Vol 3 No. 1 Januari 2026 P-ISSN : 3047-2792 E-ISSN : 3047-2032. Hal 86 - 93 JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jimat Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI: https://doi. org/10. 69714/p3nktw17 PENGARUH ROA. ROE. PER. DAN EPS PADA HARGA SAHAM PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2022-2024 Rifqotul Itsnainiyah a*. Riska Ayu Setiawati b a Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam / Manajemen, eno9044@gmail. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel. Surabaya. Jawa Timur Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam / Manajemen, riska. ayu@uinsa. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel. Surabaya. Jawa Timur Penulis Korespondensi: Rifqotul Itsnainiyah ABSTRACT This study aims to analyze the effect of Return on Assets (ROA). Return on Equity (ROE). Price Earnings Ratio (PER), and Earnings Per Share (EPS) regarding the equity values of financial institutions registered on the Indonesia Stock Exchange during the 2022-2024 timeframe. The aggregate group for this investigation comprised 47 financial corporations, of which 20 companies were selected as samples through a purposive sampling approach. The methodological approach applied included testing classical assumptions, followed by multiple linear regression modeling. The outcomes of the study suggest that ROE. PER, and EPS exert a considerable positive influence on equity values, whereas ROA demonstrates no substantial impact. totality, the four predictor variables collectively exert a considerable influence on equity value. These results suggest that banks with strong equity performance, sound market valuation, and high earnings per share are more capable of attracting investors and driving an increase in stock prices. The contribution of this research lies in providing recent empirical evidence on the fundamental factors affecting stock prices in the Indonesian banking sector, serving as a valuable reference for investors and management in making investment decisions and developing strategies to enhance corporate performance. Keywords: Earnings Per Share (EPS). Price Earnings Ratio (PER). Return on Assets (ROA). Return on Equity (ROE), stock price. Abstrak Riset ini bertujuan untuk mengetahui dampak Return on Assets (ROA). Return on Equity (ROE). Price Earnings Ratio (PER), dan Earnings Per Share (EPS) pada harga saham perusahaan perbankan yang terlisting pada Bursa Efek Indonesia periode 2022-2024. Populasi pada riset ini terdiri dari 47 perusahaan perbankan, yang mana 20 perusahaan terpilih menjadi sampel dengan pendekatan purposive sampling. Pendekatan metodologis yang diterapkan meliputi pengujian asumsi klasik, dilanjutkan dengan analisis regresi linier Temuan riset menyatakan yakni ROE. PER, dan EPS berdampak positif signifikan pada harga saham, sedangkan ROA tidak menunjukkan dampak yang signifikan. Secara keseluruhan, keempat variabel independen tersebut secara simultan berdampak signifikan pada harga saham. Kondisi ini mengartikan yakni perusahaan dengan kinerja ekuitas yang baik, valuasi pasar yang sehat, serta laba per saham tinggi lebih mampu menarik minat investor dan mendorong peningkatan harga saham. Kontribusi penelitian ini terletak pada pemberian bukti empiris terbaru mengenai faktor-faktor fundamental yang memengaruhi harga saham sektor perbankan di Indonesia, sehingga dapat menjadi acuan bagi investor dan manajemen dalam pengambilan keputusan investasi maupun strategi peningkatan kinerja perusahaan. Kata Kunci: Earnings Per Share (EPS). Harga Saham. Price Earnings Ratio (PER). Return on Assets (ROA). Return on Equity (ROE). Naskah Masuk 29 September, 2025. Revisi 13 Oktober, 2025. Diterima 6 November, 2025. Tersedia 13 November, 2025 Rifqotul Itsnainiyah dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 86 Ae 93 PENDAHULUAN Di era globalisasi dan kemajuan pesat dalam teknologi informasi, pasar modal memainkan peran penting sebagai salah satu instrumen utama dalam ekonomi kontemporer. Harga saham menjadi indikator yang merefleksikan nilai