Eengineering Vol. 15 No. 1 April 2024 ISSN : 2087-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Analisis Manajemen Risiko Terhadap Bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Proyek Pembangunan Gedung Parkir di PT. SAS Kreasindo Utama Tegal Isradias Mirajhusnita. Okky Hendra Hermawan. Isye Anjani. , . , dan . Jurusan Teknik Sipil. Universitas Pancasakti Tegal Abstrak Penelitian ini membahas tentang Masalah keselamatan dan kesehatan kerja (K. secara umum masih sering terabaikan. Tujuan dari manajemen risiko adalah untuk mengenali risiko dalam sebuah proyek dan mengembangkan strategi untuk mengurangi atau bahkan menghindarinya, dilain sisi juga harus dicari cara untuk memaksimalkan peluang yang ada. Pada penelitian ini akan diteliti mengenai identifikasi risiko K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerj. yang berkaitan dengan kegiatan proyek pembangunan Pembangunan Gedung Parkir dan penilaian risiko-risiko K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerj. yang terjadi pada kegiatan proyek pembangunan Pembangunan Gedung Parkir. Dalam penelitian ini akan digunakan metode penilaian risiko dengan menggunakan matriks penilaian risiko. Setelah diidentifikasi, risiko-risiko tersebut akan dilakukan penilaian untuk mengetahui seberapa besar risiko yang terjadi dalam proyek Pembangunan Gedung Parkir tersebut. Dari penelitian ini diperoleh Secara keseluruhan teridentifikasi total sebanyak 29 risiko yang masing-masing terdapat 3 risiko . %) dari pekerjaan persiapan, 2 risiko . %) dari pekerjaan tanah, 8 risiko . %) dari pekerjaan pondasi, 2 risiko . %) dari pekerjaan struktur, 3 risiko . %) dari pekerjaan atap & kanopi, 2 risiko . %) dari pekerjaan clading, 3 risiko . %) dari pekerjaan tangga rangka baja, 3 risiko . %) dari pekerjaan lantai, 3 risiko . %) dari pekerjaan pengecatan. Tingkat penilaian risiko didapat low risk berjumlah 15 risiko . %) dan Medium risk berjumlah 7 risiko . %) dan high risk berjumlah 7 risiko . %). Penerimaan risiko didapat katagori yaitu negligible . epenuhnya dapat diterim. berjumlah 8 risiko . %), acceptable . apat diterim. adalah 7 risiko . %), undesireable . idak diharapka. berjumlah 11 risiko . %), dan unacceptable (Tidak dapat diterim. berjumlah 3 risiko . %),. Memberikan pengendalian terhadap resiko K3 yang terjadi pada proyek pembangunan gedung parkir dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap. Kata kunci : alat pelindung diri (APD). Manajemen. Matriks Penilaian Risiko. Risiko, dan K3. Pendahuluan Gedung parkir merupakan suatu bangunan yang dibuat untuk menjadi lahan parkir Pembangunan proyek pembangunan gedung parkiran pasti memiliki risiko. Risiko adalah suatu kemungkinan yang tidak diharapkan. Risiko berkaitan dengan kemungkinan akan terjadinya akibat buruk atau merugikan, seperti kemungkinan cedera, kebakaran, dan sebagainya. (Darmawi, 2. Sebagai contoh dari penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Uppit Yuliani . Masalah kecelakaan kerja di Indonesia masih tergolong tinggi. Data mengenai kecelakaan kerja di Indonesia masih terbatas. Masih kurang menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK. Cidera atau kerugian materi diakibatkan oleh kecelakaan, oleh karena itu tujuan utama penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK. adalah agar kecelakaan kerja menurun. Karena itu fenomena kecelakaan, faktor penyebab, serta cara efektif untuk pencegahan dipelajari oleh para ahli K3. Berbagai kendala salah satu diantaranya adalah pola pikir yang masih tradisional dimanakecelakaan dianggap sebagai musibah sehingga masyarakat bersifat pasrah (Soehatman Ramli, 2. Adanya kemungkinan kecelakaan yang terjadi pada proyek konstruksi akan menjadi salah satu penyebab terganggunya atau terhentinya aktivitas pekerjaan Oleh karena itu, pada saat pelaksanaan pekerjaan konstruksi diwajibkan untuk menerapkan Eengineering Vol. 15 No. 1 April 2024 ISSN : 2087-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. di lokasi kerja