ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 1, 31 Mei 2023 HUBUNGAN KARAKTERISTIK PETERNAK TERHADAP MOTIVASI DALAM BUDIDAYA DOMBA DI KELOMPOK TANI NGUDI MAKMUR II DAN TIRTO KENCONO DESA BANYUDONO KECAMATAN DUKUN Correlation Of Farmers Characteristics To Motivation in Sheep Farming at Ngudi Makmur II and Tirto Kencono Farmers Groups Banyudono Village Dukun District Haris Tri Wibowo. Joko Daryatmo Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang Jl. Magelang Kopeng Km. Tegalrejo. Magelang E-mail: hariswibowo2000@gmail. Diterima: 09 Maret 2023 Direvisi akhir: 17 Mei 2023 Disetujui terbit: 28 Mei 2023 ABSTRACT Motivation is one aspect that determines the success of livestock business as an economic activity in increasing income and fulfilled family needs. The research was carried out in Ngudi Makmur II Farmers Group and Tirto Kencono Farmers Group. Banyudono Village. Dukun District from 05 March to 30 April 2018. The aim were to know the level of motivation of farmers in the cultivation of sheep and determine the relation between characteristics of the farmers to motivation in sheep farming. The study design used was descriptive The variables of this research consisted of independent variables such as the characteristics of farmers . ge, education level, farming experience, the number of livestock ownership and the number of family dependent. and the dependent variable in the form of farmers motivation. Respondents in this study were 35 people taken by census method. Data were collected by observation and interview. Motivation levels were analyzed descriptively while the relationship between variables were analyzed by Rank Spearman correlation. The results showed that 2. 86% of farmers at moderate level, 42. 86% of farmers at high level and 54. 29% of farmers at very high level. The aging of farmers is likely to decrease the motivation in the cultivation of sheep, the higher the level of education of farmers that motivation increases, the more the number of livestock owned by the motivation tends to increase, farmers with more experience tend to have a higher motivation and the greater number of dependents the motivation of farmers tend more increasing. Keywords:correlation, farmers characteristics, farming, motivation, sheep ABSTRAK Motivasi merupakan salah satu aspek penentu keberhasilan usaha ternak sebagai kegiatan ekonomi dalam meningkatkan pendapatan dan pemenuhan kebutuhan keluarga. Penelitian ini dilaksanakan di Kelompok Tani Ngudi Makmur II dan Kelompok Tani Tirto Kencono. Desa Banyudono. Kecamatan Dukun dari tanggal 05 Maret sampai dengan 30 April 2020. Tujuan yang ingin dicapai yaitu mengetahui tingkat motivasi peternak dalam budidaya domba dan mengetahui hubungan antara karakteristik peternak terhadap motivasi budidaya domba. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Variabel penelitian ini terdiri dari variabel bebas berupa karakteristik peternak . mur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak, jumlah kepemilikan ternak dan jumlah tanggungan keluarg. serta variabel terikat berupa motivasi peternak. Responden dalam penelitian ini berjumlah 35 orang yang diambil secara sensus. Metode penggalian data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Tingkat motivasi dianalisis secara deskriptif sedangkan hubungan antar variabel dianalisis dengan uji statistik korelasi Rank Spearman. Hasil menunjukkan bahwa 2,86% peternak yang berada pada tingkat motivasi sedang, 42,86% peternak berada pada tingkat motivasi tinggi dan 54,29% peternak berada pada tingkat motivasi sangat tinggi. Pertambahan umur peternak cenderung menurunkan motivasinya dalam budidaya domba, semakin tinggi tingkat pendidikan peternak maka motivasi meningkat, semakin banyak jumlah ternak yang dimiliki maka motivasi cenderung meningkat, peternak yang lebih berpengalaman cenderung memiliki motivasi yang lebih tinggi dan semakin banyak jumlah tanggungan keluarga maka motivasi peternak cenderung semakin meningkat. Kata kunci: budidaya, domba, hubungan, karakteristik peternak, motivasi Avaliable online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 1, 31 Mei 2023 PENDAHULUAN Perkembangan dunia peternakan dewasa ini sudah sangat pesat seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan Usaha peternakan