KUSUMA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat E-ISSN 3089-2805 Vol. No. Tahun 2025 | Hal. 68Ae 75 https://ojs. id/index. php/kjpkm/index Evaluasi Obesitas Melalui Skrining Fat Caliper pada Populasi Usia Produktif di Kelurahan Grogol Fenny Yunita1. Alexander Halim Santoso2. Farell Christian Gunaidi3. Naufal Rayhan4. Muhammad Rifat Umar Alwini5 Fakultas Kedokteran. Unviersitas Tarumanagara. Jakarta Correspondence Email: fenny@fk. DOI : DOI : 1055656/kjpkm. Submitted: . 5-04-. | Revised: . 5-05-. | Approved: . 5-07-. Abstract Obesity and excessive body fat accumulation are major risk factors for various metabolic and cardiovascular diseases. Measuring subcutaneous fat thickness using a fat caliper is a simple, effective, and cost-effective method to assess body fat percentage in the productive age population. This community service activity was carried out in Grogol Village. West Jakarta, involving 67 productive age Measurements were taken at four main body points, namely biceps, triceps, suprailiac, and subscapular, by a trained team from the Faculty of Medicine. Tarumanagara University. The screening results showed that in the fat caliper examination, the percentage of participants with high to very high categories in the biceps, triceps, suprailiac, and subscapular areas were 43. 28%, 31. 82%, and 8. 95%, respectively, indicating a potential risk of excess body fat. Education on obesity prevention through healthy diet and increased physical activity was provided to the participants. This activity emphasizes the importance of early screening using fat calipers and health education as promotive and preventive measures to prevent obesity complications and improve the quality of life of the community. Keywords: Subcutaneous Fat. Obesity. Screening. Education Abstrak Obesitas dan akumulasi lemak tubuh yang berlebihan merupakan faktor risiko utama berbagai penyakit metabolik dan kardiovaskular. Pengukuran ketebalan lemak subkutan menggunakan fat caliper adalah metode sederhana, efektif, dan hemat biaya untuk menilai persentase lemak tubuh pada populasi usia produktif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Grogol. Jakarta Barat, dengan melibatkan 67 peserta usia Pengukuran dilakukan pada empat titik tubuh utama, yaitu biceps, triceps, suprailiac, dan subscapular, oleh tim terlatih dari Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Hasil skrining menunjukkan bahwa pada pemeriksaan fat caliper, persentase peserta dengan kategori tinggi hingga sangat tinggi pada area biceps, triceps, suprailiac, dan subscapular masing-masing adalah 43,28%, 31,35%, 35,82%, dan 8,95%, yang menandakan KUSUMA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat E-ISSN 3089-2805 Vol. No. Tahun 2025 | Hal. 68Ae 75 https://ojs. id/index. php/kjpkm/index potensi risiko kelebihan lemak tubuh. Edukasi mengenai pencegahan obesitas melalui pengaturan pola makan sehat dan peningkatan aktivitas fisik diberikan kepada peserta. Kegiatan ini menegaskan pentingnya skrining dini menggunakan fat caliper dan edukasi kesehatan sebagai langkah promotif dan preventif untuk mencegah komplikasi obesitas dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kata kunci: Lemak Subkutan. Obesitas. Skrining. Edukasi LATAR BELAKANG Pengukuran persentase lemak tubuh yang akurat sangat penting dalam pemantauan lemak tubuh, evaluasi obesitas, serta perencanaan intervensi diet pada program perawatan kesehatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan kelebihan berat badan dan obesitas sebagai akumulasi lemak abnormal atau berlebih yang dapat membahayakan kesehatan. Berat badan berlebih dan obesitas telah menjadi masalah kesehatan global yang terus meningkat, baik di negara maju maupun berkembang. Pada tahun 2021, kondisi ini menyebabkan 3,71 juta kematian dan 129 juta tahun kehidupan hilang akibat disabilitas (Disability-Adjusted Life Years/DALY. Selama dua dekade terakhir, beban penyakit akibat obesitas meningkat lebih dari 15%, menjadikannya salah satu faktor risiko utama secara global. Hal ini menyebabkan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker akan semakin meningkat. Diperkirakan bahwa lebih dari 1,31 miliar orang akan mengalami diabetes pada tahun 2050, dan kejadian penyakit jantung akan meningkat dua kali lipat dalam 10 tahun mendatang di beberapa negara. Kasus kanker akibat obesitas juga diperkirakan mencapai lebih dari 2 juta kasus baru secara global pada tahun 2070. (Ng et al. , 2025. Sari et al. , 2024. Wijayanti et al. , 2. Salah satu metode antropometri yang dapat dimanfaatkan untuk mengukur persentase lemak tubuh adalah pengukuran fat caliper. Fat caliper merupakan teknik sederhana namun efektif untuk menilai ketebalan lapisan lemak, khususnya lemak subkutan, pada beberapa area tubuh tertentu. Akumulasi lemak tubuh yang berlebihan diketahui berkontribusi terhadap peningkatan risiko berbagai kondisi kesehatan, termasuk hipertensi, dislipidemia, obesitas, diabetes melitus tipe 2, penyakit jantung koroner, stroke, gangguan pada kandung empedu, osteoartritis, dan sleep apnea. (Esparza-Ros et al. , 2022. Ruslim et al. , 2024. Santoso et al. , 2. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, tenaga kesehatan dapat mendeteksi akumulasi lemak tubuh yang berlebihan secara dini di masyarakat, sehingga dapat mencegah komplikasi terkait obesitas dan meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. KUSUMA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat E-ISSN 3089-2805 Vol. No. Tahun 2025 | Hal. 68Ae 75 https://ojs. id/index. php/kjpkm/index METODE Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan metode Plan-Do-Check-Action (PDCA). Tahap perencanaan diawali dengan menetapkan tujuan yang jelas, yaitu melakukan skrining ketebalan lemak subkutan pada populasi usia produktif di Kelurahan Grogol. Jakarta Barat. Selanjutnya dilakukan penentuan waktu, lokasi kegiatan, dan sumber daya yang diperlukan, termasuk alat fat caliper sebagai instrumen Tim dosen dan mahasiswa yang membantu pelaksanaan kegiatan dikumpulkan untuk mendapatkan pelatihan mengenai prosedur penggunaan fat caliper secara tepat dan akurat. Pada tahap pelaksanaan, pengukuran ketebalan lemak subkutan dilakukan pada beberapa titik tubuh seperti biceps, triceps, suprailiac, dan subscapular kepada peserta pria dan wanita usia produktif. Pengawasan dilakukan untuk memastikan pengukuran sesuai dengan standar prosedur serta pencatatan hasil pengukuran dilakukan dengan teliti. Tahap pengecekan meliputi analisis dan evaluasi data ketebalan lemak subkutan yang diperoleh. Pada tahap tindakan, dilakukan edukasi kesehatan kepada peserta yang memiliki nilai ketebalan lemak di atas normal, dengan tujuan membantu mereka menjaga proporsi lemak tubuh agar tetap sehat dan mencegah risiko penyakit metabolik. HASIL DAN DISKUSI Kegiatan pengabdian masyarakat ini mengikutsertakan 67 peserta dan dilakukan di Kelurahan Grogol. Jakarta Barat yang terdiri dari populasi usia produktif. Tabel 1 menjelaskan karakteristik dasar peserta kegiatan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat diilustrasikan dalam Gambar 1, serta hasil pemeriksaan fat caliper peserta kegiatan dapat dilihat pada Gambar 2,3,4, dan 5. Table 1. Karakteristik Dasar Peserta Kegiatan Pengabdian Masyarakat Parameter Usia Jenis Kelamin C Laki-laki C Perempuan Fat Caliper C Biceps C Triceps C Suprailiac C Subscapular Hasil Mean (SD) 13 . Median (Min Ae Ma. Ae . 3 Ae 29. 8 Ae 45. Ae 41. 6 Ae 33. KUSUMA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat E-ISSN 3089-2805 Vol. No. Tahun 2025 | Hal. 68Ae 75 https://ojs. id/index. php/kjpkm/index Gambar 1. Kegiatan Pelaksanaan di Kelurahan Grogol Gambar 2. Gambaran Fat Caliper Biseps Peserta KUSUMA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat E-ISSN 3089-2805 Vol. No. Tahun 2025 | Hal. 68Ae 75 https://ojs. id/index. php/kjpkm/index Gambar 3. Gambaran Fat Caliper Triseps Peserta Gambar 4. Gambaran Fat Caliper Suprailiak Peserta Gambar 5. Gambaran Fat Caliper Skapular Peserta Hasil pemeriksaan ketebalan lemak subkutan menggunakan alat fat caliper pada empat titik tubuh, yaitu biceps, triceps, suprailiac, dan subscapular, menunjukkan adanya variasi distribusi lemak di antara peserta. Pada area biceps, sebagian besar KUSUMA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat E-ISSN 3089-2805 Vol. No. Tahun 2025 | Hal. 68Ae 75 https://ojs. id/index. php/kjpkm/index peserta . 