p-ISSN 2723-245X e-ISSN 2723-0813 AL-ATHFAL: Jurnal Pendidikan Anak MENINGKATKAN KEMAMPUAN FISIK MOTORIK HALUS ANAK USIA 3- 4 TAHUN MELALUI MEDIA SEDERHANA ( PLASTISIN ) DI PAUD AL Ae FIRDAUS KECAMATAN WONOMERTO Ae KABUPATEN PROBOLINGGO Umi Kulsum1. Robiatul Adawiyah2. Aries Dirgayunita . Pendidikan Islam Anak Usia Dini Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Probolinggo umi140492@gmail. com, robiahadawiyahridwan@gmail. com, ega. psycho@gmail. Abstract This examination intends to work on youngstersAo fine engine advancement through plasticine media at Paud Al Ae Firdaus. The technique for this examination is Study hall Activity Exploration. This exploration was completed utilizing two cycles and in each cycle three gatherings were held. The subjects of this exploration were 16 Al Ae Firdaus Paud Kindergarten kids comprising of 9 young men and 7 young ladies. Information assortment strategies are brought out through perception and documentation. The information examination method was completed subjectively. The exploration results demonstrate the way that plasticine media can work on youngstersAo fine engine improvement. Before the move was made, none of the children had developed well. After taking action in cycle I, childrenAos fine motor development increased by 4 children with a percentage of 25%, and in cycle II it increased to 11 children with a percentage of 69% with very well developed criteria (BSB). In using plasticine media, the educator acquaints how with shape plasticine and form plasticine, then youngsters can attempt to rehearse it with their companions. Keywords: Fine coordinated movements, plasticine media, youth Abstrak Eksplorasi ini diharapkan dapat mengembangkan kemampuan motorik halus anak melalui media plastisin di Paud Al Ae Firdaus. Strategi eksplorasi ini menggunakan Penelitian Tindak Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan pada masing-masing siklus dilakukan dengan dua kali pertemuan. Subyek penelitian ini yaitu 16 anak Paud Al Ae Firdaus yang terdiri dari 7 siswa dan 9 siswi. Strategi pengumpulan informasi dilakukan melalui persepsi dan dokumentasi. Strategi penyelidikan informasi dilakukan dengan cara subyektif. Hasil eksplorasimenyatakan bahwa media plastisin dapat bekerja pada peningkatan motorik halus anak. Sebelum penelitian ini dimulai, secara keseluruhan tidak ada anak yang tumbuh kembang dengan baik. Setelah dilakukan kegiatan pada siklus pertama, peningkatan kemampuan motorik halus anak bertambah sebanyak 4 anak dengan taraf 25%, dan pada siklus II bertambah menjadi 11 anak dengan taraf 69% dengan kaidah sangat maju (BSB). Dalam memanfaatkan media plastisin, guru mengenalkan bagaimana bentuk plastisin, kemudian anak dapat mencoba berlatih bersama teman-temannya. Kata Kunci : Motorik Halus. Media Plastisin. Anak Usia Dini AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 | 148 Umi Kulsum, etc. , meningkatkan kemampuan fisik motorik halus anak usia 3- 4 tahun A PENDAHULUAN Anak. pra sekolah adalah seseorang yang berbeda-beda, istimewa, serta mempunyai ciri khas tersendiri tergantung pada kelompok umurnya. Periode ini merupakan waktu yang tepat untuk mengoptimalkan setiap aspek pembangunan . Jangka waktu tersebut memang cukup singkat, namun mempunyai dampak yang bertahan lama bagi kehidupan anak. Karena pada masa ini anak akan sangat peka dalam menerima rangsangan dari luar, baik berupa stimulus yang baik maupun buruk, sehingga masa ini harus dimanfaatkan dengan baik supaya anak benar-benar dapat tumbuh serta berkembang dengan baik . Anak . usia dini . -6 tahu. merupakan masa emas . olden ag. di manaa setiap aspek perkembangan memegang peranan penting dalam tugas Ae tugas perkembangan selanjutnya (Trianto, 2010: . Masa kanak Ae kanak atau biasa kita sebut dengan tahap awal seorang anak merupakan masa yang paling penting dalam kehidupan seorang anak. Pada masa tersebut perkembangan otak anak mengalami kemajuan yang sangat pesat, begitu pula dengan perkembangan fisik dan mental. (Windasari, 2. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemajuan tersebut adalah dengan memberikan Persiapan Remaja. Tahap awal bagi perkembangan dan kemajuan generasi muda adalah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Generasi muda menyelidiki kehidupan dengan beberapa permainan di sekolah dengan strategi pembelajaran yang sesuai dengan fase progresif dan peningkatannya. PAUD harus mampu membentuk kepribadian anak sehingga mereka dapat mempersiapkan diri terhadap apa yang ada. Sebagaimana direncanakan dalam Pasal 1 angka 14 UndangUndang Nomor 20 Tahun 2003 tentang tatanan Persekolahan Secara Keseluruhan. Pendidikan Anak Usia Dini adalah salah satu upaya untuk mendidik anak mulai lahir sampai berusia 6 tahunn, dan dilengkapi dengan pengasihan kecenderungan pendidikan untuk membantu pergantian peristiwa serta kemajuannya baik secara secara fisik maupun mental, sehingga usia muda semakin siap untuk memasuki pendidikan lebih lanjut (Pemerintah, 2. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan organisasi yang bertujuan untuk membantu perkembangan anak usia dini berkembang secara optimal melalui dorongan para pendidik. di PAUD, proses pembelajaran dilakukan melalui bermain. Sehingga pendidik harus mempersiapkan strategi atau metode dalam proses 149 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Umi Kulsum, etc. , meningkatkan kemampuan fisik motorik halus anak usia 3- 4 tahun A (Nuareni et al. , 2. Pada masa ini setiap aspek perkembangan harus selalu di pacu karena pada masa ini perkembangan terjadi dengan sangat pesat. Seluruh aspek perkembangan anak usia dini saling mempengaruhi satu sama lain untuk menciptakan perkembangan yang optimal. Aspek penting dalam perkembangan adalah perkembangan fisik dan -motorik Ada empat alasan penting mengapa keterampilan motorik halus perlu dikembangkan pada masa kanak Ae kanak yaitu untuk alasan vokal , sosial, psikologis /emosional dan akademis. (Pendahuluan , 2. Tumbuh kembang anak usia dini perlu rangsangan agar bisa dikembangkan dengan baik. Perkembangan fisik motorik halus yang baik merupakan salah satu bagian perkembangan yang harus dirangsang pada anak supaya tidak menemukan kendala dalam mengatur jari-jarinya. (Dheasari dan Ainun. Menurut (Hasanah, 2. , pengembangan motorik adalah proses peningkatan motorik pada generasi muda. Membina gerakan-gerakan terkoordinasi ini, membantu anak-anak menjadi dewasa, namun juga membutuhkan pembelajaran. Guru harus mengetahui besar dan kecilnya kebutuhan peningkatan otot setiap anak pada tingkat usia mereka. Peningkatan motorik akan lebih baik, terutama bagi generasi muda, dengan asumsi iklim di mana mereka berkembang dan berkreasi mendorong mereka untuk bergerak tanpa hambatan. Latihan di udara terbuka mungkin merupakan pilihan paling ideal karena dapat membantu memajukan perkembangan otot. Jika anak melakukan aktivitas di dalam ruangan,. perluasan ruang dapat digunakan sebagai cara untuk memberikan ruang leluasa kepada anak untuk berlari, melompat, dan melatih seluruh tubuhnya. (Widya Agustin. Susandi. , dan Habibi Muhammad, 2. Artinya seorang instruktur juga memerlukan perangkat keras yang tepat, namun yang lebih penting adalah sikap. Mentalitas yang baik terhadap anak-anak sesuai tingkat usia mereka akan memberdayakan mereka untuk mempelajari berbagai hal dan mencoba berbagai latihan motorik kasar dan halus yang masuk akal bagi mereka. Karena kapasitas dan kemajuan setiap