RANCANGAN GEOMETRI SALURAN TERBUKA DENGAN VALIDASI PEMODELAN GENANGAN SOFTWARE HEC Ae RAS Open Channel Geometric Design with Flood Modelling Validation HEC Ae RAS Software Adyaksa Bagas Bimantoro1*. Tedy Agung Cahyadi2. Peter Eka Rosadi3. Gunawan Nusanto4. Wawong Dwi Ratminah4. Achmad Riyadi5 1,2,3,4Jurusan Teknik Pertambangan. Fakultas Teknologi Mineral. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta 5Engineering Superintendent site 59C PT Madhani Talatah Nusantara . Berau. Kalimantan Timur Artikel masuk : 10-09-2023. Artikel diterima : 03-09-2024 Kata kunci: Saluran Terbuka. Curah Hujan. HEC-RAS Keywords: Open Channel. Rainfall. HEC-RAS ABSTRAK Saluran terbuka adalah media untuk menampung dan mengalirkan air agar menjaga kondisi area tambang tetap kering. Seringkali terjadi perubahan desain dalam rancangan saluran terbuka dalam menyesuaikan dengan lapangan menyebabkan memakan lebih banyak waktu dan biaya. Oleh sebab itu, diperlukan validasi yang dapat mensimulasikan rancangan saluran terbuka hasil perhitungan sebelum dilakukan pengaplikasian secara aktual. Hydrologic Engineering Center Ae River Analysis System (HEC-RAS) adalah perangkat lunak untuk simulasi genangan pada rancangan saluran terbuka dalam mengalirkan air sebelum diaplikasikan secara Metode awal yang digunakan adalah menentukan curah hujan rencana dengan metode gumbell dan penentuan daerah tangkapan hujan (DTH) untuk mendapatkan debit limpasan. Debit limpasan dengan tiga DTH sebagai berikut. DTH I = 6,47 m3/detik. DTH II = 7,38 m3/detik, dan DTH i = 10,67 m3/detik menjadi data untuk mendapatkan geometri saluran terbuka dengan rumus manning. Hasil rancangan geometri saluran terbuka tersebut akan menjadi data masukan pada HEC-RAS dalam melakukan pemodelan genangan saluran terbuka untuk validasi kesesuaian hasil rancangan tersebut sebelum dilakukan pengaplikasian pada lapangan. ABSTRACT Open channels are a medium for collecting and channeling water to keep the mining area dry. Often there are design changes in open channel designs to suit the field, causing more time and costs. Therefore, validation is needed that can simulate the calculated open channel design before actual application. Hydrologic Engineering Center Ae River Analysis System (HEC-RAS) is software for simulating inundation in open channel designs to convey water before it is actually applied. The initial method used is determining the planned rainfall using the gumbell method and determining the rain catchment area (DTH) to obtain runoff discharge. The runoff discharge with three DTHs as follows. DTH I = 6. 47 m3/sec. DTH II = 7. 38 m3/sec, and DTH i = 10. m3/sec is the data to obtain open channel geometry using the Manning formula. The results of the open channel geometric design will become input data for HEC-RAS in modeling open channel inundation to validate the suitability of the design results before applying them to the field. *Penulis Koresponden : yaksa. bgs@gmail. Doi : https://doi. org/10. 