dimana masalah keselamatan dan kesehatan kerja ini juga merupakan bagian dari perencanaan dan pengendalian Untuk mengatasi hal ini, diperlukan suatu perumusan masalah dan penanganan yang tepat. Penangan yang salah dapat menyebabkan kerugian dibidang keuangan. Maka diperlukan suatu manajemen risiko dibidang K3 agar penanganan menjadi jelas, sehingga dampak dari kecelakaan kerja dapat memenuhi seminimal mungkin. Untuk itu, sistem manajemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K. diwajibkan untuk diterapkan pada saat pelaksanaan pekerjaan konstruksi karena ini juga merupakan bagian dari perencanaan dan pengendalian proyek. Tujuan dan sasaran manajemen risiko K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerj. adalah terciptanya sistem K3 di tempat kerja yang melibatkan segala pihak sehingga dapat mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyebab akibat kerja dan terciptanya tempat kerja yang aman, efisien, dan produktif (Tjakra. Oleh karena itu, dari berbagai kecelakaan kerja yang terjadi pada proses pembangunan proyek konstruksi menunjukkan pentingnya sistem manajemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K. diwajibkan untuk diterapkan pada saat pelaksanaan pekerjaan konstruksi K3, tak terkecuali pada proyek Pembangunan Gedung Parkir. Salah satu proyek pembangunan gedung parkir yang sedang dilaksanakan adalah gedung parkir yang berlokasi di PT. SAS Kreasindo Utama Tegal. Oleh karena itu, penulis akan melakukan penelitian yang berjudul AuManajemen Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Proyek Pembangunan Gedung Parkir Di PT. SAS Kreasindo Utama TegalAy. Landasan Teori Definisi Manajemen Risiko K3 Kata risiko menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah akibat kurang menyenangkan . erugikan, membahayaka. dari suatu perbuatan atau tindakan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata manajemen diartikan sebagai penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah suatu kondisi kerja yang terbebas dari ancaman bahaya yang mengganggu proses aktivitas dan mengakibatkan terjadinya cedera, penyakit, kerusakan harta benda, serta gangguan lingkungan. Mangkunegara . menyatakan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja difilosofikan sebagai suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budayanya menuju masyarakat makmur dan sejahtera. Menurut Ramli . manajemen risiko K3 adalah upaya mengelola risiko untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang tidak diinginkan secara komprehensif, terencana dan terstruktur dalam konsistenan yang baik. Gambar 1. Manajemen Akar Kecelakaan Kerja (Sumber : Rumondang, 1. Proses Manajemen Risiko dan Perangkat Manajemen Risiko Dalam mencapai tujuan tersebut diperlukan suatu proses didalam menangani risiko-risiko yang ada, sehingga dalam penanganan risiko tidak akan terjadi kesalahan. Proses tersebut antara lain adalah identifikasi, pengukuran risiko dan penanganan risiko. Untuk membantu pelaksanaan manajemen risiko khususnya dalam melakukan identifikasi bahaya, penilaian dan Eengineering Vol. 15 No. 1 April 2024 ISSN : 2087-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. pengendaliannya diperlukan metoda atau perangkat. Khususnya untuk risiko K3, ada beberapa metode menurut (Kolluru, 1. yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi bahaya diantaranya sebagai berikut yaitu What if (Checklist Metode what if/checklis. Job Safety Analysis (JSA). HIRARC. HIRARC (Hazard Identification. Risk Assessment and Risk Contro. Menurut Pradhan . menyatakan bahwa model HIRARC diterapkan untuk membedakan bahaya utama dan sekunder yang mungkin melekat dalam organisasi yang mana diatur sebagai ancaman serius untuk kinerja dan lingkungan. Kemudian dalam penelitian (Socrates, 2. menyatakan bahwa HIRARC merupakan serangkaian proses mengidentifikasi bahaya yang dapat terjadi dalam aktifitas rutin maupun non rutin, kemudian melakukan penilaian risiko lalu membuat program pengendalian bahaya. HIRARC inilah yang menentukan arah penerapan K3 dalam perusahaan. Dalam jurnal internasional Investigation The Effective of The HIRARC In Manufacturig Process menyebutkan untuk mewujudkan rencana kerja aman, upaya identifikasi bahaya, penilaian risikodan pengendalian risiko perlu diperhatikan karena merupakan elemen kunci manajemen K3 (Shamsuddin, 2. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Febrilia, 2. Metode HIRARC ini adalah sebuah metode sederhana yang dapat menghasilkan suatu output berupa upaya pengendalian terbaik yang dapat dilakukan untuk meminimasi risiko kecelakaan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerj. Menurut Rawis dkk. , kesehatan kerja yaitu suatu kondisi atau keadaan dimana tubuh terlindungi dan bebas dari segala macam penyakit atau bebas dari segala gangguan yang ditimbulkan dari pekerjaan yang dilakukan. Keselamatan dan kesehatan kerja adalah suatu kondisi dan faktor-faktor yang memiliki dampak kesehatan bagi karyawan, pekerja, dan tamu didalam tempat kerja. Tujuan diadakannya program keselamtan kerja yaitu untuk melindungi pekerja dalam melakukan pekerjaan dan memberi jaminan keselamatan kepada setiap orang yang ada dilokasi kerja. Menurut Sepang dkk. , keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu hal yang penting bagi suatu perusahaan, karena dampak penyakit dan kecelakaan kerja yang ditimbulkan dapat merugikan karyawan ataupun dapat merugikan baik secara langsung maupun secara tidak langsung bagi perusahaan. Pada dasarnya definisi tentang keselamatan dan kesehatan kerja yang didefinisikan oleh beberapa ahli itu lebih menuju pada hubungan interaksi pekerja dengan mesin atau peralatan kerja yang digunakan dalam bekerja dan interaksi pekerja dengan ruang lingkup lingkungan pekerjaan. Kecelakaan Kerja Menurut Simanjutak dan Praditya . , kecelakaan merupakan sebuah peristiwa di luar suatu kontrol dari manusia yang dapat mengakibatkan luka dan kematian. Sektor industri jasa konstruksi menjadi salah satu sektor indsutri yang mempunyai potensi kecelakaan kerja yang cukup Adapun faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja : Suatu hal yang berkaitan dengan karakteristik proyek yang bersifat unik Perbedaan lokasi kerja dan cuaca Waktu pelaksanaan proyek Pekerja yang tidak terlatih Jenis-jenis Kecelakaan Kerja Menurut Waruwu dan Yumita . Jenis-jenis kecelakaan kerja yang telah terjadi pada bidang industri konstruksi adalah sebagai berikut : Tertimpa barang dari atas Jatuh, terpeleset dan terinjak Terkena barang yang roboh ataupun runtuh Terjadi kontak langsung antara tubuh dengan benda yang bersuhu panas dan suhu dingin Terjatuh dan terjepit Tertabrak dan Terkena benturan yang keras Alat Pelindung Diri (APD) Eengineering Vol. 15 No. 1 April 2024 ISSN : 2087-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Alat Pelindung Diri (APD) yaitu suatu cara paling terakhir yangdilaksanakan guna mencegah kecelakaan kerja jika program pengendalian lain tidakbisa untuk dilaksanakan. Untuk mencegah timbulnya kecelakaan kerja sebaiknya diperlukan analisis risiko kecelakaan kerja terhadap pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan (Waruwu dan Yumita, 2. Manajemen Risiko K3 Konstruksi Risiko K3 Konstruksi adalah ukuran kemungkinan kerugian terhadap keselamatan umum, harta benda, jiwa manusia dan lingkungan yang dapat timbul dari sumber bahaya tertentu yang terjadi pada pekerjaan konstruksi. Manajemen Risiko adalah proses manajemen terhadap risiko yang dimulai dari kegiatan mengidentifikasi bahaya, menilai tingkat risiko dan mengendalikan Penilaian Tingkat Risiko K3 Konstruksi dapat dilakukan dengan memadukan nilai kekerapan/frekuensi terjadinya peristiwa bahaya K3 dengan keparahan/kerugian/dampak kerusakan yang ditimbulkannya. Metodologi Penelitian Metode Penelitian yang digunakan adalah metode analisis statistik deskriptif adalah metode untuk mendeskripsikan dan memberikan gambaran tentang distribusi frekuensi variabel-variabel dalam suatu penelitian. Analisis