anak adalah unik, instruktur perlu memiliki model pengajaran yang berbeda-beda tergantung pada level masing-masing setiap anak. Peningkatan motorik awal dipisahkan menjadi dua bagian, yaitu peningkatan motorik kasar dan peningkatan motorik halus. Gerakan kasar yang terkoordinasi sering kali mencakup latihan yang melibatkan otot-otot kaki, lengan, otot besar, atau seluruh tubuh 150 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Umi Kulsum, etc. , meningkatkan kemampuan fisik motorik halus anak usia 3- 4 tahun A seperti berdiri, berjalan, melompat, dan berlari. Kemampuan terkoordinasi halus terdiri dari kerja dengan menghubungkan otot-otot kecil tubuh. Bagian dari kemajuan motorik sebenarnya berhubungan dengan peningkatan tubuh, kemampuan terkoordinasi kasar dan gerakan terkoordinasi halus. Sejak anak berusia 4 tahun, kemampuan koordinasinya yang baik terus berkembang secara metodis dan terus-menerus. Gerakan yang terkoordinasi dengan baik juga mempengaruhi perolehan kemampuan dalam penguasaan dasar (Aguss, 2. Peningkatan. (Sahla Sabilla, 2. Gerakan terkoordinasi yang baik pada anak usia 3 hingga 4 tahun mencakup kemampuan menentukan batas lurus dan bersilangan, serta . menggambar lingkaran dan kotak (Papalia. Olds. Feldman, 2. Mereka juga. kadang-kadang siap untuk menangani barang-barang yang lebih kecil dengan ibu jari dan penunjuk, meskipun mereka merasa enggan (Santrock, 2. Seorang . anak berusia tiga tahun dapat membangun. puncak dari balok-balok namun tidak sepenuhnya teratur. Permainan seperti pembongkaran dan pembongkaran sederhana juga dimainkan, meskipun kadangkadang tampaknya dipaksa untuk tetap fit. Kemampuan terkoordinasi yang baik ini matang ketika anak berusia empat tahun. Kemampuan pengembangan motorik halus yang baik memerlukan keinginan yang memicu latihan imajinatif yang memerlukan ketekunan, termasuk peningkatan Anak-anak memiliki kemajuan koordinasi mata dan tangan yang berbeda, termasuk anak-anak dengan kelumpuhan otak. Cerebral paralysis merupakan cedera otak yang sangat berkepanjangan yang dapat menyebabkan gangguan pada peningkatan fungsi motorik, melemahnya koordinasi, kekencangan otot dan gejala neurologis lainnya (Rahmat. Mangunatmatja. AAP. Tambunan, dan Suradi, 2. (Yarsiah dan Kasiyati, 2. Menurut Rohyana Fitriani . , stimulasi merupakan suatu cara untuk memberikan kontribusi terhadap perkembangan anak, kemudian anak yang mendapat rangsangan yang baik juga dapat mencapai aspek Ae aspek pekembangan yang baik . Pendidikan pra sekolah dapat memberikan dorongan dan pendidikan yang memungkinkan anak belajar melalui bermain. Pendidik harus terlibat dengan pelatihan yang ada dan menerapkannya bersama siswanya sehingga proses pembelajaran mencakup berbagai strategi dan proses. 151 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Umi Kulsum, etc. , meningkatkan kemampuan fisik motorik halus anak usia 3- 4 tahun A Salah Salah satu faktor yang mempengaruhi stimulasi motorik halus anak adalah penggunaan materi pembelajaran (Nobre et al. , 2. Memang media pembelajaran menyampaikan pesan - pesan yang dapat digunakan untuk tujuan pembelajaran dan menyampaikan materi pembelajaran dengan lebih jelas (Rusman, 2. Selain itu , media juga memuat materi pendidikan yang merangsang peserta didik untuk belajar (Fauzi & Tambunan, 2. Media pem belajaran dapat berupa video, televisi, bahan cetak, komputer, dan instruktur (Yaumi, 2. Semua alat bantu pembelajaran tersebut mempunyai kelebihan yaitu memungkinkan guru dalam menyampaikan materi dengan lebih mudah guru (Lestari& Projosantoso, 2. Kegiatan yang menarik membantu mengembangkan motorik halus anak saat bermain dan belajar ,termasuk bermain plastisin. Bermain merupakan salah satu hak anak dalam