Journal Point Equilibrium Manajemen dan Akuntansi ISSN: 2686-1135 . Vol. 7 No. Oktober 2025, pp. Publisher: Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Barat Hubungan Faktor Eksternal Terhadap Keberhasilan UMKM Kuliner Dalam Menghadapi Persaingan Industri (Studi Kasus Pada UMKM Kuliner di Kota Makassa. Irma Suryani Universitas Negeri Makassar. Makassar. Indonesia email: andiirmasuryani112@gmail. Diah Retno Dwi Astuti Universitas Negeri Makassar. Makassar. Indonesia email: diah. retno@unm. Muhammad Syafri Universitas Negeri Makassar. Makassar. Indonesia email: muhammadsyafri@unm. Abd Rahim Universitas Negeri Makassar. Makassar. Indonesia email: abd. rahim@unm. Sri Astuty Universitas Negeri Makassar. Makassar. Indonesia email: sri. astuty@unm. Abstract Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. often face challenges in accessing capital and dealing with complex regulations, both of which hinder their growth and development. This study aims to identify the external factors that influence the success of culinary MSMEs in facing industrial competition and to analyze how these external factors relate to their competitive success. The research employs a descriptive quantitative approach, with data collected through questionnaires distributed to 99 culinary MSME owners. The results of the analysis indicate that there is no significant relationship between the legal framework and access to finance and the competitive success of culinary MSMEs. However, human resource capacity demonstrates a significant relationship with competitive success. The findings show that human resource capacity (HRC) presents a significant difference between observed and expected values. Keywords: Income Inequality. Economic Growth. Unemployment Rate. Human Development Index Received: 29 April 2023. Accepted: 20 Nov 2023. Published: 24 Dec 2023 A. Irma Suryani. Diah Retno Dwi Astuti. Muhammad Syafri. Abd Rahim. Sri Astuty Tantangan yang dihadapi UMKM dalam mengakses modal dan peraturan yang kompleks, yang menghambat perkembangan mereka. Tujuan untuk mengetahui Apa saja faktor-faktor eksternal yang berhubungan terhadap keberhasilan UMKM Kuliner dalam menghadapi persaingan industri. Untuk mengetahui bagaimana faktor-faktor eksternal berhubungan terhadap keberhasilan UMKM Kuliner dalam menghadapi persaingan industri. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 99 pelaku UMKM kuliner. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara kerangka hukum dan Akses ke Pendanaan (APE) terhadap Keberhasilan bersaing, tetapi berhunugan Kapasitas Sumberdaya Manusia. dengan serta kapasitas sumber daya manusia terhadap keberhasilan bersaing UMKM kuliner. Kapasitas SDM (KSDM) menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara nilai observasi dan ekspektasi. Keywords: The relationship between external factors. MSME Success, and Industrial Competition Pendahuluan Kontribusi UMKM dalam menyediakan banyak kesempatan kerja dan menambah pendapatan negara merupakan salah satu upaya dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia atas pengembangan terhadap sektor UMKM (Umiyati, 2. Namun pada kenyataannya banyak UMKM di Indonesia yang ingin mengembangkan usahanya mengalami kesulitan, tidak dapat berkembang karena keterbatasan modal serta akses pembiayaan dari perbankan yang terbatas. UMKM mengalami kesulitan pendanaan atau permodalan karena ketidakmampuan mereka untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh bank (Yulianingsih. Usaha mikro menurut lembaga-lembaga internasional adalah usaha non pertanian dengan jumlah pekerja maksimal 10 orang . ermasuk wirausaha, pekerja magang, pekerja upahan dan pekerja yang tidak dibayar karena termasuk anggota keluarg. , menggunakan teknologi sederhana atau tradisional, memiliki keterbatasan akses terhadap kredit, mempunyai kemampuan manajerial rendah dan cenderung beroperasi di sektor informal (Rabbani et al. , 2. Kelemahan