PENGARUH PERILAKU KONSUMEN, HARGA, DAN STORE ATMOSPHERE TERHADAP MINAT BELI DI MASA PANDEMI COVID-19 Gracella Wardinata1, Iskandar Ali Alam2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bandar Lampung Email: gracella.18011122@student.ubl.ac.id1, Iskandar@ubl.ac.id2 Abstract The purpose of the survey is to find out whether the factors of Consumer Behavior, Price, and Store Atmosphere have an influence on Interest in Buying Fatness Burger Metro during the Covid-19 Pandemic. The country of Indonesia is in a situation of the Covid-19 virus pandemic, causing a significant decrease in turnover, but with various factors suspected of influencing Fatness Burger, it can survive this pandemic. The population in this research are consumers of Fatness Burger Metro, totaling 100 samples. The survey uses qualitative analysis techniques, classical assumptions, multiple linear regression analysis, coefficient of determination, F and t tests with SPSS 25 software. As a result of data analysis, it can be concluded that Consumer Behavior, Prices, and Store Atmosphere have a positive and significant effect simultaneously on Purchase Interest Consumer. Keywords: consumer behavior, price, store atmosphere, buying interest. Abstrak Tujuan dari survey ialah mengetahui apakah faktor Perilaku Konsumen, Harga, dan Store Atmosphere punya pengaruh pada Minat Beli Fatness Burger Metro di masa Pandemi Covid-19. Negara Indonesia dalam situasi pandemi virus Covid-19, menyebabkan penurunan omset yang cukup signifikan, akan tetapi dengan adanya berbagai faktor yang diduga mempengaruhi membuat Fatness Burger dapat tetap bertahan melewati pandemi ini. Populasi dalam riset ini merupakan konsumen dari Fatness Burger Metro yang berjumlah 100 sampel. Survey menggunakan teknik analisis kualitatif, assumption klasik, analisis regresi linier berganda, koefisien deteminasi, uji F dan t dengan software SPSS 25. Akibat dari analisa data dapat disimpulkan bahwa Perilaku Konsumen, Harga, dan Store Atmosphere berpengaruh positif dan tersignifikan dengan bersamaan pada Minat Beli Konsumen. Kata Kunci: perilaku konsumen, harga, store atmosphere, minat beli. PENDAHULUAN Masyarakat negara Indonesia dan seluruh negara di seluruh dunia, kini telah berusaha kembali bangkit dari Pandemi Covid-19 telah menyebabkan kekhawatiran dan kepanikan. Setelah sebelumnya pandemi Covid-19 menyebabkan semua aktivitas perekonomian terhenti, sehingga masyarakat diharuskan untuk melakukan ibadah, kerja dan belajar dari rumah. Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan manusia, mulai dari gejala batuk pilek hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MARS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) (WHO,2020). Penetapan status pandemi dilakukan dengan SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 NO.5 (APRIL 2022) https://publish.ojs-indonesia.com/index.php/SIBATIK 677 PENGARUH PERILAKU KONSUMEN, HARGA, DAN STORE ATMOSPHERE TERHADAP MINAT BELI DI MASA PANDEMI COVID-19 Gracella Wardinata, Iskandar Ali Alam DOI: https://doi.org/10.54443/sibatik.v1i5.78 mempertimbangkan suatu penyakit yang bersifat menular dan menyebar ke banyak wilayah atau negara Pemerintah terus mencoba buat tekan taraf sebaran Covid-19 sangat melonjak naik dengan cara melakukan jaga jarak atau PSBB. Dampak jelas terasa dari pemberlakukan PSBB tersebut ialah para Pengusaha Bisnis. Salah satu usaha yang