EL-ADABI: Jurnal Studi Islam E-ISSN: 2964-0679 Vol. No. Desember 2023. Pages: 26-43 Tersedia online di: https://jurnal. id/index. php/eladabi KARNAVAL SATANIC BRAZIL DALAM PEMIKIRAN AQIDAH IBNU QAYYIM AL-JAWZIYYAH Reza Dwi1*. Winarto2 1-2UIN Walisongo. Semarang *Correspondence: rezadwiariyani48@gmail. Abstrack Carnival is an event that is held at a certain time and can be both large and small scale. Carnival can be considered sacred if it is related to belief and can be considered as a tradition of a region with the aim of preserving culture. In the research being studied is a carnival with a satanic theme and held in Brazil. Satanic is a devil worshiping sect. In Brazil, there are very few people who adhere to satanic because the majority religion in Brazil is Catholicism. There are two main issues that will be studied, first is the satanic carnival in the perspective of the thought of the aqidah of Ibn Qayyim Al-Jawziyyah, and second is the response to how we respond to the satanic carnival that occurred in Brazil. The event drew a lot of negative criticism from the general public because after the carnival a disaster occurred which almost destroyed several cities in Brazil. However, there are not many who criticize the side of the carnival, such as the reason for the carnival being held and why there is a parade with a satanic The researcher uses an analysis of the aqidah of Ibn Qayyim Al-Jawziyyah in the translation of his book Mawaridul Aman Al-Muntaqa min Ighatsatul Lahfan min Masyayidisy Syaithan (Heart Management: Paralyzing the Weapons of Satan. In this study using a Karnalval Satanic Brazil dalam Pemikiran Aqidah . (Reza Dwi. Winarto ) | 26 EL-ADABI: Jurnal Studi Islam (Vol. No. Desember 2. qualitative method with a descriptive approach which is a type of research with the process of obtaining data is as it is. The researcher presents data obtained from the results of literature and document studies. By analyzing the data by processing it so that conclusions can be The conclusion in this study is that there are two views, namely cultural elements and Islamic aqeedah. According to cultural elements, if indeed If it contains unifying values such as harmony and harmony, respect for this culture is needed. However, when viewed from the perspective of Islamic aqeedah, satanic festivals can be classified as damaging aqidah if there is an element of shirk in them, such as worship of the devil. Keywords: carnival. Ibn Qayyim Al-Jawziyyah Abstrak Karnaval adalah sebuah acara yang diselenggarakan pada waktu tertentu dan dapat berupa skala besar maupun skala kecil. Karnaval dapat dipandang sakral jika berhubungan dengan kepercayaan dan dapat dianggap sebagai tradisi suatu daerah dengan tujuan melestarikan Pada penelitian yang kaji adalah karnaval yang bertemakan satanic dan diselenggarakan di Brazil. Satanic adalah sekte penyembah iblis. Di Brazil, orang yang menganut satanic sangat sedikit karena mayoritas agama di Brazil adalah agama Katolik. Ada dua pokok permasalah yang akan dikaji, pertama adalah karnaval satanic dalam perspektif pemikiran aqidah Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah, dan kedua adalah tanggapan bagaimana kita menyikapi karnaval satanic yang terjadi di Brazil. Acara tersebut menuai banyak kritikan negatif dari masyarakat umum karena setelah karnaval terjadi bencana yang hampir merusak sebagian kota di Brazil. Namun tidak banyak yang mengkritik sisi karnaval tersebut, seperti alasan karnaval diadakan dan mengapa ada parade yang mengangkat tema Peneliti menggunakan analisa dari pemikiran aqidah Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah dalam terjemahan kitabnya Mawaridul Aman Al-Muntaqa min Ighatsatul Lahfan min Masyayidisy Syaithan (Manajemen Qalbu: Melumpuhkan Senjata Syetan. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualiitatif dengan pendekatan deskriptif yang merupakan jenis penelitian dengan proses memperoleh data bersifat apa adanya. Peneliti menyajikan data yang diperoleh dari hasil studi pustaka dan dokumen. Dengan teknik menganalisa data dengan memproses hingga dapat menyajikan kesimpulan. Adapun kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat dua pandangan, yaitu unsur kebudayaan dan aqidah Islam. Menurut unsur kebudayaan, jika memang terkandung nilai-nilai yang menyatukan seperti kerukunan dan keharmonisan maka diperlukan sikap menghormati terhadap budaya Namun, jika dilihat dari kacamata aqidah Islam maka festival satanic dapat tergolong merusak aqidah jika ada unsur kesyirikannya seperti penyembahan terhadap Kata Kunci: karnaval. Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah. Karnalval Satanic Brazil dalam Pemikiran Aqidah . (Reza Dwi. Winarto ) | 27 EL-ADABI: Jurnal Studi Islam (Vol. No. Desember 2. PENDAHULUAN Kata AoKarnavalAo terdengar tidak asing dan memiliki perspektif tentang perayaan yang megah serta menghadirkan banyak orang baik sebagai penonton ataupun sebagai kontribusi. Diadakannya karnaval yang terjadi dalam saat-saat tertentu membuat masyarakat antusias ketika karnaval tersebut diadakan. Hal tersebut memiliki tujuan dan makna tertentu, contohnya ada yang menganggap karnaval sebagai warisan budaya atau tradisi, memeriahkan suatu acara, dan hal Menurut KBBI karnaval adalah pawai dalam rangka pesta perayaan . iasanya mengetengahkan bermacam corak hal yang menarik dari yang dirayakan it. (Karnaval, 2. Di Indonesia terdapat beberapa karnaval atau perayaan yang diadakan untuk menyambut hari sakral dan sebagainya. Karnaval dikenal dengan berbagai pawainya yang menarik minat penonton dan dapat menjadi penarik perhatian Pada penelitian ini, peneliti membahas tentang perayaan yang terjadi di Brazil. Karnaval di Brazil dimulai pada tahun 1723 ditandai dengan imigran Portugis. Karnaval ini selalu meriah dengan berbagai tema yang berbeda setiap terjadinya karnaval. Konsep mulai berubah selama abad ke-19 dengan parade yang lebih tertata atau terorganisir yang menampilkan pertemuan besar kaisar dan kelompok bangsawan dengan topeng dan penyamaran (Carnival Originally Was a Greek Spring Festival - Did You Know?, 2. Pada tanggal 19 hingga 25 Februari 2023, karnaval Rio 2023 akan diselenggarakan di Brazil di Rio de Janeiro dan Sao Paulo, dengan mengusung tema kebudayaan Brazil. Namun dalam salah satu parade terdapat tema satanic. Kebudayaan adalah hal yang dikembangkan oleh manusia secara kumulatif dan bermakna besar bagi suatu bangsa atau wilayah karena kebudayaan tersebut diperoleh dari unsur adat dan tradisi secara turun temurun (AoAnnabilh & AoKurniawan, 2. Menurut Andito, budaya yang digerakkan agama muncul dari proses interaksi manusia dengan kitab yang diyakini, tetapi dikondisikan oleh beberapa faktor, yaitu geografis, budaya, dan beberapa kondisi objektif yang menyebabkan terjadinya budaya agama yang berbeda-beda walaupun Karnalval Satanic Brazil dalam Pemikiran Aqidah . (Reza Dwi. Winarto ) EL-ADABI: Jurnal Studi Islam (Vol. No. Desember 2. dalam satu agama. Namun, bagi semua agama adalah agama sebagai alat pengatur sekaligus membudidayakannya dalam arti mengungkapkan apa yang dipercayai dalam bentuk budaya, yaitu dalam adat istiadat, seni, dan lain-lain (Ausumarto,Ay Satanisme tidak dapat terlepas dari segala hal tentang setan. Konsep tentang setan dirumuskan oleh beberapa agama besar di dunia, yaitu Yahudi yang dalam Perjanjian Lama ditulis bahwa setan diartikan sebagai penuduh atau musuh. Dalam agama Kristen Katolik menurut Perjanjian Baru, setan berarti musuh, memfitnah, dan menuduh atau melawan Tuhan. Dalam agama Islam, setan berarti setiap yang sombong atau jauh dari kebaikan. Dapat disimpulkan bahwa setan merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki sifat sombong dan tidak menaati perintahNya serta musuh bagi manusia karena dapat menyesatkan (AoDewi, 2. Satanisme secara umum juga berarti aliran pemuja dan penyembah setan. Satanisme sudah tersebar di Eropa bahkan pada abad ke-17 mengalami pucaknya. Pada awal abad ke-20, gerakan satanisme digambarkan sebagai sesuatu yang sesuai dengan tuntutan dunia modern yang rasionalis-materialis (AoDewi, 2. Agama yang dianut oleh masyarakat Brazil mayoritas adalah agama Katolik. