ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29894-29899 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Teknik Evaluasi Kepala Madrasah dalam Proses Peningkatan Kompetensi Pengajaran Guru di Madrasah Mutawashshithoh Al-AoAli AtsTsaqofiy Tanjung Morawa Abdillah Muhammad Zaini1. Khairuddin Lubis2. Ahmad Ridwan3 1,2,3 Manajemen Pendidikan Islam. Universitas Al Washliyah Medan e-mail: abdillahmzaini041119@gmail. Abstrak Penelitian ini mengkaji teknik evaluasi kepala madrasah dalam proses peningkatan kompetensi pengajaran guru di Madrasah Mutawashshithoh al-AoAli (MMA) Ats-Tsaqofiy Tanjung Morawa dan mengindetifikasi aspek-aspek kendala pelaksanaannya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain penelitian observasi alami . atural observatio. Penelitian ini menggunakan teknik-teknik perolehan data penelitian melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data dipastikan melalui triangulasi dan analisis data kualitatif digunakan untuk menganalisis data, yang melibatkan reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa teknik evaluasi yang diberlakukan oleh kepala madrasah adalah teknik tes dan nontes. Teknik evaluasi melalui tes bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan guru berkenaan dengan tugas profesionalnya sebagai pendidik. Sedangkan teknik evaluasi nontes yaitu melihat interaksi guru dengan santrinya selama kegiatan belajar mengajar Temuan selanjutnya dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penyampaian secara langsung hasil evaluasi yang dilakukan akan mempermudah pemahaman guru sehingga dapat maksimal dilaksanakan. Kendala yang dihadapi oleh kepala madrasah adalah cara penyampaian kepala madrasah kepada guru, faktor usia guru hingga faktor ketidakhadiran guru pada saat pelaksanaan evaluasi dilakukan. Kata Kunci: Teknik Evaluasi. Kepala Madrasah. Kompetensi Pengajaran Guru Abstrak This study examines the evaluation techniques used by madrasah principals in the process of improving teachers' teaching competence at Madrasah Mutawashshithoh al-'Ali (MMA) AtsTsaqofiy Tanjung Morawa, and identifies aspects of implementation constraints. This research is a qualitative study with a natural observation research design. This research uses research data collection techniques through observation, interviews and documentation. Data validity was ensured through triangulation and qualitative data analysis was used to analyse the data, which included data reduction, presentation and drawing conclusions. The findings of this study show that the evaluation techniques used by the madrasa director are test and non-test techniques. The test evaluation techniques aim to determine the level of teachers' knowledge regarding their professional duties as educators. While the non-test evaluation technique is to see the teacher's interaction with his students during teaching and learning activities. Further findings of this study show that the direct communication of the results of the evaluation carried out will facilitate the teachers' understanding of it so that it can be implemented to the maximum. The obstacles faced by the madrasa director are the way in which the madrasa director delivers the results to the teacher, the age factor of the teacher, and the absence of the teacher when the evaluation is carried out. Keywords: Evaluation Techniques. Madrasah Principal. Teachers' Instructional Competence PENDAHULUAN Madrasah adalah salah satu lembaga pendidikan berjenjang dan berbasiskan ajaran islam mulai dari tingkat ibtidaiyah, tsanawiyah dan aliyah. Diawal perkembangannya, madrasah menjadi Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29894-29899 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 bagian dari perjuangan kemerdekaan indonesia berbentuk pondok pesantren dan menjadi penengah dari kurikulum dengan menjadi elaborator antara kurikulum pendidikan umum dengan kurikulum pondok pesantren (Das & Halik, 2. Madrasah dipimpin