Pengaruh Financial Knowledge. Lifestyle Pattern pada Perilaku Manajemen Keuangan Wanita Karir dengan Locus of Control sebagai Variabel Moderasi JBB 8, 2 Rendra Elvira Shinta, 2Wiwik Lestari STIE Perbanas Surabaya, . Jl. Nginden Semolo 34-36. Surabaya 60118 Jawa Timur. Indonesia AB S TRACT Financial management behavior is very important nowadays. This is related to the consumptive behavior in Indonesia and, especially, in Sidoarjo. The purpose of this Received 18 Januari 2019 reasearch was to determine the effect of Financial Knowledge. Lifestyle Pattern of Career Revised 17 April 2019 Woman Financial Management beaviour with Locus of Control as A Moderating Accepted 24 April 2019 Variable. The sample consists of 180 respondents who have the characteristic as career woman living in Sidoarjo, an income, and are the managers of personal finances, with JEL Classification: a productive age of 20-55 years, and at least junior high school as the latest education. G30 The sample was taken using a purposive sampling technique. The data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) on PLS (Partial Least Squar. The results of this reasearch showed that both Financial Knowledge and Locus of Control have a DOI: positive and signficant effect on financial management behavior. Besides that. Locus of 10. 14414/jbb. Control partially mediates on the effect of financial knowledge on financial management AB S TRAK Perilaku manajemen keuangan sangat penting saat ini. Ini terkait dengan perilaku konsumtif di Indonesia dan khususnya di Sidoarjo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Pengetahuan Finansial. Pola Gaya Hidup Karir Wanita. Manajemen Keuangan, dengan Locus of Control sebagai Variabel Moderasi. Sampel terdiri dari 180 responden yang memiliki karakteristik sebagai wanita karier yang tinggal di Sidoarjo, berpenghasilan, dan merupakan manajer keuangan pribadi, dengan usia produktif 20-55 tahun, dan setidaknya sekolah menengah pertama sebagai pendidikan Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) pada PLS (Partial Least Squar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pengetahuan Finansial dan Locus of Control memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku manajemen keuangan. Selain itu. Locus of Control sebagian memediasi pengaruh pengetahuan keuangan pada perilaku manajemen keuangan. Keywords: Financial Knowledge. Locus of Control. Lifestyle. Financial Management Behavior. PENDAHULUAN Perilaku pengelolaan keuangan (Financial Management Behavio. merupakan hal yang wajib untuk dipahami pada saat ini. Tidak sedikit Journal of masyarakat dengan tingkat pendapatan yang cukup masih menghadapi masalah finansial karena mereka tidak memiliki perilaku pengelolaan Business and Banking keuangan yang baik dan mereka kurang bertanggung jawab atas uang ISSN 2088-7841 yang dimiliki. Masyarakat diharuskan untuk membuat sebuah rencana pengelolaan keuangan yang baik untuk masa depannya, baik untuk Volume 8 Number 2 mengelola keuangan pribadi maupun keuangan keluarga (Danes dan November 2018 - April Haberman, 2. Financial Management Behavior timbul karena besarnya hasrat seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sesuai dengan pp. 271 Ae 283 A STIE Perbanas Press Manajemen Keuangan tingginya tingkat pendapatan yang mereka peroleh. Ida dan Cinthia Yohana Dwinta . menjelaskan, bahwa Financial Management Behavior memiliki hubungan dengan tanggung jawab keuangan seseorang dengan cara yang digunakan dalam melakukan pengelolaan keuangan dan bertanggung jawab terhadap keputusan keuangan. Dalam mengembangkan perilaku pengelolaan keuangan yang baik, dapat dilakukan dengan memperhatikan beberapa faktor yaitu faktor pengetahuan keuangan atau Financial Knowledge. Pola gaya hidup, dan kontrol diri atau Locus of Control. Pengetahuan keuangan (Financial Knowledg. merupakan penguasaan atas hal-hal yang menjelaskan tentang keuangan (Kholilah dan Iramani, 2. Masyarakat sangat memerlukan pemahaman yang baik tentang financial knowledge, karena di dalam financial knowledge, terdapat sumber pengetahuan yang berisikan informasi-informasi. Kemduian, sumber informasi yang baik ini nisa mereka gunakan untuk mengelola keuangan yang baik pula. Oleh sebab itu, masyarakat perlu mengembangkan financial skill dan belajar untuk mengembangkan financial tools agar dapat memiliki serta menerapkan financial knowledge yang baik. Financial skill merupakan sebuah teknik yang dapat diterapkan pada masyarakat melakukan personal management behavior . engelolaan keuangan pribad. seperti membuat anggaran keuangan, menentukan rencana investasi. Adapun Financial tools merupakan bentuk atau alat yang dapat digunakan dalam