DINAMIKA TEKNIK SIPIL MAJALAH ILMIAH TEKNIK SIPIL Volume 18. Nomor 1. Juli 2025. Halaman 20-30 p-ISSN: 1411-8904, e-ISSN: 2828-2876 Tersedia online di https://journals. id/index. php/DTS/index EVALUASI KINERJA BANGUNAN PENGAMAN PANTAI DI PANTAI BATU MEJAN. CANGGU Tiara Rekha Ardhanaresvari1. Putu Aryastana2*. Putu Gede Suranata3 Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Warmadewa. Jl. Terompong No. Sumerta Kelod. Denpasar Tim. Denpasar. Bali. Kode Pos 80239 Magister Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan. Fakultas Teknik. Universitas Warmadewa. Jl. Terompong No. Sumerta Kelod. Denpasar Tim. Denpasar. Bali. Kode Pos 80239 Email: aryastanaputu@warmadewa. Diajukan: 24/07/2024 Direvisi: 01/07/2025 Diterima: 02/07/2025 Abstrak Pantai Batu Mejan merupakan salah satu Kawasan pariwisata yang terletak desa Canggu. Kabupaten Badung. Pantai Batu mejan memiliki panjang pantai yakni A561 m dengan bangunan pengaman pantai . ea wal. sepanjang A270 m yang terletak di area samping Pura Batu Mejan. Canggu. Gelombang laut yang cukup besar di Pantai Canggu khususnya pada Pantai Batu Mejan menyebabkan kerusakan bangunan yang terjadi pada bangunan pengaman pantai . ea wal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja bangunan pengaman pantai . ea wal. eksisting dengan menggunakan metode analisis penilaian kerusakan, analisis penilaian kondisi fisik dan kinerja fungsi bangunan pengaman pantai. Berdasarkan hasil evaluasi pada sepanjang Pantai Batu Mejan Ae Pantai Batu Bolong dengan total panjang pantai yakni A1,26 km diperoleh pada segmen 1 dan 2 berdasarkan kerusakan erosi/abrasi yaitu sebesar 350 dengan prioritas penanganan A . mat sangat diutamaka. Selanjutnya pada evaluasi kondisi fisik dan kinerja fungsi bangunan pengaman pantai pada segmen 4 memperoleh hasil kinerja fungsi bangunan buruk karena terjadi kerutuhan sebagian pada bangunan sehingga perlu dilakukan kaji ulang. Sedangkan pada segmen 5 dan 6 memperoleh hasil kinerja fungsi bangunan baik sehingga hanya perlu dilakukan pemantauan. Kemudian dari evaluasi kondisi eksisting tersebut akan disimulasikan menggunakan software Surface Water Modeling System (SMS) 10. 1 dan 13. Kata kunci: Abrasi. Bangunan Pengaman Pantai. Evaluasi Kinerja Bangunan. Sea Wall Abstract Batu Mejan Beach is a prominent tourist destination located in Canggu Village. Badung Regency. The beach stretches approximately 561 meters and features a coastal protection structure . ea wal. that extends about 270 meters alongside the Batu Mejan Temple in Canggu. The significant waves at Canggu Beach, particularly at Batu Mejan, have caused damage to the existing sea wall. This study aims to assess the performance of the existing sea wall using damage assessment analysis, physical condition evaluation, and functional performance analysis of the coastal protection structure. The evaluation along Batu Mejan Beach to Batu Bolong Beach, covering a total length of approximately 1. 26 kilometers, revealed that segments 1 and 2 experienced erosion/abrasion damage rated at 350, indicating a priority handling level of A . ery high priorit. Furthermore, the physical condition and functional performance assessment of the sea wall in segment 4 showed poor performance due to partial degradation, necessitating a reevaluation. In contrast, segments 5 and 6 demonstrated good functional performance, requiring only monitoring. The existing conditions will be simulated using the Surface-Water Modeling System (SMS) software versions 10. 1 and 13. Keywords: Abrassion. Coastal Protection Structure. Performance Evaluation of The Structure. Sea Wall DINAMIKA TEKNIK SIPIL Vol. 18/No. PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki luas wilayah lautan hingga 000 km2. Luas wilayah perairan di Indonesia yakni lebih dari 77% dari luasan total wilayah NKRI (Negara Kepulauan Republik Indonesi. Selain itu. Negara Indonesia memiliki panjang garis pantai yang dapat mencapai lebih dari 108. 