Jurnal AUDHI Vol. No. Januari 2026. Pages 73-86 p-ISSN: 2662-2469. e-ISSN: 2774-8243 https://jurnal. id/index. php/AUDHI Strategi Guru dalam Menumbuhkan Regulasi Diri Melalui Kegiatan Project Based Learning Nashella Dwi Nur Annisa1. Dian Rahma Niati2. Putri Azzahro3 1,2,3 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Negeri Surabaya. Jl Lidah Wetan. Lidah Wetan. Kec. Lakarsantri. Kota Surabaya. Jawa Timur 60213 Email: 25010684027@mhs. Abstrak - Penelitian ini bertujuan menggambarkan strategi guru dalam menumbuhkan regulasi diri melalui kegiatan Project Based Learning (PjBL). Regulasi diri sebagai kemampuan fungsi eksekutif meliputi pengendalian emosi, fokus perhatian, kemampuan menunda keinginan, tanggung jawab, dan kerja sama sosial dalam konteks bermain-belajar. Penelitian memakai Systematic Literature Review (SLR) dengan panduan PRISMA. Penelusuran dilakukan pada Google Scholar melalui Publish or Perish menggunakan kata kunci Auregulasi diriAy. Auanak usia diniAy. Austrategi guruAy dan AuProject Based LearningAy. Identifikasi awal menemukan 380 publikasi. Setelah seleksi judul dan abstrak, 228 artikel dieliminasi karena tidak relevan, tidak berfokus pada PAUD, atau duplikasi. Dari 152 artikel teks lengkap yang ditelaah, 91 artikel dikeluarkan karena tidak memenuhi kriteria inklusi, sehingga tersisa 20 studi empiris periode 2021Ae2025. Hasil menunjukkan bahwa strategi guru dalam menerapkan Project Based Learning memiliki pengaruh positif terhadap kemampuan regulasi diri siswa dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran di kelas. Proyek yang kolaboratif membuat anak belajar merencanakan kegiatan, menyelesaikan tugas hingga tuntas, mengelola emosi saat menghadapi tantangan, serta mematuhi aturan kelompok. Efektivitas PjBL diperkuat oleh strategi guru berupa bermain terstruktur, bercerita, bernyanyi, modeling positif, permainan peran, refleksi sederhana, penggunaan media loose parts dan STEAM, serta kolaborasi dengan orang tua. Kendala yang masih muncul meliputi terbatasnya pemahaman guru tentang tahapan proyek, waktu perencanaan yang minim, rasio guruAeanak yang tinggi, keterbatasan media pembelajaran, dan dukungan orang tua yang belum merata. Temuan ini menegaskan PjBL relevan diterapkan dalam Kurikulum Merdeka dan P5. Secara keseluruhan. PjBL yang dirancang sesuai tahap perkembangan dan didampingi strategi guru yang tepat efektif menstimulasi regulasi diri anak usia dini dalam pembelajaran yang kontekstual, aktif, dan menyenangkan. Kata kunci Ae Anak Usia Dini. Project Based Learning. Regulasi Diri. Strategi Guru Abstract - This study aims to describe teachers' strategies in fostering self-regulation through Project-Based Learning (PjBL) activities. Self-regulation, as an executive function ability, encompasses emotional control, attention focus, the ability to delay gratification, responsibility, and social cooperation in a play-learning context. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) guided by PRISMA. A search was conducted on Google Scholar through Publish or Perish using the keywords "self-regulation," "early childhood," "teacher strategies," and "Project-Based Learning. " Initial identification yielded 380 publications. After title and abstract selection, 228 articles were eliminated for irrelevance, non-ECD focus, or duplication. Of the 152 full-text articles reviewed, 91 were excluded for not meeting the inclusion criteria, leaving 20 empirical studies for the 2021Ae2025 period. The results indicate that teachers' strategies in implementing Project-Based Learning have a positive influence on students' self-regulation skills and improve the quality of classroom learning. Collaborative projects enable children to plan activities, complete tasks to completion, manage emotions when facing challenges, and comply with group rules. The effectiveness of Project-Based Learning (PjBL) is strengthened by teacher strategies such as structured play, storytelling, singing, positive modeling, role-playing, simple reflection, the use of loose parts and STEAM media, and collaboration with parents. Obstacles that still arise include Received 6 Desember 2025. Accepted 24 Januari 2026. Published 30 Januari 2026 Annisa. Niati. Azzahro. Vol. 08 No. 02, 2026, pp. teachers' limited understanding of project stages, minimal planning time, high teacher-child ratios, limited learning media, and uneven parental support. These findings confirm that Project-Based Learning (PjBL) is relevant for implementation in the Independent Curriculum and P5. Overall. Project-Based Learning (PjBL), designed according to developmental stages and accompanied