AL-ATHFAL: Jurnal Pendidikan Anak p-ISSN 2723-245X e-ISSN 2723-0813 PENGEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI MELALUI TEKNIK FINGER PAINTING Dewi Lutfiatul Hoiroh. Benny Prasetya Institut Ahmad Dahlan lutfiadewi718@gmail. com prasetiyabenny@gmail. Abstract Physical Motor Learning is given at the kindergarten level, where we as teachers are required to develop children's physical motor skills supported by interesting and fun learning media, especially children's fine motor skills so that children get used to moving their fingers agilely. The research results show that Introducing children to coloring with their fingers by combining Finger Painting media can develop the agility of early childhood in ABA V Kindergarten. The impact of the research results is that finger painting is useful in developing children's fine motor skills, developing imagination by using this method of coloring. This research aims to improve the fine motor skills of young children through finger painting. The approach applied in this research is qualitative by collecting data through direct observation and documentary recording. Keyword : early childhood , finger painting, fine motor skills. Abstrak Pembelajaran Fisik Motorik yang diberikan pada tingkat Taman kanak-kanak, dimana kita sebagai guru dituntut untuk mengembangkan fisik motorik anak dengan didukung media pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, terutama fisik motoric halus anak agar anak terbiasa menggerakkan jari jemarinya dengan lincah Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengenalkan cara mewarnai dengan jari jemari pada anak dengan memadukan media Finger painting dapat mengembangkan kelincahan anak usia dini di TK ABA V. Dampak hasil penelitian adalah finger painting bermanfaat dalam mengembangkan fisik motoric halus anak, mengembangkan imajinasi dengan cara pemberian warna tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motorik halus anak usia dini melalui finger painting. Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan mengumpulkan data melalui observasi langsung dan pencatatan dokumentatif. Kata Kunci : Anak Usia Dini . Finger Painting. Fisik Motorik Halus. PENDAHULUAN Pendidikan Anak Usia Dini memegang peranan krusial dalam membentuk karakter dan kepribadian anak pada tahap selanjutnya. Anak Usia Dini, yang merujuk pada kelompok usia 0-6 tahun, mengalami periode penting dalam pengembangan potensi Seperti yang ditegaskan oleh Feldman dalam konsepnya yang disampaikan oleh Asmani, masa balita dianggap sebagai masa emas yang tidak dapat diulang, karena merupakan periode yang paling vital dalam membentuk dasar-dasar kepribadian, (Jumriatin & Anhusadar, 2. Anak usia dini mengalami kemajuan pesat dalam perkembangan motoriknya, termasuk motorik kasar dan motorik halus. Pada tahap ini, mereka mulai menunjukkan kemampuan koordinasi dan keseimbangan yang baik. Bagi anak yang mengalami perkembangan motorik halus dengan baik, mereka dapat mandiri dalam mengurus diri mereka sendiri dengan sedikit bimbingan dari orang dewasa. Selain itu, anak-anak juga AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 | 248 Dewi Lutfiatul Hoiroh, etc. Pengembangan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Teknik Finger Painting A mulai mengeksplorasi kemampuan tangan mereka untuk berkreasi. (Hildayani, 2. Dengan demikian, penting bagi kita untuk mengembangkan potensi anak usia dini melalui kegiatan pembelajaran yang efektif, dengan tujuan agar peserta didik dapat mencapai target yang telah ditetapkan. Harapannya, kegiatan pembelajaran ini juga dapat berperan dalam mengoptimalkan pengembangan potensi yang dimiliki oleh peserta (Jumriatin & Anhusadar, 2. Finger painting merupakan kegiatan seni yang melibatkan penggunaan jari-jari dan telapak tangan untuk membuat gambar, dengan menggabungkan berbagai warna. Kegiatan ini dirancang untuk merangsang kreativitas dan inovasi