hidup. Melalui bermain, anak dapat belajar banyak hal yang belum mereka ketahui sebelumnya. Anak-anak dapat menjelajahi dunia sambil bermain. Bermain merupakan kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan sejak dini karena memungkinkan anak bersenang-senang dan leluasa dalam Anak-anak adalah "pembelajar alami" karena mereka belajar paling baik ketika aktivitas dilakukan di lingkungan yang menyenangkan tanpa tekanan. Melalui kegiatan bermain plastisin anak diberikan kesempatan untuk menggerakan bagian lengannya , dengan kegiatan bermain plastisin, menyenangkan,tidak mengembangkan imajinasi anak serta bermanfaat bagi pembelajarannya. (Sesa Pirunika. Taty Fauzi M, 2. Plastisin disebut juga dengan kata Play dough. , bermain dengan plastisin dapat digunakan sebagai sarana untuk merangsang perkembangan motorik anak yaitu koordinasi mata dan tangan. Bermain plastisin juga bisa mengoptimalkan kenyamanan anak dalam bermain karena teksturnya yang lembut dan berwarna Ae warni sehingga tidak hanya motorik halus saja. yang diperoleh tetapi juga perkembangan kognitif, dan perkembangan sosial yang di peroleh anak melalui bermain. Plastisin merupakan salah satu media yang dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan koordinasi gerak halus anak. Plastisin memiliki permukaan yang halus, sehingga tidak sulit untuk dibentuk menjadi benda yang ideal. Anak-anak menyukai plastisin karena dengan plastisin anak dapat menghancurkan, menekan, membentuk plastisin menjadi benda, makhluk, manusia, dan 152 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Umi Kulsum, etc. , meningkatkan kemampuan fisik motorik halus anak usia 3- 4 tahun A lain-lain, sesuai dengan kreativitas dan pikiran kreatif anak (Depdikbud, 2. (Pangestika dan Setiyorini, 2. Plastisin merupakan salah satu bantuan pelatihan yang dapat digunakan oleh para pendidik untuk membantu pembelajaran di kelas. Pemanfaatan plastisin dapat memberikan pengalaman yang tidak masuk akal dan menarik bagi anak-anak, melalui media ini guru dapat melibatkannya sebagai awal pembelajaran dan sebagai metode untuk memperhatikan pergantian peristiwa pada anak (Dynna Wahyu Perwita Sari. Mengingat potensi motorik halus pada koordinasi mata dan tangan tetap dapat diciptakan, maka diyakini kemampuan fungsi otot-otot jari tetap dapat dipersiapkan (Yarsiah dan Kasiyati, 2. Berdasarkan laporan mendasar yang dilaksanakan di Paud Al Ae Firdaus, di kelompok A telah terjadi pada Seorang anak berinisial SF yang mengalami kendala motorik halus pada koordinasi mata dan tangan. Guru memperhatikan anak-anak ketika sedang berkonsentrasi di ruang belajar, kemudian anak-anak mengikuti perkembangan yang dialami dimana anak-anak memperhatikan pendidik dalam memahami ilustrasi pada hari itu. Guru melakukan evaluasi kemampuan motorik halus pada koordinasi mata dan tangan anak, akibat dari evaluasi kemampuan motorik halus yang telah selesai adalah sebagai berikut: terdapat 10 hal gerak motorik halus, dari 10 hal tersebut terdapat 2 hal. Hal-hal yang dapat dilakukan anak-anak, khususnya merobek kertas berukuran besar dan membaliknya. -balikkan bukunya. Selain itu, 8 hal lainnya antara lain anak tidak mampu menyelesaikan latihan motorik halus dengan baik, anak tidak mampu melipat , kertas, merobek sedikit kertas, melipat kertas, memotong kertas tanpa pola, memotong kertas dengan pola. , pegang pensil, pegang buku. Berdasarkan hasill penilaian yang dilakukan peneliti terhadap anak, cenderung dapat diartikan . bahwa anak tersebut mengalami kesulitan dalam melakukan. motorik halus pada koordinasi mata dan tangan. Dengan asumsi hal ini terjadi, anak akan mengalami hambatan dalam gerakan terkoordinasi dengan baik sehingga nantinya anak tersebut