perusahaan di mata publik serta cerminan sentimen dan kepercayaan investor terhadap kondisi ekonomi. Di Indonesia. Bank BUMN memegang posisi strategis karena menguasai lebih dari 40% pangsa pasar aset dan menjadi penyumbang kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia . Dengan peranan tersebut, kinerja saham bank yang tercatat di BEI tidak hanya berdampak pada stabilitas pasar modal, tetapi juga berimplikasi langsung pada perekonomian nasional. Selama periode 2022-2024, saham-saham perbankan yang tercatat pada BEI menunjukkan dinamika yang Laporan keuangan menunjukkan peningkatan laba yang relatif konsisten pada Bank Rakyat Indonesia (BRI). Bank Mandiri, dan Bank Negara Indonesia (BNI), namun, fluktuasi harga saham tidak selalu sejalan dengan kinerja positif perusahaan-perusahaan tersebut . Kondisi ini menandakan faktor fundamental belum sepenuhnya tercermin dalam harga saham, dan investor masih kurang memperhatikan indikator fundamental perusahaan, padahal rasio keuangan dapat menggambarkan kinerja serta prospek saham bank di pasar modal. Dalam pengambilan keputusan investasi, investor tidak hanya mengandalkan analisis teknikal jangka pendek, tetapi juga memerlukan pemahaman fundamental perusahaan. Rasio finansial berperan sebagai perangkat esensial analisis fundamental yang menggambarkan kesehatan dan kinerja perusahaan. Return on Assets (ROA). Return on Equity (ROE). Price Earnings Ratio (PER), dan Earnings Per Share (EPS) merupakan indikator finansial krusial yang dimanfaatkan untuk mengkaji performa mendasar suatu entitas bisnis. ROA serta ROE, secara spesifik, berfungsi selaku tolok ukur rentabilitas, yang mengasesmen efektivitas operasional entitas dalam memproduksi profit. EPS merepresentasikan profit neto per lembar ekuitas, sedangkan PER merefleksikan ekspektasi pasar akan augmentasi profit di periode mendatang dan valuasi harga saham . Keempat rasio ini sangat dijadikan acuan utama bagi investor dalam menilai kesehatan keuangan perusahaan sekaligus prospeknya di pasar modal. Riset terdahulu mengenai dampak indikator finansial pada nilai ekuitas telah menghasilkan temuan yang Secara spesifik, studi empiris menunjukkan yakni pada bank-bank milik negara (BUMN) selama periode 2010-2020. ROA dan ROE tidak menunjukkan dampak yang signifikan, sementara EPS ada dampak positif yang signifikan pada harga saham . Studi lain periode 2018Ae2022 menemukan ROE berpengaruh positif, sedangkan ROA dan PER berpengaruh negatif . Temuan ini menunjukkan inkonsistensi, terutama pada ROA dan ROE, serta terbatasnya penelitian yang mengkaji keempat rasio utama secara bersamaan. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk mengisi kesenjangan tersebut. Berdasarkan uraian di atas, riset ini ada sasaran agar menguji dampak Return on Assets (ROA). Return on Equity (ROE). Price Earnings Ratio (PER), dan Earnings Per Share (EPS) pada harga saham emiten sektor perbankan yang terlisting pada Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2022-2024. Hasil penelitian diharapkan dapat memperluas kajian ilmiah mengenai analisis fundamental saham perbankan di Indonesia serta menjadi rujukan bagi investor dalam merumuskan strategi investasi berbasis data empiris. Selain itu, temuan ini juga dapat menjadi umpan balik bagi manajemen perbankan dan regulator dalam meningkatkan transparansi dan mengoptimalkan kinerja keuangan agar tercermin dalam valuasi harga saham. TINJAUAN PUSTAKA Teori Sinyal (Signalling Theor. Teori sinyal ialah sebuah kerangka konseptual yang menguraikan mekanisme penyampaian informasi oleh manajemen perusahaan kepada investor, dengan tujuan untuk mengurangi terjadinya ketidakselarasan data di antara entitas internal perusahaan dengan entitas penanam modal dari luar . Informasi keuangan yang dipakai sebagai sinyal tersebut meliputi indikator seperti ROA. ROE. PER, dan EPS yang mencerminkan kondisi fundamental dan kinerja perusahaan . Perusahaan dengan prospek baik akan memberikan sinyal positif yang akan mendorong kepercayaan investor dan kenaikan harga saham . Sebaliknya, sinyal negatif