http://journal. id/index. php/anterior ANALISA DAN AUDIT TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI DENGAN COBIT 5 FRAMEWORK P. 07 PADA BIRO ADMINISTRASI UMUM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALANGKARAYA Analysis and Audit of Information Technology Governance Using Cobit 5 Framework P. 07 at the General Administration Bureau of the University of Muhammadiyah Palangkaraya Ika Safitri Windiarti1 Abstrak Fitriani2 Tata kelola teknologi informasi adalah bagian yang terintegrasi dari pengelolaan organisasi yang mencakup kepemimpinan, struktur serta proses organisasi yang memastikan bahwa teknologi informasi dimanfaatkan seoptimal mungkin. Suatu institusi setaraf UMP terutama di bagian BAU, sudah saatnya dikelola dengan berbasis TI mengingat kompleksitas pekerjaan dan untuk efisiensi dan efektivitas kerja karyawan yang berkerja di BAU UMP. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi tata kelola TI di BAU UMP untuk saat ini dan menganalisa kebutuhan TI untuk 5-10 tahun yang akan datang dengan menerapkan metode COBIT 5 Framework. Berdasarkan data responden, untuk 5-10 tahun yang akan datang. BAU UM Palangkaraya memerlukan paling tidak 6 orang staff dengan latar pendidikan IT atau Ilmu Komputer untuk masing-masing bagian sebanyak 1 orang staff. Untuk penelitian kelanjutannya adalah bekerja pada subdomain PO. 08 dan PO 09. Mita Sari Agung Prabowo4 Dosen Program Studi Ilmu Komputer. Fakultas Teknik. Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Dosen Program Studi Administrasi Negara. Fisip. Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Dosen Program Studi Sitem Informasi STMIK Palangkaraya *email: ikasafitri@gmail. Abstract Kata Kunci: COBIT 5 tatakelola IT Audit TI manajemen IT Keywords: COBIT 5 IT governance IT audit IT management Information technology governance is an integrated part of organizational management that includes leadership, organizational structure and processes that ensure that information technology is utilized as optimal as possible. institution similar to UMP, especially in the BAU section, it is time to be managed on an IT-based basis in view of the complexity of the work and for the efficiency and effectiveness of the work of employees working at BAU UMP. The purpose of this study is to determine the condition of IT governance in the UMP BAU for now and analyze IT needs for the next 5-10 years by applying the COBIT 5 Framework method. Based on respondent data, for the next 5-10 years. BAU UM Palangkaraya requires at least 6 staff with educational background in IT or Computer Science for each section of 1 staff For further research is to work on subdomains PO. 08 and PO 09. A yearThe Authors. Published by Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/bysa/4. 0/). DOI: https://doi. org/10. 33084/anterior. Anterior Jurnal. Volume 19 Issue 1. Desember 2019. Page 153 Ae 159 PENDAHULUAN Di era globalisasi ini perkembangan teknologi informasi menunjukkan bahwa masyarakat dunia sudah sangat membutuhkan adanya teknologi yang cepat dan akurat. Perkembangan sistem teknologi informasi menyebabkan perubahan- perubahan peran mulai dari peran efisiensi, efektivitas sampai pada peran strategik. Teknologi informasi (TI) tidak hanya difungsikan sebagai pendukung . tapi menjadi bagian atau penentu kesuksesan. Hal ini dibuktikan dengan adanya fakta bahwa pengelolaan TI diarahkan untuk peningkatan kinerja suatu organisasi dan merupakan tanggung jawab seluruh manajemen dalam organsisasi. Tata kelola teknologi informasi adalah bagian yang terintegrasi dari pengelolaan organisasi yang mencakup kepemimpinan, struktur