JURNAL JUMBIWIRA Vol 1 No. 3 (Desember 2. Ae E-ISSN : 2829-2502 P-ISSN : 2829-260X JURNAL MANAJEMEN BISNIS KEWIRAUSAHAAN Halaman Jurnal: https://jurnal-stiepari. id/index. php/jumbiwira Halaman UTAMA Jurnal : https://jurnal-stiepari. id/index. Pengaruh Profitabilitas. Kepemilikan Institusional. Dewan Komisaris Independen, dan Dewan Direksi terhadap Sustainability Report Disclosure Septi Ludianah a. Dirvi Surya Abbas b. Imam Hidayat c. Triana Zuhrotun Aulia d Universitas Muhammadiyah Tangerang Email : Septildn97@gmail. ABSTRAK The purpose of this study is to empirically prove the effect of profitability. Institutional Ownership Independent Board of Commissioners and Board of Directors Towards Sustainability Report Disclosure (In Sector Companies Mining Listed on the Indonesia Stock Exchange for the Period 2018 Ae 2021 ) The population of this study includes all companies in the mining sector listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2018-2021. Technique sampling using purposive sampling technique. Based on predetermined criteria obtained 10 companies. Type of data used is secondary data obtained from the official website of each company mining. The analytical method used is data logical regression analysis panel. The results showed that profitability, institutional ownership and The Independent Board of Commissioners has no effect on the Sustainability Report Disclosure, while the Board of Directors has a significant positive effect Sustainability Report Disclosure. Taken together, the research shows that Profitability. Institutional Ownership. Independent Board of Commissioners and Board of Directors on Sustainability Report Disclosure. Keywords: Profitabiliity. Institutional Ownership. Independent Board of Comissioners, and Board of Directors on Sustainability Report Disclosure. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah membuktikan secara empiris pengaruh Profitabilitas. Kepemilikan Institusional Dewan Komisaris dan Direksi Independen Terhadap Pengungkapan Laporan Keberlanjutan (Pada Perusahaan Sektor Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2018 Ae 2. Populasi penelitian ini Studi mencakup seluruh perusahaan di sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018-2021. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive Berdasarkan kriteria yang telah ditentukan diperoleh 10 perusahaan. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari website resmi masing-masing perusahaan pertambangan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi logis data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas, kepemilikan institusional dan Dewan Komisaris Independen tidak berpengaruh terhadap Pengungkapan Laporan Keberlanjutan, sedangkan Direksi berpengaruh positif signifikan terhadap Pengungkapan Laporan Keberlanjutan. Secara keseluruhan penelitian menunjukkan bahwa Profitabilitas. Kepemilikan Institusional. Dewan Komisaris Independen dan Direksi terhadap Pengungkapan Laporan Keberlanjutan. Kata Kunci: Profitabilitas. Kepemilikan Institusional. Dewan Komisaris Independen, dan Direksi atas Pengungkapan Laporan Keberlanjutan. Received September 30, 2022. Revised Oktober 2, 2022. Accepted November 17, 2022 PENDAHULUAN SRD adalah laporan mengenai dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial yang ditimbulkan akibat dari aktivitas perusahaan. Manfaat SRD dapat membantu perusahaan untuk mengukur, mengerti, dan mengkomunikasikan dampak yang dihasilkan dari segi ekomoni, lingkungan, dan sosial, serta performanya dimata pemerintahan. Selain itu, memperlancar hubungan perusahaan dengan pihak lain yang berkepentingan dengan begitu mampu meningkatkan reputasi dan branding perusahaan. Melalui pengungkapan SRD maka diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna dalam membantu perusahaan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan kepada para stakeholder. Penerbitan SRD yang ada di Indonesia saat ini, hampir sebagaian besar berdasarkan standar