000 km dan dengan jumlah pulau yang lebih dari 17. pulau (Marves, 2. Pantai merupakan suatu daerah yang ada di tepi daerah perairan dan dipengaruhi oleh air pasang tertinggi dan air surut terendah (Triatmodjo, 1. Pulau Bali memiliki objek wisata yang sangat beragam, baik wisata alam, budaya, dan bahari (Somantri. Pantai di Pulau Bali merupakan salah satu daya tarik yang paling diminati oleh wisatawan lokal maupun asing. Selain menjadi destinasi wisata, pantai-pantai di Pulau Bali juga sering digunakan sebagai tempat pelaksanaan upacara keagamaan bagi umat Hindu di Bali. Saat ini, sekitar 215,85 km wilayah pesisir di Bali mengalami erosi/abrasi yang diperkirakan pembangunan struktur pantai yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis (I. Putra. Yujana, & Surayasa 2. Abrasi merupakan suatu proses pengikisan alami berupa daerah pantai atau material penyusun pantai yang disebabkan oleh gelombang dan arus laut yang destruktif, angin di atas lautan yang menghasilkan gelombang serta arus laut yang berkekuatan merusak, yang diikuti oleh longsoran . , abrasi menyebabkan mundurnya garis pantai dari posisi semula . e arah dara. (Apriyanti. Hartadi, & Putro, 2021. Haryani, 2022. Palisu. Fiqri, & Assidiq, 2. Pantai Batu Mejan merupakan salah satu kawasan pantai pariwisata yang mendatangkan devisa dikarenakan banyaknya wisatawan asing yang datang ke daerah tersebut. Pantai Batu Mejan terletak di Desa Canggu. Kecamatan Kuta Utara. Kabupaten Badung. Panjang garis pantai Batu Batu Mejan yakni A561 m dengan bangunan pengaman pantai sea wall sepanjang A270 m pada area samping Pura Batu Mejan. Bangunan pelindung pantai merupakan jenis struktur Teknik sipil yang dibuat untuk mencegah erosi/abrasi dan banjir pantai atau rob di wilayah pantai, selain itu, bangunan ini juga berfungsi untuk menjaga stabilitas muara dan mempermudah lalu lintas navigasi dan membantu dalam merevitalisasi kawasan pantai (Hamid & Danial, 2. Adapun Pantai Batu Bolong yang berada tepat bersebelahan dengan Pantai Batu Mejan memiliki panjang pantai hingga Batu Mejan yakni A1,26 km. Pantai Batu Mejan dimanfaatkan sebagai tempat berlangsungnya kegiatan keagamaan bagi umat hindu, kawasan wisata, lokasi surfing atau berselancar bagi wisatawan asing ataupun wisatawan lokal, dan disamping itu pada kawasan pantai sebagian besar difungsikan sebagai restoran atau bar yang diperuntukkan untuk menikmati matahari Gambar 1 menunjukkan kondisi di sekitar Pantai Batu Mejan. Gambar 1. Kondisi di Sekitar Pantai Batu Mejan (Hasil Analisis, 2. Salah satu faktor alam berupa gelombang laut yang cukup besar dan kurangnya fasilitas bangunan pengaman pantai di Pantai Canggu khususnya pada Pantai Batu Mejan dan Pantai Batu Bolong kemunduran garis pantai atau erosi. Menurut hasil analisis citra satelit SPOT 2017 menunjukkan adanya suatu perubahan garis pantai dan terjadi erosi di wilayah Canggu dimana rata-rata perubahan garis pantai sebesar 14,36 m dan laju erosi sebesar 2,05 m/tahun (Aryastana. Ardantha, & Agustini, 2. Perubahan garis pantai merupakan proses yang berlangsung secara terus-menerus melalui berbagai mekanisme, sseperti pengikisan . dan penambahan . yang disebabkan oleh pergerakan sedimen, garis pantai dapat berubah dikarenakan dua faktor yaitu faktor alam seperti gelombang, pasang surut dan akibat perbuatan manusia seperti DINAMIKA TEKNIK SIPIL Vol. 18/No. penambangan hutan bakau, serta memperluas sepadan pantai, perubahan garis pantai berdampak salah satunya pada permukiman masyarakat yang akan tergerus apabila tidak dilakukan penanggulangan (Arief. Winarso & Prayoga, 