by appropriate teacher strategies, is effective in stimulating self-regulation in early childhood through contextual, active, and enjoyable learning. Keywords - Self-Regulation. Early Childhood. Teacher Strategies. Project-Based Learning PENDAHULUAN endidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan tahap fundamental dalam membentuk seluruh aspek perkembangan anak, baik kognitif, sosial-emosional, bahasa, kreativitas, maupun karakter. Pada fase ini, anak berada dalam masa emas perkembangan . olden ag. , sehingga kualitas stimulasi yang diberikan sangat menentukan kesiapan belajar mereka pada jenjang pendidikan berikutnya. Stimulasi yang tepat pada masa ini tidak hanya berpengaruh terhadap kemampuan akademik awal, tetapi juga membentuk dasar perilaku, sikap belajar, serta kemampuan anak dalam berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Salah satu kemampuan kunci yang berperan penting dalam kesiapan belajar tersebut adalah regulasi diri . elf-regulatio. , yang berkaitan dengan fungsi eksekutif di otak depan dan berkembang pesat pada lima tahun pertama kehidupan (Blair & Raver, 2. Kemampuan ini menjadi fondasi bagi anak untuk mengikuti aturan, menyelesaikan tugas, serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan belajar secara mandiri maupun bersama teman sebaya. Menurut Zuhdhi . regulasi diri dalam belajar merupakan suatu proses dalam diri siswa untuk dapat mengatur dan mengelola pikiran, perasaan, keinginan, dan penetapan tindakan yang akan dilakukan. Sehingga siswa dapat mengatur pencapaian dan aksi dari perencanaan penghargaan atas pencapaian, dan menentukan target prestasi. Regulasi diri dapat diukur dengan indikator, antara lain kemampuan siswa dalam mengaktivasi pemikiran. kemampuan siswa dalam mengaktivasi perilaku. kemampuan siswa dalam mengaktivasi perasaan. kemampuan siswa dalam menghasilkan kemampuan siswa dalam mengatur strategi pencapaian. siswa dalam mengadaptasi diri. siswa dalam mengevaluasi belajar. kemampuan siswa dalam mengatur kognisi. Meskipun regulasi diri merupakan kemampuan kunci bagi kesiapan belajar anak, praktik pembelajaran di PAUD masih menunjukkan bahwa pengembangan regulasi diri belum selalu menjadi fokus utama secara eksplisit. Menurut Nurhasanah . Kegiatan pembelajaran di banyak satuan PAUD cenderung lebih menitikberatkan pada pencapaian hasil akhir, seperti kemampuan akademik awal membaca, menulis, dan berhitung, dibandingkan pada proses pembelajaran yang melatih anak mengelola perilaku dan emosi secara mandiri. Akibatnya, kesempatan anak untuk belajar mengatur perhatian, menunda keinginan, mengendalikan emosi, serta bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan masih relatif Padahal, regulasi diri tidak berkembang secara otomatis, melainkan memerlukan stimulasi yang terencana dan berkelanjutan. Kondisi ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan pendekatan pembelajaran yang secara sengaja dirancang untuk menumbuhkan regulasi diri anak sejak usia dini melalui pengalaman belajar yang bermakna, aktif, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Pendidikan anak usia dini juga dipandang krusial karena menjadi landasan perkembangan kognitif, sosial, motorik, dan kesiapan anak untuk pendidikan lanjut, sehingga kualitas layanan PAUD sangat menentukan keberhasilan stimulasi kemampuan-kemampuan tersebut (Aisyah et al. , 2. Perkembangan sosialemosional anak, khususnya aspek kesadaran diri kemampuan, serta menunjukkan kepercayaan diri, juga merupakan fondasi penting bagi regulasi diri dan berkembang pesat pada usia 4 Ae 5 tahun (Nisa et al. , 2. Kesadaran diri yang belum berkembang optimal Received 06 Desember 2025. Accepted 24 Januari 2026. Published 30 Januari 2026 Annisa. Niati. Azzahro. Vol. 08 No. 02, 2026, pp. pada anak usia dini berpotensi menghambat kemampuan regulasi diri. Hal ini dapat terlihat dari perilaku anak yang mudah frustrasi, kesulitan mengendalikan emosi, kurang mampu mempertahankan fokus perhatian, serta rendahnya kemandirian dalam menyelesaikan tugas atau kegiatan pembelajaran. Menurut Febriyani . Anak yang belum mampu mengenali dan memahami emosinya cenderung membutuhkan bantuan terus-menerus dari orang dewasa dan kurang percaya diri dalam mengambil keputusan. Oleh karena itu, stimulasi kesadaran diri dan regulasi diri perlu diintegrasikan secara sistematis dalam kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik bermain dan eksplorasi anak usia dini. Integrasi tersebut penting agar proses belajar tetap berlangsung secara menyenangkan, namun tetap perkembangan kemandirian anak secara holistik. Peran guru menjadi faktor kunci dalam