Jurnal Keperawatan Majampangi, 1 . Desember 2024, pp. 01 Ae 07 ISSN x-x (Onlin. ISSN x-x (Prin. doi : DOI HERE STUDI KASUS PENERAPAN INTERVENSI KEPERAWATAN RELAKSASI BENSON TERHADAP TINGKAT NYERI PASIEN POST OP APPENDICITIS Rusna Tahir A . Maretza Wijaya. Dwi Yanthi Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kendari. Indonesia ARTICLE INFO Article history Submitted : 2023-05-26 Revised : 2023-06-01 Accepted : 2024-08-28 Keywords: Post Op Appendicitis. Benson's relaxation. Pain level Kata Kunci: Post Op Appendicitis. relaksasi Benson. Tingkat nyeri This is an open access article under the CC BY-SA ABSTRACT Appendicitis is an inflammation of the appendix . ermiform appendi. due to blockage in the lumen of the appendix. This inflammation of the appendix causes digestive system disorders caused by various factors including blockage of the lumen of the appendix, lymphatic hyperplasia, tumors, and low-fiber diets. Appendicitis can occur at any age, where everyone has a risk of experiencing appendicitis, which is 7% during their lifetime. As many as 3. 53% of the Indonesian population experiences appendicitis every year. If not treated quickly and appropriately, appendicitis can cause perforation, peritonitis and abscesses. The main treatment for appendicitis is surgery . which can cause complaints of postoperative pain. Post-appendectomy pain makes it difficult for patients to be active, have difficulty sleeping, and feel uncomfortable. Benson relaxation is a relaxation therapy that can be used to reduce pain in post-operative This study aims to see the picture of the level of pain in post-appendicitis surgery patients before and after being given Benson relaxation therapy. This study used a descriptive qualitative method with a case study approach through the application of nursing interventions in the form of Benson relaxation carried out on one adult patient subject after appendicitis surgery with the main nursing problem of acute pain. Benson relaxation intervention was given for 3 days. The results showed that there was a decrease in the level of pain in post-appendicitis patients after being given Benson relaxation for three days. The initial pain scale before the intervention was moderate to mild after the intervention. In addition, the protective attitude and sleep disturbances experienced by patients experienced significant changes. Benson relaxation therapy has been shown to reduce the level of pain in post-operative patients so that it can be used by nurses as a complementary therapy in providing independent pain management interventions. ABSTRAK Apendisitis adalah inflamasi pada umbai cacing . pendiks vermiformi. karena adanya sumbatan pada lumen apendiks. Peradangan usus buntu ini menyebabkan gangguan system pencernaan yang disebabkan berbagai factor diantaranya sumbatan lumen apendiks, hyperplasia limfe, tumor, maupun pola makan yang rendah serat. Apendisitis dapat terjadi pada seluruh usia, dimana setiap orang memiliki resiko mengalami apendisitis yaitu 7% selama hidupnya. Sebanyak 3,53% penduduk Indonesia mengalami apendisitis setiap tahun. Jika tidak mendapatkan penanganan dengan cepat dan tepat, apendisitis dapat menyebabkan terjadinya perforasi, peritonitis dan abses. Penatalaksanaan utama apendisitis adalah pembedahan . yang dapat menimbulkan keluhan nyeri pasca operasi. Nyeri post operasi apendiktomi menyebabkan pasien sulit beraktivitas, sulit tidur, dan merasa tidak nyaman. Relaksasi Benson merupakan terapi relaksasi yang dapat digunakan untuk menurunkan nyeri pasien post operasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran tingkat nyeri pasien post operasi apendisitis sebelum dan setelah diberikan terapi relaksasi Benson. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui penerapan intervensi keperawatan berupa relaksasi Benson yang dilakukan pada satu orang subjek pasien dewasa post operasi apendisitis dengan masalah keperawatan utama nyeri akut. Intervensi relaksasi benson diberikan selama 3 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan tingkat nyeri pasien post operasi apendisitis setelah diberikan relaksasi Benson selama tiga hari. Skala nyeri awal sebelum intervensi adalah sedang menjadi ringan setelah intervensi. Selain itu, sikap protektif dan gangguan tidur yang dialami pasien mengalami perubahan yang signifikan. Terapi relaksasi Benson terbukti dapat mengurangi tingkat nyeri pasien post operasi sehingga bisa digunakan oleh perawat Volume 1. Nomor 1. Desember 2024 Studi Kasus Penerapan Intervensi Keperawatan . sebagai terapi komplementer dalam memberikan intervensi mandiri manajemen nC Corresponding Author: Rusna Tahir Telp. Email: rusnatahir87@gmail. PENDAHULUAN Apendisitis adalah suatu inflamasi yang terdapat pada umbai cacing . pendiks vermiformi. , yang dapat dikatakan sebagai proyeksi apeks sekum. Penyakit ini adalah penyakit dengan kedaruratan bedah pada abdomen yang sering dijumpai, biasa sering terjadi pada usia remaja dengan rentang umur 10-19 tahun dan bisa saja menyerang pada usia berapa pun. Etiologi dari penyakit appendicitis ini yaitu karena adanya suatu sumbatan pada lumen apendiks yang disebabkan karena adanya massa feses yang keras sehingga kurang masuknya pasokan makanan yang berserat. Konstipasi dapat menaikkan tekanan pada intrasekal yang menyebabkan tersumbatnya fungsi dari apendiks dan juga naiknya pertumbuhan flora colon yang dapat memiliki tingkat resiko yang tinggi pada penyakit appendicitis (Septiana et al. , 2021. Prevalensi jumlah angka kematian akibat apendisitis menurut World Health Organization (WHO) diperkirakan sebesar 21. 000 orang. Di Indonesia, menurut data yang telah terbitkan oleh Kementerian Kesehatan RI setidaknya sebanyak 179. %) orang mengalami apendisitis tiap tahunnya. Penyakit ini termasuk penyakit kegawatan abdomen tertinggi di Indonesia (Ahmad and Kardi 2. Penderita apendisitis akan mengeluh nyeri pada kuadran bawah abdomen disertai dengan demam ringan, mual muntah dan nafsu makan menurun. Nyeri tekan biasa di rasakan pada area lumbal, di ujung pada pelvis tanda-tanda tersebut dapat mudah dikatahui jika dilakukan pemeriksaan Jika appendiks telah merobek, maka nyeri dapat menyebar adanya distensi abdomen mengakibatkan ileus paralitik dan keadaan pasien semakin memburuk (Haryono, 2. Dampak dari penyakit ini yaitu meningkatnya resiko perforasi, peritonitis, dan abses. Perforasi ditandai dengan timbulnya nyeri yang meningkat dan menimbulkan gejala seperti demam yang tinggi, selain itu juga adanya abses kecil yang sudah dapat dilokalisasi dan peritonitis generalisata yang relevan. Adapun jika ditemukan pasien yang memiliki klinis yang sudah jelas, maka intervensi yang benar dilakukan adalah tindakan dengan mengangkat suatu apendiks dengan dilakukannya suatu tindakan pembedahan dan itu juga salah satu tindakan yang efektif dan pilihan terbaik demi kesembuhan suatu individu (Ramadhan et al. , 2. Apendisitis harus ditindaklanjuti dengan segera melalui tindakan pembedahan. Masa pemulihan post op membutuhkan waktu yang lama dengan rentang waktu rata-rata 72,45 menit. Pada umumnya, tindakan pembedahan akan menimbulkan nyeri dengan skala berat pada 2 jam pertama post operasi karena obat anestesi mulai menghilang. Sensasi nyeri yang dirasakan unik, kemudian bersifat individual yang menyatakan bahwa tidak ada individu yang merasakan sensasi nyeri yang sama dan respon atau perasaan yang sama dengan individu lainnya sehingga penting bagi seorang perawat untuk melakukan intervensi keperawatan yang tepat dengan tujuan untuk mengurangi rasa nyeri yang dirasakan pasien (Manurung et al. , 2. Masalah keperawatan nyeri akut pada pasien post operasi memberikan dampak pada masamasa perawatan seperti kesulitan bergerak, kesulitan beraktivitas dan memenuhi kebutuhan secara mandiri, perasaan tidak nyaman, intensitas nyeri yang dirasakan terus menerus menyebabkan pasien kesulitan