struktural merupakan kelemahan dalam struktur perusahaan, misalnya bidang manajemen dan organisasi, pengendalian mutu, pengadopsian dan penguasaan teknologi, kesulitan mencari permodalan, tenaga kerja masih lokal dan terbatasnya akses pasti (Ardiyanti, 2. UMKM mempunyai peranan penting yang mampu memberikan manfaat sosial yaitu mereduksi ketimpangan pendapatan. Hubungan Faktor EksternalA terutama di negara-negara berkembang. Peranan usaha kecil tidak hanya menyediakan barang-barang dan jasa bagi konsumen yang berdaya beli rendah, tetapi juga bagi konsumen perkotaan lain yang berdaya beli lebih tinggi (Thana et al. , 2. Dari sajian makanan tradisional seperti Coto Makassar. Konro, hingga hidangan laut segar. UMKM kuliner tidak hanya menyediakan makanan yang lezat, tetapi juga menjadi wahana untuk menjaga dan memperkaya warisan budaya kuliner Makassar yang kaya. Di samping itu. UMKM kuliner juga berperan dalam menciptakan lapangan kerja lokal, memperkuat ikatan sosial di komunitas, dan mendorong pertumbuhan pariwisata, sehingga berkontribusi secara signifikan pada pembangunan ekonomi dan sosial Kota Makassar. Lingkungan eksternal mempunyai peranan yang besar dalam mempengaruhi pengambilan keputusan manajerial proses dan struktur organisasi. Ketidakpastian lingkungan yang tinggi akan berpengaruh terhadap proses perencanaan baik strategi maupun operasional perusahaan (Rahmawati et al. , 2. Kompetensi Pelaku Usaha memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kreatifitas Strategi Pemasaran. Akses Permodalan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kreatifitas Strategi Pemasaran. Kreatifitas Strategi Pemasaran memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja UMKM, namun Akses Permodalan memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Kinerja UMKM, dan Kompetensi Pelaku Usaha memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Kinerja UKM. Hasil ini agar dapat sebagai rujukan pihak pemerintah dalam mendukung peningkatan kinerja para pelaku UMKM dengan memperhatikan an faktor Kompetensi. Kreatifitas Pemasaran namun tidak mengabaikan faktor akses permodalan sehingga dapat turut meningkatkan pendapatan Diana, et, al. Hasil penelitian secara simultan menunjukkan bahwa faktor eksternal dan internal berpengaruh positif terhadap perkembangan UMKM. Sedangkan, hasil secara parsial menunjukkan bahwa hanya aspek sosial dan ekonomi dari faktor eksternal yang terbukti berpengaruh positif, kemudian dari faktor internal juga hanya aspek modal saja yang berpengaruh terhadap perkembangan UMKM. Aspekaspek lain dari faktor eksternal dan internal tidak terbukti berpengaruh terhadap perkembangan UMKM. Kristianti . Irma Suryani. Diah Retno Dwi Astuti. Muhammad Syafri. Abd Rahim. Sri Astuty Aryani . menunjukkan besarnya R Square (R2 ) Kinerja UMKM adalah sebesar 0,506. Artinya adalah faktor internal, faktor eksternal, dan faktor kewirausahaan memberikan kontribusi pengaruh sebesar 50,6% terhadap kinerja UMKM. Sedangkan sisanya sebesar 49,4% dipengaruhi oleh faktor lain. Simpulan penelitian ini adalah faktor eksternal, faktor internal, dan kewirausahaan berpengaruh dan signifikan terhadap Kinerja UMKM. Berdasarkan hasil uji t-statistic, diperoleh hasil bahwa faktor eskternal merupakan faktor yang paling berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja UMKM. Sedangkan dalam Siswanti . penelitiannya menunjukkan bahwa faktor internal dan faktor ekternal memiliki hubungan positif dan searah, yang ditunjukkan dengan nilai koefisien b1 sebesar 0, 673, dan b2 sebesar 0,308. Sedangkan hasil uji hipotesis secara parasial variabel bebas tersebut berpengaruh terhadap kinerja UMKM yang ditunjukkan dengan nilai thitung > ttabel. Hasil uji hipotesis secara simultan juga menunjukkan bahwa secara bersama-sama faktor internal dan faktor eksternal berpengaruh terhadap kinerja UMKM, dimana nilai Fhitung > Ftabel, dan nilai koefisien determinasi sebesar 46,4% Berdasarkan latar belakang dan penelitian-penelitian terdahulu, maka peneliti melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Faktor Eksternal Terhadap Keberhasilan Umkm Kuliner Dalam Menghadapi Persaingan Industri (Studi Kasus Pada UMKM Kuliner di Kota Makassa. Ay. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Apa saja faktor-faktor eksternal yang berhubungan terhadap keberhasilan UMKM Kuliner dalam menghadapi persaingan industri. Untuk mengetahui bagaimana faktor-faktor eksternal berhubungan terhadap keberhasilan UMKM Kuliner dalam menghadapi persaingan industri. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Analisis data kuantitatif merupakan suatu analisis data melibatkan angka, nilai maupun numerik. Penelitian kuantitatif merupakan jenis penelitian yang mampu menghasilkan suatu penemuan dengan melalui prosedur penelitian statistik maupun cara pengukuran lainnya. Sedangkan analisa data secara deskriptif merupakan analisis data dengan cara menggambarkan atau menjabarkan hasil yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan. Hubungan Faktor EksternalA Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai dengan Oktober 2024. Penelitian ini dilakukan di Kota Makassar Sulawesi Selatan. Populasi yang terdapat dalam penelitian ini adalah pelaku UMKM Kuliner yang ada di Kota Makassar. Berdasarkan data dari dinas koperasi dan UMKM Kota Makassar pada tahun 2023, jumlah UMKM dalam bidang Kuliner di Kota Makassar sebanyak 8. Maka dapat ditarik 10-15% atau 15-25% atau bahkan lebih. Ukuran sampel yang dapat dikatakan valid dalam penelitian adalah sampel yang berjumlah antara 30-500Ay. Dalam rumus slovin terdapat ketentuan untuk menentukan tingkat kesalahan, yaitu: Nilai e = 10% . apabila populasi dalam jumlah besar Nilai e = 20% . apabila populasi dalam bentuk kecil Ukuran sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin, ycA ycu= 1 ycA. 2 n = number of samples . umlah sampe. N = total population . umlah seluruh anggota populas. e = Error tolerance . oleransi terhadinya eror 0,. ycu= 1 8. = 98,79 83,05 Berdasarkan perrhitungan di atas, maka sampel yang digunakan melalui perhitungan rumus slovin dalam penelitian ini adalah sebanyak 98,79 atau dibulatkan menjadi 99. Dengan sampel tersebut, peneliti akan mendistribsui secara random kepada Sebagian dari 15 kecamatan di Kota Makassar. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan, yaitu penelitian yang dilakukan dengan turun langsung ke lokasi penelitian dengan tujuan untuk memperoleh data yang dibutuhkan dalam penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah A. Irma Suryani. Diah Retno Dwi Astuti. Muhammad Syafri. Abd Rahim. Sri Astuty menggunakan kuesioner . , dimana kuesioner merupakan sebuah teknik pengumpulan data dengan cara menyediakan dan memberikan beberapa pertanyaan tertulis tentang data yang ingin diperoleh dalam penelitian untuk dijawab oleh responden (Sugiyono. Dalam penelitian ini, kuisioner akan ditujukan dan diberikan kepada subjek penelitian yaitu para pelaku UMKM kuliner yang ada di Kota Makassar. Uji Instrumen Penelitian Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah jawaban dari responden sudah cocok dan siap diolah lebih lanjut atau tidak. Suatu instrumen baru dapat dikatakan valid apabila nilai r hitung . orrelated / total indikato. > r tabel. Namun apabila nilai r hitung . orrelated / total indikato. < r tabel, berarti item instrumen yang digunakan tidak Uji Reliabilitas Uji reliabilitas merupakan suatu pengujian untuk mengetahui sejauh mana alat ukur yang digunakan konsisten. konsisten artinya apabila alat ukur digunakan untuk mengukur objek yang sama, hasil yang diperoleh juga akan tetap sama. Dalam uji reliabilitas, metode yang digunakan adalah Alpha Cronbach yaitu metode yang mengukur reliabilitas sebuah tes yang melakukan pengukuran terhadap sikap dan Instrumen penelitian dapat dikatakan reliabel apabila koefisien reliabilitas . > 0,6. Uji Hipotesis Penelitian Uji Chi Square Chi-square adalah salah satu jenis uji komperatif yang dilakukan pada dua variabel dimana skala data kedua variabel adalah nominal. Distribusi Chi-square . ibaca Aukhai squareAy atau khai kuadrat dengan simbol x. 1 adalah distribusi probabilitas teoritis yang asimetrik dan kontinyu. Nilai sebuah x 2selalu positif antara 0 sampai dengan Cu . ak hingg. atau 0 O x2 O Cu , tidak seperti distribusi normal atau distribusi t yang dapat bernilai negatif. Nilai statistik x 2 dihitung dengan rumus sebagai berikut: Hubungan Faktor EksternalA . Oe yceyce ) ycu2 = yceyce yce0 = banyaknya frekuensi yang diobservasi ycee = banyaknya frekuensi yang diharapkan. Results and Discussion Dalam penelitian ini, kuisioner yang dibagikan sebanyak 99 partisipan secara random diseluruh Kota Makassar. Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk menunjukkan sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur angket . Dari perhitungan diperoleh hasil responden dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 1. Hasil Uji Validasi Instrumen Variabel Item Validitas Variabel Peryantaan r Tabel Keterangan Hitung Kerangka KHP. 0,144 0,1663 Tidak Valid Hukum dan KHP. 0,234 0,1663 Valid Peraturan KHP. 0,319 0,1663 Valid (KHP) KHP. 0,353 0,1663 Valid Akses ke APE. 0,259 0,1663 Valid Pendanaan APE. 0,261 0,1663 Valid (APE) APE. 0,27 0,1663 Valid APE. 0,43 0,1663 Valid APE. 0,409 0,1663 Valid APE. 0,413 0,1663 Valid Kapasitas KSDM. 0,171 0,1663 Valid SDM (KSDM KSDM. 0,321 0,1663 Valid KSDM. 0,289 0,1663 Valid KSDM. 0,42 0,1663 Valid A. Irma Suryani. Diah Retno Dwi Astuti. Muhammad Syafri. Abd Rahim. Sri Astuty KSDM. 0,322 0,1663 Valid KSDM. 0,284 0,1663 Valid KSDM. 0,334 0,1663 Valid Keberhasilan Bersaing (KN) KN. 0,378 0,1663 KN. 0,356 0,1663 KN. 0,522 0,1663 KN. 0,366 0,1663 KN. 0,478 0,1663 KN. 0,463 0,1663 Sumber : Hasil olahan data SPSS for windows 2010, 2024 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Hasil Uji Reliabilitas Berikut adalah hasil pengujian reliabilitas untuk setiap variabel dalam penelitian ini: Tabel 2 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Variabel Penelitian Variabel Keterampilan Tabel Hitung KHP 0,60 Reliabel APE 0,60 Reliabel KSDM 0,60 Reliabel 0,60 Reliabel Sumber : Hasil olahan data SPSS for windows 2010, 2024 Hasil analisis data mengungkapkan bahwa nilai Cronbach's alpha untuk variabel-variabel dalam penelitian ini melebihi 0,60. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pernyataan-pernyataan dalam kuesioner memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi, menunjukkan bahwa alat ukur ini cukup konsisten dan dapat dipercaya dalam mengukur konsep yang diteliti Analisis One Sample Chi-Square Test Analisis ini dilihat berdasarkan 4 indikator utama yaitu kerangka hukum dan peraturan, akses ke pendanaan, kapasitas SDM, dan Keberhasilan Bersaing. Tabel 3 Deskriptif Analisis Hubungan Faktor EksternalA Variabel Min Max Mean Jumlah Rantang Responden Nilai KHP 10,52 APE 20,60 KSDM 23,37 21,31 Sumber : Hasil olahan data SPSSdan Excel for windows 2010. Tabel 4 Hasil Analisis Chi-Square Test Variabel Nilai Asimptotik Signifikansi . KHP 1,727a 0,631 APE 68,576 0,000 KSDM 49,727a 0,000 Sumber : Hasil olahan data SPSS for windows 2010, 2024 Faktor eksternal terhadap keberhasilan UMKM kuliner dalam menghadapi persaingan industri menunukkan bahwa adanya hubungan secara signifikan antara faktor eksternal terhadap keberhasilan UMKM Terdapat 1 tidak valid dan 22 hasil yang dinyatakan valid. Kerangka Hukum dan Peraturan (KHP): Faktor ini melibatkan empat item pertanyaan (KHP. 1-KHP. Dari hasil uji validitas, dinyatakan valid. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar elemen terkait hukum dan peraturan dianggap relevan. Akses ke Pendanaan (APE): Semua variabel pertanyaan terkait akses ke pendanaan dinyatakan valid (APE. 1-APE. Ini mengindikasikan bahwa akses ke sumber pendanaan dianggap sebagai faktor penting yang valid dalam menentukan keberhasilan UMKM kuliner dalam menghadapi Sementara Kapasitas SDM (KSDM): juga ditinjau melalui tujuh pertanyaan (KSDM. 1-KSDM. ,semuanya valid. Ini berarti bahwa kemampuan dan kualitas SDM di UMKM kuliner dipandang sebagai faktor yang sahih dalam menghadapi tantangan di pasar. Begitu juga dengan Keberhasilan Bersaing (KN): Semua variabel yang terkait dengan keberhasilan bersaing (KN. 1-KN. juga valid. Ini menegaskan bahwa aspek kompetisi dan strategi bersaing sangat penting dalam keberhasilan UMKM kuliner. Irma Suryani. Diah Retno Dwi Astuti. Muhammad Syafri. Abd Rahim. Sri Astuty Menurut Harrison dan Leitch . UMKM yang berinvestasi pada pelatihan dan pengembangan SDM cenderung memiliki daya saing yang lebih tinggi karena SDM yang berkualitas mampu merespons dengan cepat perubahan dalam permintaan pasar dan Hal tersebut sesuai dengan hasil KSDM tentang regulasi dan hukum yang ada sudah cukup baik, atau UMKM tidak merasakan hambatan signifikan dari segi peraturan dalam bersaing di pasar. Menurut Acs et al. , perubahan dalam kondisi ekonomi makro seperti tingkat inflasi, daya beli, dan suku bunga memiliki hubungan yang kuat terhadap keberhasilan UMKM, terutama yang bergerak di sektor kuliner. Di Makassar, pertumbuhan ekonomi yang stabil mendukung daya beli masyarakat, namun ketidakstabilan ekonomi dapat mengakibatkan penurunan konsumsi pada sektor ini. Dalam studi yang menghasilkan nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,558. 0,776. 0,802. 0,702 seperti yang ditunjukkan dalam hasil uji, ini menandakan 3 reliabilitas yang baik dan 1 tidak reabilitas. Hair et al. menyatakan bahwa nilai di atas 0,70 menunjukkan bahwa variabel tersebut cukup dapat diandalkan dalam mengukur konsep yang Sebuah variabel dengan reliabilitas yang baik memastikan bahwa hasil pengukuran konsisten dan dapat direproduksi dalam pengulangan penelitian serupa. Hulin dkk . juga menekankan bahwa reliabilitas tinggi membantu menjaga kualitas data, meminimalkan kesalahan pengukuran yang disebabkan oleh variasi dari variabel. Variabel KHP, nilai signifikansi (Asymp. Sig. ) sebesar 0,631. Ini berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel KHP dengan variabel yang diuji (KN). Dengan kata lain, hipotesis nol diterima untuk variabel tersebut, menunjukkan bahwa faktor KHP memiliki hubungan yang lemah. Sedangkan untuk variabel APE dan KSDM, nilai signifikansi masing-masing adalah 0,000. Nilai ini lebih kecil dari alpha 0,050, yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel KSDM dengan variabel yang diuji (KN). Dengan demikian, hipotesis nol ditolak untuk 2 variabel tersebut, artinya faktor tersebut memiliki hubungan yang kuat terhadap hasil Hubungan Faktor EksternalA Hal ini terjadi karena regulasi dan hukum yang ada sudah cukup baik, atau UMKM tidak merasakan hambatan signifikan dari segi peraturan dalam bersaing di pasar. Dengan demikian, akses ke pendanaan memainkan peran yang krusial dalam membantu UMKM bertahan dan berkembang dalam persaingan industri. Akses ke sumber pendanaan yang lebih baik memungkinkan UMKM untuk memperluas usaha mereka, berinovasi, serta menutupi biaya operasional yang penting dalam meningkatkan daya saing. Menurut Agresti . , hasil uji Chi-Square yang signifikan menunjukkan adanya hubungan kuat antara variabel-variabel yang diuji, yang bisa digunakan untuk menjustifikasi hasil lebih lanjut dalam analisis inferensial atau multivariat. Penelitian terkait pendanaan UMKM seperti Beck et al. menegaskan bahwa akses pendanaan adalah salah satu faktor kunci dalam keberhasilan bisnis. Dengan adanya akses ke pendanaan yang lebih baik. UMKM dapat memperluas usahanya, meningkatkan produktivitas, dan mempercepat inovasi. Dalam penelitian ini, hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai signifikansi 0,050, yang berarti akses pendanaan memiliki hubungan yang sangat signifikan