membuat sebuah keputusan personal management behavior . engelolaan keuangan pribad. seperti cek, kartu kredit (Ida dan Chintia Yohana Dwinta, 2. Penelitian Ida dan Chintia Yohana Dwinta . membuktikan bahwa terdapat pengaruh positif pada pengetahuan keuangan terhadap financial management behavior. Misalnya, ketika masyarakat memiliki financial knowledge yang baik, mereka akan mampu menggunakan uang dengan bijaksana sesuai dengan kebutuhannya. Selain itu, masalah dalam pengelolaan keuangan seringkali disebabkan oleh pola gaya hidup Pola gaya hidup merupakan pola seseorang dalam mengelola waktu dan uangnya. Gaya hidup berpengaruh terhadap perilaku seseorang yang nantinya akan mempengaruhi pola konsumsi seseorang (Sugiono. Gaya hidup juga menggambarkan cara seseorang mencerminkan interaksinya dengan lingkungan (Suratno dan Rismiati, 2001:. Pola gaya hidup antara satu individu dengan individu yang lain sangatlah Hal tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang membentuk pola gaya hidup seseorang yaitu secara demografis dan secara psikografis (Kotler dan Amstrong, 2. Penelitian Dias Kanserina . membuktikan bahwa gaya hidup secara simultan berpengaruh terhadap perilaku konsumtif masyarakat. Apabila masyarakat memiliki pola gaya hidup yang benar, maka memungkinkan mereka untuk terhindar dari masalah-masalah dalam pengelolaan keuangan. Penelitian Ridwan S. Sundjaja. Budiana Gomula. Dharma Putra Sundjaja. Felisca Oriana S. Inge Barlian. Meilinda, dan Vera Intani . , menemukan bahwa pola gaya hidup masyarakat ,yang bekerja di salah satu institusi pendidikan swasta di kota Bandung umumnya memiliki pola gaya hidup yang cukup baik. Hal tersebut ditunjukkan dengan pola pengaturan keuangan dalam mengatur pendapatan, pengeluaran, serta keinginan dalam memenuhi gaya hidup dapat dibilang cukup wajar. Masyarakat dapat menerapkan financial management behavior yang baik apabila mereka dapat menerapkan pola gaya hidup yang baik> Selain itu, terdapat aspek psikologis yang terkait dengan perilaku pengelolaan keuangan yang baik yaitu Locus of Control. Naila Al Kholilah dan Rr. Iramani . menjelaskan bahwa Locus of Control merupakan cara pandang seseorang terhadap suatu peristiwa yang berhubungan dengan apakah seseorang tersebut dapat atau tidak dapat mengendalikan peristiwa yang terjadi pada dirinya. Locus of Control diartikan sebagai presepsi seseorang tentang sebab dan akibat keberhasilan atau kegagalan seseorang dalam melaksanakan Locus of Control dibedakan menjadi dua, yaitu Locus of Control internal dan Locus of Control eksternal (Robbins, 2008:. Naila Al Kholilah dan Rr. Iramani . menjelaskan bahwa seseorang yang cenderung memiliki dan dapat menerapkan Locus of Control internal yang tinggi, perilaku pengelolaan keuangannya akan meningkat. Penelitian Ida dan Chintia Yohana Dwinta . , kecenderungan locus of control menyebabkan seseorang memiliki keyakinan bahwa dia mampu menyelesaikan masalah keuangan sehari hari. Locus of control memediasi financial knowledge terhadap perilaku Dengan perkataan lain, ketika seseorang memiliki pengetahuan keuangan yang baik, dia akan membentuk kontrol diri yang baik. Dengan demikian, dia membentuk perilaku keuangan yang lebih bertanggung jawab dan dapat terhindar dari masalah-masalah dalam pengelolaan Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti menyadari akan pentingnya pengelolaan keuangan. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk meneliti terkait pengaruh financial knowledge, pola gaya hidup terhadap perilaku pengelolaan keuangan wanita karir dengan locus of control sebagai variabel mediasi. RERANGKA TEORITIS DAN HIPOTESIS Perilaku Pengelolaan Keuangan Perilaku pengelolaan keuangan merupakan kemampuan seseorang baik individu maupun keluarga dalam mengatur (Perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian, serta penyimpana. uang yang dimiliki dalam kehidupan sehari hari. Selain itu, pengelolaan keuangan ialah suatu bentuk dari tanggung jawab keuangan yang berhubungan dengan keputusan keuangan (Naila Al Kholilah dan Iramani, 2. Terkait dengan tanggung jawab keuangan. Ida dan Cinthia . menjelaskan, bahwa tanggung jawab keuangan merupakan proses pengelolaan keuangan dan asset lainnya secara produktif. Jadi, perilaku pengelolaan yang baik dapat menjauhkan masyarakat dari keinginan yang berlebihan atau tak terbatas. Masyarakat diharuskan dapat membuat sebuah rencana pengelolaan keuangan yang baik untuk masa depannya, baik untuk mengelola keuangan pribadi maupun keuangan keluarga (Sulaeman Rahman Nidar dan Sandi Bestari, 2. Kemudian, perilaku keuangan yang baik dapat diukur dengan menggunakan lima komponen utama. Lima komponen tersebut terdiri dari