Volume 14 Nomor 1 . ISSN (P): 2087-4820 ISSN (E): 2579-8995 DOI: https://doi. org/10. 54180/elbanat. UPAYA MENINGKATKAN KEBERHASILAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI KEGIATAN EKSTRA KURIKULER BERBASIS KURIKULUM MERDEKA Moch. Kalam Mollah1 1Institut Teknologi Aditama Surabaya ABSTRAK Integrasi kegiatan ekstrakurikuler dalam kerangka Kurikulum Merdeka menunjukkan potensi dalam meningkatkan pemahaman dan penerapan pendidikan agama Islam oleh siswa. Mengingat keterbatasan jam pelajaran dan isi kurikulum, terdapat kebutuhan mendesak untuk mengeksplorasi strategi pendidikan alternatif guna memperkuat pemahaman dan praktik ajaran Islam oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kegiatan ekstrakurikuler berbasis Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan keberhasilan pendidikan agama Islam. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenisjenis kegiatan yang dilaksanakan, faktor-faktor pendukung, dan tantangan yang dihadapi dalam Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mendapatkan pemahaman mendalam mengenai pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler bernuansa keagamaan. Penelitian ini berfokus pada berbagai kegiatan seperti qiro'ah, shalawat, kajian Islam, shalat Dzuhur berjamaah, shalat Dhuha, dan Pondok Ramadhan, yang diintegrasikan dalam kerangka Kurikulum Merdeka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler ini secara signifikan meningkatkan pengetahuan agama siswa, pembentukan karakter, dan penguatan nilai-nilai Selain itu, kegiatan ini berkontribusi terhadap kemampuan siswa untuk menolak pengaruh negatif dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler bernuansa keagamaan berbasis Kurikulum Merdeka memainkan peran penting dalam keberhasilan pendidikan agama Islam. Untuk memaksimalkan manfaatnya, diperlukan dukungan yang lebih besar dari pihak sekolah dan orang tua. Penelitian ini menyoroti pentingnya mengintegrasikan kegiatan ekstrakurikuler yang terstruktur dengan baik ke dalam sistem pendidikan guna mendorong perkembangan holistik siswa sesuai dengan nilai-nilai Islam. Kata Kunci: Kegiatan Ekstra Kurikuler. Keberhasilan Pendidikan Agama Islam. ABSTRACT The integration of extracurricular activities within the framework of the Merdeka Curriculum has shown potential in enhancing students' comprehension and application of Islamic religious education. Given the limitations in instructional hours and curriculum content, there is a pressing need to explore alternative educational strategies to bolster students' understanding and practice of Islamic teachings. This study aims to evaluate the effectiveness of extracurricular activities based on the Merdeka Curriculum in improving the success of Islamic religious education. Specifically, it seeks to identify the types of activities implemented, the supporting factors, and the challenges encountered during their execution. The research adopts a qualitative descriptive approach. Data were collected through observations, interviews, and documentation to gain an in-depth understanding of the implementation of religious-themed extracurricular activities. The study focuses on various activities, such as qiro'ah, shalawat. Islamic studies, communal Dzuhur prayers. Dhuha prayers, and Ramadan camps, which are incorporated into the Merdeka Curriculum framework. The findings indicate that these extracurricular activities significantly enhance students' religious knowledge, character formation, and reinforcement of religious values. Additionally, these activities contribute to students' ability to resist negative influences and to practice Islamic teachings in their daily lives. The study concludes that religious extracurricular activities based on the Merdeka Curriculum play a vital role in the success of Islamic religious education. To maximize the benefits, increased support from schools and parents is essential. This research highlights the importance of integrating well-structured extracurricular activities into the educational system to foster a holistic development of students in line with Islamic values. Keywords: Extra-curricular activities. Success of Islamic Religious Education. kalamullah@yahoo. Jl. Arief Rahman Hakim No. Klampis Ngasem. Kec. Sukolilo. Surabaya. Jawa Timur 60117 Moch. Kalamollah Pendahuluan Topik-topik mengenai Pendidikan Agama Islam secara keseluruhan berada di bawah lingkup Al-Qur'an dan Al-Hadits, meliputi Iman. Moralitas. Fiqh, dan Sejarah Islam. Hal ini Pendidikan Agama Islam keselarasan, dengan mengharmoniskan hubungan manusia dengan Allah SWT, dirinya sendiri, sesama manusia, makhluk lainnya, dan lingkungan sekitarnya. 