Digital Business Journal (DIGIBIS) Volume 3 No. Hal: 106 - 119 E-ISSN 2963-8585 DOI: 10. 31000/digibis. BAGIMANA PERILAKU MENABUNG MAHASISWA? WHAT IS THE BEHAVIOR OF STUDENT SAVINGS? Andi Kusuma Negara1 Lena Erdawati2 Alit Millinia Hardianto3. Ahmad Zakki Mubarok4 1,2,. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Tangerang. Kota Tangerang. Indonesia *Penulis Korespondensi Email : alitmillinia@gmail. Diterima 05-10-2024 Direvisi 21-12-2024 Disetujui 31-01-2025 Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh financial knowledge, financial attitude, dan income terhadap perilaku menabung mahasiswa. Variabel-variabel independen pada penelitian ini adalah financial knowledge, financial attitude dan income, sedangkan variabel dependen pada penelitian ini adalah perilaku menabung. Penelitian ini menggunakan data primer dengan memberikan sejumlah kuesioner kepada mahasiswa manajemen fakultas ekonomi dan bisnis Universitas Muhammadiyah Tangerang. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 89 responden. Selanjutnya data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan regresi linear berganda. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel financial knowledge dan financial attitude terhadap perilaku menabung, terbukti. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung pada variabel financial knowledge sebesar 3. 599 dengan signifikansi 0,001 dan financial attitude sebesar 4. dengan signifikan 0,000 sehingga nilai t hitung di atas t tabel dan signifikansi di bawah 0,10. Oleh Karena itu dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel financial knowledge dan financial attitude terhadap perilaku menabung. Sedangkan terdapat pengaruh variabel income terhadap perilaku menabung, tidak terbukti. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung pada variabel income sebesar 0,820 dengan signifikansi 0,414 sehingga nilai t hitung di bawah t tabel dan signifikansi di atas 0,10. Oleh karena itu dapat diambil kesimpulan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel income terhadap perilaku Kata Kunci: Financial Knowledge. Financial Attitude. Income. Perilaku Menabung Abstract - This study aims to test and analyze the influence of financial knowledge, financial attitude, and income on student saving behavior. The independent variables in this study were financial knowledge, financial attitude and income, while the dependent variables in this study were saving behavior. This study uses primary data by providing a number of questionnaires to management students of the Faculty of Economics and Business. University of Muhammadiyah Tangerang. The number of samples in this study was 89 respondents. Furthermore, the data that has been collected is analyzed by multiple linear regression. The regression test results show that there is a significant influence of financial knowledge and financial attitude variables on saving behavior, proven. This is evidenced by the t-value calculated on the financial knowledge variable of 3,599 with a significance of 001 and the financial attitude of 4,120 with a significance of 0. 000 so that the t-value is calculated above the t table and the significance is below 0. Therefore, it can be concluded that there is a significant influence of financial knowledge and financial attitude variables on saving behavior. Meanwhile, there is an influence of income variables on saving behavior, which is not proven. This is evidenced by the t-value calculated on the income variable of 0. 820 with a significance of 0. 414 so that the t-value calculated below the t table and the significance above 0. Therefore, it can be concluded that there is no significant influence of income variables on saving behavior. Keywords: Financial Knowledge. Financial Attitude. Income. Saving Behavior Copyright A 2024 Digital Business Journal (DIGIBIS) This work is Licensed Under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. Digital Business Journal (DIGIBIS) Volume 3 No. Hal: 106 - 119 E-ISSN 2963-8585 DOI: 10. 