Jurnal Psikohumanika. Volume 15. No 2 Desember 2023 Hal 85-95 JURNAL PSIKOHUMANIKA http://ejurnal. id/ojs/index. php/psikohumanika SIKAP SISWA: BAGAIMANA DAMPAKNYA PADA KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA DI SEKOLAH? STUDI META-ANALISIS Erlangga Anantayudha Nursahid Putra1. Eny Purwandari2* Magister Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta ARTICLE INFO Article History Be accepted: May 2023 Approved: Sept 2023 Published: Dec 2023 Keywords : meta-analysis. ABSTRACT This meta-analysis research aims to analyze the influence of student attitudes on student learning discipline with precise values using sample data from larger previous studies. The use of meta analysis is also to compile various findings from previous studies to see differences in attitudes and discipline in various schools. The data from this research was obtained from searching scientific articles published in national or international journals between 2012-2021. Article search through database platforms such as Publish or perish. The inclusion criteria for this researcher were junior high school and high school/vocational school students and the exclusion criteria was that they had to be excluded because the requirements did not match the Where the year of publication of the journal and the duplicate or similarity of the journal do not match. The research method used is Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses (PRISMA). The sample from this research was 9 articles that met the Source of journal article database from keywords related to student attitudes and discipline. The overall results of this research obtained a final correlation coefficient of 0. The sampling error and measurement error of this study were small . 02%). On the other hand, the research results also explain that high school/vocational school students have better attitudes than middle school students to improve discipline. Where the mean score for high school/vocational school students is 0. 75 with an SD value of 0. 18 and for junior high school students 0. 69 with an SD value of 0. Future research should pay more attention to how country distribution and other variable factors influence discipline besides student attitudes. Alamat Korespondensi: Jl. Garuda Mas No. Mendungan. Pabelan. Kec. Kartasura. Kabupaten Sukoharjo. Jawa Tengah 57169 p-ISSN: 1979-0341 e-ISSN : 2302-0660 E-mail: erlanggaanantayuda@gmail. purwandari@ums. Erlangga Anantayudha Nursahid Putra1. Eny Purwandari2* Jurnal Psikohumanika. Volume 15. No 2 Desember 2023 INFO ARTIKEL Sejarah Artikel Diterima : Mei 2023 Disetujui: September 2023 Dipublikasikan: Desember 2023 Kata Kunci: meta-analisis. Hal 85-95 ABSTRAK Penelitian meta-analisis ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sikap siswa terhadap kedisiplinan belajar siswa dengan nilai yang presisi menggunakan data sampel dari penelitian sebelumnya yang lebih besar. Penggunaan meta analisis juga untuk untuk menghimpun berbagai temuan studi terdahulu untuk melihat perbedaan sikap dan kedisiplinan diberbagai sekolah. Data dari penelitian ini diperoleh dari penelurusan artikel ilmiah yang dipublikasikan di jurnal nasional atau internasional dengan rentang tahun 2012-2021. Penelurusan artikel melalui platform database seperti Publish or perish. Kriteria inklusi peneliti ini yaitu siswa SMP serta SMA/SMK dan kriteria esklusi yaitu harus dikeluarkan karena persyaratan yang tidak sesuai dengan kriteria. Dimana tahun terbit jurnal dan duplikat atau kesamaan dari jurnal tidak sesuai. Metode penelitian yang digunakan adalah Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses (PRISMA). Sampel dari penelitian ini sebanyak 9 artikel yang sudah sesuai dengan Sumber database artikel jurnal dari kata kunci yang berhubungan dengan sikap dan kedisiplinan siswa. Hasil keseluruhan penelitian ini didapatkan koefisien korelasi