PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2023. Hal. e-ISSN: 2964-4089 p-ISSN: 2964-4062 Upaya Mewujudkan Sekolah Bebas Bullying Dengan Sosialisasi Dan Pendampingan Penyelesaian Bullying Di MI Darussalam Pristiwiyanto1. Julistian Nurul Hidayah2. Sevira Silakhul Mukminah3. Novika Mita Anggraeni4 . Nur Fadil5 1,2,3,4,5 Institut Al Azhar Menganti Gresik. Indonesia Email: pristiwiyanto@istaz. (Diajukan: 12 Agustus 2023. Direvisi: 17 Sepetember 2023. Diterima: 22 Oktober 2. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak bullying, faktor terjadinya bullying, dan upaya pendampingan Institut Al Azhar dalam menanggulangi bullying antar siswa. Metode yang digunakan adalah kualitatif yaitu metode observasi dan ceramah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk bullying yang terjadi adalah bullying fisik berbentuk pukulan, mengejek antar teman, selain itu bullying verbal berbentuk sorakan dan pemanggilan nama khusus untuk siswa lain. Faktor penyebabnya adalah faktor keluarga, teman sebaya dan lingkungan sosial. Dan usaha dari pendampingan Institut Al Azhar dan MI Darussalam dalam menanggulangi bullying antar siswa adalah menerapkan pengendalian sosial berupa preventif, dengan mengadakan kegiatan pengembangan diri siswa, sosialisasi bullying serta tata tertib. Kata kunci: bullying, siswa ABSTRACT This research aims to determine the impact of bullying, the factors that cause bullying, and the Al Azhar Institute's assistance efforts in dealing with bullying among students. The method used is qualitative, namely observation and lecture methods. The results of the research showed that the form of bullying that occurred was physical bullying in the form of punches, teasing between friends, apart from that, verbal bullying in the form of cheering and calling other students special names. The causal factors are family factors, peers and the social environment. And the efforts of the assistance of the Al Azhar Institute and MI Darussalam in dealing with bullying among students is to implement social control in the form of prevention, by holding student self-development activities, socializing bullying and discipline. Keywords: bullying, students PENDAHULUAN Bullying merupakan segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu orang atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain, dengan tujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus. Bullying di kalangan siswa sudah menjadi perhatian di berbagai tingkat pendidikan, termasuk Madrasah Ibtidaiyah (MI). Tindakan seperti ini bukan hanya merugikan ketenangan psikologis korban (Adams & Lawrence, 2. , tetapi juga merusak proses Upaya Mewujudkan Sekolah Bebas Bullying. Pristiwiyanto et a. 24 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2023. Hal. belajar yang seharusnya aman dan kondusif. Oleh sebab itu, perlu adanya menciptakan lingkungan Pendidikan yang bebas dari tindakan bullying di MI. Sekolah merupakan instansi yang menjadi ujung tombak yang menjadi ujung tombak keberhasilan atau kegagalan pencapaian tujuan pendidikan nasional. Sesuai dengan UU. No. 20 tahun 2003 Pasal 3, pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik sehingga menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, berakhlak. (Bahruddin. Pentingnya menciptakan sekolah bebas bullying bukan hanya sejalan dengan misi pendidikan untuk menghasilkan generasi berkualitas tinggi (Arofa, 2. , namun juga dengan tanggung jawab moral dan sosial kita bersama. Bullying mempengaruhi kinerja akademik siswa, kesehatan mental, dan perkembangan sosial. Oleh karena itu, penting untuk mengambil tindakan pencegahan dan solusi yang efektif. Dalam konteks