36986/impj. Indonesian Mining Professionals Journal Volume 6. Nomor 1. April 2024: 23 - 32 PENDAHULUAN yuycu ycUyc = ycUI ( ) . cUyc Ae ycUyc. yuycu Untuk melakukan kegiatan penambangan kondisi tambang baiknya relatif kering atau setidaknya mencegah banjir dalam front penambangan. Sistem penyaliran tambang memerlukan desain dan pengelolaan yang sesuai guna mencegah atau mengeluarkan air yang tidak diperlukan. Desain sistem penyaliran tambang didasarkan pada perkiraan aliran air yang masuk dari pra penambangan dan kemungkinan dilakukan penyesuaian selama kegiatan Selain itu diperlukan analisis hidrologi untuk pertimbangan rancangan penyaliran tambang (Daemen & Jaak J. , 2. Air yang menggenangi area penambangan dapat menganggu jalannya proses produksi, manuver alat berat tidak optimal, dan erosi lereng tambang (Cahyadi, 2. Keterangan : : Hujan harian maksimum dengan periode ulang tertentu . ycUI : Curah Hujan rata Ae rata d yuycu : Standar Deviasi nilai curah hujan dari data yuycu : Standar Deviasi dari reduksi variat, tergantung dari jumlah data . : Nilai reduksi variat dari variabel yang diharapkan terjadi pada PUH : Nilai rata Ae rata dari reduksi variat, tergantung dari jumlah data . Intensitas Hujan Dalam perhitungan debit rencana air limpasan dibutuhkannya intensitas curah hujan. Intensitas curah hujan yaitu derajat curah hujan yang biasanya dinyatakan oleh jumlah curah hujan dalam suatu satuan waktu, biasanya dalam waktu relatif singkat (Sosrodarsono dan Takeda, 1. Nilai intensitas curah hujan juga dapat memberikan klasifikasi keadaan curah hujan yang terjadi pada daerah tersebut, seperti pada tabel 1. Intensitas curah hujan biasanya disimbolkan dengan huruf AuIAy dengan satuan mm/jam. Penentuan intensitas curah hujan berdasarkan pada periode ulang hujan, maka semakin besar periode ulang hujan maka akan semakin besar pula intensitas curah hujan. Intensitas curah hujan ditentukan dengan persamaan . Salah satu infrastruktur krusial dalam sistem penyaliran tambang adalah saluran terbuka. Dalam merancang saluran terbuka diperlukan desain, waktu dan biaya. Seringkali terjadi perubahan desain dalam rancangan saluran terbuka dalam menyesuaikan dengan lapangan menyebabkan memakan lebih banyak waktu dan biaya. Dengan hal tersebut maka perlunya ketepatan dalam mendesain saluran terbuka yang sesuai dengan kondisi lapangan. Hasil rancangan desain saluran terbuka sebelum dilakukannya pengaplikasian aktual, perlu adanya validasi menggunakan Hydrologic Engineering Center Ae River Analysis System (HEC-RAS) untuk menilai kemampuan saluran terbuka tersebut dalam menampung dan mengalirkan air limpasan. Tujuan penelitian ini adalah validasi kesesuaian rancangan saluran terbuka dengan kondisi karateristik lapangan sebelum dilakukan pengaplikasian secara aktual. ya= ycI24 24 2/3 [ ] yc Keterangan : R24 : Nilai curah hujan rencana yang diprediksikan . m/har. : Durasi Hujan (Ja. Tabel 1. Keadaan Curah Hujan dan Intensitas Curah Hujan Intensitas Curah Hujan Keadaan Curah Hujan 1 jam 24 jam Hujan sangat ringan Hujan ringan Hujan normal Hujan lebat Hujan sangat lebat >20 >100 METODOLOGI PENELITIAN Curah Hujan Sumber utama air yang masuk ke area penambangan adalah air hujan air, sehingga diperlukannya analisis curah hujan untuk mengetahui besarnya debit air yang masuk ke daerah penambangan. Curah hujan adalah banyaknya air hujan yang jatuh pada luasan wilayah tertentu dengan satuan milimeter, yang berarti pada luas 1 m2 jumlah air hujan yang jatuh