PANGARSA : Jurnal Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Volume. No. Tahun 2024 Hal. Available online at: https://journal. id/index. php/PANGARSA Pendampingan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar Bagi Santri Pondok Pesantren Darul Hikmah Tulungagung di Trenggalek Mahsun Mahsun STIT Sunan Giri Trenggalek Email : syaqila@gmail. Abstract : The purpose of this activity is to provide guidance to the students of Pondok Pesantren Darul Hikmah Tulungagung in participating in the Basic Level Scout Leader Training Course (PMTD). This course aims to enhance the students' knowledge, skills, and insights into scouting activities as a platform for character and leadership development. The guidance is carried out through various theory and practice sessions, covering basic scouting materials, scout activity management, and essential techniques in scouting. Additionally, this activity emphasizes the application of scouting values in the students' daily lives. Through this guidance, it is expected that the students will become competent scout leaders capable of leading scout activities in the pesantren environment as well as in the broader community. This guidance also aims to foster a spirit of teamwork, leadership, and responsibility among the students. Keywords: Guidance. Basic Level Scout Leader Training Course. Students. Pondok Pesantren. Scouting. Leadership. Trenggalek. Abstrak : Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pendampingan kepada santri Pondok Pesantren Darul Hikmah Tulungagung dalam mengikuti kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (PMTD). Kursus ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan santri tentang kegiatan pramuka sebagai salah satu wadah pengembangan karakter dan kepemimpinan. Pendampingan dilakukan melalui berbagai sesi teori dan praktik yang meliputi materi dasar kepramukaan, manajemen kegiatan pramuka, serta teknik-teknik dasar dalam kegiatan pramuka. Selain itu, kegiatan ini juga menekankan pada penerapan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari santri. Melalui pendampingan ini, diharapkan santri dapat menjadi pembina pramuka yang kompeten dan mampu memimpin kegiatan pramuka di lingkungan pondok pesantren serta masyarakat. Pendampingan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, kepemimpinan, dan tanggung jawab di kalangan santri. Kata Kunci: Pendampingan. Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar. Santri. Pondok Pesantren. Kepramukaan. Kepemimpinan. PENDAHULUAN Pondok Pesantren Darul Hikmah Tulungagung mengembangkan potensi diri santri melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pengabdian Salah satu kegiatan yang memiliki peran penting dalam pembentukan karakter santri adalah kegiatan Pramuka. Pramuka bukan hanya mengajarkan keterampilan praktis, tetapi juga mendidik santri untuk memiliki sikap kepemimpinan, tanggung jawab, dan Pendidikan di Indonesia tidak hanya fokus pada pengembangan akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter dan keterampilan non-akademik yang dapat mempersiapkan generasi muda untuk menjadi individu yang tangguh dan bertanggung jawab. Salah satu metode pendidikan yang efektif dalam membentuk karakter adalah melalui kegiatan Gerakan Pramuka adalah salah satu organisasi pendidikan nonformal yang memberikan banyak manfaat, baik dalam hal pengembangan fisik, mental, dan sosial. Dalam Received: Oktober 30, 2024. Revised: November 30, 2024. Accepted: Desember 20, 2024. Published: Desember 30, 2024. Pendampingan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar Bagi Santri Pondok Pesantren Darul Hikmah Tulungagung di Trenggalek konteks pendidikan di pondok pesantren, kegiatan pramuka menjadi sarana yang sangat relevan untuk menanamkan nilai-nilai luhur seperti disiplin, kepemimpinan, kerjasama, dan rasa tanggung jawab. Pondok Pesantren Darul Hikmah Tulungagung memiliki harapan besar menghasilkan santri yang tidak hanya unggul dalam bidang agama, tetapi juga memiliki keterampilan sosial dan kepemimpinan yang mumpuni. Salah satu langkah penting dalam mencapai visi ini adalah melalui kegiatan pramuka yang terorganisir dengan baik, yang diajarkan oleh pembina pramuka yang terlatih dan berkompeten. Oleh karena itu, pelatihan Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (PMTD) menjadi sangat penting, karena para santri yang terlatih diharapkan dapat memimpin kegiatan pramuka di pondok pesantren mereka dan mengimplementasikan nilai-nilai pramuka dalam kehidupan sehari-hari. Program kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (PMTD) bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar tentang organisasi pramuka, prinsip-prinsip kepemimpinan, serta teknik dasar yang digunakan