2011. Dundu. Rachman & Paotonan. Nugraha. Sudarsono & Mulyawati, 2. Terdapat kerusakan pada Bangunan pengaman pantai sea wall yang ada di pantai Batu Mejan. Tepatnya di samping areal Pura Batu Mejan terlihat mengalami kerusakan atau abrasi yang disebabkan oleh salah satu faktor alam yaitu gerusan gelombang dan arus ataupun kombinasi keduanya yang cukup besar mengakibatkan bangunan tersebut mengalami keruntuhan sebagian, seperti terlihat pada Gambar 2. Bangunan pengaman pantai sea wall pada Pantai Batu Mejan mengalami tingkat kerusakan sedang hingga cukup tinggi terlihat dari kerusakan yang tampak pada badan bangunan jika dilihat secara visual, material longsor, retak, berlubang, batu tercabut, dan lain-lain (Racman, 2. laut pasang masih sering terjadi limpasan gelombang hingga mencapai ke area warung warga pada beberapa titik lokasi di Pantai Batu Mejan dan Pantai Batu Bolong. Dari permasalahan tersebut, maka dari itu perlu diakukan evaluasi pada bangunan pengaman pantai sea wall eksisting di Pantai Batu Mejan. Canggu. Evaluasi dilakukan untuk pengaman pantai sea wall terhadap abrasi dan apakah bangunan tersebut perlu dilakukan kaji permasalahan yang terjadi pada bangunan dan lingkungan sekitar pantai (Direktorat Jendral Sumber Daya Air 2. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kinerja bangunan pengaman pantai . ea wal. eksisting dengan menggunakan metode analisis penilaian kerusakan, analisis penilaian kondisi fisik dan kinerja fungsi bangunan pengaman pantai yang dilakukan dengan mengisi blanko yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jendral Sumber Daya Air melalui SE No. 11/SE/D/2021. Setelah melakukan evaluasi maka akan dilanjutkan dengan melakukan simulasi pemodelan transformasi gelombang dilakukan dengan menggunakan software atau perangkat lunak SurfaceAeWater Modeling System (SMS) versi 1 dan versi 13. 3 untuk menentukan tinggi gelombang serta transpor sedimen yang terjadi di sepanjang Pantai Batu Mejan sampai dengan Pantai Batu Bolong. Canggu. Gambar 2. Kerusakan Bangunan Pengaman Pantai Sea Wall di Pantai Batu Mejan (Hasil Analisis, 2. Perbedaan antara erosi dan abrasi pantai dalah sebagai berikut, erosi pantai adalah proses mundurnya garis pantai dari posisi semula akibat ketidakseimbangan antara pasokan dan kapasitas angkutan sedimen. Sementara itu, abrasi pantai adalah proses pengikisan batuan ataupun material keras seperti dinding atau tebing, yang sering kali disertai dengan longsoran dan reruntuhan material (Wibowo. Dan berdasarkan wawancara yang dilakukan kepada warga disekitar daerah pantai Batu Mejan hingga pantai Batu Bolong menyebutkan bahwa pada saat gelombang air METODOLOGI Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan pada ruas Pantai Batu Mejan Ae Pantai Batu Bolong tepatnya di Desa Canggu. Kecamatan Kuta Utara. Kabupaten Badung. Bali (Gambar . Gambar 3. Lokasi Penelitian (Google Earth Pro, 2. DINAMIKA TEKNIK SIPIL Vol. 18/No. Data Penelitian Data yang dibutuhkan dalam melakukan evaluasi ini yaitu: Data kondisi eksisting bangunan pengaman pantai . ea wal. pada Pantai Batu Mejan. Data Peta Topografi dan Data Bathimetri Pantai Batu Mejan. Analisis Data Penilaian Kerusakan Pantai Penilaian Kerusakan Pantai bertujuan untuk secara obyektif menentukan tingkat kerusakan yang terjadi, sehingga dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan pantai-pantai diprioritaskan untuk penanganan (Direktorat Jendral Sumber Daya Air, 2. Tahap pertama yang perlu dilakukan yaitu Survey kerusakan pantai. Survey mengidentifikasi jenis kerusakan, faktor penyebab, ancaman yang mungkin saja terjadi, serta parameter penilaian. Kemudian dari mengidentifikasi dapat dilanjutkan dengan menentukan bobot kerusakan yang didasari dengan uraian kerusakan untuk memperoleh