MENINGKATKAN KUALITAS BERBAHASA INDONESIA MELALUI ANALISIS KESALAHAN LINGUISTIK PADA NOVEL TUMBAL KOSAN BU ANDIN Sania Irmanda Universitas Negeri Medan (UNIMED). Medan. Indonesia e-mail: saniairmanda04@gmail. Fitri Zalita Dalimunthe Universitas Negeri Medan (UNIMED). Medan. Indonesia e-mail: zalitadalimunthe@gmail. Azura Sakhi Salsabila Universitas Negeri Medan (UNIMED). Medan. Indonesia e-mail: azurasakhisalsabila@gmail. Cony Carolin Sinaga Universitas Negeri Medan (UNIMED). Medan. Indonesia e-mail: conycarolin30@gmail. Hera Chairunisa Universitas Negeri Medan (UNIMED). Medan. Indonesia e-mail:herawenas@unimed. ABSTRAK Penelitian ini menekankan pentingnya penyampaian bahasa yang jelas dan terstruktur untuk mendukung para pembaca lebih memahami berbahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidahnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan berbahasa yang ditemukan pada novel AuTumbal Kosan Bu AndinAy. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Metode pengumpulan data adalah studi literatur dengan membaca, mencatat, dan mengumpulkan kesalahan pada kata frasa atau Analisis data menggunakan analisis wacana untuk menggambarkan berbagai jenis kesalahan pada novel, termasuk kesalahan ejaan, kesalahan dalam kalimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya kesalahan ejaan, kesalahan kalimat, kesalahan struktur kalimat, serta kohesi dan koherensi. Kata Kunci: kesalahan berbahasa, kualitatif, novel PENDAHULUAN Bahasa adalah alat komunikasi. Bahasa juga merupakan alat komunikasi. Oleh karena itu. Bahasa memegang peranan social yang penting dalam berkomunikasi dengan masyarakat luas (Mailani et al. , 2. Namun, sering ditemukan kesalahan berbahasa baik secara lisan maupun Kesalahan linguistik adalah perbedaan aturan linguistik yang merupakan gejala alami dalam mempelajari Bahasa kedua. Kesalahan Bahasa ini adalah bagian dari pembelajaran formal dan informal (Maharani et al. , 2. Kesalahan merupakan topik yang sangat relevan dalam bidang linguistik. Novel, suatu bentuk karya sastra yang populer dan banyak dibaca, seringkali mengandung kesalahan linguistik yang memengaruhi pemahaman dan kesan pembaca. Oleh karena itu, analisis kesalahan berbahasa memahami faktor-faktor penyebab kesalahan (Aminah, 2. Hal ini bertujuan untuk kesalahan berbahasa ditemukan dalam bahasa novel AuTumbal Kosan Bu AndinAy dan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan kesalahan tersebut. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini harus berkontribusi pada meningkatkan kesadaran para penulis dan pembaca tentang pentingnya gunakan bahasa yang baik dan benar. Analisis kesalahan berbahasa internal novel sangat penting dilihat dari berbagai sudut Pertama, penelitian ini meningkatkan kualitas bahasa dalam karya sastra untuk memengaruhi kesan dan pemahaman pembaca. Kedua, penelitian ini dapat memberikan informasi yang berguna bagi penulis dan pembaca untuk memahami faktor-faktor penyebab kesalahan berbahasa. Akhirnya penelitian ini dapat dijadikan referensi pendidikan bahasa dan sastra untuk meningkatkan kemampuan berbahasa siswa. Penelitian ini masih sangat relevan karena didukung oleh studi penelitian terbaru yang menekankan pentingnya analisis kesalahan berbahasa dalam novel Tumbal Kosan Bu Andin. Penelitian oleh (Amalia et al. , 2. membahas mengenai kesalahan berbahasa pada novel yang termasuk kesalahan dalam ejaan, kesalahan dalam tanda baca, kesalahan dalam Penelitian ini menunjukkan bahwa Kesalahan berbahasa yang ditemukan pada novel tersebut dapat memberikan dimensi karakter dan kesalahan pada ejaan, kesalahan pada