31000/digibis. PENDAHULUAN Di Negara Indonesia sendiri sebagai negara berkembang, perilaku menabung terbilang masih relatif rendah. Masih banyak masyarakat yang belum paham bagaimana mereka bertanggung jawab terhadap berbagai perilaku keuangan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan budaya menabung di Indonesia terbilang rendah dibandingkan dengan negara Bahkan rasio tabungan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) menampilkan fluktuasi persentase. pertumbuhan jumlah simpanan masyarakat dalam rupiah Indonesia. Pertumbuhan tabungan bruto meningkat pada tahun 2016 dan 2017, namunturun lagi di tahun 2018, 2019 dan 2020. Milenial juga memiliki kesadaran yang rendah terhadap perilaku menabung. Hasil berdasarkan data survei IDN Institute bertajuk "Indonesia Millennial Report (IMR) Terungkap bahwa sebanyak 51,1% pendapatan generasi milenial dihabiskan untuk kebutuhan konsumsi, 10,7% ditabung dan 2% diinvestasikan. Hal ini menunjukkan bahwa proporsi yanglebih besar dari pendapatan kaum muda dihabiskan untuk kegiatan konsumsi dibandingkan dengan menabung dan berinvestasi. Masyarakat khususnya para generasi muda sering kali tidak menyadari pentingnyapengelolaan keuangan. Kebiasaan menabung sebaiknya dimulai sejak usia dini hingga dewasa. Generasi muda yang sudah memasuki dunia perkuliahan memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan keuangannya. Pengetahuan Keuangan hal yang penting guna membuat keputusan keuangan. Apabila seseorang mengerti dan memahami pengetahuan keuangan, itu dapat membantu mereka untuk lebih bijak dalam mengelola keuangannya. Sehingga pengelolaan keuangan dapat dilakukan dengan efektif dan efisien, dan juga mengetahui keuangan dengan skala prioritas. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Welldan Adityandani dan Nadia Asandimitra . , sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sapviyah Herah Wati . Khilya Fuadina . Veronika Mardiana & Rochmawati . , dan Kd. Doni Swastawan & Ni Wyn. Yulianita Dewi . dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa financial knowledge (X) berpengaruh terhadap perilaku menabung (Y). Dari uraian di atas dapat disimpulkan hipotesis sebagai berikut: H1 : Pengetahuan keuangan berpengaruh terhadap perilaku menabung. Semakin tinggi pemahaman pengetahuan keuangan yang dimiliki oleh seseorang maka akan semakin baik juga sikap keuangannya sehingga nantinya dapat membuat keputusan keuangan yang tepat. Financial attitude atau sikap keuangan ialah perilaku seseorang dalam pengelolaan keuangannya. Sikap keuangan mempengaruhi suatuindividu sebelum membuat keputusan keuangan. sikap keuangan yangbaik, akan berdampak baik pula dalam mengambil keputusan yangterkait dengan manajemen keuangan dan dapat memetakan sikapterhadap program tabungan dan sikap terhadap kemampuan keuangan di masa yang akan datang. Menurut Penelitian yang dilakukan oleh Sapviyah Herah Wati . Kd. Doni Swastawan & Ni Wyn. Yulianita Dewi . ,Welldan Adityandani & Nadia Asandimitra . Veronika Mardiana& Rochmawati . Khilya Fuadina . Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial attitude (X) berpengaruh terhadap perilaku menabung (Y). H2 : Sikap keuangan berpengaruh terhadap perilaku menabung. Income atau pendapatan yang dimiliki adalah untuk mengendalikan kebutuhan yang semakin lama semakin meningkat. Tuntutan ini sebagai individu yang harus melangsungkan kehidupan adalah berusaha. Tidak hanya untuk kita tapi juga akan berdampak padanegara. Pendapatan atau imbal hasil, yang didapatkan oleh seseorang karena telah melakukan suatu transaksi atau upah setelah bekerja. Tinggi rendahnya pendapatan yang dimiliki oleh seseorang mempengaruhi besar kecilnya jumlah uang yang akan digunakan dan disimpan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Doni Swastawan dan Ni Wyn. Yulianita Dew . Khilya Fuadina . Veronika Mardiana & Rochmawati . Penelitian ini http://jurnal. id/index. php/digibis Digital Business Journal (DIGIBIS) Volume 3 No. Hal: 106 - 119 E-ISSN 2963-8585 DOI: 10. 