e-ISSN: 2746-6493 p-ISSN: 0852-7105 Vol. No. April 2025. DOI: https://doi. org/10. 55122/mediastima. Peranan EPS sebagai Variabel Intervening terhadap Pengaruh Perubahan Economic Value Added (EVA). ROA, dan ROE terhadap Harga Saham pada Perusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017 - 2021 . Abu Bakar, . Dea Destianti, . Asrarudin 1,. Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kosgoro 1957 Email :. abubakar00012248@gmail. Abstrak Tujuan penelitian adalah mengetahui adanya secara pengaruh EVA. ROA. ROE terhadap harga saham dan pengaruh secara simultan antara EVA. ROA dan ROE terhadap EPS atau apakah adanya pengaruh secara simultan antara EVA. ROA. ROE dan EPS terhadap ROE. Dan bagaimana Peranan EPS memediasi pengaruh EVA. ROA dan ROE terhadap Harga Saham. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling sehingga terdapat 11 perusahaan yang menjadi sampel. Hasil penelitian memperlihatkan EVA (X. ROA (X. , dan ROE (X. mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap laba per saham (Z), karena Nilai sig simultan uji f sebesar 0,005 Ae 0,05 dan nilai F estimasi sebesar 5,337 > 2,934. Kedua EVA (X. Return on Assets (X. Return on Equity (X. , dan Earnings Per Share (Z) mempunyai pengaruh yang signifikan yang besar terhadap Harga Saham (Y). Ketiga Earning Per Share adalah variabel Intervening dan memediasi Perubahan EVA terhadap Harga saham Dan Earning Per Share adalah variabel Intervening dan memediasi ROA terhadap Harga Saham Serta Earning Per Share bukan variabel Intervening dan tidak memediasi ROE terhadap Harga Saham. Kata Kunci : Perubahan Economic Value Added. Return on Asset. Return on Equity. Earning per Share. Harga Saham. Abstract The purpose of this study is to determine the influence of EVA. ROA. ROE on stock prices and the simultaneous influence between EVA. ROA and ROE on EPS or whether there is a simultaneous influence between EVA. ROA. ROE and EPS on ROE. And how the role of EPS mediates the influence of EVA. ROA and ROE on Stock Prices. The research method used is a descriptive The determination of the sample in this study used a purposive sampling method so that there were 11 companies that were samples. The results of the study showed that EVA (X. ROA (X. , and ROE (X. had a significant influence on earnings per share (Z), because the simultaneous sig value of the f test was 0. 005 - 0. 05 and the estimated F value was 5. 337> 2. Both EVA (X. Return on Assets (X. Return on Equity (X. , and Earnings Per Share (Z) had a significant influence on Stock Prices (Y). Third. Earning Per Share is an Intervening variable and mediates EVA Changes to Stock Prices. Earning Per Share is an Intervening variable and mediates ROA to Stock Prices. Earning Per Share is not an Intervening variable and does not mediate ROE to Stock Prices. Keywords: Changes in Economic Value Added. Return on Asset. Return on Equity. Earning per Share. Stock Prices. Abu Bakar, . Dea Destianti, . Asrarudin Pendahuluan Setelah menghadapi pandemi yang berat, pasar properti mulai membaik sejak awal 2022. Walaupun masih banyak kendala yang terjadi. Survei Harga Properti Residensial (SHPR) dan laporan Perkembangan Properti Komersial (PPKOM) dari Bank Indonesia (BI) juga menunjukkan