ETIKA PROFETIK DALAM PERSEPEKTIF AL-QURAoAN Oleh: M. Mukharom Ridho. Email : ridho@stiqisykarima. ABSTRAK Tujuan penulisan ini untuk membahas etika profetik dalam persepektif Al-QurAoan. Merupakan problem keumatan yang cukup menguras perhatian adalah generasi sekarang khususnya dari umat Islam sendiri kurang memperhatikan bagaimana mengimplementasikan akhlak yang mulia sebagaimana yang terkandung dalam Al-QurAoan dalam pergaulan seharihari. Menjadikan akhlak dan etika Islami sebagai perilaku yang dijiwai dan melekat pada diri seorang muslim. Akhlak merupakan hal yang berhubungan erat dengan perbuatan baik, buruk, benar atau salah dalam tindakan seseorang manusia. Hal ini tak luput dari perhatian Asy-SyaariAo yang diajarkan dalam nilai-nilai moral yang terkandung dalam Al-QurAoan dan Hadits Rasulullah Saw. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, profetik, teknik pengumpulan data menggunakan metode kepustakaan. Dalam tulisan ini penulis membahas tentang pengertian etika profetik, konsep etika profetik dalam Al-QurAoan serta hubungannya antara etika manusia dengan Allah, hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Kata Kunci: Etika. Profetik. Al-QurAoan. PENDAHULUAN Etika diartikan sebagai nilai dan norma moral yang menjadi pegangan seseorang atau masyarakat dalam mengatur tingkah lakunya. Etika Profetik merupakan perwujudan dari sebuah nilai etis transformatif berlandaskan pada wahyu kenabian. Transformatif maksudnya adalah dimaksudkan untuk sebuah perubahan sosial sedang kenabian dikarenakan perubahan yang dimaksudkan berlandaskan pada wahyu kenabian yang sesuai dengan tujuan etik dan profetik tertentu. Bertens. E ka, (Jakarta: Gramedia, 2. , hlm. Kuntowijoyo. Islam Sebagai Ilmu, (Yogyakarta: Tiara Wacana, 2. , hlm. Etika Profetik merupakan suatu paradigma baru dalam kancah pemikiran keilmuan Islam dalam kaitan wacana transformasi sosial. Etika profetik memposisikan Nabi sebagai teladan bagi umat tetang bagaimana cara manusia menjalani hidup sesuai dengan misi kenabian. Pemikiran Etika Profetik menempatkan Nabi sebagai utusan yang senantiasa terlibat dalam aktivitas sejarah yang mengarah pada perubahan sosial melalui petunjuk wahyu, yaitu Al-QurAoan. Gagasan etika profetik dicetuskan oleh Kuntowijoyo dalam merumuskan ilmu sosial Berpijak dari interpretasinya atas QS. Ali Imran ayat 110 yang menurutnya memuat tiga nilai karakteristik ilmu sosial profetik ini, yaitu humanisasi, liberasi, dan transendesi. Dengan kandungan nilai-nilai ini kemudian ilmu sosial profetik diarahkan untuk rekayasa masyarakat menuju cita-cita sosiso-etiknya di masa depan. Pemikiran yang transformatik ini ditujukan untuk membebaskan umat Islam dari berbagai kelemahan mendasar dalam berbagai realitas kehisupan sosial. 4 Tujuan dari nilai humanisasasi adalah menempatkan manusia sebagai seutuhnya manusia, sedang liberasi mempunyai tujuan membebaskan diri dari kemiskinan structural, keangkuhan teknologi, pemerasan kelimpahan. Dan transendensi bermaksud menambahkan dimensi transcendental dalam kebudayaan. Berlatar belakang dari lingkungan kerja yang berbasis studi Al-QurAoan, serta praktik dakwah di masyarakat yang cukup lama di sini penulis menitikberatkan studinya pada etika profetik dalam persepektif Al-QurAoan. memaknai transendental dengan dengan mendasarkan keimanan kepada Allah (Ali Imron: . dengan mengenalkan ilmu profetik, berupa humanisasi . aAomuruna bil maAoru. , liberasi . anhauna anil munka. dan transendensi . uAominunabilla. Dalam hal ini, unsur transendensi harus menjadi dasar unsur yang lain dalam pengembangan ilmu dan peradaban manusia. Metode pengembangan ilmu dan agama menurut Kuntowijoyo disebut dengan istilah profetik mendasarkan pada Al-QurAoan dan Sunnah merupakan basis utama dari keseluruhan pengembangan Ilmu pengetahuan. Al-QurAoan dan Sunnah dijadikan landasan bagi keseluruhan bangunan ilmu pengetahuan profetik, baik ilmu kealaman . yat Kauniya. sebagai basis