Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2023, pp. 016 Ae 022 EDUKASI KARIES GIGI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KARIES GIGI PADA ANAK TK Ratna Lestari1. Novita Nirmalasari2. Ngatoiatu Rohmani3 1Prodi D3 & S1 Keperawatan. STIKes Garuda Putih Jambi 2Prodi S1 Keperawatan. Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta 3Prodi Pendidikan Profesi Ners. Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta E-mail korespondensi: ratnalestarigg@gmail. Article History: Received: 12 Desember 2023 Revised: 13 Desember 2023 Accepted: 18 Desember 2023 Kata Kunci: Karies gigi. Anak TK. Edukasi Kesehatan Abstrak: Latar Belakang: Karies gigi merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling sering dialami oleh anak sekolah dan berdampak terhadap kegiatan akademik siswa. Kejadian karies gigi dapat dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya makanan dan perilaku membersihkan gigi yang yang dilakukan oleh anak. Membersihkan gigi sering dilakukan oleh anak namun waktu yang tepat untuk menggosok gigi pada malam hari masih belum dijalankan oleh anak dimana salah satunya dipengaruhi oleh dukungan orangtua dan guru. Pencegahan karies gigi perlu dilakukan sejak dini, karena hal ini akan menentukan kesehatan gigi pada lanjut usia. Edukasi karies gigi sebagai salah satu bentuk promkes yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku anak dalam mencegah karies gigi. Metode: Metode dilakukan dengan memberikan demonstrasi gosok gigi kepada kelompok anak TK. Kegiatan dilakukan di TK ABA Patukan Gamping Sleman pada 8-12 Agustus 2022 dengan melibatkan sebanyak 24 siswa. Hasil: Rerata pengetahuan siswa TK tentang pencegahan karies sebelum diberikan edukasi kesehatan 82,81 dan sesudah diberikan edukasi menjadi 95,31. Mayoritas siswa juga mampu mempraktikkan cara menggosok gigi yang benar. Abstract: Background: Dental caries is a serious problem experienced by school age children. It has an impact on students' academic activities. The incidence of dental caries can be influenced by many factors, food and children's teeth brushing behavior are the important Brushing teeth is often done, but the right time to brush teeth at night is still not carried out by children. It needs support from parents and teachers. ISSN: 2797-3239 (ONLINE) doi: https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2023, pp. 016 - 022 Keywords: Dental caries, pre school age. Health Education Dental caries can be avoided since an early age, because this will give an impact in old age. Dental caries education is a form of health promotion that aims to increase children's knowledge and behavior in preventing dental caries. Method: We have educated the kindergarten students about dental care prevention and demonstrated/ simulated how to brush the teeth properly. This activity was held on 12-16th August 2022 in TK ABA Gamping Sleman that included 24 pupils. Result: The average mean score of studentAos knowledge 81 before giving education while after being given education was 95. The majority of students are also able to practice the correct way to brush their teeth. Pendahuluan Kesehatan gigi dan mulut sangat penting untuk diperhatikan, karena akan berpengaruh terhadap kesehatan individu secara umum. Salah satu masalah kesehatan gigi yang sering dialami anak TK adalah karies gigi. Karies didefinisikan sebagai kerusakan gigi akibat adanya plak dari sisa makanan yang mengakibatkan adanya rasa nyeri pada area gigi serta tanggalnya gigi. Selain nyeri, karies gigi juga menyebabkan seseorang mengalami gangguan saat makan, mengunyah, berkomunikasi dengan seseorang, serta perubahan warna pada permukaan gigi (Yadav & Prakash, 2. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018 menunjukkan prevalensi anak usia O15 tahun di Indonesia yang mengalami masalah kebersihan gigi dan mulut yaitu dari 29,7% menjadi 31,3%. Effective Medical Demand (EMD) menunjukkan adanya peningkatan dari 6,9% menjadi 8,1%. EMD didefinisikan sebagai persentase penduduk yang bermasalah dengan gigi dan mulut dalam 12 bulan terakhir dikali persentase penduduk yang menerima perawatan atau pengobatan gigi dari tenaga kesehatan. Angka kejadian penyakit periodontal dan karies gigi banyak terjadi pada anak sekolah usia 5-10 tahun dikarenakan banyak faktor diantaranya makanan atau jajanan sembarangan dan kurangnya pengetahuan mengenai kebersihan