kemampuan JBB 8, 2 Manajemen Keuangan untuk membelanjakan uang seperlunya, membayar kewajiban bulanan dengan tepat waktu, merencanakan keperluan masa depan, menabung dan menyisihkan sebagian dana untuk diri sendiri maupun untuk keluarga (Perry dan Morris 2. Financial Knowledge dan pengaruhnya terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan Naila Al Kholilah dan Iramani . menjelaskan, bahwa Financial Knowledge merupakan penguasaan atas hal-hal tentang keuangan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Ida dan Chintia Yohana Dwinta . , dinyatakan bahwa Financial Knowledge itu tidak hanya penting bagi kepentingan individu, tetapi juga menjadikan individu mampu menggunakan uang yang dimiliki sesuai dengan apa yang mereka Penelitian yang dilakukan oleh Irine Herdjiono dan Lady Angela Damanik . , mennyatakan, bahwa pengetahuan keuangan sangat diperlukan masyarakat untuk dapat terhindar dari masalah-masalah keuangan baik keluarga maupun individu. Selain itu. Financial Knowledge tidak hanya mampu membuat seseorang dapat memanfaatkan uang yang dimiliki dengan bijaksana, tetapi juga dapat memberikan manfaat pada ekonomi. Menurut Robb dan Woodyard . , pengetahuan keuangan merupakan komponen yang sangat penting dalam membuat sebuah keputusan keuangan. Seseorang dengan pengetahuan keuangan yang tinggi akan mampu memutuskan dengan baik bagi pengelolaan keuangannya serta dapat meningkatkan kesejahteraan dalam pengelolaan keuangan (Irine Herdjiono dan Lady Angela Damanik, 2. Oleh karena itu, bisa dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H1 = Financial Knowledge berpengaruh terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan Pola Gaya Hidup terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan Sugiono . menyatakan, bahwa gaya hidup merupakan bentuk dan implementasi oleh manusia dalam menggunakan waktu dan uang yang mereka miliki. Gaya hidup juga merupakan pola masyarakat atau individu dalam mengekspresikan semua aktivitas yang mereka lakukan (Angga, 2. Perlu diketahui, bahwa gaya hidup yang tidak sesuai dengan kemampuan keuangan sering dapat bermasalah dalam pengelolaan keuangan masyarakat. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Dias Kanserina . , dinyatakan bahwa masyarakat yang memiliki gaya hidup yang benar akan terhindar dari masalah-masalah dalam pengelolaan keuangan. Dari sini, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H2 = Pola Gaya Hidup berpengaruh terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan Locus of Control dan pengaruhnya terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan Naila Al Kholilah dan Rr. Iramani . menyatakan bahwa perilaku pengelolaan keuangan yang baik dan bijaksana harus diimbangi oleh kontrol diri (Locus of Contro. yang baik. Adapun Locus of Control dapat didefinisikan sebagai cara pandang seseorang terhadap suatu peristiwa yang berhubungan dengan kondisi dia dapat atau tidak dapat mengendalikan peristiwa yang akan terjadi pada dirinya. Lebih jauh, penelitian yang dilakukan oleh Rotter . menjelaskan, bahwa Locus of Control merupakan sebuah bentuk psikologis atau kepercayaan seseorang tentang apa saja yang menyebabkan keberuntungan dan ketidakberuntungan dalam kehidupannya. Dalam kaitannya dengan ini. Naila Al Kholilah dan Rr. Iramani . menjelaskan, bahwa seseorang yang memiliki Locus of Control yang tinggi, perilaku pengelolaan keuangannya juga akan mengalami kenaikan. Sebaliknya, ketika seseorang cenderung tidak dapat menerapkan Locus of Control dengan baik, perilaku pengelolaan keuangannya akan mengalami penurunan. Individu yang dapat menerapkan Locus of Control yang sesuai akan terhindar dari masalah-masalah keuangan. Itu sebabnya, dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H3 = Locus of Control berpengaruh terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan Pengaruh Financial Knowledge terhadap Pola Gaya Hidup dengan Locus of Control sebagai Variabel Mediasi Pengetahuan keuangan (Financial Knowledg. merupakan penguasaan atas hal-hal yang menjelaskan tentang keuangan (Naila Al Kholilah dan Rr. Iramani, 2. Menurut Ida dan Cinthia . bahwa Financial Knowledge itu penting tidak hanya bagi kepentingan individu, melainkan juga dapat membuat individu mampu menggunakan uang yang dimiliki sesuai dengan apa yang mereka butuhkan. Seseorang dengan pengetahuan keuangan yang tinggi akan mampu membuat keputusan yang baik bagi pengelolaan keuangannya dan dapat meningkatkan kesejahteraan dalam pengelolaan keuangan (Irine Herdjiono dan Lady Angela Damanik. Penelitian yang dilakukan oleh Naila Al Kholilah dan Rr. Iramani . menyatakan, bahwa perilaku pengelolaan keuangan yang baik dan bijaksana harus