31000/digibis. menunjukkan bahwa pendapatan (X) berpengaruh terhadap perilaku menabung (Y). H3 : Pendapatan berpengaruh terhadap perilaku menabung. Pengetahuan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhiperilaku menabung. Semakin baik pengetahuan dan pemahaman individu mengenai keuangan, maka akan semakin baik pula individu tersebut dalam mengambil sikap keuangan yang baik. Seperti penyusunan anggaran, perencanaan keuangan, investasi dan tabungan untuk kebutuhan di masa yang akan Semakin baik pengetahuan dan sikap keuangan yang dimiliki individu mengenai keuangan, maka akan semakin baik pula individu tersebut dalam mengelola pendapatannya seperti membuat perencanaan anggaran keuangan, merencanakan pengeluaran untuk kebutuhan prioritas dan mengurangisifat konsumtif. Menurut Penelitian yang dilakukan oleh Welldan Adityandani dan Nadia Asandimitra Haryono . Sapviyah Herah Wati . ,Khilya Fuadina . Veronika Mardiana & Rochmawati . Kd. Doni Swastawan & Ni Wyn. Yulianita Dewi . Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial knowledge, financial attitude dan income (X) berpengaruh terhadap perilaku menabung (Y). METODE Metode penelitian kuantitatif diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian survei, penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode pengambilan data observasi dan kuesioner dengan sampel 89 mahasiswa manajemen angkatan 2019 Universitas Muhammadiyah Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode analisis data uji instrumen penelitian : uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji multikolonieritas, uji regresi berganda, uji t, uji F dan uji adjust R square. HASIL DAN DISKUSI Tabel 1 Karakteristik Responden Menurut Jenis Kelamin Jenis Kelamin Frekuensi Presentase Laki-laki Perempuan Total Sumber : Data primer yang diolah 2023 Hasil perhitungan karakteristik responden menurut jenis kelamin diperoleh pada umumnya responden mahasiswa yang mengisi kuesioner adalah laki-laki yaitu sebanyak 26 orang . ,2%) sedangkan mahasiswa yang berjenis kelamin perempuan yaitu 63 orang . ,8%). Tabel 2 Karakteristik Responden Menurut Jenis Pekerjaan Jenis Pekerjaan Frekuensi Presentase Pegawai Swasta Wiraswasta Freelance Karyawan BUMN/BUMD PNS Mahasiswa Total http://jurnal. id/index. php/digibis Digital Business Journal (DIGIBIS) Volume 3 No. Hal: 106 - 119 E-ISSN 2963-8585 DOI: 10. 31000/digibis. Sumber : Data primer yang diolah 2023 Hasil perhitungan karakteristik responden menurut jenis pekerjaan, diperoleh mahasiswa dengan jenis pekerjaan pegawai swasta yaitu 34 orang . ,2%), wiraswasta 5 orang . ,6%). Freelance/parttime 24 orang . %), karyawan BUMN/BUMD 1 orang . ,1%). PNS 2 orang . ,2%), mahasiswa 23 orang . ,9%). Hal ini menunjukkan bahwa hampir 50% mahasiswa yang bekerja dengan jenis pekerjaan sebagai pegawai swasta dan freelance. Tabel 3 Karakteristik Responden Menurut rata-rata pendapatan Jumlah Pendapatan Frekuensi Presentase < Rp. RP. 000 Ae Rp. Rp. 000 Ae Rp. > Rp. Total Sumber : Data primer yang diolah 2023 Hasil perhitungan karakteristik responden menurut rata-rata pendapatan yang diperoleh mahasiswa selama sebulan memiliki pendapatan kurang dari Rp. 00 sebanyak 32 orang atau 36%, pendapatan Rp. 000 - Rp. 000 sebanyak 24 orang atau 27%, pendapatan Rp. 000 Ae Rp. 000 sebanyak 24 orang atau 27%, dan pendapatan lebih dari Rp. 000 sebanyak 9 orang atau 10%. Pada umumnya mahasiswa memiliki tingkat pendapatan yang cukup baik. Statistik Deskriptif Tabel 4 Hasil Deskriptif Variabel Financial Knowledge (X. Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. Valid N . Sumber : Data primer yang diolah 2023 Berdasarkan hasil uji deskriptif di atas, dapat dideskripsikan bahwa variabel financial knowledge (X. memiliki nilai minimum 1 sedangkan nilai maksimum sebesar 5 dan rata-rata Tabel 5 Hasil Deskriptif Variabel Financial Attitude (X. Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation X2. X2. X2. X2. X2. http://jurnal. id/index. php/digibis Digital Business Journal (DIGIBIS) Volume 3 No. Hal: 106 - 119 E-ISSN 2963-8585 DOI: 10. 31000/digibis. X2. X2. X2. X2. X2. Valid N . Berdasarkan hasil uji deskriptif di atas, dapat dideskripsikan bahwa variabel financial attitude (X. memiliki nilai minimum 1 sedangkan nilai maksimum sebesar 5 dan rata-rata Tabel 6 Hasil Deskriptif Variabel Income (X. Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. Valid N . Sumber : Data primer yang diolah 2023 Berdasarkan hasil uji deskriptif di atas, dapat dideskripsikan bahwa variabel income (X. memiliki nilai minimum 1 sedangkan nilai maksimum sebesar 5 dan rata-rata sebesar 3-4. Tabel 7 Hasil Deskriptif Variabel Perilaku Menabung (Y) Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation Valid N . Sumber : Data primer yang diolah 2023 Berdasarkan hasil uji deskriptif di atas, dapat dideskripsikan bahwa variabel income (X. memiliki nilai minimum 1 sedangkan nilai maksimum sebesar 5 dan rata-rata sebesar 4. http://jurnal. id/index. php/digibis Digital Business Journal (DIGIBIS) Volume 3 No. Hal: 106 - 119 E-ISSN 2963-8585 DOI: 10. 31000/digibis. Uji Data Penelitian Uji validitas bertujuan untuk mengetahui apakah masing-masing pernyataan atau pertanyaan pada kuesioner layak digunakan untuk variabelnya atau tidak. Metode yang digunakan yaitu korelasi masing-masing item dengan skor total. Item dikatakan valid jika nilai r hitung di atas r tabel dan nilai signifikansi di bawah 0,1. Dalam penelitian ini r tabel yaitu 0,1755 . tabel dengan sampel 89 dan tingkat signifikansi 0,1 atau 10% yaitu 0,1. , sehingga item dikatakan valid jika nilai r hitung diatas 0,1755. Tabel 8 Uji Validitas Variabel Financial Knowledge (X. Item r hitung r tabel Signifikansi Keterangan FK01 0,737 0,1755 0,000 Valid FK02 0,710 0,1755 0,000 Valid FK03 0,759 0,1755 0,000 Valid FK04 0,638 0,1755 0,000 Valid FK05 0,684 0,1755 0,000 Valid FK06 0,752 0,1755 0,000 Valid FK07 0,732 0,1755 0,000 Valid FK08 0,715 0,1755 0,000 Valid FK09 0,718 0,1755 0,000 Valid FK10 0,769 0,1755 0,000 Valid Sumber : Data primer yang diolah 2023 Hasil uji validitas pada variabel financial knowledge (X. diperoleh nilai r hitung seluruh item yaitu di atas 0,1755 dan nilai signifikansi di bawah 0,1. Oleh karena itu, dapat diambil kesimpulan bahwa seluruh item pada variabel ini valid atau layak digunakan untuk variabel financial knowledge. Tabel 9 Uji Validitas Variabel Financial Attitude (X. Item r hitung r tabel Signifikansi Keterangan FA01 0,594 0,1755 0,000 Valid FA02 0,750 0,1755 0,000 Valid FA03 0,694 0,1755 0,000 Valid FA04 0,696 0,1755 0,000 Valid FA05 0,833 0,1755 0,000 Valid FA06 0,647 0,1755 0,000 Valid FA07 0,808 0,1755 0,000 Valid FA08 0,631 0,1755 0,000 Valid FA09 0,777 0,1755 0,000 Valid FA10 0,761 0,1755 0,000 Valid Sumber : Data primer yang diolah 2023 Hasil uji validitas pada variabel financial attitude (X. diperoleh nilai r hitung seluruh item yaitu di atas 0,1755 dan nilai signifikansi di bawah 0,1 . %). Oleh karena itu, dapat diambil kesimpulan bahwa seluruh item pada variabel ini valid atau layak digunakan untuk variabel financial attitude. Tabel 10 Uji Validitas Variabel Income (X. Item r hitung r tabel Signifikansi Keterangan 0,692 0,1755 0,000 Valid 0,642 0,1755 0,000 Valid 0,733 0,1755 0,000 Valid 0,701 0,1755 0,000 Valid http://jurnal. id/index. php/digibis Digital Business Journal (DIGIBIS) Volume 3 No. Hal: 106 - 119 E-ISSN 2963-8585 DOI: 10. 