dapat menurunkan kepercayaan pasar dan menyebabkan penurunan harga saham di Bursa Efek Indonesia . Analisis Fundamental Analisis fundamental ialah suatu metodologi analitis yang mencakup asesmen status finansial perusahaan via pengkajian rekam jejak finansial serta determinan-determinan ekonomi yang memengaruhi dinamika pasar. Dampak ROA. ROE. PER, dan EPS pada Harga Saham Perbankan yang Tercatat di BEI Periode 2022-2024 (Rifqotul Itsnainiya. Rifqotul Itsnainiyah dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 86 Ae 93 dengan tujuan menentukan nilai intrinsik saham . Analisis ini menitikberatkan pada evaluasi laporan keuangan perusahaan seperti laporan laba rugi, neraca, dan arus kas untuk melihat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan pertumbuhan . Analisis ini membantu investor dalam mengambil keputusan investasi berdasarkan nilai riil perusahaan, bukan hanya fluktuasi harga pasar sesaat . Harga Saham Harga saham merupakan valuasi yang terkonstitusi pada lantai perdagangan ekuitas dalam suatu interval waktu spesifik, yang dideterminasi oleh mekanisme resiprokal antara suplai dan deman ekuitas di bursa efek . Harga saham ini mencerminkan nilai saat ini dari pendapatan masa depan yang diharapkan diterima oleh investor dan rentan pada fluktuasi yang signifikan dan cepat, tergantung pada volume penawaran dan permintaan . Faktor internal seperti kinerja keuangan perusahaan, sangat memengaruhi pergerakan harga saham karena berdampak pada persepsi investor pada prospek keuntungan . Selain itu, faktor eksternal seperti kondisi makroekonomi juga ada dampak besar pada harga saham, karena dapat mengubah sentimen dan keputusan investor di pasar modal. Return on Assets (ROA) Return on Assets (ROA) ialah indikator finansial yang menilai efisiensi entitas bisnis dalam memproduksi profit neto pasca-pajak melalui pemanfaatan total asetnya . ROA juga berfungsi sebagai indikator profitabilitas yang menggambarkan tingkat laba dari tiap unit aset yang dialokasikan pada aktivitas operasional . Indikator ini merefleksikan kapabilitas manajerial dalam mengelola aktiva guna meraih profit maksimal. Semakin tinggi nilai ROA, semakin efektif entitas dalam mendayagunakan sumber dayanya . ROA bisa dikalkulasikan dengan mengaplikasikan formulasi di bawah ini: Laba Bersih ROA = Total Aset Return on Equity (ROE) Return on Equity (ROE) ialah parameter finansial yang menilai efektivitas entitas dalam memproduksi profit untuk tiap satuan ekuitas pemegang saham . Faktor-faktor yang memengaruhi ROE mencakup margin laba, perputaran aset, dan leverage keuangan yang perlu dianalisis guna memahami kinerja perusahaan . ROE yang konsisten tinggi menjadi indikator positif bagi performa perusahaan serta berperan penting dalam penilaian investor dan pengambilan keputusan strategis . ROE dapat dihitung melalui rumus berikut: Laba Bersih ROE = Total Ekuitas Price Earning Ratio (PER) Price Earnings Ratio (PER) ialah perbandingan yang mengukur valuasi pasar per unit ekuitas terhadap profit per unit ekuitas . Rasio ini mengilustrasikan tingkat asesmen investor terhadap valuasi ekuitas berdasarkan kelipatan pendapatan, sehingga disebut sebagai pendekatan pengganda pendapatan . arnings multiplie. Nilai PER yang tinggi mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mengelola modal secara efisien dan menghasilkan laba lebih besar . PER dapat dihitung melalui rumus berikut: ycEycycnycayce ycyyceyc ycEaycaycyce PER = yaycaycycuycnycuyci ycyyceyc ycEaycaycyce Earning Per Share (EPS) Earning Per Share (EPS merupakan indikator finansial yang menilai efisiensi tiap unit ekuitas dalam memproduksi profit neto yang dapat didistribusikan kepada pemegang saham . Tujuan perhitungan EPS adalah memberikan gambaran valuasi perusahaan dan proyeksi pembagian dividen, karena EPS menjadi acuan penting bagi investor dalam menentukan potensi nilai saham . Semakin tinggi EPS, semakin besar minat penanam modal terhadap saham tersebut . EPS bisa dikalkulasikan dengan mengaplikasikan formulasi di bawah ini: Laba Bersih Setelah Pajak EPS = Jumlah Saham Beredar