tanda baca, kesalahan pada kalimat. Penelitian ini menunjukkan bahwa Kesalahan berbahasa yang ditemukan pada novel tersebut dapat memberikan dimensi karakter dan interaksi yang lebih mendalam. Penelitian oleh (Shalima & Wijayanti, 2. , menemukan kesalahan pada tataran fonologis, tanda baca, kata tidak baku, tataran morfologi, kesalahan penulisan kata . , kesalahan pada kalimat majemuk bertingkat, kesalahan tataran sintaksis. TINJAUAN PUSTAKA 1 Analisis Kesalahan Berbahasa Menganalisis kesalahan Bahasa adalah hal yang wajar. Hamper semua percakapan, pengucapan, dan tulisan dapat terjadi kesalahan Bahasa. Tidak dapat dipungkiri bahwa kesalahan berbahasa terjadi secara spontan dan tidak disengaja. Menurut (Nisa, 2. , analisis kesalahan berbahasa adalah suatu prodesur kerja yang biasa digunakan oleh peneliti atau guru bahasa, yang meliputi: kegiatan mengidentifikasi kesalahan yang terdapat dalam sampel, menjelaskan kesalahan tersebut, mengklasifikasi kesalahan itu, dan mengevaluasi taraf keseriusan kesalahan itu. (Sari et al. , 2. melaporkan kesalahan bicara atau Bahasa adalah bagian penting dari proses ini pembelajaran suatu bahasa, baik pembelajaran Bahasa, pembelajaran Bahasa informal atau pembelajaran Bahasa Kesalahan berbahasa Indonesia dalam tingkatan Bahasa dibagi menjadi lima tingkatan: fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan wacana (Baity et al. , 2. Untuk itu, kesalahan bahasa harus ditelusuri bagaimana bahasa mengalami kesalahan dalam berbahasa baik secara lisan atau tertulis biasa disebabkan adanya bahasa baru seperti bahasa gaul dan alay. 2 Kesalahan Ejaan Kesalahan ejaan sering ditemukan pada penggunaan frasa ganda dan adverbial, konjungsi, huruf kapital, dan titik koma. Faktor penyebab kesalahan ejaan antara lain kendala Bahasa ibu, keterbatasan kosakata, dan kurangnya minat membaca. Kesalahan Ae kesalahan yang muncul antara lain disebabkan oleh faktor internal penulis tidak mengikuti kaidah kebahasaan yang benar (Nurizka R et al. , 2. Sederhananya, kesalahan ini terjadi karena kurangnya pengetahuan mendalam tentang tata bahasa dan ejaan bahasa Ejaan adalah aturan atau seperangkat konvensi yang digunakan dalam bahasa tertulis agar kalimat tertulis dapat menyampaikan maksud yang dimaksudkan penulis (Marselina, 2. Ruang lingkup Pedoman Umum berisi ejaan Bahasa Indonesia penggunaan karakter, menulis kata Ae kata menggunakan tanda baca. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) agar kalimat anda mudah dipahami dan tidak ada kesalahan dalam penyampaian anda. 3 Kesalahan dalam Kalimat Kalimat sesungguhnya berasal dari beberapa pola kalimat dasar. Tentu saja pengembangannya akan berdasarkan regulasi yang ada. Namun berkembang sesuai dengan kaidah yang Baik dalam kesalahan ejaan, kata tidak baku, tanda baca, dan seringkali terjadi kata-kata membuat kalimat menjadi kalimat yang sulit untuk dipahami bagi pembacanya. Kalimat adalah suatu system yang setiap unsurnya merupakan rangkaian dari komponenkomponen tersebut. Dan struktur adalah korelasi antara keseluruhan dan bagian Ae Komponen kalimat yaitu kata, klausa, dan frasa (Agustin Linawati et al. Kalimat mengutamakan keberagaman bahasa secara utuh, sehingga terciptalah kalimat yang Kalimat yang efektif adalah kalimat yang mampu menyampaikan gagasan dari pembicara atau penulis dengan jelas sehingga dapat dipahami dengan baik oleh pendengar atau pembaca. (Af et al. , 2. mengungkapkan Imperatif adalah kalimat yang dapat pikiran dan konsep dengan tepat, sehingga membangkitkan pemikiran dan konsep yang serupa pada pembaca. 