akhir sebesar 0,848. Sampling error dan kesalahan pengukuran penelitian ini kecil . ,02%). Disisi lain hasil penelitian juga menjelaskan bahwa siswa SMA/SMK memiliki sikap yang lebih baik dibanding dengan siswa SMP untuk meningkatkan kedisiplinan. Dimana nilai mean siswa SMA/SMK 0,75 dengan nilai SD 0,18 dan siswa SMP 0,69 dengan nilai SD 0,21. Penelitian selanjutnya harus lebih memperhatikan bagaimana distribusi negara dan faktor variabel lain yang mempengaruhi kedisiplinan selain sikap siswa. PENDAHULUAN Berdasarkan data perbandingan dari kedisiplinan dan pelanggaran siswa yang terjadi di Indonesia dari rentang 1 Agustus 2021 hingga 15 Februari 2022 yaitu sekitar 6 bulan, didapatkan data bahwa tingkat pelanggaran tertinggi terjadi pada tanggal 19 Agustus 2021 yang tercatat sebanyak 70 pelanggaran yang terjadi. Kemudian tingkat kedisiplinan siswa tertinggi terjadi pada tanggal 31 oktober 2021 dengan perolehan 100 atau angkat tertinggi dalam kedisiplinan siswa. Pada awal tahun 2022 yakni tepatnya 6 Januari 2022 pelanggaran siswa terjadi peningkatan yakni berada di angka 60 pelanggaran siswa . ikutip dari google trends, 2. Temuan di SD Negeri Tejosari didapatkan beberapa faktor kedisiplinan belajar yaitu intrinsik, ekstrinsik, dan sosial. Faktor intrinsik meliputi enam hal yaitu motivasi siswa, minat/keinginan siswa, bakat yang dimiliki, fokus dalam pembelajaran serta kemampuan kognisi yang baik. Faktor ekstrinsik meliputi suasana nyaman, waktu yang sesuai, tempat belajar, alat bantu pembelajaran. Faktor sosial terdiri dari keluarga, sekolah dan masyarakat. Masalah yang terjadi di SD Negeri Tejosari Magelang yaitu kejenuhan belajar sehingga berdampak pada penurunan kedisiplinan siswa saat pembelajaran daring. Perilaku sikap yang tidak disiplin dapat berakibat dalam penurunan prestasi akademik siswa, di sisi lain mampu berpengaruh pada kepercayaan diri yang dimiliki siswa. Kedisiplinan dapat dibentuk dari usia dini dan mampu diterapkan di lingkungan keluarga seperti halnya membuat jadwal kegiatan apa saja yang akan di lakukan siswa dalam satu hari besok (Sukarman, 2. Hasil penelitian Darmaji dkk . menyatakan bahwa ada 3 komponen dalam meningkatkan hasil belajar siswa di mata pelajaran fisika yakni sikap siswa, motivasi dan disiplin Penelitian lain yang dilakukan Yakubu. Adeleke & Isah . dinyatakan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan sikap dan kepatuhan siswa terhadap kebijakan sekolah. Sedangkan penelitian dari Okunola. Lola & Ocheco . menyatakan bahwa perilaku dari guru dan siswa dapat berpengaruh terhadap kedisiplinan siswa. Hal senada di dapatkan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Adekeye dkk . bahwa perilaku guru mampu memberikan dampak besar dalam hal kedisiplinan siswa. Erlangga Anantayudha Nursahid Putra1. Eny Purwandari2* Jurnal Psikohumanika. Volume 15. No 2 Desember 2023 Hal 85-95 Disiplin adalah munculnya rasa sadar pada diri sendiri untuk patuh dan menjalankan aturan, nilai serta hukum yang ada di lingkungan tersebut, sehingga perilaku rasa sadar pada diri sendiri akan berdampak positif bagi orang itu di kehidupan yang akan datang (TuAou, 2004 . Sari & Hadijah, 2. Dari pendapat (Hurlock, 2006. Hadianti 2. disiplin adalah salah satu cara dari manusia untuk mengajarkan perilaku moral yang dapat disetujui kelompok sehingga dapat membentuk perilaku dan peran individu sesuai dengan budaya. Di sisi lain (Setyawati & Subowo, 2. menyatakan bahwa disiplin belajar merupakan karakter yang harus tertanam di diri siswa sejak usia dini, pembentukan karakter ini dapat dilakukan di lingkungan terkecil layaknya keluarga dan berkelanjutan di lingkungan sekolah. Pada pendapat lain yang memfokuskan pada kedisiplinan siswa dapat dilihat dari ketaatan siswa dengan tata tertib, mengikuti jam belajar sekolah dengan baik, berpakaian sesuai aturan yang ada, sikap patuh siswa dengan kegiatan sekolah