diimbangi oleh kontrol diri (Locus of Contro. yang Locus of Control merupakan cara pandang seseorang terhadap suatu peristiwa yang berhubungan dengan apakah orang tersebut dapat atau tidak dapat mengendalikan peristiwa yang terjadi pada dirinya. Begitu juga Perry dan Morris . , mereka menyatakan, bahwa seseorang dengan pengetahuan keuangan yang baik akan memiliki perilaku pengelolaan keuangan yang baik pula. Penelitian yang dilakukan oleh Naila Al Kholilah dan Rr. Iramani . membuktikan bahwa Locus of Control memediasi pengetahuan keuangan terhadap perilaku pengelolaan keuangan. Seseorang yang memiliki pengetahuan keuangan yang baik akan membuatnya dapat mengontrol diri yang baik. Ketika masyarakat menerapkan kontrol diri yang baik, maka mereka dapat membentuk perilaku keuangan yang lebih bertanggung jawab. Dengan demikian, dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H4 = Locus of Control memediasi pengaruh Financial Knowledge terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan. Dengan berbagai penjelasan dan argument di atas, maka rerangka pemikiran dalam penelitian ini bisa digambarkan sebagaimana pada Gambar 1. JBB 8, 2 Manajemen Keuangan Gambar 1 Rerangka Penelitian METODE PENELITIAN Variabel yang digunakan dalam penelitian ini ialah variabel bebas atau variabel yang mempengaruhi variabel lain (X) adalah Financial Knowledge dan Pola Gaya Hidup. Variabel terikat atau variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain (Y) adalah Perilaku Pengelolaan Keuangan dan variabel mediasinya yaitu Locus of Control. Populasi dari penelitian ini meliputi wanita karir sebagai pelaku pengelolaan keuangan. Dalam penelitian ini, pemilihan sampel dilakukan menggunakan non-probabilitas. Ini artinya tidak semua anggota populasi dapat menjadi sampel. Teknik pengambilan sampel dari penelitian ini ialah menggunakan teknik purposive sampling, karena pengambilan sampel ini berdasarkan tujuan tertentu. Jadi, tidak semua anggota populasi bisa terpilih menjadi sampel. Dalam penelitian ini, terdapat beberapa kriteria responden, sebagai berikut: Berdomisili di Sidoarjo khusunya Sidoarjo Kota. Sebagai pengelola keuangan pribadi. Usia produktif minimal 20-55 tahun. Pendidikan terakhir minimal SMP, dan Pekerjaan minimal Swasta. Institusi, dan Mandiri . ihat Tabel . Data Penelitian Berdasarkan tujuan analisisnya, maka rancangan penelitian ini menggunakan Eksplanatif Research karena bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara beberapa variable, yaitu Financial Knowledge. Pola gaya hidup terhadap perilaku pengelolaan keuangan wanita karir dengan Locus of Control sebagai variabel mediasi. Data tersebut didapat dengan menggunakan kuesioner. Pengukuran Variabel Variabel endogen pada penelitian ini adalah Perilaku pengelolaan Variabel ini diukur menggunakan skala likert dengan lima kategori respon yang dimulai dari skala 1 sampai 5, yaitu . Tidak Setuju, . Kurang Setuju, . Ragu-Ragu, . Setuju, . Sangat Setuju. Adapun indikatornya ada 3 antara lain: Proses perencanaan keuangan Implementasi keuangan Evaluasi keuangan Financial Knowledge merupakan penguasaan atas hal-hal yang menjelaskan tentang keuangan. Hasil yang telah diperoleh dari jawaban responden akan diolah dan dikategorikan dalam beberapa pilihan yang akan dijadikan dalam Skala Rasio, yaitu banyaknya jawaban yang terjawab dengan tepat dibagi total pertanyaan untuk Financial Knowledge. Berikut rumus perhitungan skala rasio: Jumlah jawaban benar Jumlah pertanyaan x 100 = % Peneliti menggunakan 4 indikator yang digunakan dalam mengukur pengetahuan keuangan responden, diantaranya adalah: Kredit Investasi Masa depan Umum Pola Gaya Hidup Pola gaya hidup merupakan bentuk atau cara seseorang dalam memanfaatkan waktu dan uang yang dia miliki untuk mendapatkan kesenangan pribadi. Peneliti menggunakan 3 indikator yang digunakan sebagai acuan dalam mengukur tingkat Pola Gaya Hidup terhadap responden, di antaranya adalah: Pola seseorang dalam mengikuti trend dan mode terbaru Pandangan orang lain Pandangan seseorang seputar barang bermerek Locus of Control Internal Locus of Control internal merupakan cara pandang seseorang terhadap suatu peristiwa yang berhubungan dengan apakah seseorang tersebut dapat atau tidakdapat mengendalikan peristiwa yang akan terjadi pada dirinya. Peneliti menggunakan 5 indikator yang digunakan dalam mengukur Locus of Control responden, di antaranya adalah: Kemampuan dalam menyelesaikan masalah keuangan Peran dalam kontrol keuangan sehari-hari Kemampuan pengambilan keputusan keuangan Dorongan dari lingkungan sekitar Wanita Karir Wanita karir merupakan wanita yang bekerja, baik yang bekerja sendiri maupun sebagai pegawai atau