oleh seorang kepala madrasah dan dibantu oleh beberapa wakil kepala sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Seorang Kepala Madrasah tentunya memiliki banyak sekali peranan dan fungsi dalam suatu lembaga pendidikan. Fungsi yang dimaksud seperti menempati posisi sebagai pemimpin . , pendidik . , pengelola . , pengawas . , pemuka inovasi . serta dapat memberikan dorongan semangat . Sedangkan berkenaan dengan peranannya, seorang Kepala Madrasah menempati posisi sebagai pemangku jabatan strategis dalam struktural organisasi yang ada (Fauzi & Yusuf, 2. Kepala Madrasah juga wajib memiliki kemampuan seperti kompetensi secara personal, kompetensi manajerial, kompetensi kewirausahaan, kompetensi supervisi dan kompetensi sosial (Indonesia, 2. Kompetensi sebagai gambaran tentang apa yang seyogyanya dilakukan oleh seorang guru berkenaan dengan pekerjaannya, termasuk di dalamnya kegiatan, berperilaku maupun hasil yang Kompetensi yang dimiliki guru adalah modal awal menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai pendidik dalam melaksanakan tanggungjawab profesinya. Kompetensi bagi seorang guru juga sebagai kualifikasi baik itu kualitatif maupun kuantitatif. Didalam kompetensi terdapat pula beberapa ranah konsep dari kompetensi itu sendiri, seperti pengetahuan, pemahaman, keterampilan, nilai, sikap dan minat (Mafidapuspadina et al. , 2. Secara keseluruhan, terdapat 7 standarisasi dari kompetensi yang dimiliki oleh guru yakni kompetensi penyusunan rencana belajar, kompetensi pelaksanaan interaksi, kompetensi penilaian prestasi belajar peserta didik, kompetensi pelaksanaan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar peserta didik, kompetensi pengembangan profesi, kompetensi pemahaman wawasan pendidikan dan kompetensi penguasaan bahan kajian akademik (Kuliawati et al. , 2. Merujuk pada Undang-Undang No. 14 Tahun 2015 Tentang Guru dan Dosen, kinerja guru dapat ditunjukkan dari besaran kompetensi yang dipenuhi. Adapun kompetensi tersebut antara lain (Cholisoh et al. , 2. kompetensi pedagogik, kompeensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. Besarnya tanggung jawab tersebut mengharuskan seorang kepala madrasah untuk senantiasa melakukan pengawasan pada setiap aspek yang ada dibawah kepemimpinannya. Salah satu aspek yang akan menentukan bagaimana seorang kepala madrasah dikatakan cakap dalam memimpin adalah aspek evaluasi. Evaluasi dalam pendidikan berarti suatu tindakan ataupun kegiatan yang secara langsung dilakukan dalam rangka menentukan nilai dari segala sesuatu yang berkenaan dengan pendidikan. Dalam kaitannya dengan evaluasi, terdapat banyak sekali teknik-teknik evaluasi dengan sistematika yang berbeda pula, meskipun pada beberapa teknik terdapat persamaan. Dalam penelitian ini, setidaknya terdapat dua teknik evaluasi, yakni teknik evaluasi kuantitatif dan teknik evaluasi kualitatif (Rahman & Nasryah, 2. Berdasarkan observasi yang peneliti laksanakan di Madrasah Mutawashshithoh al-AoAli Pondok Pesantren Ats-Tsaqofiy diketahui bahwa peningkatan kompetensi guru dilakukan dengan mengevaluasi kemampuan guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran kesesuaian alat belajar dengan materi, kemampuan membuka dan menutup pelajaran, mengelola kelas, menilai kemampuan peserta didik serta kemampuan guru dalam menyelesaikan persoalan peserta Selain itu, kepala madrasah juga melakukan evaluasi melalui kegiatan monitoring secara langsung bagaimana guru menjalankan tugas dan tanggung jawabnya selama berada di lingkungan MMA Ats-Tsaqofiy ini. Dari sinilah kemudian dasar untuk mengevaluasi kompetensi guru yang ada menggunakan teknik evaluasi tertentu sesuai dengan kemampuan yang di evaluasi METODE Penelitian ini berjenis penelitian kualitatif dengan desain penelitian observasi alami . atural Tujuan utama penelitian ini adalah mengamati dan memahami perilaku individu atau kelompok tertentu dalam suatu keadaan penelitian (Pariddudin & Fadhli, 2. Sumber data