Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) Vol. 6 No. 4 November 2022 e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 DOI: 10. 36312/jisip. 3511/http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Evaluasi Kemampuan Membaca Permulaan Anak Kelas 1 Sekolah Dasar Tatar menggunakan Kartu Baca di Kecamatan Sekongkang. Kabupaten Sumbawa Barat Uryun Mutiah1. Mahsun2. Burhanuddin3 Universitas Mataram. Magister Pendidikan Bahasa Indonesia 1,2,3 Article Info Article history: Received 22 Juli 2022 Publish 1 November 2022 Keywords: Evaluasi Kartu Baca SDN Tatar Sumbawa Barat Info Artikel Article history: Received 22 Juli 2022 Publish 1 November 2022 Abstrak Pendidikan anak usia dini berfungsi untuk memberikan pengetahuan mendasar bagi anak untuk masa depan mereka. Anak usia dini dituntut untuk memahami ilmu yang sesuai dengan kapasitas yang mereka miliki. Salah satu ilmu yang penting dan mendasar bagi anak usia dini adalah membaca dan menulis. Sekolah menjadi faktor penting yang dapat mempengaruhi kemampuan mendasar anak. Dengan berbagai cara dan media sekolah berusaha untuk menciptakan siswa yang ideal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat efektivitas kartu baca dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1 SDN Tatar. Kabupaten Sumbawa Barat. Dengan menggunakan metode kuantiatif pada 18 orang anak. Penelitian ini menemukan bahwa penggunaan media kartu baca dalam meningkatkan kemampuan baca anak kelas 1 pada SDN Tatar terbukti efektif. Hal ini dapat dilihat dari nilai ketuntasan klasikal sebesar 72% setelah diberlakukannya media kartu baca. Abstract Early childhood education aims to educate children with the foundational information they will need in the future. Early infancy to grasp science in accordance with their abilities. Reading and writing are two crucial and fundamental disciplines for young children. School is a significant component that might have an impact on a child's fundamental Media schools seek to generate perfect pupils in a variety of ways. As a result, the goal of this research is to see if reading cards can help first-graders at Tatar State Elementary School in West Sumbawa Regency improve their early reading skills. On 18 youngsters, the quantitative technique was used. The use of reading card media in increasing the reading skills of grade 1 students at Tatar State Elementary School was shown to be successful in this study. The traditional completion value of 72 percent after the introduction of the reading card medium demonstrates this. This is an open access article under the Lisensi Creative Commons AtribusiBerbagiSerupa 4. 0 Internasional Corresponding Author: Uryun Mutiah Universitas Mataram Email: uryunm@gmail. PENDAHULUAN Pendidikan anak usia dini pada tingkat Sekolah Dasar (SD) ditujukan untuk anak agar mereka memiliki pengetahuan dasar yang dapat berguna pada jenjang Pendidikan berikutnya atau pada aspek kehidupan umumnya (Ellsa & Rahmawati, 2. Anak usia dini dituntut untuk memahami konsep yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Demi terwujudnya cita-cita tersebut, maka ditetapkanlah beberapa mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia. Menurut Tarigan . , keterampilan berbahasa mencakup 4 aspek di antaranya mendengarkan, berbicara, membaca, dan Membaca merupakan suatu aktivitas yang dilakukan untuk mendapatkan sebuah informasi, memperoleh ilmu dan pengetahuan serta pengalaman-pengalaman baru. Pada hakikatnya, aktivitas membaca terdiri dari dua bagian, yaitu membaca sebagai proses dan membaca sebagai Membaca sebagai proses mengacu pada aktivitas fisik dan mental. Sedangkan membaca sebagai produk mengacu pada konsekuensi dari aktivitas yang dilakukan pada saat membaca (Arief, 2. Kegiatan membaca merupakan aktivitas yang unik dan rumit, sehingga seseorang tidak 1962 | Evaluasi Kemampuan Membaca Permulaan Anak Kelas 1 Sekolah Dasar Tatar menggunakan Kartu Baca di Kecamatan Sekongkang. Kabupaten Sumbawa Barat (Uryun Mutia. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 dapat melakukan hal tersebut tanpa mempelajarinya, terutama anak usia sekolah dasar yang baru mengenal huruf atau kata-kata (Suriani et al. , 2. Problem umum yang dihadapi anak dalam membaca adalah pada pelaksanaan pengajaran membaca, guru sering kali dihadapkan anak yang mengalami kesulitan, baik yang berkenaan dengan hubungan huruf, suku kata, kata, kalimat sederhana, maupun ketidakmampuan anak memahami isi bacaan (Suriani et al. , 2. Berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi Bahasa Indonesia 2004. Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia khususnya membaca permulaan, siswa dituntut untuk mampu membaca huruf, suku kata dan kalimat. Pembelajaran di SD dilaksanakan sesuai dengan perbedaan atas kelas rendah dan kelas tinggi. Pelajaran di kelas rendah biasanya disebut pelajaran membaca permulaan, sedangkan dikelas tinggi disebut pelajaran membaca lanjut. Penggunaan model pembelajaran dan media sangat membantu dalam pengajaran membaca permulaan bagi siswa kelas satu SD merupakan hal yang mutlak diperlukan, anak kelas satu SD yang pada umumnya baru berusia enam tahun masih berada pada taraf berfikir konkret, yaitu anak akan mudah mengenali hal-hal yang bersifat nyata. Di samping itu, dengan alat bantu yang digunakan oleh guru secara bervariasi akan membangkitkan minat siswa dalam mengikuti Salah satu media yang memungkinkan digunakan oleh guru dalam pengajaran membaca permulaan ini adalah melalui media kartu huruf (Suriani et al. , 2. Pada saat ini banyak penelitian tentang yang membahas mengenai metode dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan menggunakan model direct instruction dengan bantuan media kartu kata bergambar. Beberapa anak di sekolah yang diteliti tersebut sudah menunjukkan minat dalam keterampilan membaca permulaan. namun, dari berbagai penelitian tersebut, tidak banyak yang mencoba mengevaluasi tingkat efektivitas media kartu baca dalam meningkatkan kemampuan baca anak usia dini, khususnya pada di Kabupaten Sumbawa Barat (Dewani et al. , 2020. Octaberlina & Anggarini, 2020. Prahesti, 2. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan oleh penulis, pembelajaran membaca permulaan di SDN Tatar Kecamatan Sekongkang selama ini masih belum mengoptimalkan media pembelajaran yang ada di sekolah. Proses pembelajaran masih menggunakan media konvensional yaitu dengan menggunakan papan tulis dan pembelajaran hanya berpusat kepada guru. Selain itu, mayoritas orang tua siswa merupakan petani yang tidak memiliki latar belakang Pendidikan. Hal ini menyebabkan kemampuan membaca permulaan siswa masih sangat rendah. Media Kartu Huruf yang ada di sekolah tidak dipergunakan sebagaimana mestinya. Dari uraian latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk mengadakan penelitia terkait Evaluasi Media Kartu Baca Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas I SDN Tatar. Kecamatan Sekongkang. Kabupaten Sumbawa Barat METODE PENELITIAN Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang melibatkan guru sebagai peneliti dalam meningkatkan dan memperbaiki masalah-masalah pada proses pembelajaran siswa di kelas dengan membuat rencana terlebih dahulu, kemudian melaksanakan, mengamati dan memberi refleksi tindakan terhadap kegiatan melalui siklus. Model rancangan yang dikembangkan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah model spiral dari siklus yang satu ke siklus berikutnya oleh Kemmis dan McTaggart. Model yang dikemukakan oleh Kemmis dan McTaggart pada hakekatnya berupa perangkat-perangkat atau untaian-untaian dengan satu perangkat terdiri dari empat komponen, yaitu. perencanaan (Plannin. , tindakan (Actio. , pengamatan (Observatio. dan refleksi (Reflectio. Menurut Amirullah . , populasi merupakan keseluruhan subyek penelitian. Sedangkan, populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas 1 SD Tatar. Kecamatan Sekongkang. Kabupaten Sumbawa Barat. Dikarenakan jumlah populasi dalam penelitian ini sedikit, yakni hanya 18 siswa. Maka, keseluruhan populasi akan digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini. 1963 | Evaluasi Kemampuan Membaca Permulaan Anak Kelas 1 Sekolah Dasar Tatar menggunakan Kartu Baca di Kecamatan Sekongkang. Kabupaten Sumbawa Barat (Uryun Mutia. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 Tabel 1. Daftar Siswa Kelas 1 SD Tatar Nama Safira Firzi Edira Pratama Ikhwan Hakiki Muhammad Guntur Gilang Samudra Tiara Renata Nur Huswatun Hasanah Muhammad Ridoan Ahmat Wawan Dirma Hendra Saputra Ersanur Asipa Pael Juansa Habibah Hana Hermanto Safina Dalisha Farhana Ramdhani Muhammad Afdal Aditya Sepana Risma Ayunda Lalu Alpian Maulana Lalu Muhammad Ridwan Sumber data yaitu aspek penelitian yang dapat memberikan informasi yang dapat membantu perluasan teori. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas I SDN Tatar. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan berbagai cara seperti dokumentasi, observasi, dan catatan lapangan. Penelitian ini dilaksanakan dengan memberikan tahap-tahap tindakan berupa (Mahsun. Sumampouw & Sobon, 2. Perencanaan: yakni menyusun perangkat pembelajaran, merencanakan tujuan pembelajaran, menyiapkan alat dan bahan ajar serta instrument penelitian yang meliputi evaluasi akhir tindakan, dan lembar observasi. Pelaksanaan: merupakan proses belajar mengajar menggunakan media kartu baca dengan metode Struktural Analitik Sintetik (SAS). Pengamatan: peneliti akan melakukan pengamatan secara mendalam pada setiap siswa berdasarkan aspek pelafalan, intonasi, serta kelancaran. Pada bagian ini peneliti juga akan menggunakan pendekatan SAS. Refleksi: proses ini dapat juga dikatakan sebagai evaluasi hasil belajar siswa menggunakan media kartu baca. Evaluasi dilakukan menggunakan indikator skala sebagai berikut (Emerson, 2. 1 = Tidak Bisa 2 = Cukup Lancar 3 = Lancar 4 = Sangat Lancar Teknik Analisis data penelitian ini dilakukan dengan pengolahan data secara kualitatif. Data diambil dari hasil aktivitas guru dan siswa yang diperoleh melalui lembar observasi dianalisis dan dinyatakan dalam bentuk persentase yang dihitung dengan menggunakan rumus: yaycycoycoycaEa ycIycoycuyc ycEycyceycyceycuycycaycycn ycAycnycoycaycn ycIycaycyca Oe ycIycaycyca = y 100% ycIycoycuyc ycAycaycoycycnycoycayco yaycaycyca ycIyceycycaycy yaycuyccycnycycnyccyc = ycIycoycuyc ycIycnycycyca y 100% ycIycoycuyc ycAycaycoycycnycoycayco yayceycycycuycycaycycaycu yaAycoycaycycayc yaycoycaycycnycoycayco = yaycycoycoycaEa ycycnycycyca ycycycuycycayc y 100% ycNycuycycayco ycycnycycyca 1964 | Evaluasi Kemampuan Membaca Permulaan Anak Kelas 1 Sekolah Dasar Tatar menggunakan Kartu Baca di Kecamatan Sekongkang. Kabupaten Sumbawa Barat (Uryun Mutia. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 Siswa dikatakan tuntas klasikal jika lebih dari atau sama dengan 70% siswa telah tuntas (Depdiknas. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1 Kemampuan Membaca Permulaan Awal Pada tahap awal penilaian, penelitian ini mencoba untuk melihat sejauh mana kemampuan membaca anak dalam tiga aspek, di antaranya adalah pelafalan, intonasi, dan Tahapan ini dilakukan guna melihat perbedaan atau tingkat efektivitas dari pengimplementasian kartu baca. Hasil analisis kemampuan membaca permulaan anak dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2. Kemampuan Awal Anak Responden Responden 1 Responden 2 Responden 3 Responden 4 Responden 5 Responden 6 Responden 7 Responden 8 Responden 9 Responden 10 Responden 11 Responden 12 Responden 