Jurnal AbdiMU : Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 5 No. 2 | November 2025 : hal 244-252 DOI: 10. https://jurnal. id/index. php/abdimu e-ISSN: 2797-3468 Pengembangan Promosi Desa Cibubuan melalui Pembuatan Profil Website yang Interaktif Ricky Rohmanto1. Putri Apriliyanti2. Luthpia R. Resmala3. Miftahul Parid4 1,4Bisnis Digital. Universitas MaAosoem. Indonesia 2Bimbingan dan Konseling. Universitas MaAosoem. Indonesia 3Manajemen Bisnis Syariah. Universitas MaAosoem. Indonesia rickyrohmanto@masoemuniversity. Received : AgustusAo 2025 Revised : NovAo 2025 Accepted : NovAo 2025 Published : NovAo 2025 ABSTRACT The Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata / KKN) is one of the forms of student dedication to society that focuses on applying academic knowledge for community development. the KKN program conducted in Cibubuan Village, a team of students from MaAosoem University carried out a digital transformation activity through the design and implementation of an interactive village profile website as a medium for information and promotion of local potential. The purpose of this activity is to provide a digital platform that can be widely accessed so that the villageAos local potentials can be recognized at both national and global levels. The implementation method used the Asset-Based Community Development (ABCD) approach, which focuses on mapping local assets, collaborating with village officials, and redeveloping the Webdesa into a more interactive and informative platform. The results show that the implemented website serves as an effective medium for publishing village profiles, community activities, and promoting local small enterprises (UMKM). The presence of this interactive profile website strengthens the villageAos digital identity, expands the reach of local potential promotion, and enhances transparency and community participation in village information management. Keywords :Community Service. Digital Transformation. Transparency. Village Profile Website. Local Potential. Information ABSTRAK Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang berorientasi pada penerapan ilmu untuk kemajuan desa. Pada program KKN di Desa Cibubuan, tim mahasiswa Universitas MaAosoem melaksanakan kegiatan transformasi digital melalui perancangan dan implementasi profile website interaktif sebagai media informasi dan promosi potensi desa. Tujuan dari kegiatan ini adalah menyediakan sarana digital yang dapat diakses secara luas agar potensi lokal desa dapat dikenal lebih luas, baik di tingkat nasional maupun global. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), yang berfokus pada pemetaan potensi lokal, kolaborasi dengan perangkat desa, serta pengembangan ulang Webdesa menjadi lebih interaktif dan informatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa website yang diimplementasikan mampu menjadi media publikasi profil desa, kegiatan masyarakat, dan promosi UMKM lokal. Keberadaan profile website interaktif ini memperkuat identitas digital desa, memperluas jangkauan promosi potensi lokal, serta meningkatkan transparansi dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan informasi desa. Kata Kunci : Pengabdian Masyarakat. Potensi Lokal. Profile Website Desa. Transformasi Digital. Transparansi Informasi. Jurnal Abdimu (Pengabdian kepada Masyaraka. e-ISSN: 2797-3468 PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi pada era digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh, mengelola, dan menyebarkan informasi. Transformasi digital ini juga berpengaruh besar terhadap sistem pemerintahan, termasuk pada tingkat desa. Pemerintah desa kini dituntut untuk lebih terbuka, transparan, dan mampu memberikan pelayanan publik yang cepat serta mudah diakses oleh seluruh masyarakat. Dalam konteks inilah, keberadaan website desa menjadi salah satu inovasi strategis yang mendukung upaya modernisasi pelayanan publik di tingkat desa. Website desa tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga sebagai identitas digital yang merepresentasikan profil, potensi, dan kegiatan masyarakat. Melalui website, pemerintah desa dapat menyampaikan berbagai informasi seperti pengumuman resmi, laporan kegiatan, data pembangunan, serta potensi ekonomi dan budaya yang dimiliki. Keberadaan website juga dapat menjadi alat promosi efektif bagi desa untuk memperkenalkan keunggulan dan daya