Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar e-ISSN: 2963-072X | p-ISSN: 2964-9. DOI Prefix: 10. 56855/jpsd | Published by Edupedia Publisher https://journals. org/index. php/jpsd Implementasi Materi PBB dalam Sikap Disiplin dan Kerja Sama Peserta Didik di MI MaAoarif Kumpulrejo 02 Salatiga Implementation of Drill Regulations (PBB) in Developing StudentsAo Discipline and Cooperation at MI MaAoarif Kumpulrejo 02 Salatiga Saniatu Zakiyah1* Farida Widiya2 Indriyani Fimbay3 Ghaida Zukhruf Tsaniyatsnaini 1Universitas Islam Negeri Salatiga. Indonesia 2 Universitas Islam Negeri Salatiga. Indonesia 3 Universitas Islam Negeri Salatiga. Indonesia 4 Universitas Islam Negeri Salatiga. Indonesia * Corresponding author: ghaidazukhruf@uinsalatiga. Info Artikel ABSTRAK Diterima: 12-12-2025 Direvisi: 10-01-2026 Diterima: 13-03-2026 Dipublikasi: 16-03-2026 DOI: 56855/jpsd. Penelitian ini menganalisis secara empiris bagaimana materi Peraturan Baris Berbaris (PBB) dalam kegiatan ekstrakurikuler Pramuka berkontribusi terhadap pembentukan disiplin, kerja sama, dan keterampilan motorik siswa kelas VI di MI MaAoarif Kumpulrejo 02 Salatiga. Sekolah memerlukan kegiatan pembinaan karakter yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga membentuk perilaku sosial dan moral siswa melalui aktivitas nyata dan pembiasaan yang berkelanjutan. Penelitian ini juga mengkaji masih ditemukannya perilaku kurang disiplin, lemahnya koordinasi kelompok, serta belum optimalnya penguatan nilai karakter dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 24 siswa sebagai subjek Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur menggunakan rubrik penilaian berskala 1Ae5 yang mencakup indikator disiplin, kerja sama, dan performa gerakan PBB, serta dilakukan secara sistematis selama beberapa pertemuan. Data kemudian dianalisis menggunakan perhitungan persentase untuk mengetahui tingkat capaian pada setiap indikator. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata capaian sebesar 82% dengan kategori Disiplin terlihat dari ketepatan waktu, kepatuhan terhadap instruksi, dan kesiapan siswa mengikuti kegiatan. Kerja sama tercermin dari kekompakan kelompok, kemampuan menjaga formasi barisan, serta koordinasi antarsiswa. Sebagian besar siswa juga mampu melakukan gerakan dasar PBB secara cukup konsisten dan sesuai arahan. Temuan ini menunjukkan bahwa PBB merupakan strategi yang efektif dalam pembinaan karakter melalui aktivitas fisik yang terstruktur. Selain itu. PBB memiliki relevansi strategis dalam mendukung pendidikan karakter di sekolah dasar melalui pembiasaan, pengalaman langsung, serta keteladanan pembina dalam setiap kegiatan latihan. Kata Kunci: Disiplin. Peraturan Baris Berbaris (PBB), kerja sama, ekstrakurikuler Pramuka, pendidikan karakter ABSTRACT This study empirically analyzes how Drill Regulations (Peraturan Baris Berbaris/PBB) in Scout extracurricular activities contribute to discipline, cooperation, and motor skills among sixth-grade students at MI MaAoarif Kumpulrejo 02. Salatiga. Schools need character-building activities that go e-ISSN: 2963-072X Halaman 116 dari 12 beyond cognitive emphasis to shape studentsAo social and moral behavior through real activities and ongoing habituation. This study examines the continued presence of undisciplined behavior, weak group coordination, and insufficient internalization of character values in elementary school The descriptive quantitative research involved 24 students. Data were collected through structured observation using a 1Ae5 assessment rubric covering discipline, cooperation, and PBB