solusi alernatif pada masalah yang terjadi. Kemudian dilanjutkan dengan Survey Tingkat Kepentingan. Survey ini dilakukan dengan penilaian tingkat kerusakan pantai, kemudian mengidentifikasi jenis pemanfaatan ruang dengan menetapkan skala kepentingan, sehingga dapat diperoleh koefisien bobot tingkat kepentingan pantai. Setelah melakukan survey kerusakan pantai dan tingat kepentingannya maka dilanjutkan dengan menentukan prioritas penanganan pantai berdasarkan bobot yang Skala prioritas penanganan pantai, dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Skala Prioritas Penanganan Pantai Jenis Prioritas Prioritas A, . mat sangat diutamakan-darura. Prioritas B, . angat Prioritas C, . Prioritas D, . urang Prioritas E, . idak Ketentuan Bobot > 300 Bobot 226 300 Bobot 151 225 Bobot 76 - 150 Bobot < 75 Analisis Data Evaluasi Kondisi Fisik dan Kinerja Bangunan Pengaman Pantai Tujuan dari evaluasi kondisi fisik dan kinerja fungsi bangunan adalah untuk menentukan tindakan lanjut yang diperlukan untuk banguan pengaman pantai (Direktorat Jendral Sumber Daya Air, 2. Indeks Kondisi Bangunan menunjukkan kondisi fisik bangunan. Nilai ini dihitung berdasarkan data yang dikumpulkan selama pemantauan bangunan dan penilaian terhadap kondisi fisik bangunan dengan mencatat setiap hasil yang diperoleh selama pelaksanaan survey berlangsung. Untuk melakukan penilaian paada bangunan pengaman pantai, digunakan skala nilai 1 Ae 4, nilai 1 menunjukkan kondisi yang paling baik sedangkan nilai 4 menunjukkan kondisi yang paling buruk pada setiap bagian bangunan pengaman pantai yang diamati. Perhitungan untuk menghitung nilai indeks bergantung dengan nilai kondisi material utama dan masing-masing komponen struktur bangunan, yang dipantau dan juga kondisi material utamanya (Direktorat Jendral Sumber Daya Air, 2. Selanjutnya, perhitungan nilai komponen dengan menggunakan persamaan . Nilai Komponen = Nilai Indeks y Bobot Nilai bobot untuk komponen puncak, badan, fondasi, dan material penyusunnya berbeda-beda untuk setiap jenis struktur bangunan yang di evaluasi seperti pada Tabel 2 di bawah ini (Direktorat Jendral Sumber Daya Air 2. Tabel 2. Pembobotan Komponen Bangunan Jenis Bangunan Revetment Revetment 3B dan Bergerigi Tembok Laut Pemecah Gelombang Groin Jeti Tanggul Laut . truktur Komponen Fisik (Sumber: Direktorat Jendral Sumber Daya Ai. DINAMIKA TEKNIK SIPIL Vol. 18/No. Jenis Bangunan Tanggul Laut . imbunan Komponen Fisik (Sumber: Direktorat Jendral Sumber Daya Ai. A = Puncak B = Badan C = Pondasi D = Material Setelah dilakukan perhitungan indeks komponen fisik maka dilanjutkan dengan perhitungan indeks kondisi bangunan dengan menggunakan Persamaan . Setelah mengevaluasi kinerja fisik bangunan. Hasil evaluasi ini akan menunjukkan apakah bangunan itu bermanfaat atau tidak, dan sangat penting untuk membuat keputusan akhir tentang pengelolaan bangunan pengaman pantai tersebut. Nilai fungsi dapat bervariasi, tetapi disederhanakn dengan "Baik" atau "Buruk" seperti ditunjukkan pada Tabel 3 berikut (Direktorat Jendral Sumber Daya Air Tabel 3. Penentuan Kinerja Fungsi Bangunan Pengaman Pantai berdasarkan Pengamatan Kondisi Lingkungan di Sekitar Bangunan Pantai Obyek yang Dilindungi Pulau Terluar Jalan Nasional / Jalan Propinsi / Jalan Kabupaten / Kota Kinerja Fungsi Bangunan Baik Buruk Pantai tidak terkikis atau pantai bahkan bertambah lebar. Garis pantai bisa mundur namun di lain waktu maju kembali sehingga seimbang sepanjang tahun. Jalan dalam keadaan utuh dan stabil. Ada kemungkinan jalan tertutup oleh pasir yang terhempas oleh gelombang pasang yang besar hinga jauh di belakang bangunan. Kawasan Permukiman Pemukiman aman dari ancaman gelombang. Gundukan pasir bisa terbentuk di pinggir pantai. Kawasan Wisata Fasilitas Umum / Fasilitas Sosial