4 Novel Novel adalah sebuah karya sastra yang sangat terkenal dan novel sangat banyak diminati saat ini khususnya remaja didalam hal menghubungkan-hubungan sebuah karya sastra yaitu novel (Saragih et al. , 2. Unsur Pembangun Novel Sebuah karya fiksi merupakan sebuah bangun cerita yang menampilkan sebuah dunia yang sengaja dikreasikan pengarang. Wujud formal fiksi itu sendiri hanya berupa kata, dan kata-kata. Sebagai sebuah totalitas, novel mempunyai unsur-unsur, berkaitan satu dengan yang lain secara erat dan Unsur-unsur pembangun sebuah novel yang kemudian secara disamping unsur formal bahasa, masih banyak lagi macamnya. Unsurunsur inilah yang menyebabkan karya sastra hadir sebagai karya Unsur intrinsik sebuah novel adalah unsur-unsur yang secara langsung turut serta membangun cerita. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganlisis kesalahan dalam kata, frasa, dan kalimat yang muncul dalam Metode kualitatif merupakan suatu proses penelitian untuk memahami fenomenafenomena manusia atau sosial dengan menciptakan gambaran yang menyeluruh dan kompleks yang dapat disajikan dengan katakata, melaporkan pandangan terinci yang diperoleh dari sumber informan, serta dilakukan dalam latar setting yang alamiah (Fadli, 2. Angket dirancang sebagai alat observasi awal untuk mengumpulkan informasi tentang kesalahan yang diamati oleh pembaca. Survei atau kuesioner adalah serangkaian pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dengan cara melaporkan siapa mereka atau apa yang mereka ketahui (Yasin et al. , 2. Penelitian ini menggunakan novel Tumbal Kosan Bu Andin sebagai sumber data Novel ini dipilih karena terdapat berbagai kesalahan berbahasa yang menarik untuk dianalisis, baik dari segi tata bahasa, penggunaan kosakata, maupun struktur kalimat. Novel ini relevan untuk diteliti karena menggabungkan unsur naratif sehingga menjadi objek kajian yang menarik. Metode pengumpulan data, studi literatur dengan membaca, mencatat, dan mengumpulkan data mengenai kesalahan kata frasa dan kalimat pada novel AuTumbal Kosan Bu Andin Au. Studi literatur adalah cara yang dipakai untuk menghimpun data-data atau sumbersumber yang berhubungan dengan topik yang diangkat dalam suatu penelitian (Habsy, 2. Analisis data menggunakan analisis wacana untuk menggambarkan berbagai jenis kesalahan pada novel, termasuk kesalahan ejaan, kesalahan dalam kalimat, kesalahan struktur kalimat, kohesi dan koherensi. Wacana adalah satuan bahasa terlengkap dalam merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar (Budiwati. Dengan teknik analisis data ini, diharapkan memberikan gambaran mengenai kesalahan berbahasa dalam novel AuTumbal Kosan Bu AndinAy serta perbaikan dalam meningkatkan kualitas novel. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil Dalam penelitian ini diuraikan dua hal yang berkaitan dengan kesalahan berbahasa pada novel karya Butterflyzwnn yang berjudul AuTumbal Kosan Bu AndinAy. Pertama, kesalahan pada penggunaan Kedua, kesalahan pada penggunaan kalimat, ketiga kesalahan pada struktur, keempat kesalahan pada kohesi dan koherensi yang lemah, dan yang kelima kesalahan pada tanda baca memberikan dasar yang lebih kuat dan ilmiah. 