13 Responden 14 Responden 15 Responden 16 Responden 17 Responden 18 Aspek Lafal Intonasi Kelancaran KETUNTASAN KLASIKAL Skor DSI KKM ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue Ket. DSI: <75 (Tidak mamp. , 75-84 . , 85-94 . , >95 . Ket. Klasikal: C 70 (Tunta. Sumber: Data diolah Berdasarkan hasil analisis di atas, dapat dikatakan bahwa rata-rata nilai kemampuan aspek pelafalan, intonasi, dan kelancaran anak berada pada level rendah. Nilai terendah untuk setiap aspek yakni 1 yang berarti siswa tidak bisa atau tidak mengenal huruf yang diperlihatkan oleh guru. Hanya 4 siswa yang terlihat cukup lancar dalam beberapa aspek yaitu responden 3, responden 6, responden 7, dan responden 11 dengan masing-masing aspek Dari total 18 responden, hanya 2 orang siswa yang mendapatkan nilai di atas standar yakni responden 12 dan 18. Nilai rata-rata daya serap individu (DSI) yang diperoleh siswa yakni 35, dalam kata lain nilai tersebut masih jauh dari standar ketuntasan. Dari total 18 siswa yang diuji, hanya 2 orang yang melebihi nilai standar ketuntasan klasikal dengan nilai 75 dan 67 untuk responden 12 dan 18. Dapat disimpulkan bahwa dengan nilai ketuntasan klasikal sebelum diberlakukannya media kartu baca adalah sebesar 11% atau dalam kata lain siswa kelas 1 SDN Tatar Kabupaten Sumbawa Barat tidak tuntas dalam membaca permulaan. Berdasarkan hasil observasi awal kepada siswa, dapat diketahui bahwa masih ada beberapa siswa yang kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran. Suasana kelas sangat tidak kondusif untuk melakukan proses pembelajaran yang efektif sehingga sebagian besar siswa tidak memberikan perhatian saat guru memberikan penjelasan. Siswa terlihat sibuk bermain dengan teman sebangkunya dan terdapat beberapa siswa yang masih ragu dalam 1965 | Evaluasi Kemampuan Membaca Permulaan Anak Kelas 1 Sekolah Dasar Tatar menggunakan Kartu Baca di Kecamatan Sekongkang. Kabupaten Sumbawa Barat (Uryun Mutia. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 mengutarakan permasalahannya dalam membaca. Hal tersebut membuat siswa cenderung bertahan pada ketidaktahuannya. Lebih lanjut lagi, metode pembelajaran yang digunakan masih bersifat tradisional. mana guru hanya menjelaskan melalui media papan tulis dan buku teks. Tidak hanya itu, dominasi pengajaran yang dilakukan guru yakni dengan metode ceramah sehingga akan terkesan membosankan untuk anak usia dini. berdasarkan hasil dokumentasi yang dilakukan. RPP yang dibuat oleh guru tidak cukup menarik dalam membuat siswa aktif belajar. Akibatnya, anak-anak tidak dapat memahami pelajaran yang diberikan dengan baik. Maka dari itu, diperlukan media pembelajaran yang tepat untuk mendorong kemampuan membaca anak agar lebih baik. Dari sisi eksternal, peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah nomor 17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan Pendidikan, khususnya pada pasal 69 ayat 5 disebutkan bahwa penerimaan peserta didik kelas 1 SD ataupun MI tidak didasarkan pada kemampuan membaca, menulis, dan menghitung. Oleh sebab itu, kemampuan membaca permulaan anak terbilang rendah Ketika memasuki sekolah dasar. Peniadaan belajar calistung pada taman kanak-kanak menyebabkan kemampuan calistung pada anak SD menurun drastis. Peran orang tua juga menjadi faktor yang mempengaruhi kemampuan anak dalam Peran orang tua pada usia dini seorang murid sangat dibutuhkan karena belajar di sekolah dirasa tidak cukup. Namun, kondisi di sekolah dasar Negeri Tatar berbeda di mana orang tua murid Sebagian besar adalah petani yang tidak memiliki latar belakang Pendidikan yang baik sehingga orang tua tidak mampu memberikan pengajaran kepada anak mereka. 