Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 PENDAMPINGAN ARTISTIK DAN HARMONI VOKAL BAGI PADUAN SUARA KELOMPOK PKK Anisa Putri Cahyani1. Gibran Xavier Rakai Danandjaya. Citra Aulia3 . Bernadet Fiona Lay Ratu4 1,2,3,4 Institut Seni Indonesia Surakarta anisaputri@ds. isi-ska. id , lilkai6ixx@gmail. com2, citraulia893@gmail. com3, bernadetfiona3@gmail. ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas seni musik kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) melalui pendampingan paduan suara sebagai bentuk penguatan kompetensi musikal dan artistik. Mitra menghadapi beberapa kendala, antara lain keterbatasan teknik vokal, rendahnya pemahaman mengenai harmoni suara, kurangnya penguasaan dinamika musik, serta belum optimalnya penampilan Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilaksanakan program pendampingan dan pelatihan yang melibatkan mahasiswa etnomusikologi sebagai fasilitator pelatihan harmoni vokal. Materi yang diberikan mencakup teknik vokal dasar, pembagian harmoni, dinamika dan ekspresi musikal, penyusunan formasi panggung, gerakan dirigen, serta praktik penampilan paduan suara. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, pendampingan partisipatif, praktik berulang, dan evaluasi performatif. Kegiatan dilaksanakan selama empat minggu dengan melibatkan 10 anggota PKK sebagai peserta Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam menjaga intonasi, menyanyikan harmoni secara serempak, menginterpretasikan lagu secara ekspresif, serta menampilkan pertunjukan yang lebih terorganisasi. Selain menghasilkan peningkatan kompetensi musikal, program ini juga memperkuat kepercayaan diri, kerja sama, dan solidaritas antaranggota kelompok. Keberhasilan kegiatan didukung oleh tingginya partisipasi peserta dan dukungan komunitas, meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan waktu latihan dan keragaman kemampuan musikal peserta. Secara keseluruhan, kegiatan pendampingan seni musik ini berkontribusi terhadap penguatan praktik musik komunitas dan pengembangan seni pertunjukan berbasis partisipasi Kata Kunci: paduan suara. PKK. harmoni vokal ABSTRACT This community service activity aims to enhance the musical and artistic capacity of the Family Empowerment and Welfare (PKK) group through choir assistance, thereby strengthening their musical and artistic competence. Mitra faces several obstacles, including limited vocal technique, low understanding of voice harmony, lack of mastery of musical dynamics, and lack of optimal stage performance. To overcome these problems, a mentoring Volume 17 Nomor 1 Juni 2026 Anisa Putri Cahyani. Gibran Xavier Rakai D. Citra Aulia. Bernadet Fiona Lay Ratu Pendampingan Artistik dan Harmoni Vokal bagi Paduan Suara Kelompok PKK and training program was carried out involving ethnomusicology students as facilitators of vocal harmony training. The material provided includes basic vocal techniques, harmony division, musical dynamics and expression, arrangement of stage formations, conductor movements, and choir performance practices. The methods used include training, participatory mentoring, repetitive practice, and performative evaluation. The activity was carried out for four weeks by involving 10 PKK members as active participants. The results of the activity showed an increase in the participants' ability to maintain intonation, sing harmony in unison, interpret songs expressively, and perform more organized performances. In addition to producing an increase in musical competence, this program also strengthens confidence, cooperation, and solidarity between group members. The success of the activity was supported by the high participation of participants and community support, despite the constraints of limited practice time and the diversity of participants' musical abilities. Overall, this music art mentoring activity contributes to strengthening community music practices and the development of performing arts based on community participation. Keywords: choir. PKK. vocal