1 Kesalahan Ejaan Pada bagian ini ditemukan beberapa kesalahan ejaan yang tidak sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Kesalahan umum yang ditemukan Yangmenyenangkan. Serem. Astagfirullahaladzim. Berembus. Mencuit. Cepet-cepet. Mengabur. Melenguh. Utang-utang. Focus. Frustrasi. Solat. Intruksi. Muter-muter. Datengnya. Betebaran Sendal Terdapat beberapa kesalahan ejaan tidak cocok dengan PUEBI Romawi. Dalam Panduan Ejaan Bahasa Indonesia singkatan PUEBI, aspek ejaan bahasa Indonesia meliputi penulisan huruf, penulisan kata, penulisan tanda baca, dan unsur serapan tulisan (SaAodiyah, 2 Kesalahan Pada Kalimat Dalam analisis lebih lanjut, beberapa kalimat dalam novel juga ditemukan kurang efektif. Kesalahan yang ditemukan yaitu: Pada halaman 10 terdapat kalimat yang kurang efektif dan tidak sesuai dengan kaidah tata bahasa, yaitu AuLaki-laki dengan tahi lalat dibawah bibir itu berdecak, cepat-cepat menepis pikiran buruk yang ada di Ay Pada halaman 13 terdapat kalimat yang sangat singkat pembaca merasa kurang terlibat dengan emosi atau suasana cerita, yaitu AuPandangannya awas ke kanan dan ke kiri. Ay Berdasarkan temuan kesalahan tersebut menunjukkan bahwa kesalahan menyebabkan bagi seorang pembaca merasa kebingungan. 3 Kesalahan Struktur Kalimat Dalam ditemukan beberapa kalimat yang terlalu panjang dan bertele-tele. Kesalahan struktur kalimat yang ditemukan yaitu: Pada halaman 15, terdapat kalimat yang terlalu panjang , yaitu AuLaki-laki ini tidak ingin jika keluarga yang sudah khawatir karena biaya sewa tempat tinggal yang terlalu Ay Pada halaman 20, terdapat kalimat yang kurang efektif, yaitu AuTidak mau terlalu banyak tingkah karena seharusnya dia Ay Pada halaman 93, terdapat kalimat yang terlalu berteletele, yaitu AuPerayaan ulang tahun sederhana, tetapi kasih sayang yang terasa itu masih terasa hangat di dadanya. Ay Pada halaman 69 terdapat kalimat yang kurang jelas, yaitu AuDia berjongkok di samping lakilaki itu dengan tangan yang sudah berada di kedua bahu pria pirang tersebut. Ay Analisis menunjukkan bahwa ada beberapa kalimat yang terdapat pada novel dinilai terlalu panjang dan tidak efektif. Kalimat yang dinyatakan bertele-tele dan membingungkan perlu pemahaman bagi para pembaca. 4 Kohesi dan Koherensi Terkait kohesi dan koherensi, ditemukan beberapa kalimat yang tidak jelas. Hal ini menyebabkan penjelasan sulit diikuti. Masalah kohesi dan koherensi yang ditemukan pada teks novel, yaitu: Pada halaman 25, terdapat kalimat AuZayn merasa cemas. Dia tidak pernah menyangka bahwa kepindahannya ke kosan Ay Pada halaman 28, terdapat AuKehidupan Zayn berubah drastis ketika dia memutuskan untuk pindah ke kosan murah yang terpencil. Ay Pada halaman 31, terdapat kalimat AuNamun, ada hal aneh dengan kosan tersebut. Proses pemilihan penghuni termasuk mengumpulkan identitas dan memberikan sampel darah. Ay Pada halaman 36, terdapat kalimat "Satu per satu penghuni meninggal dengan cara yang tidak wajar, mengakibatkan ketakutan yang mendalam. Pada halaman 9, terdapat kalimat yang mengandung kohesi gramatikal, yaitu AuZayn menarik tali hoodienya ketika angin malam lehernya yang telanjang. Ay, disarankan untuk diperbaiki menjadi: AuZayn menarik tali hoodie-nya ketika angin malam berhembus mengenai lehernya yang terbuka. Ay Berdasarkan hasil kesalahan yang ditemukan di kohesi dan koherensi tersebut, menunjukkan bahwa kelemahan dalam kohesi dan koherensi antar bagian materi dapat mengindikasikan kesulitan dalam mengikuti alur penjelasan, yang berpotensi menyebabkan kebingungan. 2 Pembahasan Pada sub bab hasil sudah dijelaskan mengenai kesalahan-kesalahan berbahasa yang mencakup kesalahan ejaan dan juga kesalahan kalimat yang terdapat pada novel karya berjudul AuTumbal Kosan Bu AndinAy. Dan untuk sub bab pembahasan ini peneliti akan menjelaskan perbaikan ejaan dan kalimat tersebut. 