31000/digibis. Item r hitung r tabel Signifikansi Keterangan 0,782 0,1755 0,000 Valid 0,768 0,1755 0,000 Valid 0,681 0,1755 0,000 Valid 0,636 0,1755 0,000 Valid 0,791 0,1755 0,000 Valid 0,732 0,1755 0,000 Valid Sumber : Data primer yang diolah 2023 Hasil uji validitas pada variabel Income (X. diperoleh nilai r hitung seluruh item yaitu di atas 0,1755 dan nilai signifikansi di bawah 0,1 . %). Oleh karena itu, dapat diambil kesimpulan bahwa seluruh item pada variabel ini valid atau layak digunakan untuk variabel Income. Tabel 11 Uji Validitas Variabel Perilaku Menabung (Y) Item r hitung r tabel Signifikansi Keterangan PM. 0,734 0,1755 0,000 Valid PM. 0,729 0,1755 0,000 Valid PM. 0,752 0,1755 0,000 Valid PM. 0,806 0,1755 0,000 Valid PM. 0,744 0,1755 0,000 Valid PM. 0,718 0,1755 0,000 Valid PM. 0,803 0,1755 0,000 Valid PM. 0,832 0,1755 0,000 Valid PM. 0,805 0,1755 0,000 Valid PM. 0,766 0,1755 0,000 Valid Sumber : Data primer yang diolah 2023 Hasil uji validitas pada variabel perilaku menabung (Y) diperoleh nilai r hitung seluruh item yaitu di atas 0,1755 dan nilai signifikansi di bawah 0,1 . %). Oleh karena itu, dapat diambil kesimpulan bahwa seluruh item pada variabel ini valid atau layak digunakan untuk variabel perilaku menabung. Analisis selanjutnya yaitu uji reliabilitas pada masing-masing variabel. Uji reliabilitas adalah menunjuk pada suatu pengertian bahwa instrumen yang digunakan dalam penelitian untuk memperoleh informasi yang digunakan dapat dipercaya sebagai alat pengumpulan data dan mampu mengungkap informasi yang sebenarnya di lapangan. Variabel dikatakan reliabel jika nilai cronbachAos alpha pada masing-masing variabel di atas 0,60. Berikut adalah hasil uji reliabilitas tersebut. Tabel 12 Hasil Uji Reliabilitas CronbachAos Variabel Ketentuan Keterangan Alpha 1 Financial Knowledge 0,897 0,60 Reliabel 2 Financial Attitude 0,889 0,60 Reliabel 3 Income 0,889 0,60 Reliabel 4 Perilaku Menabung 0,921 0,60 Reliabel Sumber : Data primer yang diolah 2023 Berdasarkan hasil uji reliabilitas pada masing-masing variabel diperoleh bahwa variabel Hal ini dibuktikan dengan nilai jika nilai cronbachAos alpha pada masing-masing variabel di atas 0,60. Dapat diartikan bahwa kuesioner yang digunakan dalam penelitian dapat http://jurnal. id/index. php/digibis Digital Business Journal (DIGIBIS) Volume 3 No. Hal: 106 - 119 E-ISSN 2963-8585 DOI: 10. 31000/digibis. dipercaya sebagai alat pengumpulan data dan mampu mengungkap informasi yang sebenarnya di lapangan. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 13 Hasil Uji Normalitas data Exact Sig. Variabel Keterangan . -taile. Financial 0,162 Normal Knowledge Financial Attitude 0,179 Normal Income 0,578 Normal Perilaku Menabung 0,50 Normal Sumber : Data primer yang diolah 2023 Dari tabel 13 terlihat bahwa semua variabel yaitu financial knowledge, financial attitude, income dan perilaku menabung memiliki nilai Exact Sig lebih besar dari 0. 10, sehingga data yang digunakan dalam penelitian ini berdistribusi normal. Nilai Asymp. Sig. -taile. didasarkan pada pendekatan asymptotic yang tidak cocok untuk data dengan ukuran yang kecil, dengan karakteristik data yang saya miliki sebesar 89 orang responden. Menurut IBM SPSS Exact Tests by Cyrus R. Mehta and Nitin R. Patel. Bab 2 Auwhen to use Exact P Values hal. 24Ay. Exact P Values lebih akurat digunakan untuk data yang besarannya kecil. Ketika data yang digunakan berjumlah besar bisa menggunakan pengujian normalitas Kolmogorov-Smirnov dengan menggunakan Monte Carlo P Values. Uji Heteroskedastisitas Tabel 14 Hasil Uji Heteroskedastisitas Variabel Bebas Sig Keterangan Financial Knowledge 273 Bebas Heteroskedastisitas Financial Attitude 997 Bebas Heteroskedastisitas Income 133 Bebas Heteroskedastisitas Sumber : Data primer yang diolah . Dari tabel di atas dapat dilihat nilai signifikansi hasil korelasi variabel financial knowledge 0,273 > 0,10 . %), financial attitude 0,997 > 0,10 . %) dan income 0,133 > 0,10 . %), maka model regresi dalam penelitian ini tidak ada masalah heteroskedastisitas. Uji Multikolinearitas Bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (Independe. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel bebas. Apabila nilai VIF lebih dari 10 dan nilai tolerance kurang dari 0,10 maka terjadi multikolinearitas, sebaliknya tidak terjadi multikolinearitas antara variabel apabila nilai VIF kurang dari 10 dan nilai tolerance lebih dari 0,10. Hasil uji multikolinearitas dapat dilihat pada tabel 4. 15 di bawah ini : Tabel 15 Hasil Uji Multikolinearitas Collenearity Statistic Variabel Keterangan Tolerance VIF Financial Bebas Knowledge Multikolinearitas Bebas Financial Attitude Multikolinearitas Bebas Income Multikolinearitas http://jurnal. id/index. php/digibis Digital Business Journal (DIGIBIS) Volume 3 No. Hal: 106 - 119 E-ISSN 2963-8585 DOI: 10. 31000/digibis. Sumber : Data primer yang diolah . Dari tabel diatas dapat dilihat hasil dari setiap variabel independen dengan nilai Tolerance lebih dari 0,10 dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) kurang dari 10, sehingga semua variabel bebas dari masalah multikolinearitas Uji Regresi Linier Tabel 16 Hasil Uji Regresi Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Sig. 1 (Constan. Financial Knowledge Financial Attitude Income Dependent Variable: Perilaku Menabung Sumber : Data primer yang diolah . Variabel dependen pada regresi ini adalah Y sedangkan variabel independen adalah X1. X2, dan X3. Model regresi berdasarkan hasil analisis di atas adalah: Y = 8. 422 0,347 (X. 0,427 (X. 0,064 (X. e Adapun interpretasi dari persamaan di atas sebagai berikut: yo = 8. Nilai ini menunjukkan bahwa apabila tidak ada variabel financial knowledge (X. , financial attitude (X. , dan income (X. , maka perilaku menabung akan berkurang yCA = 0,347 Nilai koefisien regresi b1 ini menunjukkan bahwa apabila variabel financial knowledge (X. bertambah, maka perilaku menabung juga akan bertambah sebesar 0,347. yCC = 0,427 Nilai koefisien regresi b2 ini menunjukkan bahwa apabila variabel financial attitude (X. bertambah, maka perilaku menabung juga akan bertambah sebesar 0,427. yCE = 0,064 Nilai koefisien regresi b3 ini menunjukkan bahwa apabila variabel income (X. bertambah, maka perilaku menabung juga akan bertambah sebesar 0,064. Uji Hipotesis Uji t (Uji Parsia. Tabel 17 Hasil Uji t (Uji Parsia. Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Sig. 1 (Constan. Financial Knowledge Financial Attitude Income http://jurnal. id/index. php/digibis Digital Business Journal (DIGIBIS) Volume 3 No. Hal: 106 - 119 E-ISSN 2963-8585 DOI: 10. 31000/digibis. Dependent Variable: Perilaku Menabung Sumber : Data primer yang diolah . Pengaruh variabel financial knowledge (X. terhadap perilaku menabung (Y) Nilai t hitung pada variabel financial knowledge yaitu 3. 599 dan signifikansi yaitu 0,001 sehingga nilai t hitung di atas t tabel dan signifikansi di bawah 0,05. Oleh karena itu dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel financial knowledge terhadap perilaku menabung, sehingga hipotesis adanya pengaruh yang signifikan dari variabel financial knowledge terhadap perilaku menabung, diterima atau Pengaruh variabel financial attitude (X. terhadap perilaku menabung (Y) Nilai t hitung pada variabel financial attitude yaitu 4. 120 dan signifikansi yaitu 0,000 sehingga nilai t hitung di atas t tabel dan signifikansi di bawah 0,05. Oleh karena itu dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel financial attitude terhadap perilaku menabung, sehingga hipotesis adanya pengaruh yang signifikan dari variabel financial attitude terhadap perilaku menabung, diterima atau terbukti. Pengaruh variabel income (X. terhadap perilaku menabung (Y) Nilai t hitung pada variabel income yaitu 0. 