1 Tujuan utama pendidikan adalah untuk meningkatkan kualitas individu di Indonesia, khususnya mereka yang beriman dan taat kepada ajaran Tuhan, berpartisipasi dalam ibadah, serta menunjukkan kedisiplinan, ketekunan, profesionalisme, akuntabilitas, keterampilan, dan Setelah menelaah sistem pendidikan kita saat ini, terlihat jelas bahwa Pendidikan Agama Islam masih belum memenuhi harapan, meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan efektivitasnya. Pencapaian Pendidikan Agama Islam bergantung pada kolaborasi dan dukungan timbal balik di antara semua pemangku kepentingan pendidikan, seperti sekolah yang bekerja dengan orang tua, lembaga yang terlibat dengan masyarakat, dan pihak terkait Upaya kolektif ini sangat penting dalam meningkatkan efektivitas Pendidikan Agama Islam. Salah satu masalah umum yang sering dihadapi adalah alokasi jam pengajaran yang tidak mencukupi untuk pengajaran Agama Islam di lembaga pendidikan publik seperti Sekolah Dasar. Sekolah Menengah Umum, dan lain-lain. Masalah khusus ini diidentifikasi sebagai faktor utama yang berkontribusi terhadap pemahaman, implementasi, dan kepatuhan siswa yang tidak memadai terhadap prinsip-prinsip Agama Islam. Akibatnya, karena ketidakcukupan ini, siswa tidak cukup siap untuk melindungi diri terhadap beragam dampak negatif globalisasi yang mempengaruhi kehidupan mereka. Banyak siswa terlibat dalam perilaku yang tidak memuaskan seperti pertengkaran, pencurian, pencurian, penyalahgunaan zat, dan sebagainya. Berbagai tindakan yang menimbulkan Amir Mahmud. AuDinamika Pengembangan Kurikulum Pendidikan Di Pesantren Rifaiyah . Ay (UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA, 2. Halimatus SaAodiyah et al. AuModel Research and Development Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam,Ay ELBANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam 10, no. : 42Ae73. Abdul Majid and Dian Andayani. Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi: Konsep Dan Implementasi Kurikulum 2004 (Remaja Rosdakarya, 2. El Banat Vol. 14 No. Upaya Meningkatkan Keberhasilan Pendidikan Agama Islam ancaman bagi masa depan para siswa ini sebagian besar berasal dari penyediaan pendidikan agama yang tidak memadai. Kekurangan dalam pengajaran agama yang ditawarkan di lembaga-lembaga seperti yang disebutkan di atas bertanggung jawab atas masalah-masalah yang disebutkan di atas. Dari eksposisi yang disebutkan di atas, jelas bahwa meningkatkan kemanjuran Pendidikan Agama menimbulkan tantangan yang berat, yang memerlukan keterlibatan kolaboratif dari berbagai pemangku kepentingan. Akibatnya, mengatasi masalah yang disebutkan di atas menuntut upaya bersama yang melibatkan integrasi jam tambahan yang didedikasikan untuk kegiatan keagamaan . untuk meningkatkan efektivitas Pendidikan Agama Islam dan mencapai tujuan pendidikan agama yang Abuddin menyatakan bahwa solusi yang diusulkan memerlukan penambahan jam pengajaran Agama yang ditawarkan di luar kurikulum yang ditetapkan. Ini memerlukan penggabungan kurikulum tambahan atau upaya ekstrakurikuler yang disesuaikan dengan persyaratan tertentu, dengan fokus utama pada perendaman agama dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai ekstrakurikuler ini meliputi sesi doa, pengayaan spiritual melalui ekspres boarding, qiyamul lail . erlibat dalam ibadah dan ritual keagamaan pada malam har. , puasa sukarela, pemberian bantuan kepada individu miskin, dan praktik keagamaan komunal Oleh karena itu, lembaga pendidikan harus diberi insentif untuk mendirikan ruang sholat . , menumbuhkan suasana Islam, mempromosikan nilai-nilai dan perilaku Islam, dan menunjuk instruktur agama yang berdedikasi untuk mengawasi integrasi praktik keagamaan di dalam gedung sekolah. Inisiatif ini secara signifikan menguntungkan siswa yang berasal dari lingkungan dengan paparan terbatas terhadap prinsip-prinsip agama. Pada dasarnya, kegiatan ekstrakurikuler dalam pengaturan pendidikan dirancang untuk mengeksplorasi dan menginspirasi siswa dalam domain tertentu. Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler perlu selaras dengan minat dan keadaan siswa. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mendukung dan memperkaya pemahaman SuAodadah SuAodadah. AuKedudukan Dan Tujuan Pendidikan Agama Islam Di Sekolah,Ay Jurnal Kependidikan IAIN Purwokerto 2, no. : 143Ae162. Abuddin Nata. AuPENDIDIKAN ISLAM DI ERA MILENIAL,Ay Conciencia 18, no. 1 (July 2. : 10Ae28. El Banat Vol. 14 No. Moch. Kalamollah siswa, khususnya di bidang Pendidikan Agama Islam. lebih jauh lagi, mereka memiliki potensi untuk meningkatkan iman dan pengabdian kepada Allah. Beberapa pendidik di belahan bumi Barat menganggap kegiatan ekstrakurikuler sebagai metode langsung penggabungan pedagogi, sehingga mengintegrasikannya ke dalam konten kurikulum untuk pengajaran. 7 iasanya, kegiatan ini dikoordinasikan bersama dengan pengembangan kerangka kurikulum dan mata pelajaran akademik. Akibatnya, keterlibatan dalam kegiatan ekstrakurikuler menjadi komponen integral dari proses pendidikan, mempengaruhi kemajuan akademik siswa secara keseluruhan dan kelulusan Dalam konteks madrasah, kurangnya jam pengajaran dalam Pendidikan Agama tidak menimbulkan tantangan. Hal ini terutama disebabkan oleh prevalensi kurikulum yang menekankan ilmu-ilmu agama di atas ilmu umum di sebagian besar madrasah Indonesia. Namun. Keputusan Gabungan Tiga Menteri (SKB 3 Menter. , yang melibatkan Menteri Agama. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan Menteri Dalam Negeri. Akibatnya, seluruh sistem madrasah mengalami transformasi yang komprehensif, transisi semua kurikulum untuk terdiri dari 70% bidang studi umum dan 30% bidang studi agama. Ini berkaitan dengan madrasah yang dioperasikan oleh Departemen Agama, khususnya madrasah yang dikelola negara, sementara madrasah yang diawasi oleh entitas swasta menunjukkan berbagai struktur, dengan 60% berfokus pada studi agama dan 40% pada studi umum. Tujuan peningkatan standar pendidikan di madrasah adalah untuk menyelaraskan kurikulum umum lembaga-lembaga ini dengan sekolah umum di tingkat pendidikan yang sesuai. Untuk meningkatkan standar mata pelajaran umum di madrasah agar setara dengan yang ada di sekolah umum, peningkatan telah diterapkan di berbagai domain: . Abuddin Nata and Fauzan. Filsafat Pendidikan Islam (Gaya Media Pratama, 2. KACUNG N U R ROHMAN. AuPELAKSANAAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DALAM MENDUKUNG KEBERHASILAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA ISLAMIYAH SENORI TUBANAy (Sekolah Tinggi Agama Islam Sunan Giri Bojonegoro. Riduwan Riduwan and Amir Mahmud. AuIntegrasi Agama Dan Sains Dalam Sistem Pendidikan Model Kuttab,Ay ELBANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam 13, no. : 85Ae104. Mahmud. AuDinamika Pengembangan Kurikulum Pendidikan Di Pesantren Rifaiyah . Ay 98 M Ridlwan Nasir. Mencari Tipologi Format Pendidikan Ideal: Pondok Pesantren Di Tengah Arus Perubahan (Pustaka pelajar, 2. El Banat Vol. 14 No. Upaya Meningkatkan Keberhasilan Pendidikan Agama Islam Kurikulum, . Buku Teks, serta sumber daya dan modalitas pendidikan lainnya, dan . Pengajaran. Maksud dan tujuan peningkatan kualitas pendidikan di madrasah terletak pada menyelaraskan kemahiran mata pelajaran secara keseluruhan madrasah dengan sekolah umum di tingkat yang sesuai. Penyelarasan ini melayani beberapa tujuan: . Menyamakan nilai ijazah madrasah dengan ijazah sekolah negeri pada tingkat yang sama, . Memfasilitasi kemajuan lulusan madrasah ke sekolah negeri tingkat tinggi, dan . Memungkinkan pemindahan siswa madrasah ke sekolah negeri tingkat yang setara. Dari paparan tersebut, terbukti bahwa Pendidikan Agama Islam sebagian besar ditawarkan di madrasah dibandingkan dengan sekolah umum. Namun demikian, hal ini tidak berarti bahwa madrasah tidak memerlukan inisiatif tambahan dalam bidang Pendidikan Agama Islam. Telah terlihat bahwa pencapaian tujuan dalam Pendidikan Agama Islam bergantung pada penerapan dan integrasinya ke dalam kehidupan seharihari. Kegiatan ekstrakurikuler di madrasah umumnya bertujuan untuk meningkatkan Pendidikan Agama Islam yang ada. Diantisipasi bahwa melalui peningkatan ini, siswa akan diberdayakan untuk menambah pemahaman dan penerapan doktrin agama Islam, yang telah mengalami penurunan belakangan ini. Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler sangat penting untuk memastikan perkembangan upaya belajar dan mengajar yang tidak terganggu, khususnya dalam Pendidikan Agama Islam, tanpa terhalang oleh kurangnya jam pengajaran seperti yang diamati secara konvensional. Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler memerlukan komitmen yang sungguhsungguh dan kepatuhan yang ketat terhadap disiplin. tanpa elemen-elemen ini, kegiatan semacam itu tidak dapat dilaksanakan secara efektif. Kepala sekolah dan instruktur Pendidikan Agama Islam memainkan peran penting dalam menggambarkan kegiatan yang akan diintegrasikan ke dalam agenda ekstrakurikuler. Pentingnya pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler tetap menjadi yang terpenting, baik di dalam lembaga pendidikan publik atau madrasah. Mempertahankan kemajuan kegiatan ekstrakurikuler agama dibayangkan untuk meningkatkan prestasi dalam pendidikan agama Islam. Amir Mahmud and Zaini Tamin Ar. AuTransformasi Pesantren (Studi Terhadap Dialektika Kurikulum Dan Kelembagaan Pondok Pesantren Rifaiyah Pat. ,Ay EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam 9, no. : 156Ae176. Nasir. Mencari Tipologi Format Pendidikan Ideal: Pondok Pesantren Di Tengah Arus Perubahan. El Banat Vol. 14 No. Moch. Kalamollah Metode Penelitian Jenis penelitian ini merupakan gabungan Penelitian Kepustakaan(Library Researc. dikuatkan dengan penelitian lapangan. ield researc. , dengan pendekatan deskriptif 13 Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui studi kepustakaan untuk mengetahui konsep-konsep ektra kuikuer dalam meningkatkan keberhasilan Pendidikan Agama Islam serta melaui observasi, wawancara dan dokumentasi untuk mengetahui implementasi Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah atas di Surabaya. Sumber data dalam penelitian ini adalah Guru. Siswa. Waka Kurikulum di SMA Surabaya dan Dosen sebagai Akademisi, sebagai praktisi dan engampu Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam di Institut Teknologi Aditama Surabaya. Kajian Teori Kegiatan Ekstrakulikuler Kegiatan ekstrakurikuler didefinisikan sebagai kegiatan yang dilakukan oleh siswa di luar jadwal sekolah yang khas, seperti selama istirahat sekolah, dengan tujuan meningkatkan pengalaman belajar siswa melalui integrasi berbagai pelajaran. Kegiatan ekstra-kurikuler mengacu pada kegiatan yang dilakukan oleh siswa dalam kerangka dan pengawasan lembaga pendidikan, baik di kampus atau di luar kampus, selama periode tertentu atau pada interval yang ditentukan . ermasuk istiraha. , dengan tujuan meningkatkan, meningkatkan, dan memperluas pengetahuan siswa, menumbuhkan nilai-nilai atau sikap positif, dan memfasilitasi penerapan praktis dari pengetahuan yang diperoleh, yang berkaitan dengan kurikulum inti atau mata kuliah Kegiatan tambahan ini menempatkan penekanan yang lebih besar pada upaya kolaboratif, meskipun pelaksanaannya di luar jam kelas reguler. Untuk memastikan pelaksanaannya yang efektif, perencanaan kegiatan ekstrakurikuler yang cermat sangat Robert C. Bogdan and Sari Knopp Beiken. Qualitatif Research Fo Education: An Intriduction to Theory and Methods (London: Allyn and Bacon, 1. Dewa Ketut Sukardi. AuBimbingan Karir Di Sekolah-Sekolah,Ay Jakarta: Ghalia Indonesia . El Banat Vol. 14 No. Upaya Meningkatkan Keberhasilan Pendidikan Agama Islam kepentingan terkait. Kegiatan ekstra kurikuler dapat dikembangkan dan dilaksanakan dalam beragam cara dan isi. Penyelenggaraan kegiatan yang memberikan kesempatan luas kepada pihak sekolah, pada gilirannya menuntut kepala sekolah, guru, siswa dan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya untuk secara kreatif merancang sejumlah kegiatan sebagai muatan kegiatan ekstra kurikuler. Muatan-muatan kegiatan yang dapat dirancang oleh guru antara lain: . Program Keagamaan, . Pelatihan Profesional, . Organisasi Siswa, . Rekreasi dan waktu luang . Kegiatan Kultural, . Program Perkemahan, . Program Live-in-Exposure. Dalam kurikulum SLTA Petunjuk Pelaksanaan Mata Pelajaran PAI Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI dikhususkan pada kegiatan ekstra kurikuler PAI, jenisjenisnya ada 7 macam, yaitu: . Musabaqoh Tilawatil QurAoan (MTQ) . Peringatan hari besar islam (PHBI) dan PHBN . Ceramah agama . Seni kaligrafi . Kunjungan ke musiun dan ziarah ke Wali Songo . Penyelenggaraan sholat jumAoat dan taraweh . Pecinta alam. Kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler harus memberikan sumbangannya dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan sekolah tersebut. Karena itu kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler ini sesungguhnya merupakan bagian integral dalam kurikulum sekolah bersangkutan, dimana semua guru terlibat didalamnya. 18 Jadi kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler harus diprogram sedemikian rupa untuk memberikan pengalaman pada para Dalam kerangka itu perlu disediakan guru penanggung jawab, jumlah biaya dan perlengkapan yang dibutuhkan. Kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler ini mengandung nilai kegunaan tertentu, antara lain. Penyaluran Minat dan Bakat, . Motivasi Belajar, . Loyalitas Opan Arifudin. AuOptimalisasi Kegiatan Ekstrakurikuler Dalam Membina Karakter Peserta Didik,Ay JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan 5, no. : 829Ae837. Khusna Shilviana and Tasman Hamami. AuPengembangan Kegiatan Kokurikuler Dan Ekstrakurikuler,Ay Palapa 8, no. : 159Ae177. Sukardi. AuBimbingan Karir Di Sekolah-Sekolah. Ay 217 Sutrisna Oteng. AuAdministrasi Pendidikan Dasar Untuk Praktek ProfesionalAy (Bandung: Angkasa, 1. El Banat Vol. 14 No. Moch. Kalamollah Terhadap Sekolah, . Perkembangan Sifat-Sifat Tertentu, . Mengembangkan Citra Masyarakat Terhadap Sekolah. Disamping itu fungsi kegiatan ekstra kurikuler adalah diharapkan mampu meningkatkan pengayaan siswa dalam kegiatan belajar dan terdorong serta menyalurkan bakat dan minat siswa sehingga mereka terbiasa dalam kesibukankesibukan yang dialaminya, adanya persiapan, perencanaan dan pembiayaan yang harus diperhitungkan, sehingga program ini mencapai tujuannya. Upaya meningkatkan Keberhasilan PAI Guru adalah salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan pendidikan. Kualitas pembelajaran yang sesuai dengan rambu-rambu Pendidikan Agama Islam dipengearuhi pula oleh sikap guru yang kreatif untuk memilih dan melaksanakan berbagai pendekatan dan model pembelajaran. Oleh karena itu guru harus menumbuhkan dan mengembangkan sikap kreatifnya dalam mengelola pembelajaran dengan memilih dan menetapkan berbagai pendekatan, metode, media pembelajaran yang relevan dengan kondisi siswa dan pencapaian kompetensi, karena guru harus menyadari