menstimulasi perkembangan tersebut. Guru tidak hanya berfungsi sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang menciptakan pengalaman belajar aktif, menyenangkan, dan Selain itu, kualitas proses kepemimpinan di lembaga pendidikan. kepemimpinan spiritual yang menekankan visi, hope/faith, dan altruistic love terbukti meningkatkan komitmen guru, membangun budaya kerja religius dan harmonis, serta meningkatkan kualitas kinerja dan mutu pendidikan (Riski et al. , 2. Regulasi diri pada masa awal kehidupan terbukti berkontribusi besar terhadap kesiapan sekolah dan perkembangan sosial-emosional anak. Anak yang memiliki kemampuan regulasi diri yang baik cenderung lebih mampu mengikuti aturan, bekerja sama dengan teman sebaya, serta menghadapi tantangan belajar dengan sikap yang lebih positif (McClelland et al. , 2. Penelitian pada anak prasekolah menunjukkan bahwa kemampuan self-regulated learning dapat ditingkatkan melalui intervensi yang . , pelaksanaan . , dan refleksi diri . elf-reflectio. Melalui tahapan tersebut, anak dilatih untuk mengatur perhatian, mengelola emosi, serta memilih strategi belajar yang sesuai sejak usia dini (Silva Moreira et al. Selain regulasi diri individu, peran guru dalam co-regulation juga memegang peranan Kombinasi strategi self-regulation dan co-regulation dalam instruksi guru terbukti mempertahankan fokus, serta menyelesaikan tugas secara lebih mandiri. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa eksplorasi lebih efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, regulasi diri, serta kemandirian anak (Agustin et al. Namaskara et al. , 2. Salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan prinsip tersebut adalah Project Based Learning (PjBL). Pendekatan ini menekankan proses learning by doing, di mana anak terlibat langsung dalam kegiatan proyek yang bermakna bekerja dalam kelompok, menemukan ide, memecahkan masalah, dan menghasilkan produk nyata. Amelia & Aisya . memaparkan bahwa PjBL berpusat pada anak dengan optimalisasi peran guru sebagai fasilitator yang memandu melalui pertanyaan pemantik, pengamatan, diskusi, dan refleksi. Tinjauan literatur melalui basis data ERIC melaporkan bahwa penerapan PjBL sejak pendidikan anak usia dini mampu meningkatkan literasi ilmiah, kemampuan kolaborasi, serta pengelolaan tugas, yang berdampak langsung pada penguatan regulasi diri anak (Eliza et al. Secara konsisten. PjBL juga terbukti meningkatkan partisipasi, motivasi, keterlibatan belajar, dan kemandirian peserta didik pada berbagai konteks pendidikan (Sukmawati et al. Susilowaty, 2. Kajian lain menegaskan bahwa pendekatan berbasis proyek maupun masalah berkontribusi terhadap pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi, seperti berpikir kritis, komunikasi, literasi, dan pemecahan masalah (Arina et al. Lejiu et al. , 2024. Simamora et al. , 2. Pada level pendidikan awal. Project-Based Learning dipandang sebagai pendekatan aktif berpusat pada anak yang berpotensi memperkuat pengetahuan, terutama ketika proyek dirancang dengan scaffolding yang memadai dan sesuai dengan prasyarat perkembangan peserta didik (DongJin & Mohamad Ashari, 2. Hasil Systematic Literature Review terhadap 20 studi empiris periode 2021Ae2025 menegaskan bahwa PjBL secara konsisten efektif Received 06 Desember 2025. Accepted 24 Januari 2026. Published 30 Januari 2026 Annisa. Niati. Azzahro. Vol. 08 No. 02, 2026, pp. menumbuhkan regulasi diri anak usia dini, khususnya pada aspek pengelolaan emosi, fokus perhatian, kemampuan menunda keinginan, tanggung jawab, dan kerja sama sosial melalui proyek yang bermakna dan dekat dengan pengalaman anak. Sintaks proyek yang kolaboratif memberi peluang anak untuk merencanakan kegiatan, menyelesaikan tugas hingga tuntas, serta berlatih mematuhi aturan Dampaknya tidak hanya pada regulasi diri, tetapi juga pada peningkatan kreativitas, kemandirian, kepercayaan diri, komunikasi, dan keterampilan sosial. Karakteristik PjBL keterlibatan aktif, pengambilan keputusan, dan tanggung jawab terhadap proses serta hasil kegiatan menjadikan model ini relevan untuk mengembangkan regulasi diri anak usia dini. Melalui tahapan proyek, anak belajar merencanakan tindakan, mengatur emosi saat menghadapi tantangan, mematuhi aturan kelompok, serta menyelesaikan tugas hingga Penerapan PjBL berbasis loose parts dan pendekatan STEAM semakin memperkuat pengembangan regulasi diri anak. Melalui penggunaan media terbuka, anak diberi ruang untuk bereksplorasi, mengambil keputusan, menyelesaikan proyek hingga tuntas. Strategi ini terbukti meningkatkan kemandirian, rasa percaya diri, tanggung jawab, dan kemampuan berinisiatif, yang merupakan komponen penting dalam regulasi diri (Aisyah et al. , 2025. Hadi Pradana et al. , 2. Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan PjBL sangat bergantung pada kemampuan guru dalam mendesain kegiatan proyek secara tepat. Guru dituntut mampu merancang aktivitas sesuai tahap perkembangan anak, memfasilitasi eksplorasi, memberikan scaffolding dan co-regulation, serta mengintegrasikan asesmen autentik agar tujuan pembelajaran tercapai (Maryati et al. , 2. Tantangan yang masih banyak dilaporkan meliputi keterbatasan pemahaman guru tentang tahapan PjBL, keterbatasan waktu perencanaan, rasio guruAeanak yang tinggi, keterbatasan media pembelajaran, serta kurangnya dukungan orang tua (Loka & Robiah, 2024. Vina Arie Paramita et al. , 2. Berdasarkan uraian tersebut, meskipun efektivitas Project Based Learning dalam meningkatkan kreativitas, kemandirian, dan kemampuan sosial anak telah banyak dibuktikan, kajian yang secara khusus menelaah strategi guru dalam menumbuhkan regulasi diri anak usia dini melalui penerapan PjBL berbasis bermain masih relatif terbatas. Padahal, regulasi diri merupakan kemampuan inti yang memengaruhi perilaku, motivasi, dan gaya belajar anak serta sangat ditentukan oleh kualitas interaksi dan strategi co-regulation guru dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk menggambarkan strategi guru dalam menumbuhkan regulasi diri anak usia dini melalui penerapan kegiatan proyek berbasis bermain (PjBL) sebagai upaya memperkuat kesiapan belajar dan perkembangan sosialemosional anak sejak usia dini. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk merangkum, menganalisis, dan mengevaluasi hasil penelitian sebelumnya yang relevan dengan penerapan Project Based Learning (PjBL) dalam menumbuhkan regulasi diri dan kemandirian anak usia dini. Metode SLR dipilih agar peneliti kesenjangan, serta implikasi praktis dari berbagai studi (Muir et al. , 2. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari 20 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada rentang tahun 2021 Ae 2025, baik dalam jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional, serta beberapa sumber pendukung teoretis tentang regulasi diri dan PjBL. Penelusuran literatur dilakukan menggunakan beberapa basis data, yaitu Google Scholar pada Publish or Perish. Kata kunci yang digunakan meliputi: Auregulasi diriAy. AuselfregulationAy. Auanak usia diniAy. Auearly childhoodAy. Austrategi guruAy. Auproject based learningAy. Aupembelajaran proyekAy. AuKurikulum MerdekaAy (Agustin et al. , 2023. Namaskara et al. , 2. Penelitian ini mencakup penelitian yang membahas penerapan PjBL di satuan Pendidikan anak usia dini atau Pendidikan dasar awal, memiliki fokus terhadap strategi guru dalam menumbuhkan regulasi diri anak usia dini melalui PjBL. Tahapan pelaksanaan SLR mengikuti panduan model PRISMA sebagai berikut: . menelusuri artikel-artikel yang relevan dengan topik, . dentifikasi literatu. , . seleksi artikel berdasarkan kelayakan dan Received 06 Desember 2025. Accepted 24 Januari 2026. Published 30 Januari 2026 Annisa. Niati. Azzahro. Vol. 08 No. 02, 2026, pp. kesesuaian dengan kriteria . , . penilaian yang diperoleh berdasarkan nama, metode, media atau strategi pembelajaran yang digunakan, serta hasil utama. enilaian kualita. pengelompokkan dan menginterpretasikan menggunakan pendekatan . istematis narati. Identification Data yang diidentifikasi melalui Google Scholar . Screening Data dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif terhadap artikel atau studi primer yang telah dikumpulkan. Setiap studi primer kemudian diklasifikasikan berdasarkan judul, tahun studi, jenjang pendidikan, dan jenis media Selanjutnya dilakukan analisis terhadap masing Ae masing artikel yang disertakan dalam studi ini untuk memperoleh temuan dan pembahasan, sehingga akhirnya menghasilkan kesimpulan penelitian SLR secara Artikel tambahan juga mencakup studi tentang PjBL. PBL. NHT, blended learning, dan strategi aktif lainnya untuk memperkuat analisis, seperti temuan (Hardianti et al. , 2020. Simamora et al. , 2. Hasil penelusuran awal menemukan 380 publikasi dari basis data Google Scholar pada Publish or Perish dengan kata kunci Auregulasi diriAy. Auanak usia diniAy. Austrategi guruAy, dan Auproject based learningAy. Setelah proses penyaringan awal berdasarkan relevansi judul dan abstrak, sebanyak 228 artikel dikeluarkan karena tidak sesuai dengan topik, tidak berfokus pada PAUD, atau merupakan duplikasi. Sebanyak 152 artikel teks lengkap kemudian dinilai kelayakannya, dan 91 artikel dieksklusi karena tidak memenuhi kriteria inklusi . isalnya tidak menggunakan