terdampak adalah cafe and resto yang mengalami penurunan omset akibat sepi pengunjung. Agar dapat mengambil alih perhatian pasar, pengusaha harus membuat atau memiliki sesuatu yang berbeda dari cafe lain yang ada kota Metro. Dalam survey, objek yang digunakan adalah Fatness Burger Metro. Pada awal merintis Fatness Burger hanya khusus menjual Burger, namun seiring waktu berjalan, Fatness Burger memperbanyak varian menu yang dijualnya, mengganti suasana dan berubah menjadi coffee and eatery. Perubahan tersebut dilakukan dengan harapan dapat menarik Minat Beli pada masa pandemi Covid-19. Adapun beberapa faktor yang diduga dapat taikkan Minat Beli Konsumen ialah Perilaku Konsumen, Harga serta Store Atmosphere. Tabel 1. Fatness Burger Sales Turnover Sumber: Data Omset Penjualan Fatness Burger Berdasarkan uraian tabel 1. diketahui tahun 2020 pada saat pandemi covid-19 sedang menyebar luas di Indonesia, omset Fatness Burger mengalami penurunan yang sangat drastis. Namun di akhir tahun 2021 saat Fatness Burger sudah mengganti strategi usahanya menjadi Coffee and Eatery, omset Fatness mengalami kenaikan sedikit demi sedikit per bulannya. Oleh karena itu, demi mempertahankan usahanya, maka Fatness Burger perlu memperhatikan faktor yang bisa memberikan pengaruh pada peningkatan Minat Beli seperti Perilaku Konsumen, Harga dan Store Atmosphere. Dilakukannya survey ini ditujukan untuk : 1. Dapat terlihat pengaruh faktor Perilaku Konsumen pada Minat Beli pada Fatness Burger Metro di masa pandemi covid-19. 678 SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 NO.5 (APRIL 2022) https://publish.ojs-indonesia.com/index.php/SIBATIK 2. 3. 4. Dapat terlihat pengaruh faktor Harga terhadap Minat Beli pada Fatness Burger Metro di masa pandemi covid-19. Dapat terlihat pengaruh faktor Store Atmosphere terhadap Minat Beli pada Fatness Burger Metro di masa pandemi covid-19 Dapat terlihat pengaruh faktor Perilaku Konsumen, Harga dan Store Atmosphere pada Minat Beli di Fatness Burger Metro di masa pandemi covid-19. TINJAUAN PUSTAKA Dari Kotler serta Keller (pada Aditya Wahyu Ramadhan, 2017), sikap konsumen diterjemahkan jadi studi perihal bagaimana individual, grup, serta organization mentukan, membeli, dan memuaskan kebutuhan serta impian mereka akan barang, service, inspirasi, atau pengalaman. Suasana toko ialah bagian asal kombinasinya beberapa ciri fisik bangunan, pencahayaan, tampilan, rona, suhu, musik membuat bayangan pada benak konsumen secara keseluruhan dari Utami (pada Suradi & Yunelly, 2012). Ada beberapa elemen terpengaruh pada store atmosphere yaitu exterior, interior umum, tataan letak serta pedalaman design dari Berman serta Evan (2014:545). Suasana unik, nyaman dan higienis ialah hal krusial yang wajib dipunya sang pengusaha supaya bisa menaikkan minat beli konsumen. Dari Swasta (pada Rizal Lul Malik, 2021), price ialah total uang terbebankan atau ditagihkan buat suatu product, menggunakan istilah lain price ialah suatu angka yang akan ditukarkannya dengan product yang diinginkan sang kostumer. Harga berdasarkan Kotler serta Armstrong (2012:314) ialah sejumlah uang, yang terbebankan buat suatu product atau jasa serta nomor ditukarkan konsumen untuk mempunyai atau memakai product atau jasa. Membentuk price sempurna cocok dengan kualitas wajib dipikirkan secara matang supaya bisa bersaing menggunakan pengusaha lainnya. Dasar dari minat beli konsumen adalah pertimbangan atas harga. Harga menjadi suatu ukuran tentang mutu produk pembeli mengalami kesulitan dalam mengevaluasi produkproduk yang kompleks. Saat ini konsumen lebih kritis, lebih cerdas, lebih sadar akan harga, lebih banyak menuntut dan juga didekati oleh banyak pesaing dengan memberikan penawaran yang sama atau bahkan lebih baik.