performance, conducted systematically across several meetings. Data were analyzed using percentage calculations to assess achievement in each indicator. Results showed an average achievement of 82%, categorized as good. Discipline was shown by punctuality, following instructions, and readiness to Cooperation appeared in group cohesion, maintained formations, and coordination. Most students could perform basic PBB movements consistently and as directed. These findings confirm that PBB is an effective character development strategy through structured physical PBB is strategically relevant in supporting elementary character education through habituation, direct experience, and modeling by the scout instructor in each activity. Keywords: Drill Regulations (PBB). Discipline. Cooperation. Scout Extracurricular Activities. Character Education Cara Sitasi/How to Cite: Zakiyah. Fimbay. Septiana. , & Tsaniatsnaini. Implementasi Materi PBB dalam Sikap Disiplin dan Kerja Sama Peserta Didik di MI MaAoarif Kumpulrejo 02 Salatiga. Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar, 5. , 116Ae127. https://doi. org/10. 56855/jpsd. A 2026 The Author. Published by Edupedia Publisher. This is an open access article under the CC BY license. e-ISSN: 2963-072X Halaman 117 dari 12 Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. No. , ppAepp karena memberikan ruang bagi peserta didik PENDAHULUAN Dalam pengembangan potensi peserta didik tidak intrakurikuler, tetapi juga melalui kegiatan ekstrakurikuler yang mampu menyalurkan bakat, minat, dan kemampuan siswa secara lebih luas. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 12 Ayat 1 . yang menyatakan bahwa setiap peserta didik berhak memperoleh layanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan Salah satu bentuk nyata dari layanan ini adalah penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler, yang berfungsi sebagai wadah mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga keterampilan hidup peserta didik. Di jenjang sekolah dasar, proses pembentukan karakter memerlukan pendekatan yang tidak terbatas pada pembelajaran di dalam kelas, melainkan untuk mengembangkan kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta kecakapan sosial Salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang dikenal efektif dalam menanamkan nilainilai tersebut adalah Gerakan Pramuka. Pada jenjang sekolah dasar, peserta didik dikenal sebagai Pramuka Siaga yang berada dalam rentang usia 7Ae10 tahun. Tahap ini merupakan masa pembinaan karakter awal, sehingga diperlukan kegiatan yang mampu membentuk kebiasaan positif secara konsisten (Rismawati & Istiyati Mahmudah, 2. Gerakan Pramuka membentuk kecerdasan, moral, dan karakter Pendidikan tidak hanya bertujuan Melalui aktivitas yang terarah, siswa dibimbing peserta didik (Abron et al. , 2. untuk belajar melalui pengalaman langsung. ekstrakurikuler yang memberikan pengalaman belajar langsung. Dalam konteks inilah Gerakan Pramuka memainkan peran penting sebagai sarana pembinaan karakter yang menekankan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan kemandirian. Kegiatan ekstrakurikuler memegang peran strategis dalam pembinaan karakter peserta didik melalui berbagai kegiatan yang menarik dan menyenangkan (Wayan et al. Pendidikan kepramukaan menekankan pemecahan masalah melalui aktivitas luar kelas. Salah satu kegiatan yang banyak dimanfaatkan untuk pembinaan karakter adalah Peraturan Baris - Berbaris (PBB). Kegiatan Peraturan Baris Berbaris (PBB) merupakan salah satu materi wajib dalam pembinaan Pramuka yang masih relevan hingga saat ini. PBB