Jurnal Agroteknologi. Vol. 15 No. Agustus 2024: 37Ae 46 DOI: 10. 24014/ja. Available online at https://ejournal. uin-suska. id/index. php/agroteknologi/ ISSN 2356-4091 . ISSN 2087-0620 . IDENTIFIKASI NEMATODA DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PTPN V SEI PAGAR (Identification of Nematodes In PTPN V Sei Pagar Oil Palm Plantatio. ARBI DARMAWAN1*. AHMAD TAUFIQ ARMINUDIN1. ELFI RAHMADANI1 Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian dan Peternakan. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Pekanbaru. Riau. Indonesia *E-mail: arbidarmawan1601@gmail. ABSTRACT Nematodes are plant pest organisms from the phylum Nemathelmithes which are composite in nature and attack various types of main crops such as oil palm so that they can cause varying losses. The heaviest losses usually occur at the end of the rainy season and the first 2-3 months of the dry This research aims to identify nematodes associated oil palm plants at the PTPN V Sei Pagar Oil Palm Plantation. The research was carried out in October Ae December 2023 in the form of surveys and observations using experimental methods containing the results of observations of nematode Root and soil samples were taken at PTPN V Sei Pagar, nematode extraction used a modified Baerman funnel method, and identification was carried out at the Pathology. Entomology. Microbiology and Soil Science Laboratory. Faculty of Agriculture and Animal Science. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. The results of the research showed that the nematode genera found at PTPN V Sei Pagar in two divisions and different planting years were 4 genera, namely Helicotylenchus. Mylonchulus. Rhabditis, and Aphelenchus. Keywords : identification, palm oil, nematodes. PENDAHULUAN Kelapa sawit merupakan tanaman industri penghasil minyak yang dapat dimanfaatkan sebagai biodissel dan menjadi sumber devisa bagi negara. Proses peningkatan produksi kelapa sawit masih dipengaruhi oleh faktor biotik dan abiotik. Menurut Dariansyah . , faktor biotik meliputi hama dan penyakit tanaman yang penting dan diperhatikan dalam budidaya kelapa sawit. Penyakit kelapa sawit disebabkan oleh patogen mikroorganisme seperti jamur, bakteri, virus, dan nematoda (Fauzi et al. Nematoda merupakan salah satu jenis organisme penggangu tanaman (OPT) penting dari Filum Nemathelminthes bersifat komposit, menyerang berbagai jenis tanaman utama (Mirsam et al. yang memiliki bentuk seperti benang memanjang atau berbentuk tabung dan kumparan (Astuti & Ruslan, 2. Kerusakan tanaman sawit akibat serangan nematoda, kurang disadari oleh para petani maupun petugas yang bekerja di bidang pertanian. Hal ini terjadi karena ukuran nematoda yang sangat kecil sehingga sulit diamati secara visual, selain itu gejala serangan nematoda tidak spesifik dan berjalan dengan lambat. Gejala nematoda mirip atau bercampur dengan gejala yang disebabkan kekurangan hara dan air, kerusakan akar dan pembuluh batang (Mustika 2. Nematoda mempunyai keragaman terbesar kedua setelah serangga pada kelompok organisme pengganggu tanaman (OPT) (Astuti & Ruslan 2. Nematoda adalah cacing yang bersifat mikrokopis, tidak bersegmen dan hidup di dalam tanah, tanaman, hewan dan manusia (Sagita et al. Nematoda ektoparasit yaitu nematoda yang keberadaan tubuhnya sebagian besar berada di luar tanaman. Nematoda endoparasit adalah nematoda yang seluruh bagian atau sebagian besar tubuhnya masuk ke dalam jaringan tanaman (Lisnawita 2. Nematoda parasit tumbuhan sebagian besar adalah anggota ordo Tylenchida dan Dorylaimida (Dropkin 1. Pertimbangan mengenai jumlah populasi dan beragam genus nematoda pada kelapa sawit termasuk hal yang penting dan utama. Diperlukan studi identifikasi nematoda pada pertanaman kelapa sawit sebagai sumber pengetahuan mengenai suatu sifat agroekosistem yang dikelola (Panjaitan 2. Jurnal Agroteknologi | DOI: 10. 