MI, terdapat kebutuhan untuk mengembangkan langkah-langkah pencegahan dan intervensi yang ditargetkan terhadap intimidasi di lingkungan pendidikan dasar untuk anak-anak. Sosialisasi dan dukungan resolusi konflik dianggap sebagai dua pendekatan yang saling melengkapi untuk mencapai tujuan ini. Faktor penyebab terjadinya bullying bermacam-macam, diantaranya adalah anak itu sendiri, keluarganya, lingkungan, bahkan sekolah. Semua faktor ini, baik secara individu maupun kolektif (Azmi, 2. , pada akhirnya berkontribusi terhadap perilaku bullying pada anak. Bullying saat ini sering terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Komite Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) merilis data yang menunjukkan setidaknya terdapat kasus kekerasan fisik dan psikis, termasuk bullying, dan 226 kasus lainnya pada tahun Kemudian data dari penelitian PISA tahun 2018 menyimpulkan bahwa 41 persen pelajar berusia 15 tahun di Indonesia pernah mengalami bullying, setidaknya beberapa kali dalam sebulan. Data lain juga berasal dari survey Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KpA) tahun 2018. Survey tersebut menyimpulkan bahwa 2 dari 3 remaja laki-laki dan perempuan berusia 13- 17 tahun mengalami bullying. Berdasarkan data di atas, kejadian bullying di kalangan pelajar masih tergolong Sekolah, yang seharusnya menjadi tempat di mana anak-anak memperoleh pengetahuan dan mengembangkan rasa kemanusiaan yang positif, justru menjadi tempat di mana bullying semakin meningkat. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah: untuk menyampaikan informasi hasil kegiatan per program fakultas yang dilaksanakan selama berada di desa Mojowuku. Upaya Mewujudkan Sekolah Bebas Bullying. Pristiwiyanto et a. | | 25 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2023. Hal. Untuk mensosialisasikan tentang pengertian, jenis-jenis, dan pencegahan bullying kepada anak-anak MI dan gurunya. membekali bagaimana cara pencegahan tindakan bullying kepada anak- anak MI. Dan solusi untuk anak-anak menghindari tindakan bullying saat bermain dan bercanda dengan teman-temannya. METODE Sebelum Pendampingan Institut Al Azhar Menganti melaksanakan acara sosialisasi bullying di kalangan siswa MI Darussalam adapun metode kegiatan yang dilakukan dalam bentuk bagan sebagai berikut : Tinjauan lapangan Observasi Persiapan Perencanaan Materi presentasi Pelaksanaan Penjelasan materi Gambar 1. Bagan alur pelaksanaan sosialisai HASIL. PEMBAHASAN. DAN DAMPAK Pelaksanaan sosialisasi bullying di Mi Darussalam diikuti oleh 40 peserta. Peserta memberikan respon yang baik dan aktif selama mengikuti kegiatan. Tidak ada siswa yang izin keluar selama kegiatan berlangsung. Bukan hanya materi saja yang kami paparkan namun juga lewan lagu tentang bullying (Alwi, 2. Sosialisasi dan Pendampingan Penyelesaian Bullying di MI Darussalam merupakan kegiatan pertama kali yang diadakan oleh teman-teman pendampingan Institut Al Azhar. Kegiatan pendampingan di Sekolah Mi Darussalam khususnya bagi siswa kelas 4, 5, dan 6 diketahui masih banyak yang belum menyadari tentang pentingnya untuk mengetahui minat dan bakat sejak dini. Selain itu, juga masih banyak yang belum mengetahui tentang dampak bahaya dari tindakan bullying. Padahal seperti yang diketahui bahwa tindakan bullying terdapat risiko tinggi terjadi pada lingkungan sekolah. Oleh karena itu, dengan adanya sosialisasi dan pendampingan yang dilakukan di Sekolah Mi Darussalam dapat Upaya Mewujudkan Sekolah Bebas Bullying. Pristiwiyanto et a. | | 26 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2023. Hal. memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya minat bakat siswa dan sekolah bebas