METODOLOGI PENELITIAN Kerangka pemikiran dalam penelitian ini menggambarkan hubungan antara variabel independen yang terdiri dari Return on Assets (ROA). Return on Equity (ROE). Price Earnings Ratio (PER), serta Earning Per Share (EPS) pada variabel dependen yaitu harga saham. Model konseptual ini digunakan sebagai landasan untuk menguji dugaan adanya dampak yang signifikan dari keempat variabel keuangan tersebut pada pergerakan harga saham bank BUMN yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2022-2024. Dampak ROA. ROE. PER, dan EPS pada Harga Saham Perbankan yang Tercatat di BEI Periode 2022-2024 (Rifqotul Itsnainiya. Rifqotul Itsnainiyah dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 86 Ae 93 Kerangka Pemikiran Gambar 1. Kerangka Pemikiran Riset ini mengaplikasikan metodologi kuantitatif dengan rancangan kausalitas guna mengasesmen dampak variabel terikat, yakni ROA. ROE. PER, dan EPS pada variabel dependen, harga saham. Data yang digunakan adalah data deret waktu . ime serie. periode 2022 hingga 2024, yang didapat dari metodologi dokumentasi dengan menghimpun data sekunder dari rekam jejak finansial yang dipublikasi secara formal melalui situs BEI . , serta sumber pendukung relevan lainnya. Populasi penelitian meliputi seluruh emiten perbankan yang tercatat pada Bursa Efek Indonesia (BEI) selama interval 2022-2024, dengan kuantitas 47 perusahaan. Spesimen riset diseleksi melalui metodologi purposive sampling berlandaskan parameter spesifik, meliputi: perusahaan perbankan yang secara kontinu tercatat di BEI selama interval yang ditentukan, perusahaan perbankan yang mempunyai rekam data nilai ekuitas yang komplet selama interval observasi, serta perusahaan perbankan yang tidak mengalami suspensi temporer aktivitas perdagangan ekuitas selama riset berlangsung. Berdasarkan kriteria tersebut, ditetapkan 20 perusahaan sebagai sampel penelitian. Pemilihan jumlah tersebut didasarkan pada pertimbangan bahwa 20 sampel telah mewakili sekitar 43% dari populasi, sehingga secara statistik dinilai cukup representatif untuk menggambarkan kondisi sektor perbankan nasional. Selain itu, jumlah ini memungkinkan pengujian regresi multipel dengan tingkat signifikansi dan reliabilitas model yang stabil, sesuai dengan ketentuan minimal sampel dalam penelitian kuantitatif yang menggunakan empat variabel independen. Penelitian ini pada tahap awal melakukan uji asumsi klasik guna memverifikasi validitas model, kemudian dilanjutkan dengan analisis regresi linier berganda menggunakan perangkat lunak SPSS Statistics versi 27. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil 1 Uji Asumsi Klasik Sebelum mengimplementasikan analisis regresi linier berganda, data melewati sekuens uji asumsi klasik guna memastikan validitas model. Hasil evaluasi menunjukkan yakni data mengikuti distribusi normal, tidak menunjukkan tanda-tanda multikolinearitas, dan bebas dari heteroskedastisitas serta autokorelasi. Oleh karena itu, model regresi yang diaplikasikan telah mengakomodasi prasyarat yang dibutuhkan serta valid untuk uji lebih lanjut. 2 Regresi Linear Berganda Analisis regresi linier berganda dipakai untuk menguji dampak variabel independen, yaitu ROA (X. ROE (X. PER (X. , dan EPS (X. , pada variabel dependen, harga saham (Y). Tabel 1. Regresi Linear Berganda Coefficientsa Model (Constan. ROA ROE Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Dampak ROA. ROE. PER, dan EPS pada Harga Saham Perbankan yang Tercatat di BEI Periode 2022-2024 (Rifqotul Itsnainiya. Rifqotul Itsnainiyah dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 86 Ae 93 PER EPS Dependent Variable : Harga Saham Sumber : data sekunder diolah menggunakan spss 27 Dari tabel temuan pengolahan data, didapat persamaan regresi linear berganda yakni: Y = a b1X1 b2X2 b3X3 b4X4 e Y = -904. 195 Ae 50. 213 X1 121. 927 X2 14. 050 X3 12. 