dalam kegiatan pramuka. Namun, untuk memastikan keberhasilan pelatihan tersebut, diperlukan pendampingan yang intensif dan sistematis bagi santri selama mereka mengikuti kursus. Pendampingan ini bertujuan untuk membantu mereka memahami dan menguasai materi kursus dengan baik, serta mengaplikasikan keterampilan yang diperoleh dalam kegiatan pramuka di pesantren. Pentingnya pendampingan dalam proses pembelajaran ini terletak pada kebutuhan untuk mendalami teori yang diberikan dan kemudian mengimplementasikannya dalam praktik di Tanpa adanya pendampingan yang cukup, potensi peserta kursus tidak dapat berkembang secara optimal. Oleh karena itu, kegiatan pendampingan ini tidak hanya bertujuan untuk menyampaikan materi kursus, tetapi juga untuk membentuk karakter santri menjadi seorang pembina pramuka yang dapat menjadi teladan di lingkungan pesantren dan masyarakat Melalui kegiatan pendampingan ini, diharapkan santri Pondok Pesantren Darul Hikmah dapat menjadi pembina pramuka yang mampu mengelola dan memimpin kegiatan pramuka dengan baik, serta dapat menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda lainnya. Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat peran pondok pesantren dalam mendidik santri tidak hanya dalam bidang agama, tetapi juga dalam aspek sosial dan kepemimpinan yang sangat dibutuhkan di masyarakat. Oleh karena itu, pelaksanaan pendampingan kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar ini merupakan langkah yang sangat strategis dalam mencetak santri yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang unggul dan siap menghadapi tantangan di masa depan. PANGARSA - VOLUME. NO. DESEMBER 2024 Hal. Dengan demikian, pendampingan kursus PMTD ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam pengembangan karakter dan keterampilan kepemimpinan para santri Pondok Pesantren Darul Hikmah Tulungagung, serta memberikan dampak jangka panjang yang bermanfaat bagi pondok pesantren dan masyarakat sekitar. Dan Sebagai salah satu bentuk pengembangan karakter, pelatihan Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (PMTD) menjadi penting untuk memberikan wawasan dan keterampilan bagi para santri dalam memimpin kegiatan kepramukaan. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan yang sistematis dan terstruktur agar santri dapat mengikuti kursus ini dengan baik dan memperoleh pengetahuan yang bermanfaat. TUJUAN KEGIATAN Tujuan dari kegiatan pendampingan ini adalah: Meningkatkan keterampilan santri dalam mengelola dan melaksanakan kegiatan Pramuka. Memberikan pemahaman tentang materi dasar kepramukaan kepada santri, termasuk teori dan praktik. Membantu santri dalam mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan kerja sama Menumbuhkan semangat kebersamaan, disiplin, dan tanggung jawab di kalangan Mempersiapkan santri menjadi pembina pramuka yang kompeten di lingkungan Pondok Pesantren Darul Hikmah dan masyarakat. METODE Metode yang digunakan dalam kegiatan pendampingan ini adalah pendekatan partisipatif yang melibatkan santri secara aktif dalam setiap sesi kegiatan. Adapun metode yang digunakan Sosialisasi Materi: Penyampaian materi kepramukaan dasar yang meliputi prinsip dasar pramuka, kode kehormatan, serta teknik-teknik dasar dalam kegiatan pramuka seperti tali temali, pengenalan alam, dan pertolongan pertama. Simulasi dan Praktik: Melakukan latihan langsung di lapangan mengenai kegiatan pramuka, seperti perkemahan, teknik orientasi medan, dan permainan edukatif yang berkaitan dengan kepramukaan. Pendampingan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar Bagi Santri Pondok Pesantren Darul Hikmah Tulungagung di Trenggalek Diskusi dan Refleksi: Memberikan kesempatan kepada santri untuk berdiskusi dan merefleksikan pengalaman yang mereka dapatkan selama kegiatan, serta mendalami pentingnya nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari. Pendampingan Individual: Memberikan perhatian khusus bagi santri yang membutuhkan pendampingan lebih intensif, dengan sesi tatap muka dan pengawasan langsung dalam mengikuti materi kursus. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pendampingan kepramukaan yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Darul Hikmah Tulungagung melibatkan 148 santri yang dengan penuh semangat mengikuti serangkaian pelatihan selama beberapa minggu. Pendampingan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang dasar-dasar kepramukaan serta meningkatkan keterampilan praktis yang berguna dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pesantren maupun di luar pesantren. Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi terhadap kegiatan tersebut, berikut adalah pembahasan lebih rinci mengenai setiap aspek yang diajarkan dalam pelatihan tersebut. Pengenalan Pramuka dan Nilai-nilai Dasar Pengenalan mengenai Pramuka dimulai dengan pemahaman prinsip-prinsip dasar seperti Satya dan Dharma Pramuka, yang menjadi landasan etika dan moral dalam setiap kegiatan. Satya Pramuka merupakan sumpah atau janji yang diucapkan oleh setiap anggota pramuka, yang meliputi kesetiaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, tanah air, sesama manusia, dan diri sendiri. Santri diajarkan untuk memahami pentingnya komitmen terhadap nilai-nilai tersebut dalam konteks kehidupan sehari-hari, seperti menjunjung tinggi kejujuran, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab. Dharma Pramuka berisi serangkaian kewajiban yang harus dipatuhi oleh setiap anggota pramuka. Ini mencakup kewajiban untuk membantu sesama, menjaga nama baik pramuka, serta menghormati alam sekitar. Santri dilatih untuk menginternalisasi nilai-nilai ini, baik dalam kehidupan di pesantren maupun di luar pesantren, dengan mengutamakan sikap saling menghargai, berbagi, dan membantu teman-teman di sekitar mereka. Melalui diskusi, role-playing, dan studi kasus, santri tidak hanya menghafal teks Satya dan Dharma, tetapi mereka diberi pemahaman mendalam tentang bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam konteks kehidupan mereka sehari-hari. Misalnya. PANGARSA - VOLUME. NO. DESEMBER 2024 Hal. mengamalkan Satya Pramuka dengan cara membantu teman yang kesulitan atau menjaga kebersihan lingkungan pesantren sebagai wujud rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. Praktik Kepramukaan Selanjutnya, santri dilatih untuk menguasai keterampilan praktis yang merupakan bagian integral dari kepramukaan. Keterampilan yang dipelajari mencakup berbagai aspek yang berguna dalam kegiatan luar ruangan dan situasi darurat. Beberapa keterampilan yang diajarkan antara lain: Tali Temali: Santri diberi pengetahuan mengenai berbagai simpul tali yang penting, seperti simpul mati, simpul pangkal, simpul kekang, dan lain-lain. Mereka juga diajarkan bagaimana menggunakan tali untuk membuat tenda, perahu rakit, atau peralatan lainnya. Latihan tali temali ini mengasah ketelitian, keterampilan motorik halus, dan kemampuan untuk bekerja sama dalam tim. Navigasi Medan: Dalam kegiatan ini, santri diajarkan teknik dasar menggunakan kompas dan peta untuk menavigasi medan. Mereka belajar membaca arah angin, menggunakan peta untuk menentukan posisi, serta teknik-teknik navigasi lainnya yang penting saat berada di alam terbuka. Praktik ini juga mencakup pembelajaran tentang pentingnya orientasi medan dan keselamatan saat berada di luar ruangan, misalnya dalam kegiatan kemah atau eksplorasi alam. Pertolongan Pertama: Keterampilan pertolongan pertama yang diberikan mencakup penanganan cedera ringan, seperti luka gores, patah tulang, atau keseleo. Santri dilatih untuk memberikan pertolongan pertama dengan cara yang benar, seperti membalut luka, menstabilkan patah tulang dengan menggunakan bahan seadanya, serta memberi bantuan pernapasan dalam kondisi darurat. Kemampuan ini tidak hanya bermanfaat dalam kegiatan pramuka, tetapi juga sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari di pesantren, yang kadang menghadapi kondisi darurat. Dalam setiap sesi, santri dilibatkan secara langsung dalam simulasi dan latihan praktis, sehingga mereka tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga keterampilan yang dapat diterapkan dalam situasi nyata. Misalnya, mereka diminta untuk melakukan percakapan satu sama lain untuk mengajari teknik tali temali atau bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan tugas navigasi medan. Pengembangan Kepemimpinan Salah satu aspek yang sangat penting dalam kegiatan ini adalah pengembangan kemampuan kepemimpinan di kalangan santri. Dalam kepramukaan, setiap anggota dilatih Pendampingan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar Bagi Santri Pondok Pesantren Darul Hikmah Tulungagung di Trenggalek untuk menjadi pemimpin yang bijaksana, mampu memimpin dengan contoh, dan mampu bekerja sama dalam tim. Kepemimpinan dalam Kegiatan Pramuka: Santri diberi kesempatan untuk memimpin kelompok kecil dalam berbagai kegiatan, seperti permainan kelompok atau proyek kerja sama. Dalam setiap kegiatan, mereka dilatih untuk mengambil keputusan, membimbing teman-teman, serta menyelesaikan masalah secara kolektif. Pengelolaan Tim dan Kolaborasi: Melalui kegiatan ini, santri belajar untuk mengelola kelompok, memotivasi anggota tim, serta mengatasi berbagai tantangan yang muncul dalam penyelesaian tugas. Mereka juga dibimbing untuk memahami pentingnya komunikasi yang efektif, saling mendengarkan, serta menghargai setiap kontribusi dalam tim. Keterampilan ini sangat penting dalam membangun hubungan sosial yang