hukum-hukum alam, humaniora (Ayat Nafsiya. sebagai basis makna, nilai dan kesadaran maupun ketuhanan (Ayat Qauliya. sebagai basis hukum-hukum Tuhan. PEMBAHASAN KAJIAN PUSTAKA 1 DeAnisi E ka dan E ka Profe k RusAan Efendi berpendapat bahwa ketika dilihat secara terminologis antara istilah etika, moral, dan akhlak yang telah diuraikan pada Kitab Tahdzib al-Akhlaq. Kedalaman ketiga istilah tersebut, kata akhlak lebih mewakili isi dari Tahdzib al-Akhlaq. Di samping memiliki dimensi horizontal . , kitab tersebut juga memiliki dimensi vertikal . Etika adalah suatu cabang Alsafat yang membicarakan tentang perilaku manusia. Atau dengan kata lain, cabang Alsafat yang mempelajari tentang baik dan buruk. Etika berasal dari bahasa Yunani, yaitu ethikos, ethos yang berarti watak kesusilaan atau adat, kebiasaan, karakter. Etika berkaitan dengan suatu konsep yang dimiliki seorang individua tahu suatu kelompok dalam menilai suatu tindakan salah atau benar, baik atau buruk. 8 Sebagaimana digunakan Aristoteles, istilah ini mencakup ide AukarakterAy Abshori berpendapat bahwa Kuntowijoyo Kuntowijoyo. Paradigma Islam: Interpretasi untuk aksi, (Bandung: Mizan, 1. , hlm. Kuntowijoyo. Iden tas poli k Umat Islam, (Bandung: Mizan, 1. , hlm. Kuntowijoyo. Islam Sebagai Ilmu,. RusAan Efendi. E ka dalam Islam: Telaah Kri s terhadap Pemikiran Ibn Miskawaih. Jurnal Filsafat Dan Pemikiran Islam ReCeksi. Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga. Vol. No. Januari 2019, hlm. Abshori, pemikiran hukum profe k: ragam paradigma menuju hukum berketuhanan, ruas media, cet. i, hal. Rosihan Adhani. E ka dan komunikasi, (Kalimantan: GraAka Kalimantan, 2. , hlm. dan AudisposisiAy . 9 Sementara itu, moral berasal dari bahasa Latin moralisAimos, moris yang artinya adat, istiadat, kebiasaan, cara, tingkah laku, kelakuan. 10 Berdasarkan kedua pendapat ini dapat dikatakan bahwa kata etika dan moral memiliki makna yang sama. Etika dapat direCeksikan sebagai sebuah reCeksi kritis, metodis, dan sistematis tentang tingkah laku manusia yang berkaitan dengan Sisi normatife ini merupakan sudut pandang yang menjadi kekhasan bagi etika dihadapkan dengan ilmu-ilmu lain11 yang samasama mengkaji tingkah laku manusia12 dari sudut pandang baik dan buruk. Dalam Kajian Filsafat Islam, selain menggunakan frase etika dan moral untuk menggambarkan suatu tindakan prilaku, tingkah laku sosial juga digunakan kata akhlaq, di mana para Alsuf muslim lebih sering menggunakan kata akhlaq pada judul karyanya dari pada kata etika atau moral. 13 Secara etimologis, kata AoakhlakAo berasal dari bahasa Arab dalam bentuk jamak, sedang mufradnya adalah khuluq yang berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat. 14 Berakar dari kata khalaqa yang artinya menciptakan. Kemudian seakar dengan kata khaliq . , makhluk . ang diciptaka. dan khalaq . 15 Perumusan pengertian akhlak timbul sebagai media yang memungkinkan adanya hubungan baik Lorens Bagus. Kamus Filsafat, (Jakarta: Gramedia, 2. Ibid. , hlm. Psikologi, antropologi, sosiologi, dan lain-lain. Bertens. E ka, (Jakarta: Gramedia, 2. , hlm. Ibnu Misykawaih. Tahdzibul akhlaq, (Bairut. Libanon: Daar Al-Kutub Al-Ilmiyyah, 1. , h. Yuniar Ilyas. Kuliah Akhlak (Yogyakarta: Penerbit LPPI UMY, 2. , hlm. Nur Hidayat. Akhlak Tasawuf (Yogyakarta: Penerbit Ombak, 2. , hlm. antara khaliq dengan makhluk. 16 Namun, pada perkembangannya hubungan baik ini tidak hanya berdimensi vertikal antara Sang Pencipta dengan hamba-Nya, tapi memiliki dimensi horizontal, yaitu hubungan antara manusia dengan manusia, manusia dengan hewan dan manusia dengan alam. Penggunaan istilah etika, moral dan akhlak secara garis besar dapat diilustrasikan sebagai berikut. Gambar 1. E ka, moral, dan akhlak bila digambarkan dalam penger an yang sama. Kemudian pada fase perkembangan pemikiran dan keilmuan berikutnya, istilah etika, moral, dan akhlaq digambarkan sebagai berikut: Gambar 1. Moral dan akhlak memiliki penger an yang