tidak hanya mengajarkan ketepatan dan keteraturan gerak, tetapi juga mendengar, merespons cepat, dan bekerja dalam formasi kelompok. Dalam perspektif pendidikan dasar, aktivitas ini menjadi wahana e-ISSN: 2963-072X Halaman 118 dari 12 Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. No. , ppAepp pembelajaran yang menyentuh aspek fisik, sosial, dan afektif sekaligus. Sifat latihan yang berulang dan sistematis menjadikan PBB Penelitian lain yang dilakukan oleh sebagai media pembiasaan yang efektif dalam Sari dkk. menunjukkan bahwa latihan membentuk perilaku disiplin dan rasa tanggung baris-berbaris dalam kegiatan pramuka dapat jawab pada diri peserta didik. menumbuhkan sikap tanggung jawab dan Materi PBB tidak hanya melatih kedisiplinan melalui pembiasaan kegiatan yang ketepatan gerak, tetapi juga memiliki fungsi Hasil penelitian Yani, dkk . pendidikan dalam menumbuhkan disiplin dan juga menjelaskan bahwa latihan PBB dapat kerja sama. Latihan ini menuntut peserta didik memperkuat interaksi sosial antar peserta didik. Selain Pembiasaan tersebut membantu mengungkapkan bahwa kegiatan pramuka, membentuk sikap tertib, patuh, dan mampu khususnya latihan baris-berbaris, dapat menjadi bekerja dalam kelompok. Kwartir Nasional juga sarana yang efektif dalam menanamkan nilai menegaskan bahwa PBB merupakan sarana kedisiplinan, kerja sama, dan tanggung jawab efektif untuk menanamkan kedisiplinan melalui pada peserta didik di sekolah dasar. Puspitasari, 2. Berkaitan Temuan Wardhana, menjaga kekompakan, dan bergerak secara latihan yang terstruktur dan berulang (Qulub & . tersebut menunjukkan bahwa latihan barisdengan berbaris memiliki potensi yang besar dalam beberapa penelitian sebelumnya telah mengkaji membentuk sikap disiplin serta meningkatkan kerja sama peserta didik. Berbagai penelitian ekstrakurikuler pramuka serta kontribusinya menunjukkan bahwa pembiasaan baris-berbaris terhadap pembentukan karakter peserta didik. Penelitian . meningkatkan interaksi sosial antar peserta menunjukkan bahwa latihan PBB dalam Namun, kajian yang secara khusus Qulub PBB Puspitasari membahas pelaksanaan PBB di sekolah dasar dan dampaknya terhadap disiplin serta kerja mengikuti instruksi serta menjaga keteraturan sama masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian gerakan selama latihan berlangsung. Selain itu, ini bertujuan menganalisis implementasi materi Ningrum, . PBB di sekolah dasar dan menjelaskan menemukan bahwa kegiatan kepramukaan juga kontribusinya terhadap peningkatan disiplin dan berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan kerja sama peserta didik. Hasil penelitian kerja sama peserta didik karena aktivitas yang diharapkan memberikan gambaran yang lebih dilakukan secara berkelompok menuntut siswa jelas mengenai peran PBB sebagai strategi e-ISSN: 2963-072X Ismaya. Fajrie Halaman 119 dari 12 Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. No. , ppAepp pembinaan karakter di lingkungan sekolah efektif sebagai sarana pembentukan karakter, sehingga diperlukan Upaya perbaikan melalui Berdasarkan obserasi awal di MI MaAoarif Kumpulrejo 02 Salatiga, ditemukan Pada penelitian Qulub dan Puspitasari menjadi urgensi dalam penelitian ini antara lain . menganalisis karakter disiplin melalui materi PBB pada siswa kelas V. Penelitian banyaknya peserta didik yang datang terlambat menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif disaat kegiatan ekstrakurikuler dimulai, peserta dan menyimpulkan bahwa pembiasaan aba-aba didik kurang sigap dalam merespons aba-aba efektif membentuk ketertiban siswa serta dari pembina, peserta