449 X4 e 3 Uji Koefisien Determinasi (R. Koefisien determinasi (RA) ialah sebuah parameter yang dimanfaatkan untuk menguantifikasi seberapa besar variabel prediktor memberikan dampak pada variabel terikat dalam sebuah model regresi. Valuasi RA bergerak dalam rentang 0 hingga 1. Semakin tinggi nilainya mendekati 1, semakin besar pula porsi keragaman dari variabel terikat yang mampu dielaborasi oleh variabel prediktor. Sebaliknya, semakin rendah nilainya mendekati 0, semakin menurun pula efektivitas variabel prediktor dalam mengelaborasi variabel Hasil kalkulasi RA dalam penelitian ini dapat diobservasi pada tabel di bawah ini: Tabel 2 Koefisien Determinasi Model Summary Adjusted R Std. Error of the Model R Square Square Estimate Predictors: (Constan. EPS. PER. ROA. ROE Sumber : data sekunder diolah menggunakan spss 27 Tabel di atas menjelaskan angka R2 yang diperoleh senilai 0,71 atau 70,7%. Artinya, 70,7% variasi variabel dependen, yakni harga saham (Y), bisa diterangkan dari variabel independen ROA. ROE. PER, dan EPS. Selain itu, nilai R2 yang telah disesuaikan sebesar 0,68 menunjukkan yakni model regresi tetap konsisten setelah dilakukan penyesuaian pada jumlah variabel yang dimasukkan, sehingga model dapat dikategorikan ada kemampuan prediktif yang baik. Nilai R2 yang melebihi 0,70 mengindikasikan korelasi yang signifikan antara variabel prediktor dan variabel terikat. Di sisi lain, residunya sejumlah 29,3% dikondisikan oleh determinan dari luar yang tidak termasuk dalam model riset ini, seperti kondisi makroekonomi, sentimen pasar, dan variabel eksternal lainnya yang berpotensi memengaruhi dinamika harga saham. 4 Uji Parsial (Uji . Analisis uji t dilakukan guna menilai pengaruh masing-masing variabel independen (ROA. ROE. PER, dan EPS) terhadap harga saham perbankan di BEI periode 2022Ae2024 ditunjukkan pada tabel di bawah ini. Tabel 3 Uji Parsial (Uji . Coefficientsa Model Sig. (Constan. ROA ROE PER EPS Dependent Variable: Harga Saham Sumber : data sekunder diolah menggunakan spss 27 Hasil menunjukkan bahwa ROA tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham, menandakan efisiensi aset belum menjadi sinyal utama bagi investor karena harga saham lebih dipengaruhi faktor eksternal seperti sentimen pasar, kebijakan pemerintah, dan kondisi makroekonomi. Sebaliknya. ROE. PER, dan EPS berpengaruh positif serta signifikan terhadap harga saham, mengindikasikan bahwa profitabilitas berbasis ekuitas, valuasi pasar, dan laba per saham menjadi sinyal kuat bagi investor terkait prospek perusahaan. Dengan demikian. H2. H3, dan H4 diterima, sedangkan H1 ditolak. Dampak ROA. ROE. PER, dan EPS pada Harga Saham Perbankan yang Tercatat di BEI Periode 2022-2024 (Rifqotul Itsnainiya. Rifqotul Itsnainiyah dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 86 Ae 93 5 Uji Simultan (Uji F) Uji simultan menunjukkan bahwa ROA. ROE. PER, dan EPS secara kolektif berpengaruh signifikan terhadap harga saham perbankan di BEI periode 2022Ae2024. Luaran asesmen serentak diobservasi pada tabel berikut: Tabel 4 Uji Simultan (Uji F) ANOVAa Model Sum of Squares Regression Residual Total Dependent Variable: Harga Saham Predictors: (Constan. EPS. PER. ROA. ROE Sumber : data sekunder diolah menggunakan spss 27 Mean Square Sig. Temuan ini menarik, mengingat ROA tidak menunjukkan dampak yang signifikan sebagai ukuran parsial. Meskipun ROA secara parsial tidak signifikan, kontribusinya tetap memperkuat model ketika diuji bersama variabel lain. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan secara keseluruhan memberikan sinyal kredibel bagi investor mengenai prospek perusahaan dan relevan dalam menilai nilai wajar saham. Dengan demikian. H5 diterima. 