pengungkapan yang ada dalam Global Reporting Initiative (GRI). Faktor pertama. Kepemilikan Insititusional yang besar dapat memperbesar kontrol investor terhadap perusahaan, sehingga besarnya kepemilikan saham oleh institusi dapat menjadi salah satu alasan pengungkapan yang dilakukan oleh perusahaan. Faktor kedua. Dewan Komisaris Independen yang berperan penting dalam keterbukaan informasi perusahaan karena bertugas secara umum dan/atau khusus untuk mengawasi dewan direksi serta sebagai penengah agar tidak terjadi benturan kepentingan dengan pemegang saham. Menurut Effendi . , proporsi komisaris independen harus minimal 30%, karena komisaris independen yang besar jumlahnya diduga mampu meningkatkan objektifitas serta memberikan tekanan kepada perusahaan untuk membuka informasi yang seluas-luasnya. Faktor ketiga. Dewan Direksi sebagai pengelola perusahaan bertanggung jawab dalam penyusunan pedoman GCG perusahaan, menjamin kepatuhan perusahaa terhadap aturan serta regulasi yang berlaku (Brooks dan Dunn, 2011:. Ketika Dewan Direksi bertanggung jawab tinggi atas tatakelola perusahaan, hal ini dapat meningkatkan citra perusahaan, ketika citra perusahaan dianggap baik, maka perusahaan akan mendapatkan legitimasi dari masyarakat yang bermanfaat bagi keberlanjutan perusahaan. Dampak dari perusahaan yang tidak menerapkan prinsip ekonomi berkelanjutan menjerumuskan perusahaan kepada penurunan kondisi sosial dan kerusakan lingkungan. Faktor keempat Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan menghasilkan laba. Laba tersebut diperoleh dari modal 15 Teori Profitabilitas sebagai salah satu acuan dalam mengukur besarnya laba menjadi begitu penting untuk mengetahui apakah perusahaan telah menjalankan usahanya secara efisien. Efisiensi sebuah usaha baru dapat diketahui setelah membandingkan laba yang diperoleh dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut. Tujuan akhir yang ingin dicapai suatu perusahaan yang terpenting adalah memperoleh laba atau keuntungan yang maksimal. TINJAUAN PUSTAKA Teori Legitimasi Teori legitimasi dikemukakan pertama kali oleh Dowling dan Pfeffer . dalam Bustanul, dkk . Teori legitimasi merupakan teori yang menyatakan bahwa perusahaan berupaya dalam kegiatan operasionalnya untuk selaras dengan norma Ae norma yang berlaku bagi masyarakat setempat (Patten, 1. Usaha untuk berkegiatan selaras dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat di lingkungan perusahaan dapat menciptakan situasi untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan dari pihak eksternal sehingga terciptanya suatu image yang baik dimata pihak eksternal. Dalam perspektif teori legitimasi, suatu perusahaan akan secara sukarela melaporkan aktifitasnya jika manajemen menganggap bahwa hal ini adalah yang diharapkan investor dan stakeholders. Perusahaan biasanya berusaha untuk melegitimasi dan mempertahankan hubungan dalam lingkungan sosial dan politik yang lebih luas di mana mereka beroperasi, tanpa legitimasi tersebut, mereka tidak akan bertahan, terlepas dari seberapa baik kinerja finansial mereka (Gray et al. , 1. dalam Lanis dan Richardson . Teori Legitimasi Teori legitimasi dikemukakan pertama kali oleh Dowling dan Pfeffer . dalam Bustanul, dkk . Teori legitimasi merupakan teori yang menyatakan bahwa perusahaan berupaya dalam kegiatan operasionalnya untuk selaras dengan norma Ae norma yang berlaku bagi masyarakat setempat (Patten, 1. Usaha untuk berkegiatan selaras dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat di lingkungan perusahaan dapat menciptakan situasi untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan dari pihak eksternal sehingga terciptanya suatu image yang baik dimata pihak eksternal. Dengan pengungkapan sustainability report menjadi bukti perusahaan bahwa organisasi dalam menjalankan operasinya telah sesuai dengan kepentingan masyarakat dan dapat diterima oleh masyarakat sehingga mendapatkan nilai yang positif bagi masyarakat. Melalui teori legimasi yang diharapkan oleh masyarakat