bullying. Kegiatan ini meningkatkan tingkat pengetahuan siswa tentang bahaya dari bullying. Secara harfiah, kata bully berarti menindas dan mempermalukan orang yang lemah. Karena itu, bullying dipahami sebagai suatu tindakan agresif yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang secara terus menerus yang dilakukan terhadap orang lain atau sekelompok orang yang lebih lemah dari korbannya baik secara fisik maupun Bullying dapat berbentuk kekerasan fisik . isalnya menampar, memukul, menghina, menyakit. , kekerasan verbal . isalnya mengejek, menggoda, mencaci-mak. , dan kekerasan emosional/psikologis . isalnya pelecehan verba. Penindasan yang meluas dimotivasi oleh beberapa faktor. Beberapa faktor penyebab terjadinya bullying, antara lain faktor internal dan eksternal. (Arum Setiowat, 2. Faktor internal penyebab terjadinya bullying adalah faktor temperamental dan psikologis yang berhubungan dengan intensitas perilaku agresif. Pelakunya impulsif dan kurang pengendalian diri. Mereka melakukan tindakan kekerasan namun tidak merasa bersalah atau kasihan terhadap korbannya. Oleh karena itu, pelaku intimidasi memiliki keterampilan sosial yang buruk. Faktor eksternal terjadinya bullying adalah Pendidikan orang tua. Hal ini menunjukkan cara orang tua menggunakan kekerasan terhadap anak-anaknya, dan gaya pengasuhan yang melibatkan kontrol rendah, kehangatan, perilaku observasional, dan perilaku kekerasan. Ketika orang tua bersikap agresif terhadap orang lain atau ketika mereka melihat orang lain melakukan tindakan tersebut. Mereka kemudian melakukan aksi penyerangan yang mereka amati. Pengaruh teman terjadi ketika seluruh lingkaran pertemanan mempunyai ciri-ciri kepribadian yang sama. Orang yang agresif berteman dengan teman yang mempengaruhi perilaku antisosial Orang yang terpapar informasi melalui media dan film serta menunjukkan perilaku agresif juga menjadi model perilaku bullying yang dapat berujung pada perilaku agresif. Dengarkan lagu dengan lirik yang sugestif dan mainkan aksi atau video game. Oleh karena itu, lingkungan sosial menjadi faktor mendasar yang menyebabkan individu melakukan tindakan kekerasan. Bullying adalah masalah yang sudah mendunia. Baik yang dilakukan di masyarakat maupun di lingkungan sekolah, pelaku sangat menikmati perilaku bullying yang Di sisi lain, tindakan bullying mempengaruhi pemerintah untuk membuat peraturan yang ketat terhadap pelakunya. Namun bagi remaja bullying adalah hal yang Upaya Mewujudkan Sekolah Bebas Bullying. Pristiwiyanto et a. | | 27 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2023. Hal. Terkadang kita lupa bahwa bullying mempunyai dampak yang sangat besar terhadap masa depan korbannya. Dalam jangka pendek, dampak penindasan sangat jelas terlihat. Misalnya saja bullying dapat bersifat fisik seperti menendang, meninju, menggigit, atau mencubit hingga mengakibatkan korbannya memar. Tapi ada sesuatu yang lebih buruk dari memar: luka psikologis. Luka emosional yang diderita oleh korban penindasan dapat bertahan bertahun-tahun hingga dewasa, dan sangat sulit untuk disembuhkan. Kondisi ini berdasarkan penelitian berbasis fakta di lapangan, bukan sekadar cerita. Oleh karena itu, setiap orang perlu mengetahui dampak dari bullying, baik jangka pendek maupun jangka Terutama orang tua, guru dan anak-anak (Arif, 2. Dampak yang paling mudah dikenali adalah dampak jangka pendek. Korban bullying, baik anak-anak maupun orang dewasa, akan mengalami hal berikut ini akibat dari bullying yang dilakukan oleh orang disekitarnya: Masalah Pisikologis Seringkali, gejala psikologis muncul pada korban bullying, bahkan setelah bullying Kondisi yang paling umum adalah gangguan mulai