GG I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. PENERAPAN THERAPY MASSAGE EATING DIFFICULTIES DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK 0-12 BULAN DI PUSKESMAS SUNGAI LIMAU THE IMPLEMENTATION OF MASSAGE THERAPY FOR EATING DIFFICULTIES IN RELATION TO STUNTING INCIDENCE AMONG CHILDREN AGED 0Ae12 MONTHS AT SUNGAI LIMAU PUBLIC HEALTH CENTER Linda Andriani1*1. Rika Armalini2. Yesi Maifita3. Setia NIsa4 STIKes Piala Sakti Pariaman. Jl. Diponegoro No. Kp. Pd. Kec. Pariaman Tengah. Kota Pariaman. Sumatera Barat 25512. Indonesia 2Ao4 Departemen Keperawatan. Universitas Negeri Padang, 1Ay3 (Email: lindaandriani1402@gmail. ABSTRAK Stunting menggambarkan status gizi kurang yang bersifat kronik atau menahun pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan yaitu dari mulai gizi ibu hamil yang kurang (KEK) dan pada masa kehamilan sampai anak dilahirkan. Keadaan stunting ini dipresentasikan dengan nilai z-score berdasarkan standar pertumbuhan menurut WHO. Eating difficulties dapat terjadi pada semua kelompok usia anak, tetapi jenis kesulitan makan dan penyebabnya berlainan, juga mengenai derajat dan lamanya. Penelitian ini bertujuan penerapan therapy massage eating difficulties dengan kejadian stunting pada anak 0-12 bulan di wilayah kerja puskesmas sungai limau tahun 2023. Jenis Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dimana rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan quasi ekperimental, dengan one group pretest and post test design. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Sungai Limau pada tanggal 30 Agustus s/d 12 September 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga dengan anak stunting, dengan sampel sebanyak 11 orang. Hasil penelitian peneliti dari Hasil uji kemaknaan Penerapan Therapy Massage Eating Difficulties Dengan Kejadian Stunting Pada Anak 0-12 Bulan dadapatkan P Value = 0,000 & 0,001 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara Therapy Massage Eating Difficulties dengan Kejadian Stunting Pada Anak 0-12 Bulan. Diharapkan peran aktif pemerintah khususnya tenaga kesehatan untuk menanggulangi kejadian stunting pada anak karena anak merupakan penerus dan cikal-bakal dunian. Selain itu diharapkan kepada orang tua agar dapat menerapkan terapi pijat terahadap anak agar dapat memicu napsu makan pada anak. Kata kunci :Berat Badan. Therapy massage. Tinggi Badan anak JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. ABSTRACT Stunting describes less non-nutritional status or in the period of growth and development since the beginning of life is from the nutrition of less pregnant women . and in pregnancy until children are The incidence of stunting state is presented with a high-level Z-Score on the growth standards according to WHO. Therapy MassageIt is part of the traditional healing methods that are classified in the oldest and the most oldest and the most popular tape therapy is known to man. Eating DiffiCultiesIt can occur in all child age groups, but the type of difficulty eating and the cause is different, as well as the degree and duration. Causes of Events Difficulty May be due to a particular disease or abnormalities, but also some kind of disease or factor together. This study aims to apply the therapy massageing of tied difictiones with stunting events in children 0-12 months in the work area of the Sungai Limau of 2023. TypeThis study included quantitative research where the research design used isdesignquasi ecperimental,withOne Group Pretest and Post Test Design. This research was conducted in the Limau River Puskesmason the date of August 30- 12 September 2024. The population in this study is family with stunting children, with 11 samples. The results of