dan semua aktifitas siswa yang dilihat dari kepatuhannya dalam menjalankan aturan atau tata tertib di sekolah (Susiyanto, 2. Ada beberapa pengendalian disiplin siswa yang dilakukan di SMP Negeri 14 Surakarta seperti mengembangkan disiplin kelas, disiplin kelas, penanggulangan pelanggaran disiplin dan membentuk disiplin sekolah (Rahayu, 2. Pembagian disiplin belajar dibagi menjadi empat perilaku yakni patuh terhadap aturan yang ada di sekolah, berperilaku disiplin di dalam kelas, siswa masuk tepat waktu dalam jadwal pembelajaran serta siswa belajar secara teratur (Arikunto, 1990. Sari & Hadijah, 2. Pada pandangan (TuAou, 2004. Sari & Hadijah, 2. perilaku kedisiplinan seperti menaati dan mematuhi aturan sekolah dapat membantu siswa dalam proses pembelajaran mereka dengan pembagian waktu belajar yang teratur dan rajin dalam belajar bahkan rasa perhatian siswa di kelas akan meningkat beserta ketertibannya di kelas. Menurut (Khuluse, 2009. Sari & Hadijah, 2. perilaku sopan, taat, kesetiaan serta berpartisipasi aktif di dalam pembelajaran merupakan bentuk dari karakteristik disiplin. Di dalam penelitian lain dari Rusydayana. Supriyanto . bahwa pengaruh disiplin dengan motivasi terhadap prestasi belajar mahasiswa Administrasi Pendidikan offering A3B Angkatan 2019 yaitu semakin tinggi disiplin belajar seorang mahasiswa akan semakin tinggi prestasi belajar yang Jiwa. Natajaya & Dantes . menyebutkan faktor dari disiplin dibagi menjadi dua yaitu dari dalam dan dari luar. Faktor dari dalam bisa dibagi lagi seperti motivasi, dedikasi, idealisme, kepribadian, nilai Ae nilai yang dianut, sikap, kemampuan serta bakat. Pada faktor dari luar seperti kelompok teman sebaya, system reward and punishment, pandangan masyarakat serta budaya masyarakat. Pendapat lain yang berfokus pada kedisiplinan sekolah terdapat faktor yang berpengaruh seperti nilai-nilai dari sekolah, sikap warga sekolah yang termasuk guru, karyawan dan kepala sekolah serta siswa yang ada, sehingga kedisiplinan dapat terbentuk dengan baik apabila seluruh komunitas di sekolah mempraktekkan kedisiplinan dari diri sendiri dengan mematuhi semua aturan sekolah dan norma yang berlaku oleh semua warga sekolah (Amalda & Prasojo, 2. Penelitian tersebut didukung oleh Putri, dkk . bahwa ada faktor pendukung dalam pembentukan sikap disiplin siswa seperti kepala sekolah, orang tua, guru dan bahkan kemauan dari siswa. Dalam pembentukan kedisiplinan ada peran orang tua yang di dalamnya ada bentuk pola asuh demokratis dimana orang tua memberikan kebebasan pada siswa untuk memilih dan melakukan suatu tindakan tetapi tetap sesuai dengan batasan-batasan yang telah disetujui bersama(Filisyamala. Hariyono & Ramli, 2. Pada pandangan lain mengenai sikap dapat diartikan bahwa kecenderungan perilaku seseorang akan muncul terhadap objek tertentu kemudian akan menimbulkan respon atau reaksi individu dengan cara tertentu (Azwar, 2. Menurut (MarAoat, 2006 . Mawardi, 2. menyatakan bahwa komponen dari sikap pada 3 macam yakni kognitif, afektif dan konasi. Komponen kognitif terhubung dengan keyakinan seseorang seperti kepercayaan, gagasan, dan konsep individu. Kemudian untuk komponen afektif berhubungan dengan kondisi emosional individu dan komponen konasi berhubungan dengan perilaku seseorang. Ketiga komponen ini saling berkaitan satu dengan yang lainya, sehingga menimbulkan sikap seseorang terhadap objek. Erlangga Anantayudha Nursahid Putra1. Eny Purwandari2* Jurnal Psikohumanika. Volume 15. No 2 Desember 2023 Hal 85-95 ide, atau konsep bahkan peristiwa yang tidak bisa dilepaskan dari ketiga komponen tersebut. Sikap siswa berhubungan atau berpengaruh terhadap kedisiplinan belajar siswa di sekolah. Pada Theory Planned of Behavior dari Ajzen . dijelaskan bahwa perilaku adalah keyakinan dari seseorang atau informasi yang terlihat menonjol dari perilaku terebut. Meskipun demikian hanya sebagian orang saat