dari kecemasan hingga Lalu, dampak lain terhadap kesehatan mental korban, khususnya anak-anak dan remaja, seperti perasaan rendah diri, sedih, kesepian, takut, perubahan pola tidur dan makan, kehilangan minat terhadap hal-hal yang biasanya menjadi miliknya. Selain itu, terdapat gejala psikis khususnya gangguan kesehatan fisik pada orang dewasa dan Contoh gejalanya adalah ketika anak mulai bersekolah, ia akan merasa sakit perut atau bahkan sakit kepala padahal sebenarnya tubuhnya baik-baik saja. Masalah Fisik Dampak bullying selanjutnya adalah permasalahan fisik pada korbannya. Bullying menyebabkan anak mengalami memar, luka, bahkan gangguan pencernaan akibat pelecehan fisik yang dilakukan korban. Selain itu, korban juga akan merasa cemas yang nantinya akan menimbulkan stres bagi korbannya. korban akan mengalami banyak gangguan kesehatan lainnya, seperti sering sakit-sakitan. Dampak bullying terhadap anak hanya akan memperburuk permasalahan kesehatan yang dihadapinya. Misalnya, masalah kulit, perut, dan jantung pada anak. Gangguan Tidur Dampak yang sangat jelas terlihat adalah gangguan tidur. Sering kali korban dari tindakan bullying merasa susah sekali untuk tidur dengan nyenyak. Walaupun korban Upaya Mewujudkan Sekolah Bebas Bullying. Pristiwiyanto et a. | | 28 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2023. Hal. bisa tertidur, namun sering kali tidak nyenyak bahkan tidak jarang mendapatkan mimpi buruk yang menyebabkan ketakutan yang luar biasa. Pikiran Untuk Bunuh Diri Dampak bullying yang selanjutnya bagi korbannya, tidak hanya di pikiran orang dewasa, tapi terkadang juga di pikiran anak-anak, adalah bunuh diri. Karena bullying yang terus dilakukan membuat mereka berpikir buruk, mereka ingin mengakhiri hidup daripada terus dilecehkan. Inilah salah satu bahaya bullying yang harus diketahui semua orang tua untuk melindungi anaknya. Tidak Dapat Menyatu Dengan Orang-Orang Di Sekitar Bullying juga dapat menyebabkan anak-anak tidak dapat berinteraksi dengan orangorang disekitar. Hal ini dapat menyebabkan korban dari bulling merasa kesepian, tidak dipedulikan, diabaikan, serta dapat menurunkan rasa percaya diri pada korban. Ganggun Prestasi Bullying dapat memberikan dampak yaitu terganggunya prestasi anak di sekolah. Karena anak-anak korban bullying cenderung kesulitan untuk berkonsentrasi dalam kelas, sering bolos sekolah, juga tidak diikutsertakan dalam kegiatan yang di adakan di sekolah. Sulit Percaya Dengan Orang Korban bullying cenderung takut untuk percaya karena tidak ingin mengulangi apa yang pernah dialaminya. Bullying bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Termasuk desa, kota, sekolah dan panti asuhan (Arif, 2. Terkadang bullying di panti asuhan terjadi karena perbedaan antar keluarga, bahkan ketika berperan sebagai pengganti orang tua. Perilaku bullying telah menjadi suatu kebiasaan yang melibatkan ketidak seimbangan kekuasaan pada aspek sosial dan fisik antar sesama manusia, sehingga perilaku kekerasan ini sangat mendapatkan perhatian khusus baik dari pihak pemerintah, pendidik, sampai kepada setiap orang tua menyebutkan bahwa ada empat faktor yang dapat menyebabkan seseorang berperilaku bullying antara lain faktor individu, keluarga, lingkungan, dan teman (Ela Zain Zakiyah, 2. Periode anak usia sekolah dasar merupakan tahap dimana anak dianggap mulai bertanggungjawab pada perilaku yang dilakukan sendiri dan meniru dari apa yang dilihat, sehingga dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa jika upaya pencegahan bullying tidak dilakukan sedini mungkin anak akan salah dalam Upaya Mewujudkan Sekolah Bebas Bullying. Pristiwiyanto et a. | | 29 