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa adanya asumsi tentang agama lain, yaitu agama satanic. Banyak masyarakat yang beranggapan setelah terjadinya sehari setelahnya yang melanda Brazil menghancurkan hampir setengah kota merupakan azab atau hukuman dari Tuhan karena telah menampilkan hal yang terlarang. Setelahnya terjadinya bencana tersebut, karnaval dihentikan karena banyaknya fasilitas yang rusak dan kondisi yang tidak memungkinkan (AoHasanah, 2. Namun disisi lain, tidak banyak masyarakat yang berpendapat dari sisi kebudayaan. Sekilas gambaran saat terjadinya karnaval Rio di Brazil, yaitu berbagai parade dengan tema yang berbeda, tema besarnya mempunyai unsur kebudayaan Brazil (AoAl-Jufri, 2. Banyak masyarakat yang memusatkan perhatiannya pada apa yang tengah viral dimedia Namun dapat pula terjadi perbedaan kejadian yang sebenarnya, tapi tidak Karnalval Satanic Brazil dalam Pemikiran Aqidah . (Reza Dwi. Winarto ) | 29 EL-ADABI: Jurnal Studi Islam (Vol. No. Desember 2. terungkap dan viral dimedia sosial. Sehingga masyarakat hanya memiliki satu titik Fokus pada penelitian ini adalah tentang karnaval dengan adanya tema satanic, apakah merupakan sebuah kebudayaan atau memiliki tujuan lain. Jika dilihat dari kacamata aqidah, hal tersebut termasuk dalam merusak aqidah dan termasuk dalam syirik jika terdapat penyembahan selain Allah. Namun, beda lagi jika dilihat dalam pandangan kebudayaan. Jika memang sudah menjadi kebudayaan Brazil dan untuk parade dengan unsur satanic bukan dijadikan sebagai pencemaran unsur agama. Dalam artikel ini penulis akan menghubungkan pemikiran aqidah dari Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah yang mempunyai aliran tekstualis dengan menempatkan ALQurAoan dan Sunnah diatas semua golongan. Tujuan dari diadakannya penelitian ini adalah agar kita dapat mengetahui sebuah fenomena dapat terjadi dengan tidak mendoktrin salah jika kita belum mengetahui latar belakang terjadinya fenomena itu sendiri. Pada penelitian yang penulis pergunakan adalah metode kualitatif. Kualitatif adalah pendekatan untuk mempelajari dan memahami pentingnya individu atau kelompok dalam kaitannya dengan masalah sosial yang dapat digunakan untuk menafsirkan, menyelidiki atau mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang aspek-aspek tertentu dari keyakinan, sikap, atau perolehan perilaku orang. Penelitian ini berfokus pada bagaimana memahami sebuah fenomena yang terjadi dan cara mereka memahami kehidupan. Penulis memakai pendekatan deskriptif pada penelitian ini, maksud dari pendekatan deskriptif adalah jenis penelitian yang memperoleh suatu data yang bersifat apa adanya sesuai yang terjadi dilapangan. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Menemukan topik permasalah yang ada. Pengumpulkan data-data yang terkait dengan objek, seperti berita, artikel, dan jurnal tentang bahan yang dikaji, yaitu permasalahan karnaval satanic dalam pemikiran aqidah Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah. Mencermati keseluruhan data secara berulang untuk menghasilkan kesimpulan. Data tersebut kemudian disusun secara sistematis. Karnalval Satanic Brazil dalam Pemikiran Aqidah . (Reza Dwi. Winarto ) EL-ADABI: Jurnal Studi Islam (Vol. No. Desember 2. TEMUAN DAN PEMBAHASAN Biografi Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah dilahirkan di Damaskus. Suriah, tahun 691 H atau 1292 M dan beliau wafat pada tahun 751 H atau 1352 M. Nama lengkapnya adalah Muhammad bin Abi Bakr bin Ayub bin SaAoad bin Haris Az-ZarAoI Ad-Damasyqi Abu Abdillah Syams al-Din. Nama panggillannya adalah Abu Abdillah dan nama julukannya adalah Syamsuddin. Namun, nama yang terkanalnya adalah Ibnu AlQayyim Al-Jawziyyah (AoPatima, 2. Ayahnya bernama Syaikh Abu Bakar bin Ayyub Az-ZarAoi. beliau dikenal sebagai ulama besar serta kurator . pada Madrasah Al-Jawziyyah. Damaskus (AoNaAomah, 2. Panggilan tersebut juga melekat pada anak-anak serta keturunannya. maka dari itu salah seorang dari mereka dipanggil dengan sebutan AuIbnu Qayyim Al-JawziyyahAy. Dalam riwayat pendidikannya. Ibnu Qayyim banyak berguru kepada ulama dalam bidang keislaman. Terutama kepada gurunya yang bernama Ibnu Taimiyah. Beliau memulai dalam menuntut ilmu sebelum usia tujuh. Ibnu Qayyim hidup pada saat pengetahuan Islam sedang dikumpulkan dan disebarluaskan. Damaskus, kemudian menjadi salah satu tempat yang dikenal dengan kekayaan ilmunya dan pusat persinggahan perjalanan para ulama. Oleh karena itu. Ibnu Qayyim memiliki cinta yang sangat besar terhadap ilmu pengetahuan dan dari sinilah lahir kecintaannya terhadap buku bahkan beliau selalu