sama sedangkan e ka berbeda dengan keduanya. Berdasar gambar 1. dapat dipahami bahwa sekalipun etika, moral, dan akhlaq secara etimologis itu sama namun secara terminologis ketiga kata tersebut memikili makna dan cakupan yang berbeda. Dalam studi etika sudah barang tentu kita mengulas tentang moral atau akhlaq, namun bila kita berbicara soal akhlaq dan moral, belum tentu kita masuk pada wilayah etika. Di sisi lain hal yang membedakan ketiganya adalah apabila ditinjau dari standar dalam menilai suatu perbuatan dan tinda- kan. Etika dinilai lebih berpatokan pada rasio, moral pada adat istiadat yang berlaku di tengah masyarakat tertentu, sedang akhlak lebih merujuk pada pertimbangan kitab suci Al-QurAoan. Sedangkan kata profetik berasal dari kata prophet dalam Bahasa Inggris yang berarti Dalam kamus Oxford17, prophet adalah . person sent by God to teach people and give them messages . person who claims to know what will happen in the future. Sedangkan bentuk adjective-nya adalah prophetic yang berarti kenabian atau seperti nabi. dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa etika profetik berarti karakter kenabian. Dalam makna yang lain etika profetik merupakan sebuah konsep kenabian yang dijadikan pedoman atau dasar seseorang untuk menilai apakah suatu tindakan yang telah dikerjakan seseorang itu salah atau benar, baik atau buruk. Konsep E ka Profe k dalam AlQurAoan Istilah etika profetik pertama kali dimunculkan oleh Kuntowijoyo melalui ilmu sosial profetik. Menurutnya ilmu ini tidak hanya menjelaskan dan mengubah fenomena sosial. Tapi juga memberikan petunjuk ke arah mana transformasi tersebut dilakukan, untuk apa, dan oleh siapa. Oleh karena itu, ilmu sosial profetik bukan sebatas mengubah demi perubahan, namun mengubah berdasarkan cita-cita etik dan profetik tertentu. Hawa nafsu yang tak terkontrol cenderung banyak melahirkan perbuatan-perbuatan maksiat dan kerusakan di muka bumi. Di mana hal Oxford: Learner Pocket Dic onari, (New York: oxford University Pres. , hlm. Kuntowijoyo. Paradigma Islam: Interpretasi untuk aksi, (Bandung: Mizan, 1. , hlm. ini telah lama dikhawatirkan oleh para malaikat ketika Allah mengutarakan maksudnya kepada mereka bahwa Allah akan menciptakan makhluk manusia yang diberi potensi akal dan nafsu sebagai khalifah. Hal ini seperti digambarkan Allah Swt. dalam QS. Al-Baqarah. Ayat 30: a A ea a A AaO au aa aE ac ao a a aUa au ai au ac aa aUA a aia i a ee a a Ua a ea aa a a i aa ea aa aOa aioA Aa a n ao aa aEA a A aec a ca a A a cAaE aOaoaA a aA ac aa e a aO a a A au ac e a Ua a aa a aU a aIA AuDan . ke ka Tuhanmu berArman kepada para malaikat. AuAku hendak menjadikan khalfah di bumi. Ay Mereka berkata. AuApakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan memuji-Mu menyucikan nama-Mu?Ay Dia berArman. AuSungguh Aku mengetahui apa yang dak kamu ketahui. Ay Berdasarkan ayat ini dapat dipahami salah satu alasan mengapa Allah Swt. mengutus nabi Muhammad Saw. kepada manusia tiada lain untuk membimbing, mengendalikan, mengarahkan nafsu manusia, sehingga menjadi berorientasi positif, mengedepankan akhlaq dan etika daripada mengikuti hawa nafsu selayaknya hewan. Dengan demikian tugas dan fungsi sebagai khalifah fil ardh dapat dijalankan dengan baik. Terdapat tiga nilai penting dalam etika profetik yang mana satu sama lain saling terkait dan tidak berdiri sendiri. Dalam pemikiran etika profetik Kuntowijoyo dijelaskan bahwa tugas kekhalifahan manusia ini digambarkan Hanton. Visi Misi Dan Tujuan Diutusnya Rasulullah Saw. (Jurnal El-Rusyd Vol. 1 No. 2, 2. dalam nilai-nilai yang disarikan dari QS. Ali Imran ayat 110 yang berbunyi: a a E a aOIA a Aauo a a a a si a a a n aA a Aca c aU aA a AU a a au a aO a I aaIa cac A a aAOA aO a a IA AuKamu . mat Isla. adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, . arena kam. yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada AllahA. Ay Ayat ini menunjukkan bahwa untuk membentuk umat yang baik