(Tri Lestira P.W & Dita, 2021) Pengertian Minat Beli dari Kotler serta Keller (dalam Suradi et al, 2012) ialah sikap konsumen dimana konsumen mempunyai impian untuk membeli atau tentukan, pakai dan konsumsi atau inginkan suatu product. Indikator buying interest (pada survei Syandi Yudha Pratama, Diyah Santi Hariyani, Dian Citaningtyas Ari Kadi, 2021) ialah: minat transactional, minat surat keterangan, minat preferential, minat exploration. METODELOGI PENELITIAN Dalam melakukan riset ini digunakan metode analisis kualitatif, dan dilakukan pada Fatness Burger Metro untuk mengetahui hubungan antar variable menggunakan software SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 NO.5 (APRIL 2022) https://publish.ojs-indonesia.com/index.php/SIBATIK 679 PENGARUH PERILAKU KONSUMEN, HARGA, DAN STORE ATMOSPHERE TERHADAP MINAT BELI DI MASA PANDEMI COVID-19 Gracella Wardinata, Iskandar Ali Alam DOI: https://doi.org/10.54443/sibatik.v1i5.78 SPSS 25. Adapun sampel dalam survey adalah konsumen dari Fatness Burger sebanyak 100 responden dihitung menggunakan rumus Lemeshow dan diukurkan memakai scale likert. 𝑛= 𝑍 2 1 − 𝛼/2𝑃(1 − 𝑃) 𝑑2 1,962 − 0,5(1 − 0,5) 𝑛= 0,12 𝑛= 3,8416 . 0,25 0,01 𝑛 = 96,04 = 100 samples Variable didalam survey ini ialah variable dependent (Y) meliputi Minat Beli dan variable independent (X) meliputi Perilaku Konsumen (X1), Harga (X2), dan Store Atmosphere (X3). Survey memakai data tersumber dari kumpulan data primary dan secondary. Data tersebut bisa dikumpulkan melalui observasi, wawancara tidak teratur, studi kepustakaan, dan angket yang disebarkan kepada responden agar dapat mengumpulkan data primer. Dalam melakukan survey digunakan metode teknik analisis classic assumption ialah Normalitas, Heteroskedastisitas, dan Multikolinearitas. Analisis Kualitatif pada tabel jawaban dari hasil pengumpulan angket. Hipotesis memakai uji F dan t. Rumus persamaan linier berganda, yaitu : 𝑌 = 𝑎 + 𝑏1 𝑋1 + 𝑏2 𝑋2 +. . . +𝑏𝑘 𝑋2 Keterangan : Y = Variable Dependent a = Konstanta b1,b2,....bk = Koef. Variable Independent X1,X2,... Xk = Variable Independent 680 SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 NO.5 (APRIL 2022) https://publish.ojs-indonesia.com/index.php/SIBATIK HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA Validitas Tabel 2. Hasil Uji Validitas (X1, X2,X3,Y) Sumber : Data diolah,2022 Tabel 2. menunjukan bahwa setiap item pernyataan bernilai positif dan rhitung > rtabel (0,202). Oleh karena itu, setiap item pernyataan dinyatakan tervaliditasi. SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 NO.5 (APRIL 2022) https://publish.ojs-indonesia.com/index.php/SIBATIK 681 PENGARUH PERILAKU KONSUMEN, HARGA, DAN STORE ATMOSPHERE TERHADAP MINAT BELI DI MASA PANDEMI COVID-19 Gracella Wardinata, Iskandar Ali Alam DOI: https://doi.org/10.54443/sibatik.v1i5.78 Reliabilitas Tabel 3. Hasil Uji Reliability (X1, X2,X3,Y) Sumber: Data diolah, 2022 Dari tabel 3. memperlihatkan bahwa setiap variabel mempunyai nilai cronbach alpha > 0,60. Akibat perhitungan tersebut, maka variable dinyatakan reliability. Classic