akan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan latihan belajar di kelas dan melakukan latihan bebas di rumah. Kapasitas motorik halus adalah kapasitas yang perlu dimiliki seseorang dalam menyelesaikan tugas-tugas proaktif sehari-hari, baik dalam seluruh pekerjaan aktual atau sebagai bagian dari pekerjaan aktif yang terlibat dalam pekerjaan. Beberapa pekerjaan sebenarnya yang dimaksud adalah seluruh 153 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Umi Kulsum, etc. , meningkatkan kemampuan fisik motorik halus anak usia 3- 4 tahun A perkembangan jari tangan dan mata (Yetni. Kasiyati, dan Damri, 2. Penulis akan melakukan gerakan-gerakan terkoordinasi yang baik dalam kemampuan koordinasi mata dan tangan anak-anak dengan menggunakan plastisin, yaitu dengan cara menggenggam plastisin, menghancurkan plastisin dan membuat bintik-bintik atau bentuk-bentuk menarik dari plastisin. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan oleh para analis di dalam kelas melalui refleksi diri, bertekad untuk lebih mengembangkan pelaksanaannya, agar hasil belajar anak mencapai tingkat berikutnya. Penelitian ini menggunakan tahapan kegiatan dengan dua siklus yang dilakukan yaitu Siklus 1 dan Siklus 2. Penelitian ini dilaksanakan di Paud Al Ae Firdaus Kecamatan Wonomerto Kab. Probolinggo yang dilaksanakan pada bulan September Ae Oktober 2023 di Paud Al Ae Firdaus dengan subyek dalam eksplorasi ini menjadi anak-anak di Paud Al Ae Firdaus. Dengan rentang usia 3-4 tahun, jumlah remajanya sebanyak 16 orang yang terdiri dari 7 orang remaja putra dan 9 orang remaja putri. Teknik pengumpulan informasi pada pemeriksaan ini adalah dengan persepsi, pertemuan dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu Siklus 1 dan Siklus 2 dengan strategi penyelidikan informasi dalam eksplorasi ini sesuai dengan jenis informasi yang dikumpulkan berupa informasi kuantitatif, khususnya hasil yang diperoleh anak dalam pembelajaran media plastisin untuk mengerjakan soal halus anak. Kemampuan terkoordinasi, dievaluasi oleh penonton menggunakan lembaran. Pengamatan. Hasil yang dimaksud mencakup kualitas yang diperoleh selama penilaian awal serta kualitas yang diambil dari siklus Untuk lokasi dan waktu penelitian . Lokasi Penelitian ini telah dilaksanakan di Paud Al Ae Firdaus Kecamatan Wonomerto Kabupaten Probolinggo. Dan Waktu Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 13 September sampai 12 Oktober 2023 HASIL DAN PEMBAHASAN Keterampilan fisik motorik halus adalah bagian dari kemampuan dan potensi setiap anak. Agar kemampuan terpendam tersebutd dapat berkembang secara optimal, maka perlu diberikan dasar-dasar ketrampilan dasar melaluipelatihan dan pembinaan yang dikemas dalam aktivitas bermain yang menyenangkan. Hal ini juga pada kemampuan dasar, seperti fisik/ motorik . asar, halu. berbahasa, kognitif, dan keterampilan artistikk. Pendidikan pra sekolah merupakan tempat yang untuk mengembangkan ketrampilan motorik halus anak sebagaimana diatur 154 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Umi Kulsum, etc. , meningkatkan kemampuan fisik motorik halus anak usia 3- 4 tahun A dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar PAUDd yang dengan jelas menyebutkan keterampilan motorik halus. Aktivitas minimal seorang anak harus mencapai tingkat minim tergantung pada usia mereka Serta di oleh sarana dan prasarana yang memadai infrastruktur. (Suci, 2. Dalam Permendikbud No. Tahun 2014 tentanggProgram PAUD Tahun 2013 dijelaskan bahwa program pengembangan fisikmotorikk meliputi penciptaan suasana pengembangan a kematangan motorik dalam konteks bermain yang menyenangkan. Permendikbud No. 137 Tahun 2014 tentang Standar PAUD menyatakan bahwa pengembangan keterampilan motorik halus meliputi