PjBL atau tidak menyinggung regulasi dir. hasil tidak ada minat Peneliti memperoleh data berikut sebagai hasil dari analisis data yang memanfaatkan pendekatan PRISMA. Yang pendekatan PRISMA ditunjukkan pada Gambar 1. Artikel uji kelayakan Artikel exclude . Hasil dari tidak ada minat . Data yang disaring relevansi dengan . Eligibility Hasil exclude . Tidak sesuai dengan topik Adanya data yang sama Artikel teks di nilai untuk eligibility . Include Data studi yang termasuk . Gambar 1. PRISMA HASIL DAN PEMBAHASAN Dari 20 artikel, terdapat berbagai strategi yang digunakan guru untuk mengembangkan regulasi Temuan tersebut disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Hasil Tabel SLR Judul Penelitian Metode Subjek Penelitian Hasil Utama ProjectBased Learning Menstimulasi Kemandirian Anak Kelompok Bermain (Namaskara et al. , 2. Kualitatif Kelompok Bermain (KB) Khodijah. Temanggu ng, kepala orang tua Media proyek, yang jawab, percaya Received 06 Desember 2025. Accepted 24 Januari 2026. Published 30 Januari 2026 Annisa. Niati. Azzahro. Vol. 08 No. 02, 2026, pp. Judul Penelitian Metode Subjek Penelitian Hasil Utama Judul Penelitian Metode Subjek Penelitian Hasil Utama Stimulasi Kemandirian Anak Menggunaka Metode Project Based Learning di Taman Kanak Kanak (Agustin et , 2. Kualitatif orang tua awancar a/observas i/dokumen Media diri, mandiri jawab, mampu Studi Kualitatif Kemandirian Anak Usia Dini Melalui Regulasi Diri (Izzati Kurniawaty. Kualitatif anak usia entang PAUD/TK dan/atau orang tua Media berupa sehari-hari guru dan orang tua membantu sehingga lebih Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learnin. Penerapan pada Anak Usia Dini di TKIKT ALFARABI (Amelia & Aisya, 2. Kualitatif TKIKT Al-Farabi . elompok A/B sesuai TK) dan guru kelas n proyek. Media proyek total, parsial, dan okasional dengan topik konkret yang dekat dengan jawab, kreatif, tugas, mampu bekerja sama, sehari-hari. Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Kurikulum Merdeka untuk PAUD (A. Amanullah et , 2. Kualitatif Kurikulum Merdeka PAUD PAUD Media meliputi jurnal digital, cetak, creative, dan PjBL terbukti Kurikulum Merdeka berpikir kritis, kolaborasi, dan anak usia dini. Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning pada Anak Usia Dini (Christin Souisa et al. Kualitatif Deskriptif kelas dan 10 peserta didik TK Dapena Surabaya. Media bercerita, dan berbasis loose parts membuat tidak mudah rasa ingin tahu, percaya diri, mencoba hal an kreativitas The effect of the project Ae childhood (N. Afriani et , 2. Kualitatif anak usia pretestAe . iasanya B usia 5Ae6 tahu. dan Media seperti gambar, video, kertas, kerayon, clay. PjBL . retest 23,93 naik ke posttest 49,07. sig=0,. Received 06 Desember 2025. Accepted 24 Januari 2026. Published 30 Januari 2026 Annisa. Niati. Azzahro. Vol. 08 No. 02, 2026, pp. Judul Penelitian Metode Subjek Penelitian Hasil Utama Strategi Guru Mengelola Emosi Anak Usia Dini di Miftaahul Uluum Sei Renggas (Haro Syahrial Harahap. Deskriptif Kualitatif guru RA Miftaahul Uluum Sei Renggas anak didik . ering orang tu. Media berupa artikel dan seminar, dengan temuan strategi serta rendah, rasio guruAeanak pelatihan guru. PAUD Terpadu Kirana anak didik PAUD ermain/b ercerita/be Media berupa artikel digital, dengan guru bermain, bercerita, dan bernyanyi yang minat belajar bahasa, emosi, kosakata, nilai suasana belajar yang ceria. anak KBIT Al Amin (PAUD/T K) yang PjBL loose guru kelas. Jenis Loose Parts. Dimana metode PjBL di KBIT AL Amin mampu anak usia dini secara efektif. PAUD ToT . arena Jenis Modul PjBL. Strategi Guru Pembelajaran Anak Usia Dini PAUD Terpadu Kirana Kecamatan Tamalate Kota Makasar (Arnilasari & Syamsul Bakhri Gaffar. Penelitian Kualitatif Implementasi Metode Project Based Learning Kreativitas pada Anak Usia Dini. (Nikma h et al. , 2. Deskriptif Kualitatif Peningkatan Kompetensi Guru PAUD Pengembang Modul Ajar Project Based Learning (PjBL) Training Trainers Judul Penelitian Metode Upaya Pencegahan Kekerasan Sejak Dini (Vina Arie Paramita et , 2. Subjek Penelitian Hasil Utama i gur. Diamana PjBL . ilai evaluasi > 3,. Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Pendidikan Islam Anak Usia Dini (Risda Sakila, 2. Kajian Literatur artikel/dok . ukan Media berupa PjBL, kekerasan, dan . ilai 3,. Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) dalam Meningkatka Kemampuan Kerja Sama Anak Usia Dini (Loka & Robiah. Kualitatif Deskripsi RA/PAUD elompok usia din. loose parts Media bercerita, dan diskusi dengan anak bekerja sama, berbagi jawab, saling membantu, dan Membangun Dunia Kecil Project Based Learning (PjBL): Kajian Literatur Tentang Proyek PAUD (Panglipur & Asmaroini. Kualitatif literatur/ka jian proyek di PAUD . arena Media proyek nyata dengan barang bekas, mainan, atau hiasan dinding membuat PjBL bersih-sehat, berpikir kritiskreatif, visual-spasial, sosial seperti inisiatif, dan Received 06 Desember 2025. Accepted 24 Januari 2026. Published 30 Januari 2026 Annisa. Niati. Azzahro. Vol. 08 No. 02, 2026, pp. Judul Penelitian Metode Subjek Penelitian Hasil Utama Pengembang Kemampuan Kerjasama Anak Melalui Project Based Learning dan Role Playing Berbasis Media Daur Ulang (Aisya Fayruza & Aslamiah. Pendekata Kualitatif Kelompok Idhata II Banjarmas in . Media merancang alat permainan dan bermain peran aik aktivitas guru aktivitas anak mencapai 75%. Project based STEAM learning to thinking in (Hasanah & Pradana. Observasi anak usia STEAM bservasi/ Media loose STEAM proyek efektif berpikir kreatif anak usia dini. Implementasi project based peserta didik PAUD SKB Mojoagung (Alya Sabita Ketut Atmaja Johny Artha. PAUD SKB Mojoagun PAUD orang tua . arena Media mendalam, dan PjBL berjalan efektif dengan sumber daya dari guru dan aktif, berpikir dan evaluasi diri anak. Implementasi Merdeka model PjBL PAUD (Junaedah et , 2. Deskriptif Kualitatif dan Studi Kepustaka Kurikulum Merdeka & P5 di PAUD. Media berupa sebagai sumber PjBL efektif Kurikulum Merdeka dan anak, seperti Judul Penelitian Metode Subjek Penelitian Hasil Utama berpikir kritis, kreativitas, dan Meningkatka n kreativitas project based learning TK Kurnia Simomulyo Baru Surabaya Jawa Timur (Jawa et al. Observasi anak TK . mumnya 5Ae6 PjBL seni Media lainnya dalam PjBL terbukti anak dari 40% . menjadi 75% . Upaya kognitif pada proses sains project based TK (Rehny & Sari, 2. Kualitatif anak TK Kelompok A . esuai guru kelas. Media aktivitas guru 77,5% ke 90%, aktivitas anak dari 50% ke mencapai 86% . erkembang Sumber data dalam penelitian ini berasal dari 20 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada rentang tahun 2021-2025, baik dalam jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional. Pemilihan artikel melalui proses penelusuran literatur menggunakan beberapa database, yaitu Google Scholar pada Publish or Perish. Kata kunci yang digunakan dalam proses pencarian meliputi: Auregulasi diriAy. Auanak usia diniAy. Austrategi guruAy. Auproject based learningAy. Dalam tinjauan menyeluruh terhadap 380 artikel ilmiah yang diterbitkan antaranya tahun 2021 dan 2025 peneliti hanya mengidentifikasi 20 studi empiris yang memenuhi kriteria inklusi, 16 di antaranya adalah kualitatif, 1 training of trainers, 1 kajian literatur, 1 observasi dan 1 Received 06 Desember 2025. Accepted 24 Januari 2026. Published 30 Januari 2026 Annisa. Niati. Azzahro. Vol. 08 No. 02, 2026, pp. Penggunaan Media Proyek Keseharian Anak Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa Project Based Learning (PjBL) memiliki kontribusi kuat terhadap pengembangan regulasi diri, kemandirian, dan kreativitas anak usia dini. Studi-studi seperti Agustin et al. Amelia & Aisya . Namaskara et al. menegaskan bahwa penerapan PjBL mendorong anak untuk lebih bertanggung jawab, percaya diri, mampu menyelesaikan tugas secara mandiri, serta mengelola emosi secara lebih Penggunaan Media Loose Parts Temuan serupa juga tampak pada penelitian Christin Souisa et al. dan Nikmah et al. yang menunjukkan bahwa penggunaan media loose parts dan proyek kreatif meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, serta ketekunan anak dalam menyelesaikan aktivitas. Selain itu, penelitian oleh Izzati & Kurniawaty . memperkuat pemahaman bahwa regulasi diri sangat dipengaruhi oleh dukungan guru dan orang tua, sehingga penerapan PjBL yang melibatkan pendampingan emosional dan rutinitas terarah dapat berkontribusi signifikan terhadap perkembangan kemandirian anak. Strategi Modeling. Scaffolding. Kolaborasi dengan Orang Tua Di sisi lain, beberapa penelitian menyoroti pentingnya strategi guru dalam memastikan efektivitas PjBL. Miftahuljana et al. , . menekankan bahwa strategi seperti modeling positif, komunikasi empatik, dan kolaborasi dengan orang tua sangat diperlukan untuk menumbuhkan regulasi emosi anak, sedangkan Arnilasari & Syamsul Bakhri Gaffar . menegaskan peran bermain, bercerita, dan bernyanyi sebagai pendukung suasana belajar yang kondusif dan relevan dengan dunia anak. Proyek Berbasis STEAM dan Sains Penelitian lain seperti Aisya Fayruza & Aslamiah . Alya Sabita & Ketut Atmaja Johny Artha . Hasanah . mengungkap bahwa integrasi proyek dengan permainan peran. STEAM, maupun kerja sama kelompok mampu meningkatkan kemampuan sosial, kolaborasi, evaluasi