Lalu Lintas Navigasi (Muara Sunga. Garis pantai secara konsisten mundur dari waktu ke waktu. Pohon pohon di tepi pantai tumbang dan sebagian akar terbongkar oleh gerusan air. Retak-retak muncul karena fondasi jalan Jalan atau terban. Sisi bahu jalan tampak tergerus dan semakin mendekati badan jalan. Pemukiman terkena ombak, posisi garis pantai semakin mendekati kawasan pemukiman sehingga jalaran ombak yang pecah mencapai rumah rumah yang paling dekat dengan pantai. Kawasan wisata aman dari gangguan ombak dan Pada pantai yang terjal tidak terjadi gerusan pada dinding pantai dan keruntuhan tebing tidak terjadi lagi. Pada pantai berpasir lebar pantai terjaga atau bahkan bertambah. Energi mengganggu kawasan wisata. Masih terjadi gerusan dan keruntuhan tebing pada pantai yang Pada pantai berpasir jumlah pasir semakin berkurang dan lebar pantai menyusut hingga tempat wisata semakin sempit. Fasilitas umum dalam keadaan aman dan beroperasi dengan baik. Tinggi gelombang yang mencapai lokasi tidak melebihi perkiraan rencana sehingga tidak mengganggu aktifitas. Bangunan pengaman tidak dapat memperbaiki kondisi, kegiatan di fasilitas bersangkutan terganggu oleh besarnya gelombang yang datang atau bahkan fasilitas mengalami kerusakan akibat Kapal dapat melintasi alur dengan aman. Proses sedimentasi pada alur navigasi seimbang dengan perubahan musim penghujan dan musim kemarau, atau tingkat sedimentasi terjadi sesuai perkiraan dalam perencanaan bangunan. Alur terlalu sempit dan dangkal untuk dilewati kapal secara wajar. Sedimentasi cenderung terus bertambah dan semakin parah pada musim (Sumber: Direktorat Jendral Sumber Daya Ai. Kondisi bangunan, baik fisik maupun fungsinya, harus dipertimbangkan saat membuat keputusan tindak lanjut. Saran dan pengambilan keputusan dapat ditentukan berdasarkan nilai indeks bangunan dan kinerja fungsi bangunan seperti ditunjukkan pada Tabel 4 berikut (Direktorat Jendral Sumber Daya Air 2. DINAMIKA TEKNIK SIPIL Vol. 18/No. Pemodelan Software SurfaceAe Water Modeling System (SMS) 10. Environmental Modeling Research Laboratory (EMRL), di Brigham Young University . ekarang Engineering Computer Graphic Laborator. mengembangkan software atau perangkat lunak yang disebut SurfaceAeWater Modeling System (SMS) (Wongnen, dkk. , 2. Sistem ini digunakan sebagai sarana dalam pemodelan lingkungan dengan model satu, dua, ataupun tiga dimensi. Sistem ini dikembangkan dan bekerja sama dengan the U. S Army Corps of. Engineers Waterways Experient Station (USACE-WES) dan the U. S Federal Haigway Administration (FHWA) (Putri et al. Tujuan SurfaceAeWater Modeling System (SMS) versi 10. 1 adalah untuk memodelkan transformasi gelombang dan menggambarkan perubahan parameter gelombang . inggi, periode, arah, dan bentuk spektra. yang disebabkan oleh penjalaran gelombang dari laut ke wilayah pesisir (Damayanthi 2. Sedangkan SurfaceAeWater Modeling System (SMS) versi 13. 3 memiliki fungsi yaitu untuk memodelkan aliran air permukaan, interaksi air tanah-permukaan, kualitas air permukaan, arus gelombang, dan simulasi perubahan garis pantai dengan menggunakan fitur GenCade. GenCade mensimulasikan pergeseran garis pantai yang terjadi akibat perbedaan dalam transportasi sedimen di sepanjang pantai baik secara temporal maupun spasial. Tabel 4. Saran dan Tindakan berdasarkan Kinerja Fungsi dan Kondisi Fisik Bangunan Kinerja Fungsi Bangunan Baik Buruk Fisik Bangunan Pengaman Pantai Saran Tindakan Nilai Indeks Kondisi 0,0 < nilai O 1,5 Baik Pemantauan 1,5 < nilai O 2,5 Cukup Baik Pemantauan 2,5 < nilai O 3,5 Perlu Perbaikan Pemeliharaan > 3,5 Rusak Berat Rehabilitasi 0,0 < nilai O 1,5 Baik 1,5 < nilai O 2,5 Cukup Baik 2,5 < nilai O 3,5 Perlu Perbaikan > 3,5 Rusak Berat Kaji Ulang (Sumber: Direktorat Jendral Sumber Daya Ai. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil yang diperoleh melalui analisis penilaian kerusakan pantai dan evaluasi kondisi fisik dan kinerja fungsi bangunan berupa nilai yang disajikan dalam bentuk Tabel dan agar lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5. Penilaian Kerusakan Pantai Survey penilaian terhadap kerusakan pantai dilakukan dengan membagi Panjang pantai menjadi beberapa segmen yang dimana pada ruas Pantai Batu Mejan-Batu Bolong dengan total panjang pantai yakni A1,26 km yang dibagi menjadi 14 segmen dengan masing-masing Panjang persegmen yaitu 90 m, dikarenakan pada bangunan eksisting hanya memiliki panjang bangunan A270 m maka dari itu ditentukan panjang persegmen hanya 90 m. Pada segmen 1 dimulai dari ruas . -90 . dan segmen 14 berada pada ruas . 0-1260 . Tabel 5. Hasil Penilaian Kerusakan Pantai Jenis Kerusakan Bobot Kerusakan Lingkungan Segmen 1- 14 Erosi/ abrasi Segmen 4 Segmen 1-3, segmen 7-14 Segmen 5 Segmen 6 Jumlah Skala Prioritas Penanga (Hasil Analisi. A = Amat sangat diutamakan Ae darurat DINAMIKA TEKNIK SIPIL Vol. 18/No. B = Sangat diutamakan C = Diutamakan D = Kurang diutamakan E = Tidak diutamakan Dari hasil penilaian kerusakan pantai yang telah dilakukan pada ruas Pantai Batu Mejan sampai Pantai Batu Bolong pada segmen 1 . -90 . sampai dengan segmen 14 . mengalami penurunan kualitas perairan yang dimana kerusakan tersebut masuk kedalam kategori (L-. dengan bobot kerusakan yaitu sebesar 100. Kemudian untuk jenis kerusakan erosi/abrasi, dan kerusakan struktur akibat perubahan garis pantai yang dimana kerusakan tersebut masuk ke dalam kategori (EA-. yang dialami pada segmen 1 . -90 . sampai 3 . -270 . dan segmen 7 . -630 . sampai 14 . 0-1260 . dengan bobot kerusakan yaitu 150. Selanjutnya, untuk jenis kerusakan erosi atau abrasi dan kerusakan pada bangunan . angunan dapat berupa jalan, rumah, ds. yang dimana kerusakan tersebut masuk ke dalam kategori (EA-. pada segmen 4 . -360 . dengan bobot 200, pada segmen 5 . -450 . dengan bobot yaitu 100, dan pada segmen 6 . -540 . dengan bobot kerusakan yaitu 50. Selanjutnya, hasil dari masing-masing bobot dikalikan dengan koefisien bobot tingkat kepentingan pantai (Sodikin, dkk. , 2. 1,75 dikarenakan kawasan pantai merupakan Kawasan Pariwisata yang menghasilkan devisa, tempat ibadah, tempat mata pencaharian masyarakat sekitar yaitu dengan berjualan, industry, dsb. Sehingga dari masing-masing nilai tersebut memperoleh hasil berdasarkan kerusakan lingkungan sebesar 175 dengan . , berdasarkan kerusakan erosi/abrasi berupa perubahan garis pantai pada segmen 1 sampai 3 dan segmen 7 sampai 14 yaitu sebesar 262,5 dengan prioritas penanganan B . angat diutamaka. , dan berdasarkan kerusakan yang disebabkan oleh erosi/abrasi dan kerusakan bangunan . eperti jalan, rumah, dl. pada segmen 4 yaitu sebesar 350 dengan prioritas penanganan A . mat sangat diutamakan Ae darura. , pada segmen 5 yaitu sebesar 175 dengan prioritas penanganan C . , serta pada segmen 6 yaitu sebesar 87,5 dengan prioritas penanganan D . urang diutamaka. Evaluasi Kondisi Fisik dan Kinerja Fungsi Bangunan Dikarenakan bangunan seawall berada pada segmen 4 . -360 . sampai dengan segmen 6 . -540 . maka dari hasil survey evaluasi penilaian kinerja bangunan seawall dapat dilihat seperti Tabel 6. Tabel 6. Hasil Evaluasi Kondisi serta Kinerja Fungsi Bangunan Pengaman Pantai Evaluasi Bangunan Pantai Kondisi Fisik Kinerja Fungsi Kesimpul an Saran Tindakan . -360 Perlu Perbaikan Segmen Perlu Perbaikan Buruk Baik Baik Kaji Ulang Pemelihara -an Pemantauan . -540 . Cukup Baik (Hasil Analisis: 2. Hasil di atas merupakan, nilai evaluasi kondisi fisik dan kinerja bangunan diperoleh melalui penilaian yang dilakukan pada saat survey di lokasi penelitian dengan menentukan nilai