dari perusahaan terpenuhi melalui aktivitas sosial dan lingkungannya dan perusahaan mendapat legitimasi dari masyarakat. Sustainability Report Disclosure (SRD) Sustainability report atau laporan keberlanjutan menurut Global Inititative Reporting . adalah Au Laporan tentang dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial yang disebabkan oleh kegiatan sehari-hari yang diterbitkan oleh perusahaan atau organisasi Ay. Selain ekonomi, sosial, serta lingkungan, laporan keberlanjutan menyajikan nilai-nilai dan model tata kelola perusahaan dan keterikatan terhadap ekonomi global yang berkelanjutan (Global Initiative Reporting, 2. Ada 5 mekanisme yang dilakukan dalam proses penyajian sustainability report, yaitu pertama perusahaan harus membuat kebijakan mengenai pengembangan yang berkelanjutan dan kemudian mengungkapkannya. Kedua, masyarakat mengharapkan barang dan jasa ramah lingkungan sehingga perusahaan harus menentukan standar kinerja serta sustainability reporting untuk rantai pemasok . upply chai. Ketiga, mengungkapkan keterlibatan pemangku Keempat, perusahaan diminta mengembangkan dan melaporkan aspek-aspek kinerja sustainability dan harus memberikan penjelasan jika belum melakukannya. Kelima, rating, benchmarking, pajak, subsidi, izin Ae izin yang dapat diperdagangkan, kewajiban, serta larangan (Effendi, 2016:. Kepemilikan Institusional Kepemilikan institusional adalah presentase saham yang dimiliki oleh institusi dari keseluruhan saham perusahaan yang beredar (Triwahyuningtias dan Muharam, 2. Semua perusahaan yang bersatatus go public dan telah terdaftar dalam BEI adalah perusahaanperusahaan yang sebagian besar proporsi sahamnya dimiliki oleh publik dan secara otomatis perusahaan harus melaporkan seluruh aktivitas dan keadaan perusahaan kepada publik agar masyarakat sebagai salah satu bagian dari pemegang saham mengetahui keadaan perusahaan. Namun, tingkat kepemilikan saham antara satu pihak dengan institusi lain yang terlibat adalah berbeda- beda. Semakin tinggi rasio/ tingkat kepemilikan publik dalam saham perusahaan, maka perusahaan tersebut diprediksi akan melakukan pengungkapan yang lebih tinggi (Hasibuan, 2. Dewan Komisaris Independen Dewan komisaris independen merupakan anggota dewan komisaris yang bukan merupakan anggota manajemen atau memiliki keterkaitan erat dengan perusahaan yang diharapkan dapat menciptakan keseimbangan kepentingan perusahaan dan stakeholders yang terlibat. Komisaris independen diharapkan tidak terpengaruh oleh manajemen sehingga dapat mendorong perusahaan untuk mengungkapkan informasi yang lebih luas. Keberadaan dewan komisaris independen sebagai bagian dari penerapan good corporate governance akan mendorong kemungkinan perusahaan melakukan pengungkapan lebih untuk para stakeholder, salah satunya pengungkapan sustainability Dewan Direksi Dewan direksi dalam suatu perusahaan berperan sebagai agen atau pengelola perusahaan yang kedudukannya bertanggung jawab secara penuh atas kegiatan operasional perusahaan. Dewan direksi juga harus memberikan informasi kepada dewan komisaris dan menjawab hal-hal yang diajukan oleh dewan komisaris (Effendi, 2016:26- . Direksi memiliki kewenangan untuk mempekerjakan, memberhentikan, mengawasi dan memberikan kompensasi kepada top-level decision managers atau para manajer puncak. Profitabilitas Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan menghasilkan laba. Laba tersebut diperoleh dari modal yang dimilikinya. 15 Teori Profitabilitas sebagai salah satu acuan dalam mengukur besarnya laba menjadi begitu penting untuk mengetahui apakah perusahaan telah menjalankan usahanya secara efisien. Efisiensi sebuah usaha baru dapat diketahui setelah membandingkan laba yang diperoleh dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut. Tujuan akhir yang ingin dicapai suatu perusahaan yang terpenting adalah memperoleh laba atau keuntungan yang maksimal. METODOLOGI PENELITIAN Pendekatan Penelitian Berdasarkan karakteristik masalah, jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penelitian ini menggunakan pendekatan kulitatif metode penelitian kuantitatif karena sumber pengumpulan data diperoleh dari situs web berupa Laporan Berkelanjutan (Sustainability Repor. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan mengelola variabel independen yaitu profitabilitas, kepemilikan institusional, dewan komisaris independen, dan dewan direksi terhadap variabel dependen yaitu Sustainability Report Disclusore. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada Perusahaan Sektor Pertambangan periode 2018-2021, melalui situs Bursa Efek Indonesia (BEI) . dan situs resmi / website perusahaan, adapun waktu penelitian mulai dari Juni Ae Agustus 2022. Definisi dan Pengukuran Variabel Variabel Penelitian Menurut (Sugiyono, 2017:. pengertian variabel adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Menurut hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain, variabel penelitian dibedakan menjadi dua, yaitu : Variabel Dependen Menurut (Sugiyono, 2017:. mendefinisikan variabel terikat atau variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini terdapat satu variabel terikat . ependent variabl. yaitu Sustainability Report Disclosure yang dinotasikan dengan huruf (Y). Sustainability report menurut Global Report Initiatives (GRI) adalah laporan yang diterbitkan oleh perusahaan atau organisasi mengenai dampak ekonomi, lingkungan dan sosial yang disebabkan oleh aktivitas seharihari dari perusahaan tersebut. Sesuai dengan pedoman dari Global Reporting Initiative (GRI). Sustainability Report dalam penelitian ini diukur dengan Sustainability Report Disclosure Index (SRDI). Perhitungan SRDI dilakukan dengan memberikan skor 1 jika satu item diungkapkan, dan 0 jika tidak diungkapkan. Setelah dilakukan pemberian skor pada seluruh item, skor tersebut kemudian dijumlahkan untuk memperoleh keseluruhan skor untuk setiap perusahaan. Sustainability Report Disclosure. Variabel Independen Variabel independen adalah variabel yang dapat mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan dalam variabel dependen dan mempunyai hubungan yang positif maupun negatif bagi variabel dependen nantinya. Adapun variabel independen dinotasikan dengan huruf (X). Variabel Operasional Definisi operasional adalah aspek penelitian yang memberikan informasi tentang pengukuran sebuah variabel. Definisi operasional merupakan informasi ilmiah yang sangat membantu peneliti lain yang ingin melakukan penelitian dengan menggunakan variabel yang sama. Berdasarkan informasi hasil penelitian yang sudah pernah dilakukan melaui definisi operasional, peneliti akan mengetahui bagaimana caranya melakukan pengukuran terhadap variabel yang dibangun berdasarkan konsep yang sama. Dengan demikian ia dapat menentukan apakah tetap menggunakan prosedur pengukuran yang sama atau diperlukan pengukuran yang baru. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan kriteria pengambilan sampel, penelitian ini menggunakan variabel Profitabilitas. Kepemilikan Institusional. Dewan Komisaris Independen. Dewan Direksi terhadap Sustainability Report yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018-2021. Sampel yang ditetapkan dalam penelitian berjumlah 10 perusahaan Perusahaan Sektor Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Analisis Statistik Deskriptif Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi (Sugiyono, 2. Analisis deskriptif mempunyai tujuan untuk mengetahui gambaran atau penyebaran data umum dari semua variabel yang digunakan dalam penelitian ini, dengan cara melihat tabel statistik deskriptif yang menunjukan hasil pengukuran nilai rata-rata, mean, standar deviasi, nilai minimum atau nilai terendah, nilai maksimum atau nilai tertinggi, dan varian. Tabel dibawah ini menunjukkan bahwa jumlah data yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 40 data sampel. Penelitian ini menguji pengaruh variabel independen yaitu ROE, (X. KI (X. DKI (X. DD (X. terhadap variabel dependen yaitu SRD (Y). Berikut data statistik selama periode penelitian dengan tabel dibawah ini : Berdasarkan hasil statistik deskriptif pada table , maka dapat output sebagai berikut : Sustainability Report Disclosure (Y) Dari hasil pengujian statistik deskriptif pada tabel diketahui nilai minimum SRD 0. 