bukti sejalan. Berdasarkan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) triwulan IV 2022 memperlihatkan adanya peningkatan 2 persen secara tahunan yang artinya lebih tinggi dari triwulan sebelumnya dengan angka kenaikan 1,94 persen yoy. Sektor properti dan real estate adalah indikator penting kesehatan ekonomi suatu negara yang memberikan gambaran perekonomian suatu negara, tumbuh atau turun. Proyek properti sesungguhnya menciptakan lapangan kerja sehingga mampu menggerakkan perekonomian suatu negara. Perkembangan Sektor Properti dan Real Estate dibandingkan dengan Sektor Lain Property dan Real Estate Konstruksi dan Bangunan Gambar 1. Perkembangan jumlah perusahaan sektor properti dan real estate dibandingkan dengan sektor lain Sumber: Olahan Penulis . Gambar 1 menunjukkan peningkatan property dan real estate dan jumlah perusahaan berbanding dengan perusahaan konstruksi dan bangunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan di sektor properti dan real estate memperlihatkan adanya kenaikan yang cukup signifikan di setiap tahun tetapi pertumbuhan sektor konstruksi dan bangunan setiap tahun cukup sedikit. Pertumbuhan pembangunan gedung perkantoran, menarik banyak investor yang ingin berinvestasi dalam perusahaan yang terdaftar di sektor ini. Karena ekspansinya yang pesat, berinvestasi di pasar real estate dan property menjadi naik dan pada akhirnya menawarkan potensi masa depan yang cerah. Salah satu penyebabnya harga properti terus meningkat dari waktu ke waktu. Tetapi walaupun adanya keuntungan yang jelas harga saham selama tiga tahun mengalami penurunan. Secara umum Sampai akhir tahun 2021 perkembangan harga saham yang dimiliki oleh 84 perusahaan di BEI tampak sebagaimana dibawah ini. 1 https://w. com/panduan-properti/pertumbuhan-sektor-properti-5-tahun-terakhir/ 2 file:///C:/Users/Denai/Downloads/24. 2596_bab1. 3 file:///C:/Users/Denai/Downloads/24. 2596_bab1. 27-49E E Vol. No. April 2025 Peranan EPS sebagai Variabel Intervening terhadap Pengaruh Perubahan Economic Value Added (EVA),A. Tabel 1. Perkembangan jumlah harga saham, rata-rata 0,05 maka variabel tersebut disimpulkan tidak signifikan secara menyeluruh. Langkah terakhir adalah menghitung korelasi antar variabel secara yang terlihat pada tabel coefficients. Jika tabel coefficients > 0,05 maka variabel tersebut tidak signifikan secara individu. Jika angka signifikan penelitian pada tabel coefficients < 0,05 maka variabel independen signifikan secara parsial terhadap variabel dependen. Berikutnya ditetapkan pengaruh langsung, pengaruh tidak langsung, dan pengaruh total untuk menentukan apakah suatu variabel memediasi atau tidak. Analisis Jalur (Fath Analysi. Istilah "analisis jalur" menunjukkan bahwa penelitian ini menggunakan strategi penelitian Analisis jalur adalah teknik statistik untuk mengukur dampak satu atau lebih 33-49E E Vol. No. April 2025 Peranan EPS sebagai Variabel Intervening terhadap Pengaruh Perubahan Economic Value Added (EVA),A. variabel penjelas terhadap variabel lain. Ada dua kelas persamaan berbeda yang terlihat pada Gambar 2: Gambar 5. Diagram Jalur Dari diagram jalur tersebut dapat dianalisis jalur langsung dan jalur tidak langsung serta total jalur sebagaimana di bawah ini: Tabel 2. Analisis