PASTORALIA STIPAS Keuskupan Agung Kupang Jurnal Penelitian Dosen P-ISSN: 2579-9355 E-ISSN: 2797-2216 Volume 5 Nomor 1. Edisi Juni 2024 ANALISIS DESKRIPSI HASIL BELAJAR MATA KULIAH PENGANTAR TEOLOGI PADA MAHASISWA PENDIDIKAN KEAGAMAAN KATOLIK ANGKATAN 2021 Rotua Dominika Sinaga STPK St. Yohanes Rasul Jayapura domdomssps@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Pengantar Teologi. Hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Pengantar Teologi tergolong rendah. Peneliti memiliki dugaan nilai rata-rata hasil belajar pengantar teologi mahasiswa angkatan 2021 sama dengan nilai populasi sebesar 65. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 mahasiswa STPK St. Yohanes Rasul Jayapura pada Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik angkatan 2021. Metode yang digunakan Kuantitatif analisis Sampel yang diuji oleh dalam penelitian ini termasuk sample bebas atau sampel yang tidak berpasangan. Data yang digunakan berupa dokumen hasil belajar mata kuliah Pengantar Teologi dari 30 orang mahasiswa angkatan 2021. Teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif dan wawancara tidak terstruktur terhadap mahasiswa. Untuk menjawab hipotesis penelitian ini dilakukan dengan mengunakan Uji One Sample t Test. Berdasarkan hasil Uji One Sample t Test ditemukan Nilai Sig . wo-taile. sebesar 0,020O0. 05, dengan demikian HO ditolak dalam penelitian ini, artinya bahwa nilai hasil belajar mata kuliah pengantar Teologi pada mahasiswa angkatan 2021 tidak sama dengan 65, bahkan nilai rata-rata mahasiswa angkatan 2021 masih kurang dari rata-rata nilai populasi sebesar -1,42. Nilai hasil belajar pengantar Teologi mahasiswa angkatan 2021 masih jauh dari nilai rata-rata populasi. Kata Kunci Hasil belajar. Pengantar Teologi. Mahasiwa Abstract This research aims to provide an overview of student learning outcomes in the Introduction to Theology course. Student learning outcomes in the Introduction to Theology course are relatively low. The researcher estimates that the average score for introductory theology learning outcomes for students in the class of 2021 is the same as the population score of 65. The sample in this study was 30 STPK St. John Rasul Jayapura students in the Catholic Religious Education Study Program class of 2021. The method used was quantitative descriptive analysis. The samples tested in this study included independent samples or unpaired samples. The data used is in the form of documents on learning outcomes for the Introduction to Theology course from 30 students from the class of 2021. Data collection techniques are through participatory observation and unstructured interviews with students. To answer the hypothesis, this research was carried out using the One Sample t Test. Based on the results of the One Sample t Test, it was found that the Sig . wo-taile. value was 020O0. 05, thus HO was rejected in this study, meaning that the learning outcomes score for the introductory Theology course for the class of 2021 students was not the same as 65, even the average score The average student class of 2021 is still less than the average population score of -1. The learning outcomes scores for Introduction to Theology for students from the class of 2021 are still far from the average scores for the population. Keywords Learning Outcomes. Introduction to Theology. Student Pastoralia Vol 5 No 1. Edisi Juni 2024 PENDAHULUAN Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Yohanes Rasul Jayapura didirikan oleh Yayasan Lumen Fidei Papua. Yayasan ini dibentuk dan dikelola oleh Keuskupan Jayapura. Adapun tujuan