Journal of Science Education and Management Business (JOSEAMB) Vol. No. 3, tahun 2025, hlm. ISSN: 2828-3031 PENGARUH STRUKTUR MODAL. UKURAN PERUSAHAAN DAN PROFITABILITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN KINERJA KEUANGAN SEBAGAI VARIABEL MODERATING Sinta Niami*. Elfiswandi. Lusiana Program Studi Magister Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Putra Indonesia YPTK Padang. Indonesia Info Artikel ABSTRAK Sejarah artikel: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur modal, ukuran perusahaan, dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan dengan kinerja keuangan sebagai variabel moderating pada perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020Ae2024. Nilai perusahaan diukur menggunakan Price to Book Value (PBV), struktur modal dengan Debt to Equity Ratio (DER), ukuran perusahaan dengan logaritma natural total aset, profitabilitas dengan Return on Asset (ROA), serta kinerja keuangan dengan ROA sebagai variabel moderasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi data panel dan Moderated Regression Analysis (MRA) menggunakan data sekunder dari laporan keuangan tahunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur modal, ukuran perusahaan, dan profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Selain itu, kinerja keuangan terbukti mampu memperkuat pengaruh ketiga variabel tersebut terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan literatur manajemen keuangan serta implikasi praktis bagi manajemen perusahaan, khususnya dalam merumuskan strategi pendanaan, investasi, dan pengelolaan aset untuk meningkatkan nilai perusahaan. Summit 11 September 2025 Revisi 30 September 2025 Diterima 22 oktober 2025 Publish Online 30 Okt 2025 Kata kunci: Struktur Modal Ukuran Perusahaan Profitabilitas Nilai Perusahaan Kinerja Keuangan Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY-SA. Penulis yang sesuai: Sinta Niami Program Studi Magister Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Putra Indonesia YPTK Padang. Indonesia Email: sintaleo175@gmail. PENDAHULUAN Nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap tingkat keberhasilan perusahaan dalam memanfaatkan dan mengelola sumber daya secara efektif dan efisien berjalan pada akhir tahun yang tercermin pada harga saham perusahaan. Nilai perusahaan di ukur dengan price to book value (PBV) yaitu rasio yang mengukur nilai perusahaan dengan membandingkan harga saham per lembar Dimana harga saham berbanding lurus dengan nilai perusahaan , semakin tinggi harga saham semakin tinggi juga nilai perusahaan sebaliknya semakin rendah harga saham semakin rendah juga nilai perusahaan. Industri real estate merupakan salah satu sektor yang memiliki peranan strategis dalam perekonomian Indonesia. Sektor ini memberikan kontribusi signifikan dalam hal penyediaan Homepage jurnal: https://rcf-indonesia. org/jurnal/index. php/JOSEAMB/index A ISSN: 2828-3031 lapangan kerja, investasi, dan pembangunan infrastruktur. Selama periode 2020Ae2024, perusahaan real estate di Indonesia juga harus menghadapi perubahan dalam kebijakan moneter dan fiskal, seperti penyesuaian suku bunga dan stimulus ekonomi dari pemerintah. Selain itu, persaingan antar perusahaan dalam industri semakin ketat, ditambah dengan fluktuasi harga bahan bangunan dan dinamika pasar properti. Kondisi ini membuat nilai perusahaan menjadi fokus utama bagi para pemangku kepentingan, karena mencerminkan kemampuan perusahaan untuk bertahan dan berkembang di tengah berbagai tantangan (Ghozali, 2. Struktur modal adalah struktur pendanaan perusahaan yang berada di sisi pasiva neraca yang terdiri dari utang dan ekuitas. Struktur modal biasa digambarkan dengan debt to equity ratio (DER). Jika nilai DER lebih dari 1 maka pembiayaan dari utang lebih banyak daripada dari ekuitas. Menurut Pecking order theory, pilihan pendanaan perusahaan pertama akan dipilih adalah internal perusahaan yaitu dari laba ditahan karena tidak ada biaya yang harus dikeluarkan. Pilihan yang kedua adalah dari eksternal perusahaan yaitu dari utang karena biaya utang yaitu biaya bunga pinjaman dapat dibiayakan baik secara komersial