ANALISIS FUNGSI DAN PERAN AUDIT INTERNAL DALAM MENINGKATKAN KINERJA PERUSAHAAN R. KARYA BAKTI Khairil Anshari1. Yurmaini2. Ainun Mardiah Rambe3. Rahmadiyah Wahyuni4 khairilanshari2107@gmail. com , yurmainiyus86@gmail. ainunmardiahrambe60@gmail. com, rahmadiahwahyuni1608@gmail. Dosen Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Labuhan Batu Dosen Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Labuhan Batu Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan ABSTRAK Audit internal merupakan proses/kegiatan konsultasi yang independent yang bertujuan memperbaiki operasional perusahaan. Penelitian ini adalah pendekatan lapangan . ield reseac. Data primer berasal dari informan, dan data sekunder yaitu Standar Operasional Prosedur. Dokumentasi, dan lainnya. Teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data: pengumpulan data, reduksi data, penarikan kesimpulan. Teknik penjamin keabsahan data: kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, konfirmabilitas. Hasil Penelitian: . Fungsi auditor operasional pada RS Karya Bakti belum terpenuhi, yaitu bagian khusus yang secara independent melakukan pemeriksaan dan penilaian terhadap pelaksanaan prosedur dan pencatatan. Pelaksanaan komunikasi dan penerimaan informasi atas pelayanan RS Karya Bakti belum memadai untuk mendukung pengendalian intern. Aktivitas pemantauan terhadap pengendalian intern pelayanan Kesehatan RS telah dilaksanakan Kepala Bagian Umum dan Personalia. Rumah Sakit Karya Bakti belum berperan aktif dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, karena belum ada audit khusus yang berperan untuk mengaudit segala aktivitas operasional rumah sakit. ABSTRAC Internal audit is an independent consulting process / activity aimed at improving company This research is a field approach . ield reseac. Primary data comes from informants, and secondary data are Standard Operating Procedures. Documentation, and Data collection techniques: observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques: data collection, data reduction, conclusion drawing. Data validity assurance techniques: credibility, transferability, dependability, confirmability. Research results: . The operational auditor function at Karya Bakti Hospital has not been fulfilled, namely a special section that independently examines and assesses the implementation of procedures and records. The implementation of communication and receipt of information on Karya Bakti Hospital services is not sufficient to support internal control. Monitoring activities on internal control of hospital health services have been carried out by the Head of General and Personnel. Karya Bakti Hospital has not played an active role in carrying out its operational activities, because there is no special audit whose role is to audit all operational activities of the hospital. Pendahuluan Dunia medis saat ini mengalami peningkatan yang sangat pesat terutama dalam bidang pelayanan. Kebijakan pemerintah tentang pendirian rumah sakit, puskesmas, dan yang lainnya sudah tersebar diberbagai daerah. Rumah sakit merupakan sebuah instansi yang bergerak dibidang jasa pelayanan kesehatan. Setiap rumah sakit dituntut untuk menjadi organisasi jasa yang berfokus pada konsumen sehingga memiliki kemampuan untuk dapat meningkatkan kinerja Setiap rumah sakit dituntut untuk menciptakan pelayanan kesehatan yang baik untuk menciptakan hal tersebut dapat diperlukan serangkaian kegiatan pemeriksaan dan evaluasi atas kegiatan operasional yang dilakukan oleh rumah sakit, berupa audit operasional. Proses audit operasional merupakan proses yang sangat penting. Oleh karena itu, tak heran proses ini menjadi penuh dengan tekanan karena kerap kali disebut sebagai proses Aumencari-cari kesalahanAy. Meskipun pada kenyataannya proses audit tidak hanya sebatas mencari kesalahan, karena proses audit ini mencakup hal-hal operasional perusahaan dengan ruang lingkup yang lebih besar. Setelah melakukan audit operasional, maka akan diterima hasil audit Hasil audit operasional dapat digunakan untuk bahan perbaikan