2 Kemampuan Membaca dengan Media Kartu Baca Pada tahap ini, siswa telah mendapatkan pembelajaran terkait media kartu baca. Masing-masing responden lalu diobservasi kemampuan membacanya dalam aspek pelafalan, intonasi, dan kelancaran. Hasil analisis kemampuan anak kelas 1 SDN Tatar dapat dilihat pada tabel 3 di bawah. Tabel 3. Kemampuan Pasca Penggunaan Media Kartu Baca Aspek Lafal Intonasi Kelancaran Responden 1 Responden 2 Responden 3 Responden 4 Responden 5 Responden 6 Responden 7 Responden 8 Responden 9 Responden 10 Responden 11 Responden 12 Responden 13 Responden 14 Responden 15 Responden 16 Responden 17 Responden 18 KETUNTASAN KLASIKAL Responden Skor DSI KKM ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue Ket. DSI: <75 (Tidak mamp. , 75-84 . , 85-94 . , >95 . Ket. Klasikal: C 70 (Tunta. Sumber: Data diolah 1966 | Evaluasi Kemampuan Membaca Permulaan Anak Kelas 1 Sekolah Dasar Tatar menggunakan Kartu Baca di Kecamatan Sekongkang. Kabupaten Sumbawa Barat (Uryun Mutia. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 Berdasarkan hasil analisis di atas, setidaknya dapat dijelaskan beberapa hal. Pertama, secara umum kemampuan membaca anak dalam hal pelafalan, intonasi, dan kelancarannya setelah menggunakan media kartu baca mengalami peningkatan yang signifikan. Jika dilihat lebih jauh lagi, rata-rata peningkatan dalam ketiga aspek yang dinilai adalah sebesar 2 hingga 3 poin pada setiap responden. Meski demikian, masih terdapat beberapa siswa yang tidak memiliki perubahan yang signifikan pada ketiga aspek tersebut, di antaranya responden nomor 1, 8, 9, dan 10. Kedua, secara rata-rata skor yang diperoleh siswa cukup baik yakni 9,5. Sementara itu, nilai Daya Serap Individu (DSI) siswa SDN Tatar terbilang cukup baik, di mana sebanyak 8 responden memiliki nilai maksimal yakni 100. 5 orang siswa lainnya memperoleh daya serap individu sebesar 75 dan sisanya mendapatkan nilai 50. Dapat disimpulkan bahwa dari total 18 siswa yang dianalisis, sebanyak 12 siswa dikatakan tuntas dalam ketiga aspek . afal, intonasi. Ketiga, mengacu pada tingkat ketuntasan klasikal di mana nilai minimal yang harus diperoleh seluruh siswa adalah 70, maka dapat disimpulkan bahwa tingkat ketuntasan klasikal siswa kelas 1 SDN Tatar. Kabupaten Sumbawa Barat memperoleh nilai 72 atau tuntas. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa media belajar menggunakan kartu baca pada anak kelas 1 SDN Tatar Kabupaten Sumbawa Barat cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan baca anak usia dini. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, setidaknya terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya nilai dari beberapa responden yang dianalisis. Faktor-faktor yang dimaksud adalah rendahnya tingkat kehadiran siswa, perbedaan kemampuan dalam belajar anak, dan kurang perhatian dari orang tua. Melihat hasil belajar yang dicapai siswa merupakan salah satu tolak ukur sudah tidaknya suatu proses belajar. Hasil belajar merupakan cerminan tingkat keberhasilan atau pencapaian tujuan proses pembelajaran, yang pada puncaknya diakhiri dengan evaluasi (Djamarah & Zain, 2. Hasil belajar digambarkan sebagai konsekuensi akhir dari pengambilan keputusan tentang baik rendahnya nilai siswa selama proses belajar mengajar. Pembelajaran dikatakan berhasil jika derajat pengetahuan siswa meningkat dari waktu ke waktu. Tingkat keahlian yang diperoleh siswa selama mengikuti program belajar mengajar, sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, disebut sebagai hasil belajar. Hasil belajar, menurut Dimyati dan Mudjiono, merupakan hasil hubungan antara tindakan belajar dan mengajar (Dimyati & Mudjiono, 2. 