JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN BERBASIS DIGITAL: PENGARUH IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI PENDIDIKAN TERHADAP KINERJA AKADEMIK DI PERGURAN TINGGI Winda Widiastuti . Administrasi Pendidikan. Universitas Singaperbangsa Karawang . 2410632280020@student. Rohayanah . Administrasi Pendidikan. Universitas Singaperbangsa Karawang . rohayanah@staff. Ine Rahayu Purnamaningsih . Administrasi Pendidikan. Universitas Singaperbangsa Karawang . rahayu@fkip. ABSTRAK Transformasi digital di sektor pendidikan tinggi mendorong perlunya sistem manajemen yang terintegrasi guna mendukung peningkatan mutu layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Sistem Informasi Manajemen Mutu Terpadu (SIP) dalam mendukung peningkatan kualitas layanan di perguruan tinggi melalui pendekatan digital. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi literatur terhadap sumber-sumber relevan lima tahun terakhir, termasuk jurnal nasional terakreditasi dan publikasi institusi pendidikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa SIP berkontribusi signifikan dalam efisiensi administrasi akademik, transparansi data, peningkatan akuntabilitas, serta pengambilan keputusan berbasis bukti . vidence-base. SIP juga membantu pemetaan kinerja dosen dan mahasiswa, mendukung proses akreditasi, serta memperkuat kapasitas institusi dalam pengelolaan riset dan inovasi. Keberhasilan implementasi SIP sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kualitas teknologi yang digunakan, komitmen pimpinan, kesiapan sumber daya manusia, dukungan kebijakan eksternal, serta ketersediaan infrastruktur. Untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas implementasi SIP, diperlukan langkah-langkah strategis berupa regulasi yang lebih kuat, pelatihan sumber daya manusia yang berkelanjutan, evaluasi pelaksanaan secara periodik, dan investasi jangka panjang dalam pengembangan sistem digital. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model implementasi SIP yang adaptif terhadap konteks lokal masing-masing perguruan tinggi, serta pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam mengembangkan praktik terbaik untuk mendukung transformasi digital di sektor pendidikan tinggi. Temuan ini diharapkan menjadi referensi strategis bagi para pengambil kebijakan dan praktisi pendidikan dalam merancang kebijakan mutu yang berorientasi pada pemanfaatan teknologi informasi. Kata kunci : manajemen pendidikan, sistem informasi, kinerja akademik, perguruan tinggi. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 161 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah lanskap dunia pendidikan secara fundamental . Perguruan tinggi, sebagai institusi penghasil sumber daya manusia berkualitas, dituntut untuk tidak hanya mempertahankan mutu pendidikannya, tetapi juga berinovasi melalui integrasi teknologi digital dalam proses manajemen akademik . Dalam era digital saat ini, kebutuhan akan sistem pengelolaan pendidikan yang efektif dan efisien semakin Salah satu solusi yang berkembang adalah penerapan Sistem Informasi Pendidikan (SIP) berbasis digital untuk mendukung manajemen mutu pendidikan . Sistem Informasi Pendidikan berfungsi sebagai platform terintegrasi yang mengelola berbagai aspek akademik seperti administrasi, kurikulum, evaluasi pembelajaran, hingga pelaporan capaian akademik . Dengan adanya SIP, pengelolaan data menjadi lebih terstruktur, transparan, dan mudah diakses, baik oleh dosen, mahasiswa, maupun manajemen perguruan tinggi. SIP tidak hanya mempercepat proses administratif, tetapi juga meningkatkan akurasi data, sehingga mendukung pengambilan keputusan berbasis data . ata-driven decision makin. yang menjadi kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan . Berbagai penelitian terdahulu menunjukkan bahwa penerapan teknologi informasi dalam pendidikan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja Penelitian oleh Sugiarto & Farid, . menegaskan bahwa adopsi teknologi yang strategis memperkuat kapabilitas institusi dalam menghadapi perubahan lingkungan. Selain itu. Saniyah et al. , . mengungkapkan bahwa kepuasan pengguna terhadap sistem informasi akademik berkaitan erat dengan peningkatan efektivitas layanan pendidikan, yang pada akhirnya berimplikasi pada kinerja akademik. Meskipun demikian, implementasi SIP tidak selalu berjalan mulus. Terdapat berbagai tantangan yang sering kali menghambat keberhasilan penerapan sistem ini, seperti resistansi pengguna terhadap teknologi baru, kurangnya keterampilan digital di kalangan dosen dan staf, serta keterbatasan infrastruktur teknologi informasi . Satyadarma & Syamsudin, . mencatat bahwa kualitas sistem. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 162 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 kualitas informasi, dan kualitas layanan merupakan faktor kunci dalam menentukan keberhasilan sistem informasi pendidikan. Penelitian ini berpijak pada teori manajemen pendidikan menurut G. Terry yang menjelaskan manajemen sebagai suatu proses untuk mencapai tujuan organisasi melalui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan secara sistematis . Kedua, teori DeLone dan McLean tentang information systems success model yang menekankan bahwa keberhasilan sistem informasi dipengaruhi oleh kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, penggunaan, kepuasan pengguna, dan dampak bersih terhadap individu maupun organisasi . Kedua teori ini digunakan sebagai kerangka konseptual untuk menganalisis peran SIP dalam memperkuat mutu layanan akademik di perguruan tinggi. Di Indonesia, adopsi SIP di perguruan tinggi telah meningkat pesat, terutama pascapandemi COVID-19 yang memaksa lembaga pendidikan untuk mengalihkan banyak aktivitasnya ke ranah digital . Namun, belum banyak penelitian yang secara khusus mengkaji bagaimana implementasi SIP berdampak langsung terhadap kinerja akademik dosen dan mahasiswa. Sebagian besar penelitian masih berfokus pada aspek teknis atau kepuasan pengguna, sementara hubungan antara penggunaan sistem informasi dan pencapaian akademik belum banyak dieksplorasi secara mendalam . Dalam konteks ini, penting untuk mengevaluasi sejauh mana penerapan Sistem Informasi Pendidikan berpengaruh terhadap kinerja akademik di perguruan tinggi . Evaluasi ini akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai efektivitas sistem informasi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan, sekaligus memberikan rekomendasi strategis bagi pengembangan manajemen mutu berbasis digital . Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh implementasi Sistem Informasi Pendidikan terhadap kinerja akademik di perguruan tinggi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengelola pendidikan tinggi dalam mengoptimalkan peran teknologi digital untuk memperkuat manajemen mutu pendidikan di era industri 4. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 163 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 METODOLOGI Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi Studi literatur dilakukan dengan menelaah berbagai sumber literatur yang relevan, seperti jurnal ilmiah, buku referensi, laporan penelitian, artikel, serta dokumen resmi terkait implementasi Sistem Informasi Pendidikan dan manajemen mutu pendidikan berbasis digital di perguruan tinggi . Pendekatan ini dipilih untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai hubungan antara penerapan sistem informasi pendidikan dan peningkatan kinerja akademik . Sumber data dalam penelitian ini dikumpulkan dari publikasi yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir, dengan prioritas pada sumber-sumber yang memiliki reputasi akademik tinggi, seperti jurnal nasional terakreditasi, serta publikasi institusi pendidikan . Kriteria pemilihan literatur didasarkan pada relevansi isi, kebaruan topik, serta kesesuaian dengan fokus penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi . ontent analysi. , yaitu dengan mengkaji secara sistematis isi dokumen untuk mengidentifikasi konsep-konsep kunci, hubungan antarvariabel, serta pola-pola temuan yang berkaitan dengan implementasi Sistem Informasi Pendidikan dan kinerja akademik. Setiap literatur yang dikaji dianalisis untuk menemukan tema-tema utama yang mendukung tujuan penelitian. Proses analisis dilakukan secara bertahap, dimulai dari pengumpulan sumber literatur, reduksi data dengan memilih informasi yang paling relevan, penyajian data dalam bentuk matriks tematik, hingga penarikan kesimpulan . Dengan menggunakan metode studi literatur ini, diharapkan penelitian dapat memberikan teoretis yang kuat mengenai pengaruh implementasi Sistem Informasi Pendidikan terhadap kinerja akademik, sekaligus menawarkan perspektif baru yang berguna bagi pengembangan manajemen mutu pendidikan di era digital. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 164 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 HASIL Pengaruh Implementasi Sistem Informasi Pendidikan (SIP) terhadap Kinerja Akademik Implementasi Sistem Informasi Pendidikan (SIP) di perguruan tinggi membawa dampak signifikan terhadap kinerja akademik mahasiswa dan dosen. Dalam konteks ini, kinerja akademik tidak hanya merujuk pada prestasi akademik mahasiswa, tetapi juga efisiensi dan efektivitas dosen dalam menjalankan proses Sebuah studi oleh Wibowo et al. , . menemukan bahwa perguruan tinggi yang menerapkan SIP secara menyeluruh cenderung memiliki tingkat kelulusan yang lebih tinggi dan waktu penyelesaian studi yang lebih singkat. Salah satu alasan utama untuk hal ini adalah kemudahan akses informasi yang lebih cepat, transparansi administrasi, dan pemantauan real-time terhadap progres akademik mahasiswa. Bagi mahasiswa. SIP memfasilitasi pengelolaan jadwal, pendaftaran mata kuliah, pengecekan nilai, dan komunikasi dengan dosen . Sistem yang terintegrasi ini memungkinkan mahasiswa untuk memantau kemajuan studi mereka dengan lebih baik, mengidentifikasi area yang membutuhkan perhatian lebih, serta merencanakan langkah-langkah akademik selanjutnya secara lebih efisien . Sebagai contoh, dengan adanya sistem pemantauan yang transparan, mahasiswa dapat menghindari keterlambatan pengumpulan tugas dan lebih disiplin dalam menghadapi ujian. Selain itu, adanya SIP juga membantu mahasiswa dalam memperoleh umpan balik secara lebih cepat mengenai kinerja mereka. Umpan balik yang diterima dalam waktu yang lebih singkat dapat menjadi pemacu motivasi mahasiswa untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas belajarnya. Penelitian yang dilakukan oleh Onlu et al. , . menunjukkan bahwa transparansi dan kemudahan dalam mengakses informasi akademik melalui SIP berdampak pada peningkatan kepercayaan diri mahasiswa dalam menjalani perkuliahan serta meningkatkan partisipasi aktif mereka dalam kelas. Dari sisi dosen. SIP juga memberikan kemudahan dalam mengelola kelas dan evaluasi kinerja mahasiswa. Penelitian oleh Putriyani et al. , . menunjukkan UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 165 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 bahwa dosen yang menggunakan SIP merasa lebih efisien dalam mengelola data akademik, seperti nilai ujian dan kehadiran, sehingga waktu yang seharusnya dihabiskan untuk administrasi dapat lebih difokuskan pada peningkatan kualitas Lebih lanjut, keberadaan SIP memungkinkan dosen untuk memberikan umpan balik yang lebih cepat kepada mahasiswa, yang tentunya berdampak positif pada motivasi dan kinerja akademik mahasiswa itu sendiri . Selain itu, analisis data akademik berbasis SIP memberikan informasi yang berguna bagi perguruan tinggi dalam mengambil kebijakan yang lebih tepat . Keberhasilan implementasi SIP dapat dilihat dari kemampuan perguruan tinggi dalam menggunakan data yang terkumpul untuk melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas pengajaran serta proses belajar mengajar secara berkelanjutan . Keberadaan sistem yang mampu mendigitalisasi dan mengintegrasikan seluruh data akademik memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih berbasis pada bukti . vidence-based decision-makin. , yang pada gilirannya akan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan di perguruan Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Implementasi SIP Keberhasilan implementasi SIP di perguruan tinggi dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi, mulai dari faktor teknologi, organisasi, hingga sumber daya manusia. Pertama, dari sisi teknologi, kualitas sistem informasi yang digunakan sangat menentukan kelancaran operasional SIP. Tanpa perangkat lunak yang memadai, sistem informasi ini tidak akan mampu memberikan manfaat Menurut penelitian oleh Abiyyi et al. , . , kualitas teknologi yang lebih baik berkontribusi pada kepuasan pengguna dan efektivitas sistem dalam menjalankan fungsinya. Misalnya, sistem yang dapat mengelola data dalam jumlah besar, memiliki antarmuka pengguna yang mudah dipahami, dan