karyawan. Wanita karir berhubungan dengan pekerjaan yang menghasilkan uang, cenderung pada pemanfaatan kemampuan atau karena adanya suatu peraturan, maka dari itu wanita memperoleh pekerjaan, penghasilan, jabatan, dan ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Analisis Data Peneliti menyebarkan kuesioner sebanyak 200 kuesioner da nada 20 kuesioner tidak kembali. Jadi, kuesioner yang kembali sejumlah 180 Kuesioner yang terkumpul disisihkan sesuai dengan syarat criteria JBB 8, 2 Manajemen Keuangan Analisis Data Deskriptif Analisis deskriptif menjelaskan variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian, yaitu Financial Knowledge. Pola gaya hidup terhadap perilaku pengelolaan keuangan wanita karir dengan Locus of Control sebagai variabel mediasi. Berikut adalah hasil analisis deskriptif, di antaranya: Berdasarkan tanggapan responden terhadap variabel pengelolaan keuangan, ialah dapat diketahui bahwa masyarakat mampu mengelola keuangannya dengan baik dan bijaksana. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan hasil tanggapan responden pada pernyataan PPK9 dan PPK10 yang memiliki nilai terbesar yaitu 3. 87 dan 3. Berdasarkan variabel financial knowledge, dapat diketahui bahwa masyarakat perlu Table 1 Karakteristik Responden Berdasarkan Identitas Responden KETERANGAN TOTAL PRESENTASE (%) STATUS MENIKAH TIDAK ISLAM KRISTEN <20 TAHUN 21 S/D 30 TAHUN 31 S/D 40 TAHUN 41 S/D 50 TAHUN > 51 TAHUN SMP SMU DIPLOMA SARJANA PASCA SARJANA <3000000 3000000 S/D 4999000 5000000 S/D 6999000 7000000 S/D 8999000 > 9000000 PNS/ABRI PEGAWAI PERUSAHAAN SWASTA PROFESIONAL (DOKTER. LAWYER. DSB) WIRAUSAHA LAINNYA AGAMA UMUR PENDIDIKAN TERAKHIR PENDAPATAN PEKERJAAN Sumber: lampiran diolah memahami pengetahuan keuangan yang baik dan mengimplementasikan dengan baik. Dengan demikian, mereka dapat mengelola keuangannya dengan bijaksana. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan hasil tanggapan responden, bahwa mayoritas responden memiliki financial knowledge pada tingkat sedang dengan nilai 61. Berdasarkan variabel pola gaya hidup, dapat diketahui bahwa masyarakat harus cenderung menerapkan pola gaya hidup yang sederhana supaya pengelolaan keuangannya baik. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan hasil tanggapan responden pada pernyataan PGH8 dan PGH7 yang memiliki nilai terbesar yaitu 4. 90 dan 4. Berdasarkan variabel locus of control, dapat diketahui bahwa masyarakat perlu melakukan pengendalian diri supaya mampu melalukan pengelolaan keuangan dengan baik dan bijaksana. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan hasil tanggapan responden pada pernyataan LOC1 dan LOC6 yang memiliki nilai terbesar yaitu 4. 46 dan 4. Analisis Statistik Pada penelitian ini menggunakan alat uji statistik yaitu partial least square (PLS). Dalam penelitian ini menggunakan metode structural equation model (SEM) yang digunakan untuk menguji secara simultan hubungan antara konstruk laten dalam hubungan linear ataupun nonlinear dengan banyak indikator. Berikut ini adalah model yang akan diuji dalam program WarpPLS 6. Pengujian Hipotesis Berikut ini merupakan hasil dari pengujian hipotesis dengan menggunakan metode Partial Least Square (PLS) dengan alat WarpPLS Dapat diketahui, bahwa nilai dari masing-masing variabel seperti financial knowledge, pola gaya hidup, locus of control, dan perilaku pengelolaan keuangan. Pengujian Hipotesis Hipotesis 1 Financial Knowledge (FK) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan (PPK) sebesar 0. 16 dengan tingkat signifikansi 0. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi financial knowledge, maka semakin baik pula perilaku pengelolaan Gambar 2 Model Second-Order Construct JBB 8, 2 Manajemen Keuangan Gambar 3 Hasil Estimasi Model Gambar 4 Hasil Uji Validitas Dan Reliabilitas WarpPLS Hipotesis 2 Pola Gaya Hidup (PGH) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan (PPK) sebesar 0. 13 dengan tingkat signifikansi 0. Hal tersebut menunjukkan semakin rendah gaya hidup yang dimiliki seseorang, maka perilaku pengelolaan keuangannya akan semakin baik. Hipotesis 3 Locus of Control (LOC) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan (PPK) sebesar 0. 16 dengan tingkat Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi locus of control seseorang maka akan semakin baik pula perilaku pengelolaan Hipotesis 4 Locus of Control (LOC) memediasi parsial atau sebagian antara variabel Financial Knowledge (FK) terhadap variabel Perilaku Pengelolaan Keuangan (PPK). Hal tersebut dikarenakan hubungan antara ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan antara satu sama lain. Nilai R2 Nilai R2 sebesar 0. 