the implementation of the implementation of the implementationTherapy Massage Eating DiffiStiesWith the stunning event on child 0-12 months daded p value = 0,000 & 0,001 <0,05 which means there is a relationship betweenTherapy Massage Eating DiffiStiesWith the stunning event on child 0-12 months. It is expected that the active role of the government, especially health workers to cope with the stunting events in children because children are the successor and the world of dunians. It is expected to parents to apply the massage therapeuts inhabitati child in order to trigger eating napsu in children. Keywords : Therapy Massage. Weight and Height Children PENDAHULUAN Fenomena anak pendek atau biasa dikenal dengan stunting merupakan salah satu permasalahan pertumbuhan anak di dunia saat ini yang disebabkan oleh gizi. Stunting merupakan kegagalan tumbuh kembang anak . ertumbuhan tubuh dan ota. akibat kekurangan gizi yang berkepanjangan. Oleh karena itu anak tersebut lebih kecil dari anak normal seusianya dan mengalami keterlambatan Gizi buruk berlangsung lama sejak janin dalam kandungan hingga awal kehidupan anak (Arintasari, 2. Kajian mengenai stunting merupakan salah satu permasalahan tumbuh kembang anak di dunia saat ini yang disebabkan oleh gizi. Stunting merupakan kegagalan tumbuh kembang anak . ertumbuhan tubuh dan ota. akibat kekurangan gizi yang berkepanjangan. Oleh karena itu anak tersebut lebih kecil dari anak normal seusianya dan mengalami keterlambatan dalam proses berpikir. JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 Kajian kehamilan menggambarkan gizi buruk yang kronik atau menahun pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan, yaitu gizi buruk pada ibu hamil (KEK) dan pada masa kehamilan hingga Situasi keterbelakangan pertumbuhan ini diwakili oleh skor z tinggi badan per umur (TB/U) kurang dari -2 standar deviasi (SD), rakhitis berat atau sangat kecil diwakili oleh skor z tinggi badan per umur. (TBC). /U) usia lebih rendah dari -3 standar deviasi (SD) dan dikatakan normal apabila nilai z-score tinggi badan menurut umur (TB/U) lebih tinggi dari -2 standar deviasi (SD) berdasarkan laju pertumbuhan menurut WHO. (WHO, 2. Stunting merupakan tanda malnutrisi yang memperburuk kesehatan anak di usia muda dan sangat terkait dengan penyakit akut dan Anak-anak balita yang mengalami stunting adalah anak-anak yang berusia di bawah GG I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. lima tahun dan terlalu pendek untuk usia mereka karena kegagalan pertumbuhan yang terusmenerus terkait dengan kekurangan gizi. Malnutrisi mempengaruhi bayi baru lahir selama kehamilan dan beberapa hari pertama setelah Namun stunting tidak akan terlihat sampai bayi berusia dua tahun (Takele, dkk. Kejadian stunting secara signifikan menurunkan kualitas sumber daya manusia suatu generasi, hal ini merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius. Ada dua jenis dampak yang terkait dengan stunting: dampak langsung/ jangka pendek dan dampak tidak langsung/ negatif atau jangka panjang. Dampak jangka pendek dari stunting antara lain peningkatan perkembangan linguistik, motorik, dan kognitif yang kurang ideal, terhambatnya pertumbuhan fisik, dan masalah metabolisme tubuh. Dampak negatif jangka panjang termasuk postur tubuh yang buruk saat dewasa, berkurangnya fungsi kognitif dan pencapaian belajar, menurunnya kekebalan tubuh, sehingga penyakit lebih mudah tertular, dan peningkatan risiko diabetes, obesitas, penyakit jantung, penyakit pembuluh darah, kanker, dan kecacatan. di kemudian hari, serta kualitas kerja yang tidak kompetitif yang mengakibatkan rendahnya pendapatan dan produktivitas ekonomi. (Kemenkes RI, 2. Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain dengan melakukan evaluasi status gizi, memberikan makanan tambahan pada balita, pemberian vitamin A, memberikan penyuluhan kepada petugas gizi kepada orang tua mengenai kebutuhan gizi balita, dan memberikan ASI eksklusif selama enam bulan, terus berlanjut hingga anak berusia 1 tahun. berusia dua tahun dengan tambahan asupan MP. -ASI, melengkapi pasien dengan makanan dan minuman yang terbuat dari bahan makanan sehari-hari dapat meningkatkan asupan energi dan nutrisi secara signifikan, sebagai alternatif, pasien dapat menerima suplemen menggunakan suplemen nutrisi oral siap pakai yang dapat dikonsumsi JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 bersamaan dengan makanan untuk menutupi kekurangan nutrisi. (Takele, dkk. Pola makan yang terganggu bisa berdampak pada kesehatan balita, antara lain diantaranya masalah stunting dan peningkatan kerentanan terhadap penyakit. Memijat balita dapat membantu menghindari terjadinya stunting, begitu pula dengan menggunakan therapy massage eating difficulties untuk mengatasi masalah makan Balita dapat merasa lebih aman dan nyaman bila mendapat terapi pijat (Therapy massag. yaitu terapi sentuhan yang melibatkan kontak langsung dengan tubuh. Menambah nafsu makan dan berat badan menjadi salah satu keunggulan therapy Massage Eating Difficulties untuk anak yang kesulitan makan. Bentuk pijatan lezat yang disebut therapy Massage Eating Difficulties membantu balita mengatasi rasa takutnya disentuh. Meningkatkan nafsu makan untuk memastikan status gizi balita berada pada kondisi terbaik merupakan salah satu manfaat pijat untuk balitaa yang mengalami kesulitan makan. (Arintasari, 2. Berdasarkan penelitian Farida pada tahun 2023, tidak ada responden yang komprehensif yang meliputi pemberian makan langsung dan membantu anak makan sendiri, merespon anak lapar atau kenyang, memberikan makanan secara perlahan, merespon kontak saat memberikan makanan, meminimalkan gangguan makan, dan meminimalkan respon penolakan Balita stunting yang menerima terapi massage untuk mengatasi tantangan makannya mengalami penurunan masalah makan yang signifikan . =0,. Menurut Laporan Gizi Global tahun 2020, 81,7 juta anak balita, atau 54,8% dari seluruh anak balita di seluruh dunia, mengalami stunting, dan 149 juta, atau sekitar 21,9%, di antaranya terjadi di Asia. Salah satu negara berkembang dan salah satu dari sepuluh negara dengan jumlah anak stunting tertinggi keempat di dunia adalah Indonesia, yang berada di ASEAN dan memiliki sekitar 8,8 juta anak, diikuti oleh India, yang memiliki sekitar 48,3 GG I ILM e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. juta anak. Pakistan, dan Nigeria, masing-masing dengan 10 juta. Setelah Laos, dengan 43,8%. Indonesia merupakan negara dengan persentase stunting tertinggi kedua. Pada tahun 2018, angka stunting di Indonesia sebesar 30,8%. Artinya, dari 34 provinsi di Indonesia, 20 provinsi dan 100 kabupaten mempunyai angka stunting lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Pada tahun 2018, proporsi balita sangat pendek dan stunting di Indonesia masingmasing sebesar 17,1% dan 12,8%. Dibandingkan tahun sebelumnya yang proporsi balita sangat pendek sebesar 6,9% dan proporsi balita pendek sebesar 13,2%, kondisi ini mengalami Persentase balita sangat pendek dan stunting tertinggi dan terendah pada tahun 2018 terdapat di Provinsi Aceh . ,9% dan 19,0%), dan Provinsi DKI Jakarta . ,0% dan 9,2%). (Kemenkes RI, 2. Kejadian stunting di Provinsi Sumatra Barat 2 tahun belakang masih terjadi dan ditemukan kasus stunting. Prevalensi kasus stunting atau balita pendek besar di temukan di Kabupaten Sijunjung . ,60%) dan terendah Kabupaten Agam . ,41%). disusul Kabupaten Solok. Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Padang Pariaman. Untuk daerah Kabupaten Padang Pariaman menduduki posisi no 4 kejadian stunting setelah Kabupaten Solok dan Pasaman (Profil Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, 2. Studi pendahuluan terhadap 10 orang keluarga dengan anak stunting didapatkan bahwa mereka ada yang mengetahui dan ada juga tidak mengetahui apa itu stunting, bagaimana dampak dari stunting tersebut dan mereka belum pernah dan tidak tau tentang terapi massage eating dificulities. BAHAN DAN METODE Penelitian . xperimental researc. yaitu suatu penelitian yang menggunakan kegiatan percobaan yang bertujuan untuk mengetahui gejala atau pengaruh yang timbul sebagai sebab akibat dari adanya eksperimen tertentu. Penelitian ini rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan quasi ekperimental, dengan one group pretest and post test design. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Sungai Limau. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak penderita stunting yang ada diwilayah kerja sungai limau sebanyak 209 Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah secara purposive sampling. Besar sampel diambil sebanyak 10% sehingga didapatkan sebanyak 21. pada saat penelitian menemukan sampel 11 orang anak stunting dengan menggunakan pengukuran derajat HASIL Analisa Univariat Tabel 1. Distribusi Frekuensi Therapy Massage Eating Difficulties Dengan Kejadian Stunting Pada Anak 0-12 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Limau Therapy Massage Part 1 Therapy Massage Part 2 JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 Therapy Massage Part 3 Therapy Massage Part 4 I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. Berdasarkan tabel 1 dapat dilihat bahwa sebagian besar dari hasil terapi pijat pada anak usia 0-12 bulan pada therapy massage part 1 didapatkan hasil yaitu dilakukan terapi pijat 11 orang anak stunting maka pengukuran BB dengan jumlah total keseluruhan 7. TB dengan jumlah total keseluruhan 197. Pada therapy massage part 2 didapatkan hasil yaitu BB dengan jumlah total keseluruhan 7. TB dengan jumlah total Pada therapy massage part 3 didapatkan hasil yang sama yaitu BB dengan jumlah total keseluruhan 7. TB dengan jumlah total keseluruhan 197. Sedangkan pada therapy massage part 4 didapatkan hasil yang terdiri dari BB dengan jumlah total keseluruhan 13. TB dengan jumlah total keseluruhan 127 dikarenakan pada saat setelah dilakukan terapi pijat 2 minggu 4 kali terhadap anak tersebut. Tabel 2. Distribusi Frekuensi Derajat Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Limau Derajat Stunting Part 1 Mild Stunting Moderate Stunting Derajat Stunting Part 2 Mild Stunting Moderate Stunting Berdasarkan tabel 2 dapat dilihat bahwa hasil hitungan derajat stunting dari keseluruhan anak stunting 11 orang 0-12 bulan dikategorikan diantaranya adalah anak dengan kategori Derajat Stunting Part 1 Mild Stunting sebanyak 9 orang. Derajat Stunting Moderate Stunting sebanyak 2 Pada Derajat Stunting Part 2 anak kategori antara lain Mild Stunting sebanyak 9 orang. Derajat Stunting Moderate Stunting sebanyak 2 Pada Derajat Stunting Part 3 anak kategori Derajat Stunting Part 3 Mild Stunting Moderate Stunting Derajat Stunting Part 4 Tidak Stunting Mild Stunting antara lain Mild Stunting sebanyak 9 orang. Derajat Stunting Moderate Stunting sebanyak 2 Dan pada Derajat Stunting Part 4 yang Mild Stunting sebanyak 9 orang. Tidak Stunting sebanyak 2 orang. Stunting disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makan yang tidak sesuai dengan kebutuhann gizi balita seta kurangnya pengetahuan keluarga tentang pemberian gizi yang baik. Analisa Bivariat Tabel 3. Penerapan Therapy Massage Dengan