dalam penelitian ini terbagi kepada dua sumber, yakni sumber primer berupa hasil wawancara dengan kepala madrasah dan guru di Madrasah Mutawashshithoh al-AoAli (MMA) Ats-Tsaqofiy Tanjung Morawa serta dokumen supervisi yang dilakukan oleh kepala madrasah. Sedangkan data Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29894-29899 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 sekundernya berupa dokumen tertulis seperti jurnal dan buku yang relevan dengan teknik Informan . dalam suatu penelitian adalah seseorang yang memiliki kecukupan informasi tentang objek yang sedang di teliti dan dapat dimintai informasi terkait objek penelitian itu sendiri (Khosiah et al. , 2. Memilih informan didasari pada pertimbangan bahwa informan tersebut peneliti anggap yang memiliki informasi tentang permasalahan yang diteliti. Dalam penelitian ini, informan penelitian adalah orang-orang pilihan seperti kepala madrasah dan dewan guru di Madrasah Mutawashshithoh al-AoAli (MMA) Ats-Tsaqofiy Tanjung Morawa. Salah satu ciri penelitian kualitatif adalah peneliti bertindak sebagai instrumen sekaligus pengumpul data. Instrumen selain manusia . angket, pedoman wawancara, pedoman observasi dan sebagainy. dapat pula digunakan, tetapi fungsinya terbatas sebagai pendukung tugas peneliti sebagai instrumen kunci (Fauzi, 2. Dalam penelitian kualitatif, pengumpulan data dilakukan pada natural setting . ondisi yang alamia. , sumber data primer dan teknik pengumpulan data lebih banyak pada observasi berperan serta . articipant observactio. , wawancara mendalam . n depth intervie. dan dokumentasi (Sidiq & Choiri, 2. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik analisis data secara interaktif berupa reduksi data . ata reductio. , penyajian data . ata displa. dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data . onclusion drawing/verificatio. (Nuriyati et al. , 2. Untuk menjamin keabsahan data, maka peneliti menggunakan teknik triangulasi, yaitu teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data tersebut untuk keperluan sebagai pengecekkan atau pembanding terhadap data tersebut (Nurmalasari & Erdiantoro, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam melaksanakan kegiatan evaluasi, tentu terdapat teknik yang biasa digunakan sebagai alat untuk melakukan evaluasi, yang mana penggunaan alat tersebut mampu mempermudah seseorang untuk melaksanakan evaluasi sehingga pencapaian tujuan dapat efektif, efisien serta masimal (Widiyarto & Inayati, 2. Teknik yang telah ditentukan haruslah sesuai dengan pelajaran yang digunakan dan seirama dengan pendekatan yang digunakan (Kusnah, 2. Worten dan Sanders mengemukakan bahwa dalam ranah pendidikan evaluasi memiliki peranan yang penting antara lain memberikan informasi yang dipakai sebagai dasar untuk Membuat kebijaksanaan dan keputusan, menilai hasil yang dicapai para pelajar, menilai kurikulum, memberi kepercayaan kepada sekolah, memonitor dana yang telah diberikan serta memperbaiki materi dan program pendidikan (SaAoodah. al, 2. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala madrasah dan guru-guru yang ada di MMA Ats-Tsaqofiy, diketahui bahwa evaluasi yang dilakukan menggunakan dua teknik evaluasi secara berkala, yakni teknik tes dan non-tes. Pada teknik tes sendiri, kepala madrasah biasanya melihat kemampuan guru dalam mengajar melalui lembar observasi guru serta observasi secara langsung kedalam kelas-kelas yang sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Sedangkan pada evaluasi non-tes, kepala madrasah melakukan supervisi terhadap beberapa aspek seperti kesesuaian perangkat belajar dengan yang diajarkan kepada santri, kemampuan guru dalam membuka serta menutup kegiatan belajar dengan mengucapkan salam dan melafalkan surahsurah pendek serta mengamati tingkat penguasaan materi dari para guru ketika mengajar. Berkaitan dengan efisiennya suatu evaluasi adalah bagaimana para guru melaksanakan masukanmasukan yang diterimanya dengan tindakan