harmony PENDAHULUAN Musik paduan suara merupakan salah satu bentuk seni pertunjukan yang tidak hanya berfungsi sebagai media ekspresi estetis, tetapi juga memiliki nilai sosial yang kuat dalam kehidupan masyarakat (Small, 2019. Merriam, 2. Aktivitas paduan suara memungkinkan terjadinya interaksi, kerja sama, disiplin, serta pembentukan solidaritas antaranggota kelompok melalui proses musikal yang dilakukan secara kolektif (Durrant, 2018. Pearce et , 2. Dalam konteks masyarakat pedesaan, paduan suara kerap menjadi bagian dari berbagai kegiatan sosial dan budaya, seperti peringatan hari besar, kegiatan organisasi kemasyarakatan, hingga ajang apresiasi dan kompetisi seni (Nugroho & Kusumaningrum, 2. bahkan media sosialisasi (Suryati, 2. Keberadaan kegiatan tersebut menunjukkan bahwa seni musik tidak hanya berperan sebagai sarana hiburan, tetapi juga menjadi wahana penguatan kohesi sosial dan partisipasi masyarakat. Temuan tersebut sejalan dengan konsep musik komunitas yang menempatkan praktik bermusik sebagai sarana penguatan hubungan sosial, partisipasi budaya, dan pemberdayaan masyarakat (Bartleet & Higgins, 2018. Higgins, 2019. Koops, 2. Salah satu organisasi masyarakat yang aktif memanfaatkan seni musik sebagai media Volume 17 Nomor 1 Juni 2026 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 pengembangan kapasitas anggotanya adalah kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Melalui berbagai kegiatan sosial, pendidikan, kesehatan, dan budaya. PKK berkontribusi dalam mendorong keterlibatan perempuan dalam pembangunan masyarakat. Aktivitas paduan suara menjadi salah satu ruang partisipasi yang mampu memperkuat kebersamaan, meningkatkan rasa percaya diri, serta mengembangkan potensi seni anggota (Bailey & Davidson, 2018. Johnson, 2. Namun demikian, kemampuan musikal yang dibutuhkan dalam sebuah pertunjukan paduan suara tidak selalu dimiliki oleh setiap kelompok secara merata, sehingga diperlukan upaya pendampingan yang sistematis agar penampilan yang dihasilkan memiliki kualitas artistik yang baik. Gambar 1. Diskusi dengan mitra dan identifikasi masalah (Foto oleh: Anisa Putri C. Hasil observasi awal dan diskusi dengan pengurus kelompok mitra menunjukkan bahwa setiap pertemuan bulanan rutin, menyanyikan Mars PKK dan Mars Keluarga Berencana selalu masuk dalam agenda pertemuan. Yang bertugas menjadi dirigen adalah anggota yang ditunjuk menjadi petugas, berganti personel setiap kali pertemuan. Selain itu, para anggota PKK belum memahami pola dirigensi yang sesuai dengan karakter lagu mars. Meskipun lagu Mars PKK menggunakan birama 4/4, dirigen masih memberikan aba-aba yang tidak konsisten sehingga tempo dan aksentuasi lagu menjadi kurang stabil. Dalam waktu dekat, tim PKK Pitoelas akan berpartisipasi dalam lomba paduan suara di tingkat desa. Lomba dalam rangka memperingati hari jadi kabupaten ini wajib diikuti oleh seluruh kelompok PKK tiap-tiap RT. Hal tersebut menjadi sebuah tantangan yang sulit, karena dalam kelompok PKK Pitoelas, tidak ada satu anggota pun yang mempunyai kapasitas dan kemampuan musikal. Kesulitan yang dihadapi oleh tim paduan suara Pitoelas hampir di seluruh aspek paduan suara, di antaranya adalah menjaga ketepatan nada, kestabilan tempo, dan Volume 17 Nomor 1 Juni 2026 Anisa Putri Cahyani. Gibran Xavier Rakai D. Citra Aulia. Bernadet Fiona Lay Ratu Pendampingan Artistik dan Harmoni Vokal bagi Paduan Suara Kelompok PKK keseragaman suara. Selain itu, pemahaman mengenai pembagian harmoni vokal masih terbatas sehingga peserta cenderung mengikuti melodi utama tanpa mampu mempertahankan jalur suara masing-masing. Permasalahan lain ditemukan pada aspek artistik pertunjukan, yaitu belum optimalnya penataan formasi panggung, ekspresi visual, serta koordinasi gerak yang mendukung penyajian lagu secara menarik. Di samping itu, peserta belum memperoleh pendampingan khusus terkait teknik dirigen dan pengelolaan dinamika musikal yang menjadi elemen penting dalam sebuah penampilan paduan suara. Permasalahan senada pun dialami oleh kelompok