24014/ja. Nematoda parasit terdiri dari berbagai macam genus seperti Pratylenchus. Helicotylenchus. Meloidogyne. Radopholus. Criconemoides. Hoplolaimus, dan Rotylenchulus (Indarti et al. Genus Meloidogyne misalnya, dikenal dapat menyebabkan pembentukan bintil akar yang merugikan sistem perakaran tanaman, mengganggu penyerapan nutrisi, serta menurunkan hasil produksi kelapa sawit secara signifikan. Selain itu, nematoda dari genus Pratylenchus juga merupakan ancaman penting bagi tanaman kelapa sawit karena menyebabkan luka pada akar yang dapat mengundang infeksi sekunder oleh patogen lain (Pradana, 2. Untuk menemukan genus nematoda, identifikasi dapat menjadi tolak ukur untuk mendapatkan nematoda parasit tanaman yang diambil dari akar atau tanah, karena nematoda parasit lebih dominan berasal dari tanah dan akar (Wahyuni 2. Populasi nematoda dipengaruhi oleh ketersediaan sumber makanan yang berupa akar tanaman (Wallace Gejala akibat infeksi nematoda parasit pada morfologi mengalami gangguan pertumbuhan tanaman seperti daun menguning, pertumbuhan tanaman terhambat . , tanaman menjadi layu meskipun suplai air mencukupi dan terbentuknya puru pada akar (Dutta et al. Menurut Balai Karantina Pertanian . , nematoda yang menyerang kelapa sawit dapat menimbulkan kerugian yang bervariasi, kerugian terberat akibat nematoda terjadi pada akhir musim penghujan dan musim pertama dalam 2-3 bulan musim kering Penurunan hasil produksi kelapa sawit akibat serangan nematoda parasit dapat mencapai 30% hingga 50%, tergantung pada tingkat infestasi dan jenis nematoda yang menyerang (Gintoron 2. Kerugian yang disebabkan nematoda akan berdampak pada morfologi kelapa sawit seperti pusat mahkota yang mengerdil, daun baru menjadi tergulung serta tumbuh tegak, daun berubah kuning kemudian mengering serta tandan bunga yang membusuk dan tidak membuka sehingga tidak menghasilkan buah. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Panjaitan . di perkebunan kelapa sawit PTPN VII Unit Usaha Rejosari. Lampung Selatan, dengan menggunakan metode penggabutan dan metode sentrifugasi, ditemukan bahwa jenis nematoda free-living berasal dari bangsa Rhabditida dan nematoda predator dari bangsa Mononchida. Nematoda-nematoda ini berperan dalam keseimbangan ekosistem tanah dan memiliki dampak terhadap produksi kelapa sawit. Selain itu, ditemukan juga nematoda yang bersifat parasitik pada tanaman kelapa sawit, yang berasal dari genus Pratylenchus dan Meloidogyne. Nematoda parasit ini merusak akar tanaman, mengganggu penyerapan nutrisi, dan pada akhirnya menyebabkan penurunan hasil produksi kelapa sawit secara signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa selain keberadaan nematoda free-living dan predator, nematoda parasit juga memiliki dampak yang merugikan terhadap pertumbuhan dan hasil kelapa sawit di perkebunan Distribusi nematoda dalam tanah umumnya banyak terdapat pada sekitar perakaran (Wahyuni 2. , identifikasi genus nematoda merupakan