istirahat dan tidur terganggu, aspek interaksi sosial akan terganggu karena pasien cenderung menghindari percakapan, menarik diri dan lain sebagainya. Jika pasien telah mengalami nyeri berat dan tidak dilakukan tindakan sesegera mungkin, maka bisa saja pasien akan syok neurogenik. Pengelolaan intensitas nyeri pada pasien post operasi apendisitis dilakukan secara farmakologi dan Pengelolaan dengan farmakologi melalui pemberian obat-obatan golongan analgetik. Pengelolaan dengan nonfarmakologi berupa manajemen nyeri dengan pemberian terapi relaksasi sebagai tindakan mandiri yang dilakukan oleh perawat. Terapi relaksasi memberikan efek rileks karena terjadi penurunan kadar epineprin dalam darah, yang mengakibatkan turunnya ketegangan otot, turunnya metabolisme dan meningkatnya temperatur pada ekstermitas (Widodo & Neli Qoniah, 2. http://jurnal. id/index. Volume 1. Nomor 1. Desember 2024 Studi Kasus Penerapan Intervensi Keperawatan . Salah satu terapi relaksasi sebagai manajemen nyeri adalah terapi relaksasi Benson. Relaksasi Benson merupakan salah satu tindakan mandiri yang dapat dilakukan perawat yang bertujuan untuk mengurangi intensitas nyeri pada pasien post operasi apendisitis. Terapi relaksasi Benson akan membantu pasien untuk memfokuskan perhatiannya dengan menyebut secara berulang kali kalimat afrimasi yang paling diyakini pasien dan mampu menghilangkan pikiran-pikiran yang dapat menganggu pasien dan memberikan efek rileks. Relaksasi Benson terapi yang mudah untuk dilakukan, bisa dilakukan kapan saja, tidak memerlukan peralatan serta memberikan banyak manfaat untuk menunjang kesehatan (Ulfa et al. , 2. METODE Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui analisis deskriptif, yaitu penerapan terapi relaksasi Benson pada asuhan keperawatan kasus post operasi apendisitis dengan masalah keperawatan utama nyeri akut. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Ruang Melati RSUD Kota Kendari pada bulan 9-12 April Tahun 2023. Populasi dan Sampel Populasi adalah keseluruhan dari kelompok yang menjadi data dalam penelitian. Sampel adalah wakil dari kelompok dalam data penelitian. Penelitian ini melibatkan satu orang pasien yang mengalami nyeri akut karena post operasi apendisitis. Pengumpulan Data Penerapan terapi relaksasi Benson diberikan selama tiga hari, dilakukan dua kali sehari setiap pagi dan sore dengan waktu 10-20 menit sebelum pemberian analgetik dengan tujuan untuk menurunkan tingkat nyeri. Prosedur relaksasi Benson dimulai dari mengatur posisi nyaman . erbaring atau dudu. , memejamkan mata dengan rileks, mengendorkan atau melemaskan otot kaki, betis, paha dan perut, otot tangan dan lengan. Selanjunya mulai bernapas dengan lambat dan wajar, serta mengucapkan dalam hati kata-kata positif sambil menarik napas sampai mengeluarkan napas. Lemaskan seluruh tubuh disertai dengan sikap pasrah. Prosedur terus diulangi selama 10-20 menit. Tingkat nyeri diukur sebelum dan setelah diberikan terapi relaksasi Benson dengan menggunakan kriteria hasil tingkat nyeri dari Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) yaitu keluhan nyeri, ekspresi meringis, sikap protektif, dan kesulitan tidur . Keluhan nyeri diukur menggunakan Numerical Rating Scale (NRS). Pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi, catatan individu, atau rekam medik dan perawatan. Pengolahan dan Analisis Data Data yang telah terkumpul dianalisis untuk melihat masalah keperawatan yang dialami klien serta mengukur keefektifan intervensi yang telah diterapkan dalam menyelesaikan masalah keperawatan. HASIL PENELITIAN Gambaran Kasus Klien bernama Tn. R, usia 33 tahun, jenis kelamin laki-laki, status menikah, beragama Islam. Pendidikan terakhir SLTA, bertempat tinggal di Wawonii, dan pekerjaan sebagai petani. Klien dirawat di RS dengan diagnosa medis apendisitis. Pengkajian dilakukan tanggal 9 April 2023 setelah klien menjalani tindakan operasi apendiktomi. Saat dikaji, keluhan utama adalah nyeri post