ke depan sehingga rumah sakit selalu memberikan pelayanan yang efektif dan efisien. Audit operasional ini lebih ditekankan pada kegiatan pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk memeriksa apakah kebijakan, prosedur, dan kegiatan pelayanan kesehatan sudah mencapai tujuan yang diterapkan manajemen dan apakah tujuan tersebut dicapai dengan cara yang terbaik dan ekonomis. Audit operasional harus dilakukan oleh orang yang kompeten dan independen, dimana hasil auditnya sangat berguna untuk pihak manajemen dalam menentukan dan menilai kebijakan serta kegiatan perusahaan. Sejalan dengan teori fungsi dan peran audit operasional, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan audit operasional dan peran audit operasional di RS Karya Bakti telah efektif dan efisien. Landasan Teori Audit Operasional Menurut Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor: PER/05/M. PAN/03/2008 tentang Standar Audit Aparat Pengawasan Intern Pemerintah bahwa audit merupakan proses identifikasi masalah, analisis, dan evaluasi bukti yang dilakukan secara independent, obyektif, dan professional berdasarkan standar audit untuk menilai kebenaran, kecermatan, kredibilitas, efektivitas, efisien, dan keandalan informasi pelaksanaan tugas dan fungsi instansi pemerintah. Audit merupakan proses sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai asersi-asersi kegiatan dan peristiwa ekonomi, dengan tujuan menetapkan derajat kesesuaian antara asersi-asersi tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya, kemudian menyampaikan hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Audit juga diartikan sebagai pengumpulan data dan pengevaluasian bukti tentang informasi untuk menentukan dan melaporkan derajat kesesuaian antara informasi itu dan kriteria yang telah ditetapkan. (Prawitt, 2. Audit terbagi kedalam 3 jenis yaitu audit operasional . perational audi. , audit ketaatan . ompliance audi. , audit laporan keuangan . udit of financial statement. Fokus penelitian ini berada pada audit operasional, dimana audit operasional adalah Audit yang berorientasi pada efektivitas dan Efektivitas mengukur seberapa berhasil suatu organisasi mencapai tujuan dan sasarannya. Efisiensi mengukur seberapa baik suatu entitas menggunakan sumber dayanya dalam mencapai tujuan. Sebagai contoh, seorang auditor dapat memeriksa Badan Federal untuk menentukan apakah badan tersebut telah mencapai tujuannya seperti yang ditetapkan oleh kongres . dan menggunakan sumber daya keuangan secara benar . Tujuan dan Manfaat Audit Operasional Garis besar tujuan audit operasional ialah mengetahui kesesuaian prestasi manajemen dengan kebijakan dan ketentuan yang telah ditetapkan dan ingin melihat sejauh mana perkembangan prestasi manajemen dalam ukuran periode akuntansi sebelumnya. Menurut beberapa ahli, tujuan audit operasional dirangkum sebagai berikut: Menilai kinerja . dari manajemen dan berbagai fungsi dalam Menilai apakah persediaan perusahaan telah digunakan secara efesiensi dan Menilai efektivitas perusahaan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh manajemen publik. Memberikan rekomendasi ekomodasi kepada manajemen puncak untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang terdapat pada penerapan sistem pengendalian internet dan prosedur operasional perusahaan dalam rangka meningkatkan efesiensi, kekomoniasan dan efektivitas dari kegiatan operasionl (Muhaimin, 2. Kesimpulan dari tujuan audit operasional yaitu bahwa operasioanal dilakukan untuk mengevaluasi tingkat efesinsi dan efektivitas pelaksanaan aktivitas suatu organisasi. Audit operasional mengidentifikasi timbulnya penyelewengan dan penyimpangan yang terjadi dan kemudian membuat laporan yang berisi rekomendasi tindakan perbaikan selanjutnya. (Rachmawati, 2. Sejalan dengan tujuannya, audit operasional juga memiliki manfaat diantaranya: Memberikan informasi operasi yang relevan dan tepat waktu untuk pengambilan keputusan. Membantu pihak manajemen dalam mengevaluasi catatan, laporan-laporan dan pengendalian. Memastikan ketaatan terhadap kebijakan