pendirian STPK St. Yohanes Rasul Jayapura untuk mendidik para calon katekis atau guru Agama Katolik yang akan bekerja di seluruh wilayah Provinsi Papua. Seiring dengan tujuan pendirian lembaga ini, diharapkan perkembangan iman umat Katolik di wilayah Papua semakin baik dengan hadirnya para katekis atau Guru Agama. Adapun visi dari Lembaga ini yaitu. Auterbentuknya katekis pastoral yang injili berdedikasi, peka terhadap tanda-tanda zaman, mampu menerjemahkan Injil sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat demi terwujudnya gereja sebagai persekutuan umat mandiri yang misionerAy. Misi Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik : Aumenjadi program studi yang membentuk tenaga pendidik agama Katolik yang mahardika, mandiri dan misionerAy (St & Jayapura, n. Para katekis memiliki tugas dalam Gereja Katolik untuk menjadi rekan seperjalanan para kaum tertahbis dalam mewartakan Injil. Pewartaan Injil bukan hanya tugas kaum klerus atau tertahbis, tetapi juga menjadi bagian dari semua anggota Gereja yang telah dibaptis, termasuk para katekis (Hardawiryana, 1. Oleh karena itu katekis diharapkan dapat menjadi profesional di bidang Ilmu Keagamaan Katolik. Adapun tugas utama katekis, yaitu mewartakan dan mengajarkan Injil kepada semua orang. Tugas yang lebih konkret dapat diwujudkan bahwa tugas katekis terkait dalam menyiapkan umat Allah dalam Sakramen Inisiasi dan formasio berkelanjutan seperti. pendamping iman anak. Orang Muda Katolik, keluarga dan lingkungan atau Komuntias Basis Gerejani (Meran, 2. Para calon pendidik agama Katolik diharapkan memiliki dua kualitas. Adapun kedua kualitas tesebut yaitu, kualitas kerohanian dan kompentensi kelimuan (Ratrigis & Hatmoko, 2. Untuk mencapai tujuan kualitas-kualitas tersebut, maka sebagai lembaga Katolik para calon katekis dan guru agama Katolik perlu dibekali dengan pengetahuan yang meliputi bidang teologi, katekese, pastoral dan pendidikan. Empat rumpun ilmu tersebut menjadi isi dari kurikulum Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik STPK St. Yohanes Rasul Jayapura. Lembaga mengharapkan dengan kurikulum yang ada menghasilkan lulusan yang berkualitas sesuai dengan harapan. Dari empat bidang di atas mata kuliah yang paling dasar adalah teologi. Rumpun ilmu teologi masih terbagi menjadi. teologi dasar, teologi kitab suci, teologi dogma, dan teologi praktis. Rumpun ilmu teologi menjadi dasar bagi mahasiswa untuk dapat memberikan pengajaran di bidang Agama Katolik. Sebelum mempelajari isi dari teologi, mahasiswa perlu dibekali mata kuliah Pengantar Teologi. Jika mereka tidak dapat memahami mata kuliah pengantar teologi dengan baik, maka akan mengalami kesulitan bagi mahasiswa untuk mempelajari bagian lain dalam rumpun Teologi (Rasiman, 2. Mata Kuliah Teologi menjadi salah satu mata kuliah core yang sangat penting bagi mahasiswa untuk dapat menyelesaikan pendidikan Strata S1 pada program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik. Para calon katekis dituntut untuk memiliki pengetahuan teologi untuk dapat menjalankan tugas-tugas mereka dalam memberikan pengajaran. Dengan demikian semakin pentingnya pengetahuan teologi dasar memberi kontribusi pada kualitas para katekis dalam pelayanan dan panggilan hidup mereka. Semakin Pastoralia Vol 5 No 1. Edisi Juni 2024 mereka dapat memahami teologi dasar maka selanjutnya dapat memberikan landasan yang kuat untuk mempelajari cabang-cabang Ilmu Teologi dengan baik. Tentunya, indikator hasil belajar dapat menentukan sejauh mana seseorang dapat memahami pengetahuan yang dinilai dari ranah aspek kognitif, afektif dan psikomotor (Ariani, 2. Ketiga aspek tersebut menjadi dasar penilaian terhadap hasil belajar yang diakumulasikan dalam bentuk angka. Hasil belajar menunjukkan bagaimana seseoranag dapat mengikuti proses pembelajaran dan mengalami Hasil belajar dipengaruhi oleh faktor-faktor internal dan eksternal. Penelitian-penelitian terdahulu menunjukkan faktor-faktor yang berhubungan dengan hasil belajar terkait regulasi diri, stress akademik dan gaya belajar pada mahasiswa (Husna et al. , 2. Selain itu, faktor regulasi diri, stress akademi dan gaya belajar ditemukan dalam penelitian bahwa hasil belajar mahasiswa juga berhubungan dengan faktor lingkungan, motivasi, dan minat mahasiwa (Mona & Yunita, 2. Realitas yang terjadi pada mahasiswa angkatan 2021 menunjukkan hasil belajar pada mata kuliah pengantar teologi tergolong sangat rendah. Hasil belajar diduga kurang dari rata-rata nilai mata kuliah pengantar teologi pada mahasiswa STPK St. Yohanes Rasul Jayapura. Hal ini ditunjukkan dalam tabel nilai mata kuliah pengantar Teologi angkatan 2021 sebagai berikut: Tabel 1. Hasil belajar mata kuliah Pengantar Teologi NILAI JUMLAH MAHASISWA Tabel 1. 1 nilai mata kuliah pengantar Teologi pada mahasiswa angkatan 2021 menunjukkan bahwa mahasiswa yang mendapat nilai A dengan range nilai . sebanyak 4 orang. Jumlah mahasiswa yang mendapat nilai A masih tergolong rendah dan jumlah mahasiswa yang mendapat nilai E dengan range nilai . sebanyak 13 orang. Dari data di atas dapat dilihat bahwa jumlah mahasiswa yang tidak lulus pada mata kuliah Pengantar Teologi tergolong sangat tinggi. Selain data di atas, peneliti juga melakukan wawancara terhadap mahasiswa yang menyatakan bahwa adanya keluhan para mahasiswa terkait dengan mata kuliah bidang Teologi. Keluhan para mahasiswa bahwa mata kuliah Teologi sangat sulit untuk mendapatkan nilai yang tinggi. Selain itu, observasi peneliti melihat banyak mahasiswa yang seringkali mengontrak ulang mata kuliah seemster bawah karena belum lulus. Data nilai mata Kuliah Pengantar Teologi di atas memberi gambaran bahwa mahasiswa calon Katekis ini masih belum memiliki pengetahuan Teologi dasar dengan baik. Hal itu akan memberi dampak pada kualitas penguasaan akan dasar keilmuan Ajaran Agama Katolik. Berdasarkan paparan di atas peneliti ingin mengetahui apakah nilai rata-rata hasil belajar pengantar teologi mahasiswa angkatan 2021 sama dengan Pastoralia Vol 5 No 1. Edisi Juni 2024 nilai rata-rata mahasiswa sebesar 65. Adapun hipotesis yang diajukan oleh peneliti: HO, artinya jika nilai rata-rata hasil belajar pengantar teologi pada mahasiswa angkatan 2021 sama dengan 65. dan HA, artinya nilai rata-rata hasil belajar pengantar teologi pada mahasiswa angkatan 2021 tidak sama dengan 65. METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode kuantitatif analisis deskriptif. Untuk menjawab hipotesis penelitian ini peneliti mengunakan SPSS Versi 22 melalui Uji One Sample t Test. Adapun tujuan Uji One Sample t Test adalah untuk membandingkan rata-rata sampel yang diteliti yaitu, nilai mata kuliah pengantar Teologi angkatan 2021 dengan nilai rata-rata populasi, yaitu mahasiswa STPK St. Yohanes Rasul Jayapura. Uji One Sample t Test merupakan bagian dari statistik parametrik. Asumsi dasar yang harus terspenuhi yaitu data berdistribusi normal. Oleh karena itu syarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan Uji One Sample t Test yaitu, data harus berdistribusi normal. Adapun hasil Uji One Sample t Test yang dianalisis dan disajikan bentuk tabel distribusi frekuensi dan grafik. Populasi dalam penelitian semua mahasiswa STPK St. Yohanes Rasul