Muthiara Nur Aisah. Laeli Shifa Nur Fauziah. Suparmi JURNAL Edueco Universitas Balikpapan OPTIMALISASI EKSPLORASI DIRI DALAM PERKEMBANGAN ANAK SEKOLAH DASAR Muthiara Nur Aisah1. Laeli Shifa Nur Fauziah2. Suparmi3 Universitas Sebelas Maret1. Universitas Sebelas Maret2. Universitas Sebelas Maret3 pos-el: mtrnuraisyah@student. id1, laelishifa662@student. id2, suparmip@staff. ABSTRAK Setiap manusia semasa hidupnya mengalami pertumbuhan dan perkembangan, kedua hal tersebut saling berkaitan dan tidak terpisahkan. Pertumbuhan sendiri mencakup perubahan fisik, dan perkembangan berupa peningkatan kemampuan serta pencarian potensi diri. Kegiatan eksplorasi menjadi salah satu bagian perkembangan anak yang mampu membentuk pola pikir dan imajinasi. Eksplorasi diri menjadi kegiatan yang dapat memunculkan identitas diri anak Sekolah Dasar dengan terlibat dalam pengalaman baru, serta juga dapat menjadi kegiatan untuk mengetahui keunikan yang ada pada diri sendiri. Pencarian identitas inilah yang mampu membuat anak Sekolah Dasar tidak percaya diri dan akhirnya mengasingkan diri, sehingga perlu adanya pengoptimalan eksplorasi diri pada anak agar dapat memberikan dampak yang positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara optimalisasi eksplorasi diri dalam perkembangan anak Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka atau literature review melalui Publish or Perish. Data yang diperoleh sebanyak 100 artikel, kemudian dipilih 10 artikel yang dapat diakses. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa optimalisasi eksplorasi diri dalam perkembangan anak Sekolah Dasar dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan di sekolah dan rumah, serta dapat dilakukan juga melalui pemanfaatan teknologi. Kata kunci : Optimalisasi. Eksplorasi Diri. Anak Sekolah Dasar ABSTRACT Every human being during their lifetime experiences growth and development, both of which are interrelated and inseparable. Growth itself includes physical changes, and development is an increase in ability and the search for self-potential. Exploration activities are one part of child development that can shape mindset and imagination. Self-exploration is an activity that can bring out the self-identity of elementary school children by engaging in new experiences, and can also be an activity to find out the uniqueness that exists in oneself. This search for identity can make elementary school children insecure and eventually alienate them, so it is necessary to optimize self-exploration in children so that it can have a positive impact. This research aims to find out how to optimize self-exploration in the development of elementary school children. This research uses descriptive qualitative methods, with data collection techniques in the form of literature studies or literature reviews through Publish or Perish. The data obtained were 100 articles, then 10 accessible articles were selected. The results of this study indicate that optimizing self-exploration in the development of elementary school children can be done through various activities at school and home, and can also be done through the use of technology. Keywords: Optimization. Self-Exploration. Elementary School Children PENDAHULUAN Perkembangan terjadi seiring dengan pertumbuhan manusia, kedua hal tersebut memiliki keterkaitan yang erat. Hal ini didukung oleh pendapat Charlotte Buhler (Fitriani. Arzani. Mulyono, 2. mengemukakan bahwa pertumbuhan bukanlah proses perkembangan yang terjadi secara bertahap tanpa keterkaitan, melainkan suatu rangkaian yang saling berkesinambungan dan semakin lama semakin sempurna. Pertumbuhan manusia Jurnal Edueco Volume 7 Nomor 2 Desember 2024 Muthiara Nur Aisah. Laeli Shifa Nur Fauziah. Suparmi JURNAL Edueco Universitas Balikpapan mencakup perubahan fisik dan struktur tubuh yang terjadi sejak manusia masa sebelum lahir hingga masa dewasa. (Limbong et al. menyatakan bahwa manusia tidak lagi bertambah tinggi ketika