jalur Pengaruh Variabel X1 Terhadap Z X2 Terhadap Z X3 Terhadap Z X1 Terhadap Y X2 Terhadap Y X3 Terhadap Y Z Terhadap Y Langsung . Tidak Langsung/ Melalui (Z) . Total Variabel Pengukuran Variabel pengukuran yang dijadikan alat untuk menganalisis dibedakan menjadi tiga bagian yaitu variabel independent, dependen dan variabel mediasi sebagai mana dibawah ini: Tabel 3. Variabel Penelitian Kode Tahun BSDE 2019 CTRA 2019 DMAS 2019 34-49E EPS Harga EPS Kode Tahun (EVA) (ROA) (ROE) (R. Saham (EVA) (ROA) (ROE) (R. 1255 JPRT 2019 -8. 1040 MKPI 2019 -80. MTLA 2019 -99. E Vol. No. April 2025 Abu Bakar, . Dea Destianti, . Asrarudin DUTI 2019 GPRA 2019 PPRO 2019 PWON 2019 SMRA 2019 Hasil dan Pembahasan Penelitian ini mengambil 11 perusahaan properti yang dipilih sebagai sampel, dan lima puluh lima informasi dikumpulkan untuk penelitian ini. Uji normalitas, multikolinearitas, autokorelasi, dan heteroskedastisitas antara lain harus dijalankan sebagai prasyarat dalam pengujian analisis rute. Uji Outlier Ini adalah tes untuk penelitian jika data memiliki ciri-ciri yang tidak biasa manakala ketika nilai ekstrim variabel diambil. (Ghozali, 2. Jarak Maksimum > Prob. , dan [=CHIINV. : dicari dengan Exce. = 20. 515 variabel. Berikut pengujian untuk uji Tabel 4. Hasil Uji Outlier 1 Sumber : Data Diolah 35-49E E Vol. No. April 2025 Peranan EPS sebagai Variabel Intervening terhadap Pengaruh Perubahan Economic Value Added (EVA),A. Hasil uji ditemukan data outlier pertama yang menunjukkan jarak maksimum sebesar 843, yang melebihi batas sebelumnya sebesar 20. 843 > 20. Dengan demikian, terdapat outlier sehingga diperlukan dilakukan uji outlier lanjutan, yang kemungkinan akan dilakukan penghapusan sebanyak 22 data. Tabel 5. Hasil Uji Outlier 2 Sumber : Data Diolah Hasil ini merupakan ekstrem kedua yang membuktikan bahwa nilainya tinggi. Jarak maksimum kurang dari 20. Karena 16. 909 kurang dari 20. 515, jelas tidak ada outlier dalam data. Uji Statistik Deskriptif Nilai rata-rata . , standar deviasi . ), nilai terbesar . , dan nilai terendah . merupakan empat komponen statistik deskriptif. Tabel 6. Hasil Uji Statistik Deskriptif Sumber : Data Diolah Mean . ilai rata-rat. maupun standar deviasi . ariasi dari mea. yang dimasukkan ke dalam SPSS memiliki nilai signifikan secara statistik. Kumpulan data SPSS juga menunjukkan data tersebut cocok untuk pengujian statistik lebih lanjut. 36-49E E Vol. No. April 2025 Abu Bakar, . Dea Destianti, . Asrarudin Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 7. Hasil Uji Normalitas (One-Sample Kolmogorov-Smirnov Tes. Uji Kolmogorov-Smirnov dilakukan untuk menguji apakah data dalam penelitian ini berdistribusi normal. Berikut temuan uji normalitas penelitian: Sumber : Data Diolah Menggunakan informasi pada tabel sebelumnya. Asymp. Sig 2-tailed sebesar 0,200 > 0,05 menunjukkan bahwa seluruh nilai data sisa perubahan EVA. ROA. ROE. EPS, dan harga saham mengikuti distribusi normal. Uji Multikolinieritas Untuk menguji multikolinearitas, kami menguji nilai toleransi model regresi dan VIF (Variation Inflation Facto. Tabel 8. Hasil Uji Multikolinieritas Sumber : Data Diolah Setiap variabel mempunyai nilai VIF kurang dari 10 dimana nilai toleransi lebih dari 0,10 hal ini menunjukkan bahwa tidak ada masalah multikolinearitas pada persamaan tersebut. 