maupun secara fiskal (Ningsih et al. , 2. Meningkatkan nilai perusahaan itu amat berarti bagi sebuah perusahaan, sebab dengan meningkatnya nilai perusahaan maka dapat meningkatkan kesejahteraan penanam modal sehingga perusahaan dapat mewujudkan tujuan perusahaan begitu pula dengan perusahaan property dan real estate yang merupakan satu diantara pendukung pembangunan infrastruktur serta mempunyai kontribusi penting dalam menyokong perekonomian negara. Semakin meningkat Struktur modal akan semakin meningkatkan Nilai Perusahaan, sebaliknya Struktur moddal akan semakin menurun. Nilai Perusahaan akan ikut mengalami penurunan pula, dengan penelitian yang dikerjakan oleh (Collins et al. , 2. Begitu juga dengan semakin meningkat Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan akan semakin meningkatkan Nilai Perusahaan, dan sebaliknya. Secara umum, peningkatan struktur modal, ukuran perusahaan, dan profitabilitas cenderung berkontribusi positif terhadap peningkatan nilai perusahaan. Sebaliknya, penurunan pada ketiga variabel tersebut dapat menyebabkan penurunan nilai perusahaan. Kinerja keuangan berperan sebagai variabel moderasi yang dapat memperkuat atau memperlemah hubungan antara variabel-variabel tersebut dengan nilai perusahaan. TINJAUAN LITERATUR Teory Agensi Menurut Jensen dan Meckling . teori keagenan adalah sebuah kontrakantara manajer . dengan pemilik . Agar hubungan kontraktual ini dapat berjalan dengan lancar, pemilik akan mendelegasikan otoritas pembuatan keputusan kepada manajer. Hubungan keagenan adalah suatu kontrak dimana satu atau beberapa orang . emberi kerja atau principa. memperkerjakan orang lain . untuk melaksanakan sejumlah jasa mendelegasikan wewenang untuk mengambil keputusan kepada agen itu (Ulya & Sudiyatno, 2. Menurut (Cahyani et al. , 2. struktur modal merupakan perimbangan atau perbandingan antara jumlah hutang jangka panjang dengan modal sendiri. Teori trade-offmembahas tentang keterkaitan antara struktur modal dan nilai perusahaan yang dimana esensi dari teori trade-off dalam struktur modal adalah mencari keseimbangan antara manfaat dan pengorbanan yang timbul sebagai hasil dari penggunaan utang dalam pendanaan perusahaan. Teori trade-off juga menyatakan bahwa jika struktur modal berada di bawah titik optimal, setiap peningkatan utang akan membawa kepada peningkatan nilai perusahaan, sedangkan jika struktur modal berada di atas titik optimal, setiap peningkatan utang akan mengurangi nilai perusahaan (Krisnando & Novitasari, 2. Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Riki et al. , 2. , dan (Martha. Afdella, 2. yang mengatakan bahwa struktur modal berpengaruh terhadap nilai perusahaan. (Cahyani et al. , 2. H1: Struktur Modal berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Ukuran perusahaan sering diukur melalui total aset, pendapatan, atau jumlah karyawan. Nilai perusahaan, di sisi lain, dapat diukur menggunakan berbagai metode, seperti nilai pasar . arket valu. atau nilai buku . ook valu. Pada perusahaan berskala besar sering kali memiliki struktur organisasi yang lebih kompleks dan lebih banyak manajer. Hal ini dapat menyebabkan masalah agensi, di mana kepentingan manajer tidak selalu sejalan dengan kepentingan pemegang saham, yang dapat mengurangi nilai perusahaan. Sebaliknya, pada perusahaan kecil biasanya lebih mudah untuk dikelola JOSEAMB Vol. No. Tahun 2025 JOSEAMB ISSN: 2828-3031 dan memiliki hubungan yang lebih langsung antara pemilik dan manajer, yang bisa meningkatkan transparansi dan kepentingan yang sejalan, sehingga meningkatkan nilai perusahaan. Disebabkan aset lebih konsisten dan merepresentasikan ukuran perusahaan secara keseluruhan, aset dapat digunakan untuk menentukan skala perusahaan (Purba et al. , 2. dan (Annisa et al. , 2. menyatakan bahwa nilai perusahaan tidak terbukti dipengaruhi oleh ukuran perusahaan. Berbeda dengan itu, (Oktaviani et , 2. mengungkapkan nilai perusahaan terbukti dipengaruhi signifikan oleh ukuran perusahaan secara negatif (Trisakti et al. , 2. Dengan mempertimbangkan penelitian sebelumnya, hipotesis yang akan dibuktikan adalah: H2: Ukuran Perusahaan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan Profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari Dalam penelitian ini profitabilitas diukur dengan return on asset merupakan rasio yang sangat penting bagi pemilik perusahaan. Semakin baik rasio ini maka semakin baik menggambarkan kemampuan tingginya perolehan perusahaan mendapatkan keuntungan. Setiap perusahaan akan selalu berusaha meningkatkan kinerja perusahaan, karena dengan laba yang tinggi, perusahaan dapat terus beroperasi dan berkembang. Naiknya laba yang didapatkan akan juga mempengaruhi harga saham yang bisa menaik. Semakin tinggi harga saham maka akan berpengaruh pada naiknya nilai perusahaan. Berdasarkan teori sinyal, apabila perusahaan memiliki informasi yang baik maka akan memberi sinyal baik . ood new. sehingga para investor dapat tertarik untuk menanamkan modalnya diperusahaan. Hal ini mempengaruhi investor dalam memprediksi laba dan memprediksi risiko dalam investasi sehingga memberikan sinyal baik dan berdampak pada kepercayaan investor terhadap perusahaan. Karena para investor lebih menyukai berinvestasi pada perusahaan yang memiliki profitabilitas yang tinggi. Penelitian-penelitian terdahulu juga mendukung dan menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan (Zidane & Suwarti, 2. H3: Profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan Kinerja keuangan dapat diukur dengan melihat seberapa baik perusahaan mampu mengelola asetnya agar menghasilkan keuntungan. Total aset perusahaan yang besar menunjukkan ukuran perusahaan yang semakin besar pula. Besarnya ukuran perusahaan cenderung lebih dikenal oleh masyarakat dan akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan tersebut. Sehingga hal tersebut dapat meningkatkan keuntungan serta kemampuan perusahaan dalam mengelola sumber daya nya. Sumber daya perusahaan tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan yang dapat memberi dampak terhadap nilai perusahaan. Penelitian sebelumnya (Ningsih et al. , 2. Moderasi Variabel Kinerja Perusahaan Pada Pengaruh Struktur Modal Terhadap Nilai Perusahaan Berdasarkan H4: Kinerja Keuangan memoderasi pengaruh Struktur Modal terhadap nilai perusahaan. Struktur modal yang merupakan perbandingan antara hutang dan ekuitas. Pada perusahaan kecil akan lebih memilih menggunakan modalnya sendiri dibandingkan dengan perusahaan besar yang lebih berpotensi mendapatkan modal dari hutang sebagai sumber pendanaannya. Semakin besar ukuran suatu perusahaan akan mempermudah untuk mendapatkan kepercayaan dari kreditur sehingga menambah sumber pendapatan dari hutang. Hal tersebut akan menarik perhatian lebih dari para investor sehingga harga pasar saham ikut meningkat dan nilai perusahaan pun akan naik. Dengan demikian menurut hasil penelitian (Mudjijah et al. , 2. ukuran perusahaan memoderasi pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan. H5: Kinerja Keuangan memoderasi pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap nilai perusahaan Hasil analisis regresi terhadap variabel umur perusahaan mengindikasikan bahwa umur perusahaan (AGE) memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Baik buruknya kondisi suatu perusahaan dapat dinilai dari kinerja keuangan dengan menganalisa rasio keuangan salah satunya rasio profitabilitas yang dapat diukur dari return on asset. Profitabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan memperoleh laba atau ukuran efektivitas pengelolaan manajemen perusahaan. Perusahaan yang mampu bertumbuh yang ditunjukkan dengan semakin tingginya profitabilitas yang dihasilkan perusahaan dikaitkan bagaimana suatu perusahaan bisa mendayagunakan sumber daya atau asset yang ada dalam perusahaan untuk menghasilkan laba, yang nantinya mampu menciptakan nilai perusahaan yang tinggi dan memaksimumkan kekayaan pemegang sahamnya dan akan memeroleh tanggapan yang positif dari pihak luar (Inayah, 2. Hasil penelitian dari (Ningsih et al. , 2. Nilai A ISSN: 2828-3031 Perusahaan Dengan Kinerja Perusahaan Sebagai Variabel Moderasi Kinerja perusahaan sebagai variable moderasi berpengaruh signifikan. H6: Kinerja Keuangan memoderasi pengaruh Probabilitas terhadap nilai perusahaan