guru PAUD. Melalui finger painting, diharapkan guru dapat lebih efektif dalam meningkatkan potensi dan perkembangan anak ketika mengajar mereka. (Sundari & Zahro, 2. Finger painting menjadi media ekspresi bagi anak-anak, memungkinkan mereka mengeluarkan dan mengekspresikan imajinasi dengan cara mengaplikasikan warna menggunakan tangan dan jari-jari mereka. Dalam proses ini, anak-anak menciptakan karya atau gambar yang bersifat unik dan mengandung ekspresi emosional. (Surono & Ifendi, 2. Dalam prosesnya, anak dapat melibatkan seluruh bagian tubuh mereka dan memberikan dukungan saat berinteraksi dengan kertas atau media lukis yang sedang digunakan. kegiatan ini sesuai dengan standar kurikulum kompetensi dasar anak. Melalui partisipasi dalam finger painting, anak dapat memperbaiki kemampuan motorik halus Dalam konteks ini, kegiatan ini melibatkan latihan kelenturan otot jari, peningkatan ketelitian, dan koordinasi mata-tangan. Anak-anak dapat melakukan gerakan manipulatif, mengekspresikan diri, serta mengontrol gerakan tangan dengan menggunakan otot halus. Sensasi cat di jari-jari tangan mereka juga dapat memberikan pengalaman menyenangkan. (Hasibuan & Suryana, 2. Pentingnya menggunakan cat dan warna yang aman untuk anak menjadi faktor krusial dalam kegiatan ini. Selain itu, peran tangan, jari, bahkan anggota tubuh lain seperti kaki, mendukung saat anak berinteraksi dengan kertas atau media lukis. Finger painting membantu melatih kemampuan motorik halus anak, termasuk gerakan dan sentuhan jari-jari mereka dengan cat dan media lukis, memperluas dan mengontrol warna serta bentuk, merangsang daya imajinasi, mengendalikan otot tangan dan mata, serta meningkatkan ketelitian dan kelenturan jari-jemari. (Asmara, 2. Kenyataan di lapangan berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilaksanakan dikelompok A TK Aisyiyah Bustanul Athfal V dari 16 anak ada 11 anak yang bisa melukis dengan jari dari kreativitas anak masih asing, kaku dan masih mencampur warna dengan warna yang lain. Ketidakoptimalan ini disebabkan oleh kurangnya penggunaan metode pembelajaran yang dapat merangsang dan mengembangkan kreativitas anak untuk meningkatkan keterampilan motorik halusnya. Dalam upaya pengembangan kemampuan dasar anak, terutama aspek fisik motoriknya, guru-guru di TK Aisyiyah Bustanul Athfal V berkomitmen untuk membantu meningkatkan perkembangan fisik/motorik anak. Hal ini dilakukan dengan memperkenalkan dan melatih gerak motorik kasar dan halus anak, meningkatkan kemampuan mengelola dan mengontrol gerakan tubuh serta koordinasi, serta meningkatkan keterampilan tubuh dan pola hidup sehat. Melalui pendekatan ini, diharapkan anak-anak dapat menunjukkan pertumbuhan jasmani yang kuat, kesehatan yang baik, dan keahlian yang terampil. Dengan melihat permasalahan di atas, terutama masalah kreativitas, peneliti merasa perlu untuk melakukan kajian lebih mendalam. Khususnya, penelitian kualitatif akan dilakukan dengan judul "Pengembangan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 | 249 Dewi Lutfiatul Hoiroh, etc. Pengembangan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Teknik Finger Painting A Teknik Finger Painting" yang bertujuan untuk mengatasi kendala tersebut melalui kegiatan painting yang menyenangkan seperti finger painting . elukis dengan jar. Pendidikan anak usia dini, yang merupakan sumber strategi pembangunan sumber daya manusia, harus dianggap sebagai pusat yang sangat fundamental dan strategis. Hal ini disebabkan oleh pentingnya usia dini sebagai masa keemasan sekaligus tahap perkembangan manusia yang kritis. Pertumbuhan dan perkembangan anak pada periode ini memiliki dampak besar pada kualitas manusia pada tahap berikutnya. Dalam konteks ini, kegiatan Finger Painting diperkenalkan sebagai upaya untuk meningkatkan kreativitas anak usia dini. Kegiatan ini melibatkan anak-anak dalam menggunakan jarijari mereka untuk melukis dengan cat