manajerial yang ditetapkan rencanarencana, prosedur serta persyaratan peraturan Mengidentifikasikan area masalah potensial pada tahap dini untuk menentukan tindakan preventif yang akan di ambil. Menilai kekekonomian dan efesiensi penggunaan sumber daya termausk memperkecil pemborosan. Menilai efektivitas dalam mencapai tujuan dan sasaran perubahaan yang telah ditetapkan. Menyediakan tempat pelatihan untuk personil dalam seluruh tahap operasi (Tunggal, 2. Peran dan Fungsi Audit Operasional Peran dan fungsi audit operasional telah menjadi lebih luas. Peran fungsi auditor internal tidak lagi sebagai AuwatchdogAy yang membantu manajemen untuk mengawasi kepatuhan pelaksanaan kegiatan telah ditinggalkan, tetapi juga memberikan layanan kepada organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi, kegiatan penjaminan . dan konsultasi . Hal ini dilakukan agar audit operasional yang modern dapat menjalankan fungsinya untuk memberikan nilai tambah organisasi dan mendorong tercapainya tujuan, diperlukan perubahan kultur organisasi yang organisasi tersebut diharapkan peka terhadap segala perubahan yang terjadi. Keberhasilan audit operasional saat ini dilihat bukan dari jumlah temuan, melainkan dari ukuran sejauh mana dapat membantu manajemen mengatasi permasalahan yang timbul dan berfungsi sebagai pemberi peringatan dini . arly warnin. (Permatasari, 2. Kinerja Perusahaan Kinerja perusahaan adalah bagian sangat penting, salah satu kinerja Perusahaan yang sering diukur adalah kinerja karyawan. Kinerja karyawan merupakan suatu tindakan yang dilakukan karyawan dalam melaksanakan pekerjaan yang diberikan instansi pemerintah. (Nurliati Hasibuan. Yurmaini. Erlianti, 2. selain kinerja karyawan, kinerja keuangan menjadi faktor utama yang oleh para pemangku kepentingan . dalam pengambilan keputusan adalah kinerja keuangan. Setiap perusahaan tentunya berkeinginan untuk memiliki kinerja yang baik dengan menghasilkan profit. Kinerja keuangan dinilai penting sebab untuk melihat bahwa suatu perusahaan yang menerapkan konsep dan praktik keberlanjutan mengalami perkembangan dengan menghasilkan profit. Membandingkan kinerja keuangan perusahaan dengan tahun sebelumnya inilah yang membuat para stakeholder dapat melihat pencapaian hasil yang diterima atas aktivitas yang dilakukan perusahaan dalam mengimplementasikan praktik keberlanjutan. Kinerja perusahaan yang baik sangat berperan mempengaruhi kemajuan, kelancaran, dan potensi dari jalannya proses kegiatan bisnis perusahaan. Rasio keuangan digunakan untuk melihat dan mengukur kondisi keuangan pada suatu perusahaan, serta mengukur besarnya kemampuan suatu perusahaan menghasilkan laba atau profit. (Anita&Anggreni. Metode Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan lapangan . ield reseac. Data utama atau primer yang digunakan berasal dari informan, sedangkan data sekunder penelitian ini yaitu Standar Operasional Prosedur (SOP). Daftar jenis fasilitas. Daftar Sumber Daya Manusia. Daftar Jenis Pelayanan Pemeriksan. Struktur Organisasi. Visi Misi Rumah Sakit. Sejarah. Dokumentasi. Jurnal-jurnal. Buku-buku dan lainnya. Teknik pengumpulan data digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari 3 analisis yaitu pengumpulan data, reduksi data, penarikan kesimpulan. Teknik penjamin keabsahan data terdiri dari 4 teknik yaitu kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, konfirmabilitas. Pembahasan Fungsi Audit Operasional Dalam Meningkatkan Kinerja Rumah Sakit Karya Bakti Fungsi audit operational merupakan sebagai alat bantu bagi manajemen untuk menilai efisien dan keefektifan pelaksanaan struktur pengendalian intern Fungsi audit operasional dalam meningkatkan kinerja yang didapati pada Rumah Sakit Karya Bakti sebagai berikut: Menentukan baik tidaknya internal control dengan memperhatikan pemeriksaan fungsi dan apakah prinsip akuntansi benar-benar telah Pada Rumah Sakit Karya Bakti pelaksanaan internal control pada prinsip akuntansi telah berjalan dengan baik, yaitu bagian keuangan telah membuat laporan keuangan sesuai dengan Standart Akuntansi