MENINGKATKAN PEMAHAMAN BERMAIN MUSIK KOLINTANG SISWA SMP ANAK TERANG SALATIGA MELALUI PENDEKATAN AKOR ARAH Soegiarto Hartono1 Sekolah Tinggi Theologia Amanat Agung Soegiarto. hartono@sttaa. ABSTRAK Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan pendekatan baru dalam mengajar musik yang mengedepankan pemahaman bahwa inti bermain musik adalah melakukan gerak terukur dalam mencapai sasaran yang tepat pada timing yang tepat serta kerjasama dalam mencapai keseimbangan . Pendekatan ini melampaui kebutuhan indra pendengaran atau bakat musik, sehingga membuka peluang bagi semua orang untuk belajar musik, terlepas dari bakat mereka. Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Anak Terang Salatiga dengan metode pembelajaran interaktif dan partisipatif yang melibatkan siswa dalam proses belajar mengajar. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kemampuan bermain musik siswa, serta meningkatkan minat mereka terhadap musik. Kata Kunci: edukasi musik, pendekatan baru, gerak terukur, keseimbangan, kolintang ABSTRACT This community service aims to introduce a new approach to teaching musik that emphasizes the understanding that the essence of playing musik is to make measured movements in achieving the right target at the right time and cooperation in achieving balance . This approach goes beyond the need for the sense of hearing or musikal talent, thus opening up opportunities for everyone to learn musik, regardless of their talent. This activity was implemented at SMP Anak Terang Salatiga, with interactive and participatory learning methods that involve students in the teaching and learning Results show that this approach is effective in improving students' understanding and ability to play musik, as well as increasing their interest in music. Keywords: music education, new approach, measured movement, balance, kolintang Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 PENDAHULUAN Musik, lebih dari sekadar hiburan, memainkan peran penting dalam berbagai budaya di seluruh dunia. Musik berfungsi sebagai perekat komunitas, sarana ekspresi, dan penanda identitas. Namun, pemahaman masyarakat tentang musik kerap kali terpaku pada kemampuan pendengaran atau bakat bawaan. Stigma ini membatasi akses edukasi musik bagi sebagian orang, padahal bermain musik dapat dipelajari dan dinikmati oleh semua. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membuka akses edukasi musik yang inklusif dan berkualitas. Pendekatan pengajaran yang diusung berfokus pada pemahaman bahwa esensi bermain musik terletak pada gerak terukur, ketepatan waktu, dan keseimbangan . Inspirasi untuk pendekatan ini berasal dari budaya musik Kolintang Minahasa. Sulawesi Utara. Musik Kolintang dimainkan dengan cara memukul bilah-bilah kayu yang tersusun berjenjang, menitikberatkan pada gerakan terukur baik arah maupun posisinya, ketepatan waktu membidik sasaran, dan pemahaman pola gerakan. Latar Belakang Kota Salatiga, yang dikenal sebagai sentra budaya Kolintang, menjadi lokasi penting untuk pengabdian ini. Sejarah Kolintang di Pulau Jawa tidak lepas dari peran Petrus Kaseke, seorang tokoh budaya yang mempopulerkan Kolintang dari Minahasa. Kolintang, dengan tangga nada kromatisnya, telah mengalami perkembangan signifikan selama lima puluh tahun terakhir. Namun, tantangan terus muncul seiring dengan kemajuan teknologi dan terbukanya komunikasi global. Budaya asing mulai menggerus budaya Indonesia yang sebenarnya memiliki nilai tinggi. Anak-anak muda lebih terpengaruh oleh budaya asing yang dianggap lebih modern dalam hal musik, fesyen, dan teknologi. Permasalahan Permasalahan utama yang dihadapi adalah kurangnya minat dan pemahaman anakanak muda terhadap musik tradisional Indonesia, khususnya Kolintang. Anak-anak muda lebih tertarik pada budaya asing yang dianggap lebih modern. Hal ini mengakibatkan Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Soegiharto Hartono Meningkatkan Pemahaman Bermain Musik Kolintang Siswa SMP Anak Terang SalatigaA budaya lokal mulai terpinggirkan. Oleh karena itu, penting untuk memberikan edukasi yang tepat agar mereka dapat menghargai dan melestarikan budaya lokal. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah memberikan edukasi kepada anak-anak muda bahwa budaya Indonesia tidak kalah menarik dibanding budaya asing. Edukasi ini bertujuan untuk: Menunjukkan kelebihan mempelajari musik menggunakan metode baru yang tidak bertentangan dengan pengajaran musik Barat bahkan melampaui karena dengan cara ini pembelajar musik tidak memerlukan bakat pendengaran. Menumbuhkan minat anak-anak terhadap musik Kolintang melalui pendekatan yang menarik dan mudah dipahami. Meningkatkan keterampilan motorik halus, koordinasi tangan dan mata, serta kerjasama melalui pembelajaran musik Kolintang. Manfaat Pengabdian Kepada Masyarakat Diharapkan program ini akan menghasilkan manfaat bagi masyarakat, antara lain: Meningkatkan minat dan apresiasi masyarakat terhadap musik Kolintang. Mengembangkan keterampilan bermain musik dan kreativitas masyarakat. Menumbuhkan nilai-nilai kerjasama, gotong royong, dan disiplin melalui pembelajaran musik Kolintang. Melestarikan budaya Kolintang sebagai warisan budaya bangsa yang berharga. Mensosialisasikan Kolintang sebagai warisan budaya tak benda yang diakui oleh UNESCO. Pengabdian masyarakat ini berhubungan erat dengan upaya mendaftarkan Kolintang sebagai warisan budaya tak benda di UNESCO. Dengan memberikan edukasi yang tepat dan menarik kepada anak-anak muda, diharapkan budaya Kolintang dapat terus dilestarikan dan dikenal oleh generasi mendatang. Pengetahuan tentang Kolintang tidak hanya membantu dalam pelestarian budaya, tetapi juga meningkatkan kebanggaan anak-anak muda terhadap warisan budaya Indonesia. Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di SMP Anak Terang Salatiga, sebuah sekolah yang memiliki fasilitas alat musik Kolintang. Meskipun demikian, masih banyak siswa yang belum memiliki pemahaman dan kemampuan bermain musik Kolintang yang Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan bermain musik Kolintang siswa di sekolah tersebut. Kegiatan pengabdian ini melibatkan tim yang terdiri dari pelatih Kolintang, pengrajin Kolintang, dan aktivis penggemar musik Kolintang, serta didukung oleh guru dan kepala sekolah. Dengan pendekatan yang tepat, diharapkan program pengabdian ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi pelestarian budaya Kolintang dan pengembangan keterampilan musik siswa di SMP Anak Terang Salatiga. Gambar 1. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (Foto oleh: Adeline Kasek. Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Soegiharto Hartono Meningkatkan Pemahaman Bermain Musik Kolintang Siswa SMP Anak Terang SalatigaA MATERI DAN METODE Materi yang Digunakan Alat Musik Kolintang Alat musik utama yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Kolintang atau xylophone dari Minahasa. Kolintang yang digunakan merupakan hasil karya pengrajin lokal dari Salatiga asal Minahasa, yang telah disesuaikan dengan standar pengajaran musik Pengrajin Kolintang juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, memberikan pengetahuan langsung mengenai pembuatan dan karakteristik alat musik tersebut. Gambar 2. Satu set Kolintang untuk 9 Pemain (Foto oleh: Adeline Kasek. Buku Panduan dan Alat Bantu Pengajaran. Buku panduan berisi teori dasar musik, notasi, dan teknik bermain Kolintang yang disusun berdasarkan pengalaman berguru kepada tokoh Pelestari Kolintang di Tanah Jawa Petrus Kaseke (MANOPPO, 2. Buku dengan judul Maimo Kumolintang . , sebagai dasar bahan ajar yang dipakai untuk membantu siswa belajar Kolintang. Maimo Kumolintang adalah bahasa daerah Minahasa yang artinya ajakan untuk ber Tong Ting Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 Tang dimana Tong adalah nada rendah,Ting adalah nada tinggi dan Tang adalah nada Gerakan bolak-balik Tong Ting Tang yang terus menerus getaran semacam ayunan bandul