Berdasarkan latar belakang dan landasan teori yang dijelaskan diatas maka dalam penelitian ini akan menguji Pengaruh Struktur Modal. Ukuran Perusahaan, dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan dengan Kinerja Keuangan Sebagai Variabel Moderating Pada Perusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar Periode 2020-2024. Maka dapat digambarkan kerangka pikir dalam penelitian ini sebagai berikut: Gambar 1. Kerangka Pikir METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kausal-komparatif, yaitu menganalisis hubungan sebab-akibat antara variabel independen dan dependen dengan mempertimbangkan variabel moderasi. Objek penelitian adalah perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020Ae2024. Populasi penelitian mencakup seluruh perusahaan dalam sektor tersebut, sedangkan pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu, yaitu perusahaan yang konsisten terdaftar di BEI, menerbitkan laporan keuangan tahunan lengkap, serta memiliki data variabel yang Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan yang dipublikasikan melalui situs resmi BEI dan sumber terkait lainnya. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari nilai perusahaan (PBV) sebagai variabel dependen, struktur modal (DER), ukuran perusahaan . og total ase. , dan profitabilitas (ROA) sebagai variabel independen, serta kinerja keuangan (ROA) sebagai variabel moderasi. Analisis data dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik . ormalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelas. , analisis regresi data panel untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, serta Moderated Regression Analysis (MRA) untuk melihat peran kinerja keuangan sebagai variabel moderating. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis dengan uji t, uji F, dan koefisien determinasi (RA) guna mengetahui signifikansi pengaruh masing-masing variabel dalam model penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji normalitas bertujuan apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Jika probabilitas > nilai signifikan 0,05 maka data sudah berdistribusi Hasil uji normalitas terdapat pada gambar 2 dibawah ini: JOSEAMB Vol. No. Tahun 2025 JOSEAMB ISSN: 2828-3031 Series: Standardized Residuals Sample 2020 2024 Observations 135 Mean Median Maximum Minimum Std. Dev. Skewness Kurtosis Jarque-Bera Probability Data diolah dengan eviews 10, 2025 Gambar 2. Uji Normalitas Berdasarkan gambar 2 diatas. Dapat dilihat bahwa residual data sudah berdistribusi normal dimana nilai jarque-bera 0,499981 dan probabilitas 0,778808 atau besar dari tingkat probabilitas yaitu 0,05 sehingga sudah dianggap layak untuk melakukan uji regresi panel. Selanjutnya hasil uji koefisien determinasi terdapat pada tabel 1 dibawah ini: Tabel 1. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R . dengan Moderasi R-squared Adjusted R-squared Sumber : Data diolah dengan eviews 10, 2025 Berdasarkan Tabel 1 menunjukan bahwa nilai koefisien determinasi yang dihasilkan dalam pengujian R-squared bernilai 0,12. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa variabel Independen mampu memberikan kontribusi dalam mempengaruhi variable Dependen sebesar 12 % sedangkan sisanya 88 % lagi dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak dimasukkan dalam model penelitian. Selanjutnya pengujian MRA terdapat pada tabel 2 dibawah ini: Tabel 2. Hasil Uji Moderated Regression Analysis (MRA) Variable Coefficient Std. Error X1_DER X2_SIZE X3_ROA Z_ROA X1* Z 27E-05 29E-05 X2* Z 97E-05 35E-05 X3*Z Sumber : Data diolah dengan eviews 10, 2025 t-Statistic Prob. DISKUSI Berdasarkan hasil hipotesis penelitian yang dikemukakan, maka dapat diinterprestasikan sebagai Pengaruh Struktur Modal terhadap Nilai Perusahaan Dari tabel 4. 21 maka hasil analisis menunjukkan ukuran perusahaan memiliki nilai probability sebesar 0. 