meminjamkan bukunya kepada semua orang yang membutuhkan. Ilmu syariat dan ilmu alat hampir seluruhnya dikuasai oleh Ibnu Qayyim, ilmu-ilmu tersebut diantaranya adalah tauhid, ilmu kalam, tafsir, hadist, fiqih, ushul fiqih, faraid, bahasa, nahwu, dan masih banyak hal Ibnu qayyim berguru dari para syaikh yang bermadzhab Hambali maupun Beliau meninggal pada tahun 1350 M diusiannya yang ke-60 tahun (AuSupriyatno. Triyo,Ay 2. Ibnu Qayyim hidup pada masa keadaan Islam sedang mengalami kemunduran politik. Kemunduran ini diakibatkan beberapa faktor diantaranya runtuhnya pemerintahan Kota Bagdad ditangan Hulagu Khan yang terjadi pada Karnalval Satanic Brazil dalam Pemikiran Aqidah . (Reza Dwi. Winarto ) | 31 EL-ADABI: Jurnal Studi Islam (Vol. No. Desember 2. tahun 656 H, konflik politik yang berupa delegasi sosial serta peperangan yang tidak kunjung menemukan titik terang (AoZaelani, 2. Kondisi ini kemudian berkontribusi pada melemahnya tradisi intelektual dan munculnya Taqlid. Taqlid mengikuti pendapat seorang faqih atau imam tanpa mengetahui dalil atau sumber Ibnu Qayyim muncul dan melawan arus serat mematahkan stagnasi pemikiran dengan melanjutkan gurunya. Ibnu Taimiyyah. Beliau memiliki ide-ide cemerlang yang ditunjang dengan pengetahuan yang cukup terutama di bidang fiqh, dan ushul fiqh. Karya-karyanya yang paling utama antara lain terdapat kitab IAolamul MuwaqiAoin an rabb alAoAlamin dan masih banyak lagi lainnya. Corak Dan Pemikiran Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah Sheikh al-Islam. Ibn Taimiyah, merupakan guru yang sangat berpengaruh pada pemikiran Ibnu Qayyim, dimana Ibn Taimiyah mempunyai kritikan terhadap paham-paham dan tradisi yang berkembang pada masa itu, dan menurut pandangannya paham-paham serta tradisi tersebut menyimpang dari ajaran Islam (AoZaelani, 2. Corak pemikiran Ibnu Qayyim banyak dipengaruhi oleh gurunya. Ibnu Taimiyyah yang mendasarkan pemikirannya pada al-QurAoan, al-Hadis, dan mengesampingkan sumber-sumber lainnya. Ibn Qayyim mengajak dan berkata kepada seluruh umat Islam untuk berijtihad dan meninggalkan taklid. Pengaruh ini kemudian lebih dikenal dengan salaf dan puritan. Ibnu Qayyim berpendapat bahwa segala amalan yang tidak berdasarkan atau tidak sesuai dengan al-Qur`an dan alHadis tidak layak untuk digunakan (AuArikhah,Ay 2. Hal ini berhubungan dengan ketentuan harus kembali kepada al-QurAoan, dengan memahami, menjelaskan, dan mengambil kandungan yang ada didalamnya. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka Ibnu Qayyim termasuk kedalam aliran tekstualisme. Prinsip pertama dalam berpikir tekstual adalah berpegang teguh pada ajaran Al-QurAoan, sunnah nabi dan Ijma. Aliran tersebut tidak mentolerir penggunaan analogi dalam memahami ayat-ayat Al-QurAoan dan Hadits, beberapa ulama dari Malikiyah mengatakan bahwa Aulaysa fi al-Sunnah qiyasAy yang Karnalval Satanic Brazil dalam Pemikiran Aqidah . (Reza Dwi. Winarto ) EL-ADABI: Jurnal Studi Islam (Vol. No. Desember 2. dimaksudkan dengan analogi tersebut adalah penggunaan dalil-dalil rasional. Bahkan aliran tektual yang paling ekstrim percaya bahwa penggunaan nalar harus dihindari ketika berhubungan dengan teks. Terkadang keterikatan antara tekstual dengan Al-QurAoan dan Sunnah begitu jauh sehingga dapat dikatakan siapapun yang menolak klaim ayat-ayat yang terdapat dalam Al-QurAoan berarti menolak seluruh isi yang ada dalam Al-QurAoan, ini juga berlaku untuk Sunnah. Oleh karena itu, kata tekstual dapat diartikan sebagai cara, langkah-langkah, metode, pendekatan, atau segala sesuatu yang berhubungan dengan teks. Namun dibalik penggunaan aliran tekstualism terdapat unsur positif yang terkandung didalamnya, yaitu berpegang teguh kepada al-QurAoan. Sunnah dan Ijma, keseragaman pemikiran dan mengikuti ahli hadits. Namun adapula sisi atau unsur negatifnya dimana kurang luasnya menggunakan literatur keagamaan dan membatasi daya kerja nalar (AuAsriaty,Ay 2. Makna dari paradigma tekstual dalam pembahasan ini adalah sekelompok umat Islam yang mengandalkan makna liberal teks dalam merumuskan segala persoalan hukum Islam, dan terkadang disebut secara harfiah tanpa memperhatikan masyarakat, sisi sejarah, pertanyaan kapandimana dan mengapa teks tersebut dibuat. kelompok ini juga disebuh dengan