tariknya, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global. Hal ini sejalan dengan kebijakan nasional mengenai digitalisasi desa yang bertujuan mendorong keterbukaan informasi publik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui teknologi informasi. Desa Cibubuan, yang terletak di Kecamatan Conggeang. Kabupaten Sumedang, merupakan salah satu desa dengan potensi besar di berbagai bidang. Desa ini memiliki kekayaan sumber daya pertanian, usaha mikro kecil menengah (UMKM), serta potensi budaya dan wisata yang dapat dikembangkan. Akan tetapi, potensi tersebut belum sepenuhnya dikenal luas karena keterbatasan media Informasi mengenai kegiatan, hasil pertanian, maupun produk unggulan UMKM belum terdokumentasi secara digital dan sistematis, sehingga jangkauan promosi masih terbatas. Padahal, di era digital saat ini, kehadiran media daring menjadi salah satu faktor penting yang dapat memperluas jaringan pemasaran serta meningkatkan citra dan daya saing desa. Sebelumnya. Desa Cibubuan telah memiliki website resmi, namun mengalami gangguan keamanan akibat peretasan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Kondisi ini mengakibatkan website tidak dapat difungsikan sebagaimana mestinya, bahkan beberapa data tidak dapat diakses. Akibatnya, penyebaran informasi desa terhambat dan transparansi pemerintahan menurun. Situasi tersebut menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk melakukan perancangan ulang dan pengelolaan website desa yang lebih aman, terstruktur, dan Selain itu, aparatur desa juga membutuhkan peningkatan kapasitas dalam hal pengelolaan teknologi informasi agar website dapat dikelola secara Berdasarkan kondisi tersebut. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas MaAosoem melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pembuatan dan pengelolaan website Desa Cibubuan. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu pemerintah desa memiliki sarana digital yang berfungsi optimal sebagai media informasi resmi sekaligus wadah promosi potensi lokal. Program ini Jurnal Abdimu (Pengabdian kepada Masyaraka. e-ISSN: 2797-3468 juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam berpartisipasi melalui fitur-fitur interaktif yang tersedia di website, seperti aspirasi warga, publikasi kegiatan, dan direktori usaha lokal. Dalam konteks kegiatan ini, potensi desa dijadikan sebagai konten utama website, misalnya melalui pembuatan laman profil desa, sejarah desa, data UMKM, pertanian, kesenian, serta destinasi wisata lokal. Dengan demikian, website yang dibuat bukan sekadar platform informasi, tetapi juga sarana pemberdayaan yang menonjolkan identitas dan kekuatan masyarakat Desa Cibubuan. Selain membantu desa dalam hal teknologi, kegiatan ini juga memiliki dimensi pemberdayaan sosial. Tim mahasiswa berperan sebagai fasilitator yang mendampingi perangkat desa dan masyarakat dalam memahami pentingnya digitalisasi informasi serta cara mengelola website secara mandiri. Pelatihan dilakukan agar aparatur desa mampu memperbarui data dan mengelola konten tanpa ketergantungan pada pihak luar. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan terbentuk kemandirian digital di tingkat desa serta tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keterbukaan dan transparansi informasi. Dari sisi manfaat, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan transparansi pemerintahan, promosi potensi ekonomi lokal, serta penguatan citra desa. Melalui website, masyarakat dapat memperoleh informasi terkait kegiatan desa dengan cepat dan akurat, sedangkan pelaku UMKM dapat memanfaatkan laman promosi untuk memperluas pasar. Selain itu, website juga dapat menjadi sarana dokumentasi digital yang berfungsi menjaga memori kolektif desa, seperti sejarah, budaya, dan nilai-nilai lokal yang patut dilestarikan. Dengan demikian, kegiatan pembuatan website Desa Cibubuan merupakan bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kapasitas digital dan memperluas akses informasi Melalui pendekatan berbasis potensi lokal dan partisipasi aktif warga, kegiatan ini tidak hanya menghasilkan produk berupa website, tetapi juga mendorong lahirnya masyarakat yang lebih adaptif, kreatif, dan berdaya dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi. Website ini diharapkan menjadi wujud konkret dari pemberdayaan masyarakat desa berbasis teknologi digital, sekaligus menjadi contoh praktik baik . est practic. bagi desa-desa