1 Kesalahan Ejaan Dari hasil analisis, terdapat beberapa kesalahan ejaan yang tidak sesuai dengan PUEBI. Berikut adalah beberapa perbaikan yang dapat dilakukan oleh peneliti untuk mengatasi kesalahan ejaan yang terdapat pada novel tersebut, yaitu: Kata AuyangmenyenangkanAy, setelah Auyang menyenangkanAy. Kata AuseremAy, setelah diperbaiki menjadi AuseramAy. Kata AuastagfirullahaladzimAy, setelah AuastaghfirullahaladzimAy. Kata AumencuitAy, setelah diperbaiki menjadi AumenciutAy. Kata Aucepet-cepetAy, setelah diperbaiki menjadi Aucepat-cepatAy. Kata AumengaburAy, setelah diperbaiki menjadi AukaburAy. Kata AumelenguhAy, setelah diperbaiki menjadi AumengeluhAy. Kata Auutang-utangAy, setelah diperbaiki menjadi Auhutang-hutangAy. Kata AufocusAy, setelah diperbaiki menjadi AufokusAy. Kata AufrustrasiAy, setelah diperbaiki menjadi AufrustasiAy. Kata AusolatAy, setelah diperbaiki menjadi AusholatAy. Kata AuintruksiAy, setelah diperbaiki menjadi AuinstruksiAy. Kata Aumuter-muterAy, setelah diperbaiki menjadi Aumutar-mutarAy. Kata AudatengnyaAy, setelah diperbaiki menjadi AudatangnyaAy. Kata AubetebaranAy, setelah diperbaiki menjadi AubertebaranAy. Kata AuberembusAy, setelah diperbaiki menjadi AuberhembusAy. Kata AusendalAy, setelah diperbaiki menjadi AusandalAy. Setelah terhadap ejaan yang terdapat pada novel tersebut sesuai dengan PUEBI. (Afiana, 2. Artinya menulis kata utama sebagai satuan yang berdiri sendiri dan menulis kata akhiran bersamaan dengan kata utama. 2 Kesalahan Pada Kalimat Dari hasil analisis, terdapat beberapa kesalahan kalimat yang tidak sesuai dengan PUEBI. Berikut adalah beberapa perbaikan yang dapat dilakukan oleh peneliti untuk mengatasi kesalahan kalimat yang terdapat pada novel tersebut, yaitu: Pada halaman 10 terdapat kalimat yang kurang efektif, dengan menambahkan konjungsi maka kalimat tersebut sesuai dengan kaidah tata bahasa, yaitu AuLakilaki dengan tahi lalat dibawah bibir itu berdecak, cepat-cepat menepis pikiran buruk yang ada di kepalanya. Ay, disarankan untuk diperbaiki menjadi AuLaki-laki dengan tahi lalat di bawah bibir itu berdecak dan cepat-cepat menepis pikiran buruk yang ada di Ay Pada halaman 13 terdapat kalimat yang maknanya sulit untuk dimengerti, yaitu Aupandangannya awas ke kanan dan ke Ay, disarankan untuk diperbaiki menjadi Aupandangannya waspada ke kanan dan ke kiri. Ay Setelah dilakukan perbaikan pada kalimat-kalimat menunjukkan bahwa banyak kalimat dalam novel yang kurang efektif, dan kini menjadi lebih jelas. 3 Penyederhanaan Pada Struktur Dalam pembahasan ini ditemukan beberapa kalimat yang terlalu panjang dan Kesalahan struktur kalimat yang ditemukan yaitu: Pada halaman 15, terdapat kalimat yang terlalu panjang , yaitu AuLaki-laki ini tidak ingin jika keluarga yang sudah mengizinkannya merantau khawatir karena biaya sewa tempat tinggal yang terlalu mahal. Ay, disarankan untuk diperbaiki menjadi AuLaki-laki itu tidak ingin keluarganya khawatir dengan biaya sewa yang mahal. Ay Pada halaman 20, terdapat kalimat yang kurang efektif, yaitu AuTidak mau terlalu banyak tingkah karena seharusnya dia bersyukur menjadi yang terpilih. Ay, disarankan untuk diperbaiki menjadi AuDia tidak ingin bertindak berlebihan karena merasa perlu bersyukur telah Ay Pada halaman 93, terdapat kalimat yang terlalu berlebihan, yaitu AuPerayaan ulang tahun sederhana, tetapi kasih sayang yang terasa itu masih terasa hangat di dadanya. Ay, disarankan untuk AuPerayaannya sederhana, namun kehangatan kasih sayang yang ia rasakan masih membekas di hatinya. Ay Pada halaman 69 terdapat kalimat yang kurang jelas, yaitu AuDia berjongkok di samping laki-laki itu dengan tangan yang sudah berada di kedua bahu pria pirang tersebut. Ay, disarankan untuk diperbaiki menjadi AuDia berjongkok di samping pria pirang itu, dengan kedua tangannya di bahu pria