atau membentuk simbol infinity (O). Sebagai alat bantu penulis menggunakan tongkat yang menunjukkan gerakan ayunan dan sirkulasi matahari ke Timur dan ke Barat yang untuk membantu siswa memahami perpindahan nada atau progresi akor. Tutorial interaktif mencakup demonstrasi permainan Kolintang oleh pelatih Kolintang di Jawa Tengah dan aktivis Pinkan yang terlibat dalam pendaftaran Kolintang ke UNESCO (Sudibjo, 2. Partitur Lagu Dua buah partitur lagu yang diajarkan kepada siswa. Pilihan partitur sederhana dengan dua macam pola ketukan memberikan pemahaman siswa di dalam menghitung Partitur not angka ini dilengkapi dengan simbol akor arah yang kompatibel dengan akor-akor huruf atau angka musik Barat. Selain itu pelatih-pelatih memainkan lagu dengan tingkat ini tingkat kesulitan yang bervariasi, mulai dari lagu sederhana untuk anak-anak yang lebih kecil hingga lagu yang lebih kompleks untuk anak-anak yang lebih besar. Gambar 3. Patitur Lagu dengan Akor Arah Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Soegiharto Hartono Meningkatkan Pemahaman Bermain Musik Kolintang Siswa SMP Anak Terang SalatigaA Tabel Akor Arah Tabel akor arah disediakan untuk membantu siswa memahami dan mengaitkan akor-akor Kolintang dengan akor-akor huruf atau angka Romawi yang digunakan dalam pengajaran musik Barat. Tabel ini penting untuk memberikan pemahaman yang lebih luas tentang struktur akor dan penggunaannya dalam bermain musik. Tabel 1. Tabel Akor Arah dan Akor Musik Barat. Notasi Angka Romawi Notasi Akor Huruf Akor Simbol Arah Keterangan Arah C dengan nada dasar Do = C Tengah A Kanan Au Kiri (Akor Mayo. Metode yang Diterapkan Pendekatan Baru dalam Bermain Musik sebagai Gerak Terukur Pendekatan pengajaran yang diusung berfokus pada pemahaman bahwa esensi bermain musik terletak pada gerak terukur, ketepatan waktu, dan keseimbangan . Inspirasi untuk pendekatan ini berasal dari budaya musik Kolintang Minahasa. Musik Kolintang dimainkan dengan cara memukul bilah-bilah kayu yang tersusun berjenjang, menitikberatkan pada gerakan terukur baik arah maupun posisinya, ketepatan waktu membidik sasaran, dan pemahaman pola gerakan seperti tari tradisional Maengket yang bergerak bolak-balik dalam formasi setengah lingkaran (Sumarandak dkk. Metode Langsung Pengajaran dilakukan melalui metode langsung melibatkan demonstrasi langsung oleh pelatih, sedangkan metode bacaan memanfaatkan bahan buku ajar yang dapat diakses oleh siswa untuk belajar secara mandiri. Penggunaan buku sebagai bahan ajar dapat membantu siswa mempelajari teknik bermain Kolintang dengan lebih efektif dan fleksibel. Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 Pengajaran Gerak dan Tepuk Tangan yang Terarah Metode pengajaran juga melibatkan gerakan dan tepuk tangan yang terarah untuk membantu siswa memahami ritme dan ketepatan waktu dalam bermain Kolintang. Gerakan dan tepuk tangan ini diajarkan untuk meningkatkan koordinasi dan konsentrasi siswa. Latihan gerak dan tepuk tangan ini juga bertujuan untuk membangun keterampilan motorik halus serta mengembangkan kemampuan siswa dalam bermain musik secara harmonis. Kegiatan ini menggunakan metode pembelajaran interaktif dan partisipatif yang melibatkan siswa secara aktif. Pendekatan baru dalam mengajar musik Kolintang yang mengedepankan gerak terukur, kerjasama, dan keseimbangan diterapkan dalam kegiatan ini. PEMBAHASAN Pelaksanaan Kegiatan Persiapan dan Koordinasi Koordinasi dengan Sekolah: kegiatan pengabdian diawali dengan persiapan dan koordinasi bersama pihak SMP Anak Terang Salatiga. Kepala sekolah, guru, dan staf administrasi terlibat aktif dalam memfasilitasi acara ini. Pertemuan awal dilakukan untuk membahas tujuan, jadwal, dan logistik kegiatan. Pelatih Kolintang dan Aktivis Pinkan: Tim pengajar terdiri dari pelatih Kolintang profesional, pengrajin Kolintang, dan aktivis budaya dari organisasi Pinkan. Mereka memberikan dukungan materi dan praktis selama kegiatan Aktivis Pinkan juga memfasilitasi pengenalan Kolintang sebagai warisan budaya tak benda yang sedang diajukan ke UNESCO. Dua Sesi Pengajaran A Sesi Pertama (Anak Kelas Lebih Keci. : kegiatan dimulai dengan sesi pertama yang diikuti oleh anak-anak dari kelas yang lebih kecil. Sesi ini fokus pada pengenalan dasar-dasar musik dan Kolintang. Anak-anak diajarkan tentang pentingnya musik dalam budaya Indonesia, serta cara bermain Kolintang dengan metode gerak terukur. Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Soegiharto Hartono Meningkatkan Pemahaman Bermain Musik Kolintang Siswa SMP Anak Terang SalatigaA Sesi Kedua (Anak Kelas Lebih Besa. : sesi kedua diikuti oleh anak-anak dari kelas yang lebih besar. Materi yang diajarkan lebih kompleks, termasuk teknik bermain Kolintang yang lebih lanjut dan praktik bernyanyi sambil bertepuk tangan mengikuti perpindahan akor. Siswa juga diberikan kesempatan untuk mencoba memainkan Kolintang sendiri. Penjelasan tentang Konsep Musik sebagai Gerak Terukur A Teori Musik sebagai Gerak: Penjelasan mengenai konsep musik sebagai gerak terukur disampaikan kepada siswa. Musik dijelaskan sebagai serangkaian gerakan yang memiliki arah, posisi, dan ketepatan waktu. Contoh gerakan seperti ayunan bandul digunakan untuk menggambarkan bagaimana akor berpindah dalam pola yang teratur. Gerakan dalam Musik Kolintang: Gerakan dalam bermain Kolintang diilustrasikan melalui analogi gerak tari tradisional Minahasa, yaitu Maengket. Siswa diajarkan bahwa memahami gerak dalam musik dapat membantu mereka memainkan musik dengan lebih baik, meskipun tanpa bakat pendengaran membedakan nada yang kuat. Gambar 4. Penjelasan Akor Arah kepada siswa SMP Anak Terang (Foto oleh: Adeline Kasek. Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 Praktik Bernyanyi dan Bertepuk Tangan Mengikuti Perpindahan Akor Latihan Tepuk Tangan: siswa diajak untuk bernyanyi sambil bertepuk tangan mengikuti pola akor. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan ritme dan koordinasi mereka. Gerakan tepuk tangan diarahkan sesuai dengan arah akor yang diajarkan, membantu siswa memahami transisi antar akor dalam musik. Implementasi dalam Bermain Kolintang: setelah latihan tepuk tangan, siswa diajak untuk mengimplementasikan konsep gerak terukur dalam bermain Kolintang. Mereka berlatih memukul bilah-bilah Kolintang sesuai dengan ritme dan arah yang telah diajarkan, sambil tetap memperhatikan ketepatan waktu. Pengalaman Siswa dalam Mencoba Alat Musik Kolintang Interaksi Langsung dengan Kolintang: siswa diberikan kesempatan untuk mencoba memainkan Kolintang. Mereka dipandu oleh pelatih untuk memainkan partitur lagu sederhana yang telah disiapkan. Interaksi langsung ini memberikan pengalaman praktis dan memperkuat pemahaman mereka tentang konsep musik yang telah diajarkan. Antusiasme dan Partisipasi: siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi selama sesi praktik. Banyak siswa yang merasa tertantang dan termotivasi untuk belajar lebih lanjut tentang musik Kolintang. Dukungan dari guru dan kepala sekolah juga berperan dalam meningkatkan partisipasi siswa. Evaluasi Acara berlangsung dengan baik dimulai dengan pembukaan oleh kepala sekolah yang memperkenalkan tim pelatih Kolintang kepada siswa. Kepala sekolah menjelaskan tujuan dari kegiatan pengabdian ini dan pentingnya memahami serta melestarikan budaya musik tradisional Kolintang. Dalam sesi pengajaran, pelatih memberikan penjelasan mengenai konsep musik yang serupa dengan vektor yang memiliki arah gerak dan nilai besaran. Pelatih menjelaskan bahwa gerakan musik yang teratur, seperti bermain melodi, adalah meniti tangga nada dan mengiringi lagu dengan gerakan berayun seperti ayunan bandul yang secara default akan Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Soegiharto Hartono Meningkatkan Pemahaman Bermain Musik Kolintang Siswa SMP Anak Terang SalatigaA menuju titik tengah yang merupakan nada dasarnya. Seperti halnya ayunan bandul, arah musik dapat Pelatih juga menjelaskan bagaimana orang Minahasa