Kejadian Stunting Pada Anak 0-12 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Limau. Therapy Massage Part 1 Derajat Stunting Part 1 Therapy Massage Part 4 Derajat Stunting Part 4 P Value 0,000 Mild Tidak Stunting Moderate Mild Stunting Berdasarkan tabel 3 dari 11 orang anak stunting yang dilakukan therapy massage part 1 dengan nilai BB 7. TB dengan nilai 195. Therapy massage part 2 dengan nilai BB 7. TB dengan therapy massage part 3 dengan nilai BB 7. TB dengan nilai 195. Sedangkan therapy JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 massage part 4 dengan nilai BB Post 13. TB Post dengan nilai 127. Sementara berdasarkan pengukuran Derajat Stunting part 1 pada anak stunting sebanyak 11 orang terdapat 2 kategori anak stunting yaitu Mild Stunting sebanyak 9 Pada anak yang Moderate Stunting GG I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. sebanyak 2 orang. Pengukuran Derajat Stunting part 2 pada anak stunting sebanyak 11 orang terdapat 2 kategori anak stunting yaitu Mild Stunting sebanyak 9 orang. Pada anak yang Moderate Stunting sebanyak 2 orang. Pengukuran Derajat Stunting part 3 pada anak stunting sebanyak 11 orang terdapat 2 kategori anak stunting yaitu Mild Stunting sebanyak 9 orang. Pada anak yang Moderate Stunting sebanyak 2 Sedangkan pada hasil Derajat Stunting part 4 pada anak stunting sebanyak 11 orang yang PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian dapat dapat diketahui bahwa dari 11 orang anak stunting yang dilakukan therapy massage part 1 dengan nilai BB 7. TB dengan nilai 195. Therapy massage part 2 dengan nilai BB 7. TB dengan therapy massage part 3 dengan nilai BB 7. TB dengan nilai 195. Sedangkan therapy massage part 4 dengan nilai BB Post 13. TB Post dengan nilai 127. Sementara berdasarkan pengukuran Derajat Stunting part 1 pada anak stunting sebanyak 11 orang terdapat 2 kategori anak stunting yaitu Mild Stunting sebanyak 9 orang. Pada anak yang Moderate Stunting sebanyak 2 orang. Pengukuran Derajat Stunting part 2 pada anak stunting sebanyak 11 orang terdapat 2 kategori anak stunting yaitu Mild Stunting sebanyak 9 orang. Pada anak yang Moderate Stunting sebanyak 2 orang. Pengukuran Derajat Stunting part 3 pada anak stunting sebanyak 11 orang terdapat 2 kategori anak stunting yaitu Mild Stunting sebanyak 9 orang. Pada anak yang Moderate Stunting sebanyak 2 orang. Sedangkan pada hasil Derajat Stunting part 4 pada anak stunting sebanyak 11 orang yang terdapat 2 kategori anak stunting yaitu Mild Stunting sebanyak 9 orang anak . 8%). Pada anak yang Tidak Stunting sebanyak 2 orang . 2%). Hasil uji kemaknaan Penerapan Therapy Massage Eating Difficulties Dengan Kejadian Stunting Pada Anak 0-12 Bulan dadapatkan P Value = 0,000 & 0,001 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara Therapy JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 terdapat 2 kategori anak stunting yaitu Mild Stunting sebanyak 9 orang anak, pada anak yang tidak stunting sebanyak 2 orang. Hasil uji kemaknaan Penerapan Therapy Massage Eating Difficulties Dengan Kejadian Stunting Pada Anak 0-12 Bulan dadapatkan P Value = 0,000 & 0,001 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara Therapy Massage Eating Difficulties dengan kejadian Stunting pada anak 0-12 Bulan. Massage Eating Difficulties dengan Kejadian Stunting Pada Anak 0-12 Bulan. Respon relaksasi ditimbulkan oleh efek dari massage/pemijatan yang juga mempercepat perbaikan dan relaksasi otot, menurunkan tingkat stres dan ketegangan pada otot, serta meningkatkan proses metabolisme. Dengan meningkatkan kemampuan tubuh untuk menyediakan oksigen dan nutrisi ke sel-sel tubuh, therapy massage membantu meningkatkan sirkulasi darah dan getah bening. Penelitian