0012 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel Struktur Modal secara parsial berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Dengan demikian H 0 ditolak dan H1 Penentuan dalam pengembalian kebijakan struktur modal perusahaan harus melibatkan risiko dan tingkat pengembalian dengan pertimbangan hutang. Risiko dan tingkat pengembalian diharapkan kondisi perusahaan akan bertambah besar. Struktur modal yang optimal sangat A ISSN: 2828-3031 diperlukan perusahaan untuk keseimbangan antara risiko dan tingkat pengembalian Selain itu, struktur modal berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Penggunaan hutang perusahaan memberikan pengaruh positif terhadap nilai perusahaan yang ditentukan struktur modal (Yani et al. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh(Ramadlonna & Shofiyah, 2. yang menyatakan bahwa bahwa struktur modal memiliki pengaruh positif terhadap nilai Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan Dari tabel 4. 21 maka hasil analisis menunjukkan pertumbuhan perusahaan memiliki nilai probability sebesar 0. 4871 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel pertumbuhan perusahaan secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Dengan demikian H 0 diterima dan H2 ditolak. Ukuran perusahaan adalah suatu skala yang dapat dikelompokkan berdasarkan besar kecilnya perusahaan dengan berbagai cara antara lain total aktiva, nilai pasar saham, log size dan lain- lain, ukuran perusahaan juga dianggap mampu mempengaruhi nilai perusahaan. Ukuran perusahaan termasuk salah satu faktor internal, yang dapat menentukan nilai perusahaan. Perusahaan yang besar memberikan sinyal yang baik bagi investor, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan nilai perusahaan. Jika semakin besar ukuran perusahaan itu dianggap dapat mempengaruhi nilai perusahaan, karena itu akan memudahkan perusahaan dalam mendapatkan sumber pendanaan yang dimanfaatkan guna mencapai tujuan dari perusahaan. Akan tetapi pada sisi lain ukuran perusahaan akan menimbulkan hutang yang banyak dikarenakan resiko perusahaan untuk memenuhi tanggung jawabnya sangat kecil (Reni Elwisri et al. , 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan (Wahasusmiah & Arshinta, 2. yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh sighnifikan terhadap terhadap variabel nilai perusahaan Pengaruh Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan Dari tabel 4. 21 maka hasil analisis menunjukkan leverage memiliki nilai probability sebesar 8871 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel Profitabilitas secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Dengan demikian H0 diterima. dan H3 ditolak. Profitabilitas yang tinggi akan mem- peroleh tambahan modal yang cukup, sehingga perusahaan dapat meningkatkan efektifitas kinerjanya dalam meningkatkan nilai perusahaan. Hal ini sesuai dengan teori sinyal yang menyatakan bahwa informasi kondisi keuangan yang baik menandakan tingkat pengelolaan dana perusahaan berjalan efektif, sehingga mencerminkan prospek perusahaan dimasa yang akan datang dapat berjalan dengan baik. Informasi positif yang diberikan perusahaan kepada pihak investor akan memberikan dampak positif pada kenaikan nilai perusahaannya (Hadiwibowo & Sufina, 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan (Isnaini et al. variabel profitabilitas tidaki berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Pengaruh Struktur Modal terhadap Nilai Perusahaan dengan Kinerja Keuangan Sebagai Variabel Moderasi Hasil uji interaksi menunjukkan bahwa kinerja keuangan sebagai variable moderasi yang menunjukkan bahwa hasil interaksi variable Struktur Modal terhadap variable nilai perusahaan dengan hasil signifikan 0. 0001 < 0,05 hal ini menunjukan bahwa kinerja keuangan mampu memoderasi Struktur Modal dengan nilai perusahaan. Dengan demikian H0 ditolak dan H4 diterima. Struktur modal bertujuan menciptakan sumber dana jangka panjang dengan memaksimalkan harga Struktur modal memiliki tujuan untuk membandingkan pendanaan perusahaan jangka panjang dan jangka pendek. Pendanaan perusahaan dibedakan menjadi dua komponen, yaitu modal sendiri dan modal eksternal. Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan (Yani et , 2. dimana variable Kinerja keuangan tidak mampu memoderasi pengaruh Struktur Modal terhadap nilai perusahaan. JOSEAMB Vol. No. Tahun 2025 JOSEAMB ISSN: 2828-3031 Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan dengan Kinerja Keuangan sebagai Variabel Moderasi. Hasil uji interaksi menunjukkan bahwa kinerja keuangan sebagai variabel moderasi yang menunjukkan bahwa hasil interaksi variable ukuran perusahaan terhadap variable nilai perusahaan dengan hasil signifikan probability 0. 2162 > 0,05 hal ini menunjukan bahwa kinerja keuangan tidak mampu memoderasi ukuran perusahaan dengan nilai perusahaan. Dengan demikian H0 diterima dan H5 ditolak. Ukuran perusahaan dalam penelitian ini merupakan cerrminan besar kecilnya perusahaan yang Nampak dalam nilai total aktiva perusahaan. Semakin besar ukuran perusahaan, maka ada kecenderungan lebih banyak investor yang menaruh perhatian pada perusahaan tersebut. Hal ini disebabkan karena perusahaan yang besar cenderung memiliki kondisi yang lebih stabil. Kestabilan tersebut menarik investor untuk memiliki saham perusahaan tersebut. Kondisi tersebut menjadi penyebab atas naiknya harga saham perusahaan di pasar modal. Penelitian ini sejalan dengan (Wahasusmiah & Arshinta, 2. dimana Kinerja keuangan tidak dapat memoderasi karna dalam menanamkan modal investor tidak hanya melihat dari sisi ukuran perusahaan saja, akan tetapi faktorfaktor lain juga menjadi sebuah pertimbangan investor dalam menyalurkan dananya. Pengaruh Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan dengan Kinerja Keuangan Sebagai Variabel Moderasi Hasil uji interaksi menunjukkan bahwa kinerja keuangan sebagai variabel moderasi yang menunjukkan bahwa hasil interaksi variable Profitabilitas terhadap variable nilai perusahaan dengan hasil signifikan probability 0. 3943 > 0,05 hal ini menunjukan bahwa kinerja keuangan tidak mampu memoderasi profitabilitas dengan nilai perusahaan. Dengan demikian H0 diterima dan H6 ditolak. Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba terhadap penjualan yang dimiliki, total aktiva maupun modal sendiri. Pada penelitian ini profitabilitas diproksikan dengan Return On Asset (ROA) dan Return On Equity (ROE). Return On Asset (ROA) merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur laba bersih yang diperoleh dari penggunaan aktiva. Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan (Syafrin, 2. dimana variable Kinerja keuangan mampu memoderasi pengaruh Profitabilitas terhadap nilai perusahaan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa struktur modal yang diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020Ae2024. Sebaliknya, ukuran perusahaan (SIZE) dan profitabilitas yang diproksikan dengan Return on Asset (ROA) tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap nilai Penelitian ini juga menemukan bahwa kinerja keuangan berperan sebagai variabel moderasi yang mampu memperkuat hubungan antara struktur modal dan nilai perusahaan, namun justru memperlemah pengaruh ukuran perusahaan serta profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan struktur modal yang optimal dan kinerja keuangan yang sehat sebagai faktor utama dalam meningkatkan nilai perusahaan, khususnya pada sektor property dan real estate di Indonesia. BATASAN Penelitian ini tentu memiliki keterbatasan yang perlu diperhatikan. Pertama, objek penelitian hanya difokuskan pada perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sehingga hasilnya belum tentu dapat digeneralisasikan pada sektor industri lainnya. Kedua, periode pengamatan yang digunakan terbatas pada tahun 2020Ae2024, sehingga belum mampu menangkap dinamika jangka panjang terkait pengaruh variabel yang diteliti terhadap nilai perusahaan. Ketiga, penelitian ini hanya menggunakan tiga variabel independen yaitu struktur modal, ukuran perusahaan, dan profitabilitas dengan kinerja keuangan sebagai variabel moderasi, sedangkan faktor lain seperti likuiditas, kebijakan dividen, leverage operasional, maupun kondisi makroekonomi belum dimasukkan ke dalam model. Keempat, penelitian ini sepenuhnya menggunakan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan perusahaan, sehingga hasil analisis sangat bergantung pada keterbukaan dan keakuratan informasi yang dipublikasikan oleh masing-masing perusahaan. ISSN: 2828-3031 REFERENSI