Assumption Uji Normalitas Tabel 4. Hasil Uji Normality Sumber: Data diolah, 2022 Akibat tabel normality dibuat memakai Kolmogorov Smirnov, semua variable X1,X2,X3,dan Y tersignifikasi 0,07. Data semua variable tadi dinyatakan terdistribusi normal karena taraf signifikasinya 0,07 > 0,05. Uji Multikolinearitas Tabel 5. Hasil Uji Multicollinearity Sumber: Data diolah,2022 682 SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 NO.5 (APRIL 2022) https://publish.ojs-indonesia.com/index.php/SIBATIK Akibat tabel ditunjukan variable Store Atmosphere mempunyai taraf tol. 0,791> 0,100 dan VIF 1,264 < 10,00. Variable Harga punya taraf tol. 0,766 > 0,100 dan VIF 1,305 < 10,00. Variable Perilaku Konsumen taraf tol. 0,755 > 0,100 dan VIF 1,324 < 10,00. Akibatnya disimpulan jika multicollinearity sudah terpenuhi atau tak ada multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas Gambar 2. Hasil Uji Heteroskedastisitas Sumber: Data diolah, 2022 Akibatnya ditunjukan jika tersebarkan di top dan down atau disekitar 0 dan tak ada titik ketara terbentuk. Sebagai akibatnya yang akan terjadi diperoleh tidak terjadi heteroscedasticity (Ghozali,2016). Oleh karena itu, asumsi heteroscedasticity sudah terpenuhi atau data tak ada gejala Heteroskedastisitas. Analisis Kualitatif Dari hasil pengumpulan kuisioner telah di bagikan pada respondent Fatness Burger dan selanjutnya akan di klasifikasikan dalam bentuk tabel beserta penguraian. Untuk mengklasifikasikan data hasil survey dipakai interval: (𝑵𝑻 − 𝑵𝑹) 𝑰= 𝑲 Keterangan : NT : Tertinggi NR : Terendah K : Kategori I : Interval 𝑰= (𝟑𝟓 − 𝟕) = 𝟓, 𝟔 = 𝟔 𝟓 SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 NO.5 (APRIL 2022) https://publish.ojs-indonesia.com/index.php/SIBATIK 683 PENGARUH PERILAKU KONSUMEN, HARGA, DAN STORE ATMOSPHERE TERHADAP MINAT BELI DI MASA PANDEMI COVID-19 Gracella Wardinata, Iskandar Ali Alam DOI: https://doi.org/10.54443/sibatik.v1i5.78 Akibat hitungan didapat interval 6, maka dapat ditentukan kriteria jawaban untuk setiap variabel sebagai berikut: Tabel 6. Distribusi Jawaban Responden Sumber: Data diolah, 2022 Skor presentase = = 𝐒𝐤𝐨𝐫 𝐦𝐚𝐤𝐬𝐢𝐦𝐮𝐦% − 𝐒𝐤𝐨𝐫 𝐦𝐢𝐧𝐢𝐦𝐮𝐧% 𝑲 𝟏𝟎𝟎%−𝟑𝟒% 𝟓 = 𝟏𝟑, 𝟐 = 𝟏𝟑 Keterangan : 34% – 46% = Sangat Tidak Baik 47% - 59% = Tidak Baik 60% - 72% = Ragu-ragu 73% - 85% = Baik 85% - 100% = Sangat Baik Dalam melakukan perngukuran variabel, digunakan instrumen sebanyak 7 pernyataan yang mewakili masing-masing indikator setiap variabelnya. Untuk mengetahui kriteria jawaban dari skor total pernyataan, setiap butir pernyataan memilki skor nilai 1-5. Akibat perhitungan tersebut, diperoleh hasil rata-rata dan respon responden dari masing-masing variabel dalam bentuk presentase. Variabel Perilaku Konsumen (X1) pada Fatness Burger berada pada tingkat skor Sangat Baik dengan rata-rata 435 dan presentase 86,7%. Variabel Harga (X2) pada Fatness Burger berada pada tingkat skor Sangat Baik dengan rata-rata 429,5 dan presentase 85,9%. Store Atmosphere (X3) pada Fatness Burger berada pada tingkat skor Sangat Baik dengan rata-rata 456,4 dan presentase 91,2%. Variabel Minat Beli (Y) pada Fatness Burger berada pada tingkat skor Sangat Baik dengan rata-rata 432 dan presentase 86,4%. 