langkah awal yang sangat penting untuk dilakukan dalam mengetahui patogenesitas dari nematoda (Liswarini et al. BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Patologi. Entomologi. Mikrobiologi dan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau dengan sampel akar dan tanah sawit yang diambil dari lima titik sebaran di dua afdelling perkebunan kelapa sawit PTPN V Sei Pagar pada bulan Oktober Ae Desember 2023. Metode Penelitian Gambar 1. Titik Sampel . Tititk Tanaman . Titik Akar dan Tanah (Affandi et al. Jurnal Agroteknologi. Vol. 15 No. Agustus 2024: 37Ae 46 DOI: 10. 24014/ja. Available online at https://ejournal. uin-suska. id/index. php/agroteknologi/ ISSN 2356-4091 . ISSN 2087-0620 . Penelitian ini berbentuk survei dan pengamatan laboratorium dengan menggunakan metode deskriptif eksperimental yang memuat hasil pengamatan morfologi nematoda pada tanaman sawit. Penelitian ini menggunakan 5 tanaman sesuai dengan jarak titik sampel untuk diambil sampel akar dan tanah di sekitar tanaman sawit dari dua afdelling dengan tahun tanam 2018 dan 2022. Setiap afdelling diambil satu blok tanaman di Perkebunan Kelapa Sawit PTPN V Sei Pagar. Setiap 1 pohon diambil 3 titik sampel akar dan tanah dengan jarak 3 m untuk tahun tanam 2022 dan 6 m dari pohon untuk tahun tanam 2018 (Gambar . Metode ekstraksi-isolasi nematoda dari tanah yang digunakan dalam penelitian ini adalah modifikasi corong Baerman (Bramasta, 2. (Gambar . Gambar 2. Corong Baerman Modifikasi Parameter Pengamatan Genus Nematoda Untuk mengetahui Genus nematoda dilakukan pengamatan dengan melihat bentuk dari morfologi nematoda seperti bentuk ekor, stilet dan bentuk tubuh yang dilihat melalui mikroskop mikroskop cahaya . ight microscop. dengan kemampuan kontras fasa dan mikroskop stereo . tereo microscop. untuk pengamatan awal dan isolasi nematoda hidup dari sampel tanah. perbesaran 100 x. Sifat Nematoda Hasil dari pengamatan Genus nematoda akan dikelompokan menurut sifat yaitu endoparasit dan ekstoparasit. Populasi Nematoda Untuk menghitung populasi nematoda dilakukan di bawah mikroskop dengan menggunakan alat bantu hand counter. Jumlah populasi nematoda dari 500 gram persampel tanah dan akar dihitung dengan menambahkan jumlah rata-rata yang diperoleh dari 5 ml suspensi yang diulang 3 kali. Hasil perhitungan jumlah dimasukan kedalam rumus Perhitungan populasi (Rahman et al. sebagai Populasi Nematoda = 50 ml suspensi x rata-rata nematoda 5 ml suspensi yang diamati Hasil perhitungan populasi kemudian dihitung dengan menggunakan nilai indeks keragaman Shannom-Winner (HA. untuk mengetahui keragaman dari nematoda yang ditemukan (Septiani et al. Indeks keragaman yang dihitung menunjukan kekayaan nematoda dalam suatu jenis dan golongan keragaman suatu jenis. Berikut Rumus dari Indeks Keragaman Shannon-Winner (HA. HAo = -(Pi ln P. Keterangan: HAo = indeks Keragaman = jumlah spesies Pi = ni/N Ni = jumlah individu ke- i N = jumlah individu total Tabel 1. Nilai Tolak Ukur Indeks Keanekaragaman (HA. (Restu 2. Nilai Indeks Keanekaragaman (HA. H < 1,0 1,0 < H < 3,322 H > 3,322 Keterangan Keanekaragaman jenis tergolong rendah Keanekaragaman jenis tergolong sedang Keanekaragaman jenis tergolong tinggi Jurnal Agroteknologi | DOI: 10. 