37-49E E Vol. No. April 2025 Peranan EPS sebagai Variabel Intervening terhadap Pengaruh Perubahan Economic Value Added (EVA),A. Uji Autokorelasi Tabel 9. Hasil Uji Autokorelasi dengan Durbin Watson Sumber : Data DIolah Tabel tersebut menampilkan nilai Durbin-Watson sebagai 1,278. Kami menghitung dU = 1,7323 dan Jika Du>DW4-Du . ,7323>1,278 2,2. maka dalam analisis Substruktur 2 ini, autokorelasi juga menjadi masalah. Oleh karena itu, prosedur pengujian Cochrane-Orcutt (C-O) digunakan pada kedua komponen tersebut. Ketika nilai struktur autokorelasi . tidak diketahui, pendekatan ini mungkin dapat digunakan sebagai alternatif. Berikut hasil pengujian Cochrane Orcutt: Tabel 10. Hasil Uji Cochrane Orcutt (C-O) Sumber : Data Diolah 1,784 adalah nilai Durbin-Watson menurut data. Hasil uji memperlihatkan terjadi autokorelasi jika nilai DW antara 1,732 dan 2,268 . ,732 1,784 2,. Uji Heteroskedastisitas Uji Glejser seperti yang akan ditunjukkan di bawah ini merupakan salah satu cara untuk mengetahui apakah terjadi heteroskedastisitas. Tabel 11. Hasil Uji Glejser Sumber : Data Diolah 38-49E E Vol. No. April 2025 Abu Bakar, . Dea Destianti, . Asrarudin Berdasarkan data pada tabel di atas. Economic Value Added memiliki nilai 0,428 dan Return on Assets sebesar 0,668, serta Return on Equity sebesar 0,886, dan Earnings Per Share sebesar 0,542. Maka dapat disimpulkan bahwa heteroskedastisitas tidak terjadi jika nilai sig lebih besar dari 0,05. Uji f (Simulta. Substruktur 1 Tabel 12. Hasil Uji f Substruktur 1 Sumber : Data Diolah Nilai signifikansi (Si. uji F substruktur 1 sebesar 0,005 jauh di bawah kriteria non signifikan sebesar 0,05 . %). Substruktur 2 Tabel 12. Hasil Uji f Substruktur 2 Sumber : Data Diolah Untuk uji F yang dilakukan pada Substruktur 2, nilai signifikansi (Si. sebesar 0,000 kurang dari 0,05 . %) yang menunjukkan bahwa hasilnya signifikan. Uji Koefisien Determinasi (R. Substruktur 1 Tabel 13. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Sumber : Data Diolah Nilai R Squared atau 35,6% adalah 0,356. Hal ini menunjukkan bahwa X1 (Economic Value Adde. X2 (Return on Asset. , dan X3 (Return on Equit. mempunyai dampak simultan sebesar 35,6% dan sisanya sebesar 64,4% terhadap EPS (Z). 39-49E E Vol. No. April 2025 Peranan EPS sebagai Variabel Intervening terhadap Pengaruh Perubahan Economic Value Added (EVA),A. Substruktur 2 Tabel 14. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Sumber : Data Diolah R Kuadrat adalah 0,884, atau 88,4%. Hal ini menunjukkan bahwa Economic Value Added (X. Return on Assets (X. Return on Equity (X. , dan Earnings Per Share (Z) yang secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 88,4% dan sisanya sebesar 11,6% terhadap harga saham mempunyai pengaruh terhadap harga saham. berdampak pada harga saham (Y). Pembahasan Hasil analisis hipotesis untuk substruktur diagram 1 dan 2 memperlihatkan sebagaimana dibawah ini yaitu Temuan ini menguatkan penelitian sebelumnya oleh (Putri et al. , 2. menyatakan bahwa EPS tidak banyak dipengaruhi oleh Return on Equity (ROE). Uji t (Parsia. Substruktur 1 Tabel 15. Hasil Uji t Substruktur 1 Sumber : Data Diolah Hasil uji hipotesis ditunjukkan pada tabel di