sebagai salah satu bidang pertanian mampu menopang kegiatan perekonomian masyarakat. Setiap tahunnya kebutuhan masyarakat akan produk-produk hasil peternakan selalu meningkat, hal ini dikarenakan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya nilai gizi bagi kesehatan khususnya protein hewani. Hasil identifikasi wilayah menunjukkan bahwa Kecamatan Dukun memiliki potensi sebagai daerah pengembangan peternakan. Beternak di daerah ini merupakan kegiatan yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Kegiatan beternak sudah dilakukan sejak lama secara turun-temurun, namun sebagaian masyarakat menganggap beternak sebagai sampingan yang dikelola secara tradisional. Potensi pengembangan ternak di daerah ini sangat besar, topografi yang mendukung, lahan hijau yang cukup luas, juga sumber pakan tambahan yang mudah didapat. Hal ini dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk beternak sapi potong dan domba. Desa Banyudono merupakan salah satu desa di Kecamatan Dukun yang sebagian besar masyarakatnya selain bertani juga beternak domba dengan tergabung dalam kelompok tani. Populasi ternak domba di desa Banyudono mencapai 350 ekor. Kelompok Tani Ngudi Makmur II dan Kelompok Tani Tirto Kencono Desa Banyudono Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, merupakan Kelompok Tani dengan komoditas ternak domba, disamping komoditas pertanian. Kedua kelompok tani tersebut tetap bertahan dengan komoditas domba dengan populasi ternak yang cenderung semakin bertambah sejalan dengan minat masyarakat untuk beternak Hal ini terjadi dimungkinkan karena adanya motivasi masyarakat untuk beternak domba yang terus meningkat. Motivasi merupakan salah satu aspek penentu keberhasilan usaha ternak meningkatkan pendapatan dan pemenuhan kebutuhan keluarga. Tinggi atau rendahnya motivasi seseorang akan berdampak pada kecil atau besarnya skala usaha yang Peternak yang memiliki motivasi tinggi akan berusaha keras untuk perubahan tingkah laku. Peternak yang memiliki motivasi rendah akan lamban dalam mengubah tingkah laku sehingga lamban pula ketidakseriusan dan kurang terarahnya produktivitas usaha, kurang tanggap serta kurang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, kreativitas yang rendah, sehingga pada akhirnya usaha yang dilakukan secara ekonomis tidak menguntungkan (Winardi. Porter dan Miles . dalam Hambali . berpendapat bahwa variaAbel penting yang berhubungan dengan motivasi salah satunya adalah karakteristik individu. Karakteristik individu yang di maksud ini adalah seperti umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak, jumlah tanggungan Berdasarkan uraian tersebut maka sangat menarik untuk dikaji Hubungan Karakteristik Peternak Terhadap Motivasi Dalam Budidaya Domba di Kelompok Tani Ngudi Makmur II dan Tirto Kencono Desa Banyudono. METODE PENELITIAN Penelitian dilaksanakan di Kelompok Tani Ngudi Makmur II dan Kelompok Tani Tirto Kencono Desa Banyudono. Kecamatan Dukun. Kabupaten Magelang. Provinsi Jawa Tengah. Alat yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan antara lain: Alat tulis dan laptop. Leaflet digunakan sebagai media Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi terhadap responden dengan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan uji reliabilitas. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui tingkat motivasi peternak dalam Avaliable online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 1, 31 Mei 2023 budidaya domba. Sedangkan keterkaitan karakteristik peternak terhadap motivasi dianalisis dengan metode statistik korelasi kemudian diinterpretasikan untuk mengetahui hubungan karakteristik peternak terhadap motivasi budidaya domba (Sugiyono, 2010. Azwar, 2. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 18 anggota Kelompok Tani Ngudi Makmur II dan 17 anggota Kelompok Tani Tirto Kencono. Desa Banyudono. Kecamatan Dukun. Kabupaten Magelang dengan jumlah 35 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sensus dimana semua peternak sejumlah 35 orang dipilih untuk dijadikan sampel dalam penelitian ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Tingkat Motivasi Tingkat motivasi peternak berdasarkan teori ERG ditunjukkan dari hasil rekapitulasi perolehan nilai. Adapun tingkat motivasi peternak di Kelompok Tani Ngudi Makmur II dan Kelompok Tani Tirto Kencono Desa Banyudono dapat dilihat pada Tabel 1. Berdasarkan Tabel 12. 