statistik deskriptif menunjukkan gambaran kondisi dan karakteristik jawaban responden untuk masing-masing variabel yang diteliti. metode pengumpulan data yang dilakukan untuk memperoleh data primer dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode observasi, metode kuesiones, dan metode wawancara. Sedangkan data sekunder diperoleh untuk melengkapi hasil penelitian yang dilakukan. Metode analisa yang dilakukan terbagi menjadi tiga tahap, diantaranya analisa data primer berupa perhitungan risiko, rata-rata probabilitas, rata-rata frekuensi, rata-rata konsekuensi, dan penilaian risiko. Tahap analisis selanjutnya adalah dengan menggunakan software SPSS (Statistical Program for Social Scienc. Tahap akhir analisis yang dilakukan adalah analisa deskriptif yang dilakukan dengan mendeskripsikan prosedur Sistem Managemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada kegiatan pengembangan parkir. Hasil dan Pembahasan Data Hasil Survei Data Umum Proyek Kapasitas Data umum proyek dalam laporan berupa nama proyek, lokasi, waktu. Kontraktor dan Konsultan. Adapun data umum tentang proyek pembangunan gedung parkir tiga lantai sebagai Tabel 1. Data Umum Proyek No. Data Administrasi Proyek Nama Proyek Pembangunan Gedung Parkir Tiga Lantai Jl. Raya Tegal-Pemalang. Kramat. Maribaya. Kec. Lokasi Proyek Kramat. Kab. Tegal. Jawa Tengah. Waktu pelaksanaan 245 hari kalender Nilai kontrak Rp. 4,802,878,000. Wilayah Jawa Tengah Kontraktor CV. Griya Artha Mandiri Konsultan PT SAS Kreasindo Utama (Sumber : PT SAS Kreasindo Utam. Data Umum Responden Data umum responden berupa data yang diperoleh dari kuesioner yang telah dibagikan kepada pihak pelaksana proyek pembangunan gedung parkir tiga lantai sebanyak 25 responden. Data Hasil Analisis Analisis Deskriptif Eengineering Vol. 15 No. 1 April 2024 ISSN : 2087-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Analisa deskriptif ini dilakukan dengan menganalisa data kuesioner dari responden terkait manajemen risiko k3 pada pembangunan gedung parkir di PT. SAS Kreasindo Utama. Kriteria penilaian yang terdapat pada kuesioner yang telah dibagikan adalah : Skala Definisi Sangat jarang terjadi, hampir tidak pernah terjadi Jarang Dapat terjadi sekali-kali Sering Dapat terjadi setiap saat Pekerjaan Persiapan Perolehan jawaban dari kuesioner berkisar antara pilihan satu sampai tiga dengan kata lain semua responden terbanyak skala 1 artinya Sangat jarang terjadi, hampir tidak pernah terjadi pada pekerjaan persiapan. Pekerjaan Tanah Perolehan jawaban dari kuesioner berkisar antara pilihan satu sampai tiga dengan kata lain semua responden terbanyak skala 1 artinya Sangat jarang terjadi, hampir tidak pernah terjadi pada pekerjaan tanah. Pekerjaan Pondasi Perolehan jawaban dari kuesioner berkisar antara pilihan satu sampai tiga dengan kata lain semua responden terbanyak skala 3 artinya Dapat terjadi sekali-kali pada pekerjaan pondasi. Pekerjaan Struktur Perolehan jawaban dari kuesioner berkisar antara pilihan satu sampai tiga dengan kata lain semua responden terbanyak skala 1 artinya Sangat jarang terjadi, hampir tidak pernah terjadi pada pekerjaan struktur. Pekerjaan Atap dan Kanopi Perolehan jawaban dari kuesioner berkisar antara pilihan satu sampai tiga dengan kata lain semua responden terbanyak skala 2 artinya Jarang pada pekerjaan Atap dan Kanopi. Pekerjaan Clading Perolehan jawaban dari kuesioner berkisar antara pilihan satu sampai tiga dengan kata lain semua responden terbanyak skala 2 artinya Jarang pada pekerjaan Clading. Pekerjaan Rangka Baja Perolehan jawaban dari kuesioner berkisar antara pilihan satu sampai tiga dengan kata lain semua responden terbanyak skala 2 artinya Jarang pada pekerjaan Rangka Baja. Pekerjaan Lantai Perolehan jawaban dari kuesioner berkisar antara pilihan satu sampai tiga dengan kata lain semua responden terbanyak skala 2 artinya Jarang pada pekerjaan lantai. Pekerjaan Pengecatan Perolehan jawaban dari kuesioner berkisar antara pilihan satu sampai tiga dengan kata lain