diri, serta disiplin Secara keseluruhan, temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa PjBL merupakan pendekatan yang konsisten efektif dalam menstimulasi regulasi diri anak usia dini melalui pembelajaran yang kontekstual, kolaboratif, dan berpusat pada anak. Penggunaan Media Digital dan Visual Beberapa penelitian Nurul Annisa Afriani et al. , dan Amanullah et al. memanfaatkan media digital dan visual seperti video pembelajaran, gambar, dan bahan multimedia pendukung proyek. Media ini membantu anak memahami tahapan proyek secara lebih konkret dan menarik, sehingga meningkatkan fokus, motivasi belajar, serta kemampuan anak dalam merencanakan dan mengevaluasi hasil kegiatan, yang meruakan bagian penting dari regulasi diri. Proyek Berbasis Seni dan Kreativitas Proyek seni seperti membuat karya dari plastisin, menggambar, membangun miniature, dan kegiatan seni rupa lainnya Jawa et al. dan Wahyu Panglipur et al. terbukti mampu menstimulasi kreativitas dan regulasi emosi anak. Anak diberi kesempatan untuk mengekspresikan ide, mengelola frustasi Ketika hasil belum sesuai harapan, serta menyelesaikan karya secara bertahap hingga tuntas. Strategi Guru melalui Bermain. Bercerita, dan Bernyanyi Strategi pembelajaran yang dipadukan dengan bermain, bercerita, dan bernyanyi Arnilasari & Syamsul Bakhri Gaffar . menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan. Pendekatan ini membantu anak mengelola emosi, meningkatkan rasa percaya diri, serta menumbuhkan control diri secara alami melalui aktivitas yang sesuai dengan dunia anak. Secara komparatif, hasil telaah terhadap 20 artikel terpilih menunjukkan bahwa mayoritas penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mengkaji secara mendalam proses pelaksanaan Project Based Learning (PjBL), sekaligus mengamati perubahan perilaku regulasi diri anak secara langsung dalam konteks pembelajaran yang natural. Melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi, peneliti dapat menangkap dinamika interaksi anak, guru, serta lingkungan Received 06 Desember 2025. Accepted 24 Januari 2026. Published 30 Januari 2026 Annisa. Niati. Azzahro. Vol. 08 No. 02, 2026, pp. belajar yang sulit diukur hanya dengan instrumen kuantitatif. Sementara itu, sebagian kecil penelitian menggunakan pendekatan observasi terukur dengan indikator perilaku tertentu, pelatihan guru melalui model training of trainers, serta kajian literatur berbasis dokumen kurikulum dan kebijakan. Variasi pendekatan metodologis ini menunjukkan bahwa kajian PjBL dalam konteks regulasi diri anak usia dini masih berkembang dan terbuka terhadap berbagai sudut pandang penelitian. Dari sisi subjek penelitian, sebagian besar studi melibatkan anak usia dini yang berada pada satuan pendidikan Kelompok Bermain (KB). Taman Kanak-kanak (TK). Raudhatul Athfal (RA), dan lembaga PAUD lainnya. Anak didampingi oleh guru sebagai pelaksana utama pembelajaran, sementara kepala sekolah dan orang tua dilibatkan sebagai sumber data Keterlibatan berbagai pihak ini memperkuat validitas temuan karena regulasi diri anak diamati tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga dalam konteks institusi dan lingkungan rumah. Sebaliknya, pada penelitian berbasis studi literatur dan analisis kurikulum, subjek penelitian berupa dokumen kebijakan, panduan pembelajaran, serta hasil kajian sebelumnya. Adapun pada penelitian pelatihan, subjek utamanya adalah guru PAUD, dengan fokus pada peningkatan kompetensi guru dalam merancang dan mengimplementasikan PjBL yang berorientasi pada pengembangan regulasi diri anak Perbedaan jenis media dan bentuk proyek tersebut berkorelasi dengan variasi fokus hasil dilaporkan dalam masing-masing Studi yang mengangkat proyekproyek keseharian anak cenderung menonjolkan peningkatan kemandirian, rasa tanggung jawab, serta kemampuan mengontrol emosi dalam menyelesaikan tugas secara bertahap. Sementara itu, proyek berbasis loose parts. STEAM, dan seni lebih kuat dalam meningkatkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan pemecahan masalah, karena anak diberi ruang untuk bereksperimen, mengambil keputusan, dan merefleksikan hasil karyanya. Adapun proyek berbasis permainan peran dan kerja pengembangan keterampilan sosial dan kolaboratif, seperti kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, berbagi peran, serta memahami perspektif teman sebaya. Meskipun memiliki fokus dan penekanan hasil yang berbeda-beda, seluruh studi menunjukkan pola temuan yang relatif konsisten. Project Based Learning terbukti mampu memperkuat regulasi diri anak usia dini melalui pengalaman belajar yang nyata, kontekstual, dan bermakna. Keterlibatan aktif