54,29% peternak berada pada tingkat motivasi tinggi, 42,86% peternak berada pada tingkat motivasi sangat tinggi, 2,86% peternak yang berada pada tingkat motivasi sedang dan tidak ada peternak yang berada pada tingkat motivasi rendah atau sangat rendah. Secara keseluruhan tingkat motivasi peternak berada pada kriteria tinggi dengan skor nilai rata-rata 116,26 dari nilai total Tingginya tingkat motivasi berdasarkan perolehan nilai yang didasari oleh 28,68% kebutuhan akan keberadaan, 35,17% kebutuhan berhubungan sosial dan 36,15% kebutuhan untuk berkembang. Tabel 1. Tingkat Motivasi Peternak Skor Kriteria Jumlah . 28 - 50,4 Sangat Rendah 50,5 - 72,8 Rendah 72,9 - 95,2 Sedang 95,3 - 117,6 Tinggi 117,7 Ae 140,0 Sangat Tinggi Jumlah Sumber: Data Primer Terolah, 2018 Hubungan Karakteristik Peternak Terhadap Motivasi Hubungan karakteristik peternak yang meliputi umur, tingkat pendidikan, jumlah ternak yang dimiliki, pengalaman beternak dan jumlah tanggungan keluarga terhadap motivasi budidaya domba dianalisis secara Hasil analisis korelasi Rank Spearman dapat dilihat pada Tabel 2. Hubungan Umur dengan Motivasi Data pada Tabel 2 menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan (P<0,. antara umur dan motivasi, dengan arah yang negatif dan keeratan hubungan cukup . =0,. Hal ini berarti semakin bertambah umur peternak terdapat kecenderungan motivasi dalam budidaya domba semakin Nilai menunjukkan hubungan yang Persentase (%) 0,00 0,00 2,86 54,29 42,86 100,00 sangat signifikan dengan nilai 0,002 (P<0,. Semakin signifikan hubungan berarti semakin nyata tingkat hubungannya. Hasil ini sejalan dengan penelitian Rafikah et al. menunjukkan hubungan umur dengan motivasi yaitu berhubungan sangat kuat dan Hubungan antara umur dengan motivasi memiliki arah hubungan yang negatif (-0,. , yang berarti terdapat kecenderungan semakin bertambahnya umur peternak maka motivasi dalam melakukan budidaya domba cenderung menurun. Umur peternak yang lebih muda cenderung memiliki motivasi yang lebih tinggi dari peternak yang berumur tua, dalam mengembangkan dan memajukan usaha taninya. Syafrudin . berpendapat semakin muda umur petani, cenderung memiliki fisik kuat dan dinamis dalam Avaliable online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 1, 31 Mei 2023 Tabel 2. Korelasi Karateristik Peternak terhadap Motivasi Budidaya Domba Tingkat Jumlah Pengalaman Tanggungan Umur Pendidikan Ternak Beternak Keluarga Spearman's Motivasi Correlation Coefficient Sig. -taile. **. **Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. mengelola usahataninya, sehingga mampu bekerja lebih kuat dari petani yang umurnya Selain itu petani yang lebih muda mempunyai keberanian untuk menanggung resiko dalam mencoba inovasi baru demi kemajuan usahataninya. Nilai Correlation Coefficient . =-0,. menunjukkan keeratan hubungan cukup. Artinya terdapat hubungan antar variabel yaitu umur peternak dan motivasi berpeluang untuk saling mempengaruhi. Semakin bertambah umur peternak mendekati usia tidak produktif, motivasi cenderung menurun karena volume usaha yang semakin rendah. Hal ini sesuai dengan pendapat Suwarta et al. bahwa mengakibatkan usaha ternak semakin Selain itu, semakin tua umur peternak dapat mempengaruhi keputusan peternak dalam menentukan volume usaha ternaknya, yakni semakin rendah. Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Motivasi Data pada Tabel 2 menunjukkan hubungan yang sangat signifikan . tailed=0,000 (P<0,. ), hubungan yang positif dan keeratan hubungan sangat kuat . = 0,. antara tingkat pendidikan dengan motivasi dalam budidaya Artinya semakin tinggi tingkat pendidikan peternak maka semakin tinggi pula motivasinya dalam budidaya domba. Bila dilihat dari nilai sig. signifikan dengan nilai 0,000 (P<0,. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang nyata antara tingkat pendidikan dan motivasi, sesuai dengan pendapat Yatno et al. antara tingkat pendidikan dengan tingkat motivasi terdapat hubungan yang nyata, seseorang maka semakin tinggi pula Kusmiyati dan Hartono penelitiannya bahwa pendidikan formal memiliki hubungan signifikan terhadap motivasi penerapan jajar legowo. Hubungan pendidikan peternak dengan motivasi memiliki arah yang positif ( 0,. , berarti peternak maka motivasi akan meningkat. Hal ini diduga karena jenjang pendidikan peternak berperan dalam menyerap informasi guna mendukung usaha taninya. Sarwono . menyatakan bahwa tingkat pendidikan yang baik akan cenderung mudah untuk menerima informasi baru dalam teknik beternak yang baik, selain memberikan tanggapan positif pada setiap kemajuan usaha beternak. Murwanto . menambahkan bahwa tingkat pendidikan yang memadai akan berdampak pada peningkatan kinerja dan peternakan yang dijalankan. Peternak yang berpendidikan rendah cenderung sulit menerima inovasi dan lebih menekuni kebiasaan nenek moyangnya secara turun temurun (Arfiani et al. Nilai Correlation Coefficient terlihat keeratan hubungan sangat kuat . = 0,. Hasil ini sesuai dengan pendapat Wicaksono . , terdapat hubungan Avaliable online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 1, 31 Mei 2023 yang sangat kuat dan nyata antara pendidikan formal dan pendidikan non formal dengan motivasinya. Hal ini menunjukkan bahwa ada keterkaitan yang sangat kuat antara tingkat pendidikan mempengaruhi satu sama lain. Hubungan Jumlah Kepemilikan Ternak dengan Motivasi Terdapat hubungan yang sangat signifikan . 2-tailed= 0,002 (P<0,. ), dengan arah hubungan positif dan keeratan hubungan cukup . = 0,. antara jumlah ternak yang dimiliki dengan motivasi. Hal ini berarti semakin banyak ternak yang dimiliki meningkatnya motivasi dalam budidaya Bila dilihat dari nilai sig . -taile. menunjukan hubungan yang sangat signifikan dengan nilai 0,000 (P<0,. yang berarti terdapat hubungan yang nyata antara jumlah kepemilikan ternak dengan motivasi. Peternak yang memiliki ternak lebih banyak akan dibandingkan dengan peternak yang memiliki ternak lebih sedikit. Arah hubungan ( 0,. antara jumlah kepemilikan ternak terhadap kecenderungan kenaikan motivasi peternak seiring bertambahnya jumlah kepemilikan ternak domba. Hal ini sejalan dengan pendapat Sulardi dan Sunarsih . hubungan antara jumlah kepemilikan ternak dengan motivasi terjadi hubungan yang sangat lemah namun hubungan mengarah pada hubungan positif, artinya semakin tinggi jumlah ternak akan terjadi kecenderungan kenaikan motivasi. Kemudian bila dilihat dari nilai Correlation Coefficient r = 0,595 maka antara jumlah kepemilikan ternak dengan motivasi memiliki hubungan keeratan cukup. Artinya berhubungan dengan banyaknya jumlah ternak yang dibudidayakan peternak. hubungan positif ( 0,. Hal ini menunjukan semakin bertambah pengalaman beternak maka terdapat kecenderungan meningkat pula motivasi peternak. Bila dilihat dari nilai sig . -taile. dengan nilai 0,001 (P<0,. menunjukan hubungan yang sangat signifikan atau Hal ini berarti pengalaman beternak memiliki hubungan yang bermakna dan nyata terhadap motivasi budidaya domba. Peternak yang berpangalaman akan memiliki motivasi yang lebih tinggi daripada petenak yang kurang berpengalaman. Sesuai dengan penelitian Idris et al. bahwa motivasi berhubungan dengan pengalaman beternak karena semakin lama pengalaman dalam beternak, maka semakin tinggi motivasi peternak untuk mengembangkan usahanya. Arah hubungan positif ( 0,. menunjukkan hubungan searah yaitu adanya peningkatan motivasi peternak sejalan Berdasarkan penelitian Sulardi dan Sunarsih beternak dengan motivasi menunjukkan hubungan positif yang menunjukkan bahwa semakin orang berpengalaman dalam beternak ada kecenderungan motivasi peternak semakin meningkat. Dilihat dari keeratan hubungannya menunjukkan hubungan yang cukup dengan nilai r = 0,521 yang artinya pengalaman beternak yang tinggi cenderung meningkatkan motivasi peternak dalam budidaya domba dan Di Desa Banyudono khususnya anggota Kelompok Tani Ngudi Makmur II dan Tirto Kencono merupakan peternak yang memiliki pengalaman beternak yang cukup tinggi, hanya 25,71% peternak yang memiliki pengalaman kurang dari 16 tahun dan sisanya 74,29% memiliki pengalaman beternak lebih dari 16 tahun sehingga mereka memiliki tingkat motivasi beternak domba dalam kriteria tinggi. Hubungan Pengalaman Beternak dengan Motivasi Berdasarkan Tabel 2 dapat dilihat adanya hubungan yang sangat signifikan . -tailed=0,. (P<0,. antara pengalaman beternak terhadap motivasi dalam beternak Avaliable online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 1, 31 Mei 2023 domba