Jayapura. Sedangkan sample berjumlah 30 orang mahasiswa angkatan 2021 yang sudah mendapat nilai hasil belajar Pengantar Teologi pada semester Ganjil 2021/2022. Peneliti menggunakan data nilai Pengantar Teologi Mahasiswa angkatan 2021 dan dibandingkan dengan nilai rata-rata populasi, mahasiswa STPK St. Yohanes Rasul Jayapura. Data yang digunakan berupa dokumen nilai Pengantar Teologi sebanayk 30 mahasiswa angkatan Selain data nilai, peneliti juga menggunakan dokumen lain seperti buku kurikulum dan buku pedoman akademik STPK St. Yohanes Rasul Jayapura. Selain data nilai peneliti melakukan observasi partisipan dengan kehadiran peneliti dalam proses pembelajaran dan memberi penilaian pembelajaran dalam kelas. Wawancara dilakukan oleh peneliti sebagai data awal untuk menggali permasalahan di lapangan. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Data Demografi Subyek Penelitian Tabel 1. JENIS KELAMIN Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent Laki-laki Perempuan Total Pada penelitian menggunakan subyek penelitian sebanyak 30 mahasiswa angkatan 2021. Berdasarkan tabel 2 menunjukkan sampel dalam penelitian ini terdiri dari 13 atau 43,3 % subyek penelitian memiliki jenis kelamin laki-laki dan 17 atau 56,7 % subyek penelitian berjenis kelamin perempuan. Secara kuantitas sampel dalam penelitian ini lebih banyak mahasiswa yang berjenis kelamin perempuan. Pastoralia Vol 5 No 1. Edisi Juni 2024 Tabel 1. HASIL BELAJAR PENGANTAR TEOLOGI Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent Total Berdasarkan hasil frekuensi nilai responden pada tabel 1. 3 menunjukkan persentase tertinggi pada mahasiswa yang memiliki nilai terendah sebesar 47,4 % dan mahasiswa yang memiliki hasil belajar tergolong cukup sebesar 26,5 %. Jika dibandingkan dengan mahasiswa yang memiliki hasil belajar yang tergolong baik 2 % dan yang tergolong sangat baik sebesar 13,2 %. Hasil di atas memberikan gambaran kemampuan mahasiswa STPK St. Yohanes Rasul Jayapura angkatan 2021 pada mata kuliah Pengantar Teologi sangat rendah. Jika dilibandingkan dengan presentase dari semua kategori penilaian hasil belajar, hampir setengah dari jumlah mahasiswa mendapatkan hasil belajar dengan kategori yang sangat rendah. Pastoralia Vol 5 No 1. Edisi Juni 2024 Tabel 1. Case Processing Summary Cases Valid HASIL BELAJAR Percent PENGANTAR TEOLOGI Missing Total Percent Percent Hasil output deskriptif pada tabel 1. 4 ditemukan nilai sampel yang valid pada penelitian ini sebanyak N=30 mahasiwa atau 100 %. Hasil ouput di atas tidak menemukan adanya data yang missing dengan nilai N=0 atau 0%. Dengan demikian sampel dan data dalam penelitian ini semua valid. Tabel 1. Descriptive Statistics Minimum Maximum Sum Mean Std. Deviation HASIL BELAJAR PENGANTAR TEOLOGI Valid N . Berdasarkan hasil deskripsi responden pada tabel 1. 5 menunjukkan bahwa rata-rata hasil nilai mata kuliah pengantar Teologi dari 30 orang sampel dalam penelitian ini sebesar 56,60. Artinya bahwa rata-rata nilai mata kuliah pengatar Teologi mahasiswa angkatan 2021 masih jauh dari dugaan rata-rata nilai mahasiswa STPK St. Yohanes Rasul Jayapura. Nilai terendah berada pada angka 25 dan nilai tertinggi pada Tabel 1. JENIS KELAMIN HASIL BELAJAR Laki-lak PENGANTAR TEOLOGI Statistic Mean Median Minimum Maximum Range Std. Error Jika dilihat berdasarkan data demografi jenis kelamin, ditemukan bahwa rata-rata nilai hasil belajar mata kuliah Pengantar Teologi lebih tinggi mahasiswa jenis kelamin laki-laki daripada mahasiswa jenis kelamin perempuan pada angkatan 2021. Rata-rata nilai hasil belajar mahasiswa dengan jenis kelamin lakilaki pada mata kuliah Pengantar Teologi masih lebih tinggi daripada rata-rata nilai hasil belajar mahasiswa Sebagaimana hasil data pada tabel 1. 