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2023. Hal. bertindak, mengambil keputusan, bahkan meniru apa yang dilihatnya tanpa tahu apakah hal tersebut benar atau salah. (Yusuf, 2. Untuk itu kami mahasiswa pendampingan Institut Al Azhar telah melakukan observasi terhadap kasus bullying di Mi Darussalam. Selama proses observasi, mahasiswa pendampingan Institut Al Azhar memperhatikan bahwa sering kali banyak terjadi perilaku bullying yang dilakukan siswa terhadap siswa lainnya, seperti kakak kelas yang melakukan bullying adik kelasnya. bullying yang kami amati merupakan bullying verbal atau perkataan yang tidak baik dan bullying fisik. bullying verbal adalah bentuk penindasan yang paling sering dan paling mudah. Bentuk-bentuk bullying verbal antara lain menghina nama tertentu yang mempunyai asosiasi negatif, misalnya orang cacat, menghina, melontarkan komentar rasis. Bullying fisik merupakan salah satu bentuk bullying yang mudah dideteksi dan dapat dilihat dengan mata. Ini termasuk memukul, menampar, menendang, mencekik, dll. Bullying relasional adalah melemahnya harga diri korban karena kelalaian. Bentuk intimidasi ini sangat sulit dideteksi(Aalsma & Brown, 2. Sifat dari bullying adalah menghancurkan rasa percaya diri. Menyadari hal tersebut, mahasiswa pendampingan Institut Al Azhar telah melakukan upaya pencegahan bullying dengan cara meningkatkan kesadaran siswa dengan tujuan agar bullying tidak terjadi secara terus menerus. Kegiatan sosialisasi terkait upaya pencegahan bullying mendapat dukungan antusias dan feedback positif dari sekolah sehingga membantu kami melaksanakan kegiatan sosialisasi dengan baik. Terkait sosialisasi, mahasiswa pendampingan Institut Al Azhar menghadirkan pemateri beliau salah satu dosen Institut Al Azhar. dalam sosialisasi itu diperkenalkan dengan apa itu bullying, dan hampir 90% siswa Mi Darussalam belum mengetahui apa itu bullying, yang mungkin terjadi karena kurangnya pengetahuan siswa. pesatnya perkembangan teknologi juga memudahkan siswa untuk mendapatkan visualisasi atau informasi yang biasa mereka tiru, untuk kemudian diterapkan di dunia sekolah (Aisah & Makrufi, 2. Sosialisasi ini juga bertujuan untuk meminimalisir dan mengantisipasi permasalahan yang kerap muncul. Bullying sendiri mudah dipengaruhi oleh psikologi manusia khususnya anak-anak, sehingga upaya pencegahan terhadap siswa dapat membantu mereka dalam menentukan pilihan dan menyadari bahwa perilaku yang dilakukannya adalah tindakan bullying yang salah dan tidak boleh terjadi dalam dunia pendidikan. Kami berharap dengan upaya peningkatan kesadaran yang kami lakukan, kami dapat mencegah dan mengurangi bullying yang terjadi di Mi Darussalam. Kami juga membutuhkan Upaya Mewujudkan Sekolah Bebas Bullying. Pristiwiyanto et a. | | 30 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2023. Hal. dukungan Sekolah untuk terus mengingatkan dan mencegah siswa saling melakukan intimidasi, baik yang lebih tua maupun yang lebih muda. SIMPULAN Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kasus bullying terjadi dan bagaimana cara mencegah terjadinya kasus tersebut di Mi Darussalam. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi sebagai referensi untuk mengetahui dampak perilaku bullying pada anak yang di-bully sehingga nantinya para orang tua dapat mendengarkan keluh kesah anaknya yang menjadi korban bullying. korban bullying dan melaporkan yang dilakukan anak di sekolah agar bullying yang dialami tidak berlanjut. Bagi sekolah, penelitian ini dapat memberikan informasi mengenai bullying dan dampaknya terhadap korban bullying. Kedepannya, sekolah akan menetapkan lebih banyak peraturan dan ketentuan terkait bullying. DAFTAR PUSTAKA