Jurnal Abdimas Medika Volume 3. Nomor 1. Tahun 2022 ISSN 2723-4029 (Ceta. ISSN 2723-696X (Onlin. Halaman 52-55 SOSIALISASI UPAYA ELIMINASI TUBERCULOSIS MELALUI PERAN KOMUNITAS Muhammad Rafli Aidillah1. Sumarni2. Dwi Ida Puspita Sari3 1,2,3 Program Studi Administrasi Kesehatan. ITKES Wiyata Husada Samarinda E-mail: 1 rafliaidillah@gmail. com, 2 sumarni@itkeswhs. id, 3dwiida@itkeswhs. Abstrak Penyakit Tuberculosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang menyerang paru-paru. Tuberculosis merupakan penyakit tertua yang saat ini masih menjadi beban bagi beberapa negara. Kelompok rentan terhadap Tuberculosis merupakan kelompok umur produktif 15-54 Tahun. Maka melalui pengabdian masyarakat ini dengan mengetahui bahwa adanya kelompok umur rentan penyebaran Tuberkulosis sehingga ada inisiatif melakukan sosialisasi bersifat edukasi interaktif yang memberikan wadah untuk menakar pentingnya mencegah rantai penyebaran Tuberculosis sejak dini, serta dalam upaya eliminasi TBC ini dapat dipahami diberbagai tingkat komunitas yang berada di Tujuan dari kegiatan ini menjangkau secara luas penyebaran informasi peran penting komunitas masyarakat dalam eliminasi Tuberculosis. Jangkauan yang dihasilkan dari edukasi melalui media social ini dengan total akun jangkauan sebanyak 967 akun yang terdiri dari 556 pengikut dan 411 bukan pengikut. Pada dasarnya dalam upaya eliminasi tuberculosis ini berpedoman untuk bagaimana membuat orang sehat tetaplah sehat tanpa harus terjangkit/terinfeksi bakteri tuberculosis dan bagaimana membuat orang sakit bisa sembuh yang mana penderita TBC bisa disembuhkan dengan rutin minum Serta dengan adanya model diskusi ini menyadarkan kita pentingnya melakukan peran aktif dalam eliminasi tuberculosis melalui upaya Kerjasama lintas sector dan komunitas. Kata Kunci: Tuberculosis. Sosialisasi. Pengabdian Masyarakat PENDAHULUAN Sejarah menyatakan bahwa salah satu penyakit tertua yang saat ini masih menjadi beban bagi beberapa negara yaitu Tuberculosis. Penyakit Tuberculosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang menyerang paru-paru, namun bakteri ini juga dapat menyerang fungsi otak, tulang belakang dan ginjal. Angka kejadian, kesakitan maupun kematian yang disebabkan oleh Tuberculosis terus meningkat di beberapa negara. Kondisi saat ini jumlah kasus Tuberculosis di dunia 9 juta kasus, negara dengan peringkat beban kasus Tuberculosis tertinggi di Dunia ditempati oleh India dengan estimasi total penderita 2. 5 juta jiwa, cina 842 ribu jiwa, dan Indonesia 824 ribu jiwa1. Rantai Tuberculosis yang kita ketahui menular melalui udara yang dimana ketika penderita TBC tersebut berbicara, tertawa, batuk, bersin atau meludah dan kemudian dropletnya terhirup oleh saluran pernafasan seseorang, maka besar kemungkinan bakteri penyebab TBC tersebut bisa menginfeksi2. Rantai penyebaran yang begitu mudah melalui udara maka tidaklah mengherankan jika bakteri TBC peningkatan kasusnya untuk beberapa negara kian meningkat. Kajian induktif mengenai faktor yang mempengaruhi peningkatan kasus TBC di suatu negara atau kelompok masyarakat ialah . Faktor kepadatan penduduk, . Lingkungan, . Perilaku Hidup Bersih & Sehat, . Kondisi Ekonomi, . Tingkat Pendidikan, dan . Pemanfaatan pelayanan kesehatan 3. Indonesia sebagai negara yang masuk dalam peringkat ketiga dengan kasus Tuberculosis Jurnal Abdimas Medika Volume 3. Nomor 1. Tahun 2022 ISSN 2723-4029 (Ceta. ISSN 2723-696X (Onlin. kasus/penderita TBC akan mengancam kelangsungan hidup penduduk dan generasi Kelompok Tuberculosis merupakan kelompok umur produktif 15-54 