itu, hotel ini didirikan karena mendapat dukungan dari masyarakat dan pemerintahan Manggarai Barat sendiri. Prosedur Penerimaan dan Pengeluaran Barang Prosedur Penerimaan barang di Bintang Flores Hotel Aktivitas penerimaan barang di Bintang Flores Hotel melibatkan beberapa bagian yang ada di Accounting Departemen yakni receiving. Receiving, bagian yang bertugas untuk menerima, memeriksa barang yang datang dari supplier atas orderan yang dilakukan oleh bagian Purchasing sesuai dengan Purchase Requistion (PR) yang dibuatkan oleh setiap outlet. receiver harus bisa memeriksa barang dengan teliti agar barang yang diterima sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh hotel dan selanjutnya receiver menginput faktur penjualan ke sistem yang digunakan oleh hotel. Langkah-langkah penerimaan barang gudang di Bintang Flores Hotel berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti dengan Departemen Head Accounting: Receiver menerima barang dari supplier atau vendor, dengan meneyiapkan dokumen seperti Purchase Requistion (PR) yang diterima dari bagian Purchasing . Reciver melakukan proses receiving barang dari supplier, dengan meminta Nota/faktur rangkap tiga yang dibawakan oleh supplier untuk mencocokan jenis barang, harga barang serta jumlah barang yang dipesan sesuai dengan purchase requistion (PR). Setelah barangnya selesai di receiving dan semuanya selesai di periksa, reciver menandatangani faktur rangkap tiga tersebut dan untuk faktur coppy nomor dua . di pegang oleh reciver untuk di input ke sistem dan di arsipkan secara permanen. Barangnya disimpan kesetiap gudang sesuai jenis barangnya. Receiver akan menginput faktur tersebut ke sistem sebagai laporan pada akhir bulan, yang diakui sebagia biaya dalam laporan keuangan hotel. Mengarsipkan dokumen yang telah di input. Jeni & Wahyudi: Analisis Sistem Pengendalian. Flowchart Penerimaan barang gudang di Bintang Flores Hote Supplier Receiving Faktur coppy Faktur Membawa barang ke Menginput faktur ke Faktur Purchase Requistion Arsip Faktur Simpan barang ke Gambar 1. Flowchart penerimaan barang Sumber: Bintang Flores Hotel, 2024 Prosedur Pengeluaran Barang di Bintang Flores Hotel Aktivitas pengeluaraan barang Gudang di Hotel berhubungan dengan orang Store. Store, berfungsi untuk mengontrol semua barang yang masuk atas pembelian maupun keluar dari gudang atas permintan dari setiap departemen ataupun outlet, setiap outlet dan departemen yang ingin mengambil barang di gudang harus membuat requisition sehingga bagian store bisa memberikan barang sesuai dengan list yang ada di requisition tersebut selanjutnya input requisition tersebut ke sistem. Adapun di Bintang Flores Hotel sistem pengeluaran barang yang diterapakan itu sedikit berbeda karena untuk staff gudang itu tidak tersendiri masih merangkap. Jadi untuk yang bertugas di store itu semua karyawan atau staff accounting. LangkahAelangkah penegluaran barang gudang di Bintang Flores Hotel berdasarkan hasil Observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti dengan departemen head accounting: Setiap Outlet dan Departemen yang ingin mengambil barang harus membuat Store Requistion (SR) rangkap dua. Memberikan dokumen store requestion ke staff accounting untuk mengambil barang yang dibutuhkan. Staff accounting megecek store requisition yang diberikan oleh masing-masing outlet atau departemen dan memberikan barang ke tertera di SR. Setelah semua Vol. No. Juni 2024 . barang yang di berikan ke outlet atau departemen yang meminta barang, selanjutnya staff accounting menandatagani store requiston (SR) sebagai bukti sah pengeluaran barang gudang . Langkah selanjutnya dokumen asli yang di pegangoleh staff accounting diinput ke sistem, setelah di input dokumennya di arsipkan secara permanen. Flowchart pengeluaran barang di Bintang Flores Hotel Outlet/Departemen Staff Accunting Menerima PR dari Outlet/dep Mulai Membuat Store (RS) Memberi barang ke Mengambil SR coppy Input SR Arsip SR Asli SR Asli Gambar 2. Flowchart pengeluaran barang Sumber: Bintang Flores Hotel, 2024 Menurut regulasi yang sebenarnya diterapkan di hotel berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan Departemen Head Accounting Bintang Flores Hotel harusnya Bagian gudang itu tersendiri untuk bisa mengontrol semua barang gudang/store baik yang masuk ke gudang maupun yang keluar dan pada saat melakukan pengecekan barang yang masuk ke hotel receiving bisa mengecek barang dengan diawasi lansung oleh Cost Control. Bagian