sebanyak 1 liter yang diukur dengan alat penakar curah hujan. Data curah hujan yang didapat dari alat penakar curah hujan yang ada di stasiun pengukuran curah hujan masih dalam bentuk milimeter/hari, maka dari itu data tersebut masih harus diolah untuk mendapatkat data curah hujan siap pakai untuk suatu sistem penyaliran. Pengolahan data curah hujan dapat dilakukan dengan Persamaan . Periode Ulang Hujan Periode ulang hujan terjadi karena curah hujan akan menunjukan suatu kecenderungan pengulangan. Periode ulang hujan adalah periode . dimana suatu hujan dengan tinggi intensitas yang sama kemungkinan bisa terjadi lagi. Periode ulang hujan Indonesian Mining Professionals Journal Volume 6. Nomor 1. April 2024: 23 - 32 digunakan untuk keperluan pembuatan saluran terbuka dengan menyesuaikan data curah hujan dan keperluan pemakaian saluran yang berkaitan dengan umur tambang serta tetap memperhitungkan resiko hidrologi. Penentuan periode ulang hujan dilakukan dengan menyesuaikan keperluan pemakaian saluran (Tabel . yang berkaitan dengan umur tambang serta tetap memperhitungkan resiko hidrologi. Perhitungan periode ulang dan resiko hidrologi dihitung dengan menggunkan rumus berdasarkan Persamaan . 1 ycNya ycI = 1 Oe . Oe ) ycN debit yang cepat. Maka dari itu dapat digunakan untuk analisis banjir dengan memperkirakan distribusi debit air hujan dari titik awal menuju debit puncak hingga nantinya debit paling minim. Jika harga waktu memuncak dan waktu menurun diketahui, maka debit puncak hidrograf satuan sintetis akibat tinggi hujan satu satuan (Re = 1 m. yang jatuh selama durasi hujan satu satuan Tr = 1 jam. Hujan efektif (R. merupakan asumsi pada metode ini untuk membentuk kerangka hidrografnya, perhtiungan menggunakan persamaan . ycEycy = Keterangan : : Resiko Hidrologi (Kemungkinan sutau kejadian akan terjadi minimal satu kali pada periode ulang tertent. : Periode ulang (Dalam rancangan ini dogunakan periode ulang tahu. : mur Tambang (Tahu. ya ycu ycIyce 3,6 . ,3 ycu ycNycy ycN0,3 ) . Keterangan : Qp : Debit puncak banjir . 3 /. Re : Hujan Efektif satuan . Tp : Waktu dari permulaan hujan sampai puncak banjir . : Luas daerah tangkapan hujan . m2 ) T0. 3 : Waktu penurunan debit, dari puncak sampai 30 % (T 0. 3 = . Tabel 2. Tabel Periode Ulang Hujan Rencana Periode Ulang Hujan Kondisi (Tahu. Daerah Terbuka Sarana Tambang 2Ae5 Lereng Tambang dan 5 Ae 10 Penimbunan Sumuran Utama 10 Ae 25 Penyalrian Keliling Tambang Pemindahan Aliran Sungai Saluran Terbuka Saluran merupakan suatu media untuk mengalirkan air (Cahyadi, 2. Saluran terbuka merupakan saluran yang dibuat untuk menampung air limpasan dari suatu daerah tangkapan hujan dan mengalirkannya ke elevasi yang lebih rendah untuk dilakukan penampungan , seperti sump, settling pond, atau badan sungai. Aliran pada saluran terbuka merupakan aliran yang mempunyai permukaan bebas. Permukaan bebas yaitu pertemuan dua fluida dengan nilai kerapatan . yang berbeda. Pada umumnya, dalam saluran terbuka dua fluida berbeda adalah udara dan air dimana kerapatan udara lebih kecil daripada nilai kerapatan air (Kimi, 2. Dalam perancangan saluran terbuka, kekasaran jenis dasar saluran, debit air limpasan, kecepatan aliran, dan kemiringan dasar saluran harus