yang berlaku, dan hasil laporan keuangan tersebut selalu dilaporkan oleh bagian keuangan ke Yayasan Rumah Sakit Karya Bakti dengan tepat waktu, sesuai dengan peraturan dan waktu yang telah dibuat Rumah Sakit Karya Bakti. Bertanggung jawab dalam menentukan apakah pelaksanaan sesuai dengan rencana policy dan prosedur yang telah ditetapkan sampai nilai apakah hal tersebut telah diperbaiki atau tidak. Pada RS. Karya Bakti belum sepenuhnya melaksanakan rencana policy dan prosedur yang telah ditetapkan, masih ada kurangnya pengawasan pada ruang rawat inap yang tidak sesuai dengan kapasitas ruang rawat inap pada RS. Karya Bakti, dilihat dari fasilitas yang diberikan untuk pasien rawat inap dari petugas kebersihan, perawat, perlengkapan tempat tidur, dan obat-obatan masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan langsung, sehingga pelaksanaannya belum sesuai dengan rencana policy dan prosedur yang efektif dan efisien. Memverifikasi adanya keuntungan kekayaan atau asset termasuk mencegah dan menentukan penyelesaian. Pada Rumah Sakit Karya Bakti keuntungan yang diterima berdasarkan pasien yang melakukan pemeriksaan dan pengobatan pada RS. Karya Bakti baik pasien rawat inap ataupun pasien rawat jalan dan pasien BPJS yang diterima oleh R. yang akan di klaim ke kantor BPJS untuk pencairan dana pasien. Memverifikasi dan menilai tingkat kepercayaan terhadap sistem akuntansi dan Pada Rumah Karya Bakti belum sepenuhnya menilai tingkat kepercayaan terhadap sistem akuntansi dikarenakan masih ada ruang rawat inap yang tidak sesuai dengan jumlah pasien rawat inap, dan fasilitas yang diberikan untuk pasien rawat inap baik dari fasilitas petugas kebersihan, perawat, perlengkapan tempat tidur ataupun obat-obatan yang diberikan kepada pasien belum sepenuhnya memadai fasilitas yang diberikan Rumah Sakit Malahayati Medan, sehingga pelaporan masih belum efektif dan efisien. Melaporkan secara objektif apa yang diketahui kepada manajemen disertai rekomendasi perbaikan. Pada RS. Karya Bakti, pelaksanaan dan pengawasan dalam pelaporan belum secara efektif dan efisien, masih terdapat keterlambatan laporan mengenai kekurangan ruang rawat inap untuk pasien rawat inap dan penambahan obat-obatan, jumlah perawat dan penambahan petugas kebersihan, masih terlihat beberapa tugas dari masing-masing bagian yang belum sepenuhnya dijalankan secara efektif dan efisien. Peran Audit Operasional Dalam Meningkatkan Kinerja Rumah Sakit Karya Bakti Audit operasional berperan dalam memberikan jaminan bahwa pengendalian intern yang berkaitan dengan kepatuhan tanpa kecurangan pelanggaran hukum telah memadai dan efektif. Auditor internal harus mampu memiliki dan mengevaluasi berbagai hasil yang telah dicapai manajemen, mampu mendeteksi dan mengantisipasi kelemahan yang mungkin terjadi di masa depan. Pada Rumah Sakit Karya Bakti peranan audit operasional belum sepenuhnya menjalankan tugas dengan baik, dikarenakan ada beberapa bagian yang belum tepat waktu dalam melaporkan hasil evaluasi yang telah dilakukannya, adanya permasalahan pada ruangan rawat inap yang tidak sesuai dengan jumlah pasien rawat inap dan kurangnya ruangan untuk pasien, fasilitas yang diberikan untuk pasien rawat inap dari petugas kebersihan, perawat, perlengkapan tempat tidur, dan obat-obatan masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan langsung, sehingga peranan audit operasional untuk pengawasan dan pengendalian ruang rawat inap dan fasilitas yang terdapat pada ruangan rawat inap belum sesuai dengan rencana dan prosedur yang yang telah ditetapkan atau dilaksanakan R. Karya Bakti sehingga belum berjalan secara efektif dan efisien. Pelaksanaan audit operasional pada Rumah Sakit Karya Bakti dilakukan kedalam 5 . tahapan, yaitu: Pertama, tahap perencanaan ini pelaksanaan audit operasional bertugas dalam memperoleh informasi umum mengenai aktivitas yang ada di Rumah Sakit Karya Bakti untuk membantu perencanaan awal pemeriksaan. Kedua, tahap program kerja yaitu audit harus mempersiapkan program atau rencana kerja audit operasional guna pelaksanaan