serta proses organisasi yang memastikan bahwa teknologi informasi dimanfaatkan seoptimal mungkin. Pada penelitian ini dilakukan analisa dan audit tata kelola teknologi pada Biro Administrasi Umum (BAU) Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMP) dengan menggunakan COBIT 5 Framework pada Domain P. 7 yang meliputi IT Human Resources atau Sumber Daya Manusia Teknologi Informasi (SDM-TI). Hal yang melandasi peneliti ingin melakukan penelitian ini adalah bahwa dalam suatu institusi setaraf UMP terutama di bagian BAU, sudah saatnya dikelola dengan berbasis TI mengingat kompleksitas pekerjaan dan untuk efisiensi dan efektivitas kerja karyawan yang berkerja di BAU UMP. UMP dengan mahasiswa aktif sejumlah kurang lebih 4500 mahasiswa dan arus kegiatan belajar mengajar yang sangat aktif dan padat, akan sulit untuk dikelola apabila tidak menggunakan adanya implementasi TI. Rumusan masalah dalam penelitian ini didasarkan pada kondisi saat ini di BAU UMP, tata kelola TI masih bersifat stand-alone artinya bahwa pemanfaatan TI dalam mendukung pekerjaan di BAU UMP sudah ada tetapi masih berdiri sendiri-sendiri di masingmasing bagian. Belum ada suatu sistem yang terintegrasi untuk mengelola TI tersebut. Kondisi awal ini perlu adanya assessment . dengan menggunakan COBIT 5 Framework untuk mengetahui baseline analisa dan auditnya. Adapun tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi tata kelola TI di BAU UMP untuk saat ini dan menganalisa kebutuhan TI untuk 510 tahun yang akan datang dengan menerapkan metode COBIT 5 Framework. Hasil dari penelitian ini nantinya akan digunakan sebagai baseline analisa kebutuhan tenaga SDM TI di BAU UMP serta sebagai acuan rekomendasi penerapan aplikasi digitalisasi data dan informasi di Universitas Muhammadiyah p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 Palangkaraya. TINJAUAN PUSTAKA Terdapat 5 lingkup proses tata kelola berdasarkan peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor: 41/PER/MEN/KOMINFO/11/2007, yaitu: Perencanaan sistem yaitu proses ini menangani identifikasi kebutuhan organisasi dan formulasi inisiatif-inisiatif TI yang dapat memenuhi kebutuhan organisasi tersebut. Manajemen belanja/investasi yaitu proses yang menangani pengelolaan investasi/belanja TI. Realisasi sistem yaitu proses ini menangani pemilihan, penetapan, pengembangan sistem TI, serta manajemen proyek TI. Pengoperasian sistem yaitu proses ini menangani operasi TI yang memberikan jaminan tingkat layanan dan keamanan sistem TI yang dioperasikan. Pemeliharaan sistem yaitu proses ini menangani pemeliharaan asset- aset TI untuk mendukung pengoperasian sistem yang optimal. Penerapan teknologi informasi memiliki nilai investasi yang tinggi sehingga perlu adanya pengelolaan TI yang Melalui pengelolaan TI yang baik maka proses TI yang ada dapat berjalan secara sistematis, terkendali, efektif, efisien, dapat mengurangi biaya operasional dan meningkatkan daya saing. Hasil yang baik dari sebuah pengelolaan TI dapat dicapai jika dikembangkan dengan menggunakan IT Framework berstandar Internasional salah satunya adalah Control Objective for Information and Related Technology (COBIT). COBIT (Control Objective for Information and related Technolog. merupakan sekumpulan dokumentasi dan panduan untuk mengimplementasikan IT Governance, kerangka kerja yang membantu auditor, manajemen dan pengguna . untuk menjembatani pemisah . antara resiko bisnis, kebutuhan kontrol dan COBIT dikembangkan oleh IT Governance Institute (ITGI) yang merupakan bagian dari Information System Audit and Control Association (ISACA. Terdapat kelebihan dan kekurangan pada kerangka