kemampuan dan kelenturan menggunakan jarii tangan dan alat untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan diri dalam berbagai bentukk kesadaran yang berbeda. (Suci, 2. Sementara realita yang ada. Kemajuan motorik halus anak yang baik dalam pendidikan prasekolah diperkenalkan dengan cara yang buruk dan pemilihan media atau strategi yang saat ini kurang tepat, begitu pula dengan kecenderungan dan pola asuh serta pertunjukan dalam keluarga yang jarang memberikan pelatihan yang berhubungan dengan partisipasi jari sebagai suatu peraturan. umumnya akan menggunakan gadget yang terkomputerisasi seperti workstation. I Ped. PDA dan berbagai gadget lainnya yang utamanya menggunakan satu jari. Akibatnya, hal ini menunjukkan rendahnya tingkat kemampuan beradaptasi dan koordinasi motorik hakus yang baik pada anak Penelitian ini dinamakan Penelitian Tindakan Kelas(PTK) (Sugiyono, 2. Dalam Penelitian Tindakan Kelas ini ilmuwan memusatkan perhatian penelitiannya pada usaha mengerjakan gerak terkoordinasi halus dengan bermain plastisin di kelompok A Paud Al-Firdaus Kareng Kidul. Wonomerto Probolinggo. Subjek penelitiannya adalah kelompok A Tahun Pelajaran 2023/2024. Kelompok A berjumlah 16 orang yang terdiri dari 7 siswa dan 9 siswi Soal yang dipusatkan dalam ujian ini adalah gerak terkoordinasi halus Kelompok A di Paud Al-Firdaus Kareng Kidul. Wonomerto. Probolinggo semester I tahun ajaran 2023/2024. Penelitian aktivitas kelas terjadi secara konsisten. Setiap siklus terdiri dari 2 tahap yaitu penyusunan kegiatan dan pelaksanaan kegiatan, serta persepsi/penilaian dan refleksi. (Pangestika dan Setiyorini, 155 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Umi Kulsum, etc. , meningkatkan kemampuan fisik motorik halus anak usia 3- 4 tahun A Tahap penyusunan mempunyai beberapa latihan antara lain . Melihat dan mengeksplorasi permasalahan dengan memahami secara gamblang permasalahan yang akan diselidiki. Isu tersebut harus benar-benar terjadi di lapangan, isu tersebut harus bersifat umum di dalam kelas, isu tersebut cukup signifikan dan bernilai untuk menggarap hakikat hasil pembelajaran, dan isu tersebut harus berada dalam lingkup kapasitas ilmuwan. Menentukan tujuan mengarahkan ujian yang menjadi alasan PTK . Menyusun permasalahan secara lugas, berupa pertanyaan atau kalimat ingin tahu . Menentukan strategi yang akan digunakan pada tahap penyusunan semester awal tahun 2023/ Tahun Ilmiah 2024. Penelitian kegiatan wali kelas diselesaikan secara siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 2 tahap berupa penyusunan kegiatan dan pelaksanaan kegiatan, serta persepsi/penilaian dan refleksi. (Pangestika dan Setiyorini, 2. Tahap Penyusunan Dalam tahap ini. Ilmuwan melakukan apa yang diatur, dan penyusunannya Instruktur merancang pelaksanaan gerak maju melalui pelaksanaan RKM dan RKH Pendidik menjadikan alat persepsi dan penilaian Pendidik merencanakan waktu pembelajaran, misalnya waktu pembelajaran terjadi dalam dua pertemuan dalam satu siklus, masing-masing pertemuan berdurasi 30 menit dan menitik beratkan pada latihan pembelajaran. Eksekusi Eliminasi Pada tahap ini pendidik menyampaikan penelitian sesuai Tahap Persepsi Pada tahap ini ahli memperhatikan proses tindakan yang terus menerus, memperhatikan latihan-latihan yang dilakukan pendidik, memperhatikan latihan-latihan anak dalam bermain plastisin. Dari hasil persepsi, refleksi akan digunakan untuk mensurvei anak-anak. Kisi instrument perkembangan motorik halus bisa dilihat pada Tabel 1. Kompetensi Dasar Indikator Anggota tubuh digunakan sebagai . Memegang dan menekan benda dengan perkembangan motorik kasar dan 10 jari . Membuat bentuk bulat seperti bola . Membuat bentuk datar seperti sayap 156 