atas. Nilai ambang signifikansi sebesar 0,244 > 0,05 menunjukkan bahwa hubungan antara perubahan EVA (X. dengan EPS (Z) tidak signifikan. ROA (X. tidak mempunyai pengaruh terhadap EPS (Z). tidak signifikan karena ambang signifikansinya 0,055 > 0,05. Nilai ambang batas signifikan sebesar 0,591 > 0,05 menunjukkan bahwa ROE (X. tidak mempunyai pengaruh terhadap EPS (Z) sehingga tidak signifikan. Pengaruh Perubahan EVA. ROA, dan ROE Terhadap EPS . Nilai sig simultan uji f sebesar 0,005 Ae 0,05 dan nilai F estimasi sebesar 5,337 > 2,934 menunjukkan bahwa penyesuaian pada variabel Earning Per Share dapat menjadi sumber perubahan EVA. ROA, dan ROE. Oleh karena itu, faktor Perubahan EVA (X. ROA (X. , 40-49E E Vol. No. April 2025 Abu Bakar, . Dea Destianti, . Asrarudin dan ROE (X. mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap laba per saham (Z). Sementara pengaruh EVA Perubahan (X. menolak Ha dengan ambang signifikansi 0,270 > 0,05. Variabel EVA Perubahan (X. tidak berpengaruh dan tidak signifikan secara statistik terhadap Harga Saham (Y) karena nilai T yang diperoleh untuk variabel EVA Perubahan Temuan ini menguatkan penelitian sebelumnya oleh (Bhuana, 2. penegasan bahwa perubahan harga saham tidak berdampak terhadap EVA. Dan pengaruh Ha disetujui dengan tingkat signifikansi untuk ROA (X. antara 0,001 dan 0,05. Nilai estimasi T variabel ROA (X. (-3,809 > -2,. menunjukkan adanya hubungan positif yang cukup besar antara ROA dengan harga saham (Y). Hasil ini mendukung penelitian sebelumnya oleh (Akbar & Djawoto, 2. Implikasinya ROA mempunyai pengaruh yang signifikan dan menguntungkan terhadap nilai saham. T = . menunjukkan bahwa variabel ROE (X. tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga saham (Y), menunjukkan bahwa ROE tidak mempunyai peranan dalam menentukan harga saham. ditolak karena ROE (X. mempunyai nilai sig sebesar 0,062 > 0,05. Temuan ini menguatkan penelitian sebelumnya oleh (Tyas & Almurni, 2. Hal ini menunjukkan bahwa harga saham tidak terpengaruh oleh ROE. Sementara Dengan tanda EPS (Z) 0,000 0,05 maka Ha diterima. Nilai antisipasi T . ,897 > 2,. pada variabel EPS menunjukkan bahwa EPS (Z) mempunyai pengaruh signifikan dan positif terhadap harga saham (Y). Temuan ini menguatkan penelitian sebelumnya oleh (Janaina & Yudiantoro, 2. mengklaim bahwa dampak EPS terhadap harga saham menguntungkan. Diketahui persamaan sub struktur 1 memperlihatkan persamaan ini ada yang menamakan sistem persamaan simultan atau persamaan jalur yang ditulis sebagai berikut : Z = axbx zx1 zx2 zx3 zu1 Berdasarkan tabel koefisien diperoleh hasil sebagaimana di persamaan menjadi Z = -156. 363 16075 X1 1. 238 X2- 445 X3 e Yang artinya adalah Earning pershare memberikan pengaruh berlawanan sebesar 156,3 jika variabel lain tidak memberikan pengaruh sama sekali . Dan sebaliknya Perubahan Economic value memberikan pengaruh positif sebesar 160. 