istilah skripturalis dan literalis (AuAsriaty,Ay 2. Sampai saat ini, al-QurAoan dan hadist Nabi memiliki pemaknaan dan pemahaman yang beragam bagi setiap umat muslim. Pemaknaan dan pemahaman yang beragam ini dipengaruhi bagaimana seorang umat muslim memahami suatu teks, konteks, sosio-historis, dan sebagainya (Ismail, 1. Dalam memahami keberagaman teks dapat digolongkan menjadi dua metode, yaitu tekstual dan Namun dalam pemikiran Ibnu Qayyim termasuk dalam tekstual. Tekstual berarti memahami teks menurut standar dan simbol yang tertulis. Sedangkan kontekstual adalah memahami teks dan segala aspek baik itu aspek budaya, aspek sosial, aspek politik dan lain-lain yang terikat dengan teks. Secara etimologi, tekstual berasal dari kata AutextAy, artinya kata-kata serta simbol yang ada dalam sebuah pernyataan. Sedangkan menurut bahasa Arab berasal dari istilah nash yang diartikan sebagai membesarkan atau mengakhiri sesuatu. Karnalval Satanic Brazil dalam Pemikiran Aqidah . (Reza Dwi. Winarto ) | 33 EL-ADABI: Jurnal Studi Islam (Vol. No. Desember 2. Secara terminologi, teks adalah inti dari wujud bahasa. Memahami makna teks adalah pemahaman berbasis teks. Meskipun tafsir tekstual memahami makna dan tujuan al-QurAoan dan Hadits sebagai sumber hukum Islam, namun hal ini hanya dimungkinkan melalui transmisi eksternalnya. Oleh karena itu memahami suatu peristiwa melalui pendekatan tekstual adalah dengan bagaimana wahyu dapat dipahami secara linguistik, terlepas dari latar belakang sosio-historis, kapan dan dimana wahyu tersebut diturunkan. Bagi para kaum tekstualis, mereka melihat makna intrinsik melekat dari suatu objek yang menjadi sasaran dimana makna objek yang tunggal merupakan sesuatu dari yang ideal untuk dijunjung tinggi (AoAdinugraha & AuUlamaAoi. Ahmad Hasan AsyAoari,Ay 2. Sehingga bagaimana hubungan antara yang umum dan yang khusus didefinisikan dan dibatasi dalam teksisme Islam. Universal yang dimaksud adalah wahyu dan sakral, sedangkan partikular adalah keterbatasan pemahaman manusia tentang kontekstualisasi rencana Tuha. Namun jika telah mengupayakan dalam menelusuri makna dalam teks dengan berbagai cara yang berbeda dan upaya yang berbeda, kecenderungan kaum tekstualis adalah kurangnya analisis empiris, dan jika berlebihan dalam metode penemuan hukum, maka akan segera terungkap kesulitan dan ketidakmampuan hukum Islam dalam menghadapi segala perubahan sosial yang terjadi (AoAdinugraha & AuUlamaAoi. Ahmad Hasan AsyAoari,Ay 2. Maka dari itu butuh dua pendekatan yang dikombinasikan, antara pendekatan tekstual dan kontekstual yang bertujuan untuk memahami suatu perubahan atau peristiwa. Ibnu Qayyim menggunakan kebebasan berpikir, meninggalkan perbedaan dan konflik antar aliran, dan memahami jiwa syariah serta menjauhi taklid. Ibnu Qayyim meletakkan iman. Islam dan Ihsan dalam satu kesetaraan, keharmonisan, dan sinergis untuk mewujudkan manusia kepada kebahagiaan yang hakiki. Namun disamping itu pula. Ibnu Qayyim merumuskan syariAoat Islam sebagai ibadah yang bermakna dan menjadi ruh kehidupan guna mengubah masyarakat Islam yang konseptual menjadi masyarakat yang dinamis (AuArikhah,Ay 2. Dalam hal ini. Ibnu Qayyim tidak setuju dengan pola pemikiran filsafat mutlak yang terlalu rasional Karnalval Satanic Brazil dalam Pemikiran Aqidah . (Reza Dwi. Winarto ) EL-ADABI: Jurnal Studi Islam (Vol. No. Desember 2. dalam menggunakan akal. Pemikiran Ibnu Qayyim memiliki karakteristik yang mendalam, argumentatif, dan konsisten, kedalam pemikirannya dapat diketahui dari cara menganalisa masalah sampai keakar masalah dengan melakkan pelacakan pada analisis hasil kajian terdahulu yang berkaitan dengan kajian masalah (Ao AoRahman, 2. Latar Belakang Negara Brazil Nama resmi dari Brazil adalah Republik Federasi Brazil dengan ibukota Brasilia-DF. Agama atau kepercayaan yang dianut oleh masyarakat mayoritas adalah Katolik Roma sebesar 50%. Protestan 31%, agama lain 8%, tanpa agama 10%, dan Ateis 1% (AuBrazil,Ay 2. Survei kepercayaan tersebut didapat pada Survey Datafolha pada tahun 2020 bulan Januari. Namun data lain menunjukkan agama dengan penganut terbanyak adalah Katolik Roma 73. Protestan 1. Spiritisme Kardec 1. 22%, mazhab Kristian yang lain 0. Buddha 0. Yahudi 02%. Islam 0. Amerindian 0. 