lain di wilayah Sumedang dan sekitarnya. METODE Metode pengabdian masyarakat yang digunakan adalah Asset Based Community Development (ABCD) karena berfokus pada pemanfaatan potensi, aset, dan kekuatan masyarakat. Menurut Green dan Haines . , pendekatan ini mendukung kemandirian dan keberlanjutan dengan memprioritaskan kekuatan yang sudah ada. Penelitian Fitriana dan AAoyunina . menunjukkan bahwa pemetaan aset lokal menghasilkan program yang lebih konkret, sedangkan Dapiah et al. menemukan bahwa pengembangan sistem informasi berbasis web melalui ABCD mempercepat akses layanan publik dan mengembangkan potensi Jurnal Abdimu (Pengabdian kepada Masyaraka. e-ISSN: 2797-3468 Tahapan pembuatan website desa ini, dimulai dengan observasi dan pemetaan segala potensi desa untuk mengidentifikasi potensi desa yang bisa dimasukan kedalam website desa. Dalam konteks pembuatan website desa, metode ABCD diterapkan dengan menjadikan potensi desa sebagai konten utama. Website tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga sebagai sarana promosi potensi ekonomi, sosial, budaya, dan layanan publik desa. Sejalan dengan pandangan Herawati dkk. , pemanfaatan teknologi digital yang berorientasi pada kekuatan lokal mampu memperluas akses informasi sekaligus meningkatkan partisipasi Dengan demikian, pembuatan website desa berbasis ABCD tidak hanya menghasilkan media informasi, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat yang partisipatif dan berkelanjutan. Proses pembuatan website desa dilakukan melalui enam tahapan utama yang saling berkaitan. Tahap pertama adalah identifikasi masalah untuk mengetahui hambatan yang ada sekaligus merumuskan solusi yang sesuai. Setelah itu, tahap diskusi bersama perangkat desa dilaksanakan guna menyepakati rancangan profile Pada tahap pelaksanaan, proses teknis pembuatan profile website dijalankan sesuai rencana yang telah disusun. Tahap berikutnya adalah sosialisasi profile website yang bertujuan memperkenalkan tata cara penggunaan kepada pihak desa. Terakhir, monitoring dan evaluasi dilakukan untuk menilai keberhasilan profile website serta merumuskan langkah perbaikan di masa mendatang. Berikut tahapan pembuatan website Desa Cibubuan, yang dikoneksikan dengan judul melalui proses ABCD yang menghasilkan fitur mendukung administrasi dan interaksi. HASIL DAN PEMBAHASAN Identifikasi Masalah Tahap identifikasi masalah merupakan langkah awal yang sangat penting dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, khususnya sebelum pembuatan profile website desa dilakukan. Tahapan ini berfungsi untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai kondisi aktual Desa Cibubuan. Berdasarkan hasil observasi lapangan dan wawancara dengan perangkat desa, diketahui bahwa desa belum memiliki media digital aktif yang dapat digunakan sebagai sarana informasi Profile website yang sebelumnya pernah dioperasikan tidak lagi berfungsi akibat peretasan, sehingga perangkat desa kehilangan instrumen utama dalam menyampaikan informasi publik maupun dokumen pemerintahan yang bersifat Absennya media digital aktif menimbulkan konsekuensi yang cukup serius. Informasi mengenai data desa, pelayanan publik, serta agenda pemerintahan tidak dapat tersampaikan secara optimal kepada masyarakat. Kondisi ini berimplikasi pada terhambatnya prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola desa, serta menurunkan efektivitas komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat. Dalam konteks pembangunan, keterbatasan tersebut juga berdampak pada rendahnya partisipasi masyarakat serta kurang maksimalnya pelayanan publik. Jurnal Abdimu (Pengabdian kepada Masyaraka. e-ISSN: 2797-3468 Selain itu, potensi lokal Desa Cibubuan belum terdokumentasikan maupun terpublikasi secara baik. Produk UMKM, hasil pertanian, kesenian, dan potensi wisata tidak memiliki wadah promosi berbasis digital yang memadai. Keadaan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan digitalisasi dan kapasitas teknologi yang tersedia di desa. Pembangunan ulang website desa menjadi langkah strategis sekaligus mendesak, baik sebagai sarana komunikasi, dokumentasi, maupun media promosi potensi desa. Diskusi dan Perumusan Solusi Tahap perumusan solusi merupakan kelanjutan logis setelah proses identifikasi masalah. Pada tahap ini, mahasiswa bersama perangkat desa melaksanakan diskusi untuk menentukan strategi penyelesaian yang tepat dan relevan dengan