75 terhadap Harga saham per Substruktur 2 Tabel 16. Hasil Uji t Substruktur Sumber : Data Diolah 41-49E E Vol. No. April 2025 Peranan EPS sebagai Variabel Intervening terhadap Pengaruh Perubahan Economic Value Added (EVA),A. Hasil uji hipotesis ditunjukkan pada tabel di atas. Nilai ambang signifikansi sebesar 0,270 > 0,05 menunjukkan bahwa hubungan antara perubahan EVA (X. dengan harga saham (Y) tidak signifikan. ROA (X. mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap harga saham (Y) pada tingkat signifikansi 0,001 sampai 0,05. Nilai signifikansinya adalah 0,062 > 0,05 yang berarti ROE (X. tidak berpengaruh terhadap harga saham (Y), sehingga hubungan tersebut tidak signifikan. Ambang batas signifikansi sebesar 0,000 0,05 menunjukkan bahwa hubungan antara EPS (Z) dengan harga saham (Y) adalah signifikan. Pengaruh Perubahan EVA. ROA. ROE, dan EPS Terhadap Harga Saham . Dengan nilai sig 0,000 sampai 0,05 dan mendapatkan Ha, maka hasil uji F menunjukkan bahwa peningkatan EVA. ROA. ROE, dan EPS adalah konstan. 53,262 > 2,934 merupakan nilai F prediksi. elemen yang mempengaruhi pasar saham secara bersamaan. Faktor Alternatif EVA (X. Return on Assets (X. Return on Equity (X. , dan Earnings Per Share (Z) mempunyai pengaruh yang besar terhadap Harga Saham (Y). Temuan ini menguatkan penelitian sebelumnya oleh (Aspul, 2. , menunjukkan bagaimana laba per saham (X. , laba atas ekuitas (X. , laba atas aset (X. , dan nilai tambah ekonomi (X. semuanya memainkan pengaruh signifikan dalam menetapkan harga saham. Dan pengaruh Earnings Per Share berfungsi sebagai variabel intervening dan mediasi antara perubahan EVA harga saham dengan pasar bila 0,198 > -0,074 dan nilai koefisien langsung EVA terhadap perubahan harga saham adalah -0,074 dan nilai koefisien tidak langsungnya adalah 0,178 x 1,115. Karena nilai koefisien tidak langsung laba per saham lebih besar dibandingkan nilai koefisien langsung . ,856 > -0,. , maka laba per saham berfungsi sebagai mediator antara ROA dengan harga saham. Nilai koefisien langsung ROA terhadap harga saham sebesar -0,673, sedangkan nilai koefisien tidak langsung sebesar 0,768 x 1,115 = 0,856. Temuan ini menguatkan penelitian sebelumnya oleh (Hidayati & Suwaidi, 2. , mengklaim bahwa EPS bertindak sebagai penyangga antara ROA dan harga saham. Model persamaan hubungan dalam gambar dapat dinyatakan dalam betuk persamaan jalur yang ditulis sebagai berikut : Y = axbx yx1 yx2 yx3 yz yu2 Berdasarkan tabel koefisien sub struktur 2 dihasilkan persamaan sebagaimana di bawah ini Y = 63. 039 -6896 X1 -983 x2 -624 x3 1010 z e Yang artinya adalah Harga saham pengaruh sebesar 63,039 tanpa dipengaruhi oleh variabel perubahan economic value dan Return on Aset serta return on Equity Analisis Jalur Analisis Jalur (Path Analysi. Koefisien Jalur Model 1. Setelah dilakukannya pengujian pada model regresi substruktur 1, maka dapat dirumuskan koefisien residu untuk persamaan struktural analisis yaitu yaCA = Oo1 - 0,356 = 0,802. Sehingga dapat diperoleh persamaan struktural pada jalur analisis substruktir 1 adalah Z = 0,178XCA 0,768XCC (-0,. X3 0,802. Berikut ini adalah diagram jalur dari model regresi substruktur 1 : 42-49E E Vol. No. April 2025 Abu Bakar, . Dea Destianti, . Asrarudin Gambar 5. Koefisien Jalur Substruktur 1 Sumber: Data Diolah Koefisien Jalur Model 2 pengujian pada model regresi substruktur 2, maka dapat dirumuskan koefisien residu untuk persamaan struktural analisis yaitu ya2 = Oo1- 0,884 = 0,341. Sehingga dapat diperoleh persamaan struktural pada jalur analisis substruktir 2 adalah Y = -0,074XCA (-0,. XCC 0,323X3 1,115Z 0,341. Berikut