PKK lain di berbagai daerah (Octavia & Leta, 2025. Heldisari & Octavianingrum, 2. Permasalahan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan mitra tidak hanya berkaitan dengan penguasaan teknik vokal, tetapi juga mencakup aspek artistik dan performatif yang membentuk kualitas sebuah pertunjukan. Dalam praktik paduan suara, kualitas pertunjukan dibentuk oleh perpaduan antara keterampilan teknis, interpretasi musikal, dan kemampuan menampilkan ekspresi artistik secara kolektif (Williamon, 2. Welch et al. menjelaskan bahwa keberhasilan kelompok vokal komunitas dipengaruhi oleh latihan yang terstruktur, kepemimpinan musikal yang efektif, serta proses pembelajaran kolaboratif yang dilakukan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas kelompok tidak cukup dilakukan melalui latihan menyanyi semata, melainkan perlu disertai pembinaan yang mengintegrasikan keterampilan musikal, kemampuan bekerja sama, dan kesiapan tampil di hadapan publik. Mitra dalam kegiatan ini adalah kelompok PKK Pitoelas yang beranggotakan ibu-ibu rumah tangga berusia antara 30Ae55 tahun. Meskipun sebagian besar peserta belum pernah mengikuti pendidikan atau pelatihan musik formal, mereka memiliki motivasi yang tinggi untuk mengembangkan kemampuan seni dan berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat. Semangat kebersamaan, kedisiplinan dalam mengikuti latihan, serta kemampuan membangun komunikasi sosial yang baik menjadi modal sosial yang penting dalam pengembangan paduan suara berbasis komunitas. Berdasarkan kondisi tersebut, program pengabdian kepada masyarakat ini dirancang dalam bentuk pendampingan seni musik melalui pelatihan paduan suara yang melibatkan mahasiswa etnomusikologi sebagai fasilitator. Keterlibatan mahasiswa etnomusikologi Volume 17 Nomor 1 Juni 2026 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 dipandang relevan karena memiliki kompetensi dalam bidang praktik musik, pengelolaan pertunjukan, dan pendampingan seni berbasis komunitas. Program difokuskan pada penguatan lima aspek utama, yaitu teknik dan harmoni vokal, dinamika musikal, penyusunan formasi panggung, gerakan dirigen, serta pengembangan ekspresi dan penampilan Solusi yang ditawarkan diwujudkan melalui metode latihan vokal terstruktur, penggunaan media audiovisual sebagai panduan pembelajaran, simulasi pertunjukan, serta pendampingan intensif selama proses latihan. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan identifikasi kemampuan awal peserta, dilanjutkan dengan penyusunan materi sesuai kebutuhan, pelaksanaan pelatihan secara bertahap, evaluasi perkembangan kemampuan, dan simulasi penampilan secara menyeluruh. Dalam seluruh tahapan tersebut, mitra berperan aktif mulai dari penyusunan jadwal kegiatan, pembagian kelompok suara, pelaksanaan latihan rutin, hingga evaluasi hasil latihan. Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip pendidikan musik partisipatif yang menekankan pengembangan kompetensi musikal melalui pengalaman praktik, kolaborasi, dan pembelajaran berbasis komunitas (Mantie, 2019. Hallam, 2. Melalui program ini diharapkan terjadi peningkatan kemampuan musikal dan artistik peserta, khususnya dalam aspek teknik vokal, harmoni suara, ekspresi musikal, dan penampilan panggung. Selain itu, kegiatan ini diharapkan menghasilkan model pendampingan seni musik berbasis partisipasi masyarakat yang dapat diterapkan pada kelompok-kelompok komunitas lainnya. Luaran lain yang dihasilkan berupa dokumentasi kegiatan, peningkatan kapasitas seni anggota kelompok, serta penguatan praktik musik komunitas sebagai bagian dari pengembangan kehidupan sosial dan budaya masyarakat desa. METODE Mitra yang didampingi adalah kelompok PKK Pitoelas. Lokasi pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah di Desa Saren. Kabupaten Sragen, di rumah dan pelataran salah satu warga RT setempat selama 4 minggu, pada bulan Mei 2024. Lokasi dipilih karena merupakan pusat kegiatan sosial masyarakat sekaligus tempat latihan rutin Volume 17 Nomor 1 Juni 2026 Anisa Putri