440000 dan nilai maksimum sebesar 0. Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai SRD pada Perusahaan Pertambangan yang menjadi objek penelitian berkisaran 0. 440000 sampai 0. 640000 dengan nilai rata-rata (Mea. 504000, nilai median sebesar 0. 490000 dan nilai standar deviasi 0. Nilai SRD tertinggi PT. Aneka Tambang Tbk pada tahun 2021 yaitu 0,64 sedangkan nilai terendah pada PT. Bumi Resources Tbk pada tahun 2018 yaitu 0,44 dan PT. Elnusa. Tbk pada tahun 2019 yaitu 0,44. Profitabilitas (X. Dari hasil pengujian statistik deskriptif pada tabel diketahui nilai minimum ROE 0,000000 dan nilai maksimum sebesar 10,69000. Hasil tersebut menunjukan bahwa nilai ROE pada perusahaan Pertambangan yang menjadi objek penelitian berkisaran 0,000000 sampai 10,69000 dengan nilai rata-rata (Mea. 0,392750, nilai Median sebesar 0,105000 dan nilai standar deviasi 1,656020. Kepemilikan Institusional (X. Dari hasil pengujian statistik deskriptif pada tabel 4. 13 diketahui nilai minimum KI 0. 230000 dan nilai maksimum sebesar 0. Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai KIL pada Perusahaan Pertambangan yang menjadi objek penelitian berkisaran 0. 230000 sampai 0. 820000 dengan nilai rata-rata (Mea. 579750, nilai median 0. 650000 dan nilai standar deviasi 0. Nilai KI tertinggi PT. Mitrabahtera Segara Sejati Tbk pada tahun 2021 yaitu 0,82 sedangkan nilai terendah pada PT. Bumi Resources Tbk pada tahun 2018 Ae 2019 yaitu 0,23. Dewan Komisaris Independen (X. Dari hasil pengujian statistik deskriptif pada tabel 4. 13 diketahui nilai minimum DKI 3. 000000 dan nilai maksimum sebesar 0. Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai DKI pada Perusahaan Pertambangan yang menjadi objek penelitian berkisaran 0. 300000 sampai 0. 600000 dengan nilai rata-rata (Mea. 500000, nilai median 4. 500000 dan nilai standar deviasi 0. Nilai DKI tertinggi PT. Bumi Resources Tbk pada tahun 2021 yaitu 0,50 sedangkan nilai terendah pada PT. Aneka Tambang Tbk pada tahun 2019 yaitu 0,25. Dewan Direksi (X. Dari hasil pengujian statistik deskriptif pada tabel 4. 13 diketahui nilai minimum DD 0. 250000 dan nilai maksimum sebesar 0. Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai DD pada Perusahaan Pertambangan yang menjadi objek penelitian berkisaran 0. 250000 sampai 0. 500000 dengan nilai rata-rata (Mea. 399250, nilai median 0. 400000 dan nilai standar deviasi 1. Nilai DD tertinggi PT. Bumi Resources Tbk pada tahun 2021 yaitu 0,50 sedangkan nilai terendah pada PT. Aneka Tambang Tbk pada tahun 2019 yaitu 0,25. Estimasi Fixed Effec Model Perusahaan Pertambangan Periode 2018-2021 Pada output diatas menunjukan bahwa nilai F statistik sebesar 3,096710 maka dapat disimpulkan bahwa model FEM lebih layak digunakan. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel independent dalam penelitian ini secara bersama-sama memiliki pengaruh. KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris pengaruh kepemilikan institusional, dewan komisaris independen, dan dewan direksi. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi data panel dalam program software Eviews 12. Data sampel yang digunakan adalah sebanyak 10 sampel yang diperoleh dari Perusahaan Sektor Pertambangaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2021 yang memenuhi kriteria. Hasil pengujian variabel pertama menunjukkan kepemilikan institusional (X. secara parsial tidak berpengaruh terhadap Sustainability Report Disclosure pada sektor pertambangan yang terdaftar di BEI periode 2018- 2021 dengan nilai t-statistic sebesar (-0. < nilai t table . dan tingkat signifikan atau nilai prob t-statistic -0. 7886 > nilai 0,05 sehingga H1 dalam penelitian ini tidak terbukti . DAFTAR PUSTAKA