820 dan signifikansi yaitu 0,414 sehingga nilai t hitung di atas t tabel dan signifikansi di atas 0,05. Oleh karena itu dapat diambil kesimpulan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel income terhadap kualitas perilaku menabung, sehingga hipotesis adanya pengaruh yang signifikan dari variabel income terhadap perilaku menabung, ditolak atau tidak terbukti. Uji F (Uji Simulta. Tabel 18 Hasil Uji F (Uji Simulta. ANOVAa Sum of Model Squares Mean Square Sig. 1 Regression Residual Total Dependent Variable: Perilaku Menabung Predictors: (Constan. Income. Financial Knowledge. Financial Attitude Sumber : Data primer yang diolah . Berdasarkan hasil uji F menunjukkan nilai Fhitung yaitu 47. 034 dan signifikansi 0,000 sehingga nilai Fhitung di atas Ftabel dan signifikansi di bawah 0,10. Dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat pengaruh secara simultan dari variabel financial knowledge, financial attitude, dan income terhadap perilaku menabung mahasiswa. Uji Adjusted R Square Tabel 19 Hasil Uji Adjusted R Square Model Summary Adjusted R Std. Error of the Model R Square Square Estimate Predictors: (Constan. Income. Financial Knowledge. Financial Attitude Sumber : Data primer yang diolah . Berdasarkan hasil nilai Adjusted R Square yaitu 0,611 yang dapat diartikan bahwa variabel financial knowledge, financial attitude dan income mampu mempengaruhi perilaku http://jurnal. id/index. php/digibis Digital Business Journal (DIGIBIS) Volume 3 No. Hal: 106 - 119 E-ISSN 2963-8585 DOI: 10. 31000/digibis. menabung sebesar 61,1% dan sisanya yaitu 38,9% dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak menjadi fokus bahasan dalam penelitian ini. PEMBAHASAN Pengaruh variabel financial knowledge (X. terhadap perilaku menabung mahasiswa (Y) Terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel struktur financial knowledge terhadap perilaku menabung. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung pada variabel financial knowledge yaitu 3. 599 dan signifikansi yaitu 0. 001 sehingga nilai t hitung di atas t tabel dan signifikansi di bawah 0. Oleh karena itu dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel financial knowledge terhadap perilaku menabung. Pengetahuan Keuangan hal yang penting guna membuat keputusan keuangan. Apabila seseorang mengerti dan memahami pengetahuan keuangan, itu dapat membantu mereka untuk lebih bijak dalam mengelola keuangannya. Sehingga pengelolaan keuangan dapat dilakukan dengan efektif dan efisien, dan juga mengetahui keuangan dengan skala prioritas. Hasil pengujian pertama ini sejalan dengan hasil dari pengujian penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Sapviyah Herah Wati . Khilya Fuadina . Veronika Mardiana & Rochmawati . , dan Kd. Doni Swastawan & NiWyn. Yulianita Dewi . dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa financial knowledge (X) berpengaruh terhadap perilaku menabung (Y). Pengaruh variabel financial attitude (X. terhadap perilaku menabung mahasiswa (Y) Terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel financial attitude terhadap perilaku menabung mahasiswa. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung pada variabel financial attitude yaitu 4. 120 dan signifikansi yaitu 0,000 sehingga nilai t hitung di atas t tabel dan signifikansi di bawah 0,10. Oleh karena itu dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel financial attitude terhadap perilaku menabung. Semakin tinggi pemahaman pengetahuan keuangan yang dimiliki oleh seseorang maka akan semakin baik juga sikap keuangannya sehingga nantinya dapat membuat keputusan keuangan yang tepat. Financial attitude atau sikap keuangan ialah perilaku seseorang dalam pengelolaan keuangannya. Sikap keuangan mempengaruhi suatu individu sebelum membuat keputusan keuangan. sikap keuangan yang baik, akan berdampak baik pula dalam mengambil keputusan yang terkait dengan manajemen keuangan dan dapat memetakan sikap terhadap program tabungan dan sikap terhadap kemampuan keuangan di masa yang akan datang. Hasil pengujian pertama ini sejalan dengan hasil dari pengujian penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Sapviyah Herah Wati . Kd. Doni Swastawan & Ni Wyn. Yulianita Dewi . Welldan Adityandani & Nadia Asandimitra . Veronika Mardiana & Rochmawati . Khilya Fuadina . Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial attitude (X) berpengaruh terhadap perilaku menabung (Y). Pengaruh income (X. terhadap perilaku menabung mahasiswa (Y) Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel income terhadap perilaku menabung mahasiswa. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung pada variabel financial attitude yaitu 0,085 dan signifikansi yaitu 0,820 sehingga nilai t hitung di bawah t tabel dan signifikansi di atas 0,10. Oleh karena itu dapat diambil kesimpulan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel income terhadap perilaku menabung. Income atau pendapatan yang dimiliki adalah untuk mengendalikan kebutuhan yang semakin lama semakin meningkat. Tuntutan ini sebagai individu yang harus melangsungkan kehidupan adalah berusaha. Tidak hanya untuk kita tapi juga akan berdampak pada negara. Pendapatan atau imbal hasil, yang didapatkan oleh seseorang karena telah melakukan suatu transaksi atau upah setelah bekerja. Tinggi rendahnya http://jurnal. id/index. php/digibis Digital Business Journal (DIGIBIS) Volume 3 No. Hal: 106 - 119 E-ISSN 2963-8585 DOI: 10. 31000/digibis. pendapatan yang dimiliki oleh seseorang mempengaruhi besar kecilnya jumlah uang yang akan digunakan dan disimpan. Hasil pengujian pertama ini sejalan dengan hasil dari pengujian penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Doni Swastawan dan Ni Wyn. Yulianita Dew . Khilya Fuadina . Veronika Mardiana & Rochmawati . Penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan (X) tidak berpengaruh terhadap perilaku menabung (Y). SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai Perilaku menabung mahasiswa manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Tangerang, dapat diberikan kesimpulan sebagai berikut: . Terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel struktur financial knowledge terhadap perilaku menabung. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung pada variabel financial knowledge yaitu 3. 599 > t tabel pada signifikansi yaitu 0. 001 berada di bawah 0,10. Terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel financial attitude terhadap perilaku menabung mahasiswa. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung pada variabel financial attitude 120 > t tabel pada signifikansi yaitu 0. 000 berada di bawah 0,10. Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel income terhadap perilaku menabung mahasiswa. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung pada variabel financial attitude yaitu 0,085 < t tabel pada signifikansi yaitu 0. 820 berada di atas 0,10. Berdasarkan hasil penelitian mengenai perilaku menabung mahasiswa manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Tangerang, dapat diberikan saran sebagai berikut: . Perilaku menabung mahasiswa sangat dipengaruhi oleh income yang diperoleh mahasiswa, maka mahasiswa perlu menaikkan income yang diperoleh dengan mendapatkan income lebih dari pekerjaan sampingan. Financial knowledge, financial attitude dan perilaku menabung masih perlu ditingkatkan kembali dan perlu adanya literasi keuangan bagi mahasiswa. Pada penelitian ini diperoleh 38,9% variabel perilaku menabung dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak menjadi fokus bahasan dalam penelitian ini. Oleh karena itu, peneliti selanjutnya dapat menganalisis variabel lainnya yang diperkirakan memiliki pengaruh pada perilaku menabung. REFERENSI