Farida menunjukkan bahwa usia ibu saat hamil. ANC dan penggunaan pil Fe memiliki hubungan yang signifikan . < 0,. dengan kejadian stunting. Perilaku menunjukkan bahwa tidak ada satupun responden yang melakukan pemberian makan responsif secara komprehensif, yaitu meliputi memberikan makanan langsung kepada anak atau membantu anak makan, memberikan respon terhadap anak lapar atau kenyang, bersabar saat mengantarkan makanan, bereaksi terhadap kontak saat mengantarkan makanan. meminimalkan gangguan terkait makan, dan menangani penolakan anak. Balita stunting yang menerima therapy massage untuk mengatasi masalah dalam makan mengalami penurunan masalah makan yang signifikan . =0,. Sebelum mendapat pijat Tui Na, 15 %) anak rentang usia 1-3 tahun mengalami kesulitan makan, menurut penelitian yang GG I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. dilakukan Retno pada tahun 2020. Setelah pijat Tui Na, jumlah balita yang masih mengalami kesulitan makan berkurang menjadi 1 . ,7%), pada usia 1-3 tahun. Selain itu, uji statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (Sig 0,001. p<0,. antara kesulitan makan yang dialami balita usia 1-3 tahun sebelum dan sesudah menerima pijat tui na. Hal ini menunjukkan bahwa balita dengan masalah makan teratasi dengan pijat Tui Na. Menurut beberapa penelitian, memijat bayi baru lahir dapat mengaktifkan saraf vagus, yang pada saatnya meningkatkan gerak peristaltik usus dan pengosongan lambung, yang pada nantinya dapat merangsang rasa lapar bayi. Namun, pijatan juga meningkatkan metabolisme sel dan meningkatkan sirkulasi darah, yang bisa menamabh berat badan bayi. Roesli mengutip dalam penelitian yang dilakukan oleh Field dan Scafidi, yang menunjukkan bahwa bayi baru lahir cukup bulan berusia 1-6 bulan yang dipijat dua kali seminggu selama 15 menit mengalami kenaikan berat badan setiap hari, sedangkan bayi prematur yang dipijat tiga kali selama 10 menit selama sepuluh hari mengalami kenaikan berat berat badan setiap hari antara 20% dan Menambah berat badan lebih baik setelah dilakukan terapi pijat. Mengutip penelitian tambahan Arintasari . , pijat terapi tantangan makan berdampak besar dalam mengurangi masalah makan pada balita stunting . =0,. Penelitian penelitian Tiaradita Putri Deyya . Nemar adalah uji statistik yang digunakan. Berdasarkan hasil pengumpulan . value <0,. Ha diterima, hal ini menunjukkan bahwa konseling aturan makan dan pijat untuk masalah makan berdampak terhadap tantangan makan balita di Kelurahan Cangkiran Mijen Semarang. Penelitian yang dilakukan oleh Ian Rossalia . dengan hasil p-value 0,002 menunjukkan bahwa pemberian pijat terapeutik untuk masalah makan berdampak besar dalam memperbaiki masalah makan pada balita. pemberian therapy massage eating difficulties pada anak kecil yang sulit makan baik sebelum JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 maupun sesudah mendapat terapi pijat, dibuktikan dengan kenaikan berat badan anak. Balita yang kesulitan makan bisa mendapatkan manfaat dari therapy massage eating difficulties. Mengurut dan meremas meningkatkan mobilitas jaringan lunak dan sirkulasi lokal. Efek pijat yang menenangkan dan kontak timbal balik terkait dengan keuntungan psikologisnya. Baik digunakan sendiri atau bersamaan dengan bentuk perawatan medis lainnya, terapi pijat dapat membantu orang merasa lebih baik. Studi klinis menunjukkan bahwa pijat membantu meningkatkan penyembuhan cedera meningkatkan nafsu makan anak. Tugas rutin seperti terapi massage dengan cara mandi di tempat tidur dapat menggunakan terapi ini. Pijat dapat digunakan secara mandiri atau bersamaan dengan minyak esensial untuk memberikan manfaat terapeutik yang lebih luas. Meningkatkan nafsu makan yang sehat