didik tidak konsisten dengan adanya latihan PBB yang dilakukan dalam menjaga kelengkapan dan kerapain dalam berpakaian, adanya permasalahan dalam kepatuhan terhadap instruksi, keteraturan, dan ketegasan sikap siswa. strategi pembinaan yang lebih terstruktur dan ketidaksamaan ritmem langkah peserta didik. Namun, masih sedikit penelitian yang kurangnya koordinasi antar anggota barisan, secara khusus menelaah implementasi latihan peserta didik lebih fokus pada diri sendiri PBB di sekolah dasar dengan pendekatan dibangdingkan keserempakan tim, permasalahan konsistensi gerakan pada peserta didik seperti ketidaktepatan dalam gerakan. Kesenjangan inilah yang menjadi kurangnya keseimbangan saat langkah tegap, dasar penelitian ini, dengan tujuan memberikan gerakan yang tidak seragam antar barisan. gambaran empiris mengenai bagaimana latihan Selain itu. Mawardini dkk. pramuka PBB diterapkan dan dampaknya terhadap aspek dapat meningkatkan motivasi peserta didik sekolah dasar melalui kegiatan PBB masih gerakan peserta didik MI MaAoarif Kumpulrejo 02 Salatiga. kurangnya antusiasme dan partisipasi aktif pada saat kegiatan berlangsung. Melalui penelitian ini, diharapkan diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif Dari sisi pembinaan, variasi metode tentang peran PBB dalam pembinaan karakter, kegiatan yang masih terbatas menyebabkan sehingga dapat menjadi rujukan bagi sekolah, keegiatan kurang menarik dan berdampak pada pembina pramuka, maupun peneliti lain dalam menurunnya fokus serta konsentrasi peserta didik selama proses kegiatan berlangsung. bermakna dan berkelanjutan. Kondisi pelaksanaan PBB belum sepenuhnya berjalan e-ISSN: 2963-072X Halaman 120 dari 12 Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. No. , ppAepp METODOLOGI Objek penelitian meliputi tiga aspek utama dari Desain Penelitian pelaksanaan latihan PBB, yaitu: Pendekatan yang digunakan dalam Disiplin peserta didik, penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif, yang Kerja sama, dan bertujuan memberikan pemaparan objektif Performa gerakan PBB. mengenai tingkat disiplin, kerja sama, serta Ketiga aspek ini dipilih berdasarkan kualitas performa gerakan peserta didik selama indikator yang secara umum menjadi tolok ukur mengikuti materi Peraturan Baris Berbaris keberhasilan latihan PBB dalam konteks (PBB). Pendekatan ini dipilih karena penelitian pembinaan Pramuka di sekolah dasar. Guru pembina Pramuka berperan sebagai observer pengalaman dalam menilai keterampilan dasar sebagaimana adanya. Dengan demikian, seluruh temuan yang diperoleh merupakan representasi Proses langsung dari kondisi faktual yang terjadi menggunakan observasi terstruktur dengan selama kegiatan latihan berlangsung. Dalam dukungan instrumen rubrik penilaian berskala konteks pendidikan dasar, pendekatan ini 1Ae5. Instrumen ini memuat indikator-indikator dianggap paling sesuai untuk menggambarkan rinci, seperti ketepatan waktu, kesiapan barisan, perilaku peserta didik secara natural saat berada kepatuhan terhadap instruksi, kekompakan dalam situasi latihan PBB yang terstruktur. gerak, kemampuan menjaga formasi, hingga Penelitian dilaksanakan pada bulan ketepatan gerakan dalam sikap sempurna. Oktober-November Tahun 2025 di MI MaAoarif langkah tegap maju, jalan di tempat, dan Kumpulrejo Kota Salatiga. Kegiatan kanan/kiri. Rubrik observasi dilakukan selama tiga kali pertemuan memastikan bahwa penilaian dilakukan secara latihan PBB dalam agenda ekstrakurikuler sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan Pramuka. Subjek penelitian terdiri dari satu secara metodologis. kelas, yaitu