Gudang juga harus melakukan pencatatan atas barang yang masuk ke setiap store. Adapun dokumen yang harusnya digunakan Jeni & Wahyudi: Analisis Sistem Pengendalian. dalam mengecek barang masuk yaitu Purchase Order (PO) yang akan disesusiakan dengan faktur penjualan yang di bawa supplier. Purchase order (PO) yang dipegang receiving dibuat oleh bagian purchasing rangkap dua, untuk supplier dan untuk receiving yang dibuat sesuai dengan purchase requistion (PR) dari masing masing outlet ataupun departemen yang membutuhkan Pada Bintang Flores Hotel dalam praktik kerjanya banyak karyawan atau staff Accounting yang kerjanya merangkap dimana fungsi receiving dikerjakan oleh staff purchasing dan Store juga di rangkap oleh semua staff Accounting, untuk meminimalisir terjadinya kesalahan dalam proses penerimaan barang gudang di Bintang Flores Hotel peneliti Merekomendasikan tambahan personil di gudang yang berfugsi mengontrol barang masuk ke gudang dan untuk melakukaan pencatatan laporan barang masuk sehingga memudahkan pada saat melakukan proses inventory setiap akhir bulan dan perlu adanya tambahan dokumen dalam proses penerimaan barang yakni PO sebagai tanda sah pemesanan barang ke supplier. Rekomendasi Flowchart Penerimaan barang Supplier Receiving Gudang Faktur Mulai Accounting Penjuialan Arsip Arsip faktur Mengantar barang ke Hotel Mencatat Faktur Kartu gudang Purchase order (PO) Menand Faktur Menyimpan Input faktur ke Faktur coppy Gambar 3. Flowchart rekomendasi penerimaan barang Sumber: Peneliti, 2024 Vol. No. Juni 2024 Adapun prosedur pengeluaran barang Bintang Flores Hotel belum sesuai dengan lima unsur sistem pengendalian internal. Dimana dalam prosedur pengeluaran barang pemisahan fungsi tugas belum memadai dan proses pencatatan dari gudangpun belum ada seperti rekapitulasi barang keluar dari gudang dan untuk staff khusus gudang belum ada masih dikerjakan oleh seluruh staff yang ada di departemen Accounting. Melihat ini sebagai masalah oleh peneliti maka merekomendasikan untuk staff khusus gudang tersendiri supaya pencatatan atas pengeluran barang dari gudang itu jelas dan tidak kendala dalam menentukan jenis biaya atau pengelompokan biaya sesaui departemen dan juga bisa lebih mudah menyesuaikan jumlah barang yang disistem dan jumlah barang fisik. Rekomendasi Flowchart Pengeluarang barang Outlet/departemen Mulai Gudang Membu at store SR Asli Input SR ke sistem Mencatat Store Buku Arsipakan SR Asli Menanda Gambar 4. Flowchart rekomendasi pengeluaran barang Sumber: Peneliti, 2024 Analisis sistem pengendalian penerimaan dan penegluaran atas persediaan barang di Bintang Flores Hotel Analisis penegndalian internal sangat penting di lakukan untuk menjaga persediaan dengan baik, persediaan yang merupakan aset penting hotel. Berikut ini analisis pengendalian internal penerimaan dan pengeluaran barang: Lingkungan pengedalian Prosedur penerimaan barang hotel sudah dilakuakan dengan baik oleh reciver sesuai dengan tempat yang harus di lakukannya proses receiving. Receiver memeriksa barang dengan teliti dan menyesuaikannya dengan purchase requistion (PR), hal ini yang perlu di perhatikan pada setiap barang yang masuk ke hotel supaya tidak terjadinya kerugian pada hotel. Untuk prosedur pengeluaran barang Jeni & Wahyudi: Analisis Sistem Pengendalian. gudang di hotel perlu adanya pengawasan khusus dari bagian yang berwenang seperti Staff accounting. Penilain resiko Untuk menilai resiko pada prosedur penerimaan barang pihak hotel memastikan seluruh dokumen penerimaan tidak adanya kesalahan dalam penulisan. Receiving akan memeriksa dengan teliti dokumen - dokumen yang di gunakan seperti faktur penjualan di pastikan semuanya tidak ada kekeliruan dalam mencantumkan harga, jumlah barang dan dipastikan kualitas dan kuantitasnya telah sesuai dengan purchase Requistion (PR). Sehingga hal ini mempermudah cost controll dalam melakukan pengendalian biaya. Sedangkan pada Prosedur penegluaran barang gudang belum adanya pencatatan yang dilkukan secara manual oleh pihak hotel sehingga adanya kekeliruan dalam proses inventorry yang dilakukan setiap akhir bulan oleh Accounting Departemen. Aktivitas pengendalian Prosedur penerimaan barang yang bertanggung jawab adalah receiving dan memiliki atasan yang mengotorisasi dan melakukan review atas pekerjaanya. Sehingga pihak hotel dapat memantau alur kerja dengan baik, karena adanya pengecekan yang dilakukan oleh bagaian cost controll pengecekan kondisi persediaan baik dari segi kualitas