Cahyani. Gibran Xavier Rakai D. Citra Aulia. Bernadet Fiona Lay Ratu Pendampingan Artistik dan Harmoni Vokal bagi Paduan Suara Kelompok PKK kelompok PKK Pitoelas. Peserta kegiatan berjumlah 10 orang, yang terdiri atas perwakilan anggota PKK, yang dipersiapkan untuk mengikuti lomba Mars PKK tingkat desa. Selain itu, kegiatan ini juga dipantau oleh perwakilan pengurus kelurahan dan dihadiri warga desa yang turut menonton sesi latihan demi latihan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melibatkan mahasiswa Program Studi Etnomusikologi sebagai fasilitator utama yang didampingi oleh tim Keterlibatan mahasiswa etnomusikologi didasarkan pada kompetensinya dalam bidang praktik musik, pengelolaan pertunjukan, dan pendampingan seni berbasis komunitas. Dalam kegiatan ini, mahasiswa berperan sebagai pelatih yang memberikan materi teknik vokal, melatih pembagian harmoni suara, mengarahkan pengolahan dinamika musikal, serta mendampingi peserta dalam membangun kualitas penampilan panggung secara menyeluruh. Metode yang diterapkan merupakan kombinasi antara pelatihan . , pendidikan berkelanjutan . ontinuous educatio. , penyadaran artistik, dan pendampingan Pendekatan tersebut dipilih untuk memastikan bahwa peserta tidak hanya mengembangkan kepekaan musikal, kemampuan bekerja secara kolektif, dan kesiapan tampil dalam sebuah pertunjukan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan sebagai berikut. Observasi dan Identifikasi Kebutuhan Tahap awal diawali dengan observasi terhadap kemampuan musikal peserta dan diskusi dengan pengurus kelompok PKK. Kegiatan ini bertujuan untuk memetakan kemampuan awal peserta, meliputi penguasaan teknik vokal, pengalaman bernyanyi secara berkelompok, kemampuan menjaga tempo dan intonasi, serta kesiapan tampil di depan Hasil identifikasi digunakan sebagai dasar penyusunan materi dan strategi pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan mitra. Pelatihan Teknik Vokal Dasar Tahap berikutnya difokuskan pada penguatan teknik vokal dasar yang meliputi latihan pernapasan diafragma, artikulasi, intonasi, resonansi, dan penguasaan tempo. Materi disampaikan melalui demonstrasi dan praktik langsung secara berulang agar peserta dapat membangun kontrol vokal yang lebih baik. Latihan teknik vokal menjadi fondasi utama Volume 17 Nomor 1 Juni 2026 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 sebelum peserta memasuki tahap pembelajaran harmoni dan interpretasi lagu. Pelatihan Harmoni Vokal Setelah peserta memahami teknik vokal dasar, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian kelompok suara berdasarkan karakteristik dan jangkauan vokal masing-masing Pada tahap ini, peserta dilatih untuk mengenali melodi utama, membedakan jalur harmoni, serta menjaga keseimbangan bunyi antarbagian suara. Latihan dilakukan secara bertahap hingga peserta mampu mempertahankan peran vokalnya dalam sajian paduan suara secara kolektif. Pelatihan Dinamika dan Ekspresi Musikal Tahap ini bertujuan mengembangkan kemampuan interpretatif peserta terhadap lagu yang dibawakan. Materi meliputi pengaturan dinamika suara, penekanan frasa dan lirik, penghayatan makna lagu, serta sinkronisasi ekspresi wajah dengan karakter musikal yang ingin ditampilkan. Melalui latihan ini, peserta didorong untuk tidak hanya bernyanyi secara tepat, tetapi juga mampu menyampaikan pesan lagu secara ekspresif dan komunikatif. Penyusunan Formasi Panggung dan Gerakan Dirigen Selain aspek musikal, peserta juga memperoleh pelatihan mengenai artistika Kegiatan mencakup penyusunan formasi panggung yang mempertimbangkan keseimbangan visual dan distribusi suara, serta pengenalan gerakan dasar dirigen sebagai sarana koordinasi musikal. Peserta yang ditunjuk sebagai dirigen dilatih untuk memahami pola ketukan, aba-aba masuk lagu, perubahan tempo, dan pengaturan dinamika selama pertunjukan berlangsung. Simulasi Pertunjukan dan Evaluasi Tahap akhir dilakukan melalui simulasi penampilan secara utuh dengan menerapkan seluruh materi yang telah dipelajari. Simulasi mencakup