18%) berada dalam kategori normal, sementara 34. 33% tergolong tinggi, dan hanya 1. 49% yang masuk kategori sangat tinggi. Di area triceps, distribusi lemak menunjukkan bahwa 50. 75% peserta memiliki ketebalan lemak normal, 35. tergolong tinggi, 7. 46% sangat tinggi, dan 5. 97% berada dalam kategori rendah. Pengukuran pada titik suprailiac memperlihatkan pola yang cukup beragam, di mana 72% peserta memiliki nilai dalam batas normal, 22. 39% termasuk kategori tinggi, 96% sangat tinggi, dan 11,94% tergolong rendah. Sementara itu, area subscapular menunjukkan hasil yang paling ideal, dengan mayoritas peserta . 07%) berada dalam kategori normal, hanya 7. 46% tergolong tinggi, 1. 49% sangat tinggi, dan 5. 97% berada dalam kategori rendah. Mayoritas peserta menunjukkan nilai ketebalan lemak subkutan dalam kategori normal pada keempat titik pemeriksaan, khususnya di area subscapular dan biceps. Namun demikian, terdapat proporsi yang tidak sedikit dari peserta yang tergolong tinggi dan sangat tinggi, terutama pada triceps dan suprailiac, yang menandakan potensi kelebihan lemak tubuh yang dapat berkontribusi terhadap gangguan metabolik di masa Distribusi lemak tubuh terdiri atas dua komponen utama, yaitu lemak subkutan . ang terletak di bawah kuli. dan lemak viseral . ang terakumulasi di daerah Akumulasi lemak yang tidak normal atau berlebihan dalam tubuh sering disebut sebagai obesitas. Hal ini disebabkan akibat ketidakseimbangan energi, yaitu konsumsi kalori yang melebihi energi yang digunakan tubuh. Obesitas dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, sindrom metabolik, penyakit ginjal kronis, hipertensi, hiperlipidemia, penyakit hati berlemak, beberapa jenis kanker, apnea tidur, osteoartritis, dan depresi. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga menambah beban biaya pada sistem kesehatan. Oleh karena itu, perlu dilakukan skrining terkait proporsi lemak tubuh di masyarakat untuk mencegah komplikasi terkait obesitas serta mengurangi beban biaya pada sistem kesehatan. (Alexander Halim Santoso et al. , 2023. Islam et al. Lin & Li, 2. Fat caliper atau skinfold caliper merupakan perangkat yang sederhana namun efektif untuk mengukur ketebalan lapisan lemak subkutan di beberapa lokasi tubuh tertentu. Metode ini memungkinkan estimasi komposisi tubuh, khususnya persentase lemak tubuh, yang berhubungan erat dengan risiko terjadinya morbiditas metabolik. Pengukuran ini biasanya dilakukan pada empat titik utama, yaitu triceps, subsubscapular, suprailiac, dan abdomen. Biaya penggunaannya relatif rendah dibandingkan metode pengukuran lemak tubuh lainnya, sehingga memungkinkan penerapannya secara luas dalam program pencegahan dan edukasi masyarakat. Metode ini juga memiliki tingkat akurasi yang tinggi, terutama bila dilakukan oleh petugas kesehatan yang terlatih. Pemeriksaan fat caliper dapat menjadi pilihan utama dalam menilai proporsi lemak tubuh, khususnya dalam program skrining komunitas. Alat ini bersifat portabel karena berukuran kecil dan ringan, sehingga mudah digunakan di berbagai lokasi pemeriksaan, baik di fasilitas kesehatan maupun di lapangan. (Jodhani et al. , 2020. Nysslinger et al. KUSUMA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat E-ISSN 3089-2805 Vol. No. Tahun 2025 | Hal. 68Ae 75 https://ojs. id/index. php/kjpkm/index KESIMPULAN Deteksi dini akumulasi lemak tubuh sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius dan mengurangi beban sistem kesehatan. Pemeriksaan menggunakan fat caliper, khususnya pada empat titik utama . riceps, subsubscapular, suprailiac, dan abdome. terbukti sebagai alat yang efektif, sederhana, dan murah untuk mendeteksi kelebihan lemak tubuh subkutan secara dini. Pemeriksaan ini penting untuk mencegah obesitas dan komplikasinya, mendukung upaya promotif dan preventif terhadap obesitas, serta meningkatan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. DAFTAR PUSTAKA