langsung. Mengingat bahwa keberadaan guru ditengah-tengah peserta didik adalah suatu keniscayaan yang tanpa ada guru maka tidak akan ada pembentukan kepribadian bagi peserta didik itu sendiri. Dalam lembaga pendidikan, seorang pemimpin memiliki banyak tuntutan agar tujuan dari lembaga yang dipimpin dapat tercapai. Seorang pemimpin harus memiliki kecakapan memimpin, mendidik, menglola, mengawasi, mengemukakan suatu ide baru hingga dapat menjadi teladan bagi para bawahannya. Ketika suatu persoalan sedang dihadapi, seorang pemimpin dituntut agar menemukan solusi terbaik, salah satunya adalah dengan mengevaluasi apa yang sedang terjadi. Menggunakan teknik evaluasi yang tepat dalam mengelola lembaga pendidikan tentu menentukan Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29894-29899 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 bagaimana kebijakan yang diambil agar terpenuhi ketiga fungsi utamanya, yaitu administrative, instructional dan guidance (Lutfi, 2. Al-QurAoan sebagai sumber utama pendidikan Islam dan juga banyak mengungkapkan konsep evaluasi di dalam ayat-ayatnya sebagai acuan bagi manusia untuk hati-hati dalam melakukan perbuatannya (Hasanah et al. , 2. Seperti pada Firman Allah SWT dalam Surah AlAnkabut berikut: A) aOEaCa aIac EacaOIa aII Ca aE aN nIA2( aA aI Oa a aE eOe aI OaCaOEa eOe a aIIac aO aN I aE Oa AaIaOIA a caA EIA a A a a aA )3( a aCaOe aOEaOa Ea aI acI E aE a aOIA ca aEaOa Ea aI acIA a acEEa EacaOIA Artinya: AuApakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan . mengatakan: AuKami telah berimanAy, sedang mereka tidak diuji lagi?. Dan Sesungguhnya Kami telah menguji orangorang yang sebelum mereka. Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (Q. Al-Ankabut ayat 2-. Fokus utama dalam teknik evaluasi adalah pengukuran kinerja dan penciptaan melaksanakan umpan balik yang efektif (Miranda, 2. Pengukuran kinerja merupakan tahap yang paling utama dalam mengevaluasi hasil pekerjaan yang telah dilakukan organisasi untuk mencapai tujuan yang menjadi sasaran tersebut. Tahap selanjutnya setelah pengukuran kinerja adalah analisis dan evaluasi kinerja yang dihasilkan, maupun kendala serta tantangan yang dihadapi dalam mencapai sasaran kenerja yang dihasilkan, maupun kendala dan tantangan yang dihadapai dalam mencapai sasaran kompetensi itu sendiri. Dari kedua teknik evaluasi ini, dapat dipahami bahwa evaluasi yang dilaksanakan tentu memiliki sisi kelebihan dan kekurangan tersendiri karena keduanya tentu mendepankan Akan tetapi yang perlu digarisbawahi adalah evaluasi yang dilakukan bertujuan untuk mencapai tujuan dari pembelajaran yang salah satunya adalah berkaitan dengan kompetensi guru itu sendiri. Karena untuk menyelaraskan antara tujuan pendidikan dengan hasil yang diperoleh harus ada upaya untuk merubah hal yang bersifat pasif menjadi masif, yang salah satunya adalah memiliki teknik evaluasi yang sesuai dengan peruntukannya. SIMPULAN Teknik evaluasi kepala madrasah dalam proses peningkatan kompetensi pengajaran guru di MMA Ats-Tsaqofiy Tanjung Morawa diberlakukan dengan teknik tes dan nontes. Teknik evaluasi melalui tes bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan guru berkenaan dengan tugas profesionalnya sebagai pendidik. Sedangkan teknik evaluasi nontes yaitu melihat interaksi guru dengan santrinya selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. Kedua teknik evaluasi ini saling berkaitan dan dapat digunakan sesuai keadaan serta kebutuhan. Kendala yang dihadapi oleh kepala madrasah adalah cara penyampaian kepala madrasah kepada guru, faktor usia guru hingga faktor ketidakhadiran guru. Kendala-kendala ini bukanlah suatu hal yang sulit untuk di atasi mengingat hasil evaluasi tersebut nantinya akan dilaksanakan dengan sepenuh hati oleh para guru yang bersangkutan. Namun membutuhkan sedikit upaya tambahan berupa pengulangan pesan hasil evaluasi dari kepala madrasah kepada guru diluar jadwal evaluasi tersebut. DAFTAR PUSTAKA