aspek vokal, harmoni, ekspresi musikal, formasi panggung, serta koordinasi dengan dirigen. Kegiatan ini dirancang menyerupai kondisi pertunjukan yang sesungguhnya sehingga peserta dapat beradaptasi dengan situasi tampil di hadapan penonton. Volume 17 Nomor 1 Juni 2026 Anisa Putri Cahyani. Gibran Xavier Rakai D. Citra Aulia. Bernadet Fiona Lay Ratu Pendampingan Artistik dan Harmoni Vokal bagi Paduan Suara Kelompok PKK Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan selama proses pendampingan melalui pengamatan langsung terhadap perkembangan kemampuan peserta. Aspek yang dievaluasi meliputi ketepatan intonasi, kestabilan tempo, kekompakan harmoni, kualitas ekspresi musikal, penguasaan panggung, serta tingkat kepercayaan diri peserta dalam menampilkan karya secara kolektif. Hasil evaluasi digunakan sebagai dasar perbaikan pada setiap sesi latihan sehingga proses pembelajaran berlangsung secara bertahap dan berkesinambungan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan program pengabdian menunjukkan bahwa pembinaan dan pelatihan paduan suara memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan musikal kelompok PKK Pitoelas. Selama tiga minggu pelaksanaan kegiatan, peserta menunjukkan perkembangan signifikan pada aspek teknik vokal, harmoni, dan penampilan panggung. Peningkatan Kemampuan Teknik Vokal Pada tahap awal latihan, sebagian besar peserta mengalami kesulitan menjaga kestabilan nada dan tempo lagu. Setelah diberikan pelatihan teknik pernapasan dan artikulasi secara rutin, peserta mulai mampu menyanyikan lagu dengan intonasi yang lebih stabil. Latihan vokal dasar . eperti terlihat pada Gambar . yang dilakukan secara berulang membantu peserta memahami pentingnya mengatur napas dalam menghasilkan suara yang lebih kuat dan jelas. Gambar 2. Latihan Vokal Volume 17 Nomor 1 Juni 2026 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 (Foto oleh: Anisa Putri C. Latihan dilakukan sebanyak tiga kali seminggu. Menurut Clift dan Hancox . , latihan vokal komunitas yang dilakukan secara konsisten dapat meningkatkan koordinasi sosial dan kemampuan musik peserta. Selain itu, peserta mulai memahami pentingnya mendengarkan suara kelompok lain saat bernyanyi bersama. Hal ini berdampak pada meningkatnya kekompakan musik selama latihan berlangsung. Maka, peserta diarahkan untuk menyimak beberapa video referensi dan 2 video percontohan cara menyanyi yang dibuat oleh pelatih, yaitu versi sopran dan alto. Peningkatan kemampuan peserta dalam menjaga intonasi dan harmoni menunjukkan bahwa latihan yang dilakukan secara terstruktur mampu meningkatkan keterampilan musikal individu maupun kelompok (Welch et al. , 2020. Williamon, 2. Penguasaan Harmoni dan Dinamika Nyanyian Pembagian harmoni vokal menjadi salah satu tantangan utama dalam pelatihan. Bagian ini dirasa paling sulit selama proses kegiatan pendampingan. Pada awal kegiatan, peserta cenderung mengikuti melodi utama tanpa memperhatikan perbedaan jalur suara. Untuk menyelaraskan harmoni lagu, dibutuhkan waktu pelatihan yang cukup lama hingga kemudian peserta mampu memahami materi dan sanggup menerima tantangan dari pelatih. Beberapa peserta nyaris menyerah karena merasa kesulitan mengikuti materi. Akan tetapi, setelah dilakukan pendampingan intensif, peserta mulai mampu mempertahankan bagian suara masing-masing. Langkah awal yang dilakukan pelatih adalah melakukan observasi kecocokan nada lagu dengan jenis suara tiap-tiap peserta. Selanjutnya, dilakukan pembagian cara menyanyi. Saat penentuan ini, setiap peserta diminta menyanyikan lagu mars dengan gaya sopran dan Pada akhirnya, ditentukan bahwa tujuh peserta menyanyikan lagu mars dengan nada sopran, sedangkan tiga peserta terpilih menyanyikan lagu dengan nada alto. Hal ini didasarkan pada jenis warna vokal masing-masing peserta, dan power mereka. Awalnya, rasio sopran dan alto adalah 50:50, namun ternyata kurang seimbang karena tim alto cukup overpower atau menguasai paduan suara. Pelatihan dinamika nyanyian juga memberikan perubahan signifikan