semua responden terbanyak skala 1 artinya Sangat jarang terjadi, hampir tidak pernah terjadi pada pekerjaan pengecatan. Analisis Dengan Software SPSS Uji Validitas Berdasarkan perhitungan melalui software SPSS, maka data kuesioner dari responden mengenai risiko K3 secara umum dinyatakan valid karena semua nilai r hitung lebih besar dari nilai r tabel baik pada klasifikasi kemungkinan/ probablilitas maupun keparahan/konsekuensi. Uji Realibilitas Berdasarkan hasil uji reabilitas yang tertera pada tabel nilai croncbachAos alpha pada data berkisar antara 0,937 > 0,70 artinya pada penelitian ini dinyatakan memiliki nilai reabilitas yang Eengineering Vol. 15 No. 1 April 2024 ISSN : 2087-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Tabel 2. Hasil Uji Realibilitas Case Processing Summary Cases Valid Excluded Total Listwise deletion based on all variables in the Reliability Statistics N of Items Cronbach's Alpha ,937 Uji Normalitas Data Tabel 3. Hasil Uji Realibilitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Total Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Most Extreme Differences Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. 69,56 11,251 ,162 ,162 -,133 ,162 ,088c Berdasarkan hasil uji normalitas diketahui nilai signifikansi 0,088>0,05 maka dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal. Pembahasan Identifikasi Risiko K3 Hasil dari mengidentifikasi berupa data yang diperoleh dari JSA (Job Safety Analysi. ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko dari setiap aktivitas pekerjaan yang dilakukan dari tahapan pekerjaan persiapan hingga pekerjaan pengecatan yang berpotensi terhadap timbulnya bahaya dalam pelaksanaannya, dari tahapan tersebut dapat diidentifikasi risiko atau potensi bahaya yang terjadi pada setiap aktivitas yang ada pada masing-masing tahapan. Secara keseluruhan teridentifikasi total sebanyak 29 Berdasarkan dari perhitungan terdapat 3 risiko . %) dari pekerjaan persiapan, 2 risiko . %) dari pekerjaan tanah, dari pekerjaan pondasi, 2 risiko . %) dari pekerjaan struktur, 3 risiko . %) dari pekerjaan atap & kanopi, 2 risiko . %) dari pekerjaan clading, 3 risiko . %) dari pekerjaan tangga rangka baja, 3 risiko . %) dari pekerjaan lantai, 3 risiko . %) dari pekerjaan pengecatan. Analisis Risiko K3 dan Evaluasi Risiko K3 Setelah mengidentifikasi risiko, maka dilakukan penilaian risiko melalui analisa dan evaluasi risiko. Analisa risiko K3 bertujuan untuk menentukan besarnya suatu Eengineering Vol. 15 No. 1 April 2024 ISSN : 2087-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. risiko dengan mempertimbangkan kemungkinn terjadinya dan besar akibat yang Nilai modus yang diterima melalui kuisioner dapat mewakili representasi terhadap responden. Dari modus jawaban responden terhadap frekuensi . dan konsekuensi . besarnya risiko merupakan hasil kali antara frekuensi dan konsekuensi . isk= likelihood x consequence. Nilai modus dari masing-masing sumber risiko pada kolom frekuensi risiko dan kolom konsekuensi risiko selanjutnya akan dikalikan untuk mendapatkan nilai Risk Index (RI) untuk masing-masing risiko. Dari hasil analisis yang dilakukan, tingkat penilaian risiko didapat low risk berjumlah 15 risiko . %) dan Medium risk berjumlah 7 risiko . %) dan high risk berjumlah 7 risiko . %). penerimaan risiko didapat katagori yaitu negligible . epenuhnya dapat diterim. berjumlah 8 risiko . %), acceptable . apat diterim. adalah 7 risiko . %), undesireable . idak diharapka. berjumlah 11 risiko . %), dan unacceptable (Tidak dapat diterim. berjumlah 3 risiko . %). Pengendalian Terhadap Risiko K3 Pengendalian risiko merupakan langkah untuk meminimalisir potensi bahaya terdapat di lingkungan kerja. BertujuanP untuk meminimalisir risiko kecelakaan kerja. Tabel 3. Hasil Uji Realibilitas Nilai Risiko Pengukuran posisi, titik, garis dan ketinggian tidak sesuai gambar Risiko Yang Terjadi Penerimaan Risiko Negligible Penilaian Risiko Low Perbedaan kualitas dan kuantitas pekerjaan