kelas VI A dengan jumlah 24 Penelitian ini dirancang menggunakan peserta didik. Pemilihan kelas ini dilakukan observasi terstruktur, di mana guru sebagai secara intact group karena kelas sudah ditentukan secara administratif dan peneliti penilaian untuk menilai perilaku dan performa tidak melakukan teknik sampling tertentu. Kelas peserta didik selama latihan PBB. Setiap peserta VI B tidak diikutsertakan karena fokus didik dinilai pada setiap pertemuan latihan, penelitian diarahkan hanya pada satu kelompok yang dijadikan objek pengamatan. memperoleh gambaran tingkat kemampuan dirata-ratakan pada masing-masing aspek. e-ISSN: 2963-072X Halaman 121 dari 12 Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. No. , ppAepp Instrumen penilaian disusun dalam bentuk efektivitas kegiatan PBB sebagai bagian dari rubrik dengan skala 1Ae5 yang mencakup: barisan, kepatuhan terhadap instruks. hanya berfungsi sebagai prosedur teknis, tetapi Kerja sama . ekompakan, koordinasi juga sebagai fondasi ilmiah untuk memahami fenomena pembelajaran dalam konteks nyata. Performa gerakan PBB . etepatan sikap dan kerapian gera. Data dikumpulkan melalui metode berikut: Observasi langsung oleh guru pembina yang menilai perilaku dan performa Dokumentasi, berupa foto kegiatan, catatan harian pembina, serta agenda latihan PBB. Dengan demikian, metodologi yang digunakan tidak sempurna, langkah, hadap kanan/kiri. Pramuka. Disiplin . etepatan waktu, kesiapan Penilaian performa, yaitu pengamatan gerakan PBB berdasarkan kesesuaian dengan standar PBB yang berlaku. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Sajikan temuan penelitian secara jelas dan pertanyaan penelitian atau hipotesis. Gunakan tabel dan gambar untuk merangkum data utama. Tabel 1 Statistik Deskriptif Skor Pretest dan Posttest Variabel Eksperimen Kontrol Rata-rata Pretest 65,40 64,80 Rata-rata Posttest 82,15 70,25 8,32 9,15 Catatan. SD = Simpangan Baku. Tabel 1 Hasil Penilaian Per Indikator Implementasi Peraturan Baris Berbaris (PBB) Analisis data menggunakan analisis statistik Indikator deskriptif, meliputi: Perhitungan rata-rata skor tiap aspek. Kategorisasi hasil penilaian . angat baik, baik, cukup, kurang, sangat Penyajian data dalam bentuk tabel dan Persentase Kategori Baik Baik 4,00 Baik 4,08 Baik Penilaian terhadap 24 peserta didik Data yang telah dianalisis kemudian Disiplin Kerja Perfoma Gerakan PBB Rata-rata Total Skor Rata-rata 4,20 4,05 (PBB) menunjukkan bahwa aspek sikap dan keterampilan berada pada kategori baik dengan Interpretasi dilakukan dengan menilai sejauh nilai rata-rata sebesar 82%. Persentase tersebut mana perilaku disiplin, kerja sama, dan diperoleh dari penggabungan tiga indikator pada kegiatan latihan Peraturan Baris Berbaris performa gerakan peserta didik mencerminkan e-ISSN: 2963-072X Halaman 122 dari 12 Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. No. , ppAepp utama, yaitu kedisiplinan, kerja sama, dan bukan hanya sebagai wadah bakat, tetapi juga performa gerakan. sebagai sarana pembinaan karakter yang efektif. Pada aspek sikap, mayoritas peserta Pada didik menunjukkan ketepatan dalam mengikuti instruksi, menjaga kerapian barisan, dan barisan, serta kepatuhan terhadap instruksi memperlihatkan kesiapan mengikuti setiap Hasil ini selaras dengan pemikiran rangkaian kegiatan. Pada aspek keterampilan. Qulub & Puspitasari . yang menjelaskan sebagian besar siswa mampu menampilkan bahwa latihan PBB menjadi bentuk pembiasaan gerakan dasar PBB secara konsisten, termasuk instruksi langsung dan repetitif, sehingga siswa sikap sempurna, langkah tegap maju, jalan di terbiasa