dapat disimpulkana dalam tiga kaidah atau nilai utama, yaitu melakukan amar maAoruf . engajak/ menyuruh kepada kebaika. , nahy munkar . encegah kemungkara. , dan tuAominuuna billah . eriman kepada Alla. Ketiga kandungan nilai inilah yang kemudian dijadikan karakteristik ilmu sosial profetik, yang kemudian pengistilahannya dipadankan dengan istilah modern yaitu. humanisasi, liberasi, transendensi. Gambar 1. Pengis lahan modern atas nilai-nilai tranformasi dalam ilmu sosial profe k. Dengan kandungan nilai-nilai ini Ilmu Sosial Profetik diharapkan mampu digunakan untuk mengarahkan masyarakat menuju citacita sosio-etiknya sebagai khalifah. 21 Selain itu, diharapkan langkah transformatik pemikiran ini diorientasikan pada ajaran yang memihak dan memerdekakakn umat Islam dari berbagai Mohamad Yazid Abdul majid dkk. AoAzraAo Jakarta karya Naguib Al-Kilani: Satu Bacaan Berdasarkan Sastra Profe k, (Jurnal Melayu Bil. , hlm. Kuntowijoyo. Paradigma Islam: Interpretasi untuk Aksi, (Bandung: Mizan, 1. , hlm. kelemahan fundamental dalam berbagai realitas kehidupan sosio-politik. Dalam memahami etika profetik perlu dipahami terlebih dahulu visi dan misi diutusnya Muhammad sebagai seorang nabi dan rasul, secara umum visi misi tersebut dapat dijelaskan sebagaimana berikut: Dalam berdakwah misi Rasulullah adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia. Rasulullah shallallahu Aoalaihi wa sallam ACA a Aau aa ca aUuena aa a a c aA a Aa a a e a e aA AuSesungguhnya aku hanyalah diutus untuk menyempurnakan akhlak yang Ay 23 Dalam hadits ini, di antara misi Nabi shallallahu Aoalaihi wa sallam adalah Aumenyempurnakan akhlakAy. dan bukan mengajarkan akhlak dari nol setelah sebelumnya tidak tahu sama Hal ini dikarenakan dahulu masyarakat musyrik jahiliyyah telah memiliki atau mewarisi sebagian bentuk akhlak yang luhur dari nabi-nabi sebelumnya sebelum diutusnya Nabi shallallahu Aoalaihi wa sallam, di antaranya adalah menepati janji. memuliakan tamu. suka memberi makan orang yang membutuhkan. Sehingga akhlak-akhlak yang baik itu dipertahankan, sedangkan akhlak mereka yang tidak dan belum sesuai dengan ajaran Islam, itulah yang menjadi sasaran pembenahan. Sehingga dapat dikatakan orang yang berakhlak buruk, dia belumlah dikatakan orang yang sholeh, meskipun terlihat rajin shalat, zakat, puasa, ataupun haji berulang kali. Namun di Kuntowijoyo. Iden tas Poli k Umat Islam, (Bandung: Mizan, 1. , hlm. HR. Ahmad No. 8952 dan Al-Bukhari dalam Adaabul Mufrad No. Dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Adaabul Mufrad. sisi lain dia dibenci dan dijauhi orang-orang karen buruknya akhlaknya. Mampu memberikan keteladanan yang Dalam surat Al-Qalam 68: 4 Allah berArman: mengerjakannya, dan apa yang beliau larang beliau pun pasti meninggalkannya. At-tasaamuh . memang dianjurkan oleh Islam. Tetapi dalam batasbatas tertentu dan tidak menyangkut batas agama . qidah dan ibada. Dalam masalah aqidah Islam memberikan garisgaris yang tegas untuk tidak bertoleransi, kompromi, dan sebagainya, baik dengan cara mencampuradukkan ajaran ataupun membuat-buat hal baru. () AU aO sA a AnA s aO au ao aUaa aA AuSesungguhnya engkau (Muhamma. benarA berakhlak yang agung. Ay Dari ayat ini dapat diambil pelajaran bawa contoh keteladanan yang terbaik adalah akhlak rasul sebagai model dan idola. Bagi Nabi Muhammad Saw. Al-QurAoan sebagai cerminan berakhlak. Orang yang berpegang teguh pada AlQurAoan dan melaksanakan sunnahnya dalam kehidupan sehari-hari, maka sudah termasuk meneladani akhlak Rasulullah. Kaum muslim di kala itu juga sering mencela berhala-berhala sesembahan orang musyrik. Akhirnya, karena hal itu menyebabkan orang-orang musyrikin mencela Allah, sehingga Allah menurunkan ayat yang berbunyi: AuDan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nan akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan. Ay (QS. Al-AnAoam: . Adanya integritas dalam ucapan dan Syarifah Habibah. Akhlak Dan E ka Dalam