2 Pembahasan Hasil uji parsial menunjukkan bahwa Return on Assets (ROA) tidak berdampak signifikan pada harga saham perbankan yang tercatat di BEI periode 2022Ae2024, selaras dengan riset . , mencerminkan efisiensi aset yang ditunjukkan ROA belum dianggap sinyal utama karena pergerakan harga saham lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen pasar, kebijakan pemerintah, dan ekspektasi makroekonomi, sehingga H1 ditolak. Sebaliknya. Return on Equity (ROE) berdampak positif signifikan terhadap harga saham perbankan, memperkuat pandangan bahwa kemampuan bank menghasilkan laba dari ekuitas menjadi faktor krusial yang dipertimbangkan investor, sejalan dengan teori sinyal serta riset . , sehingga H2 diterima. Price Earnings Ratio (PER) juga menunjukkan pengaruh positif signifikan terhadap harga saham, menandakan bahwa semakin tinggi nilai PER, semakin besar kepercayaan pasar terhadap potensi pertumbuhan laba, sejalan dengan teori sinyal dan riset . , sehingga H3 diterima. Sementara itu. Earnings Per Share (EPS) memiliki dampak positif signifikan terhadap harga saham perbankan, mencerminkan bahwa peningkatan laba per saham memperkuat daya tarik investasi dan mendukung teori analisis fundamental, sebagaimana selaras dengan riset . , sehingga H4 diterima. Berdasarkan hasil uji parsial dan simultan, hubungan antarvariabel menunjukkan bahwa rasio profitabilitas dan valuasi pasar memiliki peran saling melengkapi dalam menentukan harga saham perbankan. ROE. PER, dan EPS secara konsisten memperlihatkan pengaruh positif signifikan, mengindikasikan bahwa peningkatan laba atas ekuitas, keyakinan pasar terhadap potensi pertumbuhan, serta besarnya laba per saham mampu meningkatkan kepercayaan investor. Sementara itu. ROA yang tidak signifikan secara parsial tetap menunjukkan kontribusi positif dalam model simultan, mencerminkan bahwa efisiensi aset baru memberikan dampak ketika diintegrasikan dengan indikator profitabilitas lainnya. Keterkaitan antarvariabel ini sejalan dengan teori sinyal dan teori analisis fundamental yang menegaskan bahwa informasi keuangan positif mencerminkan prospek masa depan perusahaan. Kombinasi rasio ROE. PER, dan EPS menjadi dasar pengambilan keputusan investasi yang lebih rasional di pasar modal, sedangkan ROA berfungsi sebagai indikator pendukung yang memperkuat kepercayaan terhadap stabilitas operasional bank. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa variabel-variabel keuangan memiliki hubungan dinamis dan komplementer dalam membentuk persepsi investor serta menentukan arah pergerakan harga saham sektor perbankan di Bursa Efek Indonesia. KESIMPULAN DAN SARAN Temuan riset menyatakan yakni Return on Equity (ROE). Price Earnings Ratio (PER), dan Earnings Per Share (EPS) berdampak positif dan signifikan pada harga saham bank-bank yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022-2024. Sebaliknya. Return on Assets (ROA) tidak berdampak signifikan pada harga saham. Secara simultan, keempat variabel ini secara kolektif berdampak pada harga saham dengan tingkat kontribusi sebesar 70,7%. Temuan ini menegaskan yakni indikator profitabilitas berbasis ekuitas, valuasi pasar, dan laba per saham menjadi faktor yang lebih dominan dalam menarik minat investor Dampak ROA. ROE. PER, dan EPS pada Harga Saham Perbankan yang Tercatat di BEI Periode 2022-2024 (Rifqotul Itsnainiya. Rifqotul Itsnainiyah dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 86 Ae 93 dibandingkan efisiensi penggunaan aset. Dengan demikian, analisis fundamental melalui rasio keuangan tetap relevan sebagai dasar dalam memahami dinamika harga saham di sektor perbankan. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan investor dapat lebih memperhatikan ROE. PER, dan EPS sebagai indikator utama dalam pengambilan keputusan investasi. Bagi manajemen bank dan regulator, upaya meningkatkan transparansi dan optimalisasi kinerja keuangan harus terus diprioritaskan agar nilai perusahaan tercermin dengan baik dalam harga saham dan menarik minat investor. Selain itu, penelitian selanjutnya diharapkan menambahkan variabel eksternal seperti inflasi, suku bunga, atau nilai tukar guna mendapatkan suatu pemahaman yang lebih holistik terkait determinan yang memberikan dampak pada harga saham. Rekomendasi kebijakan pengungkapan informasi yang lebih komprehensif perlu dilakukan dan penguatan tata kelola perusahaan untuk memastikan bahwa kinerja keuangan tercermin secara optimal dalam harga Arah penelitian ini selanjutnya disarankan untuk memasukkan variabel eksternal seperti inflasi, suku bunga, dan nilai tukar agar diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor determinan harga saham. DAFTAR PUSTAKA