kebutuhan Desa Cibubuan. Proses diskusi dilaksanakan secara partisipatif sehingga seluruh pemangku kepentingan dapat menyampaikan pandangan, pengalaman, dan aspirasi yang kemudian dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan. Dalam perumusan strategi, digunakan pendekatan Asset Based Community Development. Pendekatan ini dipilih karena menekankan pada pemanfaatan potensi dan aset lokal yang dimiliki desa, baik berupa sumber daya manusia, potensi ekonomi, maupun kearifan lokal. Dengan demikian, pembangunan website tidak hanya menghadirkan media digital baru, tetapi juga memastikan keberlanjutan pengelolaannya melalui optimalisasi sumber daya yang sudah tersedia. Hal ini sejalan dengan prinsip pemberdayaan masyarakat, yaitu membangun kemandirian desa dalam memanfaatkan aset yang dimiliki untuk menjawab tantangan Hasil diskusi menghasilkan kesepakatan bahwa profile website desa yang baru harus memuat konten yang mampu merepresentasikan identitas Desa Cibubuan sekaligus berfungsi sebagai sarana promosi potensi lokal. Konten yang direncanakan meliputi profil desa, sejarah, katalog UMKM, potensi pertanian, kesenian, destinasi wisata, serta fasilitas umum yang tersedia. Dengan cakupan konten tersebut, website diharapkan dapat berperan sebagai media informasi resmi sekaligus wadah promosi digital yang strategis bagi desa. Keberadaan profile website ini diproyeksikan memiliki nilai tambah bagi Selain meningkatkan transparansi dan akses informasi publik, website juga diharapkan mampu memperluas jaringan promosi potensi desa ke khalayak yang lebih luas. Dengan demikian, pembuatan profile website bukan hanya sekadar menghadirkan media komunikasi, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendorong penguatan ekonomi lokal dan pembangunan desa yang berkelanjutan. Pelaksanaan Tahap pelaksanaan merupakan bagian penting dalam rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat karena mencakup proses pembuatan website desa sesuai dengan rancangan yang telah ditetapkan pada tahap sebelumnya. Proses pembuatan dilakukan secara sistematis, meliputi penyusunan struktur laman. Jurnal Abdimu (Pengabdian kepada Masyaraka. e-ISSN: 2797-3468 perancangan desain antarmuka yang sederhana dan ramah pengguna, penulisan konten informatif, serta integrasi fitur-fitur yang dibutuhkan oleh desa. Setiap langkah dilaksanakan secara bertahap untuk memastikan kualitas, akurasi, serta ketepatan fungsi sebelum profile website diluncurkan secara resmi. Dalam tahap ini, mahasiswa menjalin koordinasi intensif dengan perangkat Koordinasi dilakukan melalui penyampaian laporan perkembangan secara berkala yang berfungsi menjaga transparansi sekaligus membuka ruang bagi perangkat desa untuk memberikan masukan. Saran dan rekomendasi yang diperoleh kemudian digunakan sebagai dasar dalam melakukan perbaikan maupun penyempurnaan sistem, sehingga hasil akhir lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa. Partisipasi perangkat desa dalam tahap pelaksanaan juga menjadi sarana transfer pengetahuan. Dengan keterlibatan langsung, perangkat desa mendapatkan pengalaman praktis dalam mengelola konten digital sehingga dapat menunjang keberlanjutan profile website setelah program Kuliah Kerja Nyata (KKN) berakhir. Sosialisasi Profile Website Tahap sosialisasi profile website dilakukan kepada perangkat desa sebagai pihak yang memiliki peran sentral dalam pengelolaan informasi dan administrasi Pem ilihan perangkat desa sebagai sasaran utama sosialisasi didasarkan pada pertimbangan bahwa mereka merupakan aktor yang secara langsung berhubungan dengan pelayanan publik serta pengelolaan data desa. Kegiatan ini dilaksanakan setelah profile website selesai dibuat dan dinyatakan siap digunakan, sehingga perangkat desa dapat segera memahami tata cara pemanfaatannya. Dalam proses sosialisasi, mahasiswa memberikan penjelasan teknis mengenai struktur dan fungsi utama website. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan menu profil desa, informasi layanan publik, agenda kegiatan, serta fitur katalog potensi lokal yang menampilkan UMKM, pertanian, kesenian, dan wisata. Penjelasan difokuskan pada tata cara operasional dasar, seperti langkah-langkah login administrator, pengisian konten, pengunggahan dokumen resmi. Hal ini bertujuan agar perangkat desa tidak hanya merahami fungsi profile website secara umum, tetapi juga mampu mengelola dan memelihara sistem secara mandiri. Sosialisasi dilakukan dengan pendekatan praktik langsung . earning by doin. Perangkat desa dilibatkan secara aktif untuk mencoba berbagai fungsi dari profile Pendekatan ini dipilih karena dianggap lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman sekaligus keterampilan teknis perangkat desa. Selain itu, kegiatan praktik juga membuka ruang bagi perangkat desa untuk mengajukan pertanyaan atau kendala teknis yang muncul, sehingga mahasiswa dapat memberikan solusi secara langsung. Hasil dari tahap sosialisasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman perangkat desa terhadap mekanisme dasar pengelolaan profile website. Dengan demikian, sosialisasi website tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapijuga sebagai upaya membangun kemandirian perangkat desa dalam memanfaatkan teknologi digital. Melalui sosialisasi ini, profile website Jurnal Abdimu (Pengabdian kepada Masyaraka. e-ISSN: 2797-3468 diharapkan dapat berfungsi optimal sebagai sarana informasi resmi desa yang transparan sekaligus menjadi wadah promosi potensi. Fitur interaktif seperti narahubung atau arsip dokumen yang disediakan dalam website ini diperjelas sebagai bentuk interaktivitas dua arah, di mana masyarakat dapat memberikan aspirasi atau mengakses dokumen secara langsung, serta sebagai wujud transparansi dalam administrasi desa. Berikut dokumentasi saat sosialisasi website profil desa. Gambar 1. Sosialisasi Website Desa Monitoring dan Evaluasi Tahap monitoring dan evaluasi dilaksanakan dengan tujuan menilai efektivitas profile website setelah dioperasikan secara resmi. Berdasarkan hasil pemantauan, profile website dapat diakses dengan baik dan seluruh fitur utama berfungsi sesuai dengan rancangan awal. Konten yang tersedia mencakup profil desa, sejarah, unit usaha mikro kecil dan menengah, potensi pertanian, kesenian, destinasi wisata, serta fasilitas umum. Hasil monitoring menunjukkan bahwa keberadaan website mulai memberikan manfaat nyata bagi pemerintah desa maupun masyarakat. Website berfungsi sebagai sarana publikasi informasi desa sekaligus wadah promosi potensi lokal, sehingga dapat meningkatkan visibilitas produk UMKM dan potensi wisata. Evaluasi lebih lanjut juga menyoroti beberapa tantangan mendasar, seperti keterbatasan anggaran untuk pemeliharaan domain dan hosting, kapasitas perangkat desa yang masih perlu ditingkatkan, serta ketiadaan tim khusus yang bertugas mengelola konten secara berkelanjutan. Merespons kondisi tersebut, sejumlah rekomendasi diajukan, antara lain perlunya pengalokasian anggaran rutin dari pemerintah desa, pembentukan tim pengelola yang melibatkan perangkat desa dan karang taruna, serta integrasi profile website dengan media sosial agar jangkauan informasi lebih luas. Dengan adanya monitoring dan evaluasi ini, diharapkan profile website desa tidak hanya berfungsi sebagai sarana informasi dan promosi, tetapi juga mampu berkembang menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi digital secara berkelanjutan. Fitur interaktif seperti narahubung atau arsip dokumen yang disediakan dalam website ini diperjelas sebagai bentuk interaktivitas dua arah, di mana masyarakat dapat memberikan aspirasi atau Jurnal Abdimu (Pengabdian kepada Masyaraka. e-ISSN: 2797-3468 mengakses dokumen secara langsung, serta sebagai wujud transparansi dalam administrasi desa. PENUTUP Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pembuatan profile website Desa Cibubuan telah berhasil menjawab permasalahan utama, yaitu tidak berfungsinya media informasi resmi desa akibat gangguan keamanan. Profile Website baru yang dibuat berfungsi sebagai sarana publikasi, promosi potensi desa, serta media transparansi bagi pemerintah desa. Fitur-fitur yang disediakan, seperti profil desa, arsip sejarah. UMKM, pertanian, kesenian, destinasi wisata, dan fasilitas desa, mampu merepresentasikan identitas desa sekaligus membuka akses informasi yang lebih luas kepada masyarakat. Ke depan, prospek pengembangan profile website desa ini masih terbuka luas, misalnya dengan penambahan fitur layanan publik berbasis daring seperti pengajuan surat online, kanal aspirasi warga, serta integrasi dengan media sosial agar jangkauan informasi lebih luas. Dengan pengembangan yang berkelanjutan, profile website desa diharapkan tidak hanya menjadi pusat informasi, tetapi juga instrumen pemberdayaan dan pelayanan publik berbasis teknologi. DAFTAR PUSTAKA