indeks komponen bangunan pada setiap komponen yang telah diamati pada bangunan sea wall di lokasi penelitian. Untuk menghitung nilai bobot pada komponen fisik, maka pada jenis bangunan yang akan dievaluasi perlu disesuaikan dengan nilai bobotnya. Nilai bobot pada komponen puncak, badan, fondasi, dan material penyusun bervariasi untuk setiap jenis struktur. Untuk jenis bangunan yang di evaluasi di Pantai Batu Mean yaitu tembok laut . ea wal. dengan bobot komponen fisik pada puncak yaitu 20, badan 10, pondasi 30, dan material 40 yang kemudian dikalikan dengan nilai skala 1 sampai dengan 4. Selanjutnya, untuk menentukan nilai indeks kondisi bangunan yaitu jumlah nilai komponen dibagi dengan jumlah bobot komponen fisik. Dari hasil evaluasi kinerja fungsi bangunan sea wall yang telah dilaksanakan di Pantai Batu Mejan diperoleh pada segmen 5 dan 6 memperoleh hasil kinerja fungsi bangunan yang masih terbilang baik sehingga hanya perlu dilakukan pemeliharaan dan pemantauan. Sedangkan pada segmen 4 memperoleh hasil kinerja fungsi yang masih dapat dikatakan DINAMIKA TEKNIK SIPIL Vol. 18/No. buruk karena energi gelombang dan ombak masih menyebabkan terjadinya gerusan pada Maka kesimpulan dan saran tindakan yang perlu diambil yaitu perlu dilakukan Kaji Ulang terhadap bangunan sea wall yang ada di Pantai Batu Mejan Desain Bangunan rencana Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan maka memperoleh hasil keputusan kesimpulan dan saran tindakan yang perlu diambil yaitu perlu dilakukannya Kaji Ulang terhadap bangunan sea wall yang ada di Pantai Batu Mejan. Dengan demikian dikarenakan pada sepanjang Pantai Mejan Ae Pantai batu Bolong masih mengalami kemunduran garis pantai, maka penulis memilih untuk merencanakan bangunan pengaman pantai Revetment dengan bahan Batu Pecah Alam yaitu Batu Andesite sebagai pengganti bangunan sea wall pada Pantai Batu Mejan yang sudah tidak efektif dan untuk mempertahankan garis pantai di sepanjang Pantai Batu Mejan Ae Pantai Batu Bolong. Salah satu jenis struktur yang dibangun pada garis pantai untuk melindungi pantai dari limpasan gelombang dan erosi serta sebagai proteksi terhadap tebing pantai yang ditempatkan pada kawasan yang akan dilindung disebut dengan Revetment (Jawat Putra 2013. Wijaksana and Noerhayati 2. Adapun dimensi bangunan diperoleh yaitu tinggi puncak revetment 6,4 m dengan kemiringan 1:2, memiliki lebar puncak revetment yaitu 2,2 m dengan tebal lapis armour 1,4 m, tebal lapis kedua . 0,7 m, dan tebal lapis inti 0. 2 m. Layout dari rencana bangunan revetment di sepanjang Pantai Batu Mejan Ae Pantai Batu Bolong. Canggu dapat dilihat pada Gambar 4. Gambar 4. Tampak Atas Bangunan Rencana Revetmen di sepanjang Pantai Batu Mejan Ae Pantai Batu Bolong. Canggu (Hasil Analisis, 2. DINAMIKA TEKNIK SIPIL Vol. 18/No. Simulasi dan Pemodelan Pemodelan Transformasi Gelombang pada bangunan eksisting dengan Software Surface-Water Modeling System (SMS) 10. (Masoud,dkk. pemodelan Tinggi Gelombang di lokasi penelitian seperti ditunjukkan pada Gambar 5. Gambar 5. Hasil Simulasi Pemodelan Tinggi Gelombang (Hasil Analisis, 2. Dari hasil output yang diperoleh dari pemodelan tinggi gelombang diatas dapat dilihat pada garis amatan 1 . gelombang pecah berada pada jarak 170 m dari arah daratan dengan tinggi gelombang rata-rata 2,3 Pada garis amatan 2 . gelombang pecah berada pada jarak 210 m dari arah daratan dengan tinggi gelombang rata-rata yaitu 2,4 m. Kemudian pada garis amatan 3 . gelombang pecah pada berada pada jarak 130 m dari arah daratan dengan tinggi gelombang rata-rata 2,3 Dan pada garis amatan 4 . gelombang pecah berada pada jarak 270 m dari arah daratan dengan tinggi gelombang rata-rata yaitu 2,2 m. Hasil simulasi pemodelan Periode Gelombang diperoleh nilai output yang dengan