dengan keeratan hubungan cukup dan arah hubungan positif ( 0,. Hal ini berarti semakin bertambah pengalaman beternak maka terdapat kecenderungan meningkat pula motivasi peternak. Bila dilihat dari nilai sig . -taile. dengan nilai 0,001 (P<0,. menunjukan hubungan yang sangat signifikan atau bermakna. Hal ini berarti pengalaman beternak memiliki hubungan yang bermakna dan nyata terhadap motivasi budidaya domba. Peternak yang berpangalaman akan memiliki motivasi yang lebih tinggi daripada petenak yang kurang berpengalaman. Sesuai dengan penelitian Idris et al. bahwa motivasi berhubungan dengan pengalaman beternak karena semakin lama pengalaman dalam beternak, maka semakin tinggi motivasi peternak untuk mengembangkan usahanya. Arah hubungan positif ( 0,. menunjukkan hubungan searah yaitu adanya peningkatan motivasi peternak sejalan Berdasarkan penelitian Sulardi dan Sunarsih beternak dengan motivasi menunjukkan hubungan positif yang menunjukkan bahwa semakin orang berpengalaman dalam beternak ada kecenderungan motivasi peternak semakin meningkat. Dilihat dari keeratan hubungannya menunjukkan hubungan yang cukup dengan nilai r = 0,521 yang artinya pengalaman beternak yang tinggi cenderung meningkatkan motivasi peternak dalam budidaya domba dan Di Desa Banyudono khususnya anggota Kelompok Tani Ngudi Makmur II dan Tirto Kencono merupakan peternak yang memiliki pengalaman beternak yang cukup tinggi, hanya 25,71% peternak yang memiliki pengalaman kurang dari 16 tahun dan sisanya 74,29% memiliki pengalaman beternak lebih dari 16 tahun sehingga mereka memiliki tingkat motivasi beternak domba dalam kriteria tinggi. Hubungan Jumlah Tanggungan Keluarga dengan Motivasi Antara jumlah tanggungan keluarga dan motivasi terdapat hubungan yang sangat signifikan . 2-tailed P<0,. , arah arah hubungan positif dan keeratan hubungan cukup . = 0,. Hal ini berarti semakin banyak anggota keluarga yang ditanggung peternak maka motivasi dalam budidaya domba cenderung meningkat. Jika dilihat dari nilai sig. -taile. dengan nilai 0,001 (P<0,. menunjukan hubungan yang sangat signifikan atau nyata. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Reflis et al. , bahwa jumlah tanggungan keluarga berhubungan nyata dengan motivasi. Peternak yang mempunyai tanggungan keluarga yang kecil, motivasinya cenderung lebih rendah dari peternak yang mempunyai tanggungan keluarga yang besar dan sebaliknya. Lestari et . menambahkan bahwa peternak yang mempunyai tanggungan keluarga yang besar akan mempunyai beban ekonomi yang besar pula untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehingga mendorong untuk bekerja lebih keras. Arah hubungan positif ( 0,. menunjukkan bahwa banyaknya tanggungan keluarga memberikan dorongan positif meningkatkan pendapatan peternak. Hal ini sesuai dengan pendapat Sumbayak . yang mengatakan bahwa jumlah anggota keluarga akan mempengaruhi petani dalam pengembangan usaha. Karena semakin banyak jumlah tanggungan keluarga akan semakin banyak pula beban hidup yang harus dipikul oleh seorang petani. Bila dilihat dari nilai Correlation Coefficient r = 0,538 menunjukkan keeratan hubungan yang cukup. Hal ini berarti banyaknya jumlah tanggungan keluarga cenderung berhubungan dengan tinggi rendahnya motivasi peternak. Motivasi peternak dalam budidaya domba cenderung meningkat sesuai dengan jumlah anggota keluarga yang menjadi beban tanggungan peternak yang harus dihidupi. Sesuai dengan Syafrudin tanggungan keluarga merupakan salah satu sumberdaya manusia yang dimiliki peternak, tanggungan keluarga juga bisa menjadi beban keluarga jika tidak aktif bekerja. Avaliable online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 1, 31 Mei 2023 SIMPULAN Tingkat motivasi peternak dalam budidaya ternak domba di Kelompok Tani Ngudi Makmur II dan Kelompok Tani Tirto Kencono Desa Banyudono Kecamatan Dukun termasuk dalam kriteria tinggi berdasarkan kategori perolehan nilai. Pertambahan umur peternak cenderung menurunkan motivasinya dalam budidaya domba. semakin tinggi tingkat pendidikan peternak maka motivasi meningkat, semakin banyak jumlah ternak yang dimiliki maka motivasi cenderung berpengalaman cenderung memiliki motivasi yang lebih tinggi dan semakin banyak jumlah tanggungan keluarga maka motivasi peternak cenderung semakin meningkat. DAFTAR PUSTAKA