Patria Artha Journal of Nursing Science. Vol. No. Otober 2023 HUBUNGAN VARIABEL LINGKUNGAN DENGAN RISIKO KEJADIAN PENYAKIT ISPA PADA BALITA Arif Atul Mahmudah Dulla1. Liliskarlina2*. Hadzmawaty Hamzah3. Rahmatika 4* 1,2,3,4 Prodi S1 Kesehatan Masyarakat. Fakultas Kesehatan. Universitas Patria Artha. Indonesia *E-mail: liliskarlina@patria-artha. Abstrak Latar Belakang : Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit menular dan penyebab kematian pada anak-anak di negara berkembang. Pencemaran udara di sekitar TPAS merusak kesehatan lingkungan, termasuk kualitas udara di sekitar TPAS, terutama peningkatan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Hal ini dikarenakan kondisi yang memprihatinkan dari penumpukan limbah padat seperti sampah yang ada di sekitar wilayah tempat pembuangan akhir sampah. Penelitian ini bertujuan: Untuk mengetahui Hubungan Variabel Lingkungan Dengan Risiko Kejadian Penyakit Ispa Pada Balita. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. seluruh responden yang memiliki balita di sekitar wilayah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan jumlah sampel 96 orang. Hasil Berdasarkan uji chi-square menunjukkan bahwa keadaan ventilasi rumah (P=0,. , kepadatan hunian (P=0,. dan jarak rumah dengan TPA (P=0,. Artinya ada hubungan ventilasi rumah, kepadatan hunian dan tidak ada hubungan antara jarak rumah dengan kejadian ISPA pada balita di sekitar wilayah tempat pembuangan akhir sampah Tamangapa Kota Makassar Tahun 2022. Saran: Diharapkan adanya kerjasama antara pihak puskesmas dengan masyarakat melalui penyuluhan kesehatan tentang penyakit menular yang disebabkan oleh faktor Kata kunci: Jarak Rumah Dengan TPA. Kepadatan Hunian. Penyakit ISPA, dan Ventilasi Rumah PENDAHULUAN Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab kematian pada anak di negara sedang berkembang. ISPA ini menyebabkan 4 dari 15 juta kematian pada anak berusia di Patria Artha Journal of Nursing Science. Vol. No. Otober 2023 bawah 5 tahun pada setiap tahunnya (WHO, 2. Kejadian ISPA pada masyarakat khususnya pada balita sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya adalah lingkungan. Faktor lingkungan memiliki peran yang sangat penting terhadap penyebaran dan penularan ISPA. Lingkungan yang tidak sehat dapat menimbulkan virus dan bakteri penyebab ISPA. Lingkungan fisik rumah menjadi salah satu faktor penyumbang terbesar kejadian ISPA seperti ukuran ventilasi, kepadatan hunian, dan jarak rumah dengan TPA. Infeksi saluran pernapasan akut morbiditas dan mortalitas akibat penyakit menular di dunia. Hampir 4 juta orang meninggal karena infeksi saluran pernapasan akut setiap tahun, di mana 98% kematian tersebut disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan bawah. Tingkat kematian sangat tinggi pada bayi, anak-anak dan orang tua, terutama di negara berpendapatan rendah dan menengah. Indonesia ISPA pertama penyebab kematian pada bayi dan angka kesakitan pada Selain itu, penyakit ini sering berada pada 10 penyakit terbanyak di fasilitas kesehatan khususnya di (Febrianti. Prevalensi ISPA di Sulawesi Selatan masih terbilang tinggi, khususnya di Kota Makassar. Berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan Kota Makassar Pengendalian Penyakit Penyehatan Lingkungan (P2PL), menjelaskan bahwa ISPA merupakan penyakit tertinggi pertama di Kota Makassar dari ke-9 penyakit lainnya. Di mana pada tahun 2018, prevalensi ISPA pada balita di Sulawesi Selatan mencapai 8,72% dan pada Kota Makassar sebesar 6,69%. ISPA tertinggi terjadi pada kelompok umur 36-47 bulan sebanyak 10,37% (Riskesdas, 2. Kasus ISPA berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Makassar . pada balita mencapai 22. 