secara pasti belumlah ditemukan suatu pendekatan tunggal yang berhasil menangani semua siswa untuk mencapai berbagai tujuan. Tatty S. Amran, mengatakan bahwa pengembangan profesional diperlukan KASAH. KASAH adalah akronim dari Knowledge . Ability . Skill . Attitude . ikap dir. dan Habit . ebiasaan dir. Knowledge (Pengetahua. Dalam pengetahuan adalah wajib. Karena tanpa diasah . engan cara diamalka. , pengetahuan yang banyak tidak akan ada manfaatnya. Dalam pengembangan profesionalisme guru, menambah ilmu pengetahuan adalah mutlak. kita harus mempelajari segala macam pengetahuan, akan tetapi kita juga harus mengadakan skala prioritas. Karena dalam menunjang keprofesionalan guru, menambah ilmu tentang keguruan sangat perlu. Namun bukan berarti hanya mempelajari satu Yul Kamra. AuPelaksanaan Kegiatan Ekstrakulikuler Dalam Upaya Mengembangkan Lingkungan Pendidikan Yang Religius Di Smp N 13 Kota BengkuluAy (IAIN BENGKULU, 2. Tatty S B Amran. Kiat Wanita Meniti Karier (Pustaka Binaman Pressindo, 1. El Banat Vol. 14 No. Upaya Meningkatkan Keberhasilan Pendidikan Agama Islam disiplin ilmupengetahuan saja. Semakin banyak ilmu pengetahuan yang dipelajari, semakin banyak pula wawasan tentang berbagai ilmu. Ability (Kemampua. Kemampuan terdiri dari dua unsur, yaitu yang bisa dipelajari dan alamiah. Pengetahuan dan keterampilan adalah unsur kemampuan yang bisa dipelajari, sedangkan yang alamiah orang menyebutnya dengan bakat. Jika orang hanya mengandalkan bakat saja tanpa mempelajari dan membiasakan kemampuannya, amka dia tidak akan berkembang. Karena bakat hanya sekian persen saja dalam menuju keberhasilan. Sedangkan orang yang berhasil dalam pengembangan profesionalisme ditunjang oleh ketekunan dalam mempelajari dan mengasah Kemampuan yang paling dasar yang diperlukan adalah kemampuan dalam mengantisipasi perubahan yang terjadi. Oleh karena itu seorang guru yang profesional harus mengantisipasi perubahan itu dengan banyak membaca supaya bertambah ilmu pengetahuannya. Skill (Keterampila. Keterampilan . merupakan salah satu unsur kemampuan yang dapat dipelajari pada unsur penerapannya. Suatu keterampilan merupakan keahlian yang bermanfaat untuk jangka panjang. Sebetulnya banyak sekali keterampilan yang dibutuhkan dalam pengembangan profesionalisme, tergantung pada jenis pekerjaan masing-masing. Attitude (Sikap Dir. Sikap diri seseorang terbentuk oleh suasan lingkungan yang mengitarinya. Seorang anak mulai belajar tentang dirinya melalui lingkunga yang terdekat, yaitu orang tua. Menurut Zuhairini, kpribadian adalah hasil dari sebauh proses seanjang Kepribadian bukan terjadi secara tiba-tiba, akan terbentuk melalui perjuangan hidup yang sangat panjang. Faktor pendidikan sangat menetukan kualitas kepribadian seseorang, yang didalamnya terdapat guru yang juga punya kepribadian yang baik. Dalam konsepsi Islam, tujuan dari usaha pendidikan adalah terbentuknya kepribadian muslim. Oleh karena itu, menurut Agus Maimun, kualitas kepribadian yang dihasilkan oleh sebuah lembaga pendidikan tercermin dalam empat hal, yaitu: spiritual, moral, intelektual dan profesional. Habit (Kebiasaan Dir. El Banat Vol. 14 No. Moch. Kalamollah Kebiasaan adalah kegiatan yang terus menerus dilakukan yang tumbuh dari dalam pikiran. Pengembangan kebiasaan diri haris dilandasi dengan kesadaran bahwa usaha tersebut membutuhkan proses yang cukup panjang. Menurut Aa Gym, kebiasaan diri harus terus dilakukan diantaranya: . Beribadah dengan benar dan istiqomah . Berakhlak baik . Belajar dan berlatih tiada henti . Bekarja kerja dengan cerdas . Bersahaja dalam hidup . Bantu sesame . Bersihkan hati Pembelajaran merupakan sesuatu yang proses kompleks dan melibatkan berbagai aspek yang saling berkaitan. Oleh karena itu, untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan diperlukan berbagai keterampilan. Keterampilan mengajar merupakan kompetensi profesional yang cukup kompleks, sebagai integrasi dari berbagai kompetensi guru secara utuh dan menyeluruh. 22 Turney mengungkapkan 8 keterampilan mengajar yang sangat berperan dan sangat menentukan kualitas pembelajarn, yaitu keterampilan bertanya, memberi penguatan, mengadakan variasi, menjelaskan, membuka dan menutup pelajaran, membimbing diskusi kelompok kecil. 23 Penguasaan terhadap keterampilan mengajar harus utuh dan terintegrasi sehingga diperlukan latihan yang sistematis. Keberhasilan pembelajaran adalah keberhasilan peserta didik dalam membentuk kompetensi dan mencapai tujuan, serta keberhasilan guru dalam membimbing peserta didik dalam pembelajaran. Jabatan guru memang dikenal sebagai suatu pekerjaan profesional, artinya jabatan ini memerlukan keahlian khusus. demikian pula halnya seorang guru yang profesional, yang menguasai tentang seluk beluk pendidikan dan pengajaran serta ilmu-ilmu lainnya. 