terhadap kualitas penampilan kelompok. Peserta belajar mengatur volume suara, penekanan lirik, dan Volume 17 Nomor 1 Juni 2026 Anisa Putri Cahyani. Gibran Xavier Rakai D. Citra Aulia. Bernadet Fiona Lay Ratu Pendampingan Artistik dan Harmoni Vokal bagi Paduan Suara Kelompok PKK penghayatan lagu sehingga penampilan terdengar lebih ekspresif. Penguasaan dinamika ini penting karena mampu meningkatkan kualitas artistik pertunjukan dan memperkuat pesan lagu yang dibawakan. Mars yang awalnya dinyanyikan dengan dinamika datar, dalam beberapa kali percobaan dan pendampingan, berubah menjadi semangat menghentak, gaya khas mars. Penyusunan Formasi dan Penampilan Panggung Aspek visual menjadi perhatian penting dalam persiapan lomba. Sebelum pelatihan, peserta belum memiliki konsep formasi panggung yang terstruktur. Melalui pendampingan mahasiswa etnomusikologi, peserta dilatih membentuk pola posisi yang menyesuaikan dengan karakter suara, tinggi badan, dan kebutuhan visual panggung seperti pada gambar 3. Gambar 3. Penyusunan Formasi (Foto oleh: Anisa Putri C. Penentuan posisi tiap-tiap personel tim dalam formasi paduan suara tak semudah yang dibayangkan. Selama pendampingan, pelatih dan tim pelaksana menempuh proses yang panjang untuk menemukan posisi yang paling sesuai dan mendukung kekompakan paduan Sehingga, beberapa pilihan sempat dicoba. Pelatih harus berkeliling untuk mendengarkan dengan saksama suara tiap-tiap personel selama bernyanyi . Akhirnya, setelah berulang kali mengganti formasi, dengan berbagai pertimbangan, opsi mengumpulkan 3 peserta dengan suara alto dalam jarak yang relatif berdekatan dalam formasi adalah yang paling membantu tim paduan untuk lebih kompak mendapatkan nyanyian yang diharapkan dengan intensitas kesalahan minimal. Selain itu, selama pendampingan penyusunan formasi peserta paduan suara, dirigen dan simulasi penampilan panggung pun tak kalah penting. Dirigen giat berlatih seperti yang dicontohkan oleh pelatih. Gerakan dirigen tentu menjadi elemen penting dalam menjaga Volume 17 Nomor 1 Juni 2026 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 koordinasi penampilan. Peserta yang ditunjuk sebagai dirigen dilatih memahami pola ketukan dasar dan isyarat dinamika lagu. Kehadiran dirigen membantu peserta menjaga kestabilan tempo selama menyanyikan Mars PKK. Gerakan tangan dirigen yang awalnya sangat lugu tanpa variasi, akhirnya menjadi lebih variatif menyesuaikan dengan dinamika lagu dan ketukan irama. Sedangkan simulasi penampilan panggung menunjukkan peningkatan rasa percaya diri peserta. Peserta tampil lebih kompak, mampu menjaga kontak visual dengan dirigen, dan menunjukkan ekspresi yang lebih natural. Menurut Bailey dan Davidson . , kegiatan musik kelompok dapat meningkatkan rasa percaya diri dan keterikatan sosial anggota komunitas. Dampak Sosial dan Partisipasi Masyarakat Selain meningkatkan kemampuan musikal, kegiatan ini juga memberikan dampak sosial positif bagi anggota PKK. Latihan rutin menciptakan ruang interaksi sosial yang lebih intensif antaranggota kelompok serta memperkuat ikatan sosial di antara peserta (Pearce et , 2020. Bailey & Davidson, 2. Peserta merasa lebih dekat satu sama lain dan memiliki semangat kebersamaan yang lebih kuat. Kegiatan pengabdian juga meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap aktivitas seni di lingkungan desa. Dukungan pemerintah desa dalam menyediakan fasilitas latihan menjadi faktor penting dalam keberhasilan program. Antusiasme peserta terlihat dari tingkat kehadiran latihan yang mencapai lebih dari 90% selama program berlangsung. Dalam wawancara, salah satu personel paduan suara. Ibu Erna . , mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman yang luar biasa karena ia akhirnya merasa kemampuan musikalitasnya meningkat. Demikian juga dengan personel lainnya dan masyarakat yang turut serta menyaksikan proses pelatihan dan pendampingan. Selain peningkatan kemampuan musikal, kegiatan paduan suara juga berkontribusi terhadap penguatan hubungan sosial, rasa memiliki