522 kasus . ,15%) dan beberapa puskesmas di Kota Makassar dengan jumlah kasus ISPA tertinggi yaitu Puskesmas Pampang sebesar 0,86%. Puskesmas Pertiwi sebesar 0,77%. Puskesmas Pattingalloang sebesar 0,43%, dan Puskesmas Batua sebesar 0,32%. Sementara Puskesmas Tamangapa jumlah kasus ISPA pada balita sebesar 0,38% di mana Puskesmas Tamangapa masuk dalam 5 besar Puskesmas dengan kasus ISPA pada balita tertinggi di Kota Makassar (Nyomba, 2. Berdasarkan uraian di atas, dapat diketahui bahwa ISPA pada balita masih menjadi masalah kesehatan yang cukup besar di sekitar wilayah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang Kelurahan Tamangapa Sehingga peneliti tertarik untuk Hubungan variabel lingkungan dengan risiko kejadian penyakit ispa pada balita Patria Artha Journal of Nursing Science. Vol. No. Otober 2023 di Kelurahan Makassar. Tamangapa Kota METODE Desain menggunakan survei analitik dengan Perolehan dan analisis data secara Dimana data secara kuantitatif diperoleh dengan cara membuat kuesioner pertanyaan. Dari kuesioner tersebut dapat diukur HASIL persentase dinamika faktor yang berhubungan dengan risiko kejadian penyakit ISPA pada Balita di Kelurahan Tamangapa Kota Makassar. Penelitian ini akan dilaksanakan di Kelurahan Tamangapa Kecamatan Manggala Kota Makassar Penelitian ini akan dilakukan pada bulan JuniJuli 2022. Hubungan Antara Keadaan Ventilasi Rumah Dengan Risiko Kejadian Penyakit ISPA Tabel 4. 7 Analisis Hubungan Keadaan Ventilasi Rumah Dengan Risiko Kejadian Penyakit ISPA Kejadian ISPA Keadaan Ventilasi MS (<=20% Dari Luas Lanta. TMS (>20 Dari Luas Lanta. Total Risiko Tinggi >5 Total Risiko Rendah <5 Value 0,003 Sumber: Data Primer, 2022 Berdasarkan tabel 4. 7 di atas, dapat diketahui bahwa dari 96 balita terdapat 31 balita yang ventilasi rumahnya memenuhi syarat dan 65 balita yang ventilasi rumahnya tidak memenuhi syarat. Dari 96 balita terdapat 60 . ,5%) balita dengan risiko tinggi menderita ISPA dan 36 . ,5%) balita dengan risiko rendah menderita ISPA. Dari 31 balita yang syarat terdapat 26 balita dengan risiko tinggi menderita ISPA dan 5 Patria Artha Journal of Nursing Science. Vol. No. Otober 2023 menderita ISPA. Dari 65 balita yang ventilasi rumahnya tidak memenuhi syarat terdapat 34 balita dengan risiko tinggi menderita ISPA dan 31 menderita ISPA. Hubungan Kepadatan Hunian Dengan Risiko Kejadian Penyakit ISPA Tabel 4. 8 Distribusi Berdasarkan Hubungan Kepadatan Hunian Dengan Risiko Kejadian Penyakit ISPA Kejadian ISPA Kepadatan Hunian Risiko Tinggi >5 Total Risiko Rendah <5 Tidak Padat Padat Total Value 0,030 Sumber: Data Primer, 2022 Berdasarkan tabel 4. 8 di atas, dapat diketahui bahwa dari 96 balita terdapat 53 balita yang tinggal di rumah yang kepadatan huniannya memenuhi syarat dan 43 balita yang kepadatan hunian tidak memenuhi Dari 96 balita terdapat 53 balita . ,2%) dengan risiko tinggi menderita ISPA dan 43 balita . ,8%) dengan risiko rendah menderita ISPA. Dari 43 balita yang kepadatan hunian rumahnya tidak memenuhi syarat terdapat 32 balita dengan risiko tinggi menderita ISPA dan 11 menderita ISPA. Dari 53 balita yang memenuhi syarat terdapat 28 balita dengan risiko tinggi menderita ISPA dan 25 balita dengan risiko rendah menderita ISPA. Patria Artha Journal of Nursing Science. Vol. No. Otober 2023 Hubungan Jarak Rumah dengan Risiko Kejadian Penyakit ISPA Tabel 4. 