Tsaqila Jurnal Pendidikan dan Teknologi [TJPT] Vol 1 Nomor 1 Juli 2021, hal: 12-16 ISSN: 2807-6273 KETERAMPILAN MEMBIMBING DISKUSI OLEH GURU AL ISLAM DI SEKOLAH SMP MUHAMMADIYAH 01 MEDAN PANJI ABABIL 1Fakultas Agama Islam,Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara email: panjiababil. ok@gmail. Abstrak Ada tiga hal dalam sistem, pertama, sistem selalu memiliki tujuan, kedua, sistem selalu mengandung proses, ketiga, sistem selalu melibatkan komponen-komponen yang ada. Sehingga sistem bermanfaat dalam merancang dan merencanakan suatu proses Perencanaan adalah proses dan cara berfikir yang dapat membantu dalam mencapai hasil yang diharapkan, misalnya mampu melihat proses pendidikan. Faktor yang berpengaruh dalam sistem pembelajaran, antara lain guru, siswa, saran dan prasarana, serta faktor lingkungan. Komponen sistem pembelajaran terdiri dari dimana proses memuat isi,materi,metode, pembelajaran sebagai suatu sistem artinya suatu keseluruhan dari komponenkomponen yang berinteraksi dan berinterelasi antara satu sama lain dan dengan keseluruhan itu sendiri untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Kata Kunci: membimbing diskusi, guru This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. PENDAHULUAN Guru adalah seseorang yang mentransfer ilmu kepada anak didiknya. Sama seperti yang dikatakan Djamarah . 0: . dalam pengertian sederhana, guru adalah orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik. Dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dinyatakan bahwa seorang guru dituntut memiliki kualifikasi kompetensi pedagogik, kepribadian professional dan sosial. Pernyataan tersebut menyiratkan bahwa guru dituntut memiliki empat aspek untuk mengarahkan diri sebagai tenaga Salah satu kompetensi yang berkaitan langsung dengan tugas guru mengajar, membimbing, dan mendidik siswa adalah kompetensi pedagogik. Turney . alam Mulyasa, 2005: . mengungkapkan tujuh keterampilan mengajar yang sangat menentukan kualitas pembelajaran, yaitu: Keterampilan memberi penguatan . Keterampialan bertanya . Variasi . Menjelaskan Jurnal Homepage: https://aksaqilajurnal. com/index. php/aksaqila Tsaqila Jurnal Pendidikan dan Teknologi [TJPT] Vol 1 Nomor 1 Juli 2021, hal: 12-16 ISSN: 2807-6273 Keterampilan membuka dan menutup pelajaran . Keterampilan mengelola kelas . Keterampilan membimbing diskusi. Agar pembelajaran dapat berjalan dengan baik, guru perlu menguasai keterampilan dalam membimbing diskusi. Maka dari itu penulis tertarik untuk mengangkat fenomena keterampilan membimbing diskusi khusunya oleh guru Al Islam di SMP MUHAMMADIYAH 01 MEDAN karena dalam penelitian penulis akan membahas tentang bagaimana cara seorang guru dalam membimbing diskusi pada mata pelajaran Al Islam serta apa saja hambatanhambatan yang dialami seorang guru dalam membimbing diskusi. Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana Cara Seorang Guru Dalam Membimbing Diskusi Pada Mata Pelajaran Al Islam? . Apa Saja Hambatan-Hambatan Yang Dialami Seorang Guru Dalam Membimbing Diskusi? METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, yaitu data yanng dikumpulkan berbentuk kata-kata, gambar bukan angka-angka. Menurut Lexy J. Moleong, penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif barupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang diamati. Sementara itu penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendiskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang ada baik fenomena ilmiah maupun rekayasa Teknik Pengumpulan Data Wawancara (Intervie. Wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui Tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam topik tertentu. Teknik ini digunakan untuk mendapatkan data tentang bagaimana cara seorang guru dalam membimbing diskusi di SMP MUHAMMADIYAH 01 MEDAN. Dalam hal ini, peneliti melakukan wawancara langsung dengan staf guru. Dokumentasi Dokumen adalah kumpulan data yang berbentuk nyata dan diperoleh berdasarkan sistem pengelolaan data yang disebut dengan proses dokumentasi. Teknik ini digunakan untuk mendapatkan data-data atau dokumen-dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan atas kebenarannya mengenai gambaran umum SMP MUHAMMADIYAH 01 MEDAN. Waktu Dan Tempat Penelitian Penelitian ini saya lakukan pada tanggal 20 Desember 2020 pada jam 10. 00 wib. Penelitian ini dilakukan di SMP MUHAMMADIYAH 01 MEDAN tahun pelajaran 2019/2020. Tepatnya di jalan Demak No. Sei Rengas Permata. Kec. Medan Area. Kota Medan. Sumatera Utara 20211. Peneliti mengambil lokasi atau tempat ini dengan pertimbangan tugas penelitian Strategi dan Metode Pembelajaran. Sasaran Penelitian Subyek dalam penelitian ini adalah guru Al Islam di SMP MUHAMMADIYAH 01 MEDAN. Guru tersebut bernama ibu RASIDAH selaku guru Al Islam. Obyek yang dikaji dalam penelitian adalah keterampilan guru dalam membimbing diskusi dan hambatan-hambatan yang dialami guru ketika membimbing diskusi Jurnal Homepage: https://aksaqilajurnal. com/index. php/aksaqila Tsaqila Jurnal Pendidikan dan Teknologi [TJPT] Vol 1 Nomor 1 Juli 2021, hal: 12-16 ISSN: 2807-6273 HASIL Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru Al Islam di SMP MUHAMMADIYAH 01 MEDAN sudah menjalankan keterampilan membimbing diskusi dengan baik yaitu dengan memahami bahwa keterampilan membimbing diskusi adalah membimbing setiap siswa dalam kelompok untuk dapat memecahkan masalah pada saat berdiskusi agar tujuan dalam pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Pada saat membimbing diskusi guru harus mampu mengarahkan dan mengontrol siswa agar sejalan dengan tujuan pembelajaran. Pernyataan tersebut diperoleh saat pelaksanaan wawancara mengenai pemahaman guru terhadap keterampilan membimbing diskusi. Guru Al Islam di SMP MUHAMMADIYAH 01 MEDAN sudah menjalankan keterampilan membing diskusi dengan baik yaitu dapat dilihat dari cara guru membimbing diskusi yang sesuai dengan komponen-komponen yang terdapat dalam keterampilan membimbing diskusi. Yaitu di mulai dari memusatkan perhatian siswa, memperjelas masalah, menganalisis pandangan siswa, meningkatkan partisipasi siswa terhadap kelompok, mnyebarkan kesempatan berpartisipasi, dan menutup diskusi. PEMBAHASAN Cara yang paling sering guru Al Islam lakukan saat diskusi yang membahas tentang AuThaharahAy di kelas VII yaitu memusatkan perhatian dengan menyampaikan kembali tujuan diskusi dan cara melaksanakannya. Hal tersebut selalu dilakukan guru ketika sisiwa sudah membentuk kelompok dan ruang kelas menjadi gaduh agar siswa memperhatikan guru dan fokus kepada masalah yang didiskusikan. Cara lain yang diterapkan guru selama memusatkan perhatian siswa adalah mencermati setiap penyimpangan yang terjadi dan selalu mengingatkan supaya setiap kelompok kembali pada rambu-rambu yang telah Setelah memusatkan perhatian guru melanjutkan kegiatan membimbing diskusi dengan memperjelas masalah. Sesuai dengan tema yang diangakat guru memberikan masalah-masalah thaharah yang salah atau benar yang sudah dilakukan dan meminta para siswa untuk memberikan komentar dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang membantu siswa memperjelas ide yang dimaksud dan mengembangkannya. Komponen membimbing diskusi selanjutnya, yang dilakukan oleh guru tersebut yaitu meganalisis pandangan siswa. Cara yang