memvisualisasikan konsep ini melalui tarian tradisional Maengket, di mana gerakan dan lagu tersebut seperti simbol wifi. Pemimpin berada di pusat, kelompok penari perempuan di lingkaran dalam, dan kelompok penari laki-laki di lingkaran luar, bergerak teratur dari Timur ke Barat seperti halnya sirkulasi Matahari terbit dan terbenam. Kebiasaan bekerja kelompok yang disertai gerak dan tari membuat suku Minahasa memahami musik lebih Sehingga di Minahasa terdapat suku yang bernama suku Sangir dari bahasa Belanda Zanger yang artinya penyanyi (Kemdikbud. id, 1. Kegiatan ini didukung penuh oleh guru dan kepala sekolah SMP Anak Terang, pelatih Kolintang di Jawa Tengah, dan aktivis Pinkan. Kolaborasi dengan berbagai pihak ini memastikan bahwa kegiatan pengabdian berjalan dengan lancar dan mencapai tujuan yang diharapkan. Aktivis Pinkan, yang terlibat dalam pendaftaran Kolintang ke UNESCO, memberikan wawasan tentang pentingnya pelestarian budaya dan bagaimana siswa dapat berperan dalam menjaga warisan budaya Indonesia. Beberapa lagu yang dimainkan selama acara tersebut lagu anak-anak Topi Saya Bundar. Kasih Ibu, lagu Nasional Halo-Halo Bandung dan lagu rohani Hari Ini Harinya Tuhan yang mengajar murid-murid untuk selalu bersuka cita dan bersyukur. Analisis Hasil yang Diperoleh dari Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Peningkatan Pemahaman Musik: hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa tentang musik Kolintang dan konsep gerak Siswa mampu mengikuti latihan tepuk tangan dan memainkan Kolintang dengan lebih baik setelah mengikuti kegiatan ini. Pengembangan Keterampilan Musik: Keterampilan siswa dalam bermain Kolintang juga mengalami peningkatan. Siswa dapat memainkan partitur lagu sederhana dengan tepat dan mengikuti pola ritme yang diajarkan. Diskusi Mengenai Peningkatan Minat dan Keterampilan Siswa dalam Bermain Kolintang Minat Terhadap Musik Kolintang: kegiatan ini berhasil meningkatkan minat siswa terhadap musik Kolintang. Siswa merasa lebih tertarik dan termotivasi untuk belajar lebih lanjut tentang musik tradisional ini. Banyak siswa yang menunjukkan Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 keinginan untuk terus berlatih dan mengembangkan keterampilan mereka. Keterampilan Bermain Kolintang: kemampuan siswa dalam memainkan Kolintang dengan lebih baik. Mereka menunjukkan kemajuan dalam memahami pola akor dan ritme, serta kemampuan untuk bermain secara harmonis. Umpan Balik dari Siswa. Guru, dan Peserta Lainnya A Umpan Balik Siswa: siswa memberikan umpan balik positif mengenai kegiatan ini. Mereka merasa senang dan tertantang dengan metode pengajaran yang baru dan Banyak siswa yang berharap kegiatan serupa dapat diadakan lagi di masa A Umpan Balik Guru dan Kepala Sekolah: guru dan kepala sekolah memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. Mereka melihat adanya perubahan positif dalam sikap dan keterampilan siswa terhadap musik Kolintang. Dukungan mereka sangat penting dalam kesuksesan kegiatan ini. Umpan Balik Aktivis dan Pelatih Kolintang: aktivis Pinkan dan pelatih Kolintang juga memberikan umpan balik yang konstruktif. Mereka mengapresiasi metode pengajaran yang diterapkan dan melihat potensi besar dalam mengembangkan minat siswa terhadap musik Kolintang sebagai warisan budaya tak benda. Hasil yang Diperoleh Kegiatan ini menguak hasil yang menggembirakan serta menunjukkan bahwa pendekatan baru dalam mengajar musik Kolintang terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kemampuan bermain musik Kolintang pada siswa SMP Anak Terang Salatiga. Hal ini dibuktikan melalui beberapa temuan signifikan: Memahami Dasar-dasar Musik Kolintang dengan Lebih Baik Para siswa menunjukkan peningkatan pemahaman yang substansial terhadap konsep-konsep fundamental musik Kolintang. Mereka mampu menjelaskan dengan lebih baik tangga nada, ritme, struktur lagu, dan berbagai elemen penting lainnya. Kemahiran ini menjadi pondasi kokoh bagi mereka untuk menjelajahi dunia