9 Distribusi Berdasarkan Hubungan Jarak Rumah Dengan Risiko Kejadian Penyakit ISPA Kejadian ISPA Jarak Rumah Risiko Tinggi >5 Risiko Rendah <5 dengan TPA Total MS (Ou500. TMS (<500. Total Value 0,187 Sumber: Data Primer, 2022 Berdasarkan tabel 4. 9 di atas, dapat diketahui bahwa dari 96 balita 45 balita yang jarak rumahnya dengan TPA memenuhi syarat dan 51 balita yang jarak TPA memenuhi syarat. Dari 96 balita terdapat 60 balita . ,5%) dengan risiko tinggi menderita ISPA dan 36 balita . ,5%) dengan risiko rendah menderita ISPA. Dari 45 balita yang TPA PEMBAHASAN Hubungan Antara Ventilasi Rumah dengan Risiko Kejadian Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Penelitian tentang faktor-faktor lingkungan yang berhubungan dengan risiko kejadian penyakit ISPA pada balita yang dilakukan di sekitar wilayah tempat pembuangan akhir sampah, memenuhi syarat terdapat 25 balita dengan risiko tinggi menderita ISPA dan 20 balita dengan risiko rendah menderita ISPA. Dari 51 balita yang jarak rumahnya dengan TPA tidak memenuhi syarat terdapat 35 balita dengan risiko tinggi menderita ISPA dan 16 balita dengan risiko rendah menderita ISPA. menunjukkan bahwa dari 96 balita terdapat 65 balita yang memenuhi syarat. Berdasarkan Permenkes No. 1077/MENKES/PER/V/2011 tentang Pedoman Penyehatan Udara Dalam Ruang Rumah menyebutkan bahwa syarat alamiah yang permanen minimal <20% dari luas lantai, sedangkan kondisi ventilasi rumah di pembuagan akhir sampah tidak Patria Artha Journal of Nursing Science. Vol. No. Otober 2023 sesuai dengan syarat yang telah Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan antara keadaan ventilasi dengan kejadian ISPA pada balita di Tamangapa Kota Makassar Tahun 2022, dengan nilai P=0,003. Hal ini membuktikan bahwa balita yang tinggal di rumah yang memiliki ventilasi yang buruk berisiko menderita ISPA dibanding dengan balita yang tinggal di rumah yang memiliki ventilasi yang baik atau memenuhi standar rumah sehat (Munaya. Tjahyani, , & Utami. B, 2. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Putri & Mantu . di Kecamatan Ciwandan Kota Cilegon yang menyatakan bahwa kepadatan penghuni memiliki dengan kejadian ISPA pada balita dimana nilai p value = 0,001 . < 0,. Hubungan Antara Kepadatan Hunian Kejadian Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Penelitian tentang faktor-faktor lingkungan yang berhubungan dengan risiko kejadian penyakit ISPA pada balita yang dilakukan di sekitar wilayah tempat pembuangan akhir sampah, menunjukkan bahwa dari 95 balita terdapat 32 balita yang tinggal di rumah yang kepadatan memenuhi syarat dan memiliki risiko tinggi menderita ISPA. Berdasarkan luas rumah yang Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 829/Menkes/SK/VII/1999 tentang Persyaratan Kesehatan Perumahan, ketentuan yaitu 8 kepadatan hunian di sekitar wilayah tempat pembuagan akhir sampah tidak sesuai dengan syarat yang telah Sedangkan hasil uji statistik yang menggunakan chi-square didapatkan hasil dimana p value 0,030 . <0,. maka Ho ditolak dan Ha diterima menunjukkan bahwa ada hubungan antara kepadatan hunian dengan risiko kejadian ISPA pada balita di Tamangapa