ini adalah diagram jalur dari model regresi substruktur 2: Gambar 7. Koefisien Jalur Substruktur 2 Sumber : Data Diolah Untuk mengetahui apakah variabel intervening memediasi atau tidak maka diperlukan perbandingannya dari setiap model yang memiliki jalur pengaruh tidak langsung sebagai Model X1 terhadap Y melalui Z Earnings per share merupakan variabel intervening yang memediasi perubahan EVA terhadap Harga Saham karena nilai koefisien langsung sebesar -0,074 dan nilai koefisien tidak langsung sebesar 0,178 x 1,115 = 0,198, dimana nilai koefisien 43-49E E Vol. No. April 2025 Peranan EPS sebagai Variabel Intervening terhadap Pengaruh Perubahan Economic Value Added (EVA),A. langsung mempunyai nilai yang lebih kecil dibandingkan dengan nilai koefisien tidak . ,198 > -0,. Model X1 terhadap Y melalui Z Earning Per Share berfungsi sebagai mediator antara ROA dengan harga saham karena nilainya lebih besar dari nilai koefisien langsung . ,856 > -0,. , sedangkan nilai koefisien langsung sebesar -0,673 dan nilai koefisien tidak langsung sebesar 0,768 x 1,115 = 0,856. Model X1 terhadap Y melalui Z Nilai koefisien tidak langsung sebesar -0,208 x 1,115 = -0,232, sedangkan nilai koefisien langsung sebesar 0,323. Earnings Per Share tidak berfungsi sebagai faktor moderasi antara Return on Equity dengan Nilai Pasar Saham ketika koefisien langsung lebih besar dibandingkan koefisien tidak langsung (-0. 232 > 0. Jika dibandingkan koefisien antara ROE dengan harga saham, maka koefisien langsungnya sebesar 0,323 dan koefisien tidak langsungnya sebesar -0,208 x 1,115 = -0,232. Karena koefisien langsung lebih besar dibandingkan koefisien tidak langsung, maka Earnings Per Share tidak berperan sebagai mediator antara ROE dan harga saham Berdasarkan hasil diagram jalur diatas, maka kita dapat membuat tabel dekomposisi dari koefisien jalur, pengaruh langsung dan tidak langsung dan pengaruh total pengaruh Perubahan EVA (X. ROA (X. ROE (X. Earning Per Share (Z) dan Harga Saham (Y) adalah sebagai berikut: Tabel 17. Hasil Perhitungan Dekomposisi Analisis Jalur Pengaruh Variabel Langsung Melalui (Z) Total X1 Terhadap Z 0,178 0,178 X2 Terhadap Z 0,768 0,768 X3 Terhadap Z -0,208 -0,208 X1 Terhadap Y -0,074 ,178 X 1,. 1,124 X2 Terhadap Y -0,673 ,768 X 1,. 1,183 X3 Terhadap Y 0,323 (-0,208 X 1,. 0,091 Z Terhadap Y 1,115 1,115 Sumber : Data Diolah Setelah melakukan perhitungan pengaruh kasual pada kedua substruktur maka ditemukan 3 model yang memiliki pengaruh secara tidak langsung atau melalui variabel intervening. Kriteria penarikan kesimpulan apakah variabel intervening itu memediasi atau tidak adalah sebagai berikut: Jika nilai koefisien pengaruh tidak langsung > pengaruh langsung maka variabel Z adalah variabel intervening atau dengan kata lain pengaruh yang sebenarnya adalah tidak langsung. Jika koefisien pengaruh tidak langsung < pengaruh langsung maka variabel Z bukan variabel intervening dan pengaruh yang sebenarnya adalah variabel langsung. Untuk mengetahui apakah variabel intervening memediasi atau tidak maka diperlukan perbandingannya dari setiap model yang memiliki jalur pengaruh tidak langsung, berikut ini adalah diagram Jalur dan nilai koefisiennya dari setiap model regresi yang memiliki jalur pengaruh tidak langsung berdasarkan tabel dekomposisi (Juliandi et al. , 2. 