tersebut. Ay Menganalisis struktur kalimat ini digunakan untuk menghasilkan deskripsi subjek, predikat, objek, keterangan, dan pelengkap. Sejalan dengan Kuntarti bahwa struktur kalimat merupakan perpaduan fungsi sintaksis sebagai komponen pembentuk kalimat yang terdiri dari subjek, predikat, objek, keterangan, dan Selain memperhatikan batasan fungsi itu sendiri, perlu juga memperhatikan karakteristik masing-masing tata bahasa. Sebagai satuan bahasa yang tinggi, maka wacana dibentuk dari kalimat yang memenuhi persyaratan bahasa (Puspawati et al. , 2. 4 Kohesi dan Koherensi Terkait ditemukan beberapa kalimat yang tidak jelas. Hal ini menyebabkan penjelasan sulit diikuti. Berikut adalah perbaikan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kohesi dan koherensi yang lemah pada novel tersebut, yaitu: Pada halaman 9, terdapat kalimat gramatikal, yaitu AuZayn menarik tali hoodie-nya ketika angin malam berembus mengenai lehernya yang Ay, diperbaiki menjadi: AuZayn menarik tali hoodie-nya ketika angin malam berhembus mengenai lehernya yang Ay Pada halaman 25, kalimat AuZayn merasa cemas. Dia tidak pernah menyangka bahwa kepindahannya ke kosan murah akan membawa Ay, diperbaiki menjadi AuZayn merasa cemas karena dia tidak pernah menyangka bahwa kepindahannya ke kosan murah akan membawa Ay Pada AuKehidupan Zayn berubah drastis ketika dia memutuskan untuk pindah ke kosan murah yang terpencil. Ay, disarankan untuk diperbaiki menjadi AuAuKehidupan Zayn berubah drastis setelah dia memutuskan untuk pindah ke kosan murah yang Ay Pada halaman 31, kalimat AuNamun, ada hal aneh dengan kosan tersebut. Proses pemilihan penghuni termasuk Ay, disarankan untuk diperbaiki menjadi AuAuNamun, ada yang aneh dengan kosan tersebut. proses pemilihan penghuni mencakup pengumpulan identitas dan pengambilan sampel Ay Pada halaman 36, kalimat AuSatu per satu penghuni meninggal dengan mengakibatkan ketakutan yang ", disarankan diperbaiki menjadi AuSatu per satu penghuni meninggal dengan cara yang tidak ketakutan mendalam di antara penghuni lainnya. Ay Dengan kesalahan-kesalahan ini, kualitas novel memberikan pengalaman membaca yang lebih baik bagi pembaca. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kesalahan berbahasa dalam novel, seperti kesalahan ejaan, kesalahan kalimat, kesalahan struktur pada kalimat dan kesalahan kohesi dan koherensi dapat mempengaruhi kualitas penyampaian pesan dan pengalaman pembaca, dengan hasil survei menunjukkan adanya kesalahan yang sering ditemui pada kalimat baku. Kesalahan-kesalahan ini berpotensi menghambat pemahaman orang dalam membaca novel. Pentingnya kualitas bahasa dalam novel tidak dapat diabaikan, terutama kepada seorang pembaca untuk memahami alur cerita secara mendalam. Saran yang dapat peneliti berikan untuk mengatasi masalah ini yaitu, penulis dan penerbit seharusnya lebih cermat dalam memperbaiki kesalahan berbahasa sebelum karya diterbitkan. Kesalahan kecil pun bisa berdampak besar pada kualitas karya sastra. Oleh karena itu, proses penyuntingan perlu dilakukan lebih teliti agar pesan novel lebih mudah dipahami. Diharapkan, temuan ini dapat memberikan wawasan bagi para penulis dan novelis. Penerbit untuk memperbaiki kesalahan dalam karya mereka serta meningkatkan kualitas penulisan sastra. Selain itu, penelitian ini memberikan kesempatan belajar. Lebih lanjut mengenai kesalahan berbahasa dalam berbagai jenis teks dan pengembangan strategi untuk meningkatkan kemampuan berbahasa di kalangan penulis dan pembaca, sehingga berkontribusi pada pengembangan materi pembelajaran bahasa yang lebih efektif di Indonesia. DAFTAR PUSTAKA