khusus, memungkinkan mereka mengeksplorasi ide dan imajinasi mereka ke dalam karya seni yang menarik. Finger Painting dianggap sebagai kegiatan kreatif yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak usia (Munandar, 2. Finger Painting atau lukis jari adalah aktivitas bermain yang ditujukan khusus untuk anak usia dini. Melalui melukis, anak dapat mengekspresikan diri dan mengubah segala pendapat dan imajinasinya menjadi sebuah karya seni. Menurut Prasetyono . Menurut penjelasan tersebut, melukis dianggap sebagai kegiatan yang sangat menyenangkan bagi anak. Dalam aktivitas ini, anak memiliki kebebasan untuk mengekspresikan jiwa mereka melalui coretan-coretan, meskipun mungkin tidak memiliki makna bagi orang dewasa. (Mustika & Nurwidaningsih, 2. i Bagi anak-anak, setiap coretan, seberapa kecil pun, mencerminkan imajinasi mereka yang diubah menjadi coretan penuh makna dan arti. Dalam konteks kegiatan ini, dunia anak tidak dapat dipisahkan dari dunia bermain, di mana apa pun yang menjadi bagian dari imajinasi mereka harus diekspresikan dalam bentuk karya seni. Bagi anak, hasil karyanya dianggap sebagai karya yang baik dan menarik, dan tanpa disadari, mereka akan terus melanjutkan karya berikutnya sambil berusaha mengembangkan imajinasi yang terbentuk dalam pikiran mereka. (Kamila Mahabatillah & Surana, 2. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan kejadian yang sebenarnya. Penjelasan tersebut didukung oleh pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sebagaimana yang dikatakan oleh (Tarigan, 2. bahwa Penelitian deskriptif adalah pokok permasalahan yang diidentifikasi oleh peneliti untuk menggambarkan kejadian yang sebenarnya. Fokus penelitian ini adalah pada anak-anak berusia 4Ai6 tahun sebagai subjek penelitian. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data dari Lofland . alam Moleong, 2. Sumber data terdiri dari tiga jenis, yaitu . kata-kata dan tindakan, . sumber tertulis, dan . Dalam upaya memperoleh data yang diperlukan untuk melengkapi penelitian, beberapa aspek harus diidentifikasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara, sesuai dengan metode yang (Saputra, 2. Dalam teknik pengumpulan data, observasi dapat dilakukan secara langsung dengan mengamati perilaku yang terjadi. Teknik dokumentasi melibatkan pencarian data melalui sumber-sumber seperti internet, koran, majalah, serta studi literatur untuk mendukung hasil penelitian dengan mengacu pada informasi dari buku, majalah, dan jurnal lainnya. Pengecekan keabsahan data menjadi langkah penting untuk memastikan keaslian informasi yang diperoleh oleh peneliti. Kredibilitas diukur melalui situasi yang kompleks dan pengungkapan pola yang dianggap sulit, dengan 250 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Dewi Lutfiatul Hoiroh, etc. Pengembangan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Teknik Finger Painting A member check sebagai salah satu metode untuk menunjukkan bahwa data yang diperoleh Pengecekan keabsahan data dapat dilakukan secara rutin, seperti dengan konsistensi dalam pengamatan terhadap situasi yang relevan dengan masalah penelitian dan pemeriksaan melalui diskusi. Validitas data dapat dikonfirmasi apabila informan menyetujui hasil data tersebut. Selanjutnya, setelah data terkumpul, peneliti dapat menyusunnya dalam bentuk laporan kualitatif deskriptif. Melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah anak-anak kelompok A di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 5 Kota Probolinggo dengan jumlah 11 anak yang terdiri dari 7 anak laki-laki, dan 4 anak perempuan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Temuan Penelitian Penelitian ini dilakukan di Taman Kanak-Kanak AoAisyiyah Bustanul Athfal V dengan tujuan utama untuk meningkatkan perkembangan motorik halus pada anak melalui penerapan teknik finger painting. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan lembar observasi yang telah dirancang oleh peneliti, sesuai dengan dasar teori yang menjadi landasan penelitian. Dari hasil penelitian terhadap anak kelompok A di Taman Kanak-Kanak AoAisyiyah Bustanul Athfal V, ditemukan skor akhir pada siklus I dan siklus II berdasarkan evaluasi kegiatan anak. Penilaian dilakukan berdasarkan kriteria sebagai berikut: Belum Berkembang (BB). Mulai Berkembang (MB). Berkembang Sesuai dengan Harapan (BSH), dan Berkembang Sangat Baik (BSB). Siklus I Perencanaan Dalam melakukan perencanaan siklus I, peneliti memusatkan perhatian pada tema Pada siklus I, materi yang akan disampaikan kepada anak-anak adalah seperti yang tercantum dalam Tabel 4. 5, yakni jadwal perencanaan siklus I dengan nomor NO. Hari/Tanggal Pertemuan Materi Rabu, 10 Oktober 2023 Pertemuan I Tema : Ayam Petelur Ciptaan Allah SWT subtema : Makanan Ayam Rabu, 17 Oktober 2023 Pertemuan Tema : Ayam Petelur Ciptaan Allah SWT subtema : Olahan Daging Ayam Pembelajaran ini diselenggarakan di ruang kelas. Sebelum memulai proses pengajaran, peneliti dan guru mempersiapkan diri dengan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) untuk memastikan bahwa kegiatan pengajaran berjalan lebih terstruktur dan efisien. Persiapan melibatkan juga penyiapan alat dan bahan yang akan digunakan selama kegiatan finger painting. Pelaksanaan Tindakan Tindakan yang dijalankan oleh peneliti pada siklus I terdiri dari dua pertemuan, yang mencakup pelaksanaan dan pengamatan kegiatan pembelajaran finger painting. Persiapannya melibatkan peneliti dan guru kelas dalam menyiapkan alat dan bahan yang telah disiapkan khusus untuk kegiatan finger painting, sambil secara aktif mendokumentasikan seluruh proses kegiatan tersebut. Pertemuan I AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 | 251 Dewi Lutfiatul Hoiroh, etc. Pengembangan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Teknik Finger Painting A Pertemuan I pada siklus I dilaksanakan pada 10 oktoberber 2023 materi yang disampaikan adalah Tema : Ayam Petelur Ciptaan Allah SWT subtema: Makanan Ayam Kegiatan awal (Aktivitas pag. Pada pagi hari Selasa, anak-anak mengikuti kegiatan bermain dan senam bersama di lingkungan sekolah, termasuk barisan, tepuk tangan, serta menyanyikan lagu. Anak - Anak juga diajak untuk berpartisipasi dalam menyampaikan salam, doa sebelum memasuki kelas, dan doa sebelum memulai proses pembelajaran. Sebelum dimulainya pelajaran, guru memberikan motivasi kepada siswa untuk tetap termotivasi selama sesi pembelajaran. Selanjutnya, disampaikan informasi mengenai materi yang akan dibahas oleh peneliti, beserta tujuan pembelajaran dan kegiatan apersepsi. Kegiataan inti Pada awal pertemuan, guru membimbing anak-anak untuk membentuk kelompok dengan jumlah 4 orang di dalam satu meja besar. Selanjutnya, guru memberikan penjelasan mengenai teknik finger painting yang benar dan memberikan contoh langsung dengan mempraktikkannya. Pada siklus pertama, peneliti dan guru berusaha membimbing anak-anak dalam melaksanakan kegiatan finger painting dengan penuh kesabaran dan kehati-hatian. Anak-anak diajak untuk memberikan warna pada gambar secara langsung dengan menggunakan tangan mereka sendiri, dengan tujuan agar warna-warna yang diaplikasikan tidak saling bercampur dan tetap terjaga keunikannya. Pada pertemuan awal, banyak anak yang masih mengalami masalah di mana warna-warna pada gambar yang mereka buat masih tercampur dengan warna lain. Penutup Setelah pembelajaran selesai, peneliti dan guru melakukan refleksi terhadap hasil Guru mengakhiri sesi pembelajaran dengan refleksi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan, diikuti dengan doa sebelum pulang. Selama pertemuan pertama, terlihat bahwa beberapa anak sudah mulai menunjukkan ketertarikan dan antusiasme dalam mengikuti pembelajaran. Meskipun demikian, masih ada beberapa anak yang terlihat kurang tertarik untuk terlibat dalam kegiatan ini. Pertemuan II Pertemuan II pada