masa dewasa, hal inilah menjadi ciri manusia berhenti mengalami pertumbuhan secara fisik. Pertumbuhan manusia dari masa ke masa memberikan pengaruh terhadap pola pikir, perilaku, dan interaksi manusia sepanjang Pengaruh menunjukkan adanya perkembangan pada diri manusia. Perkembangan manusia dapat dijadikan sebagai tolok ukur dalam menjalankan kehidupan manusia agar menjadi lebih baik kedepannya. Sehingga pada tahap perkembangan manusia diperlukan perhatian yang khusus untuk membentuk potensi manusia sejak dini. Salah satu tahap perkembangan yang penting untuk diperhatikan berada pada masa Sekolah Dasar, pada masa ini terjadi perkembangan yang signifikan dan berpengaruh terhadap penanaman karakter Anak pada masa Sekolah Dasar cenderung aktif bermain daripada belajar, mereka juga tertarik dengan hal yang baru dan senang mengeksplorasi lingkungan Buhler . alam Rahmat, 2. masa Sekolah Dasar sebagai masa , masa ini digerakkan oleh dorongan untuk menyelidik dan rasa ingin tahu yang besar, dan juga digunakan penimbunan energi untuk berlatih, berjelajah, dan bereksplorasi. Kegiatan eksplorasi berupa kegiatan mengamati, menyelidiki, dan menjelajah lingkungan sekitar dilakukan oleh anak SD untuk menuntaskan rasa penasaran mereka. Kegiatan eksplorasi diri tidak terjadi pada bayi saja yang pada dasarnya dua tahun pertama kehidupan bayi secara aktif mengeksplorasi berbagai objek diiringi perkembangan kognitif, motorik, dan bahasa (Babik et al. , 2. Eksplorasi diri menjadi bagian dari tahap perkembangan anak Sekolah Dasar yang mampu membentuk pola pikir dan imajinasi anak. Pada dasarnya kegiatan pengetahuan, keterampilan, serta sikap Sekolah Dasar informasi atau pengalaman baru yang Peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap ini bisa disebut sebagai perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik. (Marinda, 2. menjelaskan bahwa kognitif disebut sebagai kemampuan anak untuk memecahkan masalah, penalaran, dan berpikir lebih kompleks. Menurut (Paputungan & Paputungan, 2. afektif terdiri dari karakter, tingkah laku, ketertarikan, dan perasaan yang ada pada diri setiap anak. Psikomotorik menurut Bloom . alam Muthalib et al. , 2. berkaitan dengan keterampilan praktis yang melibatkan otot dan fisik anak. Eksplorasi diri pada anak Sekolah Dasar dapat mengungkapkan keunikan dan ciri khas masing-masing. Eksplorasi diri mampu membuat seorang anak menemukan dan memahami potensi diri Kesadaran terhadap potensi yang dimiliki inilah, anak SD dapat menemukan motivasi dan minat terhadap suatu hal, seperti hobi, kegiatan, atau mata pelajaran yang disukai. Eksplorasi diri juga mampu membuat anak SD untuk terlibat langsung dalam aktivitas baru, misalnya belajar tentang macam-macam tari daerah yang sebelumnya tidak Sebagaimana menurut (ZhangYu et al. , 2. kegiatan menciptakan suatu karya seni dapat menjadi salah satu Jurnal Edueco Volume 7 Nomor 2 Desember 2024 Muthiara Nur Aisah. Laeli Shifa Nur Fauziah. Suparmi JURNAL Edueco Universitas Balikpapan sarana untuk eksplorasi diri pada anak. Hal ini dikarenakan karya seni yang diciptakan memungkinkan anak Sekolah Dasar untuk mengekspresikan perasaan atau emosi yang dirasakan dan kreativitas yang dimiliki, sehingga anak mampu mengenali diri mereka sendiri. Menurut (Faida et al. , 2. kemampuan berimajinasi mampu mendorong anak untuk berpikir kreatif, kemampuan tersebut dapat dikembangkan melalui pendidikan seni. Eksplorasi diri dapat dilakukan dengan melibatkan diri dalam suatu kerja kelompok, menjalin kerja sama dan diimbangi dengan rasa tanggung jawab terhadap tugas, serta membangun kesadaran diri mengenai posisi dalam suatu lingkungan kehidupan (Shamoa-Nir, 2. Hal itulah yang mampu menambah wawasan serta pengalaman baru kepada anak SD. Eksplorasi diri mampu membuat anak SD menilai diri mereka sendiri. Ketika anak SD mendapat pujian dari orang lain, hal tersebut menjadi sebuah kebanggaan dan menjadikan hal tersebut sebagai kelebihan yang dimiliki, tetapi