diperhitungkan dengan Ada beberapa bentuk rancangan dimensi saluran terbuka yang paling efisien untuk menampung dan mengalirkan air limpasan adalah sebagai berikut yaitu (Gautama,1. , saluran terbuka yang tempat penelitian adalah trapezium dapat dilihat pada gambar Daerah Tangkapan Hujan Daerah tangkapan hujan ditentukan dengan melihat menggunakan peta topografi, dengan menentukan titiktitik elevasi tertinggi sebagai acuan dan melihat arah kontur menuju elevasi terendah untuk melihat arah aliran air . low directio. Kemudian membuat polygon tertutup yang mencakup titik-titik elevasi tertinggi dan arah kontur menunju elevasi terendah yang mana daerah tersebut dapat ditetapkan sebagai Daerah Tangkapan Hujan. Semakin luas area DTH maka jumlah air limpasan yang masuk ke daerah tersebut mengalir dan harus ditampung pada elevasi terendah semakin besar. Debit Air Limpasan Metode Nakayasu Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu adalah metode yang dikembangkan Dr. Nakayasu digunakan untuk meneliti sungai Ae sungai di Jepang berdasarkan hasil pengamatan dari hidrograf satuan alami yang berasal dari sejumlah DAS. Ciri khas sungai di Jepang adalah debit puncak yang tinggi kemudian penurunan Gambar 1. Penampang Saluran Terbuka Trapezium Bentuk Saluran Trapezium Indonesian Mining Professionals Journal Volume 6. Nomor 1. April 2024: 23 - 32 yu = 600 Ie m = Oo3 Luas Penampang Basah (A) h2Oo3 Lebar Dasar Saluran . hOo3 Jari Ae jari Hidrolis (R) Lebar Permukaan Saluran (B) = b 2. Curah Hujan Data curah hujan berasal dari alat penakar hujan yaitu ombrometer yang terdapat pada viewpoint pit B1 Sambarata Mine Operation power, diambil data curah hujan 2013 hingga Data curah hujan ditentukan dari data-data curah hujan harian maksimum dalam 10 tahun di lokasi Berdasarkan data yang diperoleh, didapatkan curah hujan harian maksimum rata-rata 77, 89 mm dan jam hujan harian rata-rata 2 jam. Ea Dalam pembuatan serta perhitungan kapasitas saluran terbuka harus memperhatikan material atau bahan saluran, sehingga setiap macam material memiliki koefisien masing-masing, yang dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 4. Curah Hujan Harian Maksimum Tahun 2013 2022 Tabel 3. Nilai koefisien Dinding Saluran Terbuka (Gautama, 1. Tipe Dinding Saluran Semen 0,010 Ae 0,014 Beton 0,011 Ae 0,016 Bata 0,012 Ae 0,020 Besi 0,013 Ae 0,017 Tanah 0,020 Ae 0,030 Gravel 0,022 Ae 0,035 Tanah yang ditanam 0,025 Ae 0,040 Pemodelan Genangan Menggunakan HEC Ae RAS Saluran Tahun Curah Hujan Harian Maksimum . 77,86 52,59 42,61 64,56 49,96 86,19 48,42 155,04 120,11 Curah Hujan Rencana Terbuka Berdasarkan perhitungan curah hujan rencana metode distribusi gumbel dengan menggunakan perhitungan curah hujan rata-rata harian didapatkan nilai 73,3 Ae 225 mm/hari (Gambar 2. HEC Ae RAS adalah software pemodelan analisis hidrolika aliran pada saluran ataupun sungai (Ismawati. Hydrologic Engineering Center Ae Rivers Analysis System (HEC Ae RAS) merupakan salah satu software yang diterbitkan U. Army Corp of Engineers Hydrologic Engineering Center yang digunakan untuk menghitung aliran sungai maupun dimensi. Perhitungan aliran tersebut menggunakan konsep steady dan unsteady flow. Steady flow adalah aliran suatu saluran terbuka yang