24014/ja. Analisis data Analisis data dilakukan secara statistik mengunakan uji ANOVA dan secara deskriptif, untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan modul online Interactive Diagnostic Key to Plant Parasitic. Freeliving and Predaceous Nematodes (Kerry et al. serta menggunakan buku Pedoman Diagnosis OPTK Golongan Nematoda (BPSB 2. dan perangkat lunak Microsoft Word versi 2010. HASIL DAN PEMBAHASAN Identifikasi Nematoda Hasil pengamatan morfologi dan sifat nematoda yang dilakukan di laboratorium dengan menggunakan mikroskop binokuler . dapat ditemukan 4 Genus pada sampel tanah dan akar . ahun tanam 2018 dan 2. disajikan pada Tabel 2. Tabel 2. Genus Nematoda yang ditemukan pada Perkebunan Kelapa Sawit PTPN V Sei Pagar Genus Helicotylenchus Mylonchulus Rhabditis Aphelenchus Ditemukan di Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Sifat Peran Parasit Saprofag Predator Oo Oo Oo Oo Oo Oo Keterangan Oo: Termasuk (-): Tidak Termasuk. Aa: Tanah 2018. Ba: Akar 2018. Ab: Tanah 2022. Bb: Akar 2018. Ep: Endoparasit. Ek: Ekstoparasit. Tabel 2 memperlihatkan hasil pengamatan genus nematoda pada sampel tanah dan akar tanaman sawit tahun tanam 2018 dan 2022 ditemukan 4 Genus nematoda yaitu Helicotylenchus. Mylonchulus. Rhabditis dan Aphelenchus. Masing-masing memiliki jenis dan sifat yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh jenis sampel dan umur tanaman. Helicotylenchus Nematoda genus Helicotylenchus dijumpai di sampel akar tanaman sawit pada tahun tanam 2018 dan 2022 dengan jenis endoparasit yang bersifat parasit. Bentuk nematoda genus Helicotylenchus dapat dilihat pada Gambar 2. Gambar 2. Morfologi Helicotylenchus . Hasil Pengamatan . Tarjan et al. Genus Helicotylenchus termasuk nematoda dengan bentuk spiral yang masuk sebagian kedalam akar, bahkan seluruh tubuhnya masuk kedalam akar untuk makan didalamnya . Ciri khusus pada genus Helicotylenchus adalah pada saat keadaan istrirahat atau mati nematoda ini akan membentuk spiral. Hal ini sesuai dengan May & Lyon . , dalam keadaan beristirahat, nematoda ini berbentuk spiral atau spiral terbuka dengan bagian kepala berbentuk kerucut tumpul dan ekor pendek. Nematoda genus Helicotylenchus berperan sebagai parasit pada tanaman yang bersifat endoparasit yaitu hidup di dalam jaringan tanaman dan paling sering dijumpai pada sampel akar. Helicotylenchus dapat menyebabkan nekrosis pada jaringan akar, yang berdampak pada gangguan penyerapan air dan nutrisi oleh tanaman, sehingga mempengaruhi kesehatan dan produktivitas Jurnal Agroteknologi. Vol. 15 No. Agustus 2024: 37Ae 46 DOI: 10. 24014/ja. Available online at https://ejournal. uin-suska. id/index. php/agroteknologi/ ISSN 2356-4091 . ISSN 2087-0620 . kelapa sawit (Cadet & Spaull 2. Pernyataan ini sama dengan hasil penelitian Panjaitan . yang menyatakan Helicotylenchus adalah nematoda yang paling dominan ditemukan pada sampel akar, karena jenis nematoda ini bersifat endoparasit yang bersifat parasit bagi tanaman. Keberadaan nematoda-nematoda ini sangat mempengaruhi kemampuan tanaman untuk menyerap nutrisi dan air secara optimal, yang pada akhirnya berdampak signifikan terhadap hasil produksi. Mylonchulus Nematoda genus Mylonchulus termasuk nematoda predator yang dijumpai di sampel tanah perkebunan kelapa sawit pada tahun tanam 2022. Menurut Novianta et al. , nematoda Mylonchulus di temukan pada rizofer perkebunan durian yang tumbuh vegetasi semak belukar. Bentuk nematoda genus Mylonchulus dapat dilihat pada Gambar 3. Gambar 3. Morfologi Nematoda Mylonchulus . Hasil Pengamatan Tubuh Nematoda . Tampak Mulut pada Anterior . Lekukan pada Ujung Ekor . Tarjan et al. Genus Mylonchulus termasuk nematoda predator dengan ciri utamanya ditemukan beberapa gigi di bagian anterior (Gambar 3 . dan ujung ekor memiliki lekukan menyemit tanpa siku patahan (Gambar 3 . Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Novianita et al. , yang menjelaskan tubuh nematoda Mylonchulus melengkung berputar setelah fiksasi dengan memiliki gigi pada anterior dan ujung ekor yang pendek dengan beberapa lekukan menyempit tanpa patahan. Peran nematoda genus Mylonchulus yaitu sebagai predator dan bukan parasit bagi tanaman Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Sarmah . nematoda predator tertinggi pada pertamanan wortel dilokasi 4 didominasi oleh genus Mylonchulus. Penelitian Swibawa et al. menambahkan bahwa ditemukannya 4 genus nematoda prodator yaitu Iotonchus. Mononchus. Mylonchulus, dan Miconchus. Kehadiran nematoda predator ini dapat membantu menjaga keseimbangan populasi nematoda parasit di tanah, sehingga dapat mengurangi kerusakan yang ditimbulkan oleh nematoda parasit terhadap tanaman kelapa sawit (Gintoron 2. Dengan demikian, nematoda predator memiliki relevansi yang positif dalam kesehatan tanaman kelapa sawit, karena mereka berfungsi sebagai agen pengendali alami terhadap nematoda parasit seperti Meloidogyne dan Pratylenchus, yang dapat merusak sistem akar dan mengurangi produktivitas tanaman (Pradana Rhabditis Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan dengan mikroskop cahaya perbesaran 100 x, nematoda Rhabditis memiliki stomata yang berbentuk tabung dengan ekor lancip dan tidak memiliki stilet (Gambar . Ciri morfologi nematoda Rhadbitis memiliki stomata berbentuk tabung memanjang dan silindris (Scholze & Sudhaus 2. tidak memiliki stilet maupun gigi dengan ujung ekor lancip memanjang (Tarjan et al. Nematoda genus Rhabidtis termasuk kedalam nematoda saprofag pemakan bakteri dan bahan-bahan organik. Rhabditis kebanyakan hidup dengan memakan bakteri dan jamur pengurai (Setiawan et al. Jurnal Agroteknologi | DOI: 10. 24014/ja. Gambar 4. Morfologi Nematoda Rhabditis . Hasil Pengamatan Kepala . Ekor (Perbesaran 100 . Tarjan et al. (Perbesaran 200 . Nematoda Rhabditis yang termasuk dalam ordo Rhabdituda memiliki peran sebagai predator dan saprofag di sekitar tanaman dan tidak bersifat parasit bagi tanaman kelapa sawit. Hal ini sesuai dengan Sorley . bahwa sebagian besar ordo Rhabditida adalah free living yaitu sebagai pemakan jamur, bakteri atau mikroorganisme di dalam tanah dan nematoda ini bermanfaat dalam proses dekomposisi bahan organik di dalam tanah. Peran ini membantu mengendalikan populasi nematoda parasit dan menjaga keseimbangan ekosistem tanah. Dengan demikian. Rhabditis memberikan dampak positif terhadap kesehatan tanaman kelapa sawit melalui mekanisme pengendalian alami dan peningkatan kesuburan tanah. Sebaliknya, nematoda parasit seperti Helicotylenchus dan Pratylenchus merusak akar tanaman, menyebabkan nekrosis dan gangguan penyerapan air serta nutrisi. Hal ini berdampak langsung pada pertumbuhan tanaman kelapa sawit dan hasil produksinya (Cadet & Spaull 2. Oleh karena itu, keberadaan nematoda predator seperti Rhabditis berperan penting dalam mengurangi kerusakan akibat nematoda parasit, serta menjaga produktivitas tanaman kelapa sawit di perkebunan. Aphelenchus Nematoda Aphelenchus termasuk nematoda saprofag dan predator bagi jamur. Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan dengan mikroskop cahaya perbesaran 100 x, nematoda genus Aphelenchus memiliki tubuh kecil berbentuk silindris yang memanjang. Bentuk tubuh Aphelenchus seperti Gambar 5. Gambar 5. Morfologi Aphelenchus . Hasil Pengamatan . Tarjan et al. Morfologi nematoda Aphelenchus memiliki ukuran kecil, silindris memanjang dan tidak memiliki knop. Hal ini sesuai dengan penelitian Setiawan et al. bahwa ukuran kecil sampai medium 0,4-1,2 mm dan silindris memanjang. Bagian kepalanya sedikit bersklerotin, stiletnya lemah atau tanpa knob. Bulbus esofagusnya berkembang baik, berbentuk persegi bulat. Peran nematoda Aphelenchus yaitu sebagai predator dan pengurai bahan organik tidak bersifat parasit bagi tanaman kelapa sawit. Hal ini selaras dengan hasil penelitian Setiawan . Aphelenchus adalah nematoda non parasit dan hidup sebagai pengurai dan predator bagi jamur. Widowati . menambahkan nematoda genus Aphelenchus termasuk dalam ordo Tylenchida memiliki stilet namun tanpa knop yang berfungsi sebagai alat penginjeksi enzim ke jamur, hal tersebut yang menyebabkan nematoda genus Aphelenhus dikenal sebagai pemakan miselia jamur, bukan Jurnal Agroteknologi. Vol. 15 No. Agustus 2024: 37Ae 46 DOI: 10. 24014/ja. Available online at https://ejournal. uin-suska. id/index. php/agroteknologi/ ISSN 2356-4091 . ISSN 2087-0620 . parasit bagi tanaman utama. Aphelenchus berperan penting dalam mengendalikan populasi jamur patogen di tanah, yang berpotensi merusak kesehatan akar tanaman kelapa sawit. Dengan memangsa jamur. Aphelenchus membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme di dalam tanah, sehingga secara tidak langsung melindungi tanaman dari infeksi jamur patogen yang dapat menyebabkan penyakit akar dan membahayakan produktivitas kelapa sawit (Pradana 2. Sebagai nematoda saprofag, mereka juga terlibat dalam proses dekomposisi bahan organik, yang berkontribusi pada peningkatan kesuburan tanah dan menyediakan nutrisi bagi tanaman. Populasi Nematoda Hasil pengamatan dan perhitungan dari dua afdelling yang dijadikan sampel terdapat beragam populasi nematoda di setiap titiknya, adapula yang tidak ditemukan nematoda di beberapa titik sampel. Data lengkap populasi nematoda di perkebunan kelapa sawit PTPN V Sei Pagar dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Data Rerata Populasi Nematoda/ 500 gram Akar dan Tanah di PTPN V Sei Pagar Peran Parasit Predator Saprofag Total Akar (A. Tanah (A. Akar (A. Tanah (B. Tabel 3. memperlihatkan bahwa populasi nematoda antar tahun tanam yang berbeda memiliki populasi tertinggi pada 2022 dan terendah pada tahun 2018. Hasil menunjukkan bahwa rerata total tertinggi pada sampel tanah di titik tahun tanam 2022 adalah sebanyak 64. 00 ekor, yang berbeda signifikan dibandingkan dengan titik tanah tahun tanam lainnya . < 0,. Sementara itu, rerata tertinggi untuk sampel akar ditemukan pada tahun tanam 2018 dengan jumlah 44. 00 ekor. Perbedaan rerata sampel tanah dan akar pada tahun tanam yang berbeda diduga karena berbedanya jenis tanah, vegetasi tanah dan curah hujan. Menurut Wallace . perubahan serta perbedaan populasi nematoda di dalam tanah dipengaruhi oleh curah hujan yang mengakibatkan kelembaban dan aerasi tanah berbeda. Gorny & Grum . menambahkan bahwa jumlah populasi dan keberadaan neamtoda akan berkurang dengan bertambahnya kedalaman profil tanah. Dari Tabel 3 dapat dijelaskan adanya perbedaan populasi nematoda pada sampel tanah