musik Kolintang dengan lebih Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Soegiharto Hartono Meningkatkan Pemahaman Bermain Musik Kolintang Siswa SMP Anak Terang SalatigaA Meningkatkan Kemampuan Bermain Musik Kolintang Kemampuan bermain musik Kolintang para siswa menunjukkan kemajuan yang Teknik memukul alat musik Kolintang mereka menjadi lebih presisi, akurat, dan Penguasaan teknik Akor, seperti pengenalan Akor dasar, transisi Akor, dan improvisasi Akor, juga menunjukkan perkembangan yang signifikan. Kemahiran ini memungkinkan mereka untuk memainkan melodi yang lebih kompleks dan indah. Menumbuhkan Minat dan Apresiasi terhadap Musik dan Budaya Kolintang Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis para siswa, tetapi juga menumbuhkan minat dan apresiasi mereka terhadap musik dan budaya Kolintang. Antusiasme mereka dalam belajar dan bermain musik Kolintang semakin terlihat. Mereka menunjukkan rasa bangga dan cinta terhadap budaya lokal mereka. Dampak Positif bagi Masyarakat dan Siswa SMP Anak Terang Salatiga Program edukasi musik Kolintang ini memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat dan siswa SMP Anak Terang Salatiga. Rasa kebersamaan, toleransi, dan apresiasi terhadap budaya lokal semakin meningkat. Selain itu, program ini juga berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan edukasi musik di Salatiga, serta pelestarian budaya Kolintang. Kaitan dengan Teori dan Penelitian Sebelumnya Pendekatan baru dalam mengajar musik Kolintang yang diterapkan dalam kegiatan ini sejalan dengan teori-teori pendidikan musik modern yang menekankan pada pentingnya pembelajaran yang aktif dan partisipatif (Hartono & Pasaribu, 2. Siswa terlibat secara aktif dalam proses belajar mengajar melalui berbagai aktivitas, seperti permainan musik, menyanyi, menari, dan kolaborasi. Hal ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kemampuan mereka (Priawara & Mudjilah, 2. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa belajar musik dengan pendekatan yang menekankan pada gerak, kerjasama, dan keseimbangan efektif dalam meningkatkan kecerdasan majemuk (Sejati, 2. Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 Efektivitas Metode Pengajaran Metode Pengajaran Musik keterampilan, dan kecerdasan siswa (Widjanarko & Andaryani, 2. Pendekatan praktek langsung memastikan pemahaman yang mendalam. Tantangan utama adalah alat musik bagi sebagian siswa. Solusi yang diterapkan adalah penjelasan bahwa tubuh manusia adalah alat musik alami dimana mulut dapat digunakan untuk bermain melodi yaitu menyanyi dan anggota tubuh yang lain dapat melakukan gerak ritmik serta mengiringi akor dengan gerakan atau tepukan tangan yang terarah ((PDF) Kolintang Pedagogy, 2. Keterlibatan Komunitas Keterlibatan komunitas lokal, termasuk pengrajin Kolintang dan aktivis Pinkan, memberikan nilai tambah pada kegiatan ini. Siswa tidak hanya belajar musik, tetapi juga memahami pentingnya pelestarian budaya. Salah satu tujuan utama Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk mengatasi pengaruh budaya asing yang menggerus budaya Dengan memperkenalkan metode belajar yang inovatif dan menyenangkan, siswa menjadi lebih tertarik pada budaya lokal. Dampak Jangka Panjang Kegiatan pengabdian ini diharapkan memiliki dampak jangka panjang dalam melestarikan budaya Kolintang. Dengan mengajarkan generasi muda, keberlanjutan budaya ini lebih terjamin. Aktivis Pinkan berharap bahwa dengan terdaftarnya Kolintang sebagai warisan budaya tak benda di UNESCO, apresiasi dan perhatian terhadap Kolintang akan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan baru dalam mengajar musik Kolintang ini efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kemampuan bermain musik Kolintang siswa. Hal ini dibuktikan dengan: Peningkatan pemahaman siswa tentang konsep-konsep dasar bermain musik Kolintang. Peningkatan kemampuan siswa dalam bermain musik Kolintang, seperti teknik memukul, teknik akor, dan teknik improvisasi. Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Soegiharto Hartono Meningkatkan Pemahaman Bermain Musik Kolintang Siswa SMP Anak Terang SalatigaA Peningkatan minat siswa terhadap musik dan budaya Kolintang. Gambar 5. Antusias Belajar Siswa SMP Anak Terang (Foto oleh: Adeline Kasek. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa penggunaan lagu daerah, lagu nasional, dan lagu rohani sebagai media pembelajaran efektif dalam meningkatkan minat siswa terhadap musik dan budaya Kolintang. Hal ini sejalan dengan teori pendidikan musik yang menyatakan bahwa musik yang familiar dan relevan dengan kehidupan siswa akan lebih mudah dipelajari dan dinikmati oleh siswa. Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 Penutupan dan Dokumentasi Acara diakhiri dengan foto bersama seluruh peserta, guru, kepala sekolah, pelatih Kolintang, dan aktivis Pinkan. Foto dokumentasi diambil untuk mendokumentasikan keberhasilan kegiatan pengabdian ini. Gambar 6. Foto Bersama (Foto oleh: Adeline Kasek. KESIMPULAN Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan di SMP Anak Terang Salatiga menunjukkan hasil yang sangat positif dalam upaya melestarikan dan Kolintang Dengan menggunakan kombinasi materi ajar yang mencakup alat musik Kolintang, buku panduan, alat bantu tongkat pengayun, dan metode pengajaran yang inovatif, siswa mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka dalam memainkan Kolintang. Program ini berhasil meningkatkan minat siswa terhadap musik tradisional Indonesia, terbukti dengan antusiasme mereka dalam mengikuti kegiatan dan peningkatan Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Soegiharto Hartono Meningkatkan Pemahaman Bermain Musik Kolintang Siswa SMP Anak Terang SalatigaA kemampuan bermain musik. Pendekatan yang menggabungkan metode langsung dan digital terbukti efektif, meskipun tantangan seperti keterbatasan akses internet harus diatasi dengan solusi yang kreatif seperti penyediaan materi cetak dan sesi tambahan. Dukungan penuh dari guru, kepala sekolah, pelatih Kolintang, aktivis Pinkan, dan pengrajin Kolintang menjadi faktor kunci keberhasilan program ini. Kolaborasi antara berbagai pihak menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan memotivasi siswa untuk lebih menghargai dan melestarikan budaya lokal. Program ini juga menunjukkan bahwa metode pengajaran yang melibatkan gerakan dan tepuk tangan yang terarah dapat membantu siswa memahami ritme dan koordinasi dalam musik dengan lebih baik. Kebiasaan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan musik siswa tetapi juga memperkuat keterampilan dasar yang penting untuk sukses di berbagai bidang kehidupan. Selain itu, kegiatan ini berperan penting dalam upaya pendaftaran Kolintang sebagai warisan budaya tak benda di UNESCO. Dengan meningkatnya apresiasi terhadap Kolintang di kalangan siswa, diharapkan musik tradisional ini dapat terus berkembang dan dilestarikan di masa depan. Secara keseluruhan, program PKM ini tidak hanya berhasil dalam meningkatkan keterampilan musik siswa tetapi juga dalam membangkitkan rasa bangga terhadap budaya Dampak jangka panjang dari program ini diharapkan dapat berkontribusi pada pelestarian budaya Indonesia dan membentuk generasi muda yang memiliki apresiasi tinggi terhadap warisan budaya mereka. Pendekatan baru dalam mengajar musik Kolintang yang mengedepankan gerak terukur, kerjasama, dan keseimbangan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kemampuan bermain musik Kolintang siswa. Pendekatan ini juga dapat diterapkan pada jenis musik lain dan dapat menjadi model pembelajaran yang baru dan efektif untuk meningkatkan kualitas edukasi musik di Indonesia. Meningkatkan akses terhadap edukasi musik yang berkualitas perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan akses terhadap edukasi musik yang berkualitas bagi semua orang, terutama bagi siswa di sekolah-sekolah yang memiliki keterbatasan akses. Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 DAFTAR PUSTAKA