sejak dini diperlukan untuk mencegah masalah gangguan makan di kemudian hari. Pola makan yang terganggu pada balita dapat berdampak buruk pada kesehatannya dan meningkatkan kerentanannya terhadap penyakit. Menggunakan kontak, seperti pijat, pada balita Pijat balita merupakan salah satu jenis terapi di mana terapis atau keluarga yang memiliki anak melakukan kontak fisik dengan tubuh yang dapat memberikan rasa Pengobatan komplementer dianggap sebagai alternatif terapi. Salah satu terapi alternatif yang banyak dipilih orang tua adalah dimana sentuhan dan pelukan seorang ibu merupakan kebutuhan dasar balita. Terapi pijat secara teratur dapat meningkatkan berat badan, menurunkan nafsu makan dan meningkatkan pertumbuhan otak. Terapy pijat untuk kesulitan makan merupakan jenis pijatan yang lebih berkonsentrasi pada area tubuh tertentu untuk melancarkan pencernaan dan aliran darah pada bayi yang mengalami kesulitan makan. Pada penelitian yang dilakukan diwilayah kerja puskesmas sungai limau tahun 2023 I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. peneliti menyimpulkan bahwa anak stunting kategori penghitungan menurut derajat stunting terdapat 2 pasien moderate stunting ke mild stunting. Sedangkan 2 orang anak tidak stunting. Jadi terdapat perubahan/peningkatan BB dan TB. Diharapkan orang tua bisa menerapkan tarapi pijat dirumah. Asumsi peneliti dalam penelitian ini yaitu bahwa peran orang tua sangat penting untuk menerapkan Feeding Rules dan Massage Eating Difficulties dapat mengurangi kesulitan makan pada balita. Feeding Rules meliputi Jadwal. Lingkungan, dan Prosedur. Sedangkan Massage Eating Difficulties merupakan salah satu terapi komplementer yang banyak dipilih orang tua. Sentuhan dan pelukan dari seorang ibu adalah kebutuhan dasar balita. Jika pijat dilakukan secara teratur akan meningkatkan hormon katekolamin . pinefrin dan nore pinefri. yang dapat memicu stimulasi tumbuh kembang karena dapat meningkatkan nafsu makan, meningkatkan berat badan dan dapat merangsang perkembangan otak. sebelum anak diterapi pijat respon anak sangat sedikit contohnya diajak bermain anak malas untuk bergerak, meletakkan mainan cukup jauh dari anak enggan untuk mengambil mainan Sedangkan pada saat sesudah di terapi pijat anak tersebut banyak sekali memberikan respon contohnya pada saat diajak bercanda anak itu langsung ketawa, mengambil dengan cepat mainan yang kita letakkan cukup jauh, memberikan sesuatu ke anak tangannya ditepuk dengan girang. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dapat dapat diketahui bahwa dari 11 orang anak stunting yang dilakukan sebelum terapi pijat dengan nilai BB Pre 7 . 7%), dan TB Pre 195 . 5%). Sedangkan sesudah terapi pijat dengan nilai BB Post 13 . 7%) dan TB Post 127 . 7%). Sementara berdasarkan pengukuran Pre Derajat Stunting pada anak stunting sebanyak 11 orang terdapat 2 kategori anak stunting yaitu Mild Stunting sebanyak 9 orang . 8%). Pada anak yang Moderate Stunting sebanyak 2 orang JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 2%). Sedangkan pada hasil Post Derajat Stunting pada anak stunting sebanyak 11 orang yang terdapat 2 kategori anak stunting yaitu Mild Stunting sebanyak 9 orang anak . 8%), Pada anak yang Tidak Stunting sebanyak 2 orang . 2%). Hasil uji kemaknaan Penerapan Therapy Massage Eating Difficulties Dengan Kejadian Stunting Pada Anak 0-12 Bulan dadapatkan P Value = 0,000 & 0,001 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara Therapy Massage Eating Difficulties dengan Kejadian Stunting Pada Anak 0-12 Bulan. Diharapkan untuk keluarga dan tenaga kesehatan dapat menerapkan terapi pijat pada anak untuk meningkatkan napsu makan pada anak dan untuk mencegah terjadinya masalah DAFTAR PUSTAKA