mengalami suatu kejadian akan mempengaruhi perilakunya. Keyakinan sendiri terdapat tiga dimensi, dimana pada penelitian ini menggunakan dimensi sikap terhadap perilaku. Dimana sikap terhadap perilaku dapat ditentukan melalui keyakinan seseorang terhadap konsekuensi yang akan diterima. Hal itu disebut dengan keyakinan perilaku . ehavioural belief. (Ajzen, 2. Apabila seseorang memiliki keyakinan bahwa hal yang dilakukan adalah positif, maka sikap yang akan dimunculkan positif dan perilaku yang muncul pun sesuai Sebaliknya, jika keyakinannya negatif maka sikap dan perilaku yang muncul negatif (Zuchdi, 1. Melalui penjelasan diatas maka dapat dikatakan bahwa sikap seseorang merupakan bentuk dari perilaku yang akan dimunculkan. Hal itu sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan, yaitu pada saat sikap siswa baik makan akan muncul perilaku atau tindakan kedisiplinan belajar yang baik pula. Dimana menurut Zuchdi . , sikap seseorang adalah prediktor yang utama bagi perilaku . sehari-hari, meski disisilain ada faktor lingkungan dan keyakinan seseorang. Dampak positif dan negatif dari tindakan seseorang akan menjadi suatu pertimbangan apakah sikap yang dimunculkan itu nyata atau tidak. Disisi lain menurut Ajzen . dapat memprediksi perilaku seseorang melalui aspek yang ada seperti sikap terhadap perilaku, norma subjektif dan kontrol perilaku. Dengan demikian hipotesis yang diajukan dari penelitian ini adalah adanya pengaruh dari sikap siswa dengan kedisiplinan belajar. Awalnya penelitian terkait dengan sikap siswa terhadap kedisiplinan dilakukan oleh Evans pada tahun 1985 dimana dirinya menggunakan subjek kelas 3 SD sebanyak 151 siswi dan kelas 4 SD sebanyak 130 siswi. Hasilnya tidak terdapat hubungan signifikan antara sikap siswa dengan kedisiplinan belajar. Kemudian di tahun 2010 juga dilakukan penelitian oleh Moody dan didapati hasil tidak signifikan. Namun di tahun 2014 ditemukan penelitian yang dilakukan Jiwa. Natajaya & Dantes dimana dari 205 siswa terdapat hubungan positif signifikan antara sikap dan kedisiplinan Hingga penelitian terbaru seperti penelitian yang dilakukan Muiru . juga menunjukkan nilai korelasi . sebesar 0,8, kemudian penelitian Nafiah dan Deswalantri . sebesar 0,95, dan penelitian Dezaneru dan Kurniawan . dengan nilai korelasi . sebesar 0,71. Penelitian ini berfokus pada studi literatur dari artikel-artikel yang sudah dipublikasikan dari berbagai jurnal nasional dan internasional tentang kedisiplinan belajar siswa. Hal tersebut menjadi urgensi karena kedisiplinan belajar siswa akan menjadi sulit dikontrol jika terus dibiarkan. Jumlah sampel yang digunakan oleh para peneliti sebelumnya relatif berfokus pada salah satu sekolah saja, sehingga ada kemungkinan perbedaan sikap dan kedisiplinan belajar siswa dengan sekolah yang Oleh karena itu perlunya dilakukan penelitian meta-analisis untuk mendapatkan kesimpulan yang lebih akurat dan akuntabel. Disisi lain penelitian dari Puspita . menjelaskan bahwa dampak negatif dari ketidak disiplinan siswa adalah tidak masuk sekolah, tidak bisa menguasai materi, terlambat datang ke sekolah, sering ditegur guru, dan prestasi belajar rendah. Tidak hanya berdampak pada siswa, akan tetapi pada sistem pendidikan di sekolah. Dimana dengan ketidak disiplinan siswa, sistem belajar mengajar akan terpengaruh dan tidak kondisif. Maka dari itu, pentingnya meneliti tentang kedisiplinan siswa. METODE Metode penelitian yang digunakan pada penulisan ini adalah studi meta-analisis yaitu pencarian dari artikel-artikel yang sudah dipublikasikan di jurnal internasional dan nasional dengan rentang tahun 2012 hingga 2022. Penelurusan artikel melalui platform database google schoolar yang dibantu tools Publish or Perish (PoP) dengan menggunakan kata kunci dalam pencarian artikel seperti discipline, attitude, sikap siswa dan kedisiplinan. Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses (PRISMA) adalah metode yang digunakan dalam Erlangga Anantayudha Nursahid Putra1. Eny Purwandari2* Jurnal Psikohumanika. Volume 15. No 2 Desember 2023 Hal 85-95 penelitian ini. Metode ini dipilih karena mempunyai tahapan-tahapan yang sesuai prosedur dan sangat sistematis serta sesuai dengan kaidah ilmiah penelitian (Parwata, 2. Metode Prisma merupakan sebuah metode yang digunakan untuk melakukan kegiatan meta-analisis dan literature review sehingga dapat memudahkan dalam melihat mapping tujuan penelitian (Moher et al, 2. Pada pencarian tersebut banyak variasi yang ditemukan dalam artikel seperti perbedaan subjek yang diteliti, dan lamanya waktu penelitian. Disisi lain ada penelitian yang tidak hanya menggunakan dua variabel saja sehingga ada hubungan lain yang bisa mempengaruhi kedisiplinan belajar siswa. Variabel yang ditemukan dalam literatur adalah dukungan keluarga, pertemanan, iklim sekolah, tata tertib di sekolah, hadirnya sosok yang berpengaruh, dan lain sebagainya. Maka dari itu kriteria inklusi peneliti ini yaitu memfokuskan pencarian dengan memakai dua variabel yakni sikap siswa dan kedisiplinan pada siswa SMP serta SMA/SMK. Pada pencarian identifikasi artikel jurnal dari publish or perish didapatkan 200 artikel jurnal yang dibaca dan dibahas oleh Kemudian dari 200 artikel tersebut 143 artikel jurnal termasuk kriteria esklusi yaitu harus dikeluarkan karena persyaratan yang tidak sesuai dengan kriteria. Dimana tahun terbit jurnal dan duplikat atau kesamaan dari jurnal tidak sesuai. Maka didapatkan 57 jurnal dari seleksi terbit jurnal dan duplikasi, selanjutnya artikel jurnal masuk dalam tahap penyesuaian dengan mengeluarkan 48 artikel jurnal yang tidak sesuai seperti relevansi dengan variable, subjek penelitian, artikel yang terdapat reliabilitas serta hasil uji . sehingga didapatkan 9 artikel yang sesuai dengan kriteria yang ada. Jurnal tersebut terdiri dari 5 jurnal nasional dan 4 jurnal internasional. Jumlah 9 artikel tersebut semuanya merupakan penelitian yang bersifat korelasi atau hubungan. Pengambilan 9 artikel tersebut juga sesuai dengan penjelasan Nindrea . , yang menyatakan bahwa meta analisis adalah suatu teknik untuk menggabungkan 2 atau lebih penelitian sejenis. Tabel 1. Karakteristik Sampel Penelitian Tahun Judul Kontribusi Motivasi Belajar. Sikap dan Pola Asuh Orang Tua Terhadap Disiplin Siswa Dalam Belajar Pada Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Bangli Influence of StudentsAo Attitude towards Mental Harassment Ban on Student Discipline in Public Secondary Schools in Kenya: A Case Study of Ugenya. Gem and Siaya SubCounties Perception And Attitude Of Students Towards Discipline In Selected Secondary Schools in Ota Peneliti I Wyn. Jiwa. Nym. Natajaya. Nym. Dantes Prof. Enose Simatwa Dr. Julius Gogo Dr. David Onyango Olujide A. Adekeye. Abiodun M. Gesinde. Agatha C. Nwabueze. Erlangga Anantayudha Nursahid Putra1. Eny Purwandari2* Subjek 0,59 Siswa SMA 0,89 Siswa SMP 0,90 Siswa SMP Jurnal Psikohumanika. Volume 15. No 2 Desember 2023 A Study Relationship Attitude Toward Physics. Motivation. And Character Dicipline Stundents Senior High School. In Indonesia The Correlation Between Attitudes and Discipline Toward Science of Secondary School Knowledge. Attitudes and Compliance of Middle School Students Towards School Discipline Policies in the Northern Ibadan Local Government Area Oyo State. Nigeria Korelasi Sikap Siswa dan Disiplin Siswa Terhadap Pelajaran Ipa Di Smp Muaro Jambi Pengaruh Sikap Siswa Pada Tata Tertib Terhadap Disiplin Sekolah di SMK Pembangunan Bukittinggi Influence of students' attitude on the management of discipline in public secondary schools in Kigumo SubCounty. Muranga County. Kenya Angie Adebayo Darmaji Darmaji. Astalini Astalini. Dwi Agus Kurniawan. Rahmat Perdana. Dodi Setiawan Putra Astalini. Haerul Pathoni. Dwi Agus Kurniawan. Nugroho Kurniawan