memiliki kedalaman aliran tidak berubah dalam waktu tertentu. Unsteady flow adalah aliran suatu saluran yang kedalamannya berubah dalam waktu tertentu. Perhitungan steady dapat dilakukan secara analitis, untuk unsteady digunakan sebuah program untuk memodelkan dan menganalisis aliran. Gambar 2. Grafik Curah Hujan Rencana Gumbel Tahun 2013 Ae 2022 HASIL DAN PEMBAHASAN Periode Ulang Hujan resiko hidrologi yang berbeda berdasarkan umur PT Madhani Talatah Nusantara memiliki umur tambang hingga 3 tahun ke depan. Berdasarkan hasil perhitungan resiko hidrologi dan dengan pertimbangan umur tambang. PUH yang digunakan Periode ulang hujan dalam penelitian ini menyesuaikan distribusi curah hujan yaitu, 2, 5, 25, 50, dan 100 tahun. Masing Ae masing dari periode ulang tersebut memiliki Indonesian Mining Professionals Journal Volume 6. Nomor 1. April 2024: 23 - 32 yakni pada tahun ke 2 dengan resiko hidrologi sebesar 88% (Gambar 3. air limpasan. Berdasarkan olah data tersebut maka dibagi menjadi tiga bagian (Gambar 6. DTH II DTH I DTH i Gambar 6. Daerah Tangkapan Hujan Dari hasil pembagian tiga daerah tangkapan hujan tersebut terdapat masing-masing luas (Tabel 5. Gambar 4. Grafik Curah Hujan Harian Maksimum Tahun 2013 Ae 2022 Tabel 5. Luas Daerah Tangkapan Hujan Intensitas Hujan Intensitas curah hujan yaitu jumlah presipitasi atau curah hujan yang jatuh ke permukaan dalam waktu tertentu biasanya dalam waktu relatih singkat. Intensitas curah hujan dihitung menggunakan rumus Nilai t . urasi huja. didapatkan dari ratarata durasi hujan tahun 2013 Ae 2022 yaitu sebesar 2 Setelah dilakukan olah data dan adanya curah hujan rencana maka intensitas curah hujan sebesar 16,01 mm/jam. Koefisien Limpasan Koefisien limpasan dipengaruhi oleh topografi, tanah dan vegetasi yang ada. Terdapat tiga daerah tangkapan hujan dari hasil pengolahan ArcGis dan Google Earth Pro. Pada daerah tangkapan hujan I dan II, area tergolong vegetasi ringan dengan kemiringan lereng kurang dari 15%, maka sesuai dengan Tabel 6. nilai koefisiennya 0,6. Daerah tangkapan hujan i tergolong area penambangan dengan lahan tandus dan kemiringan lebih dari 15%, maka nilai koefisien limpasan 0,9. Tabel 6. Nilai Koefisien Limpasan Gambar 5. Grafik Intensitas Hujan PUH 2,5,10,20,50. Pada penelitian ini menggunakan PUH 2 dengan memiliki nilai intensitas hujan 16,01 mm/jam. Daerah Tangkapan Hujan (DTH) Daerah tangkapan hujan atau disebut juga catchment area merupakan batas permukaan suatu daerah yang apabila terjadi hujan maka air hujan akan mengalir . ebagai air limpasa. menuju daerah yang lebih Penentuan DTH dilakukan dengan mengamati kondisi lapangan dan peta topografi kemudian dilakukan digitasi menggunakan polygon di software Google Earth Pro. Luas DTH akan memengaruhi debit Debit Air Limpasan Metode HSS Nakayasu Pada analisis curah hujan dengan menggunakan metode Gumbell. Pada daerah tangkapan hujan 1 memiliki luas sebesar 1,15 km2 dan koefisien limpasan sebesar 0,6 serta nilai ordinat a sebesar 2,65 memiliki debit puncak air limpasan PUH 2 sebesar 6,41 m3/s (Gambar . Indonesian Mining Professionals Journal Volume 6. Nomor 1. April 2024: 23 - 32 Pada penelitian ini terdapat empat segmen saluran Dimensi saluran terbuka dibuat berdasarkan dengan