rata-rata periode gelombang yaitu 11,1 detik, seperti ditunjukkan pada Gambar 6. Simulasi pemodelan dengan software Surface-Water Modeling System (SMS) versi 3 digunakan untuk memodelkan transpor sedimen pada bangunan yang eksisting di Pantai Batu Mejan untuk hasil output yang diperoleh dari simulasi tersebut pada bangunan eksisting sea wall di Pantai Batu Mejan diperoleh nilai output sebesar Ae1284,00 m3 dengan artian bahwa nilai (A. tersebut menunjukkan bahwa terjadi erosi atau pengikisan material penyusun pantai yang disebabkan oleh gelombang pada bangunan eksisting sea wall dan di sepanjang Pantai Batu Mejan sampai dengan Pantai Batu Bolong. Canggu. Berdasarkan hasil simulasi tersebut menunjukkan bahwa bangunan eksisting sea wall di Pantai Batu Mejan sudah tidak efektif dan perlu dilakukan penanganan agar permasalahan tersebut tidak semakin parah (Setiawati, dkk. , 2. Dapat di lihat pada Gambar 7 untuk memberikan gambaran lebih Gambar 7. Hasil Simulasi Pemodelan Transpormasi Sedimen pada Bangunan Eksisting (Hasil Analisis, 2. Selanjutnya sedimen pada bangunan rencana revetment di sepanjang Pantai Batu Mejan menggunakan Software Surface-Water Modeling System (SMS) versi 13. 3 serta diperoleh nilai output Gambar 6. Hasil Simulasi Pemodelan Periode Gelombang (Hasil Analisis, 2. yang yaitu sebesar 1919,60 m3 dengan artian bahwa nilai ( ) tersebut menunjukkan bahwa pada lokasi tersebut dengan adanya bangunan revetment mengalami akresi di sepanjang Pantai Batu Mejan Ae Pantai Batu Bolong. Canggu. Apabila dibandingkan dengan output yang diperoleh pada bangunan eksisting yaitu Ae1284,00 m3, dimana nilai tersebut menunjukkan adanya erosi maka dengan adanya bangunan rencana yaitu revetment di sepanjang Pantai Batu Mejan Ae Pantai Batu DINAMIKA TEKNIK SIPIL Vol. 18/No. Bolong sudah dapat dinilai efektif untuk menggantikan bangunan sea wall eksisting yang telah rusak dan dapat mengurangi kemunduran garis pantai di ruas Pantai Batu Mejan Ae Pantai Batu Bolong. Dapat di lihat pada Gambar 8 untuk memberikan gambaran lebih lanjut. Gambar 8. Hasil Simulasi Pemodelan Transpormasi Sedimen pada Bangunan Rencana (Hasil Analisis, 2. Rencana Anggaran Biaya (RAB) Rencana (RAB) digunakan dalam perkiraan total biaya dalam pelaksanaan pekerjaan bangunan pengaman pantai revetment. Tabel 7. Hasil Rencana Anggaran Biaya pada Bangunan Revetment URAIAN PEKERJAAN PERSIAPAN PEKERJAAN UTAMA (REVETMENT) TOTAL I II BIAYA 424,718,332. 33,528,625,275. 33,953,343,607. PPN 11% 3,734,867,796. TOTAL (TERMASUK 37,688,211,400. PPN) Tiga Puluh Tujuh Miliar Enam Ratus Delapan Puluh Delapan Juta Dua Ratus Sebelas Ribu Empat Ratus Rupiah (Hasil Analisi. Dalam perhitungan RAB menggunakan AHSP (Analisa Harga Satuan Pekerjaa. yang diperoleh melalu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung Adapun Total Anggaran yang diperoleh dalam perhitungan RAB yang dapat dilihat pada Tabel 7. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan Perlu dilakukan kaji ulang terhadap bangunan sea wall yang ada di Pantai Batu Mejan permasalahan yang terjadi. Mengingat kemunduran garis pantai yang masih berlangsung di sepanjang Pantai Mejan hingga Pantai Batu Bolong, dipilihlah bangunan pengaman pantai revetment sebagai pengganti yang lebih efektif. Revytement ini dirancang dengan elevasi puncak 6,4 m dan kemiringan 1:2. Pemodelan menunjukkan bahwa revetment dapat menghasilkan akresi sebesar 1,919. mA, sementara bangunan eksisting mengalami erosi sebesar -1,284. 00 mA. Hal ini menegaskan bahwa revetment efektif untuk menggantikan sea wall yang telah rusak. Biaya konstruksi untuk Rp. 37,688,211,400. Untuk penelitian berikutnya, disarankan agar dilakukan pemantauan jangka panjang terhadap kinerja revetment dan dampaknya terhadap ekosistem pantai di DAFTAR PUSTAKA