Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM). November, 2025 Vol. , 122-130, 10. 51213/jmm. ISSN 2654-881X (Prin. dan ISSN 2654-9174 (Onlin. Available Online at jmm. Penguatan Budaya Literasi Untuk Pendidikan Anak Usia Dini Melalui Pelatihan Mendongeng Dan Menyanyi Pada Guru RA Tazakka Kota Malang Peni Puspitasari1*. Amelia Indah Kusdewanti2. Ahsani Maulidina3. Zulmy Faqihuddin Putera4. Rizki Putri Ramadhani5. Aisyah Vanadia Rubianto6 Politeknik Negeri Malang puspitasari@polinema. Article History: Received : 07 Ae 08 Ae 2025 Revised : 21 Ae 10 Ae 2025 Accepted : 30 Ae 10 Ae 2025 Publish : 01 Ae 11 Ae 2025 Kata Kunci: penguatan literasi. usia dini. mendongeng dan Keywords: Literacy Strengthening. Early Childhood Education. Storytelling and Singing Training Abstrak: Literasi merupakan salah satu keterampilan dasar yang sangat penting untuk dikembangkan sejak usia dini karena menjadi pondasi bagi anak-anak dalam memahami bidang keilmuan apapun yang lebih kompleks di masa depan. Dalam konteks pendidikan anak usia dini, menumbuhkan budaya berliterasi yang menarik dan sesuai tahap perkembangan anak akan mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal, baik secara kognitif maupun sosial. Berdasarkan observasi di lapangan, kondisi ini berbanding terbalik dengan tantangan yang dihadapi guru RA Tazakka dalam menumbuhkan budaya literasi untuk anak usia dini. Beberapa tantangan utama meliputi kurangnya pemahaman tentang konsep literasi, terbatasnya kreativitas dalam merancang pembelajaran, minimnya fasilitas pendukung, kurangnya pelatihan, serta ketidaksesuaian program dengan kurikulum. Untuk menjawab kebutuhan ini, kegiatan pengabdian bertujuan meningkatkan kompetensi guru, khususnya dalam membudayakan literasi yang menarik dan sesuai untuk anak usia dini dengan metode mendongeng dan menyanyi. Pelaksanaan program dimulai dengan identifikasi kebutuhan mitra melalui observasi dan wawancara, diikuti dengan pelatihan dan workshop yang berfokus pada konsep literasi, metode pembelajaran literasi berbasis mendongeng dan menyanyi. Abstract: Literacy is one of the basic skills that is very important to develop from an early age because it forms the foundation for children to understand more complex scientific fields in the future. In the context of early childhood education, fostering an interesting literacy culture that is appropriate for children's developmental stages will support their optimal growth and development, both cognitively and socially. Based on field observations, this situation contrasts sharply with the challenges faced by teachers at RA Tazakka in fostering a literacy culture for young children. Some of the main challenges include a lack of understanding of the concept of literacy, limited creativity in designing learning activities, insufficient supporting facilities, lack of training, and programs that are not in line with the curriculum. To address these needs, the community service activity aims to improve teachers' competencies, particularly in cultivating an engaging and ageappropriate literacy culture for early childhood through storytelling and singing methods. Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) Vol. November, 2025 DOI : 10. 51213/jmm. Pendahuluan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk dasar kemampuan literasi anak sejak dini. Literasi bukan hanya sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup pemahaman, berpikir kritis, serta keterampilan berbahasa yang mendukung perkembangan kognitif dan sosial anak. Menurut Warsihna . literasi adalah kemampuan seseorang untuk mengetahui, menerapkan, dan merefleksikan suatu bacaan tertulis supaya tercapainya tujuan pengembangan pengetahuan, potensi, serta partisipasi dalam masyarakat. Kemampuan literasi yang baik pada anak akan menjadi pondasi bagi keberhasilan mereka dalam jenjang pendidikan RA TAZAKKA merupakan salah satu lembaga pendidikan anak usia dini yang ada di Kota Malang. Sekolah jenjang RA setingkat TK, yang berada di Jalan Danau