6 menunjukkan rata-rata hasil belajar mahasiswa berjenis kelamin laki-laki sebesar 60,69, nilai terendah sebesar 27 dan nilai tertinggi 84. Sedangkan rata-rata Pastoralia Vol 5 No 1. Edisi Juni 2024 hasil belajar mahasiswa angkatan 2021 sebesar 56,60. Dari sisi kuantitas, jumlah mahasiswa jenis kelamin perempuan lebih tinggi jumlahnya daripada jumlah mahasiswa jenis kelamin laki-laki. Dengan demikian, meskipun adanya perbedaan jumlah mahasiswa dapat dikatakan dalam penelitian ini menemukan perbedaan kemampuan antara laki-laki dan perempuan pada hasil belajar mata kuliah Pengantar Teologi. Tabel 1. Descriptives JENIS KELAMIN HASIL BELAJAR PENGANTAR TEOLOGI Perempua Statistic Mean Median Minimum Maximum Range Kurtosis Std. Error Output pada tabel 1. 7 dapat dibandingkan bahwa rata-rata nilai mata kuliah Pengantar Teologi pada mahasiswa jenis kelamin perempuan pada penelitian ini sangat rendah nilai 53,47. Adapun nilai terendah sebesar 27 dan nilai tertinggi sebesar 89. Berdasarkan data di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa nilai ratarata hasil belajar mahasiswa jenis kelamin perempuan pada mata kuliah Pengantar Teologi tergolong sangat Hasil Uji Normalitas Tabel 1. Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statistic HASIL BELAJAR PENGANTAR TEOLOGI Shapiro-Wilk Sig. Statistic Sig. Hasil Uji Normalitas dilakukan untuk menguji apakah data hasil belajar mata kuliah Pengantar Teologi sudah berdistribusi normal atau tidak. Jika uji normalitas memenuhi syarat maka dapat dilanjutkan dengan Uji One Sample t Test. Jika nilai signifikansi Ou 0,05 maka dapat dikatakan data berdistribusi normal, sebaliknya jika nilai signifikasi O 0,05 maka data tidak berdistribusi normal. Berdasarkan output Uji Normalitas pada table 1. 7 diperoleh nilai derajat kebebasan sebesar 30. ilai Shapiro-Wilk sig sebesar 0,200 Ou 0,05. Shapiro Wilk digunakan untuk menguji normalitas dengan ukuran sampel yang kecil atau di bawah 50 orang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar mata kuliah Pengantar Teologi berdistribusi normal. Dengan demikian asumsi normalitas data dalam melanjutkan Uji One Sample t Test sudah memenuhi syarat. Pastoralia Vol 5 No 1. Edisi Juni 2024 Grafik 1. Grafik 1. Box Plot Untuk memperkuat hasil uji normalitas data, selain nilai Shapiro-Wilk di atas peneliti juga membuktikan dengan melihat persebaran data atau titik pada garis diagonal dalam grafik P-Plot. Data dikatakan berdistribusi normal jika data menyebar di sekitar garis diagonal atau tidak terpisah jauh dari kelompoknya dan mengikuti arah garis diagonalnya. Berdasarkan hasil grafik Q-Q Plot 1. 1 terlihat titik-titik mengikuti dan mendekati garis diagonalnya. Grafik ini dapat disimpulkan bahwa data hasil belajar mata kuliah Pengantar Teologi pada mahasiswa angkatan 2021 tergolong normal. Begitu juga dalam grafik Box Plot 1. 2 tidak menunjukkan adanya plot di atas atau di bawah Box-Plot. Dengan demikian dapat disimpulkan tidak terdapat outlier. Pastoralia Vol 5 No 1. Edisi Juni 2024 Hasil Uji One Sample t test Tabel 1. One-Sample Statistics HASIL BELAJAR Mean PENGANTAR TEOLOGI Std. Deviation Std. Error Mean Hasil Uji One Sample statistik pada tabel 1. 