siklus I dilaksanakan pada hari Senin 17 Oktober 2023. Materi yang disampaikan adalah Tema : Ayam Petelur Ciptaan Allah SWT subtema : Olahan Daging Ayam Kegiatan Awal Pada awal pagi Senin, anak-anak di sekolah mengikuti kegiatan bermain dan senam bersama di lingkungan sekolah, melibatkan barisan, tepukan, dan menyanyikan lagu. Mereka juga melaksanakan salam, doa sebelum masuk kelas, dan doa sebelum memulai pembelajarann. Sebelum memulai pembelajaran, guru memberikan dorongan semangat kepada siswa agar tetap termotivasi selama sesi Setelahnya, disampaikan informasi terkait materi yang akan diajarkan oleh peneliti, beserta tujuan pembelajaran dan kegiatan apersepsi. Kegiatan Inti (Aktivitas Pag. Dalam siklus pertama, peneliti dan guru berupaya mengajak empat anak untuk memilih gambar yang telah disiapkan peneliti. Kegiatan ini dilaksanakan secara bersama-sama di luar kelas atau lingkungan sekolah untuk menciptakan suasana 252 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Dewi Lutfiatul Hoiroh, etc. Pengembangan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Teknik Finger Painting A yang lebih rileks dan menyenangkan. Anak-anak diajak untuk mewarnai gambar yang mereka pilih selama siklus ini. Penutup Setelah pembelajaran selesai, peneliti dan guru melakukan refleksi terhadap hasil pembelajaran dengan tema "Ayam Petelur Ciptaan Allah SWT" dan subtema "Olahan Daging Ayam. " Guru mengajukan pertanyaan kepada anakanak mengenai perasaan mereka selama pembelajaran berlangsung. Selanjutnya, sesi pembelajaran ditutup dengan doa sebelum pulang oleh guru. Saat kegiatan berlangsung dalam pertemuan tersebut, anak-anak mulai menunjukkan peningkatan dalam keaktifan mereka dalam menggerakkan jarijemari pada kegiatan finger painting. Beberapa di antara mereka tampak sangat antusias dan bersemangat, bahkan ada yang mampu melaksanakan kegiatan dengan rapi dan tanpa mencampurkan warna pada gambar. Namun, masih ada beberapa yang belum sepenuhnya terampil, mungkin karena merasa takut, malu, atau kekurangan fokus, sehingga warna yang digunakan agak tercampur dengan warna lain pada gambar. Observasi Pada tahap ini, peneliti melakukan observasi terhadap pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar observasi yang difokuskan pada pengembangan keterampilan motorik halus pada anak. Selain mencermati perkembangan fisik motorik halus anak, peneliti juga memanfaatkan lembar observasi untuk mengevaluasi tingkat keterlibatan anak dalam kegiatan pembelajaran yang diterapkan kepada peserta didik. Observasi ini dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung, bertujuan untuk menilai kemampuan anak dalam mengembangkan keterampilan motorik halus melalui kegiatan finger painting. Berdasarkan hasil pengamatan pada siklus I, peneliti menyimpulkan bahwa masih banyak anak yang mengalami kebingungan dalam cara memberikan warna dengan benar. Dari hasil observasi dan pengamatan kegiatan finger painting, terlihat bahwa sejumlah anak masih belum mampu memberikan warna dengan rapi dan tanpa mencampurkan warna lain. Selain itu, beberapa anak tampak kurang bersemangat dan enggan untuk menggerakkan jari-jemari mereka, sehingga guru perlu memberikan dorongan agar mereka mau berpartisipasi dengan lebih baik dalam kegiatan finger painting. Hasil rinci dari observasi ini dapat ditemukan dalam tabel yang disajikan. NO. INDIKATOR Anak Anak dapat berkomunikasi baik dengan teman saat berbagi pewarna Anak memiliki kecermatan ketika melakukan kegiatan finger painting Anak memiliki sikap pantang menyerah ketika memberikan warna pada gambar BSH BSB AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 | 253 Dewi Lutfiatul Hoiroh, etc. Pengembangan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Teknik Finger Painting A Anak memiliki rasa tanggung jawab saat dengan gambar yang dimiliki Anak memiliki sikap sabar dalam memberikan warna Refleksi Hasil refleksi terhadap siklus I