02 yang berarti bahwa variabel financial knowledge, pola gaya hidup, dan locus of control memiliki pengaruh terhadap perilaku pengelolaan keuangan sebesar 2% dan sisanya 98% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini. Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk meneliti adanya pengaruh financial knowledge, pola gaya hidup, locus of control dan perilaku pengelolaan keuangan pada wanita karir yang berdomisili di Sidoarjo. Data yang diperoleh peneliti melalui penyebaran kuesioner kepada wanita karir dan telah melakukan pengelolaan data, didapatkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini dapat dijelaskan melalui analisis pembahasan sebagai Hipotesis Pertama Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa financial knowledge berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku pengelolaan Dapat dibuktikan pada item pertanyaan PPK3 rata-rata responden menjawab sangat sering berfikir terlebih dahulu dalam membuat sebuat keputusan keuangan. Hal tersebut membuktikan bahwa responden sadar bahwa responden harus membuat perencanaan yang baik guna untuk memanfaatkan uang yang dimiliki dengan sebaik Pada saat responden menggunakan uang yang dimiliki tanpa berfikir terlebih dahulu hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya masalah dalam pengelolaan keuangan. Pernyataan ini mengindikasi bahwa makin tinggi pengetahuan keuangan seseorang, orang tersebut makin baik perilakunya dalam melakukan pengelolaan keuangannya. Responden akan lebih bertanggung jawab terhadap uang yang telah dikeluarkan baik untuk pembelanjaan ataupun pembayaran kewajiban. Berdasarkan item pertanyaan PPK7, rata-rata responden menjawab sangat sering menyimpan uang secara teratur untuk mengantisipasi biaya-biaya yang tak terduga. Dapat diidentifikasikan bahwa makin tinggi pengetahuan keuangan seseorang, maka makin tinggi tingkat kesadaran seseorang tersebut dalam melakukan pengelolaan keuangan yang baik. Kecenderungan responden dalam menyisihkan sebagian uang yang dimiliki untuk ditabung atau disimpan akan memberikan dampak yang baik dikedepannya. Hal tersebut menunjukkan ketika terjadi masalah-masalah keuangan dikemudian hari, maka responden akan JBB 8, 2 Manajemen Keuangan memiliki dana yang lebih untuk membayar tagihan atau kewajiban yang lain sehingga responden jarang mengalami kesulitan atau masalah dalam pengelolaan keuangannya. Pada item pertanyaan PPK10, rata-rata responden menjawab sangat sering dalam mencari solusi ketika memiliki masalah dan mencari solusi sebelum masalah tersebut menjadi tambah besar. Hal tersebut mengindikasikan bahwa responden sadar bahwa responden harus mengevaluasi keuangannya dan mencari solusi yang baik guna untuk menghindari adanya masalah-masalah dalam mengelola keuangan yang baik dikedepannya. Responden harus mengelola keuangan yang baik agar tidak mengalami masalah-masalah keuangan. Selain itu, kategori kredit memiliki nilai yang besar daripada kategori lain. Hal tersebut mengindikasikan, bahwa responden cenderung memahami aspek-aspek dalam kredit. dengan financial knowledge yang cukup tinggi dalam hal kredit, responden akan cenderung lebih bijak dalam berhutang serta lebih bertanggung jawab. Hal ini sesuai dengan penelitian Ida dan Chintia Yohana Dwinta . yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif antara pengetahuan keuangan terhadap financial management behavior, ketika masyarakat memiliki financial knowledge yang baik maka dapat mengelola dan menggunakan uang yang dimiliki dengan baik dan bijaksana dibandingkan dengan responden yang memiliki financial knowledge yang Financial knowledge tidak hanya mampu membuat seseorang menggunakan uang dengan bijak, namun juga dapat member manfaat pada ekonomi. Berbeda dengan penelitian oleh Naila Al Kholilah dan Rr. Iramani . yang menjelaskan, bahwa financial knowledge tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan. Hal itu sama seperti penelitian Irine Herdjiono dan Lady Angela Damanik . yang menyatakan bahwa financial knowledge tidak berpengaruh terhadap financial management behavior, karena tidak terbukti bahwa seseorang yang memiliki pengetahuan keuangan yang tinggi akan memiliki perilaku keuangan yang baik, begitu pula sebaliknya seseorang dengan financial knowledge yang rendah memiliki financial knowledge yang buruk. Financial knowledge seseorang terhadap keuangan cenderung berbeda, akan tetapi tidak selamanya seseorang dengan pengetahuan keuangan yang tinggi mampu mengendalikan manajemen keuangannya. Seseorang dengan pengetahuan keuangan yang tinggi akan mampu membuat keputusan yang baik bagi pengelolaan keuangannya dan dapat meningkatkan kesejahteraan dalam pengelolaan keuangannya. Hal tersebut karena financial knowledge