Islam, (Jurnal Pesona Dasar. Universitas Syiah Kuala. Vol. 1 No. , hal. Tidak mencela sesembahan orang lain Saat Nabi Saw. masih tinggal di Mekkah, orang-orang musyrikin mengatakan bahwa Nabi Saw. sering mencela berhala-berhala sesembahan mereka. Hal ini berdampak secara emosional mereka mencela Allah Swt. sebagai sesembahan Nabi Saw. Bahkan mereka mengancam Nabi dengan berkata. AuWahai Muhammad hanya ada dua pilihan, kamu tetap mencela tuhan-tuhan kami, atau kami akan mencela Tuhanmu. Ay Rasulullah adalah seorang nabi yang menyampaikan pesan kenabiannya dengan berdakwah secara penuh etika sehingga beliau dapat memenuhi misi kerasulannya. Beliau berhasil mengubah dekadensi moral bangsa Arab menjadi bangsa yang penuh keberkahan. Dari bangsa yang sering terjadi konCik antarsuku, hingga menjadi negara yang bersatu dalam ikatan iman. Kode etik dakwah Nabi Saw. nilai keteladan secara sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut: Dalam menjalankan dakwah. Rasulullah Saw. tidak pernah memisahkan antara apa yang beliau katakan dengan apa yang beliau kerjakan. Maknanya, apa yang beliau perintahkan beliau pun pasti Tidak melakukan toleransi dalam aqidah dan ibadah Tidak ada diskriminasi Dalam menjalankan tugas dakwah. Nabi Saw. tidak diperkenankan melakukan diskriminasi sosial di antara orangorang yang didakwahi. Beliau tidak itu tidak mengapa dan direstui oleh daAoi yang mengawaninya. Hal ini berlaku selama pelaku maksiat tersebut masih tetap menjalankan kemaksiatannya itu. Tetapi apabila ia sudah meninggalkan maksiatnya, bertobat, dan memperbaiki dirinya, maka justru boleh mengawaninya, karena ia bukan lagi dikategorikan sebagai pelaku maksiat. diperkenankan mementingkan orangorang kelas elit saja, sementara orangorang kelas bawah dinomorduakan. Tidak memungut/ meminta/ berharap imbalan Suatu hal yang sangat penting dalam dakwah Nabi Saw. , maupun Nabi-Nabi sebelumnya, beliau tidak pernah memungut imbalan dari pihak-pihak yang didakwahi. Beliau hanya mengharapkan imbalan dari Allah saja. Sikap beliau ini berdasarkan perintah Allah Swt. , sebagai berikut: Nabi Muhammad Saw. justru mengemukakan para ulama atau daAoi yang berakrabakraban dengan pelaku maksiat akan dilaknat oleh Allah. Beliau menceritakan bahwa ketika orang-orang Bani Israil terjerumus ke dalam lembah maksiat, para ulama mereka berusaha mencegahnya. Namun mereka tidak mau meninggalkan maksiat itu. Para ulama itu kemudian mengakrabi para pelaku maksiat itu, mereka dikawani, diajak makan-makan dan minum-minum bersama, dan lain-lain. Karena para ulama dan pelaku maksiat itu sudah saling akrab, akhirnya Allah membuat mereka kian bertambah mesra dan saling menyayangi kemudian mereka semuanya, baik yang ulama maupun pelaku maksiat dilaknat oleh Allah Swt. AuKatakanlah (Muhamma. AuImbalan apa pun yang aku minta kepadamu, maka itu untuk kamu. Imbalanku hanyalah dari Allah, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatuAy. (QS. Saba: . Sikap daAoi yang tidak memungut imbalan dari pihak-pihak yang didakwahkan ini akan menjadikan dakwahnya memiliki kharisma, sementara ia sendiri tidak akan terjerat beban moral apapun, kecuali hanya kepada Allah saja. Tidak bersahabat dengan pelaku maksiat Dalam berdakwah Nabi Saw. tidak pernah berkawan, ataupun berkolusi dengan para pelaku maksiat. Hal ini bukan berarti pada masa Nabi Saw. tidak ada orang yang berbuat maksiat, melainkan memang demikianlah etika dalam berdakwah. Pada masa Nabi Saw. ada orang yang berbuat Misalnya ketika seorang sahabat bernama Martsad bin Abu Martsad hendak menikahi seorang wanita bernama Anaq, dan wanita ini diketahui sebagai seorang pezina. Nabi Saw. melarang Martsad untuk menikahi wanita tersebut. Bagi seorang daAoi bersahabat dengan para pelaku maksiat dapat berdampak serius, karena pelaku kemaksiatan tersebut akan beranggapan seolah perbuatannya Nabi Saw. menceritakan hal ini dalam rangka menafsiri Arman Allah, ayat 78-79 Surah Al-Maidah sebagai