gigi dan mulut (I et al. , 2. Pencegahan masalah kebersihan gigi dan mulut dapat dilakukan dengan mengajarkan anak u n t u k m e n g g o s o k g i g i s e j a k d i n i w a l a u p u n masih gigi susu, sedangkan untuk anak di usia lebih dari 10 tahun yang sudah memiliki beberapa gigi tetap dianjurkan untuk membersihkan gigi dua kali sehari yaitu setelah makan pagi dan sebelum tidur malam (Kemenkes RI, 2. World Health Organization (WHO) tahun 2018 menyarankan setiap individu menggunakan 4 sikat gigi dan 6 pasta gigi per tahun serta mengganti sikat gigi setiap 3 bulan sekali untuk mencegah kuman berkembang dan menjaga kebersihan gigi dan mulut ( D o u m i t & S a y a h , 2 0 1 8 ) Perilaku membersihkan gigi yang rutin secara mandiri dan tindakan melakukan pemeriksaan kebersihan gigi dan mulut oleh tenaga kesehatan ternyata masih memungkinkan mikrobakteri terus berkembang di permukaan gigi yang menimbulkan ISSN: 2797-3239 (ONLINE) doi: https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2023, pp. 016 - 022 plak gigi. Oleh karena itu perilaku menggosok gigi mempunyai tujuan untuk membersihkan plak dan mencegah mikroorganisme penyebab plak berkembang, membersihkan gigi dari sisa makanan, serta melindungi gigi dari masalah karies dan penyakit periodontal ( B a r u a h e t a l . , 2 0 1 7 ) Hasil studi pendahuluan pada lima orang siswa di TK ABA Patukan menyatakan bahwa mereka melakukan gosok gigi setiap hari, akantetapi pada malam hari tidak pernah menggosok gigi karena mengantuk. Pemberian edukasi kesehatan tentang pencegahan karies gigi diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan siswa tentang pentingnya menggosok gigi pada waktu yang tepat dan cara yang benar. Selain itu keterampilan siswa untuk menggosok gigi dapat meningkat sehingga dengan demikian kejadian karies gigi dapat dihindari. Pengabdian kepada masyarakat ini merupakan salah satu bentuk kerjasama dosen dan mahasiswa HIMIKA dimana dosen dan mahasiswa melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang merupakan salah satu kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi serta kegiatan HIMIKA yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Pemberian edukasi tentang pencegahan karies bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku anak dalam mencegah karies gigi meliputi definisi, faktor risiko yang meningkatkan terjadinya karies gigi, gambaran gigi sehat dan karies, cara mencegah karies, waktu benar gosok gigi, dan mendemonstrasikan cara menggosok gigi yang benar. Metode Pelaksanaan Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di TK ABA Gamping Sleman Yogyakarta. Sasaran pelaksanaan kegiatan adalah anak TK dengan karies maupun tidak. Metode pelaksanaan dilakukan dengan memberikan edukasi tentang karies gigi meliputi definisi, faktor risiko yang meningkatkan terjadinya karies gigi, gambaran gigi sehat dan karies, cara mencegah karies, dan waktu benar gosok gigi. Diakhir kegiatan pengabdian tim pengabdi mendemonstrasikan cara menggosok gigi yang benar kepada siswa menggunakan alat bantu berupa manikin gigi. Kegiatan ini melibatkan 24 siswa dengan pendampingan guru kelas masing-masing. Persiapan dilakukan sejak tanggal 8-11 Agustus 2022 dan kegiatan edukasi dilakukan pada 12 Agustus 2022. Persiapan yang dilakukan meliputi koordinasi dengan pihak sekolah (TK ABA), pembagian tugas tim, dan pembuatan media edukasi. Kegiatan ini dilakukan dengan mengumpulkan semua siswa di aula terbuka TK. Sebelum memulai kegiatan, semua siswa diberikan pretest terlebih dahulu. Pretest yang diberikan berupa gambar yang mewakili kalimat pertanyaan, selanjutnya pemberian edukasi tentang karies gigi, mendemonstrasikan cara menggosok gigi yang benar, dan dilanjutkan praktik menggosok gigi langsung oleh siswa. Setelah kegiatan selesai, semua siswa kembali diberikan posttest dengan pertanyaan yang sama. ISSN: 2797-3239 (ONLINE) doi: https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2023, pp. 016 - 022 Adapun tahap pelaksanaan kegiatan sebagai berikut: Pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi rencana kegiatan ke sekolah Partisipasi Sasaran (Siswa dan gur. Kegiatan pretest Edukasi karies gigi dan demonstrasi cara menggosok gigi yang Evaluasi pelaksanaan Membantu meluangkan waktu dan menyiapkan Membuat komitmen bersama untuk bekerja sama dalam kegiatan Membantu menyiapkan siswa dan mendampingi siswa apabila ada pertanyaan . Mengikuti kegiatan pretest dengan tertib . Mendampingi menciptakan suasana kondusif . Memotivasi siswa untuk berperan aktif . Mendengarkan, memperhatikan, dan Mengikuti posttest Semua siswa mempraktikkan cara menggosok gigi yang benar . Hasil Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat di TK ABA Gamping Sleman dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 1. Distribusi frekuensi karakteristik siswa di TK ABA Patukan . Karakteristik Responden Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki Kejadian Sakit gigi Tidak pernah Jarang Sering Makan manis Jarang Sering Selalu Waktu gosok gigi Hanya pagi Pagi dan malam Frekuensi menggosok gigi Ou 2x/ hari Frekuensi Persentase (%) ISSN: 2797-3239 (ONLINE) doi: https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2023, pp. 016 - 022 < 2x/ hari Total Sumber: Data primer, 2022 Tabel 2. Rerata Peningkatan Skor Pretest dan Postest Skor pre test . Skor post test . Selisih skor 82,81 95,31 Sumber: Data primer, 2022 Hasil dokumentasi kegiatan edukasi pencegahan karies gigi dapat dilihat pada gambar berikut ini: Gambar 1. Dokumentasi Kegiatan Pengabdian Kepada masyarakat Diskusi Berdasarkan tabel 1 dapat diketahui bahwa mayoritas jenis kelamin siswa adalah Kejadian sakit gigi jarang terjadi pada siswa, namun masih ada 16,7% siswa yang sering mengalami sakit gigi. Sejalan dengan penelitian pada siswa TKIT B Mutiara hati Klaten bahwa 79,8% siswa mengalami karies gigi (Qoyyimah & Aliffia, 2. Karies gigi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko diantaranya jenis makanan yang dikonsumsi dan kebiasaan menggosok gigi. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang melaporkan jenis makanan tidak sehat berpengaruh pada 87,1% siswa yang mengalami karies, sedangkan kebiasaan menggosok gigi pada malam hari berkontribusi 61,3% pada karies gigi (Amaliah Andi Jalante et al. , 2. (Melissari et al. , 2. Terdapat peningkatan skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi kesehatan dengan perbedaan rerata skor sebesar 12,5 berdasarkan tabel 2. Peningkatan skor ISSN: 2797-3239 (ONLINE) doi: https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2023, pp. 016 - 022 pengetahuan ini dipengaruhi oleh pemberian edukasi yang ditambahkan dengan demonstasi sebagai metode pendidikan kesehatan. Demonstrasi merupakan salah satu metode pembelajaran yang memperagakan suatu kejadian melalui bantuan alat dan media untuk membantu mempermudah diterimanya informasi dari pembicara atau Metode demonstrasi akan membuat perhatian peserta lebih dipusatkan atau fokus, peserta memperoleh persepsi yang jelas dari hasil pengamatan melalui panca indera, dan masalah yang memunculkan pertanyaan dapat terjawab dengan mengamati proses demonstrasi (Fedri. M & Sari, 2. Pada kegiatan ini, selain diberikan edukasi secara teori siswa juga diajarkan cara untuk melakukan gosok gigi yang benar sehingga pengetahuan mereka semakin meningkat. Metode demonstrasi juga akan menghilangkan kejenuhan dan monotonnya pemberian edukasi kesehatan sehingga akan lebih menarik dan disukai oleh anak-anak. Artikel lain juga menunjukkan hasil yang sama yaitu terdapat peningkatan skor sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang pencegahan karies dengan selisih skor 27,2 (Nurlila et al. , 2. Peserta yang mengikuti edukasi kesehatan dapat mengetahui tentang gambaran gigi sehat dan karies, faktor yang dapat meningkatkan kejadian karies gigi, dan cara mencegah terjadinya karies gigi. Indikator keberhasilan dari pengabdian kepada masyarakat ini dapat diketahui melalui respon yang baik dari siswa dalam penyelenggaraan kegiatan dan peserta antusias dalam mempraktikkan cara menyikat gigi (Bestfy A, 2. Kesimpulan dan Saran Terdapat peningkatan pengetahuan peserta terhadap pencegahan karies dengan rerata peningkatan skor sebesar 12,5 dan siswa juga dapat memperagakan kembali cara menggosok gigi yang benar. Setelah kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini selesai diharapkan siswa dapat mempraktikkan cara menyikat gigi dan waktu yang benar untuk menggosok gigi dengan melibatkan pendampingan orangtua di rumah dan guru di Diharapkan guru dapat menyampaikan ulang terkait dengan materi pencegahan karies dan sekolah dapat memfasilitasi praktik menggosok gigi di sekolah menyesuaikan dengan agenda kegiatan rutin sekolah sehingga promosi kesehatan di sekolah dapat Ucapan Terima Kasih