Perubahan penyesuaian dengan kondisi di Tanah longsor/runtuhnya dinding Pekerja terjatuh ke lubang galian Negligible Low Negligible Low Negligible Low Acceptable Low Gangguan pernapasan akibat debu Unaccaptable Medium Pekerja terkena percikan api las Acceptable Low Bekisting jatuh Tertusuk paku Acceptable Low Undesirable High Pekerja jatuh saat mendirikan cetakan beton Robohnya cetakan beton Undesirable Low Undesirable Medium Terluka karena besi Undesirable High Tangan pekerja terkena barbender Undesirable High Material terjatuh dan menimpa 2,13 Negligible Medium Pekerja jatuh dari ketinggian 1,74 Negligible Low Gangguan pernapasan akibat debu 14,10 Unaccaptable Medium Penanganan Risiko Memeriksa melakukan pengukuran kembali serta pemasangan patok Mengikuti rencana awal yang Membuat desain ulang kondisi di lapangan Memasang turap pelindung Menggunakan kornes / pagar pembatas pada lubang bekas Menggunakan APD Masker (Mas. Menggunakan APD yaitu Alat Pelindung Mata . afety glasse. Memasang jaring Pengaman Menggunakan APD Sepatu Pelindung . afety shoe. Memasang jaring Pengaman Menggunakan perancah sesuai SNI dan lolos uji kelayakan Menggunakan APD Sarung Tangan (Safety Glove. Menggunakan APD Sarung Tangan (Safety Glove. Menggunakan APD. Meningkatkan pengaman proyek Memasang kornes / pagar APD Menggunakan APD Masker (Mas. Eengineering Vol. 15 No. 1 April 2024 ISSN : 2087-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. 2,82 Acceptable Low 2,19 Negligible Low Gangguan pernapasan akibat debu 15,38 Undesirable High Terjatuh dari ketinggian 3,10 Acceptable Low Pekerja jatuh dari ketinggian 2,75 Acceptable Low Pekerja terhantam bagian baja Kerangka jatuh dan menimpa pekerja/ fasilitas 4,86 3,99 Undesirable Undesirable Medium Medium Pekerja terluka akibat terkena mesin potong keramik Pekerja menghirup debu potongan Tersengat listrik 7,18 Undesirable High 16,23 Unaccaptable High 5,76 Undesirable Medium Menghirup cat 7,80 Undesirable High Kejatuhan material 2,96 Acceptable Low Pekerja jatuh dari ketinggian 2,04 Negligible Low Terjatuh dari ketinggian Pekerja/fasilitas Memasang kornes / pagar pengaman dan APD lengkap Memasang kornes / pagar pengaman dan APD lengkap Menggunakan APD Masker (Mas. Memasang kornes / pagar pengaman dan APD lengkap Memasang kornes / pagar pengaman dan APD lengkap Menggunakan sling penjaga baja Menggunakan APD. Meningkatkan pengaman proyek Menggunakan APD Sarung Tangan (Safety Glove. Menggunakan APD Masker (Mas. Menggunakan APD. Meningkatkan pengaman proyek Menggunakan APD Masker (Mas. Menggunakan APD. Meningkatkan pengaman proyek Memasang kornes / pagar pengaman dan APD lengkap (Sumber : Hasil Analisis, 2. Berdasarkan tabel diatas penilaian risiko tertinggi pekerjaan lantai sebesar 16,23 maka perlu memberikan pengendalian terhadap resiko K3 dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yaitu masker serta melengkapi Alat Pelindung Diri (APD) untuk mencegah kecelakaan kerja. Kesimpulan Secara keseluruhan teridentifikasi total sebanyak 29 risiko yang masing-masing terdapat 3 risiko . %) dari pekerjaan persiapan, 2 risiko . %) dari pekerjaan tanah, 8 risiko . %) dari pekerjaan pondasi, 2 risiko . %) dari pekerjaan struktur, 3 risiko . %) dari pekerjaan atap & kanopi, 2 risiko . %) dari pekerjaan clading, 3 risiko . %) dari pekerjaan tangga rangka baja, 3 risiko . %) dari pekerjaan lantai, 3 risiko . %) dari pekerjaan pengecatan. Tingkat penilaian risiko didapat low risk berjumlah 15 risiko . %) dan Medium risk berjumlah 7 risiko . %) dan high risk berjumlah 7 risiko . %). Penerimaan risiko didapat katagori yaitu negligible . epenuhnya dapat diterim. berjumlah 8 risiko . %), acceptable . apat diterim. adalah 7 risiko . %), undesireable . idak diharapka. berjumlah 11 risiko . %), dan unacceptable (Tidak dapat diterim. berjumlah 3 risiko . %). Memberikan pengendalian terhadap resiko K3 yang terjadi pada proyek pembangunan gedung parkir dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap. Daftar Pustaka