dibandingkan dengan sampel akar, hal ini diduga karena nematoda lebih banyak hidup bebas di tanah dibandingkan didalam jaringan tanaman. Hal ini sesuai dengan pendapat Dropkin . , sebagian besar nematoda hidup bebas di dalam tanah. Ekosistem yang kaya akan bahan organik sangat menguntungkan bagi perkembangan dan pertumbuhan nematoda non-parasit, selanjutnya Swibawa . mengatakan bahwa nematoda parasit tumbuhan sangat bergantung pada akar tanaman sebagai sumber makanan. Dari data Populasi Tabel 3 dapat dihitung pula indeks keragaman nematoda pada suatu lokasi yang menggambarkan adanya keanekaragaman jenis nematoda dilokasi tersebut. Nilai indeks keragaman tergantung pada jumlah individu yang didapat, sehingga semakin kecil jumlah jenis dan jumlah individu tiap jenis, maka keragaman nematoda semakin kecil, dan juga sebaliknya. Indeks Keragaman Nematoda Dari data populasi nematoda maka dapat diketahui pula indeks keragaman nematoda seperti data pada Tabel 4. Indeks keragaman nematoda tanaman kelapa sawit ditahun tanam 2018 dan 2022 berada pada kategori rendah, hal ini dipengaruhi oleh rendahnya jumlah individu nematoda yang diperoleh pada kedua lokasi. Angka keragaman tertinggi terdapat pada sampel tanah tahun tanam 2018 dengan angka rerata HAo: 0,59. Keanekaragaman nematoda dipengaruhi oleh faktor suhu, kelembapan, pH tanah dan unsur hara, suhu rata-rata berkisar antara 26AC hingga 32AC, dengan kelembapan relatif sekitar 70% hingga 90% dan pH tanah antara 5,5 hingga 7,0, yang dianggap optimal untuk pertumbuhan tanaman kelapa sawit dan mendukung populasi nematoda (Pradana Rendahnya indeks keragaman nematoda di PTPN V Sei Pagar diduga karena keadaan sampel tanah yang terlalu lembab hampir basah bahkan beberapa titik tergenang dengan jenis tanah lempung Hal ini sesuai dengan pernyataan Nisa et al. yang menyatakan bahwa kondisi Jurnal Agroteknologi | DOI: 10. 24014/ja. kelembaban yang tinggi dapat menghambat pergerakan nematida yang mungkin menyebabkan penurunan produksi dan populasi. Wallace . menambahkan kelembapan tanah, jenis tanah dan aerasi saling berkaitan dalam mempengaruhi keragaman nematoda. Hasil penelitian Griffin et al. menyatakan populasi nematoda Tylenchorchychus dan Xiphinema dipengaruhi oleh suhu dan Tabel 4. Indeks Keragaman Nematoda pada Perkebunan Kelapa Sawit PTPN V Sei Pagar Sampel HAo Akar Tanah Rendah Rendah Akar Tanah Rendah Rendah Keterangan: HAo= Indeks Keragaman. Tiga Kriteria untuk Nilai Indeks Keanekaragaman yaitu. Rendah, jika Nilai H = Kurang dari Satu, . Sedang, jika Nilai H = Antara Satu dan Dua, . Tinggi, jika Nilai H = Lebih dari Dua (Magurran. Selain kelembaban dan jenis tanah, pH tanah juga mempengaruhi keragaman nematoda, pada sampel penelitian pH tanah berada pada angka 4-5 yang tergolong masam. Hasil penelitian Dmowska dan Kozlowska . menghasilkan pada pH tanah 3. 7 Ae 4. 3 tidak ditemukan nematoda Dorylaimus dan hanya ditemukan sedikit nematoda omnivora. Dari hasil pengamatan keanekaragaman nematoda ini dapat disimpulkan bahwa perkebunan kelapa sawi PTPN V Sei Pagar menunjukkan tingkat indeks keanekaragaman yang rendah yang artinya populasi nematoda di perkebunan ini belum menghawatirkan dan belum menjadi hama penting bagi tanaman. KESIMPULAN Genus nematoda yang ditemukan di PTPN V Sei Pagar pada dua afdeling dan tahun tanam yang berbeda sebanyak 4 genus yaitu Helicotylenchus. Mylonchulus. Rhabditis dan Aphelenchus. DAFTAR PUSTAKA