8 Hasil belajar, menurut Sukmadinata, merupakan manifestasi atau perluasan dari potensi kemampuan atau bakat seseorang (Sukmadinata, 2. Sedangkan hasil belajar menurut Arikunto adalah hasil yang dicapai seseorang setelah mengalami proses belajar kemudian menyelesaikan evaluasi terhadap proses belajar tersebut (Arikunto & Suharsimi, 2. Ketiga perspektif sebelumnya menekankan pentingnya interaksi belajar mengajar dalam mengevaluasi pembelajaran. Hasil belajar dapat ditentukan dengan menggunakan pemeriksaan ini. Akibatnya, kemampuan belajar akan diukur dengan adanya pembelajaran. Jika siswa tidak hadir saat mereka belajar, dapat diasumsikan bahwa pengetahuan yang mereka peroleh juga tidak ada. Akibatnya, hasil belajar akan terpengaruh. Jika hasil belajar memenuhi standar ketuntasan minimal yang ditetapkan oleh masingmasing pengajar mata pelajaran, maka dianggap tuntas. Hasil belajar sering digunakan dalam arti luas, mengacu pada apa yang telah dicapai siswa, seperti ulangan harian, tugas rumah, ulangan lisan yang diberikan selama kelas, ulangan akhir triwulan, dan sebagainya. Hasil belajar dapat dipengaruhi oleh berbagai keadaan. Ada aspek tertentu yang dapat dimodifikasi seperti metode pengajaran, kualitas RPP, model evaluasi, dan kehadiran Latar belakang siswa, ekonomi orang tua, dan lingkungan sekolah dapat menjadi faktor eksternal dari kemampuan belajar siswa (Arikunto & Suharsimi, 2. 1967 | Evaluasi Kemampuan Membaca Permulaan Anak Kelas 1 Sekolah Dasar Tatar menggunakan Kartu Baca di Kecamatan Sekongkang. Kabupaten Sumbawa Barat (Uryun Mutia. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 3 Efektivitas Media Kartu Baca Berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan di lapangan, dapat dikatakan bahwa media Kartu Suka Baca efektif digunakan dalam pembelajaran keterampilan membaca permulaan di SDN Tatar. Hal tersebut dibuktikan dari beberapa indikator uji efektivitas berikut ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran . uality of insuranc. menggunakan media Kartu baca sangat baik. Hal ini dilihat dari hasil pelaksanaan pembelajaran atau ketuntasan klasikal yang diperoleh dari pengamatan awal sebesar 11% dan pengamatan ke dua sebesar 72% yang berarti meningkat sebesar 61%. Dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan penggunaan media kartu baca tidak memerlukan waktu yang lama dalam pembelajarannya. Hal ini terbukti dari waktu penelitian yang hanya memerlukan selama 1 semester untuk penerapan media kartu baca. Dengan waktu yang singkat penerapan media kartu baca dapat membantu dan mempermudah guru dalam mencapai tujuan instruksional sehingga siswa dapat lebih mudah dan cepat dalam membaca. Hasil penelitian tersebut sesuai dengan pendapat Rampaul & Davis . , bahwa cara mengukur dan mengetahui keefektifan pembelajaran dapat diamati dari kualitas pembelajaran . uality of insuranc. , kesesuaian tingkat pembelajaran . ppropriate level of instructio. , insentif dan waktu. Teori-teori tersebut ternyata terbukti dan sangat mendukung penelitian menggunakan media Kartu Baca. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa media Kartu Baca efektif digunakan dalam pembelajaran keterampilan membaca permulaan di SDN Tatar. Kabupaten Sumbawa Barat. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, penelitian ini dapat menyimpulkan beberapa hal, di antaranya: Kemampuan membaca permulaan anak kelas 1 SDN Tatar. Kabupaten Sumbawa Barat sebelum diberlakukannya media kartu baca berada pada tingkat rendah atau TIDAK TUNTAS dengan nilai 11. Kemampuan membaca permulaan anak kelas 1 SDN Tatar. Kabupaten Sumbawa Barat setelah diberlakukannya media kartu baca berada pada level baik atau TUNTAS dengan nilai Penggunaan media kartu baca dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak kelas 1 di SDN Tatar. Kabupaten Sumbawa Barat dapat dikatakan efektif. Faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca permulaan pada siswa kelas 1 di SDN Tatar. Kabupaten Sumbawa Barat adalah kurang aktifnya siswa, suasana kelas tidak kondusif, metode pembelajaran yang tidak tepat, rendahnya kualitas RPP, peraturan pemerintah no. 17 tahun 2012, dan peran orang tua. DAFTAR PUSTAKA