kelompok, dan kesejahteraan psikologis peserta (Clift & Hancox, 2019. Livesey et al. , 2021. Gick, 2. Kelompok paduan suara PKK Pitoelas sangat bersemangat berlatih demi mempersembahkan penampilan terbaik mereka. Kabar baiknya, pada hari perlombaan, dari total 19 kelompok paduan suara PKK yang menampilkan lagu Mars PKK, kelompok PKK Pitoelas yang mendapatkan undian terakhir untuk tampil, berhasil menyabet Juara 1 Lomba Paduan Suara Mars PKK di tingkat desa (Gambar . Volume 17 Nomor 1 Juni 2026 Anisa Putri Cahyani. Gibran Xavier Rakai D. Citra Aulia. Bernadet Fiona Lay Ratu Pendampingan Artistik dan Harmoni Vokal bagi Paduan Suara Kelompok PKK Gambar 4. Kegiatan Lomba Mars PKK Tingkat Desa Faktor Pendukung dan Penghambat Temuan kegiatan ini menunjukkan bahwa praktik musik komunitas tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengembangan keterampilan seni, tetapi juga sebagai media partisipasi budaya yang memperkuat keterlibatan masyarakat dalam kehidupan sosial. Kegiatan bermusik secara kolektif mampu menciptakan ruang belajar yang inklusif, memperluas partisipasi warga, dan mendukung keberlanjutan aktivitas budaya di tingkat komunitas (Schippers & Bartleet, 2020. Titon, 2. Faktor pendukung utama kegiatan meliputi motivasi peserta yang tinggi, dukungan warga setempat, dan keterlibatan mahasiswa etnomusikologi yang memiliki kemampuan praktik musik komunitas. Ketersediaan ruang latihan yang memadai juga membantu kelancaran proses pelatihan. Sementara itu, faktor penghambat kegiatan meliputi keterbatasan waktu latihan karena sebagian peserta memiliki aktivitas rumah tangga yang Selain itu, perbedaan kemampuan musikal antaranggota menyebabkan proses Volume 17 Nomor 1 Juni 2026 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 pembelajaran berlangsung dengan kecepatan yang berbeda. Namun demikian, hambatan tersebut dapat diatasi melalui pendekatan latihan bertahap dan pendampingan individual. Secara keseluruhan, implementasi program pembinaan paduan suara berhasil menjawab kebutuhan mitra dalam meningkatkan kualitas penampilan untuk mengikuti lomba Mars PKK tingkat desa. Luaran kegiatan terlihat dari meningkatnya kemampuan vokal peserta, terbentuknya harmoni yang lebih baik, dan meningkatnya kepercayaan diri kelompok saat tampil di depan public, tervalidasi dengan tercapainya prestasi Juara 1. PENUTUP Program pendampingan seni musik melalui pelatihan paduan suara pada kelompok PKK berhasil meningkatkan kapasitas musikal dan artistik peserta. Peningkatan tersebut terlihat pada kemampuan peserta dalam menjaga intonasi, memahami pembagian harmoni vokal, mengelola dinamika musikal, serta menampilkan pertunjukan yang lebih terstruktur melalui penguasaan formasi panggung dan koordinasi dengan dirigen. Dengan demikian, program ini mampu menjawab kebutuhan mitra yang sebelumnya menghadapi keterbatasan pada aspek teknik vokal, harmoni, dan penampilan pertunjukan. Selain menghasilkan peningkatan kompetensi seni musik, kegiatan ini juga memberikan dampak sosial berupa meningkatnya kepercayaan diri, kerja sama, dan solidaritas antaranggota kelompok. Keterlibatan mahasiswa etnomusikologi sebagai fasilitator turut mendukung proses pembelajaran yang partisipatif dan kontekstual sehingga peserta dapat memperoleh pengalaman praktik musik komunitas secara langsung. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan waktu latihan dan keragaman kemampuan musikal peserta, proses pendampingan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan mampu mendukung tercapainya tujuan program. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu dikembangkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya penguatan seni musik komunitas, sekaligus sebagai sarana pemberdayaan masyarakat yang dapat memperluas partisipasi warga dalam aktivitas seni dan budaya di tingkat desa. Volume 17 Nomor 1 Juni 2026 Anisa Putri Cahyani. Gibran Xavier Rakai D. Citra Aulia. Bernadet Fiona Lay Ratu Pendampingan Artistik dan Harmoni Vokal bagi Paduan Suara Kelompok PKK DAFTAR PUSTAKA