pertemuan kedua dapat dirinci sebagai Perbaikan dalam pengembangan fisik motorik halus anak melalui kegiatan finger painting sudah terlihat, meskipun belum mencapai tingkat optimal secara maksimal. Minat dan motivasi anak dalam menjalani kegiatan finger painting sudah mulai tampak, meskipun belum mencapai tingkat maksimal. Perlu diperhatikan bahwa masih ada beberapa peserta didik yang menunjukkan ketidakmauan untuk menggerakkan jari-jemarinya dalam kegiatan ini. Dari refleksi pertemuan pertama dan kedua, dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat beberapa permasalahan yang muncul selama pelaksanaan siklus I. Oleh karena itu, pada pelaksanaan siklus II, perlu dilakukan perbaikan pada desain pembelajaran. Beberapa revisi yang diusulkan adalah: Pengelolaan waktu yang efisien. Memberikan dorongan semangat kepada anak yang dapat melaksanakan kegiatan mewarnai dengan baik. Selain itu, guru juga berusaha menyajikan kegiatan pembelajaran dengan sebaik-baiknya agar menarik minat anak dan membuat mereka lebih fokus pada proses pembelajaran. Siklus II Perencanaan Perencanaan siklus II yang disusun oleh peneliti terkait dengan tema diri sendiri. Pada siklus II, materi yang akan disampaikan kepada anak yaitu: Tabel 4. 5 Jadwal Perencanaan Siklus II No Hari/Tanggal NO. Selasa, 23 Oktober 2023 Pertemuan Pertemuan I Materi Tema : Aku Anak Hebat dan Sehat Rajin Berolahraga Tema : Aku Anak Hebat dan Sehat subtema : Makanan Sehat Selasa, 30 Oktober 2023 Pertemuan II Pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas dimulai dengan persiapan yang dilakukan oleh peneliti dan guru. Sebelum memulai pengajaran, mereka menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) untuk memastikan kegiatan mengajar lebih terarah dan Selain itu, persiapan melibatkan penyiapan alat dan bahan yang akan digunakan selama kegiatan finger painting. 254 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Dewi Lutfiatul Hoiroh, etc. Pengembangan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Teknik Finger Painting A Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan dalam siklus II yang dilakukan oleh peneliti terdiri dari dua Selama kedua pertemuan tersebut, dilakukan deskripsi pelaksanaan dan pengamatan kegiatan pembelajaran finger painting. Persiapan sebelumnya melibatkan peneliti dan guru kelas dalam menyiapkan alat dan bahan yang sudah disiapkan khusus untuk kegiatan finger painting, serta mendokumentasikan seluruh proses kegiatan Pertemuan I Pertemuan I pada siklus II diselenggarakan pada hari Selasa, 23 Oktober 2023, dengan materi yang disampaikan tentang tema "Aku Anak Hebat dan Sehat" dan subtema "Rajin Berolahraga. Kegiatan awal (Aktivitas pag. Pada pagi hari Selasa, anak-anak di sekolah mengikuti kegiatan bermain dan senam bersama di lingkungan sekolah, termasuk barisan, tepukan tangan, dan menyanyikan lagu. Ritual melibatkan salam, doa masuk kelas, dan doa sebelum Sebelum memulai pembelajaran, guru memberikan motivasi kepada siswa untuk tetap semangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran yang akan Selanjutnya, guru menyampaikan informasi mengenai materi yang akan disampaikan oleh peneliti, beserta tujuan pembelajaran, dan kegiatan apersepsi Kegiatan inti Dalam pertemuan awal, guru membimbing anak-anak untuk membentuk kelompok yang terdiri dari empat orang di satu meja besar. Selanjutnya, guru memberikan penjelasan tentang cara melakukan finger painting dengan benar, dan secara praktis memperagakan teknik finger painting yang sesuai. Dalam siklus pertama, peneliti bersama guru mencoba membimbing anak-anak untuk melaksanakan kegiatan finger painting dengan penuh kesabaran dan hati-hati. Anak-anak diarahkan untuk memberikan warna pada gambar yang akan diwarnai dengan tangan mereka sendiri, dengan cermat agar warna-warna tersebut tidak saling bercampur menjadi satu warna. Pada kesempatan pertama, banyak anak yang sudah berhasil menghindari