operasi pada daerah abdomen kanan bawah. Klien mengatakan nyeri seperti tertusuk-tusuk pada luka bekas operasi dengan skala nyeri 6 . yeri sedan. , nyeri dirasakan bertambah ketika bergerak atau merubah posisi, klien mengatakan hanya bisa tidur terlentang agar nyeri tidak bertambah, klien mengatakan kesulitan tidur dan sering terbangun ketika merasa nyeri, klien terlihat protektif khsususnya pada daerah luka operasi, klien terlihat sering meringis, dan nampak gelisah. Hasil pemeriksaan tanda-tanda vital yaitu http://jurnal. id/index. Volume 1. Nomor 1. Desember 2024 Studi Kasus Penerapan Intervensi Keperawatan . TD : 120/80 mmHg. HR : 100 kali/menit. RR : 22 kali/menit. Suhu: 36,50C, keadaan umum lemah. GCS : 15 kesadaran composmentis. Analisis Kasus Berdasarkan hasil pengkajian, maka rumusan masalah keperawatan pada kasus tersebut adalah nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik . rosedur operas. Untuk mengatasi masalah nyeri akut yang dialami oleh klien, maka dilakukan intervensi manajemen nyeri yaitu menerapkan teknik relaksasi Benson untuk membantu mengurangi tingkat nyeri klien. Relaksasi Benosn dilakukan secara rutin selama tiga hari dengan waktu pemberian 10-20 menit setiap pagi dan sore hari selama klien menjalani perawatan di rumah sakit. Relaksasi Benson diberikan dengan tujuan untuk mengurangi tingkat nyeri post operasi apendisitis. Perubahan tingkat nyeri dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 1 Hasil Observasi Penerapan Terapi Relaksasi Benson Terhadap Tingkat Nyeri Hari Kriteria Hasil Hari 1 Keluhan nyeri Meringis Sikap protektif Kesulitan tidur Hari 2 Keluhan nyeri Meringis Sikap protektif Kesulitan tidur Hari 3 Keluhan nyeri Meringis Sikap protektif Kesulitan tidur Pagi Sebelum Sesudah intervensi intervensi Cukup Sedang Sedang Cukup Sedang Cukup Sedang Cukup Sedang Cukup Sedang Cukup Cukup Menurun Cukup Menurun Cukup Menurun Sore Sebelum Sesudah Cukup Sedang Sedang Cukup Sedang Cukup Sedang Cukup Cukup Menurun Cukup Menurun Cukup Menurun Cukup Menurun Cukup Menurun Berdasarkan Tabel 1 diketahui bahwa terjadi penurunan tingkat nyeri sebelum dan setelah diberikan terapi relaksasi Benson. Pada kriteria hasil keluhan nyeri terjadi penurunan hari pertama sampai pada hari ketiga yaitu dari skala nyeri 6 . yeri sedan. menjadi skala nyeri 2 . yeri ringa. Pada kriteria hasil ekspresi meringis juga mengalami penurunan dimana pada hari pertama ekspresi meringis cukup meningkat dan pada hari ketiga menjadi menurun. Pada kriteria hasil sikap protektif hari pertama adalah sedang dan mengalami penurunan pada hari ketiga menjadi menurun. Keluhan kesulitan tidur juga mengalami penurunan dimana pada hari petama keluhan sulit tidur sedang dan pada hari ketiga keluhan sulit tidur menurun. http://jurnal. id/index. Volume 1. Nomor 1. Desember 2024 Studi Kasus Penerapan Intervensi Keperawatan . PEMBAHASAN Pengkajian yang dilakukan pada klien dengan diagnosa medis apendisitis dan telah menjalani tindakan apendiktomi memberikan hasil bahwa masalah keperawatan yang dirumuskan adalah nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik . rosedur operas. (PPNI 2. Prosedur operasi dilakukan karena adanya peradangan pada apendiks atau dikenal dengan usus buntu yang nantinya dapat mengakibatkan infeksi. Pembedahan adalah tindakan pengobatan secara invasif dengan mengekspos bagian tubuh yang akan ditangani. Pada penyakit apendisitis yang tidak bisa diobati dengan farmakologi, maka tindakan yang dilakukan adalah pembedahan atau apendiktomi (Daulay and Simamora 2. Pembedahan menyebabkan luka karena terputusnya kontinuitas pada jaringan tubuh yang kemudian menimbulkan sensasi nyeri dan tidak nyaman bagi klien. Setelah dirumuskan adanya masalah keperawatan yaitu nyeri akut, tentu harus dilakukan intervensi untuk mengatasi masalah tersebut. Intervensi yang dilakukan adalah penerapan terapi relaksasi Benson. Penerapan intervensi terapi relaksasi Benson terhadap tingkat