bertindak sesuai aturan dan struktur tempat, hormat, hadap kanan, hadap kiri, balik Menurut mereka, disiplin tumbuh kanan, serong kanan, serong kiri, setengah melalui pola kegiatan yang teratur, jelas, dan lengan lencang kanan, dan lencang depan. diulang secara konsisten. Prinsip ini didukung Dari total 24 peserta didik, sebanyak 19 oleh riset pendidikan dasar yang menegaskan siswa berada pada kategori Ausangat baikAy hingga bahwa aktivitas terarah mendorong siswa AucukupAy, sedangkan 5 siswa lainnya masih beberapa gerakan teknis. Meskipun demikian. Temuan ini juga sejalan dengan studi secara keseluruhan peserta didik menunjukkan (Ranisa. Hariani, & Hartini, 2. dalam jurnal perkembangan positif dalam aspek sikap pendidikan dasar yang menyatakan bahwa maupun keterampilan selama rangkaian latihan disiplin siswa terbentuk melalui kegiatan ekstrakurikuler yang memiliki pola berulang Pembahasan dan aturan yang jelas. PBB, sebagai latihan Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang menekankan ketegasan aba-aba dan implementasi latihan Peraturan Baris Berbaris ketertiban gerak, membuat siswa terbiasa (PBB) mengendalikan diri dan bertindak sesuai terhadap aspek disiplin, kerja sama, dan performa gerakan siswa. Nilai rata-rata sebesar Aspek kerja sama menunjukkan bahwa 82% menegaskan bahwa mayoritas siswa telah siswa mampu menjaga kekompakan, mengatur ritme gerakan, dan menyesuaikan diri dengan Kondisi sepanjang kegiatan berlangsung. Temuan ini mendukung hasil penelitian Abron. Junaidi, & Firdaus . yang menegaskan bahwa ekstrakurikuler di sekolah dasar berfungsi kegiatan pramuka meningkatkan koordinasi dan interaksi antar-siswa melalui aktivitas berbasis e-ISSN: 2963-072X Halaman 123 dari 12 Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. No. , ppAepp Dalam konteks pendidikan dasar, motorik dan kontrol tubuh pada usia sekolah kerja sama merupakan bagian penting dari Latihan PBB yang bersifat ritmis dan perkembangan sosialAeemosional siswa dan repetitif memberikan stimulus motorik yang menjadi indikator keberhasilan pembinaan membantu siswa menyesuaikan respons tubuh terhadap instruksi verbal secara cepat. Lebih Ningrum. Secara keseluruhan, temuan penelitian Ismaya, & Fajrie . mengungkapkan bahwa ini memperkuat berbagai literatur dalam jurnal kerja sama dalam kegiatan pramuka terbentuk pendidikan dasar yang menyebutkan bahwa kegiatan pramuka dan PBB adalah media strategis dalam pembentukan karakter. Nilai rata-rata capaian 82% menunjukkan bahwa kekompakan kelompok. Dalam PBB, siswa proses pelaksanaan pembinaan berjalan efektif tidak hanya mengikuti aba-aba pembina, tetapi dan sesuai dengan tujuan kurikuler dan juga memperhatikan rekan sejawat agar tercipta kokurikuler sekolah dasar. Implementasi PBB keselarasan gerakan. Hal ini membentuk pola meningkatkan kemampuan bekerja sama, serta kemampuan sosial siswa. Pada mayoritas siswa mampu menampilkan gerakan melalui aktivitas yang terarah dan sistematis. Dengan PBB dasar PBB dengan cukup stabil, meskipun direkomendasikan sebagai bagian integral dari beberapa siswa masih memerlukan peningkatan program pembiasaan karakter di sekolah dasar. koordinasi motorik, terutama dalam gerakan Keberhasilannya dalam membentuk perilaku langkah tegap dan jalan di tempat. Temuan ini positif siswa menjadikan PBB relevan tidak hanya dalam konteks kegiatan pramuka, tetapi Muqowim . yang menyatakan bahwa juga sebagai dukungan terhadap pembelajaran pembiasaan gerakan PBB berperan dalam nilai-nilai pendidikan karakter secara lebih luas. Mizaniya memperkuat keterampilan motorik melalui latihan yang