debit air limpasan yang ada pada daerah tangkapan hujan sehingga saluran terbuka mampu mengalirkan air, bentuk dan dimensi menggunakan kemiringan saluran 60o dan tinggi jagaan 20%. Saluran Terbuka 1 Saluran terbuka 1 termasuk kedalam zona daerah tangkapan hujan 1. Debit air yang masuk kedalam zona DTH 1 sebesar 6,47 m3/detik. Berikut geometri rancangan saluran terbuka 1 (Tabel 7. Gambar 7. Hidrograf Debit Air Limpasan Metode Nakayasu DTH 1 Tabel 7. Dimensi Saluran Terbuka 1 Bagian Kedalaman saluran . Pada analisis curah hujan dengan menggunakan metode Gumbell. Pada daerah tangkapan hujan 2 memiliki luas sebesar 1,28 km2 dan koefisien limpasan sebesar 0,6 serta nilai ordinat a sebesar 2,79 memiliki debit puncak air limpasan PUH 2 sebesar 7,38 m3/s (Gambar . Rancangan Kedalaman air . 1,5 m Lebar dasar saluran . Lebar permukaan saluran (B) Panjangan sisi luar saluran . Saluran Terbuka 2 Saluran terbuka 2 termasuk kedalam zona daerah tangkapan hujan 2. Debit air yang masuk kedalam zona DTH 2 sebesar 7,38 m3/detik. Berikut geometri rancangan saluran terbuka 2 (Tabel 8. Tabel 8. Dimensi Saluran Terbuka 2 Bagian Kedalaman saluran . Gambar 8. Hidrograf Debit Air Limpasan Metode Nakayasu DTH 2 Pada analisis curah hujan dengan menggunakan metode Gumbell. Pada daerah tangkapan hujan 3 memiliki luas sebesar 1,35 km2 dan koefisien limpasan sebesar 0,9 serta nilai ordinat a sebesar 2,58 memiliki debit puncak air limpasan PUH 2 sebesar 10,21 m3/s (Gambar . Rancangan Kedalaman air . 1,5 m Lebar dasar saluran . Lebar permukaan saluran (B) Panjangan sisi luar saluran . 2,5 m Saluran Terbuka 3 Saluran terbuka 3 termasuk kedalam zona daerah tangkapan hujan 3. Debit air yang masuk kedalam zona DTH 3 sebesar 10,21 m3/detik. Berikut geometri rancangan saluran terbuka 3 (Tabel 9. Tabel 9. Dimensi Saluran Terbuka 3 Kondisi Rancangan Kedalaman saluran . 2,5 m Kedalaman air . Lebar dasar saluran . Lebar permukaan saluran (B) Panjangan sisi luar saluran . Gambar 9. Hidrograf Debit Air Limpasan Metode Nakayasu DTH 3 Rancangan Geometri Saluran Terbuka Indonesian Mining Professionals Journal Volume 6. Nomor 1. April 2024: 23 - 32 Saluran Terbuka 4 Saluran terbuka 4 termasuk kedalam zona daerah tangkapan hujan 3. Debit air yang masuk kedalam zona DTH 3 sebesar 10,21 m3/detik. Berikut geometri rancangan saluran terbuka 4 (Tabel 10. Gambar 11. Penampang inlet dan outlet saluran Tabel 10. Dimensi Saluran Terbuka 4 Kondisi Rancangan Kedalaman saluran . 2,5 m Kedalaman air . Lebar dasar saluran . Lebar permukaan saluran (B) Panjangan sisi luar saluran . Pemodelan Genangan Menggunakan HEC Ae RAS Saluran Terbuka Gambar 12. Report Simulasi Genangan Saluran Terbuka 1 Simulasi genangan pada saluran terbuka menggunakan software HEC Ae RAS berguna sebagai validasi terkait rancangan geometri saluran terbuka dengan perhitungan debit air limpasan. Data masukan untuk kondisi aliran saluran menggunakan critical depth yang tersedia pada aplikasi, yaitu kondisi dimana elevasi outlet saluran lebih rendah dari inlet saluran berdasarkan arah aliran air. Hasil dari simulasi genangan saluran terbuka sebagai berikut : Pemodelan Saluran Terbuka 2 Hasil perhitungan dimensi saluran terbuka 2 (Tabel 8. dimasukan kedalam bagian geometri