audit operasional yang efektif dan efisien. Ketiga, tahap kerja lapangan yaitu menentukan efektivitas dari manajemen dan Tujuan dilakukannya tahap ini adalah untuk menentukan apakah masalah pada area yang sudah ditentukan perlu adanya perbaikan atau tindak lanjut untuk menangani masalah. Keempat. Tahap Pengembanagan dan rekomendasi atas Maslaah yang sudah ditentukan pada tahap pemeriksaan lapangan akan dilakukan pengembangan hasil temuan pada tahap ini berdasarkan kondisi, kriteria, dampak, sebab, dan rekomendasi. Kelima. Tahap dimana audit mempersiapkan laporan yang berisi temuan dan rekomendasi Tindakan perbaikan atau tindak lanjut dari hasil pemerikasaan kepada pihak manajemen. Pada akhir audit operasional biasanya dimuat beberapa rekomendasi untuk mengatasi beberapa kelemahan yang ada serta kemungkinan-kemungkinan untuk menuju perbaikan yang diharapkan dapat membantu manajemen dalam melaksanakan operasi perusahaan, khususnya pelayanan kesehatan Rawat Inap ini dengan lebih baik dan ekonomis. Sehingga pada akhirnya pelayanan kesehatan akan tercapai dan tujuan perusahaan dapat terlaksana dengan baik. Analisis Fungsi dan Peran Audit Operasional Dalam Meningkatkan Kinerja Rumah Sakit Karya Bakti Analisis fungsi dan peranan audit operasional pada RS Karya Bakti belum sepenuhnya melakukan pengawasan . elaksanakan tuga. sebagai seorang auditor internal yang baik, karena pekerjaan seorang auditor masih dirangkap oleh Kepala Bagian Umum dan Personalia, hal ini mengakibatkan efektivitas pelayanan dan kinerja pada Rumah Sakit Karya Bakti menurun atau belum berjalan secara efektif dan efisien. Hal ini bertolak belakang dengan teori pendekatan audit yang biasa dilakukan dalam suatu manajemen audit adalah menilai efisiensi, efektivitas, dan keekonomisan dari setiap fungsi yang terdapat dalam perusahaan. Audit operasional pada Rumah Sakit Karya Bakti belum terlaksana dengan baik, karena belum ada audit operasional khusus yang diutus Rumah Sakit Karya Bakti untuk melakukan pengawasan terhadap seluruh kegiatan operasional rumah Hal ini terlihat dari segi kualitas hasil, ketetapan dan pemanfaatan waktu. Audit operasional pada Rumah Sakit Karya Bakti belum berperan secara baik sesuai peraturan yang ditetapkan oleh pihak rumah sakit dan audit operasional Rumah Sakit Karya Bakti belum menjalankan fungsi-fungsi audit operasional dengan baik, sehingga belum tercapai sebuah peningkatan efektifitas pelayanan dan kinerja rumah sakit secara efektif dan efisien. Penutup Berdasarkan hasil penelitian serta pembahasan yang telah dilakukan yaitu mengenai Analisis fungsi dan peran audit operasional dalam meningkatkan kinerja rumah sakit Karya Bakti, maka kesimpulan yang dapat diambil sebagai berikut: Fungsi auditor operasional pada Rumah Sakit Karya Bakti belum terpenuhi, yaitu bagian khusus yang secara independent melakukan pemeriksaan dan penilaian terhadap pelaksanaan prosedur dan pencatatan yang ada dalam Selama ini, fungsi dan peran tersebut telah dirangkap oleh Ketua umum dan personalia yang pada dasarnya bertentangan dengan prinsip pengendalian intern yang baik. Pelaksanaan komunikasi dan penerimaan informasi atas pelayanan rumah sakit Karya Bakti belum memadai untuk mendukung pengendalian intern. Fungsifungsi yang terlibat, prosedur-prosedur, dokumen dan catatan yang diperlukan belum dibentuk dan dikoordinasikan. Aktivitas pemantauan terhadap pengendalian intern pelayanan Kesehatan pada Rumah Sakit telah dilaksanakan oleh Kepala Bagian Umum dan Personalia, melalui kegiatan pelayanan Kesehatan yang diberikan untuk pasien belum sepenuhnya dijalankan secara efektif dan efisien seperti tugas keberhasilan, keperawatan, perlengkapan tempat tidur, obat-obatan dan khususnya ruang rawat inap yang belum memadai, hal ini mengakibatkan kinerja Rumah Sakit Karya Bakti belum berjalan secara efektif dan efisien. Rumah Sakit Karya Bakti belum berperan aktif dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, karena belum ada audit khusus yang berperan untuk mengaudit segala aktivitas operasional rumah sakit. DAFTAR PUSTAKA