kerja COBIT. Kelebihan dari COBIT yaitu efektif dan efisien, berhubungan dengan informasi yang relevan terkait dengan proses bisnis, integritas, ketepatan dan kelengkapan informasi yang diberikan dan proteksi terhadap informasi sensitif dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Sedangkan kekurangan dari COBIT yaitu COBIT hanya berfokus pada kendali dan implementasi operasional maka perlu mengadopsi Ika Safitri Windiarti,Fitriani,Mita Sari. Analisa Dan Audit Tata Kelola Teknologi Informasi Dengan Cobit 5 Framework 07 Pada Biro Administrasi Umum Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. berbagai kerangka kerja lain seperti Infrastructure Library dan kerumitan dalam penerapan. COBIT 5 adalah sebuah kerangka kerja untuk tata kelola dan manajemen teknologi informasi dan semua yang berhubungan, yang dimulai dari memenuhi kebutuhan stakeholder akan informasi dan teknologi (ISACA, 2. COBIT 5 memiliki 2 . area utama yaitu area tata kelola . dan area manajemen . Pengaturan (Gover. terkait hal-hal apa yang mendasari tata kelola tersebut yang ditentukan melalui pendefinisian strategi dan kontrol. Sedangkan pengelolaan . terkait bagaimana tata kelola tersebut dilaksanakan merupakan cakupan dari pengelolaan . yang ditentukan melalui rencana taktis. Prinsip ini menjelaskan bahwa dalam kerangka kerja . COBIT 5 membuat perbedaan yang jelas diantara tata kelola . dan manajemen . Tata kelola . melibatkan pengambilan keputusan pada high level, tanggung jawab direksi di bawah kepemimpinan ketua. Sedangkan, manajemen . tanggung jawab manajemen eksekutif kepemimpinan CEO. Tabel 1 Perbedaan Mengatur dan Menatakelola TI (Jogiyanto dan Abdillah, 2. Kriteria Mengatur (Manag. TI Batasan (Scop. Lebih sempit karena bagian dari tata kelola TI Departemen TI Keputusan TI spesifik Proses internal Sekarang Keputusan yang dibuat Mekanisme Keputusan TI Fokus Horison Objek keputusan Proses implementasi Dapat dialihkan . Pihak yang bertanggung Jawab Manajer TI (CIO) Dalam penerapan COBIT 5 Framework ada sekumpulan 155tatis yang mempengaruhi sesuatu yang akan dikerjakan oleh organisasi yang disebut sebagai Enablers (ISACA, 2. Dalam hal ini terkait pengelolaan teknologi informasi di organisasi, yaitu: Prinsip. Kebijakan dan Kerangka Kerja (Principles. Policies and Framewor. adalah alat atau pendorong untuk menerjemahkan tingkah laku ke dalam panduan praktis untuk manajemen sehari-hari. Proses (Processe. menjelaskan tentang sekumpulan kegiatan yang terorganisir untuk mencapai tujuan tertentu dan menghasilkan pencapaian tujuan IT. Struktur Organisasi (Organizational Structure. adalah entitas dalam organisasi sebagai kunci dalam membuat keputusan. Budaya. Etika dan Perilaku (Culture. Ethics and Menata kelola . TI Lebih luas Korporasi Keputusan TI korporat Internal dan eksternal Jangka panjang Siapa membuat keputusan Tidak dapat dialihkan Dewan direksi termasuk CIO Behaviou. merupakan 155tatis keberhasilan dalam kegiatan tata kelola dan manajemen. Informasi (Informatio. dalam organisasi terdiri dari informasi yang dihasilkan dan digunakan. Informasi dibutuhkan agar organisasi dapat berjalan dengan baik. Layanan. Infrastruktur dan Aplikasi (Service. Infrastructure and Application. infrastruktur teknologi dan aplikasi yang menyediakan proses dan layanan teknologi informasi bagi organisasi/organisasi. Orang. Kemampuan dan Kompetensi (People, skills and competencie. berhubungan dengan seorang individu dan kebutuhan untuk memenuhi semua aktifitas untuk mencapai kesuksesan dan membuat keputusan yang tepat dengan langkah yang tepat. Idealnya dalam analisa dan audit tata kelola TI di suatu organisasi, melibatkan secara keseluruhan 5 Anterior Jurnal. Volume 19 Issue 1. Desember 2019. Page 153 Ae 159 framework yang ada sebagai standar. Akan tetapi dalam implementasinya, suatu organisasi menganalisa dan mengaudit tata kelola TI menggunakan framework dan domain yang relevan saja, yang pada p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 saat itu diperlukan untuk dianalisa dan diaudit. Ada 5 Framework Utama dalam COBIT 5, seperti pada Gambar 2. 