dapat beradaptasi dengan kebutuhan penggunanya akan lebih diterima dan digunakan secara optimal. Namun, keberhasilan implementasi SIP tidak hanya bergantung pada teknologi semata. Faktor organisasi juga sangat berpengaruh. Komitmen dari pihak pimpinan perguruan tinggi menjadi salah satu faktor kunci dalam memastikan bahwa SIP diimplementasikan dengan baik dan diterima oleh seluruh civitas UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 166 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 akademika . Pimpinan yang memiliki visi mengenai pentingnya digitalisasi akan lebih mendukung pengalokasian sumber daya yang diperlukan untuk penerapan SIP secara optimal. Penelitian oleh Rahmawati et al. , . menyoroti bahwa keberhasilan adopsi SIP sering kali berhubungan dengan dukungan kuat dari pimpinan perguruan tinggi yang mengedepankan perubahan berbasis teknologi. Perguruan tinggi yang memiliki pimpinan dengan komitmen tinggi terhadap pengembangan teknologi akan lebih cepat beradaptasi dengan perubahan dan lebih inovatif dalam memanfaatkan teknologi untuk kepentingan akademik. Selain itu, faktor sumber daya manusia (SDM) juga memegang peranan Ketersediaan tenaga ahli di bidang teknologi informasi dan kesiapan dosen serta staf administrasi untuk beradaptasi dengan sistem baru adalah tantangan Beberapa studi mengungkapkan bahwa salah satu hambatan utama dalam implementasi SIP adalah ketidakmampuan pengguna dalam mengoperasikan teknologi tersebut . Oleh karena itu, pelatihan dan pengembangan kapasitas SDM yang terlibat dalam pengelolaan SIP menjadi faktor penentu keberhasilan. Widihartono & Ahmadi, . menunjukkan bahwa pelatihan yang baik dapat meningkatkan tingkat keberhasilan penggunaan SIP di perguruan tinggi. Faktor lingkungan eksternal, seperti kebijakan pemerintah dan regulasi pendidikan, juga mempengaruhi keberhasilan implementasi SIP. Regulasi yang mendukung digitalisasi pendidikan dan memberikan insentif bagi perguruan tinggi untuk mengadopsi SIP akan mempercepat proses tersebut. Sebagai contoh, kebijakan nasional mengenai peningkatan kualitas pendidikan melalui teknologi digital dapat menjadi pendorong yang kuat bagi perguruan tinggi untuk berinvestasi lebih banyak dalam pengembangan sistem informasi pendidikan . Kebijakan yang jelas tentang penggunaan teknologi di pendidikan tinggi akan memberi panduan dan memotivasi perguruan tinggi untuk memanfaatkan SIP secara optimal . Selain itu, ketersediaan infrastruktur juga memainkan peran penting dalam menentukan keberhasilan implementasi SIP . Infrastruktur yang memadai, baik dalam hal koneksi internet yang cepat, perangkat keras yang mendukung, maupun software yang up-to-date, adalah faktor yang tidak bisa dipandang sebelah mata . Perguruan tinggi yang memiliki sumber daya untuk menyediakan fasilitas ini UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 167 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 tentu akan lebih mudah mengimplementasikan SIP secara optimal. Infrastruktur yang kuat akan memastikan bahwa sistem SIP dapat berjalan tanpa hambatan teknis, yang dapat merugikan pengguna dan mengurangi efektivitasnya . Relevansi Implementasi SIP terhadap Manajemen Mutu Pendidikan Tinggi SIP memiliki relevansi yang sangat besar terhadap manajemen mutu pendidikan tinggi, karena SIP dapat menjadi alat yang sangat efektif dalam mendukung proses penjaminan mutu internal . Salah satu aspek penting dalam manajemen mutu pendidikan adalah pemantauan dan evaluasi yang berkelanjutan. Dengan adanya SIP, perguruan tinggi dapat secara otomatis mengumpulkan data yang relevan, seperti nilai mahasiswa, kehadiran, dan performa dosen, yang menjadi dasar dalam melakukan evaluasi kualitas pendidikan secara keseluruhan . Proses evaluasi yang berbasis data ini memungkinkan perguruan tinggi untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam sistem pendidikan mereka, serta mengambil langkah-langkah perbaikan yang tepat. SIP membantu perguruan tinggi dalam melakukan pemetaan kinerja akademik mahasiswa dan dosen, yang pada gilirannya dapat meningkatkan perencanaan dan kebijakan akademik . Misalnya, jika data menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kesulitan di bidang tertentu, perguruan tinggi dapat segera merancang intervensi yang tepat, seperti mengubah kurikulum, mengadakan