25 Tambahan lagi dia telah mendapatkan pendidikan khusus untuk menjadi guru dan memiliki keahlian khuhsus yang diperlukan untuk jenis pekrjaan ini maka sudah dapat dipastikan bahwa hasil usahnaya akan lebih baik. Setiap guru profesional harus menguasai pengetahuan yang mendalam dalam spesialisasinya. Muhammad Nurdin. AuKiat Menjadi Guru Profesional,Ay Yogyakarta: Prismasophie . Mas Roro Diah Wahyulestari. AuKetrampilan Dasar Mengajar Di Sekolah Dasar,Ay in Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, vol. 1, 2018. Ben W Turney. AuAnatomy in a Modern Medical Curriculum,Ay The Annals of The Royal College of Surgeons of England 89, no. : 104Ae107. Enco Mulyasa. AuMenjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Yang Kreatif Dan Menyenangkan,Ay Bandung: PT Remaja Rosdakarya . Mustofa Mustofa. AuUpaya Pengembangan Profesionalisme Guru Di Indonesia,Ay Jurnal Ekonomi dan Pendidikan 4, 1 . : 17245. El Banat Vol. 14 No. Upaya Meningkatkan Keberhasilan Pendidikan Agama Islam Penguasaan pengetahuan ini merupakan syarat yang penting disamping keterampilanketerampilan lainnya. Hasil dan Pembahasan Pelaksanaan Kegiatan Ekstra Kurikuler Dalam Meningkatkan Keberhasilan PAI Kegiatan ekstra kurikuler pendidikan agama berada dibawah bimbingan koordinator kegiatan ekstra keagamaan. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan bidang agama yang telah disampaikan dikelas dengan harapan pendidikan agama dapat dicapai oleh siswa dengan baik dan dapat dipahami serta direalisasikan dibentuklah suatu kegiatan ekstra kurikuler pendidikan agama ini. Kegiatan ini merupakan peningkatan pendidikan agama siswa dengan kegiatan-kegiatan yang condong pada pembiasan dan latihan yang sesuai dengan perkembangan siswa. Karena pembiasaan ini akan membentuk sikap tertentu pada anak didik yang kuat dalam pribadinya. Oleh sebab itu, seyogyanyalah Pendidikan Agama Islam ditanamkan dalam pribadi anak sejak ia lahir bahkan sejak dalam kandungan dan kemudian hendaklah dilanjutkan pembinaan pendidikan ini di sekolah, mulai dari taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi. Dengan melihat arti Pendidikan Islam dan ruang lingkupnya itu, jelaslah bahwa dengan pendidikan agama Islam, berusaha untuk membentuk manusia berkepribadian yang kuat dan baik . erakhlak karima. berdasarkan pada ajaran agama Islam. Oleh karena itulah Pendidikan Agama Islam sangat penting sebab dengan pendidikan Islam, orang tua atau guru beruasaha secara sadar memimpin dan mendidik anak diarahkan pada perkembangan jasmani dan rohani sehingga mampu membentuk kepribadian yang utama sesuai dengan ajaran Agama Islam. Demikian pula dalam Ajaran Islam, akhlak merupakan ukuran/barometer yang dapat dijadikan ukuran untuk menilai kadar iman seseorang. Seseorang baru bisa dikatakan memiliki kesempurnaan iman apabila dia memiliki budi pekerti/akhlak yang Oleh karena itu, masalah akhlak/budi pekerti merupakan salah satu pokok Oemar Hamalik. AuEvaluasi Kurikulum Pendekatan Sistematik,Ay Bandung: Yayasan Al Madani Terpadu . El Banat Vol. 14 No. Moch. Kalamollah ajaran Islam yang harus diutamakan dalam pendidikan agama islam untuk ditanamkan/diajarkan kepada anak didik. Pentingnya antara agama dan ilmu menjadikan keduanya sebagai pegangan yang paling utama dalam kehidupan manusia. Oleh karena itulah, pada umumnya disekolahsekolah atau di madrasah banyak yang memberi jam pelajaran tambahan atau dalam bentuk kegiatan ekstra kurikuler yang khusus dalam bidang keagamaan agar para siswa dapat memperoleh pengetahuan yang seimbang antara pengetahuan agama dan pengetahuan umum serta dapat menerapkan dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan jam pelajaran tambahan atau kegiatan ekstra kurikuler dapat dilakukan dalam berbagai bentuk seperti yang telah dijelaskan dalam pembahasan Sehingga dengan adanya kegiatan ekstra kurikuler ini sangat berperan dalam meningkatkan keberhasilan PAI. Diantara peran-peran kegiatan ekstra kurikuler tersebut adalah sebagai berikut: Pembinaan Akhlak Dari segi etimologi, akhlak berasal dari kata bahasa arab, merupakan bentuk plural . dari Aual-khulqAy yang sama artinya dengan gambaran batin atau perangai, tabiat/karakter. Menurut pengertian sehari-hari, akhlak sering diartikan sebagai budi pekerti, moral atau sopan santun. Praktek pelaksanaan akhlak berpedoman kepada nash al-qurAoan dan al-hadits, perbuatan yang dianggap benar adalah perbuatan-perbuatan yang berpijak pada kebenaran yang telah digariskan oleh nash agama. Urgensi akhlak tidak saja dirasakan oleh manusia dalam kehidupan perseorangan . ebagai individ. , tetapi juga didalam hidup berkeluarga dan Lebih jauh lagi akhlak sebagai alat pembeda yang jelas antara manusia dan hewan. Dengan pengertian bahwa tanpa modal akhlak, manusia akan kehilangan derajat kemanusiaannya sebagai makhluk yang paling mulia, dan hal ini membawa akibat yang sangat fatal, manusia akan lebih jahat dan lebih buas daripada binatang yang terbuas. Akibat yang lebih parah lagi ialah adanya manusiamanusia ini tata pergaulan hidup bermasyarakat