44-49E E Vol. No. April 2025 Abu Bakar, . Dea Destianti, . Asrarudin Model X1 terhadap Y melalui Z Pada model diatas, nilai koefisien langsung adalah -0,074 dan nilai koefisien tidak langsung adalah 0,178 x 1,115 = 0,198, dimana nilai koefisien langsung memiliki nilai lebih kecil daripada nilai koefisien tidak langsung . ,198 > -0,. yang berarti Earning Per Share adalah variabel Intervening dan memediasi Perubahan EVA terhadap Harga Saham. Model X2 terhadap Y melalui Z Pada model diatas, nilai koefisien langsung adalah -0,673 dan nilai koefisien tidak langsung adalah 0,768 x 1,115 = 0,856, dimana nilai koefisien langsung memiliki nilai lebih kecil daripada nilai koefisien tidak langsung . ,856 > -0,. yang berarti Earning Per Share adalah variabel Intervening dan memediasi ROA terhadap Harga Saham. Model X3 terhadap Y melalui Z Pada model diatas, nilai koefisien langsung adalah 0,323dan nilai koefisien tidak langsung adalah -0,208 x 1,115 = -0,232, dimana nilai koefisien langsung memiliki nilai lebih besar daripada nilai koefisien tidak langsung (-0,232 < 0,. yang berarti Earning Per Share bukan variabel Intervening dan tidak memediasi ROE terhadap Harga Sah Kesimpulan EVA (X. ROA (X. , dan ROE (X. mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap laba per saham (Z), karena Nilai sig simultan uji f sebesar 0,005 Ae 0,05 dan nilai F estimasi sebesar 5,337 > 2,934 menunjukkan bahwa penyesuaian pada variabel Earning Per Share dapat menjadi sumber perubahan EVA. ROA, dan ROE. Oleh karena itu. Berdasarkan fakta yang ditampilkan di sini, kami menyimpulkan bahwa perubahan Economic Value Added. Return on Assets, dan Return on Equity tidak berpengaruh terhadap Earnings Per Share. EVA (X. Return on Assets (X. Return on Equity (X. , dan Earnings Per Share (Z) mempunyai pengaruh yang besar terhadap Harga Saham (Y) karena nilai sig 0,000 sampai 0,05 dan mendapatkan Ha, maka hasil uji F menunjukkan bahwa peningkatan EVA. ROA. ROE, dan EPS adalah konstan. 53,262 > 2,934 merupakan nilai F prediksi. elemen yang mempengaruhi pasar saham secara bersamaan. Earning Per Share adalah variabel Intervening dan memediasi Perubahan EVA terhadap Harga Saham karena nilai koefisien langsung adalah -0,074 dan nilai koefisien tidak langsung adalah 0,178 x 1,115 = 0,198, dimana nilai koefisien langsung memiliki nilai lebih kecil daripada nilai koefisien tidak langsung . ,198 > -0,. Dan Earning Per Share adalah variabel Intervening dan memediasi ROA terhadap Harga Saham karan nilai koefisien langsung adalah -0,673 dan nilai koefisien tidak langsung adalah 0,768 x 1,115 = 0,856, dimana nilai koefisien langsung memiliki nilai lebih kecil daripada nilai koefisien tidak langsung . ,856 > -0,. yang berarti. Serta Earning Per Share bukan variabel Intervening dan tidak memediasi ROE terhadap Harga Saham karena nilai koefisien langsung adalah 0,323dan nilai koefisien tidak langsung adalah -0,208 x 1,115 = -0,232, dimana nilai koefisien langsung memiliki nilai lebih besar daripada nilai koefisien tidak langsung (-0,232 < 0,. yang berarti 45-49E E Vol. No. April 2025 Peranan EPS sebagai Variabel Intervening terhadap Pengaruh Perubahan Economic Value Added (EVA),A. Referensi