684 SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 NO.5 (APRIL 2022) https://publish.ojs-indonesia.com/index.php/SIBATIK Analisis Regresi Linier Berganda Tabel 7. Hasil Analisis Multiple Linear Regression Sumber: Data diolah, 2022 Akibat tabel analisis dengan digunakan SPSS 25, didapat skor persamaan regression: Y = -1,201 + 0,377X1 + 0,309 X2 + 0,332X3 + e Dari persamaan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa : 1. Taraf konstanta -1,201, apabila tak terjadi perubahan pada variable store atmosphere, harga dan perilaku konsumen maka minat beli masyarakat pada Fatness Burger -1,201. 2. Jika taraf koefisien regression Store Atmosphere bernilai positive 0,377 , maka apabila variable Store Atmosphere (X3) tingkat 1% akan sebabkan kenaikan pada Minat Beli 0,377 3. Jika taraf koefisien regression Harga positive 0,309, maka apabila variable Harga (X2) meningkat 1% akan menyebabkan kenaikan pada Minat Beli 0,309. 4. Jika taraf koefisien regression Perilaku Konsumen bernilai positif adalah 0,322 , maka apabila Perilaku Konsumen (X1) meningkat 1% akan menyebabkan kenaikan pada Minat Beli 0,332. Koefisien Determinasi Tabel 8. Hasil Uji Koef. Determinasi Sumber: Data diolah, 2022 Akibat tabel 9. besarnya nilai R Square yang terdapat dari tabel Model Summary adalah sebesar 0.302. Hal ini menunjukan bahwa kontribusi pengaruh Variabel Perilaku SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 NO.5 (APRIL 2022) https://publish.ojs-indonesia.com/index.php/SIBATIK 685 PENGARUH PERILAKU KONSUMEN, HARGA, DAN STORE ATMOSPHERE TERHADAP MINAT BELI DI MASA PANDEMI COVID-19 Gracella Wardinata, Iskandar Ali Alam DOI: https://doi.org/10.54443/sibatik.v1i5.78 Konsumen, Harga dan Store Atmosphere sebesar 30,2% sementara sisanya 69,8% terpengaruhi variable lain diluar survey. Hipotesis F Test Agar dapat diketahui kesamaan pengaruh seluruh variable independent (X1, X2,X3) pada variable dependent (Y) dibutuhkan F. Adapun kriteria untuk melihat level of significant yaitu sebesar 0,05 atau 5%. Selain itu ada kriteria lain dalam pengambilan keputusan, yaitu: a. Fhitung < Ftabel (diterimanya H0). b. Fhitung > Ftabel (diterimanya Ha). Rumus Ftabel = (k ; n-k), F= (3 ; 100-3), F = (2 ; 97) Ftabel = 2,70 Tabel 9. Hasil Uji F Sumber: Data diolah,2022 Akibat pengujian tabel 10. Fhitung 15,289 > Ftabel 2,70 atau 15,289 > 2,70. Taraf signifikasi 0,000 < 0,05. Bisa simpulkan jika variable Perilaku Konsumen, Harga dan Store Atmosphere terpengaruh pada variabel Minat Beli. (ditolaknya H0 dan diterimanya Ha) t Test Jika tersignifikasi < 0,05 variable independent terpengaruh signifikannya pada variable dependent. Selain itu kriteria lain dalam pengambilan putusan: a. Diterimanya H0 thitung < ttabel (tak terpengaruh). b. Ditolaknya H0 thitung > ttabel (terpengaruh). Tabel 10. Hasil Uji t Sumber : Data diolah,2022 686 SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 NO.5 (APRIL 2022) https://publish.ojs-indonesia.com/index.php/SIBATIK Akibat tabel 11. dapat diambilkan simpulan : 1. Variable Perilaku Konsumen signifikasinya 0,020 < 0,05 dan thitung 2,357 > ttabel 1,988, disimpulkan Perilaku Konsumen terpengaruh signifikannya pada Minat Beli. (Diterimanya H1). 2. Variable Harga signifikasinya 0,017 < 0,05 dan thitung 2,434 > ttabel 1,988, disimpulkan Harga terpengaruh signifikannya pada Minat Beli. (Diterimanya H2). 3. Variable Store Atmosphere signifikasinya 0,005 < 0,05 dan thitung 2,864 > ttabel 1,988, disimpulkan Store Atmosphere terpengaruh signifikannya pada Minat Beli. (Diterimanya H3). PENUTUP Kesimpulan Akibat penguraian di atas dapat diambilkan simpulan: 1. Variable Perilaku Konsumen (X1) terpengaruh positif dan tersignifikan pada variabel Minat Beli Fatness Burger Metro. 