saat memperoleh kritikan yang bagi anak SD tidak sesuai harapan, hal terebut dapat menjadikan suatu kelemahan bagi mereka dan mampu mengurangi rasa percaya diri. Anak Sekolah Dasar menemukan identitas dirinya dapat berdampak pada penurunan rasa percaya Hal ini dapat terjadi dikarenakan anak SD mampu menilai dirinya kurang baik dari anak-anak SD yang lain, baik dari segi fisik, kepintaran, atau fasilitas sekolah yang dimiliki tidak seperti milik yang lain. Akibat dari penurunan kepercayaan diri inilah, anak SD menjadi pendiam dan memilih menyendiri. Perlu adanya optimalisasi kegiatan eksplorasi diri pada anak SD agar menjadi efektif dan penurunan rasa percaya diri dapat Rumusan masalah yang ditetapkan berupa bagaimana cara optimalisasi eksplorasi diri dalam perkembangan anak Sekolah Dasar? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara optimalisasi eksplorasi diri dalam perkembangan anak Sekolah Dasar. Jurnal Edueco Volume 7 Nomor 2 Desember 2024 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka Menurut (Rindayati et al. , 2. metode kualitatif menggambarkan objek tertentu dengan mendalam berdasarkan fakta yang disajikan secara benar, teliti, dan Menurut (A. Pratiwi et al. studi pustaka melibatkan kajian teoritis yang terdiri dari berbagai referensi dan sumber literatur ilmiah mengenai nilai-nilai budaya dalam konteks sosial. Proses pengolahan data dilakukan dengan mengumpulkan, menggolongkan, dan memilih data yang sesuai dengan lingkup Penelitian ini menggunakan kumpulan data dari beberapa artikel dan buku yang termuat dalam Publish Or Perish dengan pemilihan sumber dari Google Scholar. Artikel dan buku yang dipilih hanya yang dipublikasikan pada tahun 2020-2024 dengan kata kunci eksplorasi diri anak Sekolah Dasar. Hasil pencarian di Publish Or Perish, kemudian dipilih 10 artikel yang dapat Muthiara Nur Aisah. Laeli Shifa Nur Fauziah. Suparmi HASIL DAN PEMBAHASAN Fase perkembangan anak yang mampu menunjukkan proses pencarian potensi, minat, dan jati diri terjadi pada usia 9-11 atau masa Sekolah Dasar. Hal ini dapat terjadi karena anak Sekolah Dasar senang melakukan analisis, eksperimen, mengenal dunia luar, atau mempelajari hal-hal baru, kegiatan inilah yang bisa disebut dengan eksplorasi diri. Kegiatan eksplorasi diri perlu adanya pengoptimalan agar proses pencarian jati diri anak SD tidak mengakibatkan pengasingan diri dan kurangnya rasa percaya diri. Berikut ini terdapat beberapa artikel hasil dari studi pustaka tentang eksplorasi diri anak Sekolah Dasar. Tabel 1. Studi Pustaka Mengenai Eksplorasi Diri Anak Sekolah Dasar Judul Penulis Eksplorasi Implementasi Circle Time pada Sekolah (Hanabella & Dasar Candra, 2. Menerapkan Gerakan Sekolah Menyenangkan Eksplorasi NilaiNilai Ekoliterasi Buku (Kurniasih, 2. Pelajaran Tematik Sekolah Dasar Kelas Tinggi Eksplorasi Kebhinekaan Global Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Siswa Sekolah Dasar (Khoeratunisa et , 2. Jurnal Edueco Volume 7 Nomor 2 Desember 2024 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Eksplorasi Etnomatematika Permainan Tradisional Layangan (Kuswidi et al. (Pemahaman Materi Bangun Datar Layang-Layang dan Pengembangan Karakte. Eksplorasi Implementasi (Umi Sumiati As Pendidikan Karakter & Sofyan Mustoip, di Sekolah Dasar: Studi Kualitatif Meningkatkan Perilaku Jujur pada Anak Melalui (Sulis Mutiara & Eksplorasi Saudah, 2. Menggunakan Dongeng Pinokio Si Boneka Kayu Eksplorasi Etnomatematika (Pratiwi & Permainan Pujiastuti, 2. Tradisional Kelereng Eksplorasi Teknologi Digital Pengembangan Media Pembelajaran SBdP Berbasis Kearifan Lokal Seni (Nurma, 2. Tari Guna Meningkatkan Kreativitas Siswa Di SDN Ngabean Ponjong Pengaruh Metode Eksplorasi Seni Menggambar (Faida et al. , 2. Terhadap Kreativitas Siswa Kelas Madrasah Ibtidaiyah Muthiara Nur Aisah. Laeli Shifa Nur Fauziah. Suparmi Pengembangan Eksplorasi MAR (Matematika Augmented Realit. Penguatan Karakter pada Materi Bangun Ruang Sekolah