kelas tambahan, atau memberikan pelatihan bagi dosen untuk meningkatkan kualitas pengajaran di area tersebut . Dengan demikian. SIP tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk mendigitalisasi data, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam manajemen pendidikan . Lebih lanjut. SIP memfasilitasi transparansi yang lebih besar dalam pengelolaan pendidikan tinggi . Dengan adanya sistem informasi yang terintegrasi, berbagai pihak terkait, termasuk mahasiswa, dosen, dan manajemen, dapat mengakses informasi yang sama secara terbuka . Hal ini mengurangi potensi penyalahgunaan data dan memberikan ruang bagi evaluasi yang lebih objektif terhadap kinerja akademik. Transparansi ini juga meningkatkan akuntabilitas manajemen perguruan tinggi dalam menjaga kualitas pendidikan . Purba, . menekankan bahwa keberadaan SIP memberikan jaminan UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 168 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 bahwa informasi yang digunakan untuk pengambilan keputusan dalam pendidikan tinggi adalah tepat, relevan, dan terkini. Pada tingkat yang lebih strategis, implementasi SIP juga mendukung pelaksanaan akreditasi perguruan tinggi . Data yang tercatat dengan baik dalam SIP mempermudah proses evaluasi dan akreditasi, karena memungkinkan pihak eksternal untuk melakukan audit dengan lebih cepat dan efisien . Akreditasi ini menjadi indikator penting dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan di perguruan tinggi. Oleh karena itu, integrasi SIP dalam sistem manajemen pendidikan tinggi berkontribusi pada pencapaian standar mutu pendidikan yang lebih baik, yang pada akhirnya meningkatkan reputasi dan daya saing perguruan tinggi di tingkat nasional dan internasional . Implementasi SIP juga memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan riset dan inovasi. Dengan mengintegrasikan data akademik dan administrasi ke dalam satu sistem yang terpusat, perguruan tinggi dapat lebih mudah melacak tren, menganalisis performa riset, dan mengidentifikasi area untuk pengembangan lebih lanjut . Hal ini memfasilitasi pengambilan keputusan yang berbasis pada bukti dan mendukung pengelolaan kualitas riset yang lebih efektif . Kambau, . mengatakan bahwa dengan adanya pengelolaan data yang lebih baik, perguruan tinggi dapat menciptakan kebijakan yang mendukung riset yang lebih inovatif dan berkualitas tinggi. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa implementasi Sistem Informasi Manajemen Mutu Terpadu (SIP) berperan penting dalam peningkatan kualitas layanan pendidikan tinggi. SIP mendukung efisiensi administrasi, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta mendorong pengambilan keputusan berbasis data. Dengan sistem yang terintegrasi, perguruan tinggi mampu memantau kinerja mahasiswa dan dosen, melakukan evaluasi mutu secara berkelanjutan, serta memfasilitasi proses akreditasi dan pengembangan Namun, keberhasilan implementasi SIP sangat dipengaruhi oleh faktor teknologi, dukungan organisasi, kesiapan sumber daya manusia, serta kebijakan eksternal dan infrastruktur pendukung. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 169 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Sejalan dengan itu, perguruan tinggi disarankan untuk membangun kebijakan internal yang mendukung penggunaan SIP secara konsisten di seluruh unit kerja. Pelatihan dan pengembangan kapasitas dosen maupun staf administrasi harus menjadi agenda prioritas agar adaptasi terhadap sistem dapat berjalan Dukungan penuh dari pimpinan perguruan tinggi, termasuk dalam bentuk anggaran dan perbaikan infrastruktur, juga menjadi kunci keberhasilan. Evaluasi berkala atas kinerja SIP perlu dilakukan agar sistem terus berkembang sesuai kebutuhan pengguna. Selain itu, pemerintah melalui kementerian terkait diharapkan merumuskan regulasi yang lebih spesifik serta memberikan insentif bagi institusi yang aktif mengembangkan SIP. Penelitian lebih lanjut juga direkomendasikan untuk mengeksplorasi model pengembangan SIP yang adaptif terhadap konteks lokal masing-masing perguruan tinggi. Kolaborasi antarinstitusi pendidikan dalam pengembangan dan pemanfaatan SIP dapat menjadi strategi untuk memperkuat transformasi digital secara kolektif di lingkungan pendidikan tinggi di Indonesia. DAFTAR PUSTAKA