Yakubu. Adeleke. & Isah. Rio Dezaneru. Nugroho Kurniawan Ulfa Rohmatun Nafiah. Deswalantri Anne Wanjiku Muiru Hal 85-95 0,70 Siswa SMA 0,71 0,69 0,25 Siswa SMP 0,59 Siswa SMP 0,71 0,95 0,80 Siswa SMP Siswa SMK Siswa SMP Tahap berikutnya yakni menganalisis data survei dalam dua langkah. Yaitu, yang pertama untuk mengoreksi kesalahan selama pengambilan sampel dan yang kedua adalah untuk memperbaiki kesalahan pengukuran (Hunter & Schmidt, 2. Analisis kesalahan sampling (Bare-bone meta-analysi. , proses ini dilakukan untuk mengoreksi terhadap kesalahan pengambilan sampel dengan menghitung rerata korelasi populasi melalui pengoreksian kesalahan dalam pengambilan sampel. Langkah pertama diawali dengan menghitung populasi r . , rerata korelasi populasi, varians tertimbang populasi, varians error sampling (EA. , dan estimasi varians korelasi populasi sebenarnya (EA), serta hitung pengaruh kesalahan pada interval kepercayaan dan sampel. Analisis kesalahan pengukuran dan koreksi primer variabel bebas. Proses ini dilakukan untuk melakukan estimasi korelasi berdasarkan data koefisien reliabilitas dari instrument yang HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan data yang diperoleh dari 9 penelitian primer menunjukkan hasil bahwa terdapat hubungan antara sikap dengan kedisiplinan yang melibatkan 3484 orang, dan berdasarkan tabel 1 nilai korelasi r memiliki besaran yang bervariasi dari 0,25 sampai 0,95. Hasil analisis ini dapat digunakan sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya dan melatih peneliti untuk bersikap lebih kritis terhadap hasil penelitian yang ada, karena adanya kesalahan yang mungkin muncul dan hasilnya kurang dapat dipercaya sepenuhnya jika hanya berasal dari data tunggal (Hunter & Schidt. Langkah pertama yang dilakukan adalah mengoreksi kesalahan pengambilan sampel (Barebone meta-analysi. Hasil perhitungan meta-analisis akan dipaparkan pada tabel berikut: Tabel 2. Hasil pengolahan data untuk mengkoreksi kesalahan pengukuran 0,59 120,95 0,89 242,35 0,90 0,70 0,71 0,69 0,25 50,388 0,59 338,01 429,62 144,22 140,14 Erlangga Anantayudha Nursahid Putra1. Eny Purwandari2* r xy r 2 -0,12 0,01 2,952 0,18 0,03 8,910992 0,19 0,04 17,2558 -0,01 0,00 0,039168 0,00 0,00 0,001836 -0,02 0,00 0,107916 -0,46 0,21 43,731276 -0,12 0,01 7,80273 Jurnal Psikohumanika. Volume 15. No 2 Desember 2023 0,71 135,03 0,95 0,80 TOT 7,77 MEA 316,727 0,7067272 Hal 13-23 0,00 0,00 0,001719 0,24 0,06 4,7232 0,09 0,01 3,7422 -0,04 0,38 89,27 0,7113 0,0000 0,0001 0,0256225 142,38 Diketahui varians rxy (EA. sebesar 0,026 yang didapatkan dari hasil perhitungan (N. xy - . A)/Ni. Kemudian varians kesalahan pengambilan sampel (EA. sebesar 0,0008 yang didapatkan dari hasil perhitungan . - eA)A/(N-. , dan setelah itu, ditemukanlah nilai estimasi varians korelasi populasi (EA) sebesar 0,16 yang didapatkan dari hasil perhitungan standar deviasi dari EAr-EAe, artinya nilai dari korelasi setiap penelitian bisa dikatakan kurang beragam, dan jika dibandingkan dengan rata-rata terlihat bahwa nilai varian lebih rendah. Ketika nilai varian tinggi / heterogen, maka resiko kesalahan data akan semakin lebih tinggi. Berdasarkan interval kepercayaan 95%, maka nilai korelasi sebesar 0,71 masih berada di antara batas interval kepercayaan yaitu 0,4 O e O 1,02. Dari hasil yang ada maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara sikap dengan kedisiplinan, artinya ketika sikap siswa baik atau meningkat maka tingkat kedisiplinan siswa juga akan menaik. Selain itu diketahui bahwa variansi kesalahan dalam pengambilan sampel (EAe/EAr x 100%) adalah sebesar 3,02%. Sebagai konsekuensinya, maka faktor lain yang belum terspesifikasi (EA/EAr x 100%) sebesar 96,98%. Data tersebut menunjukan bahwa terdapat kesalahan karena kekeliruan dalam pengambilan sampel adalah 3,02% . ergolong renda. sedangkan 96,98% disebabkan oleh faktor lain. Hasil tersebut