Dasar (Rachmawati et , 2. Kegiatan eksplorasi memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk melakukan penyelidikan secara langsung, langkah-langkah spontan, dan belajar untuk membuat keputusan mengenai apa yang ingin dilakukan, cara melakukannya, dan kapan waktu yang tepat untuk melakukannya (Susanti et al. , 2. Eksplorasi diri menekankan pada cara seseorang memahami dan menggali kepentingan pribadinya, refleksi atas pengalaman hidup sebelumnya, serta cara merancang dan menetapkan tujuan di masa depan (Afifah & Salim, 2. Eksplorasi diri adalah proses reflektif yang mendalam dan mencakup pemahaman diri, termasuk kelebihan, kekurangan, dan ketertarikan (Dwi, s, 2. Eksplorasi diri menurut (Jannah et al. memiliki berbagai manfaat kemampuan berpikir kritis dengan adanya dorongan dari dalam diri untuk memenuhi rasa ingin tahu, manfaat selanjutnya yaitu meningkatkan kreativitas dengan terlibat dalam pengalaman baru untuk mencari solusi atas suatu masalah dan pencerian ide yang inovatif. Kemudian eksplorasi pengetahuan dan wawasan dengan memperoleh berbagai informasi dari dunia luar maupun dari dalam diri sendiri. Eksplorasi diri juga mampu mendorong kemandirian belajar, anak Sekolah Dasar Jurnal Edueco Volume 7 Nomor 2 Desember 2024 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan cendurung memiliki motivasi dan inisiatif sendiri untuk mengeksplorasi suatu objek yang belum pernah ditemui. Pada tahap eksplorasi diri, anak Sekolah Dasar cendurung merenung untuk menemukan identitas atau jati dirinya, sehingga anak SD mengasingkan diri dari lingkungan luar dan potensi dirinya dan sebagian besar perilaku anak dibentuk oleh konsep diri. Pendidik perlu mengetahui bahwa konsep mengajar berarti membantu anak untuk membangun lingkungannya serta melihat dirinya Pengoptimalan eksplorasi diri perlu dilakukan sebagai usaha untuk mencegah pengasingan diri dan hilangnya rasa percaya diri pada anak SD. Optimalisasi eksplorasi diri dapat dilakukan dengan berbagai strategi dan metode di sekolah agar anak Sekolah Dasar dapat bereksplor dengan bebas dan aktif. Hal yang dapat dilakukan agar kegiatan eksplorasi diri pada anak Sekolah Dasar dapat berjalan efektif dan Optimalisasi adalah upaya untuk mencapai hasil terbaik dari suatu mengorbankan mutu dan kualitas (Pardede et al. , 2. Ini berarti bekerja secara efisien dan efektif, sehingga hasil yang diperoleh tetap berkualitas tinggi. Tokoh-tokoh humanistik seperti Abraham Maslow. Rogers. Buhler, dan Arthur Comb dalam (Mahmudah, 2. menekankan bahwa pendidik berperan sebagai pendorong, bukan penghalang bagi anak dalam memahami perasaannya. Beberapa implikasi teori humanistik dalam pendidikan diantaranya adalah perilaku dan pembelajaran berasal dari Muthiara Nur Aisah. Laeli Shifa Nur Fauziah. Suparmi dipelajari dapat langsung diterapkan . earning to d. dalam kehidupan nyata, kemudian setiap anak memiliki dorongan dasar untuk mewujudkannya. Upaya yang dapat dilakukan agar eksplorasi diri anak Sekolah Dasar berkembang secara optimal antara lain: Optimalisasi Eksplorasi Melalui Kegiatan di Sekolah Diri Kegiatan yang dapat diterapkan berupa circle time di mana anak SD dan guru duduk bersama membentuk sebuah lingkaran untuk bermain atau belajar bersama, kegiatan ini mampu membuat anak SD lebih aktif dan mendorong peningkatan kepercayaan diri pada anak. Penggunaan buku pelajaran tematik yang interaktif juga mampu mengoptimalkan eksplorasi diri anak SD karena berisi pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran berbasis proyek mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap anak SD. Buku tematik sendiri diciptakan untuk membuat anak berpikir kritis dan kreatif dengan isi materi yang dikaitkan dengan kehidupan nyata. Kegiatan P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasil. seperti Bogor Ngaos, gotong royong, saling menghargai, menghormati tradisi, bekerja sama, mengenalkan pakaian adat, tarian, lagu daerah, merayakan hari