Maninjau Barat i B1-E6 Sawojajar. Kec. Kedungkandang. Kota Malang. Jawa Timur. RA TAZAKKA didirikan pada tanggal 24 Agustus 2018 dengan Nomor SK Pendirian 4258 TAHUN 2018 yang berada dalam naungan Kementerian Agama. Saat ini. RA Tazakka memiliki 40 siswa yang tersebar di 4 kelas dengan rincian 10 siswa di kelas RA-A1, 9 siswa di kelas RA-A2, 12 siswa di kelas RA B1, dan 11 siswa di kelas RA-B2. RA Tazakka memiliki tenaga pendidik dan kependidikan yang sesuai dengan tugas yang sebagian besar ditunjang dengan tingkat pendidikan yang sesuai dengan tugas yang Tenaga Pendidikan dan kependidikan berjumlah 5 orang yang terdiri dari 1 Kepala Sekolah, 4 guru kelas yang memiliki kualifikasi lulusan S1 dan lulusan SMA, dan 1 orang guru merangkap sebagai tenaga administrasi . perator sekola. RA Tazakka memiliki beberapa ruangan yaitu: . 4 ruangan kelas, . 2 ruangan bermain, . 1 ruang tata usaha, . 1 ruang kepala sekolah, . 1 ruang guru, . 1 ruang UKS, dan . 2 gudang. Secara fisik. RA Tazakka memiliki fasilitas yang memadai untuk pembelajaran anak usia dini, seperti ruang kelas yang bersih, alat bermain edukatif, dan area bermain luar ruangan. Namun, fasilitas untuk mendukung penumbuhan budaya berliterasi, seperti alat tulis, buku-buku bacaan, alat peraga, dst masih terbatas. Beberapa sarana prasarana yang ada di RA Tazakka ditunjukkan pada Gambar 1. Gambar 1. Sarana Prasarana di RA Tazakka Kota Malang Akan tetapi, dalam praktiknya berdasarkan observasi dan wawancara terkait fasilitas, pelaksanaan pembelejaran, dan kebutuhan di RA Tazakka terkait literasi, yang dilakukan tim PKM pada tanggal 26 Januari 2025 masih ditemukan berbagai tantangan dalam mengembangkan keterampilan dan budaya literasi pada anak usia dini di antaranya: . Keterbatasan dalam fasilitas pendukung literasi, seperti buku bacaan, media interaktif, dan alat peraga edukatif. Kurangnya tenaga pengajar yang memiliki pelatihan khusus dalam pengembangan literasi dini. Tidak semua orang tua memiliki kesadaran akan pentingnya literasi dini dan kurangnya keterlibatan dalam mendukung kegiatan membaca di rumah. Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) Vol. November, 2025 DOI : 10. 51213/jmm. Anak-anak yang berasal dari lingkungan keluarga yang kurang mendukung literasi cenderung mengalami keterlambatan dalam pengenalan huruf dan kosa kata. Pengenalan literasi masih berfokus pada metode pembelajaran konvensional dan kurang memanfaatkan pendekatan berbasis permainan, bernyanyi, mendongeng, atau metode lain yang lebih menarik bagi anak, dan berbagai bentuk tantangan lainnya. Hal ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pelatihan yang komprehensif mengenai strategi pengajaran literasi, keterbatasan sumber daya, serta kurangnya pemanfaatan teknologi dan media pembelajaran dan menjadi kendala yang sering dihadapi. Diperlukan upaya peningkatan kompetensi guru PAUD dalam mengajarkan literasi secara efektif dan menarik dengan cara anak-anak jangan merasa sedang belajar. Hal yang diajarkan adalah hal-hal yang dekat dengan kehidupan anak. Salah satu implementasinya dengan mendongeng dan menyanyi. Dongeng merupakan jenis sastra anak berupacerita khayalan yang dikemas seperti kisah nyata yang benar-benar hidup sehingga yang disampaikan seolah-olah kehidupan yang sesungguhnya. Mendongeng merupakan batu loncatan penting dalam memicu kekuatan berpikir anak dari cerita yang didengar dan meningkatkan perkembangan mental yang baik . Oleh karena itu, tim PKM terdorong untuk melakukan pelatihan mendongeng dan menyanyi pada guru-guru di RA Tazakka sebagai upaya penumbuhan budaya literasi yang menarik dan menyenangkan bagi anak usia dini dan sesuai dengan tahap perkembangan Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para guru PAUD RA Tazakka dapat menerapkan metode pembelajaran literasi yang lebih inovatif, interaktif sehingga mampu meningkatkan minat baca serta kemampuan literasi anak sejak usia dini. Dengan demikian, pelatihan literasi bagi guru PAUD menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini dan mendukung program pemerintah dalam upaya penguatan budaya literasi di masyarakat. Harapannya, keberlanjutan dari kegiatan PKM ini adalah terjalinnya kerja sama berkesinambungan yang dapat menguntungkan kedua belah pihak tidak hanya untuk mitra tetapi juga untuk Politeknik Negeri Malang. Berdasarkan uraian analisis situasi serta permasalah mitra yang telah diungkapkan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa RA Tazakka memerlukan dukungan untuk dapat menyelenggarakan pembelajaran literasi yang sesuai dengan tahapan perkembangan peserta didik. Beberapa solusi atas salah satu permasalahan RA Tazakka yang ditawarkan oleh tim PKM sebagai berikut. Memberikan pemahaman dasar melalui workshop tentang pentingnya literasi bagi anak usia dini, teknik dasar mendongeng dan menyanyi bagi anak usia dini, dan media dalam mendongeng dan menyanyi. Keberhasilan workshop ini terukur dari hasil kuesioner. Membimbing guru untuk mengenal metode mendongeng dan menyanyi dalam berliterasi yang menarik dan interaktif, menggunakan pendekatan bermain sambil belajar berupa praktik langsung mendongeng dan menyanyi yang dilakukan oleh guru dan diberikan umpan balik oleh tim PKM. Mendemokan kepada guru cara mendongeng dan menyanyi dalam kegiatan berliterasi. Memberikan satu paket buku bacaan yang menarik dan sesuai untuk siswa-siswi. Memberikan satu paket alat tulis untuk kegiatan pramenulis bagi siswa-siswi. Memberikan satu paket media untuk mengenalkan huruf bagi siswa-siswi. Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) Vol. November, 2025 DOI : 10. 51213/jmm. Melakukan pendampingan langsung dalam berlatih mendongeng dan menyanyi, memastikan bahwa guru telah mampu memiliki keterampilan mendongeng dan menyanyi dalam pembelajaran literasi. Melakukan evaluasi terhadap program yang telah diimplementasikan untuk mengetahui keefektifannya dan memberikan rekomendasi perbaikan. Solusi atas permasalahan mitra di atas dapat memberikan beberapa manfaat sebagai Guru RA Tazakka lebih percaya diri dalam menumbuhkan budaya berliterasi dengan mendongeng dan menyanyi. Anak-anak usia dini mendapatkan pengalaman belajar literasi yang menyenangkan dan mendukung perkembangan kognitif mereka. Metode pembelajaran literasi melalui mendongeng dan menyanyi dapat diintegrasikan secara selaras ke dalam kurikulum RA. Metode Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dengan tahapan metode sebagai berikut. Tahap Persiapan Pada tahap ini diawali dengan identifikasi kebutuhan mitra yang dilakukan dengan melakukan kunjungan awal ke RA Tazakka. Tim melakukan wawancara pada Kepala Sekolah RA Tazakka mengenai tantangan yang dihadapi dalam pembelajaran literasi kepada siswa-siswi RA Tazakka. Setelah mengetahui secara mendalam tantangan yang dihadapi, tim PKM menyusun program pengabdian seperti menyiapkan materi dan rancangan kegiatan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan mitra. Tahap Pelaksanaan Pelaksanaan pengabdian dilakukan pada bulan Juni 2025. Tahapan pelaksanaan kegiatan pelatihan sebagai berikut. Pembukaan kegiatan pelatihan oleh ketua tim pengabdian serta menyampaikan tujuan, manfaat, dan susunan acara pelatihan. Pemberian materi oleh narasumber yang meliputi konsep literasi, pendekatanpendekatan dalam pembelajaran literasi, mendongeng dan menyanyi sebagai metode pembelajaran literasi, manfaat mendongeng dan menyanyi, dan teknik dasar mendongeng dan menyanyi. Memberikan contoh mendongeng dan menyanyi sebagai metode pembelajaran literasi bagi anak usia dini. Menunjukkan contoh penggunaan media dalam pembelajaran literasi dengan metode mendongeng dan menyanyi, serta mendemonstrasikan cara menggunakannya. Mitra . dan narasumber bertanya jawab terkait materi yang dipaparkan. Mitra . melakukan simulasi latihan mendongeng dan menyanyi dalam pembelajaran literasi. Mitra . dan narasumber melakukan evaluasi latihan yang telah dilakukan mitra. Penyebaran kuesioner kepuasan mitra terkait pelaksanaan kegiatan pelatihan. Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) Vol. November, 2025 DOI : 10. 51213/jmm. Mitra . diminta memberikan masukan mengenai manfaat pelatihan serta kebutuhan lanjutan yang mungkin diperlukan. Tahap Pelaporan Tahap terakhir yang dilakukan oleh tim PkM adalah pelaporan. Tim PkM secara bersama-sama menyusun laporan hasil kegiatan pelatihan dan luaran-luaran lain yang menjadi target kegiatan pengabdian. Uraian Kegiatan Pelatihan Kegiatan PKM yang dilaksanakan di RA Tazakka yang menjadi mitra pengabdian diuraikan sebagai berikut. Jenis Kegiatan Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah kegiatan pelatihan keterampilan mendongeng dan menyanyi sebagai metode pembelajaran berliterasi pada kepala sekolah dan guru RA Tazakka. Jumlah Peserta Peserta kegiatan ini adalah Kepala Sekolah dan semua guru yang mengajar di RA Tazakka. Fasilitas Peserta Dalam kegiatan pelatihan peserta mendapatkan fasilitas berupa materi dari narasumber, alat tulis dan alat praktik, serta konsumsi. Waktu dan Lokasi Kegiatan Pelatihan telah dilaksanakan pada bulan Juni tahun 2025 dan bertempat di RA Tazakka Kota Malang. Tahapan Evaluasi Selama pelaksanaan kegiatan PKM, beberapa tahap evaluasi yang telah dilaksanakan sebagai berikut. Evaluasi Sebelum Kegiatan Kegiatan evaluasi sebelum pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan observasi pendahuluan, membuat persiapan materi, dan media pelatihan. Evaluasi Selama Kegiatan Selama pelaksanaan kegiatan pelatihan, evaluasi dilakukan oleh tim dengan mengidentifikasi hambatan dan masalah yang terjadi selama kegiatan berlangsung yang meliputi masalah saat penyampaian materi maupun hal-hal yang bersifat teknis saat pelatihan, evaluasi kelayakan materi yang disampaikan, dan respons penerimaan materi oleh para peserta pelatihan. Evaluasi Setelah Kegiatan Evaluasi di akhir kegiatan dilakukan dengan menilai seluruh faktor penghambat dan pendukung selama pelaksanaan kegiatan mulai dari persiapan hingga realisasi kemudian dianalisis untuk mengetahui keberhasilannya. Kepuasan mitra yang ditunjukkan oleh hasil kuesioner juga menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan pelaksanaan kegiatan PKM di tahun-tahun mendatang. Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) Vol. November, 2025 DOI : 10. 51213/jmm. Hasil dan Pembahasan Pelatihan mendongeng dan menyanyi pada guru RA Tazakka merupakan upaya untuk meningkatkan kompetensi para guru dalam membudayakan literasi di tingkat anak usia Secara umum pelatihan berjalan lancar dengan peserta pelatihan terlibat secara aktif untuk berdiskusi dan melakukan praktik. Berikut gambar kegiatan pelatihan yang dilakukan di RA Tazakka. Gambar 2. Diskusi saat Pelatihan Pentingnya Mendongeng dan Menyanyi untuk Usia Dini Anak usia dini adalah individu yang sedang berada dalam proses perkembangan yang pesat dan fundamental bagi tahap perkembangan berikutnya. Anak usia dini berada pada rentang usia nol sampai delapan tahun. Pada masa ini, proses pertumbuhan dan perkembangan anak dalam berbagai aspek sedang berjalan sangat cepat . Dunia yang serba digital dan teknologi melesat pesat merupakan dua mata pisau yang harus Anak usia dini cenderung lebih tertarik pada gadget dibandingkan dengan aktivitas membaca atau mendengarkan cerita anak atau dongeng. Kondisi minat baca yang memprihatinkan tersebut salah satunya akibat tidak ditemukannya suatu keadaan yang bahagia dari membaca dan menulis . Hal ini tidak dapat terhindarkan, tetapi bukan berarti tidak dapat diminimalkan. Aktivitas membaca permulaan merupakan salah satu hal yang fundamental untuk mengembangkan literasi anak. Membaca permulaan diartikan sebagai keterampilan yang wajib anak miliki sejak dini untuk mampu mengikuti pelajaran dan membuka wawasan keilmuan . Perkenalan anak pada kegiatan literasi merupakan proses awal untuk mengetahui dan memahami identitasnya. Proses awal memahami identitas tersebut salah satunya terwujud dalam kegiatan story telling atau bercerita atau mendongeng . Selain bercerita, kegiatan lain yang dapat mengembangkan