2. Variable Harga (X2) terpengaruh positif dan tersignifikan pada variabel Minat Beli Fatness Burger Metro. 3. Variable Store Atmosphere (X3) terpengaruh positif dan tersignifikan pada variabel Minat Beli Fatness Burger Metro. 4. Perilaku Konsumen (X1), Harga (X2) dan Store Atmosphere (X3) terpengaruh positif dan tersignifikan bersamaan pada Minat Beli Fatness Burger Metro di pandemi Covid19 terbukti dan bisa diterima kebenarannya. Saran 1. Fatness Burger diharapkan dapat mengkaji ulang harga makanan telah ditetapkan agar lebih sesuai dengan kualitasnya atau menurunkan sebagian harga yang dianggap terlalu tinggi, agar minat beli konsumen dapat lebih meningkat. 2. Fatness Burger juga diharapkan dapat menjaga kenyamanan dan tata letak furniture cafe bisa menarik minat beli konsumennya lebih besar. DAFTAR PUSTAKA Alam, I. A., & Putri, N. (2021). Model Manajemen Pelatihan Karyawan Di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Pada Pt Pelabuhan Indonesia Ii (Persero) Cabang Panjang) (No. 8ytus). Center for Open Science. Berman and Evans Diterjemahkan sang Lina Salin (2014).,Mendefinisikan Store Atmosphere dari Para pakar. (On line). http://repository.uinsu.ac.id/ (Diakses 25 November 2021, 20:10 WIB). Ghozali, I. 2016. software Analisis Multivariat menggunakan acara IBM SPSS 23. Edisi 8. Semarang: Badan Penerbit Diponegoro University. SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 NO.5 (APRIL 2022) https://publish.ojs-indonesia.com/index.php/SIBATIK 687 PENGARUH PERILAKU KONSUMEN, HARGA, DAN STORE ATMOSPHERE TERHADAP MINAT BELI DI MASA PANDEMI COVID-19 Gracella Wardinata, Iskandar Ali Alam DOI: https://doi.org/10.54443/sibatik.v1i5.78 Kotler, Philip, serta Gary Armstrong 2012. Prinsip Pemasaran. Edisi 13. Volume 1. Jakarta: Erlangga. Mahardika, I, K, P, B. (2021).dampak Store Atmosphere, Advertising, serta Harga pada Purchase Intent di The Clouds Vapor & Matter di Kota Denpasar. JUSTBEST: Jurnal usaha serta Manajemen Berkelanjutan,1(1)31-44 . Malik, R.L. (2021). dampak harga pada minat beli konsumen di Lucky Rabbits Bandung (Skripsi PhD, FISIP UNPAS). Pratama, S.Y., Hariyani, D.S., & Kadi, D.C.A. (2021, November). dampak Faktor sikap Konsumen pada Minat Membeli Produk UMKM di E-Commerce (Study kasus Pengguna E-Commerce Tertarik Membeli Produk UMKM pada Kota Madiun). In Simba: Seminar inovasi Manajemen, usaha serta Akuntansi (Vol. tiga). Ramadhan, Aditya Wahyu, dan Andjarwati, A, L. 2017. impak merk Image serta Kualitas Produk pada Putusan Pembelian Samsung Galaxy S7 (Studi pada Pengunjung Plaza Marina serta Wtc Surabaya), Jurnal Ilmu Manajemen, lima(4) . Suradi, Mujiono, Yunelly, A. 2012. Faktor mensugesti minat beli konsumen pada produk tepung sagu (studi perkara di warga desa Selat Akar Merbau). Jurnal Administrasi usaha utami Christina Widya. 2010. Pengelolaan ritel, taktik serta implementasi operasional usaha ritel terkini pada Indonesia. Edisi dua. Jakarta: Salemba Empat. Warganegara, T. L. P,. serta Dita, S.T. (2021). dampak Harga serta Iklan pada Keputusan Pembelian di Mokko Factory Mall Kartini Bandar Lampung (Studi perkara Penjualan Donat). Diakses asal: https://Doi.Org/10.31219/Osf.Io/Xubct 688 SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 NO.5 (APRIL 2022) https://publish.ojs-indonesia.com/index.php/SIBATIK