akan tidak tertib dan kacau balau. A Malik Fajar and Abdul Ghafir. AuKuliah Agama Islam Di Perguruan TinggiAy (Surabaya: Al-Ikhlas, 1. El Banat Vol. 14 No. Upaya Meningkatkan Keberhasilan Pendidikan Agama Islam Tenaga penggerak akhlak ialah pada perasaan . atau hati nurani, pikiran, perasaan, bawaan dan kebiasaan yang menyatu, dari sinilah terpancar perbuatan-perbuatan yang baik dan buruk yang dilakukan dalam kehidupan seharihari. Dari perbuatan itu lahirlah perasaan moral yang terdapat didalam diri manusia sebagai fitrah, sehingga ia mampu membedakan mana yang baik dan yang buruk. Hingga timbullah bakat akhlak yang merupakan kekuatan jiwa dari dalam yang mendorong manusia untuk melakukan yang baik dan mencegah perbuatan yang Untuk mengetahui akhlak yang benar hanyalah bisa dilihat dari sumber ajaran Islam yaitu al-qurAoan dan al-hadits. Dan akhlak yang benar itu adalah hasil dari aqidah dan ibadah yang benar dan selanjutnya akhlak seseorang dapat dinlai baik apabila ia sudah terbiasa menghiasi dirinya dengan akhlak yang terpuji dan selalu menjauhkan diri dari yang tercela. Perasaan keagamaan berkembang dalam diri pribadi seseorang pada masa kanak-kanak akan terbentuk pada masa remaja, bimbingan, pembinaan, dan Oleh karena itu, organisasi ekstra kurikuler dalam bidang keagamaan yang ada di ini, berusaha membentuk siswa-siswi yang mempunyai perilaku yang baik sehingga menjadi siswi yang berilmu tinggi dan berkepribadian yang luhur. Praktek Dalam Melaksanaan Ibadah Ibadah dalam pengertian umum ialah semua amalan yang di izinkan oleh Tuhan dan yang tidak di tetapkan secara terperinci mengenai keharusan Sedangkan ibaadah dalam pengertian khusus ialah apa-apa yang telah di tetapkan Tuhan secara terperinci baik tingkat maupun kifayat . nya yang tertentu misalnya sholat, puasa, haji dan sebagainya. Kemudian sesuai dengan fungsi, tujuan dan nilai yang terkandung dalam peribadatan, dapat dikenali tiga macam bentuk ibadah, yaitu: . Ibadah perorangan dalam rangka pembentukan watak yang formil yakni kepribadian muslim yang disebut ibadah syahsiyah yaitu berupa shalat dan syahadat. Ibadah kemasyarakatan yang bernilai amaliyah sosial, untuk membentuk rasa tanggung jawab social. yaitu berupa zakat dan puasa. Ibadah yang secara tidak langsung El Banat Vol. 14 No. Moch. Kalamollah terkandung aspek politis yang disebut ibadah siyasah yaitu berupa ibadah haji untuk membina persatuan dan kesatuan umat. Menurut Muslim Ibrahim, ibadah terbagi kepada dua pengertian, yaitu: Ibadah dalam arti khas . , adalah peraturan-peraturan yang mengetur hubungan langsung antara hamba dengan tuhannya, yang cara dan upacaranya telah diatur secara terperinci di dalam Al-QurAoan dan Sunnah Rasul. Ibadah dalam arti khas terdiri atas: Rukun Islam. mangucapkan syahadatain, mengerjakan shalat, zakat, puasa, dan haji. Ibadah lainnya dan ibadah yang berhubungan dengan rukun Islam, antara . ibadah yang bersifat fisik, seperti: bersuci . meliputi berwudhu, mandi, tayammum, pengaturan menghilangkan najis, peraturan air, istinjaAo, dan lain-lain, azan, iqamat. Aoitikat, doa, shalawat, umrah, tasbih, istighfar, khitan, pemberian nama, pengurusan mayat dan lain sebagainya. ibadah yang bersifat mali . , seperti: qurban, aqiqah, hadiah, sedekah, wakaf, fidiah, hibbah dan lain sebagainya. Ibadah dalam arti luas, adalah segala amal perbuatan yang titik tolaknya ikhlas, titik tujuannya ridha Allah, garis amalnya amal shaleh, ibadah dalam arti luas melipui ibadah dalam arti khas dan amal-amal ibadah lainnya disamping ibadah dalam arti khas tadi. Ibadah dalam arti khas meliputi titik pusat dari ibadah dalam arti luas. Oleh karena ibadah dalam arti khas mencakup rukun Islam yang merupakan syarat bagi seorang manusia untuk disebut sebagai Muslim. Hikmah yang dapat diambil dari peningkatan ibadah ialah dengan adanya penentuan waktu-waktu shalat secara tidak langsung mendidik siswa unuk selalu memeperhatikan peredaran waktu dan kesadaran tentang pentingnya waktu akan membawa keteraturan dalam hidup baik individu maupun bermasyarakat. Usaha-Usaha Kegiatan Ekstra Kurikuler Dalam Meningkatkan Keberhasilan PAI Kegiatan ekstra kurikuler pendidikan agama Islam memberikan dampak kualitas Guru menyelenggarakan sejumlah kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran Ibid. Muslim Ibrahim. AuPendidikan Agama Islam Untuk Mahasiswa,Ay Yogyakarta: Erlangga . Tim Dosen Agama Islam. AuPendidikan Agama Islam Untuk Mahasiswa,Ay Malang: IKIP Malang . El Banat Vol. 14 No. Upaya Meningkatkan Keberhasilan Pendidikan Agama Islam Dalam konteks Pendidikan Nasional, semua cara, kondisi, dan peristiwa dalam kegiatan ekstra kurikuler sebaiknya selalu diarahkan pada kesadaran nilai-nilai agama sekaligus pada upaya pemeliharaan fitrah beragama. Program ekstra kurikuler dikembangkan secara integral baik dalam penataan fisik maupun pengalaman psikis. Dalam rangka meningkatkan keberhasilan pendidikan