59%, tidak dinyatakan dan tidak dipastikan jika 35% selebihnya tidak menganut sembarang agama (AoRuslan et al. , 2. Brazil adalah negara dengan penduduk terbanyak di dunia. Menurut data CEIC, penduduk Brazil dinyatakan sebesar 213,3 juta jiwa (AoDhani, 2. Negara Brazil merupakan negara dengan penduduk paling besar dan padat penduduk yang termasuk ke wilayah Amerika Selatan. Negara tersebut adalah salah satu negara bekas jajagan Portugis. Budaya yang ada di Brazil memiliki sifat yang Budaya yang tercampur terjadi pada masa kolonial antara penduduk asli Amerika. Potugis, dan Afrika yang kemudian membentuk sebagian besar kebudayaan di Brazil sehingga pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 imigran Italia. Jerman. Spanyol. Arab, dan Jepang menetap di Brazil (AoRuslan et al. , 2. Negara-negara tersebut berperan penting dalam membentuk kebudayaan yang multikultural dan masyarakat yang multietnis. Tradisi Brazil yang paling terkenal adalah karnaval dan yang terbaik bernama Rio de Janeiro. Tradisi ini dikembangkan untuk pertama kalinya pada Dalam perayaan karnaval terdapat beberapa parade dan acaranya Karnalval Satanic Brazil dalam Pemikiran Aqidah . (Reza Dwi. Winarto ) | 35 EL-ADABI: Jurnal Studi Islam (Vol. No. Desember 2. dirayakan diseluruh kota. Namun pusat dari kegiatan tersebut berlangsung di Sambadrome dari Marquis of Sapucai. Terdapat sekitar tujuh puluh ribu parade dengan mengenakan berbagai macam pakaian, kendaraan sesuai dengan tema masing-masing parade, dan tentunya terdapat tarian samba yang merupakan tarian khas Brazil (AoMartinez, n. Karnaval Rio De Janeiro Di Brazil Karnaval Brazil diadakan pada siang hari di hari Jumat dan berlangsung selama 10 hari, mulai dari 17 Februari hingga 26 Februari 2023. Karnaval ini diadakan sebagai cara untuk menandai awal Pra-paskah dan secara tradisional adalah periode 40 hari sebelum Paskah tiba. Beberapa perayaan dilakukan oleh umat Katolik Roma dan umat Kristiani lainnya selama masa Pra-paskah. Karnaval yang terjadi di Brazil termasuk dalam festival yang menarik banyak orang dari seluruh dunia dan termasuk dalam AuGuinness Book of RecordsAy. Karnaval ini memiliki makna yang sangat religius yaitu dianggap sebagai perayaan terakhir sebelum memasuki keadaan penyesalan. Tradisi karnaval di Brazil ini meruapakan tradisi tahunan yang sudah ada sejak tahun 1650. Tujuan dari diadakannya karnaval adalah memberi penghormatan kepada dewa anggur Yunani. Festival ini diselenggarakan oleh orang Romawi yang menyembah dewa Bacchu yang terkenal sebagai dewa panen anggur. Karnaval ini terinspirasi dari tradisi festival yang diadakan oleh bangsa Portugis yang bernama Entrudo. Pada tahun 1917, orang Afrika memperkenalkan musik samba dan ada tradisi dimana orang-orang akan merias diri dengan peran yang berlawanan (AoUmardini, 2. Karnaval Brazil yang sempat mengguncang media sosial karena terdapat tema satanic dalam parade karnaval tersebut menuai banyak kritikan dan Namun budaya satanisme memang terdapat dalam kebudayaan Brazil. Karnaval satanic tersebut diadakan oleh komunitas gothic dan metal di Brazil yang menggabungkan unsur kebudayaan Brazil dengan simbolisme satanisme dan Karnalval Satanic Brazil dalam Pemikiran Aqidah . (Reza Dwi. Winarto ) EL-ADABI: Jurnal Studi Islam (Vol. No. Desember 2. Okultisme berasal dari kata Occult yang artinya tersembunyi, gaib, dan Isme adalah ajaran, maka okultisme adalah ajaran tentang ilmu gaib (AoWatulingas. Namun video mengenai sebuah parade yang menggambarkan kemenangan iblis dan pernghinaan terhadap Yesus Kristus yang terjadi selama perayaan Karnaval 2023, kemudian terjadilah bencana kematian serta kerusakan properti yang melanda Sao Paulo sehari setelah adanya pertunjukan dengan tema satanic adalah kejadian yang terjadi pada tahun 2019, sebelum virus Covid19 menyerang Parade satanic tersebut diselenggarakan pada bulan Maret tahun 2019. Penyelenggara, yaitu Gavioes da Fiel yang merupakan sebuah sekolah Samba, menampilkan drama komedi tersebut dalam perayaan Karnaval 2019 (Fact Check: Brazil Floods Not Due To Mockery of Christ at 2023 Carnival Skit, 2. Hujan deras yang mengakibatkan terjadinya tanah longsor dan banjir bandang melanda sejumlah kota sehingga perayaan karnaval harus dibatalkan. Titik utama dari hujan deras terdapat di negara bagian Brazil Sao Paolu. Diperkirakan terdapat hampir 2. 