berikut: AuTelah dilakna orang-orang kaAr dari Bani Israil dengan lisan Dawud dan Isa bin Maryam. Hal itu karena mereka durhaka dan melampaui batas. Mereka satu sama lain dak melarang perbuatan munkar yang mereka lakukan sangatlah buruk apa yang mereka lakukan itu. Ao (AlMaidah: 78-. Tidak menyampaikan hal-hal yang tidak Seorang daAoi adalah penyeru kepada ajaran Islam. Sementara ajaran itu berisi hal-hal tentang hukum halal-haram dan sebagainya. DaAoi yang menyampaikan sesuatu hukum, sementara ia tidak mengetahui hukum itu pastilah ia akan menyesatkan orang Ia lebih baik mengatakan tidak tahu atau wallahu aAolam apabila ia tidak tahu jawaban suatu masalah. Ia juga tidak boleh asal menjawab, dan hanya menurut seleranya sendiri, karena masalah yang ditanyakan kepada daAoi tentulah masalah keagamaan yang harus ada dalilnya baik dari Al-QurAoan maupun Hadits. bagi mereka yang tidak menaati atau menolak Nabi Muhammad adalah nabi terakhir dan tidak ada lagi nabi atau rasul yang diutus oleh Allah setelah dia. Maka dapat dipastikan bahwa amanat yang dibawanya akan berlaku bagi seluruh umat manusia hingga akhir zaman. Sebagai risalah terakhir, ia berisi aturan dan hukum yang ditegakkan dengan benar di mana-mana dan setiap saat. Dalam hal ini Allah menegaskan: AuDan janganlah kamu mengiku apa yang dak kamu ketahui. Karena sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan ha . semua itu akan dimintai Ay (Al-Isra: . Alloh TaAoaala berArman dalam Al-QurAoan Surat Aali Imran ayat 32: a AA Aa a aUae a aO A a A n aE eaOaI a a e eaOa I A a a aa au ai aA Pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan AuKatakanlah (Muhamma. AuTaa lah Allah dan Rasul. Jika kamu berpaling, ketahuilah bahwa Allah dak menyukai orang-orang kaAr. Ay Dalam hal ini Allah menegaskan dalam Al-QurAoan Surat SabaAo ayat 28: a U Aa aOaA U Aa caA a A a A ao ua a aeeiU acA a AaO aa e a A a a aU a aIA a AaOa A au a u a a A Dan kami dak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa Nabi Muhammad diutus untuk semua manusia. Dia berfungsi sebagai pembawa kabar baik bagi mereka yang percaya dan mengamalkan pesan yang dia bawa, dan pembawa peringatan Kemudian pada ayat 102: a A aoA A an oaa aA AuBertakwalah kepada Allah sebenarbenar takwa kepada-Nya. Ay Bahwa makna yang dimaksud ialah hendaknya kita taat kepada-Nya dan tidak durhaka terhadap-Nya, selalu ingat kepada-Nya dan tidak melupakan-Nya, selalu bersyukur kepadaNya dan tidak ingkar terhadap-Nya. Ayat ini memberikan pengertian bahwa menyimpang dari jalan ketaatan kepada Al25 Untuk mengajak manusia kepada ketaatan yang benar dengan berserah diri, menjalankan perintah, menjauhi larangan, patuh dan tunduk kepada Allah. As-SaAodi. Taisir al-karim ar-rahman A tafsiri kalamil mannan, (Muassasah ar-risalah, cet. 1, 2. , hal. a e a a au e aa A a AOa a a A o aO au I A a A aua A AOA a a UA U Aac au e a a aA lah dan Rasul-Nya merupakan perbuatan yang kufur, dan Allah tidak menyukai orang yang mempunyai sifat demikian, sekalipun ia mengakui bahwa dirinya cinta kepada Allah dan selalu mendekatkan diri kepada-Nya, sebelum ia mengikuti Rasul yang ummi penutup para rasul yang diutus untuk seluruh makhluk, jin dan Mengeluarkan manusia dari kehidupan dzulumat . kepada kehidupan yang terang benderang. Berdasarkan Arman Allah Swt. dalam surat Ibrahim ayat 1. Al-Ahzab ayat 43. Al-Hadid AuDialah yang menurunkan kepada hamba-Nya ayat-ayat yang terang (Al-Qura. supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyantun lagi Maha Penyayang Ay Berdasarkan Arman Allah Swt. dalam surat Al-Fath ayat 26 aAua e aUa a aa auia aO ea aaca a a e a aiA AUa A a aA auaoaA a a Aa aia e aa a a ai eaE a ea aE A aAUa e aIe a aO a ea a a e au a aiA a a a A a a aOA a aA U a A o auoA a Aa a ea eaaNa aua aeo ao a e a a A AA a AOa a a A aA a A acOa e aI a acc a e aua A a A aua A A e a a aA a AeUa aA a AuAlif, laam raa. (Ini adala. Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, . menuju jalan Tuhan Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji. Ay AUa e au e aO a aUa auoaa aa e a a au eA a A acA a a a aO A a A aA o aO auaIa ac ea aIe a a AOa a a A aua A Aa a UaA AuDialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya . emohonkan ampunan untukm. , supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya . ang teran. Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. Ay s A ca aca s AU ee a aN a AA a AUa A a Aa a aO a a ca aEA Ibnu katsir. Tafsir alqurAoan al-Aoadziim,(Daar taybah lil nashri wa at-tauziAo. Jilid 2, 1. , hal. Memberantas sikap jahiliyah aAo eo a O aO auaa a a n ca aa aO a ea aa o aO auaIA AU a UaA a Aca au acA a sA eA AuKe ka orang-orang kaAr menanamkan dalam ha mereka kesombongan . kesombongan jahiliyah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada RasulNya, dan kepada orang-orang mukmin dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimattakwa dan adalah mereka berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Ay Menyelamatkan manusia dari tepi jurang kehancuran yang disebabkan karena Bersadarkan Arman Allah dalam surat Ali Imran ayat 103 A a ac a ee a a a aUUa aO a aia aA a a AaO eUoA AUa e au e au e au eo a e a eUa UA a Ao aO e au aO a eU aA a aAn A Aea eo a e aca eU aoa a au e aUaA e a Ae caea aa ac au e eaEA a AeaEaA Aa eaE a eoaa au e a e a a AUa A a AaO au eo a eA a Aiaa a ei as aa A au a a ao aea ac a a a au e a a aUa au e a eoaaOIA AuDan berpeganglah kamu semuanya kepada tali . Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ke ka kamu dahulu . asa Jahiliya. bermusuhmusuhan, maka Allah mempersatukan ha mu, lalu menjadilah kamu karena Allah, orang-orang dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. Ay memperbaikinya dan berdoalah kepadaNya dengan rasa takut ( dak akan diterim. dan harapan . kan dikabulka. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. Ay Mengangkat harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang paling sempurna di muka bumi. Berdasarkan Arman Allah dalam surat AlIsraAo ayat 70. AaOaoa e au eaa caa a aI aO a a eaa a e ea eea a cA AaO eea e a aO aa eaa a e aa A A aOeaA eaa a eA a AE acea U a AA a A a e aa eoaa a eiA s aAUa auuA Melakukan pencerahan batin kepada manusia agar sehat jasmani dan rohaninya. AuDan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam. Kami angkut mereka di daratan dan di lautan. Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. Ay Berdasarkan Arman Allah dalam surat AlIsraAo ayat 82 UAI aa a a aiaa U aO a e aiA a AaOa a ca aE aa eoa eA Aa e aIe a o aO a a aa A a U AA a AOa a aa ua aA AuDan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan AlQuran itu daklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. Ay Menyadarkan manusia agar tidak melakukan perbuatan yang menimbulkan bencana di muka bumi Membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, menyucikan dan mengajarkan kepada mereka apa yang belum diketahui dari Al Kitab (Al-QurAoa. dan Al-Hikmah (As-Sunna. Allah TaAoaala berArman dalam Al-QurAoan Surat Al-Baqarah ayat 151: eA U a c a a oaA a A aa ea a aA a Aau aa e a A a a AUa au aa Aoa aOaa a cu a aOaUa ac a a a auo a AA aO a aia aOaUa ac a au a a a auae aU a aIA Berdasarkan Arman Allah dalam surat AlAAoraf ayat 56 A a a a e A ca eUa auA a AaO a a ei aaO ae e a eA a AUNa eaeUa aOA a a A aUUa o au I a e aA U An a a aA a AaO eA a e a e a AuDan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Alla. A( ea c au aOa e a au au aOA. A aaOe aA . AOIA a AaO a a uia aA AuSebagaimana (Kami Telah menyempurnakan nikmat kami kepadam. Abuddin Nata. Ilmu Pendidikan Islam. (Jakarta. Kencana. kami Telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat kami kepada kamu dan menyucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui. Ay Banyak Berzikir kepada Allah (AlBaqarah:198, 200, 203. An-Nisa:103. AlAnfal: 45. Al-Ahzab: 41Al-JumAoah:. BerdoAoa hanya kepada Allah. (AlBaqarah:186. Al-AnAoam: 