anak dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga penyelesaian proyek memberikan kesempatan luas bagi anak untuk mengatur perhatian, mengelola emosi, menunda keinginan, serta bertanggung jawab terhadap tugas yang diemban. Keberhasilan PjBL dalam menumbuhkan regulasi diri tersebut semakin optimal ketika didukung oleh strategi guru yang tepat, seperti pemberian scaffolding, coregulation, serta lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan Systematic Literature Review terhadap 20 artikel ilmiah periode 2021Ae2025. Project Based Learning (PjBL) terbukti efektif menumbuhkan regulasi diri anak usia dini. Melalui proyek yang bermakna, anak terlibat aktif dalam proses bermain-belajar sehingga mampu mengelola emosi, menjaga fokus menyelesaikan tugas secara mandiri maupun Regulasi diri anak berkembang secara bertahap melalui tahapan PjBL, mulai daro perumusan pertanyaan pemantik dan perencanaan proyek yang terlatih fukus dan pemahaman tujuan, tahap pelaksanaan proyek yang mendorong peraturan perilaku, tujuan, tahap pelaksanaan proyek yang mendorong peraturan perilaku, pengendalian emosi, kerja sama, dan disiplin, hingga tahap penyelesaian dan refleksi yang membantu anak mengevaluasi proses dan hasil belajar serta meningkatkan kesadaran diri. Hasil telaah literatur menunjukkan bahwa pengembangan regulasi diri anak melalui PjBL didukung oleh berbagai strategi dan media pembelajaran yang konsisten ditemukan dalam penelitian, yaitu penggunaan proyek keseharian anak yang dekat dengan pengalaman nyata untuk menumbuhkan kemandirian, rasa tanggung jawab, dan pengendalian emosi. media loose parts yang memberi rauang eksplorasi, pengambulan keputusan, serta ketekunan dalam menyelesaikan tugas. Received 06 Desember 2025. Accepted 24 Januari 2026. Published 30 Januari 2026 Annisa. Niati. Azzahro. Vol. 08 No. 02, 2026, pp. penggunaan media digital dan visual seperti video dan gambar untuk membantu anak memahami tahapan proyek secara konkret, meningkatkan fokus dan motivasi belajar. penerapan proyek berbasis seni dan kreativitas yang memungkinkan anak mengekspresikan ide, mengelola frustasi ketika hasil belum sesuai harapan, dan menyelesaikan karya secara serta integrasi proyek berbasis STEAM, sains, permainan peran, dan kerja kelompok yang memperkuat kemampuan berpikir kritis, dispilin, kerja sama, komunikasi, dan evaluasi diri anak. Keberhasilan PjBL dipengaruhi oleh peran guru sebagai fasilitator yang menerapkan strategi modeling perilaku positif, scaffolding bertahap, komunikasi empatik, pendampian emosi, serta perciptaan suasana belajar yang aman dan menyenangkan melalui bermain, bercerita, dan bernyanyi. Kolaborasi dengan orang tua sebagai bentuk coregulation juga menjadi faktor penting agar stimulasi regulasi diri anak berlangsung konsisten antara lingkungan sekolah dan rumah. Secara keseluruhan. PjBL relevan dan sejalan dengan Kurikulum Merdeka serta penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. menumbuhkan regulasi diri, kemandirian, kreativitas, kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, dan keterampilan sosial anak usia Namun demikian, implementasi PjBL masih menghadapi kendala berupa keterbatasan pemahaman guru terkait tahapan proyek, minimnya waktu perencanaan, rasio guru-anak yang tinggi, keterbatasan media pembelajaran, serta dukungan orang tua yang belum merata. Oleh karena itu, guru PAUD disarankan untuk merancang PjBL yang sederhana, kontekstual, dan sesuai dengan thap perkembangan anak dengan memanfaatkan berbagai strategi yang terbukti efektif, seperti proyek keseharian, loose parts, proyek seni dan STEAM, permainan peran, serta media digital dan visual, disertai pertanyaan pemantik, aturan kerja kelompok yang jelas, dan pendampingan emosi selama proyek berlangsung agar anak terlatih fokus, bertanggung jawab, mengontrol diri, dan bekerja Satuan PAUD dan pemangku kebijakan perlu memperkuat implementasi PjBL melalui pelatihan berkelanjutan tentang desain proyek, asasemen autentik, strategi scaffolding dan co- regulation, penyediaan media belajar yang memadai, serta pengaturan rasio guru-anak yang lebih ideal. Orang tua diharapkan terlibat aktif sebagai mitra sekolah dalam mendukung proyek anak di rumah dan membiasakan perilaku mandiri serta pengelolaan emosi dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji strategi PjBL secara lebih spesifik terhadap komponen regulasi diri tertentu atau membandingkan variasi model proyek dengan pendekatan kuantitatif dan eksperimen di berbagai konteks PAUD agar bukti empiris mengenai efektivitas PjBL semakin kuat dan dapat digeneralisasi secara lebih luas. DAFTAR PUSTAKA