Tahun4. Selain itu tanyangan lainnya ialah adanya kelompok risiko lainnya yaitu bayi dan balita yang juga menjadi kelompok rentan penyebaran Tuberculosis. Eliminasi Tuberculosis Indonesia memerlukan pendekatan multisectoral yang mengidentifikasi dan menyembuhkan orang dengan tuberculosis. Adapun gerakan bersama yang dicetuskan oleh beberapa negara yang kita SDGAos (Sustainable Development Goal. dengan tujuan salah satunya akhiri epidemi TBC Tahun 2050. Melalui program ini seluruh lintas sector akan bekerja dalam upaya eliminasi TBC di Dunia. Indonesia telah melakukan integrasi dari tujuan eliminasi tersebut yang mana telah lama dituangkan dalam standar minimal pelayanan bidang kesehatan dari tahun ke TBC terbentuknya program TOSS TB (Temukan. Obati. Sampai Sembuh TBC). Maka melalui pengabdian masyarakat ini dengan mengetahui bahwa adanya Tuberkulosis sehingga ada inisiatif melakukan sosialisasi bersifat edukasi interaktif yang pentingnya mencegah rantai penyebaran Tuberculosis sejak dini, serta dalam upaya eliminasi TBC ini dapat dipahami diberbagai tingkat komunitas yang berada di masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini menjangkau secara luas penyebaran informasi peran penting komunitas masyarakat dalam eliminasi Tuberculosis. METODE PENGABDIAN Metode yang digunakan dengan cara diskusi interaktif melalui Media Sosial (Instagra. yang menyasar kalangan muda pengguna media social. Edukasi seperti ini lazim dilakukan di era teknologi sekarang ini dengan memanfaatkan platform social media Halaman 52-55 (Instagra. sebagai sarana melakukan diskusi interaktif yang menggalang pertanyaan dari para penonton. Penonton yang bertanya melalui kolom komentar merupakan feedback dalam diskusi tersebut. Tema yang diangkat AuPeran Komunitas dalam Pelaksanaan Eliminasi TBCAy. Kegiatan ini dilaksanakan tepat diperingatinya Hari Tuberculosis Sedunia pada tanggal 24 Maret 2022. HASIL DAN PEMBAHASAN Terdapat lima tingkatan pencegahan dalam mencegah penyakit salah satunya (Promosi kesehata. , promosi kesehatan dengan edukasi menggunakan media social lazim dilakukan tergantung sasaran maupun tujuan yang ingin dicapai dalam promosi tersebut. Mengetahui bahwa kelompok rentan dalam rantai penyebaran Tuberculosis ini adalah pada usia produktif kelompok umur 15-54 tahun sehingga ada inisiatif untuk membuat sosialisasi dengan diskusi interaktif ini melalui platform media social yang menjaring kalangan muda pengguna media social Instagram. Jangkauan yang dihasilkan dari edukasi melalui media social ini dengan total akun jangkauan sebanyak 967 akun yang terdiri dari 556 pengikut dan 411 bukan Selain melihat/menyaksikan secara langsung sebesar 487 akun. Jangkauan yang cukup besar adalah masyarakat yang dapat secara efektif dan efisien untuk melakukan sosialisasi serta diskusi terkait upaya eliminasi Tuberculosis. Timbal balik yang kami terima dari penonton dibuktikan dengan adanya tanya jawab atau diskusi terkait tema yang telah kami angkat mengenai upaya eliminasi Tuberculosis, salah satu penanya menanyakan perkembangan terkini situasi Tuberculosis di Indonesia khususnya di Kalimantan Timur. AuBagaimana perkembangan atau data terakhir mengenai kasus Tuberculosis di Indonesia khususnya di Kalimantan Timur PakAy @Mx. Jurnal Abdimas Medika Volume 3. Nomor 1. Tahun 2022 ISSN 2723-4029 (Ceta. ISSN 2723-696X (Onlin. Yang kemudian di tanggapi langsung. AuPerkembangan saat ini di Indonesia terbilang masih dalam kategori kasus kejadian/ incident rate tinggi untuk kasus tuberculosis sehingga ini menjadi perhatian Kita, bahkan data terakhir menunjukkan Indonesia berada pada angka 300 ribu penduduk dilaporkan dengan TBC, khusus untuk kaltim sendiri yang kami tahu menyumbang sekitar 19% dari angka Nasional dengan estimasi 10 ribu-18 ribu orangAy Muhammad Rafli Aidillah Dari jawaban tersebut tentu selaras dengan Tuberculosis Kementerian Kesehatan yang menampilkan situasi terkini di Indonesia dengan jumlah 235 ribu jiwa yang diperkirakan kasus TB diangka 824. 