8 menunjukkan nilai statistik deskriptif yaitu. N=30 artinya jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 30 orang mahasiswa, yaitu angkatan 2021 pada Sekolah Tinggi Pastoral kateketik St. Yohanes Rasul Jayapura. Nilai Mean sebesar 56,60, artinya nilai rata-rata hitung sebesar 56,60. Nilai Standar deviasi atau simpangan baku sebesar 18,704 dan standar Error Mean sebesar 3,415. Tabel 1. One-Sample Test Test Value = 65 95% Confidence Interval of Mean Sig. -taile. Difference the Difference Lower Upper HASIL BELAJAR PENGANTAR TEOLOGI Berdasarkan hasil uji one sampel test pada tabel 1. 9 menunjukkan nilai t . sebesar -2,460. Sedangkan nilai df atau derajat kebebasan sebesar 29. Pada signifikansi, kriteria yang digunakan nilai Sig. wo-taile. sebesar 0,020O0. Derajat tingkat kepercayaan 95 % maka HO ditolak dalam penelitian ini, artinya bahwa nilai hasil belajar mata kuliah pengantar Teologi pada mahasiswa angkatan 2021 tidak sama dengan 65, bahkan nilai rata-rata mahasiswa angkatan 2021 masih kurang dari dugaan rata-rata nilai populasi dengan nilai -1,42. Nilai hasil belajar pengantar Teologi mahasiswa angkatan 2021 masih jauh dari nilai ratarata mahasiswa STPK St. Yohanes Rasul Jayapura. Rata-rata nilai hasil belajar mahasiswa STPK St. Yohanes Rasul Jayapura sebesar 65 sedangkan rata-rata nilai hasil belajar mahasiswa angkatan 2021 sebesar 56,60. Selain hasil output rata-rata hasil belajar di atas, berdasarkan hasil wawancara dengan mahasiswa peneliti juga menemukan bahwa nilai mata kuliah Pengantar Teologi tergolong di bawah nilai rata-rata populasi karena adanya kesulitan belajar untuk bidang teologi. Mata kuliah bidang Teologi sulit untuk dipahami dengan adanya istilah-istilah baru. Selain itu para mahasiswa juga mengakui bahwa bidang Teologi merupakan bidang ilmu yang sangat asing dan tidak pernah dipelajari di bangku Sekolah Menengah Atas. Pernyataan mahasiswa di atas juga seiring dengan hasil penelitian terdahulu dengan sampel pada mahasiswa Teologi menemukan adanya materi yang asing menjadi faktor penyebab kesulitan mahasiswa dalam belajar (Mary, 2. Pastoralia Vol 5 No 1. Edisi Juni 2024 KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar mata kuliah Pengantar Teologi mahasiswa STPK St. Yohanes Rasul Jayapura angkatan 2021. Hasil belajar mahasiswa dalam angkatan 2021 tergolong rendah. Oleh karena itu, permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini apakah nilai rata-rata hasil belajar pengantar teologi mahasiswa angkatan 2021 sama dengan nilai rata-rata mahasiswa di STPK St. Yohanes Rasul Jayapura sebesar 65. Berdasarkan hasil analisis data pada penelitian ini disimpulkan: Penelitian ini menemukan bahwa rata-rata nilai hasil belajar mata kuliah pengantar Teologi pada mahasiswa angkatan 2021 tidak sama dengan 65, bahkan nilai rata-rata mahasiswa angkatan 2021 masih kurang dari dugaan rata-rata nilai populasi dengan nilai -1,42. Terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata nilai mata kuliah Pengantar Teologi mahasiswa angkatan 2021 terhadap rata-rata nilai mahasiswa STPK St. Yohanes Rasul Jayapura. Nilai rata-rata hasil belajar mata kuliah Pengantar Teologi mahasiswa STPK St. Yohanes Rasul lebih tinggi dibandingkan dengan nilai ratarata hasil belajar pada angkatan 2021. Hasil belajar dipengaruhi oleh faktor kesulitan belajar pada mahasiswa terkait dengan materi yang tergolong asing sehingga sulit untuk memahami mata kuliah Pengantar Teologi. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi para pendidik khususnya dosen yang mengampu mata kuliah di bidang Teologi agar dapat membantu hasil belajar mahasiswa dengan baik maka perlu adanya metode baru dalam memberikan materi di bidang Teologi. Saran untuk penelitian lanjutan perlu menggunakan dua sampel yang berbeda sehingga dapat dijadikan sebagai pembanding antara sampel satu dengan yang lain. DAFTAR PUSTAKA