https://doi. org/10. 61578/c47khs56 Jurnal Pendidikan. Administrasi. Sains. Ekonomi, dan Pemerintahan Optimalisasi Kompetensi Dosen: Kunci Kualitas Peningkatan Sumber Daya Manusia Lokal Di Kabupaten Jayawijaya Nur Aini Program Studi Administrasi Publik. Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik dan Hukum Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Korespondensi: nuraini@unaim-wamena. Abstrak Optimalisasi kompetensi dosen merupakan faktor krusial dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal. Dosen yang kompeten tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membimbing mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Sayangnya, masih terdapat tantangan dalam optimalisasi kompetensi dosen, seperti kurangnya relevansi materi, metode pengajaran yang tidak efektif, dan keterbatasan penguasaan teknologi. Hal ini berdampak pada penurunan kualitas lulusan dan daya saing sumber daya manusia lokal. Untuk mengoptimalkan kompetensi dosen perlu dibuat kebijakan dan program yang efektif. Keterbatasan akses terhadap informasi, teknologi, dan fasilitas pendidikan yang memadai, serta akses internet yang terbatas, menjadi hambatan dalam pengembangan kompetensi Kondisi sosial budaya masyarakat yang unik memerlukan pendekatan pendidikan yang adaptif dan inklusif. Oleh karenanya dosen perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang budaya lokal untuk dapat menyampaikan materi pembelajaran secara efektif. Ketersediaan dosen dengan kualifikasi dan kompetensi yang memadai masih terbatas. Kurangnya kesempatan bagi dosen untuk mengembangkan diri melalui pelatihan, seminar, dan studi lanjut. Kata Kunci: Optimalisasi. Kompetensi. Kualitas. Sumber Daya Manusia. Jayawijaya Optimizing Lecturer Competence: The Key to Improving the Quality of Local Human Resources in Jayawijaya Regency Abstract Optimizing lecturer competency is a crucial factor in improving the quality of local human resources (HR). Competent lecturers not only transfer knowledge but also guide students to develop skills relevant to the needs of the workplace. Unfortunately, challenges remain in optimizing lecturer competency, such as a lack of relevant material, ineffective teaching methods, and limited technological mastery. This has resulted in a decline in the quality of graduates and the competitiveness of local human resources. To optimize lecturer competency, effective policies and programs are needed. Limited access to information, technology, and adequate educational facilities, as well as limited internet access, are obstacles to developing lecturer competency. The unique socio-cultural conditions of the community require an adaptive and inclusive educational Therefore, lecturers need a deep understanding of local culture to effectively deliver learning materials. The availability of lecturers with adequate qualifications and competencies Copyright A 2025 Nur Aini 104 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 11/06/2025. Accepted: 22/06/2025. Published: 30/06/2025 Optimalisasi Kompetensi Dosen: Kunci Kualitas Peningkatan Sumber Daya Manusia Lokal Di Kabupaten Jayawijaya remains limited. There is a lack of opportunities for lecturers to develop themselves through training, seminars, and further study. Keywords: Optimization. Competence. Quality. Human Resources. Jayawijaya Pendahuluan Wamena terletak di dataran tinggi pegunungan Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan yang kaya akan potensi sumber daya alam dan budaya. Namun sumber daya alam dapat dikatakan masih belum sepenuhnya dapat terwujud menjadi kekuatan ekonomi yang signifikan karena keterbatasan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu mengelola potensi tersebut. Peran dosen sebagai ujung tombak pendidikan tinggi menjadi sangat krusial dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap berkontribusi pada pembangunan daerah. Karena dosen merupakan garda terdepan dalam mentransfer ilmu kepada mahasiswa. Sebagai pembimbing dan mentor dosen bertanggungjawab membimbing dan memotivasi mahasiswa untuk mencapai potensi terbaik. Dosen sebagai role model bagi mahasiswa menjadi contoh teladan bagi Keberadaan dosen sangat penting bagi keberlangsungan dan kemajuan perguruan Tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan tetapi juga membentuk karakter mahasiswa dan berkontribusi pada pembangunan masyarakat. Optimalisasi kompetensi dosen menjadi isu strategis yang mendesak untuk ditangani. Dosen yang kompeten akan mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas, inovatif, dan berdaya saing, sehingga dapat berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan sosial budaya di Kabupaten Jayawijaya. Peningkatan kualitas dosen telah diamanatkan dalam Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pasal 1 ayat . menjelaskan kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang haryus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru dan dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Permendikbudristek nomor 53 tahun 2023, pasal . bahwa kompetensi utama lulusan program sarjana diharapkan mampu menguasai konsep teoritis bidang pengetahuan dan keterampilan tertentu secara umum dan khusus untuk menyelesaikan masalah secara prosedural sesuai lingkup kerjanya dan mampu beradaptasi terhadap situasi perubahan. Dengan kompetensi dosen yang belum optimal dapat menimbulkan kesenjangan antara kompetensi dosen dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan, dan kurangnya kemampuan dosen dalam menggunakan teknologi pembelajaran yang inovatif. Metode pengajaran yang monoton dan tidak menarik, sehingga mahasiswa kurang termotivasi untuk belajar dan kurang memahami materi. Pemberian nilai yang tidak objektif dan adil. Penurunan kualitas lulusan yang mempengaruhi daya saing. Dampak pada mahasiswa yaitu rendahnya motivasi belajar serta kurang memahami materi. Yang terjadi pada perguruan tinggi bahwa reputasi menurun di mata masyarakat. Sulit untuk menarik mahasiswa karena citra negatif. Perguruan tinggi akan sulit menjalin kerjasama dengan pihak eksternal karena lulusannya dianggap tidak kompeten. Akreditasi menjadi rendah Hal ini pun berdampak pada masyarakat seperti sumber daya manusia kurang kompeten dapat menghambat pembangunan ekonomi. Inovasi dan penelitian terhambat di berbagai bidang karena kurangnya dosen yang kompeten. Menurut Hasibuan, dkk . bahwa kegiatan pelatihan penulisan proposal penelitian bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dosen dalam penulisan proposal penelitian dan pengabdian yang baik dan benar untuk meningkatkan kualitas dan Kurangnya relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja, pembangunan daerah dan potensi daerah, serta kurangnya integrasi antara pendidikan tinggi dengan dunia industri dan sektor Hal ini akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia yaitu: lulusan perguruan tinggi kurang memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk bersaing di pasar kerja, serta kurangnya inovasi dan kreativitas dalam pengembangan potensi lokal. Hasil penelitian (Abdillah : 2. bahwa perguruan tinggi berperan penting dalam menghasilkan lulusan kompeten, berkarakter, dan siap Copyright A 2025 Nur Aini 105 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 11/06/2025. Accepted: 22/06/2025. Published: 30/06/2025 Optimalisasi Kompetensi Dosen: Kunci Kualitas Peningkatan Sumber Daya Manusia Lokal Di Kabupaten Jayawijaya menghadapi tantangan global melalui kurikulum mutakhir, pembelajaran inovatif, dan dosen Permasalahan optimalisasi kompetensi dosen dalam tulisan ini dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal, yaitu : Faktor internal yaitu : . kurangnya motivasi dari dosen untuk terus mengembangkan diri dan meningkatkan kompetensinya, . kemampuan pedagogik belum memadai seperti kemampuan dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang efektif, . kurangnya pemahaman tentang metode pembelajaran inovatif sesuai perkembangan zaman, . keterbatasan penguasaan teknologi sehingga belum memiliki kemampuan yang memadai dalam menggunakan teknologi untuk pembelajaran, . kurangnya pemahaman tentang pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran daring dan luring, . Beban kerja dosen yang tinggi, dalam bidang pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun tugas tambahan dapat mengurangi waktu dan energi untuk pengembangan diri, . kurangnya waktu untuk melakukan penelitian dan publikasi, . kurangnya kemampuan dalam penelitian dan pengabdian dapat menghambat perkembangan kompetensi dosen. Faktor eksternal yaitu : . kurangnya dukungan perguruan tinggi untuk mengikuti pelatihan, seminar dan workshop, . kurangnya fasilitas dan sarana prasarana yang mendukung pengembangan kompetensi dosen, . insentif yang kurang memadai dapat mengurangi motivasi dosen untuk terus mengembangkan diri, . kurangnya sistem penghargaan yang jelas dan adil, . kurangnya adaptasi dosen terhadap perkembangan teknologi, menyebabkan kurangnya kompetensi. Metode Optimalisasi kompetensi dosen ini penulis mengambil fenomena di Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena. Teknik analisa data yang digunakan yaitu analisa data deskriptif kualitatif dengan pengambilan data melalui metode observasi, wawancara dan metode dokumenter dianalisis dengan menggunakan analisa kualitatif. Informan penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil dan Pembahasan Implikasi dan rekomendasi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Jika rekomendasi diimplementasikan: Peningkatan kualitas lulusan: dosen yang kompeten akan menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan di Kabupaten Jayawijaya. Peningkatan daya saing SDM lokal: lulusan yang berkualitas akan mampu bersaing di pasar kerja, baik ditingkat lokal, regional,maupun nasional, sehingga mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja dari luar daerah. Peningkatan relevansi pendidikan tinggi: kurikulum dan proses pembelajaran akan lebih adaptif terhadap kebutuhan spesifik Kabupaten Jayawijaya, termasuk aspek sosial budaya dan potensi lokal Penguatan perguruan tinggi: akan menjadi pusat pengembangan SDM yang unggul, meningkatkan reputasi dan daya tarik bagi calon mahasiswa. Peningkatan kesejahteraan masyarakat: SDM yang berkualitas akan berkontribusi lebih signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, inovasi, dan peningkatan kualitas hidup Peningkatan investasi di bidang pendidikan: pemerintah daerah dan pihak terkait akan lebih termotivasi untuk berinvestasi dalam pengembangan kompetensi dosen dan infrastruktur pendidikan. Jika rekomendasi diabaikan: Kualitas SDM lokal stagnan atau menurun tanpa peningkatan kompetensi dosen, kualitas lulusan akan tetap rendah, menghambat kemajuan daerah. Copyright A 2025 Nur Aini 106 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 11/06/2025. Accepted: 22/06/2025. Published: 30/06/2025 Optimalisasi Kompetensi Dosen: Kunci Kualitas Peningkatan Sumber Daya Manusia Lokal Di Kabupaten Jayawijaya Ketergantungan pada tenaga kerja dari luar daerah berlanjut: Kabupaten Jayawijaya akan terus bergantung pada tenaga kerja dari luar, yang mungkin kurang memahami konteks Kesenjangan antara pendidikan dan kebutuhan lokal melebar: kurikulum dan lulusan akan semakin tidak relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah. Perguruan tinggi lokal kurang berdaya saing: perguruan tinggi di Kabupaten Jayawijaya akan sulit berkembang dan bersaing dengan perguruan tinggi dari luar daerah. Potensi lokal tidak berkembang optimal: kurangnya SDM yang kompeten akan menghambat pemanfaatan sumber daya alam dan budaya. Ketidakpercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi lokal: masyarakat mungkin akan kurang percaya pada kualitas perguruan tinggi. Rekomendasi kebijakan: Pengembangan program pelatihan dan pengembangan diri yang terstruktur dan A Tindakan: perguruan tinggi bekerjasama dengan pemerintah daerah dan lembaga pelatihan untuk merancang dan melaksanakan program pelatihan yang sistematis dan sesuai dengan kebutuhan kompetensi dosen di Kabupaten Jayawijaya. A Implementasi: mengalokasikan anggaran khusus untuk program pelatihan. Peningkatan dukungan dan fasilitas dari perguruan tinggi dan pemerintah daerah: A Tindakan: pemerintah daerah menyediakan infrastruktur teknologi yang memadai . kses internet stabi. A Implementasi: menganggarkan dana untuk perbaikan infrastruktur, membangun kerjasama dengan penyedia layanan internet. Penguatan kerjasama dan jaringan antar perguruan tinggi dan pemangku kepentingan: A Tindakan: memfasilitasi pembentukan forum komunikasi dan kerjasama antar perguruan tinggi di wilayah Papua, melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan dalam merumuskan kebutuhan kompetensi SDM lokal. A Implementasi: mengadakan pertemuan rutin, seminar bersama, dan program pertukaran dosen antar perguruan tinggi. Integrasi muatan lokal dalam kurikulum dan proses pembelajaran: A Tindakan: mendorong dosen untuk mengembangkan materi pembelajaran yang relevan dengan konteks sosial budaya dan potensi lokal. A Implementasi: menyediakan pelatihan tentang pengembangan kurikulum berbasis kearifan lokal dan memberikan dukungan untuk penelitian tentang budaya dan potensi Peningkatan akses terhadap pendidikan lanjut dan penelitian: A Tindakan: pemerintah daerah dan perguruan tinggi menyediakan beasiswa dan dukungan dana studi lanjut dosen dan penelitian yang sesuai dengan kebutuhan daerah. A Implementasi: Mengalokasikan anggaran beasiswa, menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi lain untuk program studi lanjut, dan menyediakan dana penelitian Kesimpulan Penelitian tentang Optimalisasi Kompetensi Dosen: Kunci Kualitas Peningkatan Sumber Daya Manusia Lokal di Kabupaten Jayawijaya melihat bagaimana dosen yang memiliki kompetensi mampu dalam menghasilkan lulusan yang relevan dengan harapan dari capaian program studinya. Mampu menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan di Kabupaten Jayawijaya. Oleh karenanya butuh dukungan dan Copyright A 2025 Nur Aini 107 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 11/06/2025. Accepted: 22/06/2025. Published: 30/06/2025 Optimalisasi Kompetensi Dosen: Kunci Kualitas Peningkatan Sumber Daya Manusia Lokal Di Kabupaten Jayawijaya kerjasama antar Perguruan Tinggi, pemerintah daerah, pemangku kepentingan serta masyarakat di Kabupaten Jayawijaya. Jika semua perguruan tinggi mampu menghasilkan lulusan berkualitas tentunya lulusan tersebut mampu bersaing di pasar kerja lokal, regional dan nasional. Kurikulum dan proses pembelajaran perlu di ramu dengan aspek sosial budaya dan potensi lokal sehingga menjadi lebih adaptif terhadap kebutuhan spesifik di Kabupaten Jayawijaya. Referensi