harmonis di pesantren serta dalam mengelola kegiatan-kegiatan organisasi di masa depan. Penerapan dalam Kehidupan Pesantren: Pelatihan ini memberi dampak yang signifikan terhadap perkembangan pribadi para santri. Mereka menjadi lebih percaya diri, lebih proaktif, dan lebih terbuka terhadap peran-peran kepemimpinan dalam kegiatan sosial maupun pendidikan di pesantren. Hal ini terlihat dari semakin banyak santri yang menunjukkan inisiatif dalam mengorganisir kegiatan belajar kelompok atau acara pesantren lainnya. Antusiasme dan Keberhasilan Kegiatan Keberhasilan kegiatan ini dapat dilihat dari meningkatnya antusiasme santri sepanjang sesi pelatihan. Di awal pelatihan, sebagian santri merasa canggung atau ragu, namun seiring berjalannya waktu, mereka semakin percaya diri dan aktif berpartisipasi. Peningkatan Keterlibatan Santri: Aktivitas di kelas maupun di luar ruang, seperti permainan pramuka atau tugas kelompok, diikuti dengan antusiasme yang tinggi. Para santri saling berinteraksi dengan penuh semangat, menunjukkan minat yang besar untuk mempelajari dan menguasai keterampilan baru. Mereka tidak hanya hadir, tetapi juga aktif bertanya dan berbagi pengalaman selama pelatihan berlangsung. Efek Positif dalam Kehidupan Sehari-hari: Keberhasilan pelatihan ini tidak hanya tercermin dalam keterampilan kepramukaan, tetapi juga dalam perubahan sikap dan pola pikir santri. Mereka mulai menerapkan nilai-nilai Pramuka dalam kehidupan sehari-hari, seperti bekerja sama dalam menyelesaikan tugas pesantren, saling membantu dalam kegiatan sehari-hari, dan menunjukkan rasa tanggung jawab yang lebih besar terhadap diri sendiri dan sesama. PANGARSA - VOLUME. NO. DESEMBER 2024 Hal. Pengaruh terhadap Karakter Santri: Melalui kegiatan ini, para santri menunjukkan peningkatan dalam hal kedisiplinan, rasa tanggung jawab, dan kepedulian terhadap Mereka lebih memahami pentingnya bekerja keras, menjaga kepercayaan, dan menerapkan nilai-nilai positif dalam setiap tindakan mereka. Kegiatan pendampingan ini diikuti oleh 148 santri Pondok Pesantren Darul Hikmah Tulungagung. Selama pelatihan, santri menunjukkan peningkatan dalam pengetahuan dasar kepramukaan dan keterampilan yang relevan. Beberapa program yang dilaksanakan antara lain: Pengenalan Pramuka dan Nilai-nilai Dasar: Santri memahami prinsip dasar kepramukaan seperti Satya dan Dharma Pramuka, serta cara mengaplikasikan nilainilai tersebut dalam kehidupan mereka sehari-hari. Praktik Kepramukaan: Melalui kegiatan praktik, santri dilatih untuk menguasai keterampilan dasar seperti tali temali, navigasi medan, dan pertolongan pertama, yang sangat berguna dalam kegiatan Pramuka di pondok pesantren. Pengembangan Kepemimpinan: Selama pelatihan, santri diberikan kesempatan untuk memimpin kelompok kecil dalam berbagai kegiatan pramuka, sehingga mereka dapat mengasah kemampuan kepemimpinan dan kerja sama tim. Keberhasilan kegiatan ini juga terlihat dari antusiasme santri yang terus meningkat sepanjang sesi pelatihan. Mereka lebih percaya diri dalam mengikuti kursus dan aktif berpartisipasi dalam kegiatan kepramukaan yang dilakukan di pesantren. KESIMPULAN Kesimpulan Secara keseluruhan, kegiatan pendampingan kepramukaan di Pondok Pesantren Darul Hikmah Tulungagung berhasil mencapai tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan karakter santri. Selain memperkenalkan mereka pada nilai-nilai dasar kepramukaan seperti Satya dan Dharma, kegiatan ini juga memberikan keterampilan praktis yang berguna dalam kehidupan sehari-hari, serta mengembangkan kemampuan kepemimpinan yang dapat diimplementasikan dalam berbagai aspek kehidupan mereka di pesantren. Keberhasilan ini mencerminkan dampak positif yang dapat dihasilkan dari pelatihan kepramukaan yang menyeluruh dan aplikatif. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan santri dapat lebih siap menghadapi tantangan kehidupan dan dapat menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab, disiplin, dan memiliki kemampuan untuk bekerja sama dengan baik dalam Pendampingan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar Bagi Santri Pondok Pesantren Darul Hikmah Tulungagung di Trenggalek Pendampingan kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar di Pondok Pesantren Darul Hikmah Tulungagung telah memberikan dampak positif bagi para santri. Melalui kegiatan ini, mereka memperoleh keterampilan dan pengetahuan yang berguna dalam memimpin kegiatan pramuka, serta pengembangan karakter yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga memperkuat peran pondok pesantren dalam mencetak generasi muda yang memiliki jiwa kepemimpinan, disiplin, dan tanggung jawab. Ke depan, program ini diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak santri lainnya. Saran