000 ribu jiwa5. Pentingnya pencegahan dan eliminasi kasus tuberculosis di Indonesia telah didukung oleh beberapa regulasi dan dukungan pemerintah melalui beberapa program diantaranya program deteksi dini, optimalisasi pelaporan kasus baru, melakukan jejaring lintas sector, hingga pada pendampingan kasus pasien tuberculosis dalam konsumsi obat6. Selain itu menyangkut tema diskusi ini salah satu penonton berkomentar dalam diskusi tersebut dan mengatakan: Halaman 52-55 sehingga, menyulitkan bagi tenaga kesehatan lainnya untuk mengidentifikasi kontak bagi kasus tersebut. Maka di program TOSS TBC ini ada yang Namanya Technical Officer Public Private Mix yang melakukan jejaring kesemua stakeholder guna memperkuat lini dalam pencegahan dan upaya eliminasi TBC iniAy Muhammad Rafli Aidillah Dengan memperkuat jejaring lintas sector merupakan kunci yang dapat digunakan dalam upaya mengakhiri epidemi TBC ini secara Bersama. Pada intinya dalam upaya eliminasi tuberculosis ini berpedoman untuk bagaimana membuat orang sehat tetaplah sehat tanpa harus terjangkit/terinfeksi bakteri tuberculosis dan bagaimana membuat orang sakit bisa sembuh yang mana penderita TBC bisa disembuhkan dengan rutin minum obat. Melalui program yang telah ada pada TOSS TBC dan adanya kader pendamping TB bagi orang dengan TB akan membantu para penderita untuk rutim minum obat selama 6 bulan lamanya7. DOKUMENTASI KEGIATAN AuUpaya apa yang dapat dilakukan untuk mempercepat eliminasi Tuberculosis dan mengakhiri epidemi TB tahun 2030Ay @Rx . Yang kemudian ditanggapi langsung. AuPercepatan eliminasi TB dapat dilakukan dengan usaha Bersama semua pihak tidak hanya instansi pemerintahan saja namun seluruh organisasi non pemerintah dapat membantu dalam upaya ini, namun secara faktanya dilapangan keadaan ini masih sangat sulit ditemukan contohnya saja dari segi pelaporan kasus baru yang harus dinput oleh fasyankes itu mereka tidak lakukan Gambar 1. Jangkauan Penonton dalam Diskusi Jurnal Abdimas Medika Volume 3. Nomor 1. Tahun 2022 ISSN 2723-4029 (Ceta. ISSN 2723-696X (Onlin. Gambar 2. Proses sosialisasi dan diskusi RENCANA TINDAK LANJUT Kedepannya kegiatan ini dapat terus dilakukan dengan mengangkat isu-isu yang terkini mengenai uapaya mengakhiri epidemi Tuberculosis. Kedepannya diskusi melalui platform ini menjadi pemicu untuk dapat menghadirkan narasumber yang dapat menjelaskan mengenai mekanisme yang telah berjalan serta mampu melakukan forecasting apakah mengakhiri epidemi TBC di tahun 2050 dapat diwujudkan. SIMPULAN Kegiatan ini berhasil menjangkau khalayak sosialisasi peran komunitas dalam upaya eliminasi TBC untuk mengakhiri epidemi Tuberculosis. SARAN Untuk melakukan kegiatan yang sama diharapkan dapat memanfaatkan fitur platform media social Instagram lainnya yang mana untuk menambah jumlah peserta yang menyaksikan dapat melakukan promosi iklan sehingga jangkauan dalam uapaya memberi edukasi ke masyarakat makin lebih luas. Selanjutnya untuk kegiatan serupa dapat menghadirkan narasumber yang berasal dari program TOSS TB Kementerian kesehatan Republik Indonesia dengan membahas forecasting mengenai pencapaian mengakhiri epidemi Tuberculosis 2050. DAFTAR PUSTAKA