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Umi Kulsum, etc. , meningkatkan kemampuan fisik motorik halus anak usia 3- 4 tahun A . Membuat bentuk tiga sisi seperti bagian atas rumah Prosedur pemeriksaan ini menggunakan penyelidikan ilustratif terukur dengan teknik penyelidikan grafis kuantitatif. Teknik pemeriksaan pencerahan kuantitatif ini digunakan untuk menentukan aturan gerakan terkoordinasi halus yang diubah menjadi evaluasi patokan lima skala (PAP) dan persamaan tersebut digunakan untuk penyelidikan untuk menentukan kecepatan rata-rata. Standar PAP untuk lima gerakan terkoordinasi halus yang direkam dalam bentuk hard copy digambarkan sebagai . tingkat kewibawaan kemampuan terkoordinasi halus melalui latihan bermain plastisin sebesar 0%-54% diingat untuk model yang sangat rendah, . tingkat otoritas gerak terkoordinasi halus melalui latihan bermain plastisin 55%-64% mengingat aturan rendah, . derajat otoritas gerak terkoordinasi halus melalui latihan bermain plastisin 65%-79% mengingat aturan sedang, . derajat dominasi gerak terkoordinasi halus melalui latihan bermain plastisin 80% - 89% diingat pada model tinggi, dan . derajat dominasi kemampuan koordinasi halus melalui latihan bermain plastisin 90% - 100 persen diingat pada model tinggi . Petunjuk prestasi dijadikan tolak ukur dalam ujian Tanda-tanda kemajuannya adalah sebagai berikut . peningkatan peningkatan kualitas mesin hingga mencapai kelas atas . -89%). Secara tradisional, peningkatan kemampuan motorik halus anak-anak berkembang sesuai asumsi, mencapai 80% dari total 16 anak. (Romah dan Gading, 2. Eksplorasi yang telah selesai adalah Penelitian Tindakan Kelass(PTK) yang terdirii dari dua siklus. Setiap siklussterdiri atas penataan, pelaksanaan atauu kegiatan, persepsi, dan refleksi. Luaran yang di dapat pada siklus ini diperoleh dari informasi Dari digunakannuntukk menentukan peningkatan yang terjadi pada anak. Setelah memimpin ujian aktivitas kelas untuk lebih mengembangkan gerakan terkoordinasi halus yang menggunakan media plastisin, standar untuk anak belum dewasa (BB) berkurang dari kondisi dasar 5 anak . %),Namun pada siklus pertama berkurang menjadi 0 anak yang tidak memiliki aturan dan pada siklus kedua tidak ada lagi anak yangg modelnya belum Standar awal penciptaan (MB) dari 1 anak . %) meningkat pada siklus I 157 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Umi Kulsum, etc. , meningkatkan kemampuan fisik motorik halus anak usia 3- 4 tahun A menjadi 4 anak . %) dan pada siklus II tidak ada lagi anak dalam upaya awal Standar berkreasi sesuai asumsi (BSH) dari awal aktivitas anak hingga model berkreasi sesuai asumsi (BSH),Pada siklus I terdapat 2 anak pada model pembuatan true to form (BSH) dan pada siklus II masih terdapat 2 anak . %) pada aturan pembuatan true to form (BSH). Standar Tumbuh Sehat (BSB) pada kondisi awal dan siklus I, secara keseluruhan tidak ada anak tumbuh baik (BSB), namun pada siklus II meningkat menjadi 4 anak, 67%) Dari hasil informasi yang diperoleh pada siklus I, masih perlu dilakukan tindakan lanjutan karena hasil yang diperoleh belum maksimal. Informasi yang diperoleh pada siklus II menunjukkan peningkatan yang unggul. Kemampuan anakanak yang terkoordinasi dengan baik terus berkembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bermain dengan plastisin dapat melatih kemampuan koordinasi yang baik pada anak usia 3-4 tahun di Paud Al-Firdaus. Peningkatan koordinasi gerak halus anak pada siklus I menunjukkan bahwa bermain dengan plastisin sangat berpengaruh terhadap koordinasi gerak halus anak usia 3-4 tahun di Paud Al-Firdaus. Anak-anak muda efektif dalam belajar karena para ilmuwan melibatkan strategi dan mendorong anak-anak dalam melakukan kegiatan kelas. Berkenaan