agama islam, banyak yang usaha dilakukan baik dari kepala madrasah, guru, pembimbing dan Pembina kegiatan ekstra kurikuler, banyak sekali usaha-usaha yang dilakukan oleh para guru, pengurus, pembimbing kegiatan ekstra kurikuler untuk meningkatkan keberhasilan PAI, diantaranya yaitu: Masjid Sebagai Ciri Utama dan Menambah Sarana Bacaan Islami Dilihat dari persyaratan sarana pendidikan, manajemen PAI di sekolah ditampilkan dengan kelengkapan secara fisik, khususnya dengan dibangunnya masjid sekolah. Ukuran dan kenyamanan masjid mencerminkan bahwa kegiatan keagamaan di sekolah dikelola dengan baik dan kepedulian warga sekolah dan masyarakat cukup besar terhadap pengembangan program-program keagamaan. Masjid menjadi sentral kegiatan keagamaan siswa. Karena itu selain digunakan untuk kegiatan-kegiatan ritual keagamaan seperti shalat berjamaah, masjid dijadikan pula sebagai tempat bimbingan baca tulis AlqurAoan, berdiskusi dan belajar membiasakan memelihara kerapian dan kebersihan tempat ibadah. Sarana lain yang lebih penting untuk dilengkapi adalah buku bacaan keagamaan yang tersedia di perpustakaan sekolah maupun di perpustakaan masjid. Kultur Keagamaan Madrasah Untuk pengelolaan pendidikan agama Islam sebagai kultur madrasah, sebagian besar perilaku dan kebiasaan yang dikembangkan berjalan sukarela. Namun demikian MAN Malang I secara tegas membuat peraturan seperti dalam tata tertib sekolah. Hal-hal yang bersifat kultural yang dikembangkan di madrasah, (Ketrampilan. Kerapian. Kebersihan. Keindahan. Kesopanan. Ketertiban dan Keamana. , kebiasaan untuk melakukan shalat jumAoat di masjid sekolah, pembiasaan dhalat dhuha, shalat berjamaAoah, tadarus, shalat dan bacaan AlqurAoan, berdoAoa diawal dan diakhir jam pelajaran, kebiasaan mengucapkan salam, penggalangan infak siswa secara sukarela, penyediaan majalah dinding El Banat Vol. 14 No. Moch. Kalamollah khusus untuk opini keislaman pelibatan ustadz dalam forum pengajian dan pemberian keleluasaan kepada siswa untuk mengelola kegiatan keagamaan. Peningkatan Motivasi Motivasi dapat menjadi faktor penentu keberhasilan belajar peserta didik. kecenderungan saat ini, motivasi peserta didik dalam belajar agama masih perlu Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa minat membaca, menulis dan berkarya dalam bidang keagamaan hanya terjadi pada sebagian kecil peserta didik. Pengembangan Keilmuan Dalam hal ini, pembimbing mengadakan suatu kajian keislaman yang diisi dengan diskusi/dialog, ceramah dan tadabur ayat-ayat AlqurAoan. Pemusatan Kebutuhan Prinsip ini merupakan penyeimbangan terhadap kecenderungan pendidikan yang terlalu berorientasi pada materi. Seperti yang sering terjadi selama ini, guru disibukkan dengan sejumlah perencanaan pembelajaran, kebutuhan belajar peserta kurang diperhatikan. Kebermaknaan kegiatan belajar mengajar terletak pada keinginan pihak pendidik untuk megutamakan kebutuhan peserta didik sekaligus menjalin interaksi komunikatif antara pendidik dengan peserta didik, atau antar peserta didik dengan yang lainnya. Mengikuti Berbagai Lomba Perlombaan ini bisa dilakukan antar siswa, antar kelas dalam satu sekolah ataupun antar sekolah. Biasanya perlombaan ini dilaksanakan bertepatan dengan hari-hari besar Islam. Perlombaan ini bertujuan agar siswa menghargai, merenungkan betapa besar sejarah dan perjuangan Nabi dan para Sahabat dulu. Evaluasi Dalam Berbagai Kegiatan Evaluasi sangat penting untuk dilakukan karena, dengan evaluasi bisa mengukur kemampuan dan kemajuan yang telah diperoleh. Dengan evaluasi juga bisa mengukur segala kekurangan-kekurangans yang harus dibenahi kembali. Kesimpulan Berdasarkan uraian dari bab-bab sebelumnya, maka penulis dapat mengambil beberapa kesimpulan dari penelitian ini. Kegiatan ekstra kurikuler sebagai penunjang El Banat Vol. 14 No. Upaya Meningkatkan Keberhasilan Pendidikan Agama Islam terhadap proses belajar mengajar Pendidikan Agama Islam. Hal ini dikarenakan, kegiatan pengetahuan keagamaan bagi siswa. Sehingga dengan dilaksanakannya kegiatan ekstra kurikuler diharapkan dapat menambah penguasaan siswa terhadap pengetahuan agama. Upaya-upaya yang dilakukan kegiatan ekstra kurikuler dalam meningkatkan keberhasilan Pendidikan Agama Islam dilakukan dengan bebeapa pembinaan, antara lain: . Pembinaan Akhlak. Untuk itu dalam pendidikan agama selalu diajarkan bagaimana akhlak yang terpuji dan siswa harus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya pelaksanaan kegiatan ekstra kurikuler yang bernuansa keagamaan selalu berusaha untuk membentuk siswa-siswi yang mempunyai perilaku yang baik sehingga menjadi pelajar yang berilmu tinggi dan berkepribadian yang luhur. Praktek dalam meningkatkan ibadah. Dengan peningkatan ibadah, secara tidak langsung mendidik siswa untuk selalu memperhatikan peredaran waktu dan kesadaran tentang pentingnya waktu akan membawa keteraturan dalam hidup baik individu maupun bermasyarakat. Referensi