Kota Makassar Tahun 2022. Hal ini disebabkan oleh banyaknya balita yang tinggal di rumah yang memiliki kepadatan hunian yang tidak sesuai dengan luas lantai rumah jumlah balita yang tinggal di huniannya sesuai dengan luas lantai rumah, inilah yang membuktikan bahwa balita yang tinggal di rumah yang kepadatan huniannya tidak memenuhi syarat berisiko mengalami ISPA bila dibandingkan dengan balita yang menetap di rumah yang kepadatan huniannya memenuhi Patria Artha Journal of Nursing Science. Vol. No. Otober 2023 Hubungan Antara Jarak Rumah dengan Kejadian Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Penelitian tentang faktor-faktor lingkungan yang berhubungan dengan kejadian penyakit ISPA pada balita yang dilakukan di pembuangan akhir sampah, menunjukkan bahwa dari 96 balita terdapat 35 balita yang jarak rumahnya dengan TPA tidak memenuhi syarat dan risiko tinggi menderita ISPA. Hal banyaknya rumah masyarakat yang berada di sekitar wilayah pembuangan sampah, dimana rata-rata penduduk setempat bekerja sebagai pengumpul Berdasarkan nomor SNI No. 03-3241-1994 tentang tata cara pemilihan lokasi yaitu disebutkan bahwa Ketentuan zona penyangga diukur mulai dari batas terluar tapak TPA sampai pada jarak tertentu Pedoman Pengoperasian Pemeliharaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan Sistem Controlled Landfill dan Sanitary Landfill, yakni 500 meter dan/atau sesuai dengan dilaksanakan di TPA. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara jarak rumah dengan TPA dengan kejadian ISPA pada balita di sekitar wilayah tempat pembuangan akhir sampah Tamangapa Kota Makassar Tahun 2022 dengan nilai P=0,187. Bagi balita yang jarak rumahnya dekat dengan TPA sampah memenuhi syarat tapi balita tersebut menderita ISPA ini disebabkan faktorfaktor penyebab ISPA bukan hanya jarak rumah ke TPA sampah namun masih banyak faktor lainnya penyebab ISPA salah satunya kebiasaan anggota keluarga merokok di dalam Hasil penelitian ini tidak (Tornando, 2. yang berjudul faktor-faktor penyakit ISPA pada balita di Tempat (TPAS) Titi Papan Kota Medan, yang menyatakan bahwa ada hubungan antara jarak rumah dengan TPAS dengan kejadian ISPA pada balita di sekitar wilayah tempat pembuangan akhir sampah Titi Papan Kota Medan, dengan nilai Odds Ratio (OR) 33,444 menunjukkan bahwa ibu balita yang mempunyai jarak rumah dengan TPAS tidak memenuhi syarat mempunyai Odds ratio 33,444 mengalami ISPA dibandingkan dengan ibu balita yang memiliki jarak rumah dengan TPAS memenuhi syarat. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tentang Hubungan Variabel Lingkungan Patria Artha Journal of Nursing Science. Vol. No. Otober 2023 Dengan Risiko Kejadian Penyakit Ispa Pada Balita yang telah dilakukan di sekitar wilayah tempat pembuangan akhir (TPA) Tamangapa Kota Makassar Tahun diperoleh hasil penelitian dengan kesimpulan sebagai berikut: Ada hubungan antara ventilasi rumah dengan risiko kejadian penyakit ISPA pada balita di sekitar wilayah tempat pembuangan akhir sampah (TPA) Tamangapa Kota Makassar Tahun 2022. Ada hubungan antara kepadatan penghuni dengan risiko kejadian penyakit ISPA pada balita di sekitar wilayah tempat pembuangan akhir sampah (TPA) Tamangapa Kota Makassar Tahun 2022. Tidak ada hubungan antara jarak rumah dengan TPA terhadap risiko kejadian penyakit ISPA pada balita pembuangan akhir sampah (TPA) Tamangapa Kota Makassar Tahun DAFTAR PUSTAKA