dilakukan secara bertahap dan Mereka menegaskan bahwa gerakan PBB keseimbangan, postur tubuh, dan ketepatan respons siswa. Sejalan dengan itu, riset pendidikan dasar menunjukkan bahwa aktivitas fisik terstruktur mampu meningkatkan koordinasi e-ISSN: 2963-072X KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) di MI terbukti mampu meningkatkan disiplin, kerja sama, dan keterampilan motorik peserta didik. Peserta didik menunjukkan ketepatan waktu, kepatuhan terhadap instruksi, kesiapan barisan, serta kemampuan menampilkan gerakan dasar PBB Halaman 124 dari 12 Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. No. , ppAepp seperti sikap sempurna, langkah tegap maju, melalui pembiasaan dan aktivitas terarah yang hadap kanan, hadap kiri, dan gerakan serong dilakukan secara konsisten. Oleh karena itu, kanan serong kiri secara cukup konsisten. Rata- PBB layak dijadikan bagian rutin dari program rata nilai keseluruhan mencapai 82%, yang ekstrakurikuler pramuka di sekolah dasar. menunjukkan kategori baik, menegaskan bahwa Rekomendasi PBB efektif sebagai strategi pembinaan karakter dan memberikan pengalaman belajar yang latihan, pendekatan pembinaan yang lebih bermakna bagi siswa. kreatif, serta evaluasi berkelanjutan agar Kegiatan PBB mendorong siswa untuk manfaat PBB dapat dirasakan secara lebih luas bekerja secara serempak, menjaga kekompakan oleh peserta didik. Penelitian berikutnya dalam formasi barisan, serta meningkatkan disarankan untuk mengkaji hubungan latihan koordinasi dan interaksi sosial. Dianjurkan agar PBB dengan aspek lain seperti kepercayaan diri, kegiatan PBB tetap dijalankan secara rutin komunikasi, maupun perkembangan sosial- dalam program ekstrakurikuler pramuka dan emosional siswa. dikombinasikan dengan metode pembinaan lain Penelitian Penelitian ini menunjukkan bahwa Peraturan Baris Berbaris dilakukan dengan memperluas sampel dan menganalisis dampak PBB terhadap aspek Sebagian besar siswa mampu menunjukkan akademik maupun sosial-emotional siswa. sikap patuh terhadap instruksi, datang tepat PBB memberikan pengalaman belajar (PBB) yang tidak hanya menguatkan aspek fisik, tetapi mengikuti setiap rangkaian latihan dengan juga membangun kemampuan sosial anak. Rata-rata persentase pencapaian Melalui aktivitas serempak, formasi kelompok, sebesar 82% mengindikasikan bahwa disiplin dan ritme gerakan yang harus disesuaikan, siswa berada pada kategori baik. siswa belajar untuk memperhatikan rekan, bahwa latihan PBB berkontribusi terhadap keutuhan kelompok. Hal ini menunjukkan penguatan kemampuan kerja sama peserta Siswa mampu menyesuaikan ritme gerak. PBB Hasil penelitian juga mengungkap pembelajaran kolaboratif yang memperkaya interaksi sosial siswa dan melatih mereka untuk berkoordinasi secara serempak saat melakukan bekerja secara kolektif. formasi barisan. Aktivitas yang dilakukan Dari karakter, latihan PBB menegaskan bahwa nilai bersama-sama keterikatan sosial, tanggung jawab kelompok, disiplin dan kerja sama dapat ditumbuhkan e-ISSN: 2963-072X Halaman 125 dari 12 Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. No. , ppAepp dan kemampuan berkolaborasi dalam situasi Pada aspek performa gerakan, peserta motorik yang cukup stabil, terutama dalam gerakan dasar seperti sikap sempurna, langkah tegap, jalan di tempat, serta gerakan hadap kanan dan kiri. Meskipun terdapat beberapa siswa yang menunjukkan ketidakkonsistenan teknis, secara umum performa gerakan berada pada kategori baik dan mengalami peningkatan selama empat kali pertemuan latihan. Konflik Kepentingan Para penulis menyatakan tidak ada konflik DAFTAR PUSTAKA