dengan panjang saluran 707 m (Gambar 13. ) . Kemudian disimulasikan pada software HEC Ae RAS didapatkan penampang air permukaan pada bagian inlet dan outlet (Gambar 14. Dari hasil simulasi genangan tersebut terdapat juga report genangan aliran pada saluran terbuka dari debit, ketinggian air permukaan pada inlet dan outlet saluran, dan kecepatan aliran (Gambar 15. Pemodelan Saluran Terbuka 1 Hasil perhitungan dimensi saluran terbuka 1 (Tabel 7. dimasukan kedalam bagian geometri dengan panjang saluran 741 m (Gambar 10. ) . Kemudian disimulasikan pada software HEC Ae RAS didapatkan penampang air permukaan pada bagian inlet dan outlet (Gambar 11. Dari hasil simulasi genangan tersebut terdapat juga report genangan aliran pada saluran terbuka dari debit, ketinggian air permukaan pada inlet dan outlet saluran, dan kecepatan aliran (Gambar 12. Gambar 13. Geometri Saluran Terbuka 2 Gambar 14. Penampang inlet dan outlet saluran Gambar 10. Geometri Saluran Terbuka 1 Indonesian Mining Professionals Journal Volume 6. Nomor 1. April 2024: 23 - 32 Hasil perhitungan dimensi saluran terbuka 4 (Tabel 10. dimasukan kedalam bagian geometri dengan panjang saluran 499 m (Gambar 19. ) . Kemudian disimulasikan pada software HEC Ae RAS didapatkan penampang air permukaan pada bagian inlet dan outlet (Gambar 20. Dari hasil simulasi genangan tersebut terdapat juga report genangan aliran pada saluran terbuka dari debit, ketinggian air permukaan pada inlet dan outlet saluran, dan kecepatan aliran (Gambar 21. Gambar 15. Report Simulasi Genangan Saluran Terbuka 2 Pemodelan Saluran Terbuka 4 Pemodelan Saluran Terbuka 3 Hasil perhitungan dimensi saluran terbuka 3 (Tabel 9. dimasukan kedalam bagian geometri dengan panjang saluran 863 m (Gambar 16. ) . Kemudian disimulasikan pada software HEC Ae RAS didapatkan penampang air permukaan pada bagian inlet dan outlet (Gambar 17. Dari hasil simulasi genangan tersebut terdapat juga report genangan aliran pada saluran terbuka dari debit, ketinggian air permukaan pada inlet dan outlet saluran, dan kecepatan aliran (Gambar 18. Gambar 19. Geometri Saluran Terbuka 4 Gambar 16. Geometri Saluran Terbuka 3 Gambar 20. Penampang inlet dan outlet saluran Gambar 17. Penampang inlet dan outlet saluran Gambar 21. Report Simulasi Genangan Saluran Terbuka 4 KESIMPULAN Berdasarakan hasil penelitian di atas dapat diambil beberapa kesimpulan pada penelitian ini antara lain sebagai berikut Air permukaan pada rancangan saluran terbuka berada dibawah batas kedalaman saluran sehingga tidak menyebabkan meluapnya air Gambar 18. Report Simulasi Genangan Saluran Terbuka 3 Indonesian Mining Professionals Journal Volume 6. Nomor 1. April 2024: 23 - 32 Hasil rancangan geometri saluran terbuka dapat diaplikasikan secara aktual setelah dilihat hasil dari simulasi genangan pada software Hydrologic Engineering System Ae River Analysis System (HEC Ae RAS). Hu. and Zhang. Numerical Analysis on Hydraulic Characteristic of U Ae Shaped Channel of Various Trapezoidal Cross Ae Sections. Chengdu : Sichuan University Krisnayanti. , et. Perbandingan Debit Banjir Rancangan dengan Metode HSS Nakayasu. Gama I, dan Limantara pada DAS Rakmano. Kupang. Jurnal Teknik Sipil. Vol. IX, No. April 2020. FST Undana. DAFTAR PUSTAKA