menjadi salah satu faktor yang penting yang harus dipahami dalam melakukan pengelolaan keuangan yang baik(Irine Herdjiono dan Lady Angela Damanik, 2. Dalam penelitian ini, wanita berusaha mengelola keuangannya dengan baik dengan memanfaatkan pengetahuan keuangan yang telah Wanita tersebut dapat menyisihkan sebagian uang yang dimiliki dan mempersiapkan rencana keuangan sehingga ketika terjadi masalah keuangan tidak perlu mencari dana pinjaman kepada orang lain untuk mencukupi kebutuhannya. Hipotesis Kedua Hasil dari penelitian ini menunjukan, bahwa pola gaya hidup berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku pengelolaan Gaya hidup merupakan bentuk atau cara seseorang dalam memanfaatkan waktu dan uang yang dimiliki guna untuk mendapatkan kesenangan pribadi. Hal ini menunjukkan, bahwa makin rendah gaya hidup seseorang, maka makin baik perilaku pengelolaan keuangannya. Begitu pula sebaliknya, seseorang dengan gaya hidup yang tinggi maka perilaku pengelolaan keuangannya akan rendah atau buruk. Di sini terlihat bahwa responden penelitian yaitu wanita karir tergolong memiliki pola gaya hidup yang cenderung berusaha untuk mengontrol pola gaya hidupnya. Pernyataan tersebut dapat dibuktikan dalam item pertanyaan PGH1 dan PGH2 yang menyatakan bahwa ratarata responden menjawab kurang setuju menjadi orang yang mengikuti mode dibandingkan dengan kebanyakan orang. Responden merasa bahwa mode merupakan hal yang kurang penting untuk ditunjukkan atau diunggulkan kepada orang lain. Pada saat mengunggulkan gaya hidup dengan mengutamakan mode, serta akan berdampak kurang baik terhadap pengelolaan keuangannya bahkan akan menyebabkan masalahmasalah dalam pengelolaan keuangannya. Hal tersebut terjadi karena responden akan mengeluarkan banyak uang apabila mengutamakan mode dalam kehidupannya. Pada item pertanyaan PGH7 rata-rata responden menjawab kurang setuju dalam menyukai produk yang dijual terbatas. Hal tersebut mengindikasikan bahwa ketika responden membeli produk yang dijual terbatas, maka akan mengeluarkan uang yang lebih banyak dibandingkan dengan produk yang banyak dijual di pasaran. Produk yang dijual terbatas harganya akan lebih mahal dibandingan produk yang banyak terjual dipasaran. Responden yang lebih cenderung membeli produk yang dijual terbatas menunjukkan bahwa responden tersebut memiliki gaya hidup yang tinggi dan tidak mau kalah dengan orang lain, sehingga dengan memiliki gaya hidup yang tinggi akan menyebabkan pengelolaan keuangannya kurang baik. Responden yang sadar akan pentingnya pengelolaan keuangan yang baik akan membeli barang-barang sesuai dengan apa yang mereka butuhkan. Selain itu pada item pertanyaan PGH6, rata-rata responden menjawab kurang setuju apabila menerapkan banyak variasi dalam Hal ini dapat diartikan bahwa dalam penelitian ini wanita karir lebih cenderung menerapkan gaya hidup yang biasa serta berusaha melakukan pengelolaan. keuangan dengan baik dengan cara tetap mempertahankan gaya hidup yang sederhana. Dengan demikian, mereka tidak berusaha mencoba hal baru yang bervariasi. Misalnya, gaya hidup yang bervariasi tersebut akan membutuhkan pengeluaran yang cukup Masalah-masalah dalam pengelolaan keuangan akan muncul ketika responden memiliki gaya hidup yang tinggi, karena semakin tinggi gaya hidup seseorang maka semakin tinggi pula pengeluaran seseorang. Penelitian yang dilakukan oleh Dias Kanserina . menyatakan bahwa gaya hidup berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku Hal tersebut menunjukkan apabila responden makin memiliki gaya hidup yang tinggi maka perilaku pengelolaan keuangannya akan makin rendah. Ini karena responden akan makin banyak mengeluarkan JBB 8, 2 Manajemen Keuangan uang untuk memenuhi gaya hidupnya. Begitu pula sebaliknya, pada saat responden memiliki gaya hidup yang rendah maka perilaku pengelolaan keuangannya pun akan semakin baik. Secara umum gaya hidup seseorang dapat dilihat dari aktivitas rutin yang dilakukan. Sama dengan penelitian Ridwan S. Sundjaja. Budiana Gomula. Dharma Putra Sundjaja. Felisca Oriana S. Inge Barlian. Meilinda, dan Vera intani . menyatakan bahwa pola gaya hidup masyarakat yang bekerja di salah satu institusi di Bandung umumnya masih memiliki pola gaya hidup yang baik. Hipotesis Ketiga Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa locus of control internal berpengaruh positif signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi locus of control seseorang maka akan semakin baik pula perilaku pengelolaan keuangannya, begitu pula sebaliknya semakin rendah locus of control seseorang maka akan semakin rendah atau semakin buruk perilaku pengelolaan keuangannya. Responden dalam penelitian ini adalah wanita