000 orang mengungsi. Di kota Sao Paulo terhindar dari banjir yang paling ekstem namun kota yang terdapat di pesisir sebelah timur yang terletak di sepanjang kawasan pantai Utara terkena bencana tersebut. Tercatat bahwa jumlah hujan yang saat itu meningkat ekstem akan menjadi salah satu total curah hujan satu hari tertinggi dalam sejarah negara. Sekitar 500 penyelamat dari berbagai bidang yang mengordinasikan operasi penyelamatan besar-besaran Pemerintah kemudian memutuskan bahwa Karnaval yang akan berlangsung pada hari sebelum musim Prapaskah akan dibatalkan (AoTravis, 2. Dapat disimpulkan bahwa terkait dengan festival Karnaval yang bertemakan satanic sebenarnya diadakan tepat dibulan Maret tahun 2019, sebelum virus Covid19 Lalu untuk bencana yang terjadi di Brazil tahun ini adalah tervalidasi bahwa memang terjadi sehingga karnaval pada tahun 2023 terpaksa dibatalkan. Karnaval Brazil Ditinjau Dengan Pemikiran Aqidah Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah Karnalval Satanic Brazil dalam Pemikiran Aqidah . (Reza Dwi. Winarto ) | 37 EL-ADABI: Jurnal Studi Islam (Vol. No. Desember 2. Adapun jika karnaval yang terjadi di Brazil termasuk dalam kebudayaan maka yang seharusnya dilakukan adalah menghormati kebudayaan tersebut. Namun, jika melihat dalam sisi aqidah Islam dan terdapat unsur penyembahan syaitan maka digolongkan sebagai syirik atau menyekutukan Allah. Pada dasarnya syirik berarti memiliki makna sekutu dan mempunyai makna meyakinkan adanya keberadaan kekuatan yang memberi manfaat atau mendatangkan musibah, selain dari kekuasaan Allah, sekalipun mereka mengakui pula kekuasaan Allah. Menurut ilmu tauhid, syirik terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu syirik uluhiyah, syirik rububiyah, dan syirik ubudiyah. Syirik uluhiyah merupakan kebalikan dari tauhid uluhiyah dimana kita mengesakan Allah sebagai Tuhan, oleh karena itu syirik uluhiyah adalah menyakini adanya Tuhan lain selain Allah SWT. Kemudian, syirik rububiyah adalah menyakini adanya selain Allah yang menciptakan dan mengatur isi dari alam semesta. Sedangkan syirik ubudiyah bertentangan dengan tauhid ubudiyah yang menyakini bahwa hanya Allah. Tuhan alam semesta dan meyakini bahwa Allah pula yang mengatur jalannya seluruh alam semesta sehingga Allah berhak disembah dan hanya kepada-Nya seseorang mengabdikan diri. Maka pengertian yang tepat untuk syirik ubudiyah adalah meyakini adanya Tuhan lain selain Allah untuk disembah atau beribadah. Ibnu Qayyim berpendapat bahwa seseorang yang mencintai sesuatu selain Allah maka orang tersebut termasuk dalam kategori orang yang menyekutukan Allah (AoAlhadi, 2. Syirik yang dimaksud bukan tentang penciptaan atau Ibnu Qayyim juga menguatkan pendapatnya ini dengan pendapat dari Ibnu Taimiyah. Dasaranya dalam Q. S al-Baqarah . : 165 berikut: a ANA a a a e ca ca U a e a ANA a ca a ca a a a a e ca ANA a a aa ca a a a AcEEA AoOE eO aO aO E aOI E aI eOee aA a a AcEE aOE aOI aII eOee UcA a AO ac eOIN eI E aA a A aI eIacO a aI eI eO aIA aAcEE I A a AOIa I EIA a a e a e a a Aa a e a e a a a aac e a ac a N a e U ac aac NA a a AOOI Eo I ECOA a AcEE aIoI cEE aO EA AuDi antara manusia ada yang menjadikan . selain Allah sebagai tandingantandingan . agi-Ny. yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang Karnalval Satanic Brazil dalam Pemikiran Aqidah . (Reza Dwi. Winarto ) EL-ADABI: Jurnal Studi Islam (Vol. No. Desember 2. beriman sangat kuat cinta mereka kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat, ketika mereka melihat azab . ada hari Kiama. , bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat keras azab-Nya, . iscaya mereka menyesa. Ay (Q. S alBaqarah . : . Dalam tafsir Kementrian Agama RI mengatakan bahwa diantara manusia walaupun adanya yang telah menyaksikan tanda kekuasaan Allah dengan jelas, namun masih ada diantara mereka yang masih saja ingkar dan tidak menyembah Allah. Mereka meyakini bahwa itu merupakan sekutu dari Allah. sedangkan orang beriman sangat mencintai Allah melebihi cinta dari orang musyrik mencintai apa yang mereka sembah, sehingga mereka tidak menyekutukan Allah dengan apapun. Mereka yang menyekutukan Allah akan menyesali kezaliman yang telah