pencampuran warna antara satu dengan yang lain saat melaksanakan kegiatan finger Penutup Setelah pembelajaran selesai, peneliti dan guru melakukan refleksi terhadap hasil pembelajaran. Sesi pembelajaran ditutup oleh guru dengan melakukan refleksi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan, diikuti oleh doa sebelum pulang. Selama kegiatan pertemuan I, terlihat bahwa minat dan antusiasme anak-anak dalam mengikuti pembelajaran sudah mulai muncul. Meskipun demikian, dalam pelaksanaannya, masih tampak beberapa anak yang mencampurkan warna dengan warna lain. Pertemuan II AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 | 255 Dewi Lutfiatul Hoiroh, etc. Pengembangan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Teknik Finger Painting A Pertemuan II dalam siklus II diselenggarakan pada hari Selasa, 30 Oktober 2023. Materi yang disampaikan berfokus pada tema "Aku Anak Hebat dan Sehat" dengan subtema "Makanan Sehat". Kegiatan Awal Pada pagi hari Selasa, anak-anak di sekolah mengikuti kegiatan bermain dan senam bersama di lingkungan sekolah, termasuk barisan, tepuk tangan, dan menyanyikan lagu. Ritual melibatkan salam, doa masuk kelas, dan doa sebelum Sebelum memulai pembelajaran, guru memberikan motivasi kepada siswa untuk tetap semangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Setelah itu, guru menyampaikan informasi mengenai materi yang akan disampaikan oleh peneliti, beserta tujuan pembelajaran, dan kegiatan apersepsi. Kegiatan Inti (Aktivitas Pag. Dalam siklus pertama, peneliti bersama guru berusaha membimbing empat anak untuk memilih gambar yang telah disiapkan oleh peneliti. Kegiatan ini dilaksanakan secara bersama-sama, di luar kelas atau lingkungan sekolah, dengan tujuan menciptakan suasana yang lebih santai dan menyenangkan bagi anak-anak saat mewarnai gambar yang telah mereka pilih. Penutup Setelah pembelajaran selesai, peneliti dan guru melakukan refleksi terhadap hasil pembelajaran dengan tema "Ayam Petelur Ciptaan Allah SWT" dan subtema "Olahan Daging Ayam". Guru melakukan konsultasi dengan anak-anak untuk mengetahui perasaan mereka selama pembelajaran berlangsung. Selanjutnya, guru menutup sesi pembelajaran dengan doa sebelum pulang. Saat kegiatan berlangsung dalam pertemuan tersebut, anak-anak menunjukkan peningkatan dalam keterampilan mereka, dengan semakin rapi dan aktif menggerakkan jari-jemari pada kegiatan finger painting. Beberapa anak terlihat sangat antusias terhadap kegiatan ini, dan banyak di antara mereka yang mampu melaksanakan kegiatan dengan tepat, rapi, dan tanpa mencampurkan warna lain pada Observasi Dalam tahap ini. Peneliti mengamati pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar observasi yang ditujukan untuk memantau perkembangan keterampilan motorik halus anak. Selain itu, peneliti juga memanfaatkan lembar observasi untuk menilai tingkat keterlibatan anak dalam kegiatan pembelajaran selama proses berlangsung. Hal ini juga bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan anak dalam mengembangkan fisik motorik halus melalui kegiatan finger painting. Berdasarkan hasil pengamatan pada siklus II, peneliti menyimpulkan bahwa sebagian besar anak sudah mampu memberikan warna pada gambar dengan benar. Dari pengamatan dan proses observasi kegiatan finger painting, terlihat bahwa banyak anak yang telah dapat memberikan warna dengan rapi dan tanpa mencampurkan warna lain, serta sangat aktif dalam menggerakkan jari-jemari mereka sehingga hasil warna pada gambar terlihat bagus. Rinciannya dapat ditemukan dalam tabel berikut. 