karir. Menurut Ikhwani Ratna dan Hidayati Nasrah . , menyatakan bahwa wanita karir yang memiliki pendapatan yang cukup tinggi harus mengimbangi dengan kontrol diri yang baik agar tidak mendorong perilaku konsumtif. Dapat dibuktikan dengan item pertanyaan LOC4 dengan rata-rata responden menjawab setuju dalam mengontrol keuangan seharihari. Hal tersebut mengindikasikan bahwa responden berusaha untuk menggunakan uang yang dimiliki dengan sebaik mungkin, sehingga dapat terhindar dari masalah-masalah keuangan dikemudian hari. Selain itu, berdasarkan item pertanyaan LOC6 di mana rata-rata responden menjawab sering dalam mampu mengambil keputusan dalam masalah keuangan. Responden cenderung memiliki kontrol diri yang cukup baik terhadap keputusan-keputusan yang akan diambil dan lebih mengutamakan kebutuhan daripada keinginan. Hal tersebut dapat didukung dengan rata rata jawaban pada PPK3 yang menyatakan bahwa kecenderungan responden yang sangat sering berfikir terlebih dahulu sebelum membuat keputusan keuangan, hal tersebut dilakukan supaya dapat terhindar dari masalah-masalah keuangan dikemudian hari. Hal tersebut sama dengan penelitian oleh Naila Al Kholilah dan Rr. Iramani . , yang menyatakan bahwa locus of control berpengaruh signifikan terhadap financial management behavior. Responden yang memiliki kontrol diri yang tinggi dan cenderung menahan hasratnya untuk membeli sesuatu yang tidak perlu, sehingga responden akan membuat sebuah keputusan untuk membeli suatu barang berdasarkan apa yang dibutuhkan bukan apa yang diinginkan. Seseorang yang memiliki kontrol diri yang baik merupakan orang yang memiliki keyakinan bahwa dirinya mampu menyelesaikan masalah keuangan sehari-hari, sehingga akan berusaha untuk melakukan manajemen keuangan yang baik. Begitupula sebaliknya, ketika responden memiliki kontrol diri yang rendah maka perilaku pengelolaan keuangannya akan rendah dan lebih cenderung menggunakan uang yang dimiliki untuk hal-hal yang kurang berguna. Berbeda dengan penelitian Ida dan Cinthia Yohana Dwinta . yang menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh locus of control terhadap perilaku pengelolaan keuangan. Locus of control mengacu pada sejauh mana individu dapat mengontrol peristiwa-peristiwa yang mempengaruhi mereka. Hipotesis Keempat Penelitian ini membuktikan bahwa Locus of Control (LOC) memediasi parsial atau sebagian antara variabel Financial Knowledge (FK) terhadap variabel Perilaku Pengelolaan Keuangan (PPK). Hal tersebut dikarenakan hubungan antara ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan antara satu sama lain. Seseorang dengan pengetahuan keuangan yang tinggi akan memiliki kontrol diri yang kuat, seseorang yang memiliki kontrol diri yang tinggi maka perilaku pengelolaan keuangannya pun akan baik. Hal tersebut didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Naila Al Kholilah dan Rr. Iramani. yang menyatakan bahwa kontrol diri memediasi pengetahuan keuangan terhadap perilaku pengelolaan Dengan kata lain, ketika seseorang memiliki pengetahuan keuangan yang baik akan membentuk kontrol diri yang baik pula sehingga akan cenderung melakukan pengelolaan keuangan yang baik dan bertanggung jawab. Penelitian yang dilakukan oleh Perry dan Morris . menyatakan bahwa locus of control memediasi pengaruh financial knowledge terhadap financial management behavior. Seseorang yang memiliki financial knowledge yang tinggi akan membentuk kontrol diri yang lebih baik dan memiliki keyakinan bahwa akan mampu menyelesaikan masalah keuangan seharihari sehingga berusaha melakukan manajemen keuangan yang baik. Apabila dilakukan uji pengaruh langsung dan tidak langsung dapat diketahui bahwa ketika dilihat dari nilai pengaruh langsung atau pun tidak langsung, nilai pengaruh tidak langsung lebih kecil dibandingkan nilai pengaruh langsung, yang dapat diartikan bahwa pengetahuan keuangan tanpa dimediasi oleh locus of control dapat memberikan pengaruh terhadap perilaku pengelolaan keuangan. Individu yang memiliki pengetahuan keuangan yang tinggi akan mampu mengalokasikan keuangannya dan akan membentuk suatu kontrol diri yang kuat. Kemudian, dia dapat menahan hasrat untuk mengeluarkan uang guna membeli barang-barang yang tidak berguna. Akhirnya, dia mampu meyakinkan diri sendiri, bahwa dia mampu menyelesaikan masalah keuangannya. Dengan demikian, individu tersebut berusaha melakukan pengelolaan keuangan yang baik. Hal tersebut dapat dibuktikan antara keterkaitan item pertanyaan LOC4 dan PPK3 yang menyatakan bahwa responden menjawab sering dalam mampu mengontrol keuangan sehari hari dan menjawab sangat sering dalam membuat keputusan dengan berfikir terlebih dahulu. SIMPULAN. IMPLIKASI. SARAN.