nasional, dan bersikap inklusif tanpa memilih-milih teman, dan menekankan pentingnya berpakaian sesuai aturan sekolah dinilai mampu mengoptimalkan eksplorasi diri dengan meningkatkan penanaman nilainilai Pancasila kepada anak SD dalam kehidupan sehari-hari, sehingga sekolah perlu untuk mengadakan kegiatan P5 ini. Pendidikan karakter di SD juga perlu dilakukan, karena pendidikan ini mampu Jurnal Edueco Volume 7 Nomor 2 Desember 2024 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan mengurangi pengasingan diri yang dilakukan anak SD akibat eksplorasi diri yang dilakukan. Pendidikan karakter sendiri dilakukan untuk pembentukan karakter anak agar memiliki kepribadian yang baik dan bertanggung jawab. Hal tersebut tentu penting ditanamkan agar anak SD tidak terjerumus ke dalam hal yang negatif. Kemudian juga terdapat pembelajaran seni menggambar yang dilakukan di sekolah yang dapat meningkatkan kreativitas anak Sekolah Dasar. Pembelajaran seni ini menjadi salah satu upaya yang dapat berdampak positif terhadap eksplorasi diri anak SD, karena dengan menggambar selain dapat mengembangkan bakat juga dapat menjadi sarana pengekspresian emosi atau perasaan. Optimalisasi Eksplorasi Diri Melalui Kegiatan di Rumah Permainan tradisional seperti layanglayang dan kelereng yang dilakukan di rumah dapat membentuk karakter dan etnomatematika yang menggabungkan konsep budaya dengan matematika, sehingga anak dapat sekaligus bermain dan memperoleh pengetahuan tentang budaya dan matematika meskipun sedang tidak belajar di sekolah. Dongeng Pinokio Si Boneka Kayu juga menjadi salah satu cara optimalisasi eksplorasi diri. Dongeng yang biasa diceritakan oleh orang tua atau ditonton melalui televisi membawa pengaruh positif berupa penekanan terhadap pentingnya sikap jujur dalam kehidupan sehari-hari. Nilai positif tersebut mampu menjadi pembelajaran bagi anak dan dapat diterapkan dalam kehidupan, sehingga karakter atau sikap anak dapat berkembang baik. Muthiara Nur Aisah. Laeli Shifa Nur Fauziah. Suparmi Optimalisasi Eksplorasi Diri Melalui Pemanfaatan Teknologi Pemanfaatan Matematika Augmented Reality (MAR) dalam pembelajaran bangun ruang dinilai mampu meningkatkan pemahaman anak Sekolah Dasar mengenai konsep bangun Adanya teknologi ini, eksplorasi anak menjadi efektif dan pembelajaran Adanya teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung intrakurikuler dan ekstrakurikuler seni tari pada suatu sekolah. Berbagai media sosial seperti Youtube. Facebook. Instagram. Tik Tok merupakan bentuk perkembangan dengan melihat tutorial yang ada, serta mempromosikan kreativitas anak dalam KESIMPULAN Eksplorasi kesempatan untuk anak Sekolah Dasar mengenali potensi dan keunikan diri yang nantinya dapat mempengaruhi minat, keterampilan, dan motivasi mereka dalam Namun, bimbingan dan optimalisasi yang tepat, eksplorasi diri dapat menimbulkan dampak negatif, seperti penurunan rasa percaya diri atau isolasi diri, terutama jika anak merasa perbedaan atau keunikannya dianggap sebagai kelemahan. Oleh karena itu, penting untuk mengoptimalkan kegiatan eksplorasi diri anak Sekolah Dasar, supaya kualitas perkembangan anak dapat berdampak positif dan anak dapat tumbuh menjadi individu yang percaya diri, kreatif, dan siap menghadapi masa depan dengan kemampuan yang Jurnal Edueco Volume 7 Nomor 2 Desember 2024 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Cara yang dapat dilakukan dalam optimalisasi eksplorasi diri anak Sekolah Dasar yakni melalui kegiatan di sekolah, antara lain circle time, penggunaan buku pelajaran tematik, proyek P5, pendidikan karakter, dan Kemudian optimalisasi juga dapat dilakukan melalui kegiatan di rumah seperti bermain laying-layang dan kelereng, serta dongeng Pinokio Si Boneka Kayu. Terakhir optimalisasi dapat dilakukan dengan pemanfaatan teknologi berupa Matematika Augmented Reality dan penggunaan teknologi media social seperti Youtube. Facebook. Instagram. Tik Tok dalam seni tari. DAFTAR PUSTAKA