mereka lakukan dan tidak ada gunanya ketika mereka menyesalinya. Ketika hari kiamat tiba, maka mereka mengikuti para pemimpin mereka. Pada hari itu pula setiap hubungan perbuatannya masing-masing (Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 165, n. Syirik dalam cinta yang dimaksud menurut Ibnu Qayyim adalah ketika mencintai sesuatu mengakibatkan tunduk dan patuh pada yang dicintai. Menurut Ibnu Qayyim dalam terjemahan Mawaridul Aman Al-Muntaqa min Ighatsatul Lahfan min Masyayidisy Syaithan menjelaskan syirik adalah keburukan yang paling buruk dan menjadi sesuatu yang sangat dibenci oleh Allah dan yang paling dimurkai-Nya (AoAl-Jauziyyah, 2. Syirik dapat mengurangi hak Rububiyah Allah dan memunculkan prasangka buruk terhadap Allah. Seandainya yang menjadikan orang musyrik karena kurangnya cinta, ketakutan, dan tawakal mereka kepada Allah disebabkan oleh sesuatu yang ia sekutukan dengan-Nya, maka itu telah menunjukkan kekejiannya dan syirik selalu disertai oleh pelecehan terhadap Tuhan. Unsur Kebudayaan Yang Terdapat Dalam Karnaval Brazil Dari sisi lain pemikiran aqidah Islam. Karnaval yang diadakan di Brazil dengan memunculkan tema satanic terdapat pula unsur kebudayaan jika dikaitkan dengan sejarah dan tujuan terjadinya karnaval Brazil. Karnaval yang diadakan Karnalval Satanic Brazil dalam Pemikiran Aqidah . (Reza Dwi. Winarto ) | 39 EL-ADABI: Jurnal Studi Islam (Vol. No. Desember 2. setiap tahun sebagai tanda Prapaskah atau 40 hari sebelum Paskah ini memiliki makna mendalam, yaitu sebagai perayaan terakhir sebelum masuk kedalam hari penyesalan (AoUmardini, 2. Karnaval tersebut sudah menjadi bagian dari tradisi yang dilestarikan oleh Brazil. Budaya yang ada di Brazil sekarang ini adalah campuran antara penduduk asli Amerika. Portugis, dan Afrika yang membentuk sebagian besar kebudayaan Brazil. Karnaval yang sempat banyak menuai kritikan negatif bahkan dari warga Indonesia, sebenarnya karnaval tersebut mengandung unsur kebudayaan dengan makna religius yang dalam. Jika dikaji dalam sisi pandang yang positif, dapat ditemukan bahwa masyarakat Brazil memiliki rasa toleransi terhadap kepercayaan Mayoritas agama di Brazil adalah Katolik Roma, namun ada pula berbagai kepercayaan salah satunya adalah satanisme dengan angka yang sangat minoritas. Dengan melakukan pertunjukkan karnaval tersebut. Brazil menunjukkan rasa toleransinya terhadap masyarakat yang memiliki kepercayaan minoritas. Karnaval satanic diadakan oleh komunitas gothic dan metal di Brazil dengan menggabungkan unsur kebudayaan Brazil dengan simbolisme satanisme dan okultisme (AoWatulingas, n. KESIMPULAN DAN SARAN Dalam melihat sebuah fenomena yang terjadi tentunya tidak luput dari adanya pengamatan dan pemeriksaan data. Dapat dikatakan fenomena tersebut memang terjadi pada saat itu atau sudah pernah terjadi namun baru tranding di berita-berita. Dalam menggunakan media sosial diperlukan pula pengamatan dan tidak percaya sebelum melihat data-data yang jelas. Seperti fenomena karnaval yang terjadi di Brazil dengan salah satu parade ada yang berkostum satanic atau pemujaan setan. Karnaval tersebut heboh setelah dinyatakan sehari diadakannya karnaval lalu terjadilah bencana yang merusak beberapa kota dan memakan banyak korban jiwa. Setelah berita tersebut lahir di media sosial, banyak orang beranggapan bahwa hal tersebut adalah azab dari Sang Kuasa. Dengan alasan bahwa tujuan dari Karnalval Satanic Brazil dalam Pemikiran Aqidah . (Reza Dwi. Winarto ) EL-ADABI: Jurnal Studi Islam (Vol. No. Desember 2. adanya karnaval tersebut adalah hal yang religius, lantas mengapa menampilkan hal-hal yang berbau pengingkaran sehingga menuai banyak kritikan dari masyarakat, tak terkecuali warga Indonesia. Melihat dari fenomena tersebut terdapat dua pandangan, yaitu dalam pandangan unsur kebudayaan dan dalam pandangan aqidah Islam. Secara umum dapat disimpulkan bahwa menurut Ibnu Qayyim festival satanic dapat tergolong merusak aqidah jika ada unsur kesyirikannya seperti penyembahan terhadap Selain itu juga dapat disimpulkan festival tersebut merupakan kebudayaan positif jika mengandung nilai-nilai yang menyatukan seperti kerukunan dan keharmonisan masyarakat setempat sehingga diperlukan sikap menghormati terhadap budaya tersebut. DAFTAR PUSTAKA