256 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Dewi Lutfiatul Hoiroh, etc. Pengembangan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Teknik Finger Painting A NO. INDIKATOR Anak berdoa sebelum Anak dapat berkomunikasi baik dengan teman saat berbagi pewarna Anak memiliki kecermatan ketika melakukan kegiatan finger painting Anak pantang menyerah ketika memberikan warna pada Anak Anak memiliki sikap sabar dalam memberikan warna BSH BSB Refleksi Hasil refleksi terhadap siklus II pertemuan kedua dapat dirinci sebagai berikut: Peningkatan dalam perkembangan fisik motorik halus anak melalui kegiatan finger painting sudah terlihat, terutama dalam kemampuan mereka yang semakin rapi saat memberikan warna. Minat dan motivasi anak dalam menjalani kegiatan finger painting mulai terlihat, yang dapat diamati dari peserta didik yang telah mulai aktif dan gembira saat menggerakkan jari-jemarinya. INTERPRETASI HASIL ANALISA DATA Berdasarkan hasil penelitian pada kedua siklus, terlihat adanya perkembangan yang signifikan. Evaluasi melalui penilaian tertulis menunjukkan peningkatan minat dan semangat belajar anak-anak dalam mengikuti pembelajaran untuk mengembangkan keterampilan motorik halus pada anak usia dini. Penelitian pada kelompok A di Taman Kanak-AoAisyiyah Bustanul Athfal V menunjukkan peningkatan presentase perkembangan yang cukup berarti, sebagaimana tercatat dalam tabel Perbandingan Presentase Perkembangan Peserta Didik. Siklus BSH BSB Siklus I Pertemuan RPPH Jumlah Anak Siklus II AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 | 257 Dewi Lutfiatul Hoiroh, etc. Pengembangan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Teknik Finger Painting A KESIMPULAN Dari analisis data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan finger painting dalam pembelajaran dapat membantu mengembangkan fisik motorik halus anak. Hal ini terjadi karena kegiatan finger painting mampu meningkatkan rasa bangga anak terhadap karya yang dihasilkan sendiri dan secara positif memengaruhi perkembangan otot tangan, yang sangat berkontribusi pada perkembangan motorik halus Dari hasil penelitian terkait fisik motorik halus anak di Taman Kanak-kanak 'Aisyiyah Bustanul Athfal V melalui kegiatan finger painting, dapat ditarik kesimpulan bahwa finger painting berkontribusi pada peningkatan fisik motorik halus pada siswa kelompok A. Penilaian dilakukan melalui observasi pada setiap siklus, dengan persentase pada siklus I mencapai 70% BB, 30% MB, 0% BSH, dan 0% BSB. Pada siklus II, terjadi peningkatan signifikan dengan persentase 0% BB, 0% MB, 40% BSH, dan 60% BSB. Oleh karena itu, dapat diambil kesimpulan bahwa hasil penelitian di Taman Kanak-Kanak 'Aisyiyah Bustanul Athfal V telah mencapai tingkat ketuntasan yang diharapkan. SARAN Berdasarkan kesimpulan di atas, untuk meningkatkan perkembangan fisik motorik halus anak, khususnya dalam kegiatan finger painting, perlu diberikan panduan agar anak dapat lebih berhati-hati dalam mengaplikasikan warna sehingga hasil gambar menjadi lebih menarik. Dalam hal ini, guru dan orang tua perlu mengkomunikasikan pemahaman tidak hanya melalui kata-kata atau ceramah, melainkan dengan lebih efektif melalui metode demonstrasi. Pendekatan ini diharapkan dapat membuat anak lebih tertarik dan terlibat aktif dalam kegiatan yang disajikan. Setelah merangkum kesimpulan terkait fisik motorik halus melalui finger painting, berikut beberapa rekomendasi yang dapat diusulkan: Untuk para pendidik, disarankan agar dapat mengaplikasikan kegiatan finger painting dalam proses pembelajaran, dengan harapan dapat meningkatkan mutu pembelajaran, memperkuat motivasi dan semangat belajar anak-anak, serta memberikan contoh sikap sabar dan keteguhan tidak hanya selama sesi pembelajaran tetapi juga dalam aspek kehidupan sehari-hari. Untuk lembaga pendidikan, diharapkan bahwa penelitian ini bisa menjadi pedoman atau referensi dalam upaya mengembangkan fisik motorik halus pada anak-anak di Taman Kanak-AoAisyiyah Bustanul Athfal V. Untuk peneliti berikutnya, diharapkan dapat melanjutkan pengembangan dari hasil penelitian ini, sehingga penelitian ini dapat ditingkatkan kualitasnya dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi semua pihak, terutama dalam konteks Pendidikan Anak Usia Dini. DAFTAR PUSTAKA