memiliki arti bahwa populasi sampel yang digunakan akurat. Hal ini disebabkan oleh karakteristik subjek penelitian yang bervariasi dimana lokasi penelitian yang heterogen, selain itu jumlah total sampel juga menentukan hasil dari kesalahan pengambilan sampel (Hunter & Schmidt, 2. Kemudian setelah mengetahui bahwa pengambilan sampel tidak bermasalah, peneliti mengoreksi kesalahan pengukuran. Variabel kedisplinan tidak dapat diukur dengan sempurna jika terdapat kesalahan yang akan membuat lemah koefisien korelasi pada saat pengukuran. Ketika ada artifak kesalahan ukur lain dalam setiap pengukuran, maka hal tersebut memiliki status khusus di antara yang lainnya. Tabel 3. Hasil pengolahan data untuk estimasi kesalahan pengukuran . 0,81 0,91 0,87 0,932 0,84 0,81 0,89 0,90 0,95 0,95 0,95 0,78 0,75 0,948 0,974 0,974 0,974 0,883 0,864 Erlangga Anantayudha Nursahid Putra1. Eny Purwandari2* 0,84 0,92 0,92 0,92 0,78 0,74 . 0,9539 0,9165 0,9433 0,9165 0,9591 0,9591 0,9591 0,8831 0,8602 Jurnal Psikohumanika. Volume 15. No 2 Desember 2023 0,74 0,74 0,860 0,860 Hal 13-23 0,8648 0,8648 0,75 0,75 TOT MEA 9,25 10,07 9,26 10,08 316,72 0,840727 0,086404 0,915 0,047 0,8414545 0,0755676 0,9164 0,0414 Nilai rerata gabungan (C) diperoleh hasil sebesar 0,84 . erata a*rerata b pada tabel . Kemudian rerata gabungan tersebut digunakan untuk menghitung hasil nilai koefisien korelasi populasi paska pengoreksian terhadap kesalahan ukur, yang didapatkan sebesar adalah 0,848, hasil pengukuran menunjukkan perbedaan yang cukup besar sebelum dilakukan koreksi pengukuran . = 0,. Hal tersebut menunjukan terdapat hubungan yang sangat tinggi antara sikap dengan kedisiplinan, dikarenakan nilai r memiliki nilai koefisien korelasi lebih dari 0,8 sampai 0,9 . orelasi kategori sangant tinggi/kua. dan hampir mendekati nilai 1 (Sarwono, 2. Adanya perubahan nilai korelasi dimungkinkan karena alat ukur yang digunakan sangat Nilai varians korelasi sesungguhnya diperoleh sebesar 0,032 dengan standar deviasi 0,18. Hal ini semakin memperkuat bahwa nilai korelasi memiliki kesalahan yang cukup rendah, karena nilai varian dan standar deviasi masih berada dibawah nilai rata-rata. Berpedoman pada interval kepercayaan 95%, maka nilai korelasi sebesar 0,848 masih berada diantara batas interval kepercayaan yaitu di antara 0,5 O e O 1,2. Tabel 4. Perbandingan jejang pendidikan Jenjang Pendidikan SMP SMA/SMK Artikel Statistik Mean 0,69 0,75 0,21 0,18 Berdasarkan hasil perbedaan jenjang pendidikan, siswa SMA/SMK memiliki nilai mean lebih besar dari pada siswa SMP yaitu 0,75. Sedangkan nilai mean siswa SMP yaitu 0,69 dengan nilai SD 0,21 yang mana penyebaran datanya lebih menyimpang dari pada siswa SMA/SMK. Secara keseluruhan disimpulkan bahwa ada keterkaitan positif antara sikap dan Dampak variasi reliabilitas ditemukan sebesar 4,02%, hal tersebut menunjukkan bahwa kesalahan pengukuran rendah, dengan diketahui terdapat persentase yang besar darivariansi kesalahan pengukuran dapat menggambarkan bahwa rendahnya kemungkinan kesalahan atau kekeliruan dalam pengukuran, misalnya seperti pemilihan alat ukur yang kurang sesuai untuk penelitian mengenai sikap dan kedisiplinan, atau dapat dimungkinkan kesalahan dari alat ukur yang tidak mewakili aspek yang seharusnya diukur. Terdapat faktor lain yang belum teridentifikasi yaitu 92,96% . arena sebelumnya kesalahan dalam pengambilan sampel kesalahan sampling ditemukan sebesar 3,02%), hal tersebut dapat diasumsikan bahwa terdapat faktor lain yang berasal dari variabel-variabel selain dari sikap, namun faktor tersebut dapat disandingkan dengan sikap. Disisi lain apabila dibandingkan melalui jenjang pendidikan siswa SMA/SMK memiliki nilai mean lebih besar dari siswa SMP yaitu 0,75. Melalui hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa SMA/SMK memiliki sikap yang lebih baik untuk meningkatkan perilaku kedisiplinan. Hal itu diperkuat dengan