hingga kuantitas barang. Sedangkan pada prosedur pengeluaran barang gudang belum adanya aktivitas pengendalian barang dengan baik karena belum adanya staff khusus untuk store sehingga staff accounting kerjanya merangkap. Informasio dan komunikasi Pihak hotel sangat mudah dalam menjalankan pekerjaan karena terhubung dengan sistem yang memadai. Melalui sistem tersebut dapat mengetahui informasi mengenai persediaan dan memudahkan dalam menyampaikan informasi dengan Pemantauan Pada prosedur penerimaan barang belum adanya Pemantauan dilakukan oleh departeman head accounting yang merangkap bagian cost controll yang di lakukan untuk bagian receiving dalam menerima barang yang masuk ke hotel dan menerima laporan atas barang yang masuk ke hotel. Pada prosedur penegluaran barang adanya pemantauan secara lansung dari cost controll SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian analisis pengendalian internal penerimaan dan pengeluaran atas persediaan barang gudang di Bintang Flores Hote. Prosedur penerimaan barang di Bintang Flores Hotel belum sesuai dengan unsur sistem penegndalian internal dimana belum adanya pemisahan tugas atau fungsi di bagian penerimaan barang seperti staff receiving merangkap dengan purchasing dan untuk bagian store masih di pegang seluruh oleh staff accounting. Dalam proses penerimaan barangpun masih belum terlihat aktivitas pengendalian dan pemantaun yang baik seperti fugsi cost controll yang harusnya mengewasi receiver dalam proses receiving barang yang masuk ke hotel. Terlihat juga dalam meniladi resiko seperti penggunaan dokumen yang digunakan dalam proses penerimaan yaitu tidak adanya Purchase Order yang digunakan oleh Receiver hanya menggunakan Purchase Requistion saja yang di dapatkan dari Setiap Outlet atau departemen yang memesan barang. Harusnya ada PO karena dokumen ini sebagai tanda sah pemesan barang yang dilkuakan purchasing ke Purchase order juga sebagai dokumen pendukung untuk bisa mencocokan nama, harga dan jumlah barang dengan faktur yang dibawahkan oleh supplier. Adapun Prosedur penegluaran barang gudang, pada prosedur ini juga belum diterapkan dengan baik, dimana dalam proses ini masih belum adanya pemisahan tugas yang jelas dan Vol. No. Juni 2024 untuk pencatatan dalam melakukan pengeluaran barang gudang tidak ada seperti pembuatan bin card atau kartu gudang dan rekapitulasi jenis setiap barang yang dikeluarkan, sehingga pada saat melakukan inventory pada akhir bulan selalu terjadi selisih antara jumlah barang fisik dengan jumlah yang ada di sistem yang digunakan dilihat dari prosedur penerimaan dan pengeluaran barang Sistem pengendalian belum diterapkan secara maksimal di Bintang Flores Hotel, karena masih adanya kekeliruan dalam prosedur penerimaan dan pengeluaran barang seperti dokumen yang digunakan hotel pada saat melakukan departemen accounting kerjanya merangkap. Begitupun pada proses pengeluran barang belum adanya pemantaun khusus yang dilkukan oleh bagian cost controll terhadap receiving. Adapun saran yang di rekomendasikan sebagai bahan pertimbangan manajemen Bintang Flores Hotel. Penerimaan barang Pada proses penerimaan barang, perlu tambahan personil untuk gudang supaya bagian receiving lebih mudah mengontrol serta lebih fokus dan teliti dalam memeriksa barang yang masuk ke hotel. penambahan dokumen pendukung untuk memeriksa barang yang masuk ke hotel seperti Purchase Order (PO). sedangkan Penegluaran barang Pada prosedur pengeluran barang dari gudang harus adanya, setiap barang yang keluara dari gudang Sistem pengendalian internal Manajemen hotel harus mempertimbangkan lingkungan pengendalian seperti melakukan pengecekan secara langsung oleh departemen head accounting bagaimana kinerja karyawan dalam melakukan pekerjaannya. Mengkaji risiko yang mungkin terjadi kemudian membuat sistem kerja yang baru sehingga risiko Ae risiko dapat diminimalisir. Selain itu manajemen hotel juga harus mempertimbangkan aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan untuk membantu perusahaan menetapkan pengendalian internal yang baik. UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dalam proses penelitian ini. Isabela Orati jeni: Melakukan penelitian, penulisan serta pengumpulan data. Agus Wahyudi: sebagai dosen pembimbing. PENDANAAN Penelitian ini tidak menerima pendanaan eksternal. KONFLIK KEPENTINGAN Penulis menyatakan tidak ada konflik kepentingan karena dalam penelitian ini penulis tidak menerima pendanaan secara eksternal. DAFTAR PUSTAKA