dengan akibat dari persepsi tersebut, para ilmuwan mempunyai pilihan dan efektif dalam melakukan kegiatan wali kelas tersebut dengan baik sehingga pembelajaran dapat terlaksana. Peningkatan ini terjadi karenaa sifat anak yang pada dasarnyaamenghargai Bermain merupakan cara yang paling tepat untuk mengembangkan kemampuan anak sesuaai kapasitasnya. Melalui bermain, anak memperolehh dan menangani informasi tentang hal-hal baru dan melatih keterampilan yang sudah ada. Permainan ini digunakan untuk menyesuaikan dengan perbedaan anak-anak. Permainan yang digunakan di Paud Al-Firdaus merupakan permainan yang membangkitkan kreativitas anak dan menarik. Oleh karena itu, bermain sambil belajar yang terus menerus merupakan norma dasar pembelajaran dalam Bimbingan Belajar Remaja. (Khabibatur Rohmah dan Gading, 2. Bermain dengan plastisin memiliki beberapa latihan antara lain menekan, meraba, meruntuhkan, melempar, serta lain sebagainya. Dengan bermain plastisin, kita bisa membentuk jari-jari, meregangkan otot-otot jari, mengasah sifat tidak kenal lelah dan toleransi serta menumbuhkan daya cipta dan daya cipta anak (Feminin dan Pusari, 158 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Umi Kulsum, etc. , meningkatkan kemampuan fisik motorik halus anak usia 3- 4 tahun A Mardiah dkk. , 2. Oleh karena itu, bermain plastisin merupakan kegiatan cerdas untuk melatih gerakan halus anak yang terkoordinasi. Dengan asumsi aksi bermain plastisin dilakukan sesering mungkin maka jari-jari anak akan semakin membumi sehingga dapat memegang pensill, mengancingkan pakaian, memotong, memegang kuas, dan lain-lain dengan sempurna (Pangestika dan Setiyorini, 2015. Sari et al. , 2015 ). Bermain dengan plastisin yang diberikan dengan tepat menjadi kemampuann penting bagi remaja untuk memperoleh peluang pertumbuhan yang lebih luas, lebih tinggi, dan lebih rumit. (Khabibatur Rohmah dan Gading, 2. Oleh karena itu, . hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah penggunaan plastisin dalam bermain dapat melatih fisik motorik halus anak usia 3-4 tahun di A. Kareng Kidul. Wonomerto. Probolinggo. KESIMPULAN Berlandaskan hasil eksplorasi. , daya imajinatif anak pada siklus satu hanya setengahnya, serta pada siklus kedua. meningkat sebesar 85%. Hal ini terjadi karena guru memberikan warna plastisin yang mencolok, indah dan harum, sehingga anak lebih imajinatif dalam menyusun plastisin menjadi permainan dengan berbagai bentuk. Kemudian pada saat itu juga guru memberikan penghormatan yang pada mulanya hanya diberi pujian. Namun, pujian saja tidak cukup, sehingga kita memberikan hadiah yang sangat besar, misalnya dengan memberikan perhiasan kepada bintang, anak-anak menjadi lebih energik dan bersemangat bermain plastisin. Selain itu, guru memberikan aturan yang jelas dan masuk. Sehingga beralasan bahwa bermain plastisin dapat lebih mengembangkan fisik, daya cipta mesin halus anak usia 3-4 tahun, kelompok A. Kareng Kidul. Wonomerto. Probolinggo. Berdasarkan hasil penelitian harapan dari penelitian yang diperoleh telah menghasilkan beberapa pemikiran yang diharapkan terbuka bagi semua kalangan, antara Guru hendaknya membuat media plastisin yang. cemerlang dan menarik perhatian. Guru hendaknya membuat plastisin dengan memberikan berbagai bau. Guru hendaknya menyampaikan petunjuk dengan suara yang jelas dalam memahami latihan bermain plastisin dan mengulanginya lebih dari satu kali hingga anak dapat Pendidik umumnya membujuk anak agar lebih energik, baik dengan tepuk tangan atau penghargaan lain, misalnya dengan memberikan kalung bintang. 159 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Umi Kulsum, etc. , meningkatkan kemampuan fisik motorik halus anak usia 3- 4 tahun A DAFTAR PUSTAKA