penelitian dari Ediati . bahwa siswa SMP lebih banyak memiliki masalah emosi dari pada siswa SMA. Masalah tersebut terutama pada hal pergaulan, berpikir, keluhan somatik, dan melaggar suatu peraturan di sekolah maupun lingkungan. Pada beberapa penelitian lain terdapat faktor lain yang dapat disandingkan dengan variabel sikap sebagai variabel X nya. Kemudian yang kita tahu bahwa sikap adalah gambaran dari evaluasi, kegembiraan atau ketidaksenangan pada situasi dan objek tertentu (Eaton & Visser. Erlangga Anantayudha Nursahid Putra1. Eny Purwandari2* Jurnal Psikohumanika. Volume 15. No 2 Desember 2023 Hal 13-23 Menurut Suryabrata . menyatakan bahwa dalam menentukan yang akan dilakukan individu tapi juga bagaimana cara yang akan memuaskan atau tidak. Sikap meliputi minat pada pengetahuan, mendukung dalam memperoleh pengetahuan, dan disiplin bertindak secara bertanggung jawab terhadap lingkungan (Perwitasari et al. , 2. Sikap sangat penting karena meningkatkan prestasi pendidikan siswa dan mempengaruhi kinerjanya (Liaghatdar. Soltani, & Abedi, 2. Pada pandangan (TuAou, 2004. Sari & Hadijah, 2. perilaku kedisiplinan seperti menaati dan mematuhi aturan sekolah dapat membantu siswa dalam proses pembelajaran mereka dengan pembagian waktu belajar yang teratur dan rajin dalam belajar bahkan rasa perhatian siswa di kelas akan meningkat beserta ketertibannya di kelas. Dikarenakan korelasi yang didapatkan setelah melakukan meta-analisis positif, maka dapat diartikan bahwa semakin tinggi sikap maka seseorang cenderung akan semakin disiplin. Hal tersebut mendukung beberapa penelitian terbaru yang menunjukkan hubungan positif antara sikap dengan kedisiplinan, diantaranya seperti penelitian Muiru . dengan nilai korelasi . sebesar 0,8, kemudian penelitian Nafiah dan Deswalantri . sebesar 0,95, serta penelitian Dezaneru dan Kurniawan . dengan nilai korelasi . sebesar 0,71. SIMPULAN Temuan utama yang didapatkan dalam penelitian ini adalah terdapat korelasi positif yang signifikan antara sikap dan kedisiplinan, baik setelah dilakukan koreksi kesalahan pengambilan sampel maupun koreksi kesalahan pengukuran. Artinya ketika seseorang siswa memiliki sikap yang tinggi, maka dia cenderung memiliki kedisiplinan yang tinggi. Sikap yang positif telah dianggap sebagai salah satu kecenderungan khusus kearah suatu keadaan atau perkembangan tertentu dalam menjelaskan mengapa kedisiplinan dapat terjadi, dalam studi ini ditemukan nilai korelasi presisi akhir sebesar 0,848. Disisi lain apabila dilihat dari segi pendidikan, siswa SMA/SMK memiliki tingkat kedisiplinan belajar yang lebih baik didandingkan dengan siswa SMP. Dengan hasil tersebut dapat menjadi barometer kedepannya mengenai kedisiplinan siswa, bisa dalam pandangan psikologi sosial dan bahkan psikologi pendidikan. Maka dari itu, penelitian ini dapat di digeneralisasi ke populasi yang lebih luas, khususnya siswa SMP dan SMA. Selain itu perilaku disiplin merupakan tuntutan untuk good performance di bidang apapun. Kedisiplinan tidak hanya untuk siswa tapi juga suatu kewajiban bagi masyarakat umum. Pada penelitian selanjutnya perlu diperhatikan lebih lanjut terkait dengan bagaimana pengaruh dari faktor distribusi negara, usia, kondisi lingkungan dan faktor variabel lain yang berhubungan dengan kedisiplinan selain sikap. Kemudian adanya ketidak seimbangan negara dari literasi yang digunakan juga harus menjadi bahan pertimbangan, karena temuan dari peneliti terkait sikap dan kedisiplinan sangat jarang diteliti untuk wilayah Indonesia. Beberapa negara yangfokus meneliti dengan tema terkait hanya Afrika. Adapun jurnal terkait dari Indonesia kebanyakantidak mencantumkan validitas dan reliabilitas, sehingga menjadi kendala peneliti dalam mencari sumber jurnal yang relevan. Erlangga Anantayudha Nursahid Putra1. Eny Purwandari2* Jurnal Psikohumanika. Volume 15. No 2 Desember 2023 Hal 13-23 DAFTAR PUSTAKA