terhadap keberhasilan bersaing. Hal ini sesuai dengan temuan Cole and Sokolyk . yang menunjukkan bahwa UMKM yang memiliki akses mudah terhadap pendanaan cenderung lebih berkelanjutan dan mampu bertahan di pasar yang kompetitif. Kapasitas SDM yang baik, termasuk keterampilan, pengalaman, dan pendidikan tenaga kerja, merupakan faktor penting dalam memastikan UMKM mampu menghadapi tantangan pasar dan bersaing secara efektif. UMKM dengan sumber daya manusia yang terlatih dan memiliki kompetensi yang memadai akan lebih mampu mengadopsi inovasi dan strategi bisnis yang lebih efektif. Sumber daya manusia yang berkualitas dianggap sebagai salah satu penentu keberhasilan UMKM dalam persaingan pasar. Schuler dan Jackson . menyatakan bahwa investasi dalam pengembangan SDM meningkatkan keterampilan dan kapasitas inovasi perusahaan, yang pada gilirannya membantu mereka dalam beradaptasi dengan A. Irma Suryani. Diah Retno Dwi Astuti. Muhammad Syafri. Abd Rahim. Sri Astuty perubahan pasar dan meningkatkan daya saing. Dengan nilai signifikansi 0,050, penelitian ini menunjukkan bahwa Kapasitas SDM memiliki hubungan yang kuat terhadap keberhasilan bersaing, yang sejalan dengan pandangan pakar bahwa SDM yang baik menjadi tulang punggung inovasi dan keberlanjutan bisnis. Keberhasilan Bersaing memiliki hubungan yang signifikan dengan variabel-variabel lain yang diuji dalam penelitian ini. Keberhasilan UMKM dalam bersaing tidak terlepas dari berbagai faktor seperti akses ke pendanaan, kualitas sumber daya manusia, dan dukungan hukum yang cukup. Penguatan di faktor-faktor ini akan meningkatkan peluang UMKM untuk tetap kompetitif di pasar yang terus berubah. Keberhasilan bersaing, menurut Porter . , sangat ditentukan oleh berbagai faktor termasuk inovasi, strategi, dan manajemen sumber Penelitian Porter menyatakan bahwa daya saing perusahaan sangat terkait dengan kemampuan adaptasi terhadap perubahan teknologi, kondisi pasar, dan peraturan. Dalam penelitian ini, nilai signifikansi 0,050 menunjukkan bahwa keberhasilan bersaing berhubungan erat dengan variabel lainnya seperti pendanaan dan kapasitas SDM, yang memperkuat pendapat bahwa kombinasi dari berbagai faktor internal dan eksternal sangat penting untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilan bisnis. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan sebelumnya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut Faktor-faktor yang eksternal yang berhubungan terhadap UMKM kuliner dalam menghadapi persaingan industri yaitu Akses ke Pendanaan (APE) dan Kapasitas SDM (KSDM) terhadap Keberhasilan Bersaing (KN). Kapasitas SDM (KSDM) menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara nilai observasi dan ekspektasi. Penting bagi pemerintah untuk melakukan sosialisasi tentang peraturan yang berkaitan dengan UMKM kuliner, termasuk izin usaha, pajak, dan standar kesehatan. Ini dapat membantu pemilik UMKM memahami kewajiban mereka dan menghindari masalah hukum. Hubungan Faktor EksternalA UMKM kuliner perlu memperluas akses ke sumber pendanaan yang lebih luas, seperti pinjaman bank atau program pendanaan pemerintah, untuk meningkatkan kemampuan operasional dan pemasaran. Membangun hubungan yang baik dengan lembaga keuangan untuk memudahkan akses pendanaan. UMKM kuliner harus berinvestasi dalam pelatihan dan pengembangan SDM untuk meningkatkan kemampuan manajemen, pemasaran, dan operasional. Mengadakan program pelatihan reguler untuk meningkatkan kompetensi staf dan meningkatkan efisiensi kerja. Pemasaran yang Efektif: Mendorong UMKM untuk menggunakan strategi pemasaran yang efektif, termasuk pemanfaatan media sosial dan kampanye pemasaran lokal. Membantu UMKM dalam mengembangkan produk yang unik dan berbeda dari pesaing agar lebih menarik bagi konsumen. Mendorong UMKM untuk menjalin kerja sama dengan usaha lain, baik dalam bentuk kolaborasi produk maupun kegiatan promosi bersama untuk meningkatkan Daftar Pustaka