dilakukan guru tersebut adalah sebagai penengah apabila terjadi perdebatan dalam suatu kelompok diskusi. Cara yang dilakukan guru tersebut setelah menganalisis pandangan siswa yaitu meningkatkan partisipasi siswa terhadap Cara pertama yang guru lakukan adalah memberikan contoh-contoh, baik verbal maupun nonverbal pada waktu yang tepat. Dalam pemberian contoh guru menggunakan contoh nonverbal yang berupa cerita. Komponen selanjutnya yang diterapkan guru adalah menyebarkan kesempatan Cara yang dilakukan guru tersebut adalah mengeluarkan pernyataan untuk menyakinkan siswa bahwa ia pasti bisa hal ini dilakukan guru agar siswa termotivasi dan selalu beranggapan bahwa dirinya tidak mampu mengerjakan tugas yang diberikan. Jadi siswa yang awalnya pasif, akan berubah secara perlahan menjadi aktif bila diberikan motivasi. Kegiatan terakhir yang dilakukan guru tersebut pada saat membimbing diskusi adalah menutup diskusi. Cara yang dilakukan guru tersebut adalah dengan membuat rangkuman hasil diskusi. Rangkuman hasil diskusi tersebut merupakan pendaat-pendapat yang disampaikan tiap kelompok atau salah satu kelompok yang berpendapat kemudian disempurnakan oleh guru tersebut. Jurnal Homepage: https://aksaqilajurnal. com/index. php/aksaqila Tsaqila Jurnal Pendidikan dan Teknologi [TJPT] Vol 1 Nomor 1 Juli 2021, hal: 12-16 ISSN: 2807-6273 Hambatan-hambatan yang dialami guru Al Islam di SMP MUHAMMADIYAH 01 MEDAN pada saat membimbing diskusi yang berasal dari guru dan waktu. Hambatan yang berasal dari faktor guru adalah kurang tegasnya guru dalam membimbing diskusi sehingga masih banyak siswa yang sibuk sendiri yang mengakibatkan suasana kelas kurang kondusif. Hal tersebut tidak selalu terjadi, tetapi guru harus lebih tegas ketika membimbing siswa agar pembelajaran dari awal hingga akhir berjalan sesuai rencana pelaksanaan pembelajaran. Dalam keterampilan membimbing diskusi guru masih agak sulit dalam mengatur waktu sehingga pada saat menutup diskusi kurang maksimal. Hal tersebut memang merupakan salah satu keterbatasan dari penggunaan metode diskusi. Seperti yang diungkapkan oleh Djamarah bahwa diskusi memakan waktu. Dalam membuat keputusan diskusi memerlukan pertimbangan-pertimbangan yang memakan waktu dan apabila terjadi keputusan yang dibuat secara individu. Selain itu, diskusi tida hanya memakan waktu, tetapi juga pemborosan waktu. Diskusi yang tidak mendapatkan pengarahan dapat melantur dan tidak relevan, dapat salah atau batal karena salah informasi, dapat membingungkan karena kombinasi yang tidak pada Untuk mengatasi kekurangan waktu, guru lebih baik matang mempersiapkan masalah dan memperkirakan waktu yang akan dipergunakan. Guru tidak akan membuangbuang waktu terlalu banyak dengan terlalu lama memberikan pemahaman mengenai materi. KESIMPULAN Secara umum dapat disimpulkan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh guru Al Islam di SMP MUHAMMADIYAH 01 MEDAN pada saat membimbing diskusi ada enam kegiatan yang dilakukan yaitu: memusatkan perhatian, memperjelas masalah, menganalisis pandangan siswa, meningkatkan partisipasi siswa terhadap kelompok, menyebarkan kesempatan berpartisipasi, dan menutup diskusi. Hambatan yang ditemui guru Al Islam di SMP MUHAMMADIYAH 01 MEDAN berasal dari faktor guru dan waktu. Hambatan yang berasal dari faktor guru adalah kurang tegasnya guru dalam membimbing diskusi sehingga masih banyak siswa yang sibuk sendiri yang mengakibatkan suasana kelas kurang kondusif. Hal tersebut tidak selalu terjadi, tetapi guru harus lebih tegas ketika membimbing siswa agar pembelajaran dari awal hingga akhir berjalan sesuai rencana pelaksanaan pembelajaran. REFERENSI