kemampuan literasi yaitu bernyanyi. Bernyanyi dapat mengembangkan kemampuan bahasa anak usia dini. Dalam membuat lirik lagu juga harus disesuaikan dengan usia anak sehingga anak mudah dalam melagukan lirik tersebut . Aktivitas bernyanyi dapat membantu anak untuk lebih tertarik dan mengembangkan imaji pada cerita yang dibacakan. Memilih Cerita yang Tepat Cerita yang dibacakan atau diperdengarkan untuk anak usia dini harus sesuai dengan tingkat usia dan kemampuan kognitif anak. Cerita yang dipilih hendaknya merupakan cerita Menurut . , cerita anak akan mendukung perkembangan emosional, perkembangan intelektual, perkembangan imajinasi, penumhuhan rasa sosial, dan pertumbuhan rasa etis dan relijius. Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) Vol. November, 2025 DOI : 10. 51213/jmm. Cerita yang dipilih harus memuat hal-hal: . Cerita yang disertai gambar-gambar yang menarik. Buku-buku bergambar yang memberikan kesempatan anak untuk . Buku-buku yang memberikan kesempatan anak untuk mengenali objek-objek dan situasi tertentu yang bermakna baginya. Buku-buku cerita yang menampilkan tokoh dan alur yang mencerminkan tingkah laku dan perasaan anak . Teknik Dasar dalam Mendongang Teknik mendongeng yang baik mempunyai dampak luar biasa terhadap dunia pendidikan anak usia dini. Dongeng mengandung kebenaran, ajaran moral, serta nasihat yang baik. Oleh karena itu, para pendidik, khususnya di tingkat usia dini, sangat perlu menguasai teknik mendongeng dalam pembelajaran agar terjadi proses penerimaan yang kondusif dalam rangka mentransfer ilmu atau nasihat kepada anak didik . Pendidik harus mampu menguasai teknik mendongeng meliputi: . Di awal mendongeng harus mampu mempengaruhi jiwa anak-anak melalui pertanyaan-pertanyaan terhadap isi dongeng tersebut. Vokal/pengucapan/peniruan suara memerlukan latihan agar sesuai dengan objek sesungguhnya. Intonasi dan nada suara, pendidik harus mampu mengeksplorasi suaranya sesuai lakon dalam dongeng yang diceritakan. Penghayatan watak tokoh cerita yaitu guru harus mampu mengucapkan dialog dialog dengan lancar. Ekspresi yang diiptakan oleh pendongeng akan mendukung jalannya cerita dan proses pemahamanan anak. Gerakan dan penampilan harus sesuai dengan kata-kata yang diucapkan. kemampuan komunikatif melalui kontak mata dengan Teknik mendogeng dapat dengan alat peraga dan tanpa alat peraga. Upaya stimulasi yang diperlukan pendidik untuk meningkatan kemampuan literasi anak usia dini yaitu mendongeng dengan menggunakan boneka tangan dan membacakan buku cerita, mendongeng tanpa menggunakan alat peraga . Berikut merupakan gambar praktik mendongeng yang dilakukan oleh para guru di RA Tazakka. Gambar 3. Pelatihan Mendongeng di RA Tazakka Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) Vol. November, 2025 DOI : 10. 51213/jmm. Evaluasi Dari kuesioner yang dibagikan didapatkan hasil sebagai berikut. Tabel 1. Kuesioner Pelatihan LUARAN SESUAI PROPOSAL INDIKATOR Peningkatan Guru mampu memahami pentingnya penguatan literasi dasar dengan kegiatan mendongeng dan menyanyi Guru mampu merancang kegiatan mendongeng dengan alat mendongeng yang Guru mampu melakukan kegiatan mendongeng dan menyanyi dengan teknik yang ANGKA SEBELUM PENGABDIAN MASYARAKAT ANGKA SETELAH PENGABDIAN MASYARAKAT Setelah melakukan kegiatan evaluasi tim PKM memberikan bantun berupa buku, alat peraga, alat tulis menulis, dan kebutuhan-kebutuhan lain yang mendukung kegiatan berliterasi di RA Tazakka. Berikut gambar 1. 3 penyerahan bantuan untuk RA Tazakka. Gambar 4. Penyerahan Kebutuhan Pendukung Literasi KESIMPULAN Simpulan dari kegiatan PKM ini ialah kemampuan mendongeng guru RA Tazakka berhasil ditingkatkan melalui pelatihan mendongeng dan menyanyi. Evaluasi hasil pelatihan sebagai berikut: . Guru telah mampu memahami pentingnya penguatan literasi dasar dengan kegiatan mendongeng dan menyanyi. Guru mampu merancang kegiatan mendongeng dengan alat mendongeng yang bervariasi. Guru mampu melakukan kegiatan mendongeng dan menyanyi dengan teknik yang baik. Daftar Pustaka