36. Al-AAoraf: 55. GhaAr:. Allah Swt. mengingatkan hamba-hambaNya yang mukmin akan nikmat yang telah dilimpahkan-Nya kepada mereka, yaitu diutusNya seorang Rasul, yakni Nabi Muhammad Saw. untuk membacakan kepada mereka ayatayat Allah yang jelas. menyucikan serta membersihkan mereka dari akhlak-akhlak yang rendah, jiwa-jiwa yang kotor, dan perbuatanperbuatan Jahiliah. mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya, mengajarkan kepada mereka Al-QurAoan dan sunnah, serta mengajarkan kepada mereka banyak hal yang sebelumnya tidak mereka ketahui. Di zaman Jahiliah mereka hidup dalam kebodohan yang menyesatkan. Akhirnya berkat barakah risalah Nabi Saw. dan misi yang diembannya, mereka menjadi orang-orang yang dikasihi oleh Allah, berwatak sebagai ulama, dan menjadi orang-orang yang berilmu paling mendalam, memiliki hati yang suci, paling sedikit bebannya, dan paling jujur ungkapannya. Tawakal dan berharap kepada-Nya (Ali Imran: 122. An-Nisa: 81. Al-Maidah: 23. At-Taubah: . TawadhuAo dihadapan Allah (Al-Insyirah:8. Al-MuAominun: 2. Hud: 23. Al-AAoraf: 55. Al-AAoraf: 205. An-Naml: . Ridho terhadap segala ketentuan Allah (Al Baqarah: 216. Al AnbiyaAo ayat . Etika kepada Rasulullah Ridha dalam beriman kepadanya (AnNisaAo: 55, 150. An-Nur: . Mencintai dan Taubah: . Mengikuti dan menaatinya (Ali-Imran: 31, 32, 132. An-NisaAo: 59. Al-MaAoidah: 92. An-Nur: 54. Muhammad: 33. Az-Zukhruf: Mengucapkan shawalat Kepadanya (Al-Ahzab: . Berikut klasiAkasi contoh ayat-ayat etika profetik dalam Al-QurAoan: Menghidupkan sunnahnya (Al-Ahzab: 21, 34. Al-Hajj: 32. Az-Zumar: . Mencintai keluarganya (Asy-Syura: 32. Al-Ahzab: . Etika kepada Allah Menaati segala perintah-Nya. Menjauhi larangan-Nya (Ali-Imran:32,132 AnNisa:59. Al-Anfal:20. Muhammad:. Melanjutkan misi dakwahnya (Ali Imran: Fushshilat: 33. Al-Ashr. As-Sajdah: Al-Ahzab: 45-46. As-Syura: 15. AdzDzariyat: 55. At-Thur: 29. At-Tahrim: . Beribadah Allah Tidak menyekutukannya (Al-Baqarah: 21. AnNisa: 36. Al-Maidah: 72. An-Najm: . Etika terhadap Manusia Ibnu katsir. Tafsir alqurAoan al-Aoadziim,(Daar taybah lil nashri wa at-tauziAo. Jilid 1, 1. , hal. (At- Etika kepada diri sendiri (Al-Tahrim: . Etika terhadap keluarga (Al-IsraAo: 23. Thaha: . , c. Etika kepada Orang lain. Husnudzan (Al-Hujrat: . Tasammuh (Al-KaArun: . , dan TaAoawwun (AlMaidah: . Etika terhadap lingkungan Masyarakat Etika bertetangga (An-Nisa ayat . , b. Berbangsa dan bernegara (AlHujurat:. Taat pada pemimpin selama tidak melanggar syariat (An-Nisa: . Memelihara persatuan dan kesatuan (Ali Imran: . Cinta tanah air (AlQashshash: . Bermusyawarah untuk mufakat (Asy-Syura: . Mencintai perdamaian menghindari perpecahan (AlAnfal: . KESIMPULAN Etika, moral, dan akhlaq meskipun secara etimologis bermakna sama, namun secara terminologis ketiga kata tersebut memiliki makna dan cakupan yang berbeda. Ditinjau dari standar dalam menilai suatu perbuatan dan tindakan, etika lebih berpatokan pada rasio, moral pada adat istiadat yang berlaku di tengah masyarakat tertentu, sedang akhlak lebih merujuk pada pertimbangan kitab suci Al-QurAoan. Etika profetik merupakan cerminan visi, misi, dan karakter kenabian yang penuh nilai Dalam makna yang lain etika profetik merupakan sebuah konsep kenabian yang dijadikan pedoman atau dasar seseorang untuk menilai apakah suatu tindakan yang telah dikerjakan seseorang itu salah atau benar, baik, atau buruk. Alasan mengapa Allah Swt. mengutus nabi kepada manusia tiada lain untuk membimbing, mengendalikan, mengarahkan nafsu manusia, sehingga menjadi berorientasi positif, mengedepankan akhlaq dan etika daripada mengikuti hawa nafsu selayaknya hewan. Dengan demikian tugas dan fungsi sebagai khalifah Al ardh dapat dijalankan dengan baik. Ayat-ayat etika profetik dalam Al-QurAoan menjangkau tidak hanya terkait etika terkait kepada sesama manusia dalam berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, namun juga kepada lingkungan alam sekitarnya. DAFTAR PUSTAKA