nyeri pada pasien post op appendicitis di RSUD Kota Kendari yang dilakukan selama tiga hari (Febiantri and Machmudah Gambaran hasil yang diperoleh bahwa terapi relaksasi Benson mengurangi keluhan nyeri yang dirasakan klien, klien tidak menampakkan ekspresi meringis, dapat mengurangi keluhan kesulitan tidur dan gelisah kemudian dapat menurunkan frekuensi nadi. Terapi ini juga diajarkan kepada keluarga yang mendampingi klien selama menajalani perawatan. Dengan demikian keluarga bisa membantu klien melakukan terapi ini secara mandiri tanpa pendampingan perawat. Semakin sering dilakukan, pasien menjadi semakin rileks dan keluhan nyeri bisa dikurangi (Manurung et al. , 2. Hal tersebut sejalan dengan penelitian sebelumnya dimana relaksasi Benson dilakukan selama 3 hari terbukti dapat menurunkan tingkat nyeri pada pasien post operasi, dimana sebelum pemberian terapi sensasi nyeri yang dirasakan pada rentang sedang dan setelah diberikan menurun menjadi nyeri Relaksasi Benson adalah terapi relaksasi yang dapat menggabungkan antara teknik pernafasan yang diiringi dengan keyakinan klien dengan Tuhan sehingga mempunyai efek yang dapat menciptakan relaksasi yang memberikan efek menurunkan tingkat nyeri yang dirasakan klien, sebagaimana seperti kalimat dzikir dan doa dari sudut pandang ilmu kesehata mental yang merupakan terapi psikiatrik, setingkat lebih tinggi daripada psikoterapi biasa (Inayati Anik et al. , 2. Pemberian terapi relaksasi Benson dapat menenangkan pasien. Saat melakukan relaksasi Benson dimana klien menyebutkan kalimat keyakinan akan kuasa Tuhan secara berulang-ulang, mampu memberikan respon relaksasi yang kuat dan mampu menurunkan nyeri dan rasa cemas (Febiantri and Machmudah 2. Proses fisiologi relaksasi Benson dapat menurunkan tingkat nyeri telah dijelaskan bahwa relaksasi ini dapat menimbulkan kenyamanan dan rileks. Perasaan yang tenang ditimbulkan dari efek relaksasi Benson dimana akan diteruskan ke hipotalamus untuk menimbulkan conicothripin releaxing factor (CRF). CRF ini akan merangsang kelenjar yang berada dibawah otak untuk meningkatkan produksi proopied melanocorthin (POMC) sehingga produksi ekephalin oleh medulla adrenal dapat meningkat. Endhorpin ada dengan memisahkan diri dari deyoxyribo nucleid acid (DNA) adalah substansi yang dapat mengatur kehidupan sel dan memberi perintah untuk sel tumbuh atau dapat berhenti tumbuh. Ketika endhorpin terpisah dari DNA, endhorpin membuat kehidupan dalam kondisi yang normal dan tidak terasa sakit. Endhorpin dapat mempengaruhi impuls nyeri dengan metode adanya penekanan pelepasan neurotransmitter sehingga rangsangan nyeri tidak bisa mencapai kesadaran dan sensori nyeri juga tidak dialami (Septiana et al. , 2. Efek dari penerapan terapi relaksasi Benson dapat membuat tubuh menghasilkan hormon endhorphin dimana hormon ini alami dan dapat diproduksi oleh tubuh manusia dan mempunyai fungsi yang menyebabkan hilangnya rasa sakit secara alami juga. Endhorphine ini diproses tubuh secara alami saat tubuh dalam kondisi rileks sama halnya seperti latihan pernafasan pada saat interval, intervensi dan meditasi. Selain itu juga relaksasi ini dapat mengembalikan tubuh menjadi tenang dan senyaman mungkin. Relaksasi ini juga mempunyai efek yang dapat meningkatkan gelombang alfa dan mampu membuat kondisi otak pun dalam keadaan relaksasi. Apabila telah mencapai gelombang alfa, kemudian otak dalam kondisi yang tenang dan bisa fokus pada suatu objek, dan dapat membentuk rasa nyaman atas nyeri yang dirasakan (Spalanzani Yogi, 2. http://jurnal. id/index. Volume 1. Nomor 1. Desember 2024 Studi Kasus Penerapan Intervensi Keperawatan . KESIMPULAN DAN SARAN Setelah dilakukan penerapan relaksasi Benson selama tiga hari, tingkat nyeri pada pasien post operasi apendisitis mengalami penurunan. Relaksasi Benson mudah untuk dilakukan, sehingga bisa menjadi salah satu terapi relaksasi yang dapat digunakan untuk mengurangi tingkat nyeri pasien post DAFTAR PUSTAKA