1 berikut Gambar . Cobit Framework Adapun penjelasan domain tiap-tiap framework dijelaskan pada table 2 yang meliputi total sejumlah 34 Domain Proses COBIT. Skor dan tingkat Maturity dari tiap proses. Tabel 2 Domain, skor dan tingkat maturity Plan and Organize KODE PROSES SKOR TINGKAT MATURITY PO1 PO2 Menetapkan rencana Strategis TI Menetapkan arsitektur 156tatis informasi Define Non-Existent PO3 PO4 PO5 Menetapkan arah teknologi Menetapkan proses TI, organisasi dan hubungannya Mengatur investasi TI Define Define Define PO6 PO7 PO8 PO9 PO10 Mengkomunikasikan tujuan dan arahan manajemen Mengelola sumberdaya manusia Mengatur kualitas Menilai dan mengatur resiko TI Mengatur Proyek Rata-rata Domain PO Manage Manage Define Non-Existent Non-Existent Repeatable Acquire and Implement Ika Safitri Windiarti,Fitriani,Mita Sari. Analisa Dan Audit Tata Kelola Teknologi Informasi Dengan Cobit 5 Framework 07 Pada Biro Administrasi Umum Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. KODE PROSES SKOR TINGKAT MATURITY AI1 AI2 AI3 AI4 Identifikasi solusi-solusi otomatis Mendapatkan dan memelihara perangkat lunak aplikasi Mendapatkan dan memelihara infrastruktur teknologi Menjalankan operasi dan menggunakannya Non-Existent Define Define Define AI5 AI6 AI7 Pengadaan sumber daya TI Mengelola perubahan Instalasi dan akreditasi solusi serta perubahan Rata-rata Domain AI Define Non-Existent Non-Existent Repeatable Delivery and Support KODE PROSES SKOR TINGKAT MATURITY DS1 DS2 DS3 DS4 DS5 DS6 Menetapkan dan mengatur tingkat layanan Pengaturan layanan dengan pihak ketiga Mengatur kinerja dan kapasitas Memastikan ketersediaan layanan Memastikan keamanan sistem Identifikasi dan biaya tambahan Non-Existent Define Non-Existent Define Define Non-Existent DS7 DS8 DS9 DS10 DS11 DS12 DS13 Mendidik dan melatih user Mengelola bantuan layanan dan insiden Mengatur konfigurasi Mengelola masalah Mengelola data Mengelola fasilitas Mengelola operasi Define Non-Existent Non-Existent Non-Existent Define Define Define Rata-rata Domain DS Repeatable Monitor and Evaluate KODE PROSES SKOR TINGKAT MATURITY ME1 ME2 ME3 Monitor dan Evaluasi Kinerja TI Monitor dan Evaluasi Pengendalian Internal Mendapatkan jaminan independent Define Define Non-Existent ME4 Penyediaan untuk tatakelola TI Rata-rata Domain ME Define Repeatable Pada penelitian ini, digunakan domain PO 07 yaitu Mengelola Sumberdaya Manusia dengan skor 4 dan tingkat maturity Manage. Pada proses ini menjelaskan tentang melakukan pendekatan terstruktur untuk memastikan struktur yang optimal, penempatan, hak keputusan dan keterampilan sumber daya manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif karena objek penelitiannya bersifat alamiah. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk meneliti suatu objek yang alamiah yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari objek penelitian yang diamati (Sugiyono, 2. METODE PENELITIAN Metode Pengumpulan Data Anterior Jurnal. Volume 19 Issue 1. Desember 2019. Page 153 Ae 159 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 Pada penelitian ini dilakukan pengumpulan data. Data yang digunakan yaitu: Data primer adalah data yang diperoleh langsung di lapangan, yaitu: Observasi. pendekatan untuk memperoleh data dengan cara mengamati langsung objek datanya \. Wawancara. adalah komunikasi dua arah untuk mendapatkan data dari Wawancara untuk menemukan masalah secara lebih terbuka melalui pendapat dan ide yang disampaikan oleh responden (Sugiyono. C permasalahan pada penelitian, yaitu: Kuesioner. adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2. Data sekunder adalah data yang diperoleh C Studi Literatur. adalah proses kegiatan menelaah dan membaca bahan pustaka buku-buku, mempelajari penelitian sejenis yang pernah dilakukan orang lain, serta mempelajari mengenai 158tati terkait penelitian yang dilakukan (Sanjaya. Metode Analisis Data Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif yang menekankan pada sumber data dan fakta. Kemudian data dikembangkan dengan acuan pada capability level COBIT 5 dan skala pengukuran Likert. ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN Dari hasil analisa profil responden yang dilibatkan dalam penelitian ini, maka diperoleh secara statistik jumlah personil dengan latar belakang pendidikan non Lata r B el a kang Pendi di kan General Administration International Affairs Finance Asset Management Human Resources Public Relations and Protocoler Non-IT Gambar 2. Latar Belakang Pendidikan Responden Menurut hasil observasi di lapangan, ada 2 orang di bagian Humas dan Protokoler yang memiliki kemampuan IT secara otodidak, yaitu dibidang desain grafis dan video making/editing. Selebihnya, mereka memiliki kemampuan IT sebagai lever operator yaitu menguasai Microsoft Word. Excell dan Powerpoint. Selain itu mereka mampu bertindak sebagai Internet Super User di tingkat Basic, yaitu menggunakan web browser, email, aplikasi-aplikasi sederhana, serta mengoperasikan printer dan scanner. Setelah dilakukan wawancara dan Tanya jawab kuisioner, maka diperoleh pendapat para resonden dengan keterangan seperti pada Gambar 3 berikut Ika Safitri Windiarti,Fitriani,Mita Sari. Analisa Dan Audit Tata Kelola Teknologi Informasi Dengan Cobit 5 Framework 07 Pada Biro Administrasi Umum Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Proporsi Responden terhadap Pernyataan COBIT 5 Sub Domain PO7 0 0 3 0 0 2 7 1 6 Proses kanA Kemampuan dan Kompetensi TI dimiliki oleh Penempatan posisi dan karyawan dinilai dariA PO 7. PO 7. PO 7. KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN Berdasarkan data responden, untuk 5-10 tahun yang akan datang. BAU UM Palangkaraya memerlukan paling tidak 6 orang staff dengan latar pendidikan IT atau Ilmu Komputer untuk masing-masing bagian sebanyak 1 orang staff Ada beberapa staff yang walaupun tidak memiliki latar belakang IT, tetapi punya ketrampilan IT yang didapatkan secara otodidak, dan hal ini perlu untuk diapresiasi, dan kepada mereka perlu diberikan training secara berkala. SARAN BAU UM Palangkaraya sangat memerlukan SDM berlatar belakang IT Rekomendasi ini sesuai dan bisa diimplementasikan di BAU UM Palangkaraya Untuk kelanjutan riset ini bias dikembangkan sub domain PO 8 (Manage Qualit. dan PO9 (Manage IT Risk. 7 0 1 PO 7. Dari hasil pendapat mereka pada kuesioner tersebut, maka dapat dianalisa bawa staff di BAU UM Palangkaraya sudah sangat menyadari adanya kebutuhan akan kemampuan/skill di bidang IT untuk bidang pekerjaan mereka. Secara detil mereka merincikannya di dalam proses wawancara. Harapannya adalah bias dilakukan penambahan staff IT di tiap bagian di BAU UM Palangkaraya. 0 0 0 7 0 7 Kemampuan TI menjadi kriteria evaluasi kinerja Penggunaan alat bantu Teknologi Informasi (Komputer. Printer danA STS PO 7. PO 7. DAFTAR PUSTAKA